Graha Medika Pharmacy Journal Vol. No. April 2025 https://journal. id/index. php/pharmacy GAMBARAN PERENCANAAN DAN PENGADAAN OBAT DI APOTEK YANG BERADA DI WILAYAH KECAMATAN MODAYAG Mega Ananda1 Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Institut Kesehatan dan Teknologi Graha Medika ABSTRAK Kekurangan obat pada setiap fasilitas kesehatan merupakan suatu permasalahan yang diakibatkan oleh ketidaktepatan dalam proses pengadaan obat. Masih banyak fasilitas kesehatan seperti apotek yang mengalami permasalahan tersebut karena faktor pengadaan obat yang tidak tepat, belum efektif dan kurang efisien yang berakibat pada tidak terpenuhinya kebutuhan obat. Tujuan penelitian ini adalah memberikan gambaran terhadap perencanaan dan pengadaan obat di apotek yang berada di wilayah Kecamatan Modayag. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data secara retrospektif dan melalui wawancara kepada informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua proses perencanaan dan pengadaan obat di Apotek Mulia Farma yang berada di Kecamatan Modayag sudah sesuai dengan standar dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku sehingga di apotek tersebut sudah terpenuhi untuk kebutuhan obat-obatan. Kesimpulannya perencanaan obat di apotek menggunakan metode konsumsi dan pengadaan obat dilakukan pada distributor resmi dengan metode tender langsung menggunakan sistem pembelian secara kredit dan Kata Kunci: Perencanaan. Pengadaan. Obat. Apotek. Modayag ABSTRACK The shortage of medicines in health facilities is a problem caused by inaccuracies in the medicine procurement process. Many health facilities, such as pharmacies, still face this issue due to improper, ineffective, and inefficient procurement, which results in unmet medication needs. The purpose of this study is to provide an overview of the planning and procurement of medicines at pharmacies located in the Modayag District. The research method used is descriptive qualitative, with data collected retrospectively and through interviews with informants. The results of the study show that all processes of medicine planning and procurement at Mulia Farma Pharmacy, located in Modayag District, are in accordance with applicable laws and regulations, ensuring that the pharmacy's medicine needs are met. In conclusion, the pharmacy uses the consumption method for medicine planning, and procurement is conducted through official distributors using direct tender methods with both credit and cash purchasing systems. Keywords: Planning. Procurement. Medicine,Pharmacy. Modayag Graha Medika Pharmacy Journal Vol. No. April 2025 https://journal. id/index. php/pharmacy Perencanaan merupakan kegiatan dalam pemilihan jenis, jumlah, dan harga dalam mendapatkan jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran, serta menghindari kekosongan obat. Kendala perencanaan adalah merencanakan obat lebih banyak dan memilih jenis item obat yang kurang tepat, sehingga sering terjadi (Munfadiyah, 2. Pemilihan obat-obat yang harganya mahal, padahal tersedia obatobat yang lebih murah. Hal ini menyebabkan beberapa obat terlalu banyak direncanakan pembeliannya dan beberapa obat terlalu Ketelitian memastikan obat yang tepat tersedia dalam jumlah yang tepat (Hayati, 2. Pengadaan yang efektif memerlukan kepastian ketersediaan, kuantitas, dan waktu dengan harga terjangkau dan sejalan dengan standar kualitas. Pengadaan obat dilakukan kefarmasian, sehingga pengadaan obat harus melalui jalur formal. Pemilihan metode pengadaan merupakan salah satu bagian dari tahap pengadaan farmasi. Tata Cara Kegiatan Pengadaan Farmasi ditetapkan untuk melaksanakan dan memantau kegiatan pengadaan farmasi untuk memperoleh jumlah dan jenis yang sesuai dengan kebutuhan serta menjamin ketersediaan pelayanan kesehatan (Werawati, 2. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Wulandari . perencanaan dan pengadaan obat di Apotek Rajawali Pemalang, menunjukan bahwa pengadaan obat oleh Apoteker dan Tenaga Teknis Kefarmasian berdasarkan metode Selain itu Apotek melakukan pembelian dengan cara mengkombinasikan tiga metode yaitu tender terbuka, pembelian langsung, dan tawar menawar. Apotek melakukan pengelolaan obat berdasarkan peraturan perundang-undangan dan SOP (Standar Operasiona. yang ada pada Apotek Rajawali. PENDAHULUAN Di semua fasilitas kesehatan seperti apotek, rumah sakit, puskesmas, klinik, dan toko obat, keberadaan obat merupakan hal yang sangat Oleh karena itu, pengelolaan produk farmasi memerlukan sistem manajemen yang Layanan Kesehatan sangat penting untuk menyelesaikan masalah terkait perencanaan dan pengadaan obat. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan obat yang tepat yang bertujuan untuk menjamin keterjangkauan layanan obat yang efisien, efektif, dan wajar secara berkelanjutan. Kelangkaan obat-obatan, khususnya obatobatan di fasilitas kesehatan, menurunkan kepercayaan konsumen terhadap apotek (Hayati, 2. Oleh karena itu, penting untuk mengelola sistem manajemen pengadaan dengan baik. Keberhasilan siklus manajemen bergantung pada kemampuan untuk secara konsisten menyediakan obat-obatan berkualitas tinggi yang memenuhi standar dengan harga terjangkau untuk semua tingkat sistem layanan kesehatan. Selain itu penyediaan obatobat yang berkualitas tinggi harus sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku (Iqbal, 2. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 tahun 2017 tentang Apotek, yang dimaksud dengan apotek adalah sarana Apoteker. Ketersediaan obat di Apotek, sangat mempengaruhi mutu pelayanan kesehatan. Oleh karena itu perlu adanya pengelolaan sediaan farmasi yang baik, efesien, efektif dan rasional. Menurut Permenkes No 73 Tahun 2016 proses pengelolaan sediaan farmasi terdiri dari beberapa tahap, yaitu tahap perencanaan, tahap penarikan, tahap pengendalian serta pencatatan dan pelaporan. Mutu pelayanan yang diberikan apotek sangat berpengaruh terhadap citra apotek dan kepuasan pasien yang berkunjung ke apotek tersebut. Salah satu faktor yang berperan terhadap mutu pelayanan apotek adalah pengelolaan obat yang dilakukan apotek seperti proses perencanaan dan pengadaan obat (Permenkes, 2. Graha Medika Pharmacy Journal Vol. No. April 2025 https://journal. id/index. php/pharmacy Menurut penelitian yang dilakukan oleh Werawati . yaitu gambaran perencanaan dan pengadaan obat di Apotek FIT Jakarta Selatan menunjukan bahwa apotek tersebut menggunakan metode konsumsi dan pola penyakit dalam melakukan rencana pengadaan kekosongan obat yang sering terjadi. Berdasarkan uraian diatas, masih banyak apotek yang masih mengalami permasalahan karena faktor pengadaan obat yang tidak tepat, belum efektif dan kurang efesien sehingga berakibat kepada tidak terpenuhinya kebutuhan obat-obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sistem manajemen perencanaan pengadaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai yang diterapkan di Apotek yang berada di wilayah Kecamatan Modayag untuk pemenuhan kebutuhan konsumen serta kesesuaiannya dengan Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek. Apotek Mulia Farma yang berada di Jl. Wiratama. Desa Candirejo. Kecamatan Modayag. Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Penelitian dilaksanakan dari bulan Januari-Maret 2025. HASIL Terdapat beberapa poin hasil dari penelitian di Apotek Mulia Farma seperti alur perencanaan obat di apotek yang dimana dilakukan ketika stok obat mulai menipis dan alurnya dimulai dari tahap penentuan jenis dan jumlah sediaan. Kemudian Apoteker Penanggung Jawab. Adapun metode yang digunakan adalah metode konsumsi yang digunakan berdasarkan pemakaian periode Lalu pada proses pengadaan obat dilakukan dengan metode tender langsung dan bekerja sama dengan PBF resmi yaitu PT. Deli Lentera Jaya dan PT. Enseval Putera Megatrading Tbk Cabang Manado. Selanjutnya sistem pembelian obat di apotek menggunakan sistem kredit dan cash. Penandaan kebutuhan obat dikatakan cukup untuk memenuhi kebutuhan pasien. Kemudian tidak terdapat tindakan pada saat kekosongan obat karena sudah melakukan proses perencanaan dan pengadaan obat yang sudah sesuai dengan ketentuan yang Terakhir adalah proses penerimaan barang yang datang dilakukan penerimaan dokumen yang berupa faktur pembelian atau surat pengiriman barang, setelah itu dilakukan pemeriksaan secara keseluruhan baik kesesuaian dengan arsip surat pesanan maupun kesesuaian fisik obat dengan faktur METODE Rancangan ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan permasalahan atas dasar fakta yang dilakukan dengan cara observasi serta wawancara dan pengumpulan data diambil secara retrospektif yaitu dengan melihat sumber data pada bulan Januari-Desember Rancangan penelitian yang telah dilakukan merupakan penelitian untuk memperoleh informasi mengenai gambaran perencanaan dan pengadaan obat di Apotek Mulia Farma yang berada di Kecamatan Modayag. Subjek dalam penelitian ini adalah Apoteker dan Tenaga Teknis Kefarmasian yang terlibat dalam perencanaan dan pengadaan obat di Apotek yang berada di Kecamatan Modayag. Informan yang bersedia di wawancara adalah apoteker di efektif dan efisien untuk dapat terpenuhi kebutuhan obat. Apotek Mulia Farma merupakan apotek yang terletak di Jl. Wiratama. Desa Candirejo. Kecamatan PEMBAHASAN Proses perencanaan dan pengadaan obat di apotek hendaknya dilakukan dengan tepat. Graha Medika Pharmacy Journal Vol. No. April 2025 https://journal. id/index. php/pharmacy Modayag. Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Setelah dilakukan wawancara kepada apoteker di apotek tersebut dapat diketahui gambaran perencanaan dan pengadaan obat di apotek tersebut. Alur perencanaan obat di Apotek Mulia Farma dilakukan ketika stok obat mulai menipis dan tersisa hanya beberapa box saja. Alur perencanaan obat dimulai dengan tahap persiapan, yaitu dilakukan dengan cara membuat daftar obat-obat yang stoknya menipis atau obat yang akan diadakan. Kemudian tahap pengumpulan data, dimana data yang diambil adalah penggunaan obat periode sebelumnya . ola konsums. Tahap selanjutnya ialah penentuan jenis dan jumlah, untuk jenis obat yang fast moving akan dipesan dalam jumlah yang lebih banyak dibanding sediaan yang lain dan memisahkan obat sesuai jenis seperti obat regular, obat-obat tertentu, dan obat prekursor. Adapun contoh perhitungan perencanaan obat menggunakan metode konsumsi di apotek tersebut adalah sebagai berikut: Perhitungan menggunakan rumus A = ( B C D) - E Keterangan : A = Rencana pengadaan B = Pemakaian rata-rata perbulan C = Buffer stok D = Lead time stock E = Sisa stok Selama tahun 2024 (Januari-Desembe. pemakaian obat paracetamol tablet sebanyak 000 tablet. Sisa stok per 31 Desember 2024 000 tablet. Pemakaian rata-rata (B) paracetamol tablet perbulan selama tahun 2024 adalah 30. 12 = 2. 500 tablet perbulan. Pemakaian perminggu 625 tablet. Misalkan berdasarkan data buffer stok (C), ditetapkan buffer stok 20%. 20% x 2. tablet = 500 tablet. Misalkan lead time stok (D) diperkirakan 1 1 x 625 tablet = 625 tablet. Sehingga kebutuhan paracetamol bulan Januari tahun 2024 (A) adalah B C D = 500 tablet 500 tablet 625 tablet = 625 tablet. Jika sisa stok (E) adalah 1. 000 tablet, maka rencana pengadaan paracetamol untuk bulan Januari 2024 adalah A = ( B C D) Ae E = 3. 625 tablet Ae 1. 000 tablet = 2. Untuk bulan berikutnya perhitungan menyesuaikan dengan sisa stok bulan Hasil penelitian yang dilakukan oleh Nurul . menyatakan bahwa dalam melakukan proses perencanaan sediaan farmasi di Apotek Delima dilakukan dengan cara membuat rencana pengadaan yang sudah ditentukan, kemudian mencatat stok yang akan dibeli dan membeli barang sesuai kemampuan dan kebutuhan yang direncanakan. Kemudian adapun hasil penelitian yang dilakukan oleh Aulia . di Apotek Rasyifa Depok menyatakan bahwa dalam proses perencanaan apotek tersebut melalui tahapan yang berupa tahap persiapan dengan membuat daftar obat, kemudian tahap pengumpulan data berdasar pada penggunaan periode sebelumnya serta tahap penentuan jenis dan jumlah dengan memisahkan setiap jenis obat. Penanggungjawab atas ketersediaan obat di apotek adalah apoteker penanggung jawabnya. Apoteker memastikan ketersediaan obat cukup di apotek dengan mengelola stok obat dengan pemeriksaan secara berkala seperti memeriksa tanggal kadaluwarsa setiap obat pada saat stock opname yang dilakukan setiap 6 bulan Jam kerja apoteker penanggung jawab di apotek tersebut dimulai dari jam 08. 00 WITA. Apoteker penanggung jawab tersebut juga merupakan Pemilik Sarana Apotek pemeriksaan obat karena apoteker berada di apotek setiap hari. Berdasarkan hasil penelitian yang Aswinabawa penanggung jawab atas ketersediaan obat Apotek J adalah Apoteker penangung jawab di apotek tersebut. Kemudian hasil penelitian Graha Medika Pharmacy Journal Vol. No. April 2025 https://journal. id/index. php/pharmacy Pratiwi . menyatakan bahwa di Apotek X Pekanbaru bertanggungjawab atas ketersediaan obat adalah apotek penanggungjawabnya yang juga melakukan pengecekan secara berkala. Metode yang digunakan dalam memenuhi ketersediaan obat di apotek adalah metode konsumsi, dimana metode konsumsi ini digunakan berdasarkan pemakaian periode Pemakaian metode ini memiliki pertimbangan seperti perhitungan perkiraan penyesuaian jumlah kebutuhan perbekalan farmasi dengan aloksi dana. Kelebihan dari metode konsumsi adalah sederhana dalam morbiditas dan pengobatan standar. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Rhisanandra . diketahui bahwa metode perencanaan yang diterapkan pada salah satu apotek di Bandung adalah metode kombinasi. Kemudian adapun penelitian yang dilakukan oleh Khaerunnisa . yang melakukan penelitian di Apotek Cicaheum Farma menyatakan bahwa apotek tersebut melakukan perencanaan dengan metode konsumsi dengan melihat kartu stok karena dengan melihat kartu stok pihak apotek dapat memperkirakan jumlah obat yang akan dipesan. Proses pengadaan obat di apotek tersebut melakukan proses pengadaan menggunakan metode tender langsung. Alasan penggunaan metode ini karena metode tender langsung atau pengadaan langsung termasuk dalam cara yang paling mudah dan sederhana. Metode ini memungkinkan proses yang lebih cepat dibandingkan metode yang lainnya karena tidak memerlukan prosedur yang panjang sehingga dikatakan efisien. Selain itu, metode ini cocok untuk pembelian obat dalam skala Proses pengadaan obat di Apotek Mulia Farma bekerja sama dengan PBF resmi yang sudah memiliki izin yaitu PT Deli Lentera Jaya dan PT Enseval Putera Megatrading Tbk Cabang Manado. Pertimbangan dalam pemilihan kedua PBF tersebut ialah legalitas dan izin yang sudah dimiliki, kualitas produk yang sangat baik, reputasi PBF yang bagus, serta varietas produk yang beragam. Adapun proses pengadaan obat dilakukan dengan membuat daftar obat yang kosong atau obat yang sudah menipis, kemudian meyortir obatobat yang fast moving karena akan dipesan lebih banyak, lalu memilih PBF resmi yang sudah memiliki izin yang akan digunakan untuk membeli obat yaitu PT Deli Lentera Jaya ataupun PT Enseval Putera Megatrading Tbk Cabang Manado, selanjutnya langsung memesan obat-obat yang sudah dimasukan dalam daftar obat kosong atau obat yang stoknya hanya tersisa sedikit. Pemesanan dilakukan dengan membuat surat pesanan berdasarkan jenis obat dan dibuat dalam dua rangkap, kemudian mengirim surat pesanan pada PBF dan memantau status pemesanan hingga sediaan yang dipesan sampai di apotek. Ketika melakukan pemesanan, pihak apotek bisa mengirim SP secara langsung kepada PBF dan bisa juga menunggu pihak PBF yang menjemput SP tersebut tergantung kebutuhan dari pihak apotek sendiri. Pemesanan ini dilakukan oleh apoteker. Menurut penelitian yang dilakukan oleh (Hayati, 2. proses pengadaan di Apotek Mulia Sehat dilakukan dengan pengecekan stok terlebih dahulu untuk mengumpulkan data obat yang akan dipesan berdasarkan buku Selanjutnya dilihat dari pola penjualan dengan melihat laku atau tidaknya obat-obat yang kemudian memesan secara langsung kepada supplier atau PBF resmi. Surat pesanan dibuat berdasarkan jenis obat serta dibuat dalam dua rangkap dan dilakukan oleh Kemudian Hasil Anggraeni . di Apotek Goge Farma dilakukan dengan pengecekan stok obat terlebih dahulu untuk mengumpulkan data obat yang akan dipesan berdasarkan buku Barang yang sudah dicatat selanjutnya ditulis di SP dan melakukan pemesanan obat ke PBF. Graha Medika Pharmacy Journal Vol. No. April 2025 https://journal. id/index. php/pharmacy Sistem pembelian obat di Apotek Mulia Farma dilakukan pada distributor resmi yaitu PBF yang sudah memiliki izin yaitu PT Deli Lentera Jaya dan PT Enseval Putera Megatrading Tbk Cabang Manado dengan menggunakan sistem kredit dan cash. Selain dapat ditentukan tempo pembayarannya, penggunaan sisem kredit oleh pihak apotek mampu membantu apotek ketika memiliki memprioritaskan penggunaan uang tunai untuk keperluan lain. Pada hasil penelitian yang dilakukan oleh Munfadiyah . di Apotek Saras Sehat Slawi melakukan pembelian pada PBF resmi dengan menggunakan sistem kredit, cash dan juga konsinyasi. Pembelian dilakukan dengan mempertimbangkan keresmian, pembayaran dilakukan saat jatuh tempo dan dibayar tunai kepada salles yang datang. Alur pembelian obat di apotek dilakukan dengan mencatat terlebih dahulu daftar obat yang akan di pesan di buku defecta, kemudian di tulis di SP berdasarkan jenis-jenis obat yang akan dibeli seperti SP regular. SP Obat-Obat Tertentu serta SP prekursor yang kemudian ditandatangani dan dicap oleh apoteker, lalu diberikan dan konfirmasi ke pihak PBF. Waktu paling lama lead time dari distributor untuk mengirim barang ke apotek adalah tiga hari kerja, jika dalam tiga hari kerja tidak ada konfirmasi maka apoteker akan melakukan pemesanan ulang. Dalam masa tunggu barang datang, apotek memanfaatkan stok penyangga yang masih ada untuk di berikan pada pasien. penandaan kebutuhan dikatakan cukup untuk memenuhi kebutuhan pasien, dalam hal ini apotek telah mengcover kebutuhan obat di wilayah kerja apotek karena telah melalui perencanaan yang akurat berdasarkan pola konsumsi obat sebelumnya. Kemudian dilakukan pengelolaan stok yang baik untuk memastikan bahwa apotek tidak kehabisan obat yang diperlukan. Dalam pengelolaan stok ini dilakukan pengecekan secara berkala setiap 6 bulan sekali dengan cara melakukan stock Selain kecukupan kebutuhan obat di apotek. Dengan aplikasi tersebut dapat diketahui misal dalam satu bulan membutuhkan berapa jumlah obat karena penjualannya sudah tercantum pada aplikasi tersebut. Stock opname dan pemantauan melalui aplikasi dilakukan untuk ketersediaan fisik dan ketersediaan stok dalam Apabila apoteker memeriksa aplikasi dan melihat stok obat mulai menipis, maka apoteker juga memeriksa stok fisik dari obat tersebut, jika telah dipastikan bahwa stok benar-benar melakukan proses perencanaan dan pengadaan Pada penelitian yang dilakukan oleh Dewi . dapat diketahui bahwa alur pembelian obat di Apotek X dilakukan dengan delivery order dimana apoteker sebelumnya telah melakukan pemesanan berdasarkan jumlah barang yang habis atau hampir habis sesuai data dalam buku defecta. Pemesanan dilakukan via telepon. WA kepada tiap PBF untuk mengecek kondisi yang ditawarkan PBF. Kemudian apoteker akan menuliskan surat pesanan yang akan diberikan pada PBF. Surat pesanan ditandatangani dan dicap oleh apoteker lalu dikonfirmasikan kepada pihak PBF. Penandaan kebutuhan dikatakan cukup untuk memenuhi kebutuhan pasien, dalam hal ini apotek telah mengcover kebutuhan obat di wilayah kerja apotek karena telah melalui perencanaan yang akurat berdasarkan pola konsumsi obat sebelumnya. Dikatakan akurat karena proses perencanaan berdasar pada data yang tepat, sesuai dengan kebutuhan yang telah direncanakan, serta disesuaikan dengan efisien dari segi biaya. Kemudian dilakukan pengelolaan stok yang baik untuk memastikan bahwa apotek tidak kehabisan obat yang Dalam pengelolaan stok ini dilakukan pengecekan secara berkala setiap 6 bulan sekali dengan cara melakukan stock Graha Medika Pharmacy Journal Vol. No. April 2025 https://journal. id/index. php/pharmacy Selain kecukupan kebutuhan obat di apotek. Dengan aplikasi tersebut dapat diketahui misal dalam satu bulan membutuhkan berapa jumlah obat karena penjualannya sudah tercantum pada aplikasi tersebut. Pada penelitian yang dilakukan oleh Ismaya . diketahui bahwa penandaan kebutuhan obat di Apotek Maleo Bintaro dikatakan cukup dalam pemenuhan kebutuhan obat bagi pasien, kebutuhan obat dipastikan tidak sampai stock over look karena dilakukan stock opname dalam jangka waktu 6 bulan Adapun hasil penelitian Fahriati . menyatakan bahwa penandaan kebutuhan obat di Apotek X dikatakan cukup dalam pemenuhan kebutuhan obat pasien dan rutin dipantau baik melalui pemeriksaan secara berkala maupun melalui aplikasi dari apotek. Pada apotek ini tidak terjadi kekosongan perencanaan dan pengadaan semaksimal mungkin sehingga terhindar dari kekosongan Namun sebagai antisipasi, apabila terjadi kekosongan obat yang tidak terduga, misalnya dikarenakan adanya hal yang tidak terduga pula seperti terjadi kesalahan pada saat pemeriksaan, maka akan dilakukan pemesanan langsung oleh pihak apotek. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Wulandari . di Apotek Rajawali Pemalang melakukan tindakan substitusi obat, dimana tindakan tersebut dilakukan dengan mengganti obat dengan merek dan komposisi yang berbeda tetapi memiliki khasiat yang sama, obat mahal disubstitusi ke merek Prosedur penerimaan barang di Apotek pada saat barang datang dilakukan penerimaan dokumen yang berupa faktur pembelian atau surat pengiriman barang. Setelah itu dilakukan kesesuaian dengan arsip surat pesanan maupun kesesuaian fisik obat dengan faktur pembelian. Adapun hal-hal yang diperiksa seperti nama dan alamat lengkap apotek, nama PBF . , jumlah dan bentuk sediaan obat, nomor batch dan juga tanggal kadaluwarsa dari seluruh sediaan. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Werawati . prosedur penerimaan barang di Apotek FIT Jakarta Selatan dilakukan dengan pemeriksaan yang memperhatikan jumlah obat, keadaan fisik obat dan tanggal kadaluwarsa, jenis, jumlah dan mutu obat apakah sesuai atau tidak sehingga dapat mencegah terbawanya obat yang rusak ataupun kadaluwarsa. Kemudian terdapat penelitian yang dilakukan oleh Herawan . pada salah satu apotek di Sleman melakukan prosedur penerimaan barang dengan memeriksa kesesuaian antara nama apotek, alamat apotek, nama barang, jumlah barang, expired, nomor batch, bentuk sediaan dengan faktur dari PBF. Jika barang yang datang tidak sesuai dengan surat pesanan atau yang tertera pada faktur maka dilakukan retur langsung dengan dicatat dalam berita acara. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa gambaran perencanaan di Apotek Mulia Farma dilakukan dengan menggunakan metode konsumsi. Penggunaan metode ini dikarenakan kesederhanaan dalam perhitungannya dan pola kebutuhan obat pasien periode sebelumnya. Proses perencanaan dilakukan berdasarkan kebutuhan obat dan sediaan farmasi yang melibatkan apoteker, alur perencanaan menggunakan jumlah permintaan pasien dan kebutuhan obat sebelumnya . ola konsums. Untuk gambaran pengadaan di Apotek Mulia Farma melibatkan distributor resmi yaitu PBF yang memiliki Pengadaan dilakukan melalui metode tender langsung serta melakukan pembelian dengan sistem kredit dan cash. SARAN Bagi peneliti selanjutnya diharapkan untuk menggunakan dua atau lebih lokasi apotek Graha Medika Pharmacy Journal Vol. No. April 2025 https://journal. id/index. php/pharmacy agar mendapatkan hasil perbandingan dari Bagi Apotek Mulia Farma: Sebaiknya melakukan evaluasi perencanaan obat setiap memastikan ketersediaan obat yang sesuai dan mendapatkan hasil perencanaan yang semakin Pada pengunaan metode untuk memenuhi ketersediaan obat di apotek sebaiknya menggunakan metode kombinasi agar lebih efektif lagi dalam proses perencanan dan pengadaan obat. Sebaiknya pihak apotek dapat mempertimbangkan untuk bekerjasama dengan lebih banyak distributor lagi. Apabila terjadi kekosongan obat yang tidak terduga sebaiknya menerapkan subtitusi obat terlebih dahulu sebelum melakukan pemesanan ulang sembari menunggu barang yang diorder datang agar konsumen tetap mendapatkan obat yang ingin dibeli. Dewi. P dan Wirasuta. Studi Perencanaan Pengadaan Sediaan Farmasi di Apotek X Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 73 Tahun 2016. Indonesian Journal of Legal and Forensic Sciences. Volume 11. Nomor 1:1-9. [Fkedok UIN Malik. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim. Buku Pedoman Pelayanan Kefarmasian di Apotek. Malang: Fkedok UIN Maliki. Handalis. Sudarto dan Widodo H. Standard Analysis Of Drug Procurement And Planning In Some Private Pharmacies In Banjarnegara Regency International Conference on Sustainable Competitive Advantage: 150-157. Hayati. Gambaran Perencanaan dan Pengadaan Obat di Apotek Mulia Sehat Kabupaten Tegal . Tegal: Politeknik Harapan Bersama. Hernawan. Swandari. Rupita. J dan Hapsari. Gambaran Penerimaan dan Penyipanan Perbekalan Farmasi di Palayanan Kesehatan. Jurnal Permata Indonesia. Volume 12. Nomor 1: 7-14. Iqbal. Geer. I dan Dar. Medicines management inhospitals: A supply chain perspective. Systematic Reviews in Pharmacy. Volume 8. Nomor 1: 80Ae85. Ismaya. Andriati R dan Butar L. Analisis Standar Perencanaan dan Pengadaan Obat di Apotek Maleo Bintaro. Edumasda Journal. Volume 4. Nomor 1. [Kemenkes RI] Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK. 07/MENKES/6477/2021 tentang Daftar Obat Esensial Nasional. Jakarta: Menteri Kesehatan RI. DAFTAR PUSTAKA