Jurnal Pengabdian West Science Vol. No. Juni, 2025, pp. Peran Mahasiswa Magang dalam Mendukung Efektivitas Layanan LARASITA: Refleksi Pengabdian Masyarakat di ATR/BPN Zalfa Islamiyati Putri Santosa Program Studi Hukum. Fakultas Bisnis Hukum Dan Pendidikan. Universitas Nusa Putra *Corresponding author E-mail: zalfa. islamiyati_hk21@nusaputra. Article History: Received: Jun, 2025 Revised: Jun, 2025 Accepted: Jun, 2025 Abstract: Layanan LARASITA (Layanan Rakyat untuk Sertifikasi dan Informasi Pertanaha. merupakan inovasi Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang pertanahan. Mahasiswa magang, sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat, memiliki peran strategis dalam mendukung efektivitas layanan ini melalui kontribusi teknis, administratif, dan Artikel ini mengkaji peran mahasiswa magang dalam meningkatkan efisiensi, aksesibilitas, dan kepuasan masyarakat terhadap layanan LARASITA berdasarkan studi pustaka. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini menganalisis bagaimana keterlibatan mahasiswa magang dapat memperkuat implementasi inovasi pelayanan seperti digitalisasi, drive- thru, dan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa magang berperan meningkatkan literasi masyarakat tentang layanan pertanahan, dan mendukung transformasi digital. Kendala seperti keterbatasan pengalaman dan koordinasi lintas-sektor menjadi tantangan yang perlu Artikel ini menyimpulkan bahwa optimalisasi peran mahasiswa magang dapat menjadi katalis dalam mencapai pelayanan publik yang lebih responsif dan inklusif di sektor pertanahan. Keywords: Mahasiswa Magang. Layanan LARASITA. Efektivitas Pelayanan. Pengabdian Masyarakat. Badan Pertanahan Nasional. Pendahuluan Pelayanan publik di sektor pertanahan memiliki peran penting dalam menjamin kepastian hukum kepemilikan tanah, yang menjadi dasar pembangunan ekonomi dan sosial masyarakat. Badan Pertanahan Nasional (BPN) melalui program LARASITA berupaya mendekatkan layanan pertanahan kepada masyarakat melalui pendekatan yang inovatif, cepat, dan terjangkau (Fefiyanto & Putra, 2. https://wnj. westscience-press. com/index. php/jpws Vol. No. Juni, 2025, pp. LARASITA dirancang untuk mengatasi tantangan pelayanan konvensional, seperti waktu tunggu yang lama, birokrasi yang rumit, dan aksesibilitas yang terbatas di daerah terpencil. Program ini mengintegrasikan inovasi seperti mobil keliling, layanan digital, dan pendekatan berbasis komunitas untuk memastikan bahwa masyarakat dapat mengakses informasi dan layanan pertanahan dengan mudah. Dalam konteks ini, mahasiswa magang yang terlibat dalam program pengabdian masyarakat memiliki potensi untuk memperkuat efektivitas layanan LARASITA. Sebagai agen perubahan, mahasiswa magang membawa energi baru, perspektif segar, dan keterampilan teknis yang relevan, terutama dalam mendukung transformasi digital layanan pertanahan (Farahzita & Arsin, 2. Kehadiran mereka tidak hanya membantu mengurangi beban kerja pegawai BPN, tetapi juga memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat yang kurang terlayani. Namun, tantangan seperti kurangnya pengalaman praktis dan keterbatasan sumber daya sering kali menghambat kontribusi optimal mahasiswa magang (Suharto & Supadno. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran mahasiswa magang dalam mendukung efektivitas layanan LARASITA, dengan fokus pada kontribusi mereka dalam aspek administrasi, edukasi masyarakat, dan implementasi inovasi teknologi. Berdasarkan studi pustaka, artikel ini akan mengeksplorasi bagaimana mahasiswa magang dapat menjadi bagian dari solusi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor pertanahan, sekaligus merefleksikan pengalaman pengabdian masyarakat sebagai proses pembelajaran bagi mahasiswa. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka untuk mengkaji peran mahasiswa magang dalam mendukung efektivitas layanan LARASITA. Data dikumpulkan dari berbagai sumber akademik, termasuk jurnal, disertasi, dan artikel ilmiah yang relevan dengan topik pelayanan pertanahan dan peran mahasiswa magang (Fefiyanto & Putra, 2024. Prasetyo & Saefudin, 2023. Suyanto, 2. Studi pustaka dilakukan dengan menganalisis literatur yang membahas inovasi layanan pertanahan, seperti digitalisasi, program PTSL, dan layanan drive-thru, serta peran aktor non-pegawai seperti mahasiswa magang dalam mendukung pelayanan publik. Proses analisis melibatkan pengumpulan data sekunder dari referensi yang Vol. No. Juni, 2025, pp. telah disebutkan, diikuti dengan sintesis tematik untuk mengidentifikasi pola dan temuan utama. Kriteria inklusi untuk literatur adalah publikasi yang diterbitkan dalam kurun waktu 2021Ae2024 dan memiliki relevansi langsung dengan efektivitas pelayanan pertanahan atau peran mahasiswa dalam pengabdian masyarakat. Data dianalisis secara deskriptif untuk memetakan kontribusi mahasiswa magang dan tantangan yang dihadapi dalam mendukung layanan LARASITA. Hasil Kontribusi Mahasiswa Magang dalam Administrasi Layanan LARASITA Mahasiswa magang memiliki peran penting dalam mendukung aspek administratif layanan LARASITA. Mereka membantu dalam pengelolaan dokumen, verifikasi data, dan input data ke dalam sistem digital yang digunakan oleh BPN. Menurut Fefiyanto dan Putra . , efisiensi administrasi merupakan salah satu indikator utama efektivitas pelayanan publik di sektor pertanahan. Mahasiswa magang, dengan keterampilan dasar teknologi informasi yang dimilikinya, mampu mempercepat proses input data sertifikat tanah ke dalam basis data elektronik, yang merupakan bagian dari transformasi digital layanan pertanahan (Farahzita & Arsin. Selain itu, mereka juga membantu dalam memverifikasi kelengkapan dokumen yang diajukan masyarakat, sehingga mengurangi kesalahan administrasi yang dapat menghambat proses sertifikasi. Selain meningkatkan komunikasi antara BPN dan masyarakat. Mereka sering kali bertindak sebagai penghubung antara petugas BPN dan pemohon layanan, menjelaskan prosedur dan persyaratan dengan bahasa yang lebih sederhana dan mudah dipahami. Hal ini sejalan dengan temuan Sapioper dan Flassy . , yang menyatakan bahwa komunikasi yang efektif antara penyedia layanan dan masyarakat merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kepuasan publik terhadap layanan pertanahan. Peran Mahasiswa Magang dalam Edukasi dan Sosialisasi Salah satu tantangan utama dalam implementasi layanan LARASITA adalah rendahnya literasi masyarakat tentang prosedur pertanahan. Mahasiswa magang berperan penting dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi masyarakat, terutama di daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau oleh petugas BPN. Menurut Jamaluddin et al. , program seperti PTSL membutuhkan pendekatan berbasis komunitas untuk memastikan bahwa masyarakat memahami manfaat dan prosedur pendaftaran Vol. No. Juni, 2025, pp. Mahasiswa magang, dengan fleksibilitas dan antusiasme mereka, sering kali terlibat dalam kegiatan penyuluhan, seperti menjelaskan pentingnya sertifikasi tanah dan cara mengakses layanan LARASITA. Dalam konteks digitalisasi, mahasiswa magang juga membantu masyarakat memahami penggunaan layanan berbasis online, seperti pengecekan sertifikat elektronik (Prasetyo & Saefudin, 2. Dengan kemampuan mereka dalam menggunakan teknologi, mahasiswa magang dapat mengajarkan masyarakat cara mengakses aplikasi atau situs web resmi BPN, sehingga meningkatkan aksesibilitas Hal ini sangat penting di era transformasi digital, di mana banyak masyarakat masih belum familiar dengan teknologi informasi (Faramadina, 2. Kontribusi Mahasiswa Magang dalam Inovasi Layanan Inovasi layanan seperti drive-thru. AuLayanan Ngopi Sepuluh MenitAy (SPIT), dan Rabu Laris merupakan bagian dari upaya BPN untuk meningkatkan efisiensi dan kepuasan masyarakat. Mahasiswa magang mendukung implementasi inovasi ini dengan membantu dalam pengelolaan antrean, pelayanan cepat, dan pengumpulan data evaluasi (Suyanto, 2024. Ayuni, 2. Misalnya, dalam program drive-thru di Kantor Pertanahan Kabupaten Kendal, mahasiswa magang membantu memastikan kelancaran proses pelayanan dengan memandu masyarakat melalui prosedur yang telah disederhanakan (Lubis, 2. Kontribusi ini tidak hanya mempercepat proses pelayanan, tetapi juga meningkatkan persepsi positif masyarakat terhadap BPN. Selain itu, mahasiswa magang juga berperan dalam pengumpulan data untuk evaluasi program inovasi. Mereka membantu mengumpulkan umpan balik dari masyarakat tentang kepuasan terhadap layanan, yang kemudian digunakan untuk perbaikan sistem (Ayuni, 2. Dengan demikian, mahasiswa magang tidak hanya menjadi pelaku operasional, tetapi juga kontributor dalam pengembangan kebijakan pelayanan yang lebih baik. Tantangan dan Hambatan Meskipun menghadapi sejumlah tantangan dalam mendukung layanan LARASITA. Salah satu hambatan utama adalah keterbatasan pengalaman praktis dan pengetahuan mendalam tentang peraturan pertanahan (Suharto & Supadno, 2. Hal ini dapat menyebabkan kesalahan dalam pengelolaan dokumen atau penyampaian informasi kepada masyarakat. Selain itu, koordinasi yang kurang optimal antara mahasiswa magang, petugas BPN, dan pemangku kepentingan lainnya sering kali menghambat Vol. No. Juni, 2025, pp. efektivitas kerja (Ismail et al. , 2. Keterbatasan sumber daya, seperti akses ke teknologi dan pelatihan yang memadai, juga menjadi kendala bagi mahasiswa magang. Menurut Dea dan Arsin . , transformasi digital membutuhkan tenaga kerja yang terampil dalam teknologi informasi, tetapi tidak semua mahasiswa magang memiliki pelatihan yang cukup untuk mengoperasikan sistem digital BPN. Oleh karena itu, diperlukan program pelatihan khusus untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa magang dalam mendukung layanan LARASITA. Refleksi Pengabdian Masyarakat Pengabdian masyarakat melalui program magang di BPN memberikan manfaat ganda, baik bagi masyarakat maupun mahasiswa itu sendiri. Bagi masyarakat, kehadiran mahasiswa magang meningkatkan aksesibilitas dan efisiensi layanan pertanahan. Bagi mahasiswa, pengalaman ini menjadi sarana pembelajaran praktis tentang dinamika pelayanan publik dan tantangan di sektor pertanahan (Fefiyanto & Putra, 2. Mahasiswa magang juga mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan komunikasi, manajemen waktu, dan kerja sama tim, yang penting untuk karir mereka di masa depan. Refleksi dari pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa mahasiswa magang tidak hanya berperan sebagai pelaku teknis, tetapi juga sebagai agen perubahan yang dapat mendorong inovasi dan peningkatan kualitas pelayanan. Dengan dukungan yang memadai dari BPN dan institusi pendidikan, mahasiswa magang dapat menjadi mitra strategis dalam mewujudkan pelayanan pertanahan yang lebih responsif dan inklusif. Mahasiswa magang memainkan peran penting dalam mendukung operasional layanan LARASITA, terutama dalam hal pengelolaan administrasi yang menjadi tulang punggung pelayanan pertanahan. Dalam sistem LARASITA, yang dirancang untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat, mahasiswa magang membantu memproses dokumen seperti permohonan sertifikat tanah, pendaftaran tanah, dan verifikasi data kepemilikan. Proses ini sering kali membutuhkan ketelitian tinggi untuk memastikan bahwa dokumen yang diajukan memenuhi persyaratan hukum dan administratif. Menurut Fefiyanto dan Putra . , efisiensi dalam pengelolaan administrasi merupakan salah satu indikator utama keberhasilan pelayanan publik di sektor pertanahan. Mahasiswa magang, dengan kemampuan dasar dalam pengoperasian teknologi informasi, membantu mempercepat input data ke dalam sistem digital BPN, yang menjadi bagian integral dari transformasi digital layanan Vol. No. Juni, 2025, pp. Selain itu, kehadiran mahasiswa magang memberikan kontribusi signifikan dalam mengurangi backlog administrasi yang sering terjadi di kantor-kantor Dengan jumlah petugas tetap yang terbatas, beban kerja di BPN sering kali melebihi kapasitas, terutama pada program-program seperti Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Jamaluddin et al. menyebutkan bahwa PTSL membutuhkan tenaga tambahan untuk memproses volume dokumen yang besar dalam waktu singkat. Mahasiswa magang, dengan fleksibilitas dan antusiasme mereka, mampu mengisi kekosongan ini dengan membantu dalam pengarsipan, penginputan data, dan pengecekan kelengkapan dokumen, sehingga mempercepat proses pelayanan kepada masyarakat. Transformasi digital dalam layanan pertanahan, seperti yang diuraikan oleh Prasetyo dan Saefudin . , telah menjadi fokus utama BPN untuk meningkatkan aksesibilitas dan efisiensi. Mahasiswa magang, yang umumnya memiliki pemahaman teknologi yang lebih baik dibandingkan sebagian petugas BPN yang lebih senior, berperan dalam mendukung implementasi layanan berbasis online, seperti pengecekan sertifikat elektronik. Mereka membantu masyarakat dalam mengakses aplikasi resmi BPN atau situs web untuk memverifikasi status kepemilikan tanah, yang sering kali menjadi kendala bagi masyarakat yang kurang melek teknologi. Dengan demikian, mahasiswa magang menjadi jembatan antara inovasi teknologi dan kebutuhan masyarakat. Dalam konteks edukasi masyarakat, mahasiswa magang memiliki peran strategis dalam meningkatkan literasi pertanahan. Banyak masyarakat, terutama di daerah pedesaan, tidak memahami prosedur pendaftaran tanah atau pentingnya memiliki sertifikat tanah. Menurut Sapioper dan Flassy . , komunikasi yang efektif antara penyedia layanan dan masyarakat merupakan faktor kunci dalam Mahasiswa komunikasi yang lebih santai dan mudah diterima, sering kali terlibat dalam kegiatan sosialisasi, seperti menjelaskan langkah-langkah pengurusan sertifikat atau manfaat program PTSL, sehingga masyarakat menjadi lebih aware terhadap hak dan kewajiban mereka dalam hal kepemilikan tanah. Lebih lanjut, mahasiswa magang juga berkontribusi dalam mendukung AuLayanan Ngopi Sepuluh MenitAy (SPIT) diimplementasikan di Kantor Pertanahan Kabupaten Karanganyar. Suyanto . menjelaskan bahwa inovasi ini bertujuan untuk memberikan pelayanan cepat dalam Vol. No. Juni, 2025, pp. waktu kurang dari sepuluh menit untuk jenis layanan tertentu. Mahasiswa magang membantu dalam pengelolaan antrean dan memastikan bahwa proses pelayanan berjalan lancar. Mereka juga sering kali bertugas untuk mencatat data pelayanan, yang kemudian digunakan untuk mengevaluasi efektivitas program. Kontribusi ini memperkuat implementasi inovasi yang bertujuan meningkatkan kepuasan Program drive-thru, seperti yang dianalisis oleh Lubis . di Kantor Pertanahan Kabupaten Kendal, merupakan salah satu inovasi lain yang mendapat dukungan dari mahasiswa magang. Dalam sistem ini, masyarakat dapat mengurus dokumen pertanahan tanpa harus turun dari kendaraan, yang meningkatkan efisiensi dan kenyamanan. Mahasiswa magang membantu memandu masyarakat melalui prosedur drive-thru, memastikan bahwa dokumen yang diajukan lengkap, dan memberikan penjelasan singkat tentang status pengurusan. Peran ini tidak hanya mempercepat proses, tetapi juga meningkatkan persepsi masyarakat terhadap modernisasi pelayanan BPN. Selain itu, mahasiswa magang juga terlibat dalam pengumpulan data untuk evaluasi program inovasi seperti Rabu Laris, yang bertujuan meningkatkan indeks kepuasan masyarakat. Ayuni . menyebutkan bahwa evaluasi kepuasan masyarakat merupakan elemen penting dalam menilai keberhasilan layanan Mahasiswa magang membantu mengumpulkan umpan balik dari masyarakat melalui wawancara atau kuesioner, yang kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki. Dengan demikian, mereka tidak hanya berperan sebagai pelaku operasional, tetapi juga sebagai kontributor dalam pengembangan kebijakan pelayanan yang lebih baik. Tantangan utama yang dihadapi mahasiswa magang adalah keterbatasan pengalaman praktis dalam bidang pertanahan. Suharto dan Supadno . menyoroti bahwa kurangnya pengetahuan mendalam tentang regulasi pertanahan dapat menyebabkan kesalahan dalam pengelolaan dokumen atau penyampaian informasi kepada masyarakat. Hal ini sering kali membuat mahasiswa magang BPN, kadang-kadang memperlambat proses kerja. Untuk mengatasi masalah ini, pelatihan awal yang komprehensif sangat diperlukan agar mahasiswa magang dapat memahami prosedur dan regulasi yang berlaku. Koordinasi lintas-sektor juga menjadi hambatan bagi mahasiswa magang. Ismail et al. menjelaskan bahwa pelayanan pertanahan melibatkan berbagai Vol. No. Juni, 2025, pp. pihak, termasuk pemerintah daerah, notaris, dan masyarakat. Mahasiswa magang sering kali kesulitan beradaptasi dengan dinamika koordinasi ini, terutama ketika terdapat perbedaan prioritas antara pihak-pihak yang terlibat. Kurangnya kewenangan formal juga membuat mahasiswa magang terbatas dalam mengambil keputusan, sehingga mereka harus selalu mengandalkan arahan dari petugas tetap. Keterbatasan akses ke teknologi juga menjadi kendala bagi mahasiswa magang dalam mendukung transformasi digital. Menurut Dea dan Arsin . , sistem digital BPN membutuhkan keahlian teknis yang spesifik, seperti pengoperasian perangkat lunak manajemen data pertanahan. Tidak semua mahasiswa magang memiliki pelatihan yang memadai untuk menggunakan sistem ini, yang dapat menghambat kontribusi mereka dalam layanan berbasis online. Oleh karena itu. BPN perlu menyediakan pelatihan teknologi yang terstruktur untuk memastikan bahwa mahasiswa magang dapat beradaptasi dengan kebutuhan sistem digital. Dalam memberikan dampak positif bagi komunitas lokal. Dengan membantu dalam kegiatan sosialisasi dan pelayanan langsung, mereka meningkatkan akses masyarakat terhadap informasi pertanahan. Fefiyanto dan Putra . menegaskan bahwa pendekatan berbasis komunitas, seperti yang diterapkan dalam LARASITA, sangat efektif dalam menjangkau masyarakat di daerah terpencil. Mahasiswa magang, dengan kemampuan mereka untuk berinteraksi dengan berbagai kelompok masyarakat, membantu memastikan bahwa informasi tentang layanan pertanahan sampai kepada mereka yang membutuhkan. Pengalaman magang juga memberikan manfaat signifikan bagi mahasiswa itu Melalui keterlibatan dalam layanan LARASITA, mahasiswa magang belajar tentang dinamika pelayanan publik, termasuk tantangan birokrasi dan kebutuhan Sapioper dan Flassy . menyatakan bahwa pengalaman praktis seperti ini meningkatkan keterampilan komunikasi dan manajemen waktu mahasiswa, yang penting untuk pengembangan karir mereka di masa depan. Selain itu, mahasiswa magang juga mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya kepastian hukum tanah dalam pembangunan masyarakat. Peran mahasiswa magang dalam mendukung digitalisasi layanan pertanahan juga tidak dapat diabaikan. Dengan semakin banyaknya layanan yang beralih ke platform digital, seperti pengecekan sertifikat online, mahasiswa magang membantu masyarakat memahami cara mengakses layanan ini. Prasetyo dan Saefudin . menyoroti bahwa literasi digital masyarakat masih rendah, terutama di daerah Vol. No. Juni, 2025, pp. Mahasiswa magang, dengan pemahaman mereka tentang teknologi, berperan sebagai fasilitator yang membantu masyarakat menavigasi platform digital BPN, sehingga meningkatkan inklusivitas layanan. Selain itu, mahasiswa magang juga membantu dalam pengelolaan data untuk program PTSL, yang merupakan salah satu inisiatif terbesar BPN untuk mempercepat pendaftaran tanah. Jamaluddin et al. menyebutkan bahwa keberhasilan PTSL bergantung pada kemampuan untuk mengelola data dalam jumlah besar dengan cepat dan akurat. Mahasiswa magang membantu dalam verifikasi data lapangan, penginputan data ke sistem, dan penyusunan laporan, yang semuanya berkontribusi pada keberhasilan program ini. Dengan demikian, mereka menjadi bagian integral dari upaya BPN untuk mencapai target pendaftaran tanah nasional. Dalam beberapa kasus, mahasiswa magang juga terlibat dalam kegiatan evaluasi dampak layanan LARASITA. Misalnya, mereka membantu mengumpulkan data tentang waktu tunggu pelayanan, kepuasan masyarakat, dan tingkat penyelesaian dokumen. Ayuni . menekankan bahwa data ini penting untuk menilai efektivitas program seperti Rabu Laris. Dengan keterlibatan mereka dalam pengumpulan dan analisis data, mahasiswa magang membantu BPN membuat keputusan yang lebih tepat dalam perbaikan layanan. Namun, tantangan lain yang dihadapi mahasiswa magang adalah tekanan untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja yang dinamis. Menurut Suharto dan Supadno . , lingkungan kantor pertanahan sering kali memiliki ritme kerja yang cepat dengan tenggat waktu yang ketat. Mahasiswa magang, yang biasanya hanya berada di BPN untuk waktu yang singkat, mungkin kesulitan menyesuaikan diri dengan intensitas kerja ini. Untuk mengatasi masalah ini. BPN perlu menyediakan orientasi awal yang jelas dan mendukung mahasiswa magang dengan mentor yang Peran mahasiswa magang juga mencakup aspek inovasi dalam pelayanan Dalam program seperti drive-thru atau SPIT, mahasiswa magang membantu menciptakan pengalaman pelayanan yang lebih ramah dan efisien bagi masyarakat. Lubis . mencatat bahwa inovasi seperti drive-thru sangat bergantung pada koordinasi yang baik antara petugas dan masyarakat. Mahasiswa magang, dengan fleksibilitas mereka, mampu mengisi peran ini dengan baik, memastikan bahwa pelayanan berjalan lancar dan masyarakat merasa dihargai. Selain itu, mahasiswa magang juga berkontribusi dalam membangun Vol. No. Juni, 2025, pp. kepercayaan masyarakat terhadap BPN. Dengan berinteraksi langsung dengan masyarakat, mereka membantu menciptakan citra positif tentang layanan Sapioper dan Flassy . menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat adalah faktor penting dalam keberhasilan program seperti LARASITA. Mahasiswa magang, dengan pendekatan mereka yang lebih santai dan tidak formal, sering kali mampu menjalin hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat, sehingga meningkatkan persepsi positif terhadap layanan BPN. Dalam jangka panjang, keterlibatan mahasiswa magang dalam layanan LARASITA juga dapat menjadi model untuk pengembangan sumber daya manusia di sektor pertanahan. Dengan memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa. BPN tidak hanya mendapatkan tenaga tambahan, tetapi juga membantu menciptakan generasi baru profesional pertanahan yang terampil dan paham teknologi. Faramadina . menyoroti pentingnya kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi era pendaftaran tanah berbasis elektronik. Mahasiswa magang, sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat, dapat menjadi cikal bakal tenaga kerja yang siap menghadapi tantangan ini. Akhirnya, refleksi atas peran mahasiswa magang menunjukkan bahwa mereka tidak hanya memberikan kontribusi operasional, tetapi juga membawa perspektif baru dalam pelayanan publik. Dengan semangat belajar dan antusiasme mereka, mahasiswa magang mampu menginspirasi petugas BPN untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan. Fefiyanto dan Putra . menyimpulkan bahwa keterlibatan pihak eksternal, seperti mahasiswa magang, dapat menjadi katalis dalam menciptakan pelayanan publik yang lebih responsif dan inklusif. Dengan demikian, peran mereka dalam layanan LARASITA tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga memiliki dampak jangka panjang bagi perkembangan sektor pertanahan di Indonesia Kesimpulan Berdasarkan analisis studi pustaka, mahasiswa magang memiliki peran strategis dalam mendukung efektivitas layanan LARASITA melalui kontribusi dalam administrasi, edukasi masyarakat, dan implementasi inovasi pelayanan. Mereka membantu mempercepat proses administrasi, meningkatkan literasi masyarakat, dan mendukung transformasi digital di sektor pertanahan. Namun, tantangan seperti keterbatasan pengalaman, koordinasi, dan sumber daya perlu diatasi melalui pelatihan dan dukungan institusional. Pengabdian masyarakat melalui program Vol. No. Juni, 2025, pp. magang tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran yang berharga bagi mahasiswa. Oleh karena itu, optimalisasi peran mahasiswa magang dapat menjadi katalis dalam mencapai pelayanan publik yang lebih efektif, efisien, dan inklusif di sektor pertanahan. Daftar Referensi AYUNI. EVALUASI PERCEPATAN PROGRAM PELAYANAN RABU LARIS TERHADAP INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT BAGI KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN GOWA (Doctoral dissertation. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasiona. BERBASIS ELEKTRONIK DI INDONESIA (Doctoral dissertation. Sekolah Tinggi Pertanahan NAsiona. Dea. , & Arsin. EFEKTIVITAS PENGURUSAN PERTANAHAN BERBASIS ONLINE DALAM MEMBANTU PPAT MENJALANKAN TUGAS JABATAN OLEH NOTARIS DAN PPAT DI KOTA BANDAR LAMPUNG. Justicia Sains: Jurnal Ilmu Hukum, 6. , 263-282. Farahzita. , & Arsin. Peran Pejabat Pembuat Akta Tanah Dalam Mendukung Implementasi Transformasi Digital Layanan Pertanahan Terkait Sertipikat Elektronik. The Juris, 6. , 113-126. Fefiyanto. , & Putra. EFEKTIVITAS PENATA LAYANAN OPERASIONAL BADAN PERTANAHAN NASIONAL DALAM PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI BIDANG PERTANAHAN. Khairun Law Journal, 8. , 30-39. FARAMADINA. KESIAPAN MENUJU PENDAFTARAN TANAH Ismail. Nurany. , & Paquita. Inovasi Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (Pts. Pada Kantor Badan Pertanahan Nasional Kota Surabaya I. Governance. JKMP (Governance. Jurnal Kebijakan & Manajemen Publi. , 14. , 23-31. Jamaluddin. Nursadrina. Nasrullah. Darwis. , & Salam. Efektivitas Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (Pts. Dalam Rangka Percepatan Pendaftaran Tanah Pada Kantor Badan Pertanahan Nasional Kota Makassar. Jurnal Pallangga Praja (JPP), 3. , 11-17. KABUPATEN KENDAL (Doctoral dissertation. Sekolah Tinggi Pertanahan NAsiona. Vol. No. Juni, 2025, pp. LUBIS. PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PELAYANAN PERTANAHAN MELALUI INOVASI DRIVE THRU DENGAN PELAYANAN MELALUI LOKET DI KANTOR PERTANAHAN Prasetyo. , & Saefudin. Digitalisasi inovasi layanan pertanahan: Pengecekan sertipikat online di kantor pertanahan Kabupaten Purbalingga. Jurnal Pertanahan, 13. , 17-27. PELAYANAN BIDANG PERTANAHAN (Studi di Kantor Pertanahan Kabupaten Karanganya. (Doctoral dissertation. Sekolah Tinggi Pertanahan NAsiona. Suyanto. EFEKTIVITAS PELAKSANAAN INOVASI LAYANG SPIT AuLAYANAN NGOPI SEPULUH MENITAy DALAM PROGRAM Sapioper. , & Flassy. Kualitas Pelayanan Sertifikat Tanah Hak Milik di Kantor Pertanahan Kabupaten Jayapura. Jurnal Borneo Administrator, 17. , 89110. Suharto. , & Supadno. Hambatan-Hambatan dalam Pelaksanaan Program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL). The Indonesian Journal of Public Administration (IJPA), 9.