p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 40-51 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 8 . Maret 2024 Hubungan Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah Dengan Kinerja Guru di MAN 1 Palembang Umi Kulsum. Amilda. Dian Safitri Program Studi Manajemen Pendidikan Islam. UIN Raden Fatah Palembang. Jl. Prof. Zainal Abidin Fikri No. Km. RW. Pahlawan. Kec. Kemuning. Kota Palembang. Sumatera Selatan 30126. Indonesia Correspondence author: Umi Kulsum, uk519007@gmail. DOI: https://doi. org/10. 37012/jipmht. Abstrak Artikel ini membahas tentang hubungan antara kompetensi manajerial kepala sekolah dengan kinerja guru. Penelitian ini dilakukan di MAN 1 Palembang. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: . Hubungan kompetensi manajerial kepala sekolah dengan kinerja guru di MAN 1 Palembang. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, karena peneliti membutuhkan data-data dalam bentuk angka. Dalam penelitian ini menggunakan metode desktiptif kuantitatif, uji kolerasi, simultan dan parsial dengan menggunakan program SPSS versi 19. Hasil penelitian ini menunjukkan: . terdapat hubungan yang signifikan antara kompetensi manajerial kepala sekolah dengan kinerja guru dengan yang dibuktikan menggunakan uji kolerasi pearson nilai Fhitung yaitu sebesar 4686,5 sedangkan nilai signifikansi yang dihasilkan 0,000 yang mana nilainya lebih kecil dari 0,05. Kata Kunci: Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah. Kinerja Guru Abstract This article discusses the relationship between school principal managerial competence and teacher performance. This research was conducted at MAN 1 Palembang. This research aims to determine: . The relationship between the principal's managerial competence and teacher performance at MAN 1 Palembang. The approach in this research is quantitative, because researchers need data in the form of numbers. This research uses quantitative descriptive methods, correlation tests, simultaneous and partial using the SPSS version 19 program. The results of this research show: . there is a significant relationship between the managerial competence of school principals and teacher performance as proven using the Pearson correlation test Fcount value, namely amounting to 4686. 5, while the resulting significance value is 0. 000, which is a value smaller than 0. Keywords: Principal Managerial Competence. Teacher Performance http://journal. id/index. php/jipmht/issue/view/105 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 8 . Maret 2024 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 40-51 PENDAHULUAN Kepala sekolah adalah pemimpin pendidikan yang mempunyai peranan besar dalam mengembangkan mutu pendidikan disekolah. Kepala sekolah adalah personel sekolah yang bertanggung jawab terhadap seluruh kegiatan-kegiatan sekolah (Sumidjo, 2. Menurut Daryanto kepala sekolah merupakan personel sekolah yang bertanggung jawab terhadap seluruh kegiatan-kegiatan menyelenggarakan berbagai aktivitas pendidikan dalam lingkungan sekolah yang di pimpinya dengan dasar pancasila. (Daryanto, 2. Kepala sekolah sendiri mempunyai peranan sangat penting di dalam lembaga pendidikan mengingat posisinya secara struktural sebagai legal formal memiliki kekuasaan penuh pada lembaga yang dipimpinnya. Kompetensi manajerial kepala sekolah dapat diartikan sebagai kemampuan kepala sekolah dalam mengelola sumber daya sekolah melalui kegiatan dalam manajemen meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien. Kompetensi yang harus dimiliki kepala sekolah berdasarkan Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 tentang standard kepala sekolah/madrasah mencakup kompetensi kepribadian, kompetensi manajerial, kompetensi kewirausahaan, kompetensi supervisi, dan kompetensi sosial. Kompetensi manajerial kepala sekolah dapat diartikan sebagai gambaran tentang apa yang seharusnya dapat dilakukan seorang kepala sekolah dalam melaksanakan pekerjaannya, baik berupa kegiatan, berperilaku maupun hasil yang ditunjukkan. (Susanto. Konsep Strategi dan Implementasi Manajemen Peningkatan Kinerja Guru, 2. Menurut Crudy yang dikutip dari Atmowidiro, bahwa kompetensi manajerial kepala sekolah adalah kemampuan untuk memanajemen sekolah, mengorganisasikan orang dan sumber daya, mempergunkan tenaga-tenaga yang baik dan teknik kehumasan yang baik, memanfaatkan komunikasi yang efektif dalam menghadapi beraneka macam subjek yang berkepentingan, seperti orang tua murid atau siswa dan guru-guru (Atmowidiro, 2. Adapun pengertian kinerja menurut Susanto dikutip dari Payman J. Simanjuntak kinerja adalah tingkat pencapaian hasil atau pelaksanaan tugas tertentu dalam rangka pencapaian tujuan organisasi. Dalam hal ini Simanjuntak menegaskan bahwa kinerja adalah sesuatu yang penting dalam rangka pencapaian tujuan organisasi, karena setiap individu atau organisasi tentu saja memiliki tujuan yang akan dicapai dengan menetapkan target atau sasaran. Keberhasilan individu atau organisasi dalam mencapai target atau sasaran tersebut itulah merupakan kinerja (Susanto. Konsep Strategi dan Implementasi Manajemen Peningkatan Kinerja Guru, 2. Definisi kinerja menurut Dessler yaitu hampir sama halnya dengan prestasi kerja karena http://journal. id/index. php/jipmht/issue/view/105 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 8 . Maret 2024 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 40-51 keduanya dijadikan indikator untuk mengukur standar kerja yang ditetapkan sebelumnya. Dalam meningkatkan kinerja guru agar lebih profesional tidak terlaksana secara asal-asalan, ada beberapa faktor yang yang mempengaruhhi kinerja guru yaitu faktor internal dan faktor Faktor internal tergantung pada kemampuan guru itu sendiri, sedangkan faktor eksternal yang akan mempengaruhi ialah kemampuan kepemimpinan kepala sekolah, kemampuan manajemen, sarana dan prasarana, dan perlengkapan belajar (Adzkia, 2. Kepala sekolah sendiri mempunyai peranan sangat penting di dalam lembaga pendidikan mengingat posisinya secara struktural sebagai legal formal memiliki kekuasaan penuh pada lembaga yang dipimpinnya. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah yang di pimpinnya, seorang kepala sekolah harus mampu meningkatkan kinerja para pendidik termasuk tenaga kependidikan yang berada dibawah kewenanganya. Guru akan baik kinerjanya jika kepala sekolah senantiasa membina dan membimbingnya. Mengingat bahwa guru merupakan komponen paling menentukan dalam sistem pendidikan secara keseluruhan. Guru selalu terkait dengan komponen manapun dalam pendidikan dan merupakan komponen paling berpengaruh terhadap terciptanya proses dan hasil pendidikan yang berkualitas. Oleh karena itu upaya perbaikan apapun yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan tidak akan memberikan sumbangan yang signifikan tanpa didukung oleh guru yang profesional dan Dengan kemampuan manajerial yang baik diharapkan setiap pimpinan mampu menjadi pendorong dan penggerak disiplin bagi para guru agar mereka mampu menunjukkan produktivitas kinerjanya dengan baik. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan kompetensi manajerial kepala sekolah dan kinerja tenaga kependidikan di MAN 1 Palembang. Urgensi dari penelitian ini melihat dari kemajuan di bidang pendidikan membutuhkan manajer pendidikan yang mampu mengelola satuan pendidikan dan mampu meningkatkan kinerja guru dalam mencapai tujuan pendidikan. Kedua, sebagian kepala sekolah di Indonesia masih belum maksimal di dalam kompetensi manajerial ataupun kompetensi yang Ketiga, persepsi masyarakat selama ini memposisikan guru sebagai kunci utama keberhasilan atau kegagalan pendidikan, padahal seorang guru hanyalah salah satu komponen dalam satuan pendidikan di sekolah. Di samping guru, kepala sekolah adalah pihak yang memegang peranan tidak kalah penting. Keempat, kajian empiris dengan tema ini menarik untuk dilakukan mengingat perkembangan ilmu dan teori manajemen, khususnya manajemen pendidikan, yang berjalan dengan pesat. Beberapa fenomena diatas akhirnya membuat peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul Hubungan Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah dengan Kinerja Guru. http://journal. id/index. php/jipmht/issue/view/105 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 8 . Maret 2024 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 40-51 METODE Metode penelitian adalah ilmu mengenai jalan yang dilewati untuk mencapai pemahaman tersebut harus ditetapkan dengan pertanggungjawaban ilmiah dan data yang dicari untuk membangun dan memperoleh pemahaman harus melalui syarat ketelitian, artinya harus percaya (Sudaryono, 2. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kolerasional . ollerational Researc. yaitu penelitian dengan karakteristik masalah berupa hubungan kolerasional dua variabel atau lebih. Karena dalam penelitian ini terdapat dua variabel yaitu variabel x kompetensi manajerial kepala sekolah dan variabel y kinerja guru. Tujuan penelitian kolerasi adalah menentukan apakah terdapat asosiasi antara dua variabel atau lebih dan sejauh mana kolerasi yang ada di variabel yang di teliti. Penelitian ini menekankan pada penentuan tingkat hubungan yang dapat pula digunakan untuk melakukan prediksi. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh guru MAN 1 Palembang. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, angket/kuesioner dan teknik dokumentasi. Metode ini digunakan untuk mengumpulkan data-data MAN 1 Palembang yang berkaitan dengan hal-hal yang akan diteliti. Dalam penelitian kuantitatif, analisis data merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden atau sumber data lain terkumpul. Teknik analisis data dalam penelitian kuantitatif menggunakan statistik. Dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data kuantitatif dengan kolerasi product moment. Kolerasi Product Moment digunakan untuk menguji hipotesis hubungan antara satu variabel independen dengan satu variabel (Sugiyono, 2. Analisis data yang dilakukan menggunakan bantuan program SPSS seri 19. Tahap dalam analisis penelitian sebagai berikut: Teknik analisis Deskriptif Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan memberikan gambaran nyata sesuai dengan yang dilapangan mengenai hubungan kompetensi manajerial kepala sekolah dengan kinerja guru di MAN 1 Palembang. Deskripsi yang ditampilkan pada penelitian ini yaitu Mean. Median. Modus dan Standar Deviasi. Tabel Distribusi Frekuensi dan Tingkat Kecenderungan Variabel. Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk mengetahui data yang dimiliki masing-masing variabel penelitian terdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas variabel menggunakan program SPSS 19 dengan rumus Kolmogrov-smirnov dengan kriteria pengujian jika taraf signifikansi > 0,05 maka data terdistribusi normal, sedangkan jika taraf signifikansi < 0,05maka data berdistribusi tidak normal. http://journal. id/index. php/jipmht/issue/view/105 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 8 . Maret 2024 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 40-51 Uji Linearitas Uji linearitas dimaksudkan untuk mengetahui apakah garis regresi antar variabel X (Kompetensi Manajerial Kepala Sekola. dan variabel Y (Kinerja Gur. membentuk garis linear atau tidak. Uji linearitas ini diperoleh dengan menggunakan program SPSS Kriteria pengujian linearitasnya yaitu apabila taraf signifikansi > 0,05 maka kedua variabel mempunyai hubungan yang linear. Sebaliknya apabila taraf signifikansi < 0,05 maka variabel tersebut tidak linear. Analisis korelasi Analisis korelasi berasal dari kata correlaton analisys, digunakan untuk mengetahui arah hubungan, kuat hubungan, dan signifikansi kuatnya dua variabel atau lebih. Analisis ini untuk mengetahui tingkat kolerasi antara kedua variabel yaitu hubungan antara kompetensi manajerial kepala sekolah dengan kinerja guru. Untuk menganalisis kedua variabel ini digunakan teknik analisis kolerasi dengan rumus product moment Uji Hipotesis Hipotesis merupakan suatu asumsi atau anggapan yang bisa benar atau bisa salah mengenai suatu hal dan dibuat untuk menjelaskan ssesuatu tersebut sehingga memerlukan pengecekan lebih lanjut (Sugiyono, 2. Dalam penelitian ini menggunakan uji F, uji t, dan uji koefisien determinasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada penelitian ini menghasilkan data yang diperoleh melalui pengumpulan data dengan metode pengumpulan data seperti observasi, angket dan dokumentasi. Untuk angket peneliti memberikan 35 pertanyaan yang berhubungan dengan kompetensi manajerial kepala sekolah dan 35 pertanyaan yang berhubungan dengan kinerja guru, dalam setiap pernyataan memiliki bentuk pilihan jawaban yaitu setuju, sangat setuju, ragu-ragu , tidak setuju, sangat tidak setuju dan setiap pilihan jawaban mempunyai skor yang berbeda-beda. Deskripsi data ini disajikan untuk memberikan sebuah gambaran secara menyeluruh mengenai penyebaran data di lapangan. Data yang disajikan menggunakan program SPSS 19 analisis deskriptif yang diperoleh data sebagai berikut. http://journal. id/index. php/jipmht/issue/view/105 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 40-51 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 8 . Maret 2024 Tabel 1. Hasil Mean. Median. Max. Min dan Std. Kompetensi Kepala Sekolah Kinerja Guru 149,32 1,751 146,00 11,072 122,584 150,63 1,872 145,00 11,838 140,138 Valid Missing Mean Std. Error of Mean Median Mode Std. Deviation Variance Range Minimum Maximum Sum Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa N atau kompetensi manajerial kepala sekolah pada variabel X dapat diketahui nilai tertinggi sebesar 175 dan ni lai terendah sebesar 140. Nilai rata-rata . sebesar 149,78 dan standar deviasi sebesar 11,370. Kinerja guru pada variabel Y dari 45 sampel diketahui nilai tertinggi sebesar 175 dan nilai terendah sebesar 140. Nilai rata-rata . sebesar 150,29 dan standar deviasi sebesar 11,874. Kemudian diperoleh data kategori kecenderungan frekuensi variabel X dan variabel Y sebagai berikut: Tabel 2. kategori kecenderungan frekuensi variabel X Frequency Percent Valid tinggi Total Valid Percent Cumulative Percent Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa kompetensi manajerial dari 40 responden dengan kategori tinggi sebanyak 17 responden dengan persentase 43%, kompetensi manajerial kepala sekolah dengan kategori sedang sebanyak 23 responden dengan persentase 57%. http://journal. id/index. php/jipmht/issue/view/105 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 40-51 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 8 . Maret 2024 Tabel 3. Kategori kecenderungan frekuensi variabel Y Frequency Percent Valid sedang Total Valid Cumulative Percent Percent Berdasarkan tabel diatas dapat diketahi bahwa variabel Y kinerja guru dari 40 responden tertinggi berjumlah responden 15 orang dengan presentase 37% sedangkan responden sedang berjumlah 25 orang dengan presentase 63%. Uji normalitas berfungsi untuk melihat distribusi data yang disebarkan oleh peneliti apakah normal atau tidak. Berikut uji normalitas Chi-Square tests untuk mengukur penyebaran data kuesioner dengan bantuan SPSS 19. Tabel 4. Chi-Square Tests Value 251,016a 108,904 ,458 Asymp. Sig. -side. ,269 1,000 ,498 Pearson Chi-Square Likelihood Ratio Linear-by-Linear Association N of Valid Cases 270 cells . ,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is ,03. Berdasarkan hasil uji normalitas menggunakan Chi-Square tests diperoleh sebesar 0,269. Hal ini membuktikan bahwa data penelitian terdistribusi dengan normal karena nilai Asymp. Sig. sebesar 0,269 lebih besar dari Alpha 0,05. Dasar pengambilan keputusan ini yaitu berpedoman jika nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 maka data tersebut terdistribusi secara Sebaliknya jika nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka data tersebut tidak terdistribusi normal. Untuk melihat linearitas dua variabel peneliti menggunakan bantuan program SPSS versi 19. Hubungan dua variabel dikatan linear apabila nilai signifikansi yang diperoleh lebih besar dari 0,05 sebaliknya jika nilai yang diperoleh lebih kecil dari 0,05 maka hubungan antar variabel tidak linear. http://journal. id/index. php/jipmht/issue/view/105 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 40-51 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 8 . Maret 2024 Tabel 5. Anova Table Kinerja Guru* Between Groups (Combine. Sum of Squares 179,625 Mean Square 128,045 Kompetensi Manajerial Linearity 64,227 64,227 132,954 Kepala Sekolah Deviation from Linearity Within groups Total 3672,750 146,910 Sig. ,872 ,595 ,437 ,905 ,515 ,560 5465,375 Dari hasil uji linearitas diketahui bahwa pada taraf signifikansi 0,05 kedua variabel melalui pengambilan keputusan jika nilai sig. deviation from linearity > 0,05 maka terdapat hubungan yang linear antara variabel bebas dan variabel terikat. Berdasarkan hasil uji linieritas diketahui nilai sig, deviation from linearity 0,560 > 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang linier antara kompetensi manajerial kepala sekolah dengan kinerja guru. Pada uji hipotesis peneliti menggunakan uji F, uji T dan uji koefisien determinasi, dengan hasil sebagai berikut. Tabel 6. Hasil Uji F ANOVAb Model Regression Residual Total Sum of Squares 5421,416 43,959 5465,375 Mean Square 5421,416 1,157 4686,533 Sig. ,000a Predictors: (Constan. Kompetensi manajerial Dependent Variable: Kinerja Guru Dalam menentukan tabel distribusi F didapatkan dari df1=k-1, yaitu 2-1=1. Untuk df2= n-k, yaitu 40-2=38. Nilai F tabel yang didapatkan sebesar 4,10. Sedangkan Fhitung yaitu 4686,5. Hal ini menyatakan F hitung 4686,5 > F tabel 4,10. Berdasarkan kriteria uji yang digunakan yaitu jika F hitung > F tabel maka Ho ditolak. Ha diterima. http://journal. id/index. php/jipmht/issue/view/105 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 40-51 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 8 . Maret 2024 Tabel 7. Hasil Uji t Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model (Constan. Kompetensi Kepala Sekolah 153,617 ,020 Standardized Coefficients Std. Error ,176 ,000 Sig. Beta ,996 874,888 68,458 ,000 ,000 Dependent Variable: Kinerja Guru Berdasarkan hasil uji t di atas kompetensi manajerial kepala sekolah berpengaruh terhadap kualitas kinerja guru. Hal ini dapat dilihat nilai signifikansi yang dihasilkan lebih kecil dari 0,05. Nilai signifikansi yang didapatkan yaitu sebesar 0,00. Hal ini memberikan arti bahwa hipotesis alternative diterima dan hipotesis nol ditolak. Selanjutnya uji korelasi yang untuk mengetahui tingkat keeratan hubungan antara variabel yang dinyatakn dengan variabel koefisien kolerasi. Dasar pengambilan keputusan ini yaitu jika nilai signifikansi < 0,05 maka dinyatakan berkolerasi. Jika nilai signifikansi > 0,05 maka tidak Tabel 8. Hasil Uji Kolerasi Pearson Correlations Kompetensi Manajerial Kinerja Guru Pearson Correlation Sig. -taile. Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah Pearson Correlation Sig. -taile. ,996** ,000 Kinerja Guru ,996** ,000 **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Berdasarkan uji kolerasi pearson diatas, hasil signifikansi yang didapat yaitu sebesar 0,00. Kemudian untuk derajat hubungan antar variabel dinyatakan sangat erat dibuktikan dengan didapatnya nilai pearson Colleration sebesar 0,996. Hal ini menandakan bahwa telah terjadi antara variabel kompetensi manajerial kepala sekolah dengan kinerja guru. Berdasarkan pengambilan keputusan, yaitu jika nilai signifikansi < 0,05 maka berkolerasi. Jika nilai signifikansi >0,05 maka tidak berkolerasi. Dengan itu maka Ho ditolak dan Ha diterima. Pembahasan hasil penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran dan kejelasan serta http://journal. id/index. php/jipmht/issue/view/105 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 8 . Maret 2024 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 40-51 pemahaman yang diperoleh dari hasil penelitian. Hasil analisis statistika pada penelitian diperoleh bahwa terdapat hubungan antara Kompetensi Manajerial kepala sekolah dengan kinerja guru di MAN 1 Palembang. Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan program SPSS bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kompetensi manajerial kepala sekolah (X) dengan kinerja guru (Y). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan signifikan antara kompetensi manajerial dengan kinerja guru. Hal ini dapat dibuktikan dengan perhitungan menggunakan uji kolerasi pearson dengan nilai Fhitung yaitu sebesar 4686,5 sedangkan nilai signifikansi yang dihasilkan 0,000 yang mana nilainya lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel independen yang diliput kompetensi manajerial kepala sekolah memiliki hubungan dengan variabel dependen kinerja guru. Hal ini didukung pendapat Mangkunegara yang mengemukakan bahwa kinerja individu dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor individu dan lingkungan organisasi. Individu yang normal adalah Individu yang memiliki integritas diri antara fungsi fisik dan psikisnya. Dengan memiliki integritas yang tinggi ia memiliki kosentrasi diri yang baik, sehingga ia mampu mengelola dan mendayagunakan potensi secara optimal dalam melaksanakan kegiatan atau Sedangkan faktor lingkungan organisasi yang meliputi uraian jabatan yang jelas, fasilitas yang memadai, target kerja yang menantang, pola kerja yang efektif serta fasilitas yang memadai dapat meningkatkan kinerja pegawai (Amngkunegara, 2. Berdasarkan Gibson, et al yang mengemukakan bahwa ada tiga perangkat variabel yang mempengaruhi kinerja, antara lain: . variabel individual, terdiri dari kemampuan dan keterampilan, latar belakang . eluarga, tingkat sosial ), dan demografis . mur, asal-usul, dan jenis kelami. , . variabel organisasi, terdiri atas sumber daya, kepemimpinan, imbalan, struktur, dan desain pekerjaan, . variabel psikologis, terdiri dari persepsi, sikap, kepribadian, belajar dan motivasi. (Pianida, 2. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh yang menjelaskan bahwa kompetensi manajerial kepala sekolah memiliki pengaruh namun tidak signifikan terhadap kinerja guru, akan tetapi dipengaruhi juga oleh faktor lingkungan dan suasana kerja yang nyaman (Nuraini, 2. Berdasarkan beberapa pemaparan diatas yang mendukung hasil penelitian yang telah peneliti lakukan bahwa banyak faktor yang mempengaruhi kinerja guru diluar variabel kompetensi manajerial kepala sekolah, termasuk salah satunya ialah tingkat pendidikan guru. Berdasarkan data yang diperoleh pada saat penelitian dilapangan ditemukan fakta bahwa tingkat pendidikan guru dengan pendidikan terakhir tertinggi S2 sebanyak 24 orang, pendidikan S1 sebanyak 44 http://journal. id/index. php/jipmht/issue/view/105 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 8 . Maret 2024 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 40-51 Ditambahkan dengan banyak dari tenaga pendidik/guru di MAN 1 Palembang yang ratarata sudah menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan jumlah 52 guru sudah PNS dan 16 guru dengan jabatan sebagai honorer. Sesuai dengan indikator penilaian kompetensi manajerial kepala sekolah dan fakta yang terjadi di lapangan menunjukkan, kompetensi manajerial kepala sekolah yang diukur melalui: . kemampuan teknik, yang mana telah terealisasi di MAN 1 Palembang dimana kepala madrasah terlihat telah mampu menggunakan pengetahuan, prosedur dan teknis sesuai dengan bidangnya, untuk melaksanakan tugas spesifik yang diperoleh lewat pengalaman, pendidikan dan pelatihan, . kemampuan hubungan manusia, dalam hal ini kepala madrasah memiliki kemampuandan pemahaman komunikasi yang baik sehingga dapat menjalin hubungan yang baik dengan para guru, staf, dan para siswa, kepala madrasah juga mampu memahami dan memotivasi stakeholder di MAN 1 Palembang untuk menjalani kegiatan belajar mengajar dan kegiatan administrasi sekolah dengan produktif, . kemampuan konseptual, kepala madrasah disini berperan sebagai koordinator di sekolah, membimbing dan mengintegrasikan serta berusaha memajukan sekolah dengan aktivitas-aktivitas pendidikan. Serta beradaptasi dalam operasi, seperti pemahaman menganalisis, mengambil keputusan dan merumuskan konsep-konsep. SIMPULAN Berdasarkan analisis menggunakan program SPSS versi 19 Kompetensi manajerial kepala sekolah di MAN 1 Palembang dan dasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara kompetensi manajerial dengan kinerja guru. Hal ini dapat dibuktikan dengan perhitungan menggunakan uji kolerasi pearson dengan nilai Fhitung yaitu sebesar 4686,5 sedangkan nilai signifikansi yang dihasilkan 0,000 yang mana nilainya lebih kecil dari 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima Ho ditolak. Berdasarkan hasil tabel dapat diperoleh keputusan bahwa Ho ditolak Ha diterima. http://journal. id/index. php/jipmht/issue/view/105 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 8 . Maret 2024 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 40-51 REFERENSI Adzkia. Pengaruh Kompetensi manajerial Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru di SMP Tahfizh Al-Basyir Bogor. Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 65. Amngkunegara. Manajemen Sumber Daya Perusahaan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Atmowidiro. Manajemen Pelatihan. Jakarta: PT. Pustaka.