PEDAGOGIKA Volume 15 (Nomor . 2024 HaL. Evaluasi Pemahaman Matematika Dasar Mahasiswa Sebelum dan Sesudah Intervensi Buku Saku: Studi Kuasi-Eksperimen Armin Politeknik Perikanan Negeri Tual. Jl. Raya Langgur Sathean Km. Langgur. Kec. Kei Kecil. Kabupaten Maluku Tenggara. Maluku 97611. Indonesia Email: armin@polikant. ABSTRAK Penelitian tersebut dilakukan untuk melihat kemampuan dasar matematika mahasiswa dan untuk mengetahui efektivitas penggunaan buku saku matematika dasar terhadap peningkatan pemahaman mahasiswa tentang matematika dasar pada Program Studi Teknologi Kelautan Politeknik Perikanan Negeri Tual. Dalam penelitian tersebut digunakan metode kuasi-eksperimen dengan melakukan pre test-post test, tes dilakukan kepada 17 mahasiswa dalam satu kelas dengan cara dilakukan tes sebelum intervensi penggunaan buku saku matematika dasar kemudian dilakukan tes setelah dilakukan Hasil analisis menunjukkan rata-rata nilai mahasiswa meningkat dari 53,2 menjadi 67,65, dengan rata-rata peningkatan sebesar 14%. Hasil ini menunjukkan bahwa buku saku matematika dasar dapat menjadi media pembelajaran efektif dalam meningkatkan pemahaman matematika dasar pada Kata Kunci: Matematika dasasr. Buku saku. Kuasi-eksperimen. Pre test. Post test ABSTRACT The study was conducted to see the basic mathematical abilities of students and to determine the effectiveness of using basic mathematics pocket books on improving students' understanding of basic mathematics in the Marine Technology Study Program of the Tual State Fisheries Polytechnic. The study used a quasi-experimental method by conducting a pre-test-post-test, the test was conducted on 17 students in one class by conducting a test before the intervention of using basic mathematics pocket books and then a test was conducted after the intervention. The results of the analysis showed that the average student score increased from 53. 2 to 67. with an average increase of 14%. These results indicate that basic mathematics pocket books can be an effective learning medium in improving students' understanding of basic Keywords: Basic mathematics. Pocket books. Quasi-experimental. Pre-test. Post-test Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 143 PEDAGOGIKA Volume 15 (Nomor . 2024 HaL. PENDAHULUAN Matematika merupakan ratu dari ilmu pengetahuan, yang berarti bahwa matematika merupakan ilmu dasar yang sangat berguna dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk pada bidang kelautan. Dalam Pendidikan vokasi matematika adalah pondasi bagi mahasiswa dalam melakukan perhitungan-perhitungan terapan matematika seperti dinamika arus, simulasi numerik, dan pengelolaan data kelautan. Namun tidak sedikit mahasiswa yang sudah lupa konsep-konsep dasar dalam matematika, karena berbagai faktor. Banyak hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya pemahaman terhadap matematika dasar dapat berdampak pada capaian pembelajaran mahasiswa secara keseluruhan. Matematika bukan hanya berkaitan dengan perhitungan, tetapi juga melatih logika berpikir, pemecahan masalah, serta kemampuan menganalisis fenomena, yang sangat penting dalam ranah vokasi teknis. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dalam metode maupun media pembelajaran matematika yang sesuai dengan karakteristik mahasiswa vokasi yang cenderung praktis, kontekstual, dan aplikatif. Salah satu pendekatan yang mulai dikembangkan dalam pendidikan vokasi adalah penggunaan buku saku sebagai media pendukung pembelajaran. Buku saku merupakan bentuk media cetak sederhana, berukuran kecil, yang dirancang untuk menyajikan materi pembelajaran secara ringkas, sistematis, dan mudah dipahami. Buku saku memiliki kelebihan dari sisi portabilitas dan kemudahan akses, sehingga memungkinkan mahasiswa untuk belajar di mana saja dan kapan saja tanpa harus membuka buku teks yang tebal. Dalam konteks matematika dasar, buku saku dapat memuat rumus-rumus penting, contoh soal, langkah penyelesaian, serta ringkasan konsep-konsep utama yang sering kali menjadi kendala bagi mahasiswa dalam memahami materi. Penggunaan buku saku sebagai media pembelajaran bukanlah hal baru, namun pemanfaatannya secara sistematis dan terstruktur masih terbatas, terutama di lingkungan pendidikan vokasi perikanan dan kelautan. Beberapa penelitian sebelumnya, seperti yang dilakukan oleh Sari . dan Hidayat . , menunjukkan bahwa buku saku dapat meningkatkan motivasi belajar dan pemahaman konsep pada mata pelajaran eksakta, termasuk matematika dan fisika. Namun, masih dibutuhkan kajian lebih lanjut mengenai sejauh mana efektivitas buku saku dalam meningkatkan pemahaman matematika dasar pada konteks mahasiswa vokasi di wilayah pesisir dan kepulauan, seperti di Politeknik Perikanan Negeri Tual. Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 144 PEDAGOGIKA Volume 15 (Nomor . 2024 HaL. Wilayah Tual dan sekitarnya memiliki tantangan tersendiri dalam pengembangan pendidikan tinggi, termasuk keterbatasan akses terhadap sumber belajar, ketersediaan fasilitas, dan latar belakang pendidikan mahasiswa yang sangat beragam. Dalam kondisi ini, diperlukan media pembelajaran yang sederhana namun efektif untuk menjembatani kesenjangan pemahaman dan mempercepat adaptasi mahasiswa terhadap materi-materi dasar. Buku saku diharapkan dapat menjadi alternatif solusi yang mampu mendukung proses pembelajaran matematika dasar dengan pendekatan yang praktis dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peningkatan pemahaman mahasiswa terhadap matematika dasar sebelum dan sesudah diberikan intervensi berupa buku saku matematika dasar. Melalui desain kuasi-eksperimen dengan model one group pretest-posttest, peneliti ingin mengetahui apakah terdapat perubahan signifikan dalam capaian pemahaman mahasiswa setelah menggunakan buku saku dalam proses belajar mandiri. Dalam penelitian ini, indikator pemahaman diukur melalui hasil tes sebelum . re-tes. dan sesudah . ost-tes. pemberian buku saku, serta dianalisis berdasarkan peningkatan skor dan persentase perubahan tiap individu. Dengan pendekatan ini, diharapkan hasil penelitian dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan strategi pembelajaran matematika dasar di perguruan tinggi vokasi, khususnya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dengan media sederhana namun tepat Lebih jauh, temuan dari penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi landasan untuk pengembangan media pembelajaran serupa pada mata kuliah dasar lainnya, guna mendorong peningkatan mutu pendidikan vokasi kelautan di kawasan timur Indonesia. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Program Studi Teknologi Kelautan Politeknik Perikanan Negeri Tual Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi-eksperimen dengan model one group pretest-posttest. Dalam penelitian ini dilakukan pengambilan data kepada 17 mahasiswa semester satu tahun akademik 2024/2025 dalam satu Data dikumpulkan dengan pre test yaitu memberikan tes dengan mengerjakan soal sebelum intervensi buku saku matematika dasar, kemudian dilakukan post-test dengan soal yang sama setelah dilakukan intervensi buku saku matematika dasar. Penelitian ini dilakukan dalam tiga tahap yaitu: Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 145 PEDAGOGIKA Volume 15 (Nomor . 2024 HaL. Tahap Persiapan Penyusunan instrumen pre-test dan post-test. Penyusunan dan distribusi buku saku matematika dasar. Validasi instrumen oleh dosen ahli atau rekan sejawat. Tahap Pelaksanaan Mahasiswa diberikan pre-test untuk mengukur pemahaman awal. Mahasiswa mempelajari buku saku secara mandiri selama dua minggu. Setelah periode intervensi, mahasiswa mengikuti post-test menggunakan soal yang Tahap Evaluasi dan Analisis Pengumpulan data hasil pre-test dan post-test. Penghitungan rata-rata nilai, selisih skor, dan persentase perubahan. Data yang diperoleh dari Pre-test dan Post-test dianalisis secara kuantutatif dengan melakukan perhitungan nilai rata-rata Pre-test dan Post-test, kemudian mencari presentase peningkatan nilai tiap-tiap mahasiswa, lalu menghitung rata-rata perubahan nilai seluruh HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan buku saku matematika dasar terhadap peningkatan pemahaman mahasiswa Teknologi Kelautan di Politeknik Perikanan Negeri Tual. Sebanyak 17 mahasiswa mengikuti pre-test sebelum diberikan intervensi berupa buku saku, dan post-test setelah intervensi dilakukan selama dua Data hasil pre-test dan post-test disajikan dalam Tabel 1 berikut: Tabel 1. Rekapitulasi Nilai Pre-Test dan Post-Test Mahasiswa Nama Mahasiswa Pre-Test Post-Test % Perubahan Sam Michael M. Jen Priska Ohoimuar Rian Fardan Rahakbauw Yohanis Betaubun Farhat Rahakbauw Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 146 PEDAGOGIKA Volume 15 (Nomor . 2024 HaL. Tomi Kris A. Sedubun Azmi Aziz Rahayaan Grisye K. Ngabalin Maria Warayaan Ipa Leftauw Milnasari Bawbun Emeliana Rahaket Jhon Namen Remetwa Farhan Rahakbauw Muhammad Arifin Intan Nuarini Uar Andi Aluna Alyka Risty 53,24 67,65 Rata-rata Dari data di atas, terlihat adanya peningkatan skor yang konsisten pada sebagian besar Nilai rata-rata pre-test adalah 53,24, sedangkan rata-rata post-test meningkat menjadi 67,65, sehingga terjadi peningkatan sebesar 14,41 poin atau sekitar 27% secara relatif terhadap pre-test. Jika dilihat dari persentase perubahan individual, peningkatan tertinggi dialami oleh mahasiswa Intan Nuarini Uar . %), sedangkan dua mahasiswa yaitu Azmi Aziz Rahayaan dan Farhan Rahakbauw menunjukkan nilai post-test yang sama atau hampir sama dengan pre-test mereka, yang mengindikasikan bahwa mereka sudah memiliki pemahaman dasar yang cukup tinggi sejak awal. Untuk melihat penyebaran nilai Pre-test dan Post-test berikut diberikan diagram distribusi nilai: Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 147 PEDAGOGIKA Volume 15 (Nomor . 2024 HaL. Nilai Tes Pemahaman Konsep Dasar Matematika Frekuensi 80-100 (Sangat Bai. 65-79 (Bai. 50-64 (Kuran. <50 (Sangat Kuran. Interval Pre-tes Post-tes Gambar 1. Diagram Nilai Tes Pemahaman Konsep Dasar Matematika Pembahasan Peningkatan skor rata-rata dari pre-test ke post-test mencerminkan bahwa intervensi berupa buku saku matematika dasar memiliki dampak positif terhadap pemahaman mahasiswa. Buku saku, yang dirancang dengan materi ringkas, contoh soal, dan langkah-langkah sistematis, memungkinkan mahasiswa untuk mempelajari materi secara mandiri dengan lebih mudah dan praktis. Hal ini sangat sesuai dengan karakteristik mahasiswa vokasi, yang cenderung lebih efektif belajar melalui media yang aplikatif dan langsung pada inti materi. Dari segi efektivitas media, buku saku tampaknya sangat membantu mahasiswa dengan tingkat pemahaman rendah hingga sedang. Misalnya. Intan Nuarini Uar, yang memiliki skor pre-test hanya 30, mampu meningkatkan nilainya menjadi 60 pada post-test. Hal yang sama juga terjadi pada Grisye K. Ngabalin dan Jhon Namen Remetwa yang mengalami peningkatan sebesar 25%. Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 148 PEDAGOGIKA Volume 15 (Nomor . 2024 HaL. Namun demikian, terdapat beberapa mahasiswa yang hanya mengalami sedikit peningkatan, seperti Jen Priska Ohoimuar. Milnasari Bawbun, dan Emeliana Rahaket, yang hanya mengalami kenaikan 5%. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti: Ketidak optimalan waktu belajar mandiri. Kurangnya motivasi atau minat terhadap materi matematika. Kemungkinan sudah memahami materi dalam buku saku sebelum intervensi. Sementara itu. Azmi Aziz Rahayaan dan Farhan Rahakbauw menunjukkan skor posttest yang sama atau sedikit meningkat dibandingkan pre-test, yang mengindikasikan bahwa mereka mungkin sudah menguasai materi sebelum intervensi dilakukan. Hal ini menegaskan bahwa buku saku lebih berdampak pada mahasiswa yang berada di level kemampuan dasarmenengah. Secara umum, jika dilihat dari distribusi data dan selisih skor yang terjadi, dapat dikatakan bahwa buku saku memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan hasil belajar, meskipun tingkat efektivitasnya bervariasi antar individu. Bila uji statistik inferensial seperti paired t-test dilakukan, besar kemungkinan hasilnya menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik antara pre-test dan post-test, mengingat rata-rata skor meningkat cukup besar dan konsisten. Peningkatan rata-rata sebesar 14 % ini mengindikasikan bahwa metode pembelajaran berbasis media cetak sederhana seperti buku saku tetap relevan dan efektif dalam kondisi terbatas, khususnya pada lingkungan kampus vokasi di daerah kepulauan seperti Kota Tual, yang akses teknologinya masih terbatas. Implikasi Hasil Hasil penelitian ini memiliki beberapa implikasi penting: Buku saku terbukti sebagai media pembelajaran yang efektif dan efisien, terutama dalam situasi keterbatasan fasilitas dan akses teknologi. Mahasiswa dengan kemampuan awal rendah paling merasakan manfaatnya, sehingga buku saku dapat digunakan sebagai alat remedial learning. Dosen dapat mengintegrasikan penggunaan buku saku dalam strategi blended learning, sebagai bahan mandiri sebelum atau sesudah perkuliahan. Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 149 PEDAGOGIKA Volume 15 (Nomor . 2024 HaL. SIMPULAN Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan buku saku matematika dasar memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman mahasiswa Program Studi Teknologi Kelautan di Politeknik Perikanan Negeri Tual. Berdasarkan hasil pre-test dan posttest yang dilakukan pada 17 mahasiswa, terdapat peningkatan rata-rata nilai dari 53,24 menjadi 67,65 dengan rata-rata persentase peningkatan sebesar 14%. Peningkatan ini paling signifikan terjadi pada mahasiswa dengan pemahaman awal yang rendah hingga sedang, yang menunjukkan bahwa buku saku dapat berfungsi sebagai alat bantu belajar yang efektif, terutama dalam konteks pendidikan vokasi dan daerah kepulauan dengan keterbatasan fasilitas pembelajaran digital. Kesimpulan penting dari penelitian ini adalah bahwa media pembelajaran sederhana, seperti buku saku, dapat menjadi solusi praktis, murah, dan efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika dasar, terutama di institusi pendidikan tinggi vokasi yang memiliki karakteristik mahasiswa dengan latar belakang akademik yang beragam. REFERENSI