ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 11. Maret 2024 ANALISIS PENGARUH ATMOSFER TOKO. BAURAN PRODUK. KUALITAS PELAYANAN DAN LOKASI TERHADAP MINAT BELI PADA SWALAYAN CITRA SIANTAN DI PONTIANAK Fena Febriani Febrianifena11@gmail. Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widya Dharma Pontianak ABSTRAK Kajian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh atmosfer toko, bauran produk, kualitas pelayanan dan lokasi terhadap minat beli konsumen Swalayan Citra Siantan di Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kausalitas. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, wawancara. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 160 responden. Teknik analisa data yang digunakan adalah analisis kuantitatif dengan menggunakan skala rating dan analisis regresi linear berganda dengan bantuan software SPSS statistic versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel bauran produk tidak memiliki pengaruh terhadap minat beli. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa variabel atmosfer toko, kualitas pelayanan dan lokasi berpengaruh signifikan terhadap minat beli pada Swalayan Citra Siantan di Pontianak. KATA KUNCI: atmosfer toko, bauran produk, kualitas pelayanan, lokasi, minat beli PENDAHULUAN Latar Belakang Perekonomian di Indonesia senantiasa mengalami perkembangan dari tahunketahun, hal ini yang menyebabkan semakin berkembangnya pusat-pusat perbelanjaan yang tersebar diberbagai daerah di indonesia, berbagai pengecer dapat kita jumpai dalam kegiatan perdagangan ini seperti departemen store, single line store yang hanya menjual satu jenis produk saja, ataupun supermarket yang menjual produk dengan cara selfservice atau yang lebih dikenal dengan nama swalayan. Perusahaan tidak hanya harus terus fokus pada keuntungan saja, tetapi perusahaan juga harus memenuhi apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen. Kepercayaan dan loyalitas pelanggan merupakan hal utama yang harus dipenuhi oleh perusahaan agar perusahaan memiliki kesan dan nilai yang baik bagi pelanggan mereka. Maka dari itu diperlukan adanya strategi yang tepat bagi perusahaan agar selalu dapat mempertahankan dan meningkatkan kualitas yang bisa membuat tujuan utama terpenuhi. Pada saat persaingan antar perusahaan . oko atau swalaya. semakin tinggi seperti pada era globalisasi sekarang ini, unsur paling penting dalam pemilihan toko adalah ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 11. Maret 2024 atmosfer toko. Dalam menarik minat konsumen dapat dilakukan dengan komunikasi melalui gambaran visual, layout, display, maupun store atmosphere produk yang ada pada toko. Komunikasi visual adalah komunikasi perusahaan ritel atau toko dengan konsumennya melalui wujud fisik seperti identitas toko maupun store atmosphere. Store atmosphere memberikan pengaruh emosional kepada pembeli untuk meningkatkan Store atmosphere merupakan salah satu kunci pokok untuk menarik konsumen, karena banyak konsumen lebih memilih suasana toko yang bersih dan nyaman saat berada di dalam toko. Hal ini menunjukan bahwa Store atmosphere penting bagi setiap bisnis ritel. Store atmosphere berperan memberikan suasanana rasa yang nyaman sesuai dengan keinginan konsumen dan membuat konsumen ingin berlama-lama di dalam Selain atmosfer toko, konsumen juga selalu mempertimbangkan faktor bauran produk dalam pemilihan toko. Ketersediaan barang dalam jumlah dan jenis yang sangat variatif akan menimbulkan banyaknya pilihan dalam proses belanja konsumen. Seringkali konsumen dalam proses belanjanya, keputusan yang diambil untuk membeli suatu barang adalah yang sebelumnya tidak tercantum dalam belanja barang . ut of purchase lis. Seorang konsumen akan cenderung memilih swalayan yang produknya lengkap, penampilan atau kemasan yang menarik, dan kualitas yang bagus serta jumlah produk yang tersedia memadai. Produk merupakan segala sesuatu yang dapat ditawarkan produsen untuk mendapatkan perhatian, dibeli, dipergunakan atau dikonsumsi pasar sebagai pemenuhan kebutuhan atau keinginan pasar yang bersangkutan. Produk yang ditawarkan tersebut meliputi barang fisik, jasa, orang atau pribadi, tempat organisasi dan Jadi produk bisa berupa manfaat tangible maupun intagible yang dapat memuaskan Bauran Produk adalah kumpulan dari semua produk dan unit produk yang di tawarkan penjual tertentu kepada pembeli. Bukan hanya faktor bauran produk saja yang perlu diperhatikan tetapi juga Kualitas Kualitas pelayanan dapat diartikan sebagai tingkat kepuasann konsumen. Sedangkan tingkat kepuasan konsumen ini sendiri dapat diperoleh dari perbandingan atas pelayanan yang nyata diterima oleh konsumen dengan pelayanan yang diharapkan oleh Kualitas pelayanan yang baik adalah pelayanan yang memuaskan dan sesuai dengan pelayanan yang diharapkan oleh konsumen. Sedangkan kualitas pelayanan yang buruk adalah pelayanan yang berada jauh di bawah standar atau tidak sesuai dengan ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 11. Maret 2024 ekspekstasi pelayanan yang diharapkan oleh konsumen. Kualitas pelayanan ini menjadi penting karena akan berdampak langsung pada citra perusahaan. Kualitas pelayanan yang baik akan menjadi sebuah keuntungan bagi perusahaan. Bagaimana tidak, jika suatu perusahaan sudah mendapat nilai positif di mata konsumen, maka konsumen tersebut akan memberikan feedback yang baik, serta bukan tidak mungkin akan menjadi pelanggan tetap atau repeat buyer. Maka dari itu, sangat penting untuk mempertimbangkan aspek kepuasan pelanggan terkait kualitas pelayanan yang diberikan. Jenis-jenis pelayanan yang dapat diberikan misalnya berupa kemudahan, kecepatan, kemampuan, dan keramahtamahan yang ditunjukkan melalui sikap dan tindakan langsung kepada konsumen. Dalam menjalankan bisnis ritel harus bisa merancang strategi pemasaran yang tepat dalam mencapai tujuan nya, salah satunya adalah menentukan lokasi tempat untuk setiap bisnis merupakan suatu tugas penting bagi pemasar, karena keputusan yang salah dapat mengakibatkan kegagalan sebelum bisnis dimulai. Memilih lokasi berdagang merupakan keputusan penting untuk bisnis yang harus membujuk pelanggan untuk datang ke tempat bisnis dalam pemenuhan kebutuhannya. Pemilihan lokasi mempunyai fungsi yang strategis karena dapat ikut menentukan tercapainya tujuan badan usaha. Lokasi yang strategis berkaitan dengan kemudahan konsumen dalam memperoleh produk di pasar dan ketersediaan barang saat konsumen mencarinya sehingga dapat berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen. Volume penjualan Swalayan Citra Siantan di Pontianak mengalami peningkatan dan penurunan penjualan di periode-periode tertentu. Pada tahun 2016 volume penjualannya sebesar Rp21. 235,00. Kemudian pada tahun 2017 volume penjualannya mengalami peningkatan menjadi Rp26. 728,00 dengan persentase peningkatan penjualan sebesar 19,24 persen. Pada tahun 2018 volume penjualan Swalayan Citra Siantan Rp30. 602,00 dengan persentase peningkatan penjualan sebesar 13,08 persen. Pada tahun 2019 Swalayan Citra Siantan mengalami peningkatan kembali menjadi Rp33. 373,00 dengan persentase peningkatan penjualan sebesar 7,96 persen. Pada tahu 2020 Swalayan Citra Siantan mengalami peningkatan kembali menjadi Rp37. 937,00 dengan persentase peningkatan penjualan sebesar 10,80 persen. Dari data tersebut dapat dilihat bahwa total volume penjualan pada Swalayan Citra ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 11. Maret 2024 Siantan di Pontianak dari tahun 2016-2020 mengalami kenaikan yang signifikan dan cukup drastis, hal ini disebabkan dengan adanya persaingan yang ketat dan bergerak dibidang yang sejenis atau usaha yang sama. KAJIAN TEORITIS Atmosfer Toko Store atmosphere atau suasana toko merupakan hal yang penting dalam menciptakan keputusan pembelian. Suasana toko yang nyaman dapat menstimulasi dan membangkitkan minat beli konsumen terhadap produk atau jasa yang ditawarkan. Sehingga pada akhirnya konsumen dapat melakukan pembelian. Suasana toko yang baik dapat menentukan citra merek perusahaan dalam benak konsumen. Penataan interior yang baik dapat mempengaruhi emosi konsumen sehingga timbul lah minat untuk membeli. Store atmosphere merupakan tampilan tampak luar dan dalam toko harus ditata sedemikian rupa sehingga menarik, memikat, membuat rasa ingin tahu, mengundang orang untuk datang dan berkunjung. Jika toko dilengkapi dengan pengaturan ruangan yang nyaman, penyejuk udara, dan artistik penggunaan warna cat dinding yang sejuk, semuanya menunjukkan adanya suasana toko yang berkelas. Dengan demikian store atmosphere yang tepat dapat menjadi sarana komunikasi yang positif, menguntungkan dan memperbesar peluang untuk mempengaruhi minat pembelian konsumen. Sujana . Suasana toko . tore atmospher. adalah sebuah karakteristik fisik dalam bisnis yang dapat mempengaruhi perasaan pada konsumen yang berkunjung ke toko sehingga dapat menimbulkan minat dari konsumen untuk membeli produk yang terdapat pada toko Desain lingkungan melalui komunikasi visual, pencahayaan, warna, music, dan wangi-wangian yang berguna untuk merangsang tanggapan emosional dan persepsi pelanggan sebagai penghubung kepada pelanggan untuk membeli barang merupakan store atmosphere (Utami, 2. Store Atmosphere memiliki elemen-elemen yang semuanya berpengaruh terhadap suasana toko yang ingin diciptakan. Elemen-elemen store atmosphere terdiri dari exterior, general interior, store layout, dan interior displays. (Berman dan Evan, 2012:. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 11. Maret 2024 Bauran Produk Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan di pasar, untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen. Bauran produk adalah sekumpulan dari semua produk dan item produk seperti macam produk, kualitas produk, rancangan produk, ciriciri produk, merek produk, kemasan produk, ukuran produk, pelayanan, jaminan dan pengembalian, serta atribut lainnya yang secara khusus para penjual menawarkan untuk dijual kepada para pembeli. Merek menjadi kunci utama dalam merebut dan mempertahankan keunggulan produk di pasar (Abubakar Rusydi, 2018: 31-. Menurut Kotler . bauran produk mencakup berbagai aspek yaitu: memiliki lebar, panjang, kedalaman, dan konsistensi. Bauran produk adalah pemilihan yang saksama akan produk merupakan bagian yang penting. Pembeli baru mau membeli suatu produk kalau memang merasa tepat untuk membeli produk yang bersangkutan. Artinya produklah yang harus menyesuaikan diri terhadap pembeli, bukan pembeli yang menyesuaikan diri terhadap produk (Mursid, 2015: . Atribut produk yang efisien adalah unsur-unsur produk yang dipandang penting oleh konsumen dan dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan pembelian. Tjiptono . Bauran produk yang baik dapat menarik konsumen untuk berkunjung dan melakukan pembelian, semakin banyak ragam produk yang dimilki oleh suatu bisnis, maka akan semakin besar peluang bagi konsumen untuk mengkonsumsi produk yang Kualitas Pelayanan Kualitas pelayanan menjadi suatu keharusan yang harus dilakukan perusahaan agar dapat mampu bertahan dan tetap mendaptakan kepercayaan pelanggan. pelayanan sebagai ukuran seberapa bagus tingkat layanan yang diberikan mampu sesuai dengan ekspetasi . arapan pelangga. Berdasarkan definisi ini, kualiatas layanan ditentukan oleh kemampuan perusahaan memenuhi kebutuhan dan keinginan pelangan sesuai dengan ekspetasi pelanggan. Kualitas pelayanan merupakan nilai tambah dari suatu produk dalam hal memberikan manfaat kepada konsumen, dimana ketika suatu produk barang atau jasa dilengkapi dengan layanan yang baik, maka akan menimbulkan perasaan nyaman dari konsumen yang akan menimbulkan kecendrungan terhadap konsumen untuk menggunakan produk kembali. Manengal . 5: 1. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 11. Maret 2024 Dari definisi-definisi mengenai kualitas pelayanan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa kualitas pelayanan adalah segala bentuk aktifitas yang dilakukan oleh perusahaan guna memenuhi harapan konsumen. Kualitas merupakan tingkat kemampuan dari suatu merek atau produk tertentu dalam melaksanakan fungsi yang diharapkan (Assauri, 2015: . Menurut Fandy Tjiptono . terdapat lima indikator pokok kualitas pelayanan yaitu : tangibility. Reliability, responsiveness. Assurance. Empathy. Kualitas pelayanan berfokus pada upaya pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen serta penetapan penyampainya untuk mengimbangi harapan konsumen. Fandy Tjiptono . 4 : . Kualitas merupakan tingkat kemampuan dari suatu merek atau produk tertentu dalam melaksanakan fungsi yang diharapkan (Assauri, 2015: . Lokasi Pemilihan lokasi ritel dalam pemasaran merupakan suatu keputusan yang sangat penting dalam menjalankan bisnis ritel, karena apabila perusahaan salah menetapkan suatu lokasi maka bisnis ritel tersebut dapat mengalami kerugian. Lokasi merupakan salah satu faktor yang penting untuk dibangunnya sebuah perusahaan, lokasi merupakan sejauh mana sebuah jasa mampu bereaksi terhadap situasi perekonomian yang berubah, keputusan pemilihan lokasi berkaitan dengan komitmen jangka panjang terhadap aspekaspek yang sifatnya kapital intensif karena itu penyedia jasa harus benar-benar mempertimbangkan, menyeleksi dan memilih lokasi yang responsif terhadap kemungkinan perubahan ekonomi, demografis, budaya, persaingan dan peraturan di masa mendatang (Tjiptono, 2014: . Adam . 5: 31-. menekankan bahwa lokasi berhubungan dengan keputusan yang dibuat oleh perusahaan mengenai dimana operasi dan stafnya akan ditempatkan. Yang paling penting dari lokasi adalah tipe dan tingkat interaksi yang terlibat. Ada tiga macam tipe interaksi antara penyedia jasa dan pelanggan, yaitu yang pertama pelanggan mendatangi penyedia jasa, kedua, penyedia jasa mendatangi pelanggan dan yang terakhir penyedia jasa dan pelanggan melakukan interaksi melalui perantara. Lokasi memegang peranan yang penting dalam melakukan usaha. Karena berkaitan dengan dekatnya lokasi usaha dengan pusat keramaian, mudah dijangkau . , aman, dan tersedianya tempat parkir yang luas, pada umumnya lebih disukai konsumen (Syahputra & Supriyatin, 2. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 11. Maret 2024 Minat Beli Minat beli konsumen adalah tahap dimana konsumen membentuk pilihan mereka diantara beberapa merek yang tergabung dalam perangkat pilihan, kemudian pada akhirnya melakukan suatu pembelian pada suatu alternatif yang paling disukainya atau proses yang dilalui konsumen untuk membeli suatu barang atau jasa yang didasari oleh Minat mengkombinasikan pengetahuan untuk mengevaluasi dua atau lebih perilaku alternatif dan memilih salah satu diantaranya. Minat beli ini menciptakan suatu motivasi yang terus terekam dalam benaknya dan menjadi suatu keinginan yang sangat kuat yang pada mengaktualisasikan apa yang ada didalam benaknya itu. Nugroho . 3: . Menurut Kotler dan Amstrong . minat beli adalah sesuatu yang timbul setelah menerima rangsangan dari produk yang dilihatnya, lalu muncul keinginan untuk membeli dan Menurut (Monica Vista, 2. minat beli dapat diidentifikasikan melalui indikator indikator sebagai berikut: minat transaksional, minat referensial, minat preferensial, minat eksploratif. Atmosfer Toko Bauran Produk Minat Beli Kualitas Pelayanan Lokasi Sumber: Data Olahan, 2022 Gambar 1 KERANGKA BERPIKIR ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 11. Maret 2024 HIPOTESIS Berdasarkan kerangka pemikiran di atas maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah: H1 : Atmosfer Toko berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Beli H2 : Bauran Produk tidak berpengaruh terhadap Minat Beli H3 : Kualitas Pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Beli H4 : Lokasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat beli METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini, penulis menggunakan bentuk penelitian kausalitas untuk meneliti hubungan variabel atmosfer toko, bauran produk, kualitas pelayanan dan lokasi terhadap minat beli. Metode kausalitas adalah hubungan sebab-akibat dalam penelitian antar beberapa konsep atau beberapa variabel atau beberapa strategi yang dikembangkan. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dan penyebaran kuesioner. Populasi yang digunakan penulis adalah semua konsumen yang mengunjungi Swalayan Citra Siantan di Pontianak yang jumlahnya tidak diketahui secara pasti. Populasi memiliki peranan yang sangat penting untuk membantu peneliti mendapatkan hasil yang diinginkan. Pada penelitian ini dalam menentukan jumlah sampel ditentukan dari banyaknya jumlah variabel dalam penelitian yang membutuhkan paling sedikit 25 sampel setiap variabelnya. Dalam penelitian ini terdapat 5 variabel yang akan diteliti sehingga membutuhkan 100 sampel. Agar penelitian ini lebih terarah, maka cara untuk menentukan sampel adalah menggunakan teknik simple random sampling artinya sampel yang diambil secara acak tanpa memiliki syarat-syarat khusus untuk menjadi anggota sampel yang mana sampel merupakan konsumen Swalayan Citra Siantan di Pontianak. PEMBAHASAN Pada penelitian ini, penulis ingin mengetahui seberapa besar pengaruh atmosfer toko, bauran produk, kualitas pelayanan dan lokasi terhadap minat beli konsumen Swalayan Citra Siantan di Pontianak, oleh karena itu penulis perlu mengetahui dan menganalisis tanggapan responden terhadap masing-masing indikator untuk variabel yang diukur dalam penelitian ini yang ditunjukkan pada tabel 1 berikut ini: ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 11. Maret 2024 TABEL 1 HASIL ANALISIS JAWABAN RESPONDEN Indikator Bobot Jawaban Indeks Jawaban Rata-Rata Atmosfer Toko (X. General Exterior Display 81,88 General Interior Display 80,88 81,36 Store Layout 81,00 Interior Display 81,69 Kesimpulan : Rata-rata responden memberikan persepsi yang tinggi terhadap variabel Atmosfer Toko Bauran Produk (X. Lebar 81,38 Panjang 79,81 80,62 Kedalaman 80,81 Konsistensi 80,50 Kesimpulan : Rata-rata responden memberikan persepsi yang tinggi terhadap variabel Bauran Produk Kualitas Pelayanan (X. Tangibles 80,56 Emphaty 81,38 Reliability 80,56 81,08 Responsiveness 81,38 Assurance 81,56 Kesimpulan : Rata-rata responden memberikan persepsi yang tinggi terhadap variabel Kualitas Pelayanan Lokasi (X. ) Akses 82,25 Visibilitas 81,88 81,95 Tempat pelayanan yang memadai 81,50 Situasi lingkungan yang aman 82,19 Kesimpulan : Rata-rata responden memberikan persepsi yang tinggi terhadap variabel Lokasi Minat Beli (Y) Minat transaksional 80,81 Minat referensial 81,88 81,12 Minat preferensial 80,25 Minat eksploratif 81,56 Kesimpulan : Rata-rata responden memberikan persepsi yang tinggi terhadap variabeli Minat Beli Sumber: Data Olahan, 2022 Berdasarkan pada tabel 1 diketahui variabel atmosfer toko menunjukan bahwa indikator general exterior display lebih diperhatikan konsumen karena tampilan bagian luar toko mempunyai pengaruh yang kuat pada citra toko tersebut. Responden merasa tampilan luar toko yang terlihat menarik, unik dan menonjol dapat mengundang konsumen untuk masuk ke dalam toko. Pada variabel bauran produk, responden lebih setuju bahwa indikator lebar lebih mempengaruhi minat beli konsumen. Indikator lebar lebih diperhatikan konsumen karena konsumen berpendapat bahwa jika produk yang ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 11. Maret 2024 disediakan sangat beragam maka memudahkan konsumen mendapatkan produk yang diinginkan dan dibutuhkan serta konsumen dapat dengan mudah mendapatkan produk Pada variabel kualitas pelayanan, responden lebih setuju bahwa indikator assurance lebih mempengaruh minat beli konsumen. pelayanan yang memuaskan yaitu pelayanan yang sesuai dengan harapan pelanggan. Karena pelayanan yang ramah, cepat dan teliti dapat membuat konsumen merasa lebih nyaman dalam berbelanja dan dapat meningkatkan kepercayaan konsumen pada perusahaan. Pada variabel lokasi, responden lebih setuju bahwa indikator akses lebih mempengaruhi minat beli konsumen. merupakan keputusan yang penting dalam menjalankan suatu bisnis, lokasi yang strategis dapat menimbulkan menimbulkan minat beli konsumen serta keberhasilan dalam menentukan lokasi dapat menaikkan tingkat penjualan suatu perusahaan. Lokasi yang strategis dapat lebih mudah terlihat oleh konsumen dan dapat dengan mudah diakses oleh konsumen yang ingin berkunjung. Pada variabel minat beli, responden lebih setuju bahwa indikator minat referensial lebih mempengaruhi minat beli konsumen. Karena ketika konsumen merasa nyaman dan senang berbelanja di suatu swalayan, maka konsumen akan mereferensikan swalayan tersebut kepada orang lain berdasarkan pengalamannya. Berikut merupakan hasil pengujian statistik pada variabel atmosfer toko, bauran produk, kualitas pelayanan dan lokasi terhadap minat beli: TABEL 2 HASIL UJI STATISTIK Uji Validitas X1. 1 = 0,874 0,875 X1. 2 = 0,882 0,878 X1. 3 = 0,867 0,876 X1. 4 = 0,853 0,871 X2. 1 = 0,849 X3. 1 = 0,861 X4. 1 = 0,861 Y1. X2. 2 = 0,878 X3. 2 = 0,849 X4. 2 = 0,889 Y1. X2. 3 = 0,878 X3. 3 = 0,863 X4. 3 = 0,858 Y1. X2. 4= 0,826 X3. 4 =0,886 X4. 4= 0,839 Y1. X3. 5 =0,810 Uji Reliabilitas X1 = 0,892 X2 = 0,880 Uji Normalitas One Sample Kolmogrov Test Uji Heteroskedastisitas X1 = 0,546 X2 = 0,203 Uji Multikolinearitas Nilai Tolerance 0,547 X3 = 0,907 X4 = 0,883 Y= 0,898 0,200 X3 = 0,622 X 1. X 2. X 3. X 4 X4 = 0,940 0,437 . 0,730 . 0,539 . ISSN: 3025-9312 VIF 1,827 Uji Autokorelasi Uji Korelasi X1 = 0,705 Uji Koefisien Determinasi (R. Uji Regresi Linear Berganda X1 = 0,243 X2 = -0,120 Uji F Fhitung Tingkat Signifikansi Uji T X1 = 4,624 3,317 Sig = 0,000 0,001 Bisma. Vol 8. No 11. Maret 2024 X 1. X 2. X 3. X 4 du < DW < 4-du X2 = 0,282 R square(%) X3 = 0,710 2,289 . 1,370 . 1,856 . 1,6906 < 1,922 < 2,207 X3 = 0,832 X4 = 0,548 0,813 . ,30%) X4 = 0,156 X2 = -2,966 X3 = 15,025 168,871 0,000 X4 = Sig = 0,003 Sig = 0,000 Sig = Sumber: Data Olahan, 2022 Berdasarkan pada Tabel 2 diatas merupakan hasil uji validitas dan reliabilitas yang menunjukan bahwa menghasilkan data dari kuesioner yang baik dan tepat dalam mengukur gejala yang sesuai dengan judul penelitian. Dalam uji asumsi klasik dari hasil uji normalitas, heteroskedastisitas, multikolinearitas dan autokorelasi menunjukan hasil uji data yang sesuai dengan diharapkan dan telah memenuhi semua syarat pada asumsi klasik sehingga dapat memberikan kepastian pada persamaan regresi yang diperoleh memiliki ketepatan dalam estimasi dan konsisten. Hasil pada uji korelasi diketahui bahwa variabel independen memiliki hubungan yang kuat terhadap variabel dependen. Hasil pada uji Koefisien Determinasi (R. menunjukan bahwa variabel independen berpengaruh sebesar 81,30% terhadap variabel dependen dan sisanya dipengaruhi variabel independen lain. Dalam uji Regresi Linear Berganda hanya variabel X1,X3,X4 yang memiliki pengaruh terhadap variabel dependen, sedangkan X2 tidak memiliki pengaruh terhadap variabel dependen. Hasil pada uji F menunjukan bahwa variabel atmosfer toko, bauran produk, kualitas pelayanan dan lokasi mampu menjelaskan variabel minat beli dan model penelitian ini layak untuk digunakan. Pada hasil uji t menunjukan bahwa terdapat pengaruh antara variabel independen X1,X3,X4 terhadap variabel Sedangkan variabel X2 tidak memiliki pengaruh terhadap variabel dependen. PENUTUP Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan dalam penelitian ini, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel atmosfer toko mempengaruhi variabel minat beli, variabel bauran produk tidak mempengaruhi variabel minat beli, dan variabel ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 11. Maret 2024 kualitas pelayanan mempengaruh minat beli serta variabel lokasi mempengaruhi variabel minat beli. Berdasarkan uraian kesimpulan yang telah dikemukakan, maka saran-saran dari peneliti berdasarkan hasil penelitian pada Swalayan Citra Siantan di Pontianak adalah sebagai berikut : Sebaiknya Swalayan Citra Siantan di Pontianak lebih meningkatkan lagi atmosfer toko di Swalayan Citra Siantan, seperti lebih memperhatikan sirkulasi udara didalam ruangan. Dikarenakan sirkulasi udara yang baik dapat menciptakan suasana toko yang nyaman dan membuat konsumen merasa lebih nyaman ketika sedang berbelanja. Sebaiknya Swalayan Citra Siantan di Pontianak menyediakan produk yang lebih bervariasi, seperti menambah merek dan menambah variasi produk agar konsumen bisa mendapatkan segala macam kebutuhan dan keinginannya dalam satu tempat. Sebaiknya Swalayan Citra Siantan di Pontianak perlu lebih memperhatikan kebersihan dan kerapian didalam ruangan dikarenakan ruangan yang rapi dan bersih dapat membuat suatu supermarket terlihat lebih menarik. Dan juga Swalayan Citra Siantan di Pontianak dapat mengarahkan kepada karyawam untuk lebih cepat dan tanggap terhadap keinginan dan permintaan konsumen. sehingga dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada semua konsumen, dimana karyawan merupakan pihak yang berinteraksi secara langsung dalam melayani konsumen. Dengan begitu, maka Swalayan Citra Siantan dapat memberikan kenyamanan dan kepuasan yang maksimal kepada konsumen. Sehingga mampu menumbuhkan kepercayaan dan loyalitas yang tinggi dari para konsumen dengan selalu menempatkan Swalayan Citra Siantan sebagai pilihan utama. Sebaiknya Swalayan Citra Siantan di Pontianak memperhatikan lahan untuk parkiran, karena lahan parkiran di Swalayan Citra Siantan masih di kategorikan belum cukup memadai, konsumen akan kesusahan mencari tempat parkir yang aman dan nyaman. Sehingga lokasi berperan sangat penting, jika konsumen tidak menemukan tempat parkir untuk kendaraannya, konsumen bisa saja memilih swalayan lain dengan tempat parkiran yang lebih baik. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 11. Maret 2024 DAFTAR PUSTAKA