JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI [DINAMIKA] VOL 2. No. Mei 2022, pp. 93 - 102 p-ISSN : 2808-8786 . e-ISSN : 2798-1355 . http://journal. id/index. php/dinamika Implementasi Knowledge Management System pada Usaha Mikro Kecil Kecamatan Rowosari Miftahurrohman1. Rosa Haniatul Wafiroh2 Universitas Sains dan Teknologi Komputer Jl. Majapahit No. 605 Semarang, email : miftah@stekom. Universitas Sains dan Teknologi Komputer Jl. Majapahit No. 605 Semarang, email : madubungamawar@gmail. ARTICLE INFO Article history: Received 27 Maret 2022 Received in revised form 13 April 2022 Accepted 2 Mei 2022 Available online 20 Mei 2022 ABSTRACT Micro, small and medium enterprises (MSME. are productive economic enterprises owned by individuals and business entities that meet the criteria as micro-enterprises from the agricultural, fishery, processing industries, handicraft industries and creative industries, the problem that occurs is that there is no regular updating of data. from the subdistrict government so that many micro and small business actors have not been recorded thoroughly, with limited data it is certainly difficult for the subdistrict government to convey information to micro and small business actors, delays in information also affect the relationship between the sub-district and business actors who are not good . This research was conducted to create and implement a knowledge management system that is equipped with location features so that it can facilitate data collection and knowledge management on micro and small businesses in Rowosari sub-district. This application is made using the PHP programming language and MySQL database. The results of this study indicate that the application of this knowledge management system can make it easier to collect data and manage information and knowledge about micro and small Keywords: Information Systems. Knowledge Management. Micro. Small and Medium Enterprises (MSME. Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) merupakan usaha ekonomi produktif yang dimiliki perorangan maupun badan usaha yang memenuhi kriteria sebagai usaha mikro baik dari sektor pertanian, perikanan, industri pengolahan, industri kerajinan dan industri kreatif, permasalahan yang terjadi adalah tidak adanya updating data secara berkala dari pihak pemerintah kecamatan sehingga banyak pelaku usaha mikro kecil yang belum terdata secara menyeluruh, dengan keterbatasan data yang dimiliki tentu sulit bagi pemerintah kecamatan dalam menyampaikan informasi pada pelaku usaha mikro kecil, keterlambatan informasi juga berpengaruh pada hubungan antara pihak kecamatan dan pelaku usaha yang kurang baik. Penelitian ni dilakukan untuk membuat dan menerapkan knowledge management system yang dilengkapi degan fitur lokasi sehingga dapat mempermudah dalam pendataan dan pengelola pengetahuan pada usaha Received 27 Maret, 2022. Revised 13 April, 2022. Accepted 02 Mei, 2022 p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 mikro kecil di kecamatan Rowosari. Aplikasi ini dibuat menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan knowledge management system ini dapat mempermudah dalam melakukan pendataan serta mengelola informasi dan pengetahuan tentang usaha mikro kecil. Kata Kunci: Sistem Informasi. Knowledge Management. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) PENDAHULUAN Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, banyak perubahan yang terjadi diberbagai sektor, mulai dari sektor pemerintahan, pertanian, pola hidup hingga perdagangan. Perkembangan teknologi di masa modern ini tidak hanya bisa dimanfaatkan oleh pengusaha besar, tapi bisa menjadi peluang yang bagus untuk pelaku usaha mikro agar bisa bersaing dalam dunia usaha secara menyeluruh, untuk itu pelaku usaha mikro harus cepat tanggap dalam menyikapi perubahan yang terjadi. Usaha mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria usaha mikro. Sedangkan usaha kecil adalah usaha produktif milik orang perorangan dan atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria usaha mikro. Perkembangan usaha mikro kecil sebagai pelaku ekonomi mayoritas baik tingkat nasional, regional maupun lokal memiliki peran strategis dalam menciptakan lapangan pekerjaan, pengentasan kemiskinan dan mendorong nilai ekspor non migas . Kecamatan Rowosari merupakan salah satu dari 20 Kecamatan yang berada dalam wilayah Kabupaten Kendal Provinsi Jawa Tengah, dengan wilayah sebelah utara berbatasan dengan Laut Jawa, sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Weleri, sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Batang dan sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Kangkung dengan ketinggian tanah antara 6 sampai dengan 13 meter diatas permukaan laut. Luas wilayah Kecamatan Rowosari mencapai 32,64 km2 yang terbagi menjadi 16 Desa, 72 Dusun/Dukuh, 84 Rukun Warga (RW), 394 Rukum Warga (RT). Jumlah pendududuk Kecamatan Rowosari tahun 2019 sebanyak 53. 481 jiwa, terdiri dari 27. 037 jiwa . ,55%) laki-laki dan 26. 444 jiwa . ,45%) perempuan . Mata pencaharian masyarakat Kecamatan Rowosari sebagian besar adalah pelaku usaha dengan berbagai jenis usaha baik dari sektor pertanian, perikanan, industri pengolahan, industri kerajinan dan industri kreatif. Berikut adalah data jumlah pelaku Usaha Mikro kecil Menengah per Desa di Kecamatan Rowosari : Tabel 1. Data Pelaku Usaha Mikro Kecil Kecamatan Rowosari. No. Nama Desa Jumlah UMKM Wonotenggang Pojoksari Randusari Karangsari Parakan Tambaksari Jatipurwo Rowosari Tanjunganom Tanjungsari Sendangdawuhan Kebonsari Bulak Gebanganom Gempolsewu Sendang Sikucing Jumlah UMKM Dari tabel diatas dapat dilihat jumlah UMKM yang tercatat di Kecamatan Rowosari masih tergolong sedikit, hal itu disebabkan karena tidak dilakukannya updating data secara berkala sehingga banyak pelaku UMKM yang belum terdaftar secara menyeluruh. Dengan keterbatasan data yang dimiliki sulit bagi Pemerintah Kecamatan dan Dinas terkait dalam menyampaikan informasi sehingga pelaku UMKM di Kecamatan JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA). Vol. No. Oktober 2022, pp. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Rowosari belum terfasilitasi dengan baik. Penyampaian informasi yang kurang maksimal tentu akan berpengaruh dalam membentuk hubungan antara pemerintah dengan pelaku usaha maupun sesama pelaku Keterlambatan informasi dapat mempengaruhi pelaku UMKM dalam penyelesaian masalah, dengan keterbatasan pengetahuan yang dimiliki sulit bagi UMKM untuk mencari solusi atas permasalahan yang sedang dihadapi. Masalah yang dihadapi UMKM saat ini adalah kurangnya pengetahuan tentang pengelolaan usaha seperti Perizinan, distribusi bahan baku, pengolahan produk. Packaging, pemasaran dan inovasi produk sehingga dapat berpengaruh pada produktifitas pelaku usaha. Penting bagi UMKM untuk dapat mengimplementasikan knowledge management guna menciptakan, mendukung, dan memperbaiki keunggulan bersaingnya . Rendahnya produktifitas pada pelaku usaha mikro kecil di Kecamatan Rowosari disebabkan karena keterbatasan teknologi dan sumber daya manusia dengan tingkat pendidikan pelaku UMKM yang masih Selain pendidikan rendah perbedaan latar belakang dan pengetahuan juga berpengaruh besar dalam pengembangan usaha maka dari itu perlu berbagi pengetahuan . nowledge sharin. antar pelaku usaha. Tujuan penelitian ini adalah merancang knowledge management system untuk membantu memudahkan pelaku UMKM mengelola pengetahuan dan informasi. TINJAUAN PUSTAKA Knowledge dan Knowledge Management Knowledge . merupakan informasi yang dilengkapi dengan pemahaman pola hubungan informasi disertai pengalaman, baik individu maupun kelompok dalam organisasi . Sedangkan menurut Thomas Devenport knowledge merupakan campuran dari pengalaman, nilai, informasi kontekstual, pandangan pakar dan intuisi mendasar yang memberikan suatu lingkungan dan kerangka untuk mengevaluasi dan menyatukan pengalaman baru dengan informasi . Secara garis besar kwoladge terdiri dari dua jenis, yaitu Tacit . now-ho. dan Explicit . now-wha. Tacit merupakan jenis pengetahuan yang terdapat di dalam otak manusia. Tacit merupakan bagian yang cukup sulit untuk dipahami, dikomunikasikan dan diartikan dalam bentuk lain yang lebih terstruktur. Hal tersebut dikarenakan tacit bersumber dari itu isi, pengalaman pribadi dan konteks yang cenderung tidak pasti. Sedangkan Explicit merupakan suatu wujud pengetahuan yang lebih mudah untuk dimengerti, dikomunikasikan dan diartikan dalam wujud lain yang lebih terstruktur . Pengetahuan bagi organisasi dapat dijadikan sebagai keunggulan dalam bersaiang, pengetahuan perlu dikelola organisasi untuk mencapai tujuan organisasi. Knowledge management atau manajemen pengetahuan diartikan sebagai serangkaian alat, strategi dan metode untuk mempertahankan, menganalisa, mengorganisir, membagikan dan juga meningkatkan informasi yang terdapat di dalam suatu perusahaan . Kualitas penguasaan pengetahuan dalam organisasi menjadi kunci dalam peningkatan kinerja organisasi, guna meningkatkan kualitas penguasaan pengetahuan adalah dengan cara menerapkan pola knowledge management . Knowledge Management System Knowledge management System adalah sistem yang menggambarkan serangkaian strategi yang digunakan oleh individu tim dan korporasi untuk mengelola knowledge . Sistem manajemen pengetahuan atau knowledge management system (KMS) adalah suatu sistem teknologi informasi dan komunikasi dalam pengertian sebuah sistem aplikasi yang mengkombinasikan dan mengintegrasikan fungsi untuk sebuah perlakuan konstektual terhadap masing-masing pengetahuan . Sumber daya manusia dalam organisasi merupakan komponen utama yang menentukan arah dalam pencapaian tujuan organisasi, sehingga sumber daya manusia berkualitas sangat diperlukan. Peningkatkan sumber daya manusia dibutuhkan knowledge management yang baik, faktor yang paling penting dalam menjaga kualitas dari pengetahuan dalam proses Knowledge Management System, terdapat empat mode transfer pengetahuan dan penciptaan atau biasa dikenal sebagai SECI (Socialization. Externalization. Combination. Internalizatio. C Socialization Proses berbagi pengalaman dengan menciptakan pengetahuan model mental dan keterampilan teknis. Pengetahuan tacit dapat diperoleh tanpa menggunakan bahasa melalui observasi, imitasi dan praktek. C Externalization Implementasi Knowledge Management System Berbasis Website Pada Usaha Mikro Kecil Kecamatan Rowosari (Mifthahurohman, et a. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Proses mengartikulasikan pengetahuan tacit dalam bentuk eksplisit konsep, mengambil bentuk metafora, analogi, konsep, hipotesis atau model. Combination Proses systemizing konsep ke dalam sistem pengetahuan dengan menggabungkan benda yang berbeda dari pengetahuan explicit. Explicit pengetahuan ditransfer melalui media seperti dokumen, pertemuan dan e-mail atau telpon percakapan. Kategori pengetahuan ini dapat menyebabkan generasi pengetahuan Internalization Proses konversi pengetahuan tacit dan erat kaitannya dengan learning by doing. METODOLOGI PENELITIAN Jenis Data Mengumpulkan data yang dapat digunakan sebagai dasar untuk menetapkan tingkat efektifitas, efisiensi serta suatu daya tarik terhadap produk yang dihasilkan. Jenis data yang digunakan adalah : Data kualitatif dan data Data kualitatif yang mana data yang berbentuk kata-kata, bukan dalam bentuk angka. Data kualitatif terdiri dari beberapa aspek yaitu : Ketepatan perancangan desain dan ketepatan resource dan keselarasan pembuatan tampilan input serta output. Sedangkan Data Kuantitatif yaitu data yang berbentuk angka atau bilangan. Sesuai dengan bentuknya, data kuantitatif dapat diolah atau dianalisis menggunakan teknik perhitungan. Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan penelitian pengembangan (Research and Developmen. Selain untuk mengembangkan dan memvalidasi hasil-hasil pendidikan. Research and Development juga bertujuan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan khusus tentang masalah-masalah praktis melalui Aoapplied researchAo. Adapun langkah-langkah yang diterapkan dalam penelitian ini meliputi enam tahapan saja yaitu potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, dan uji coba produk . Potensi dan Pengumpulan Desain Validasi Uji coba Revisi Produk Uji coba Produk Revisi Revisi Produksi masal Gambar 1 : Langkah-langkah Metode R&D . HASIL DAN PEMBAHASAN Perancangan Sistem Diagram Alir Diagram alir merupakan diagram yang mewakili algoritme, alir kerja atau proses, yang menampilkan langkah-langkah dalam bentuk simbol-simbol grafis yang dihubungkan dengan panah. Diagram alir merepresentasikan bagaimana suatu sistem bekerja. Tabel 2. Menampilkan diagram alir sistem yang JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA). Vol. No. Oktober 2022, pp. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Tabel 2. Diagram alir sistem yang dikembangkan SISTEM INFORMASI UMKM KECAMATAN ROWOSARI Pengguna MULAI Admin Desa INPUT DATA KECAMATAN DATA UMKM DATA UMKM DIBERIKA N DI ADMIN DESA INPUT DATA DESA INPUT JENIS UMKM INPUT LOKASI UMKM KOORDINAT DATA INFORMASI LOKASI UMKM DATA INFORMASI LOKASI UMKM DISIMPAN DI DATABASE Phase SELESAI Pengguna memberikan Data UMKM yang diberikan kepada Admin desa. Admin mengelola Informasi Geografis memiliki tahapan tersendiri Admin Desa mengelola Informasi Geografis dengan cara input data Desa. Input Data UMKM. Input Data Logitude dan Latitude untuk Informasi Data UMKM dan nantinya diharapkan akan menghasilkan output data yang dapat memberikan informasi yang benar-benar real dan disimpan di dalam database sebagai Arsip. Entity Relation Diagram (ERD) Entity Relationship Diagram adalah konsep yang mendeskripsikan hubungan penyimpanan tabel dalam DFD. ERD digunakan untuk memudahkan pengertian hubungan antara satu file dengan file lainnya. ERD merupakan suatu model untuk menjelaskan hubungan antar data dalam basis data berdasarkan objek-objek dasar data yang mempunyai hubungan antar relasi. Implementasi Knowledge Management System Berbasis Website Pada Usaha Mikro Kecil Kecamatan Rowosari (Mifthahurohman, et a. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Id_desa Id_kecamatan Desa Berada pada Jenis_UMKM Id_kecamatan Id_lokasi Ditandai pada Id_desa Id_jenis Nama_tempat Informasi_umum Id_jenis Gambar 2. ERD Sistem Informasi KMS UMKM Data Flow Diagram (DFD) DFD adalah suatu model logika data atau proses yang dibuat untuk menggambarkan dari mana asal data dan tujuan data yang keluar dari sistem, dimana data disimpan, proses apa yang menghasilkan data tersebut dan interaksi antara data yang tersimpan dan proses yang dikenakan pada data tersebut. Dalam DFD terdapat 2 komponen yaitu Dekomposisi diagram dan konteks diagram. Gambar 3. Dekomposisi diagram Sistem Informasi KMS UMKM Pada dekomposisi diatas menunjukan sistem terbagi menjadi Context DFD. Dari Context DFD terbagi lagi menjadi 3 . proses, yaitu data, proses, dan laporan. Ini masuk dalam DFD level 1. Berikutnya data terbagi menjadi data kec, data desa, data UMKM, data Jenis UMKM dan Data Alamat. Proses meliputi . Laporan terbagi menjadi laporan data UMKM. Diagram konteks adalah diagram yang terdiri dari suatu proses dan menggambarkan ruang lingkup suatu Diagram konteks merupakan level tertinggi dari DFD yang menggambarkan seluruh input ke sistem atau output dari sistem. JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA). Vol. No. Oktober 2022, pp. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Info lokasi umkm Info jenis umkm Info data desa Administrator Melihat data lokasi umkm Info kecamatan Data kecamatan Data desa Data jenis umkm Data lokasi umkm Pengguna SISTEM INFORMASI UMKM KECAMATAN ROWOSARI Info data kecamatan Info data desa Info data jenis umkm Info lokaSi umkm Gambar 4. Diagram konteks Sistem Informasi KMS UMKM Administrator input data kecamatan digunakan untuk input data-data Desa dalam lingkup Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal sehingga sistem akan memberikan informasi kecamatan. Kemudian input data desa pada masing-masing desa di Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal sehingga sistem akan memberikan informasi desa. Setelah itu data jenis UMKM yang terdapat di Kecamatan Rowosari sehingga sistem akan memberikan informasi jenis UMKM dengan menandai pada lokasi desa tertentu pada tempat UMKM di Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal sehingga sistem akan memberikan informasi lokasi penyebaran daerah UMKM sehingga pengguna dapat melihat informasi UMKM yang terdapat di Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal dan dapat melakukan pencarian ke lokasi. Hasil Produk Tampilan aplikasi meliputi tampilan login, tampilan menu-menu utama aplikasi dan submenu-submenu yang ada di dalamnya. Tampilan ini dibuat sesuai dengan rancangan tampilan yang telah dibuat pada tahap Interface atau hasil output dari pada perancangan aplikasi web merupakan antar muka untuk berinteraksi antara user dengan sistem. Interface yang dihasilkan dari perancangan ini semuanya di akses melalui halaman browser internet. Gambar 5. Halaman Utama Gambar 6. Form Input data jenis UMKM Implementasi Knowledge Management System Berbasis Website Pada Usaha Mikro Kecil Kecamatan Rowosari (Mifthahurohman, et a. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Gambar 7. Halaman Input Data Lokasi UMKM Gambar 8. Halaman Input Data Lokasi Gambar 9. Halaman Pencarian Lokasi Gambar 10. Laporan data Lokasi JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA). Vol. No. Oktober 2022, pp. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Hasil Uji Kelayakan Sistem Oleh Pengguna Jumlah skor observasi adalah jumlah dari skor masing-masing butir pernyataan hasil observasi yang dikalikan bobot skor menurut skala likert. Skor maksimal adalah skor maksimal pada skala likert yang dikalikan dengan jumlah butir soal, sehingga 5 x 10 = 50. Jumlah Skor yang diharapkan adalah skor maksimal yang dikalikan dengan jumlah responden, sehingga 21 x 5 = 105. Perhitungan persentase kelayakan dari data pengguna admin dan Kecamatan yang menggunakan rumus . adalah sebagai berikut: Ocycycoycuycycuycaycyceycycycaycycn = . umlah x skor SS) . umlah x skor S) . umlah x skor KS) ( jumlah x skor TS) . umlah x skor STS) Ocskor=. Ocskor = 96 Ocycycoycuycycuycaycyceycycycaycycn Persentase Kelayakan = OcycycoycuycycycaycuyciyccycnEaycaycycaycyycoycaycu Persentase Kelayakan = x 100% Persentase Kelayakan = 91,42 % Total skor kelayakan dari data pengguna sejumlah 96 . ,42%) dari skor yang diharapkan yaitu 100. %). Berdasarkan kriteria pada tabel kelayakan, total skor tersebut termasuk dalam kategori sangat layak. Penyajian skala sesuai presentase total skor secara detail dapat digambarkan seperti tabel dibawah ini. Tabel 3. Kriteria Kelayakan Sistem KMS UMK Skor Dalam Kategori Kelayakan Persen (%) <21% Sangat Tidak Layak 21-40% Tidak Layak 41-60% Cukup Layak 61-80% Layak 81-100% Sangat Layak KESIMPULAN DAN SARAN Peneliti dapat menyimpulkan hasil penelitian tentang Implementasi Knowledge Management System Berbasis Website Pada Usaha Mikro Kecil Kecamatan Rowosari telah mencapai tujuan yang diinginkan. Dengan adanya Implementasi Knowledge Management System Berbasis Website pada Usaha Mikro Kecil di kecamatan Rowosari, dapat mempermudah pihak kecamatan dalam mengelola data UMKM yang ada di kecamatan Rowosari. Dengan adanya Implementasi Knowledge Management System Berbasis Website Pada Pelaku Usaha Mikro Kecil Kecamatan Rowosari, data UMKM yang tersimpan akan lebih lebih akurat karena dilengkapi dengan fitur lokasi yang terhubung langsung dengan Google Maps. Dengan Adanya Implementasi Knowledge Management System Berbasis Website Pada Usaha Mikro Kecil Kecamatan Rowosari, dapat mempermudah pihak Kecamatan dalam menyebarkan informasi pada pelaku UMKM Kecamatan Rowosari. DAFTAR PUSTAKA