JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) VOL 5. No. Mei 2025, pp. 79 - 88 p-ISSN : 2808Aa8786 . e-ISSN : 2798Aa1355 . http://journal. id/index. php/dinamika DOI : https://doi. org/10. 51903/dinamika. Pengaruh Green Accounting. Ukuran Perusahaan dan Leverage Terhadap Kinerja Keuangan Anatasya Nur Syafitri1. Dinar Riftiasari2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Bina Sarana Informatika. Jakarta. Indonesia Jl. Kramat Raya No. RT. 2/RW. Kwitang. Kec. Senen. Kota Jakarta Pusat. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Indonesia1,2 E-mail: anatasyafitri2@gmail. com1, dinar. drf@bsi. ARTICLE INFO Article history: Received 03 Maret 2025 Recived in revised form 20 Maret 2025 Accepted 01 April 2025 Available online 30 Mei 2025 ABSTRACT This study intends to evaluate the effect of Green Accounting. Company Size, and Leverage on Financial Performance. Companies engaged in manufacturing have an important role in the Indonesian economy and are one of the largest contributors to non-oil and gas GDP. The population in this study is from manufacturing companies engaged in food and beverages listed on the IDX for the 2019-2023 period. Green accounting focuses on environmental costs, company size uses the natural lagorithm of total assets and leverage using DER, while financial performance uses ROA. The research method applied is quantitative. The sampling procedure is Aupurposive samplingAy, which is the selection of ten companies based on predetermined criteria. The analysis methods used in this study include descriptive statistical tests, classical assumption tests, and multiple linear regression. This study uses secondary data sourced from financial The results show green accounting affects the company's financial performance with a significant value of 0. 012 and a regression coefficient of -88. company size does not affect the company's financial performance with a significant value of 0. 471 and a regression coefficient of 0. 378, and leverage has an influence on the company's financial performance with a significant value of 0. 034 and a regression coefficient Green accounting, company size, and leverage simultaneously affect the company's financial performance with a significant value of 0. Keywords: Green Accounting. Leverage. Financial Performance Company Size. Abstrak Penelitian ini bermaksud untuk mengevaluasi pengaruh dari Green Accounting. Ukuran Perusahaan, dan Leverage terhadap Kinerja Keuangan. Perusahaan yang bergerak dalam bidang manufaktur memiliki peranan penting dalam ekonomi Indonesia dan merupakan salah satu kontributor PDB nonmigas terbesar. Populasi dalam penelitian ini yaitu dari perusahaan manufaktur yang bergerak dibidang makanan dan minuman yang tercatat di BEI periode 2019-2023. Green accounting berfokus pada biaya lingkungan, ukuran perusahaan memakai lagoritma natural dari total aset dan leverage menggunakan DER, sedangkan kinerja Received 03 Maret, 2025. Revised 20 Maret, 2025. Accepted 01 April, 2025 p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 keuangan menggunakan ROA. Metode penelitian yang diterapkan adalah kuantitatif. Prosedur pengambilan sampel adalah Aupurposive samplingAy, yakni pemilihan sepuluh perusahaan berdasarkan kriterianya yang telah Metode analisis yang dipakai dalam studi ini mencakup uji statistik deskriptif, uji asumsi klasik, serta regresi linier berganda. Studi ini menggunakan data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan. Hasil menunjukkan green accounting memengaruhi kinerja keuangan perusahaan dengan nilai signifikan 0,012 dan koefisien regresi sebesar -88,769, ukuran perusahaan tidak memengaruhi kinerja keuangan perusahaan dengan nilai signifikan 0,471 dan koefisien regresi 0,378, dan leverage memiliki pengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan dengan nilai signifikan 0,034 dan koefisien regresi -4,273. Green accounting, ukuran perusahaan, dan leverage secara simultan berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan dengan nilai signifikan 0,001. Kata Kunci: Green Accounting. Ukuran Perusahaan. Leverage. Kinerja Keuangan PENDAHULUAN Perusahaan yang tidak mengelola sumber daya alam dan proses produksinya dengan efektif dapat menyebabkan masalah lingkungan, serta berdampak pada finansial perusahaan karena perusahaan harus mengeluarkan biaya untuk membenahi aktivitas tersebut. Salah satu metode untuk mengevaluasi performa sebuah perusahaan yaitu dengan mengamati apakah performa keuangan perusahaan itu baik atau tidak. Menurut Antari . performa keuangan sangat kursial bagi perusahaan sebab merupakan tolak ukur untuk mengevaluasi keberhasilan perusahaan dalam mendatangkan laba pada jangka waktu tertentu dan dengan demikian mengidentifikasi kesempatan, potensi pertumbuhan, dan kemajuan perusahaan . Perusahaan juga perlu berusaha menjaga lingkungan dengan melakukan pelaporan perusahaan, yang merupakan tanda untuk mengukur akuntansi lingkungan, menyampaikan informasi lingkungan, serta memasukkan biaya lingkungan dalam laporan tahunan dan laporan keuangan . Menurut Panggabean dan Deviarti . , sektor manufaktur adalah salah satu industri yang paling rumit dibandingkan dengan industri lainnya. Aktivitas perusahaan manufaktur dapat menyebabkan pencemaran lingkungan jika perusahaan tidak segera mengatasi isu limbah yang dihasilkan oleh aktivitas perusahaan tersebut . Akuntansi memiliki peran dalam upaya konservasi lingkungan, dengan menyampaikan biaya lingkungan yang disediakan oleh perusahaan dalam laporan keuangannya. Sistem akuntansi yang mencatat biaya lingkungan ini disebut Green Accounting. Dalam penelitian . menyatakan biaya yang dimasukkan dan dihitung dalam green accounting adalah biaya yang dihindari atau dikeluarkan oleh kegiatan operasional dan produksi suatu perusahaan yang terdampak pada lingkungan dan masyarakat sekitar perusahaan. Aspek lainnya yang bisa mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan ialah ukurannya. Ukuran perusahaan juga kursial untuk penyusunan laporan keuangan. Dalam konteks ini, ukuran perusahaan diukur berdasarkan total aset perusahaan. Aktiva perusahaan mencerminkan kewenangan dan tanggung jawab serta ekuitas perusahaan yang hendak memengaruhi pertumbuhan perusahaan . Faktor lainnya yang memengaruhi kinerja keuangan ialah tingkat utang . Leverage menggambarkan penggunaan utang yang berfungsi dalam usaha peningkatan performa keuangan, dengan leverage memungkinkan perusahaan yang mendanai dirinya melalui utang untuk memahami seberapa besar pinjaman yang diambil oleh perusahaan dapat memperbaiki performa keuangan perusahaan. Penelitian yang lalu telah menyelidiki pengaruh green accounting, ukuran perusahaan, dan leverage terhadap kinerja keuangan perusahaan yang ada di Indonesia. Hasil penelitian yang dilakukan oleh . membuktikan green accounting dan leverage tidak memiliki pengaruh atas kinerja keuangan dan ukuran perusahaan memengaruhi kinerja keuangan. Bertentangan dengan penelitian . , green accounting tidak memiliki hubungan atas kinerja keuangan, ukuran perusahaan memiliki pengaruh negatif dan leverage memiliki hubungan positif atas kinerja keuangan. TINJAUAN PUSTAKA Teori Legitimasi Menurut Yoehana menyatakan sekarang ini banyak perusahaan mulai menyadari bahwa kelangsungan bisnis sangat bergantung oleh ikatan yang baik dengan masyarakat umum dan lingkungan. Hal ini selaras dengan teori legitimasi yakni perusahaan memiliki ikatan sosial dengan masyarakat yang mengharuskan perusahaan menjalankan usaha sesuai dengan nilai-nilai keadilan dan memperhatikan kepentingan berbagai pihak . Green Accounting Green accounting merupakan sistem akuntansi yang memasukkan faktor lingkungan dalam laporan keuangan untuk menilai biaya lingkungan yang timbul akibat aktivitas operasional perusahaan . JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) Vol. No. Mei 2025, pp. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Ukuran Perusahaan Ukuran perusahaan terukur dari keseluruhan aktiva yang dimiliki oleh perusahaan. Perusahaan besar umumnya memiliki lebih banyak sumber daya untuk mengatasi risiko bisnis dibandingkan perusahaan kecil . Leverage Leverage diukur dengan rasio DER,yang menunjukkan proporsi pendanaan perusahaan yang berasal dari utang dibandingkan dengan ekuitas . Kinerja Keuangan Kinerja keuangan diukur menggunakan ROA, yang mencerminkan efisiensi perusahaan dalam mengatur asetnya untuk menghasilkan profit . Hipotesis Pengaruh Green Accounting Terhadap Kinerja Keuangan Green accounting adalah rancangan yang bertujuan untuk mengintegrasikan dampak lingkungan ke dalam praktik akuntansi perusahaan. Beberapa studi memberikan temuan yang bervariasi atau saling Penelitian . , menerangkan bahwa green accounting tidak mempengaruhi kinerja keuangan di sektor pertambangan yang tercatat di BEI periode 2019-2023. Penelitian lainnya, seperti studi oleh . menerangkan bahwa green accounting memengaruhi kinerja keuangan, terutama bila digabungkan dengan kinerja lingkungan. H01 : Green accounting tidak berpengaruh terhadap Kinerja keuangan Ha1 : Green accounting berpengaruh terhadap Kinerja keuangan Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Kinerja Keuangan Ukuran perusahaan sering dijadikan sebagai ukuran untuk menilai kinerja keuangan. Penelitian oleh . , menerangkan ukuran perusahaan tidak memengaruhi kinerja keuangan di sektor perbankan yang tercatat di BEI. Di sisi lain, . menemukan bahwa ukuran perusahaan mempengaruhi kinerja keuangan di sektor industri yang tercatat di BEI. H02 : Ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap Kinerja keuangan Ha2 : Ukuran perusahaan berpengaruh terhadap Kinerja keuangan Pengaruh Leverage Terhadap Kinerja Keuangan Leverage yang dinilai dengan rasio utang pada ekuitas merupakan salah satu keadaan krusial yang bisa memengaruhi kinerja keuangan suatu perusahaan. Penelitian oleh . menemukan bahwa leverage tidak memengaruhi kinerja keuangan perusahaan industri yang tercatat di BEI, ini menandakan bahwa efek rasio utang pada kinerja keuangan perusahaan tidak selalu konsisten. Namun, penelitian oleh . mengindikasikan bahwa leverage mempengaruhi kinerja keuangan, yang berarti perusahaan dengan rasio utang yang lebih tinggi umumnya mempunyai performa keuangan yang lebih efektif. H03 : Leverage tidak berpengaruh terhadap Kinerja keuangan Ha3 : Leverage berpengaruh terhadap Kinerja keuangan Pengaruh Green Accounting. Ukuran Perusahaan dan Leverage Terhadap Kinerja Keuangan Pengaruh simultan adalah pengaruh kombinasi beberapa variabel bebas terhadap variabel dependen. Beberapa studi menguji dampak green accounting, ukuran perusahaan, dan leverage terhadap kinerja keuangan secara simultan. Penelitian oleh . menemukan bahwa ketiga variabel tersebut mempengaruhi kinerja keuangan secara simultan. H04 : Green Accounting. Ukuran Perusahaan dan Leverage tidak berpengaruh terhadap Kinerja Keuangan Ha4 : Green Accounting. Ukuran Perusahaan dan Leverage berpengaruh terhadap Kinerja Keuangan Pengaruh Green Accounting. Ukuran Perusahaan dan Leverage Terhadap Kinerja Keuangan (Anatasya Nur Syafitr. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Kerangka Hipotesis Gambar 1. Hipotesis Penelitian Sumber: data olahan . METODOLOGI PENELITIAN Populasi dalam studi ini merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak dibidang makanan dan minuman yang tercatat di BEI periode 2019-2023, sebanyak 10 perusahaan. Metode penentuan sampel didasarkan pada purposive sampling dengan pertimbangan tertentu. Tabel 1. Kriteria Pengambilan Sampel Sumber: data olahan . Didapat sampel 50 data . x 5 tahu. Teknik Analisis Data Regresi linear berganda untuk mengevaluasi dampak variabel X1. X2, dan X3 terhadap Y. : Kinerja Keuangan : Konstanta : Koefisien Regresi : Unsur Gangguan . X1-X3 : Variabel Independen Variabel terikat Y yakni kinerja keuangan, serta variabel bebas terdiri atas X1 green accounting. X2 ukuran perusahaan, dan X3 leverage. Metode analisis yang diterapkan yaitu analisis regresi linear berganda dengan memanfaatkan SPSS 27. Data sekunder didapat dari website resmi setiap perusahaan dan Bursa Efek Indonesia . HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Statistik Deskriptif Nilai rata-rata, standar deviasi, nilai paling rendah, serta nilai paling tinggi digunakan untuk mengukur statistik deskriptif menggunakan skala rasio. Tabel 2. Uji Staristik Deskriptif Sumber: data olahan . JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) Vol. No. Mei 2025, pp. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Berdasarkan hasil analisis deskriptif distribusi data yang diperoleh peneliti adalah: Green Accounting mengindikasikan nilai rendah 0,00 dan nilai tinggi 0,09 dengan mean green accounting sejumlah 0,0144. Standar devisiasi data green accounting adalah 0,02150. Ukuran Perusahaan mengindikasikan nilai terendah 27,23 dan nilai tertinggi 32,86 dengan rata-rata ukuran perusahaan sejumlah 29,1880. Standar devisiasi data ukuran perusahaan adalah 1,52955. Leverage mengindikasikan nilai paling rendah 0,11 dan nilai paling tinggi 1,25 dengan mean leverage sejumlah 0,5034. Standar devisiasi data leverage adalah 0,33395. Kinerja Keuangan menunjukkan nilai terendah 3,67 dan nilai tertinggi 18,85 dengan rata-rata kinerja keuangan sejumlah 10,7930. Standar devisiasi data kinerja keuangan adalah 4,20368. Uji Normalitas Uji ini dipakai untuk memahami apakah data penelitian pada pola regresi, baik untuk variabel bebas maupun terikat, mengikuti distribusi normal . Tabel 3. Uji Kolmogorov-Smirnov Sumber: data olahan . Distribusi Asimptotik ditunjukkan dengan memakai uji Kolmogorov-Smirnov. Dengan tingkat signifikan 0,200. Karena data mengikuti distribusi normal dan ambang signifikan adalah 0,200 > 0,05, variabel penelitian dianggap tepat untuk digunakan. Sumber: Hasil data olahan . Gambar 2. P-Plot Karena titik-titik data diposisikan pada, dekat, dan sejajar dengan garis diagonal, grafik grafik normality probability plot (P-Plo. menunjukkan bahwa data mengikuti distribusi normal. Uji Multikolinearitas Pengujian ini untuk memahami apakah terdapat kaitan signifikan antar variabel bebas . Sebagai pedoman umum, nilai VIF yang kurang dari atau < 10 sedangkan toleransi lebih besar atau > 0,10 menunjukkan tidak adanya bukti multikolinearitas. Pengaruh Green Accounting. Ukuran Perusahaan dan Leverage Terhadap Kinerja Keuangan (Anatasya Nur Syafitr. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Tabel 4. Uji Multikolinieritas Sumber: data olahan . Dapat disimpulkan bahwa nilai VIF di bawah 10 dengan rentang nilai antara 1,734 hingga 2,558. Selain itu, kisaran nilai toleransi di atas 0,10 dengan rentang nilai antara 0,391 hingga 0,577. Artinya, tidak adanya Uji Heteroskedastisitas Pengujian dibuat untuk memahami apakah ada perbandingan varians residual antara 1 . obsevasi ke observasi lainnya dalam model regresi . Model yang homoskedastisitas atau tidak mengalami heteroskedastisitas, maka model tersebut dianggap berkualitas atau layak. Tabel 5. Uji Glejser Sumber: data olahan . Setiap variabel membuktikan bahwa nilai signifikan > 0,05 menurut uji heteroskedastisitas. Dapat dijelaskan, tidak mengalami heteroskedastisitas. Uji Autokorelasi Pengujian dibuat untuk memahami apakah galat residual periode t berhubungan dengan periode t-1. Autokorelasi menggambarkan keberadaan hubungan tersebut. Autokorelasi tidak ada dalam model regresi yang efektif . Salah satu cara untuk memeriksa autokorelasi yakni melalui uji DW, yang merupakan singkatan dari Durbin-Watson. Jika nilai dU kurang dari < DW kurang dari < 4-dU, tidak ada autokorelasi, dan hasil uji ditafsirkan berdasarkan nilai ini. Temuan dari uji autokorelasi: Tabel 6. Uji Autokorelasi Sumber: data olahan . Koefisien autokorelasi Durbin-Watson sebesar 2,171. Pada penelitian ini diperoleh dL = 1,420 sedangkan dU = 1,673. Nilai Durbin-Watson 1,673 < 2,171 < 2,326, sesuai dengan ketentuan. Disimpulkan, dalam pengujian ini tidak adanya gejala autokorelasi. Analisis Regresi Linear Berganda Mengamati seberapa kuat keterkaitan antara variabel bebas dan variabel terikat . JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) Vol. No. Mei 2025, pp. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Tabel 7. Analisis Linear Berganda Sumber: data olahan . Berikut interpretasi persamaan diatas: Green accounting, ukuran perusahaan, dan leverage semuanya memiliki nilai nol atau tetap konstan pada angka 3,200. Kinerja keuangan, secara rata-rata, bernilai 3. Peningkatan praktik green accounting sebanyak 1% akan menyebabkan penurunan kinerja keuangan ratarata yang sesuai sebanyak 88,769, menurut koefisien variabel tersebut, yaitu -88,769. Asalkan semua faktor lainnya tetap sama. Dengan nilai 0,378 untuk koefisien ukuran perusahaan, dapat melihat bahwa peningkatan ukuran perusahaan berkorelasi dengan kinerja keuangan yang lebih baik, dan sebaliknya. Peningkatan leverage sebanyak 1% akan menyebabkan penurunan kinerja keuangan sebanyak 4,273, menurut koefisien leverage, yaitu -4,273. Dengan asumsi semua hal lainnya tetap sama. Uji F (Simulta. Uji F dibuat untuk menentukan apakah ada pengaruh bersama . dari variabel bebas yang terdapat dalam pola terhadap variabel terikat . Dengan ambang batas signifikan ditetapkan pada 0,05. Tabel 8. Uji F Sumber: data olahan . Hasil menunjukkan angka Fhitung sebesar 8,588 dan angka signifikan sebesar kurang dari 0,001. Berdasarkan kriteria untuk membuat keputusan, jika ambang batas kurang dari 0,05 (Sig < 0,. hasilnya adalah signifikan. Dari tabel, tampak nilai signifikan (<0,. < 0,05. Keputusannya yaitu signifikan. Ini membuktikan secara simultan seluruh variabel bebas mempengaruhi variabel dependen, karena H04 ditolak dan Ha4 diterima. Nilai Fhitung adalah 8,588 dan nilai Ftabel adalah 2,81 dalam persamaan ini. Karena Fhitung . lebih besar dari Ftabel . , keputusan yang diambil adalah H04 ditolak dan Ha4 diterima. Seluruh variabel bebas secara simultan memengaruhi variabel dependen, seperti yang terlihat di atas. Uji T (Parsia. Uji t dibuat untuk membuktikan variabel independen dalam mendeskripsikan varians variabel dependen secara terpisah . Ambang batas signifikan = 5% . digunakan untuk melakukan uji t. Pengaruh Green Accounting. Ukuran Perusahaan dan Leverage Terhadap Kinerja Keuangan (Anatasya Nur Syafitr. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Tabel 9. Uji T Sumber: data olahan . Variabel Green Accounting diketahui angka thitung -2,617 dan angka signifikan 0,05. Maka thitung -2,617 lebih besar dari > ttabel 2,013 serta angka signifikan 0,012 < 0,05, dinyatakan Green Accounting secara parsial memiliki pengaruh terhadap Kinerja Keuangan. Kesimpulannya bahwa hipotesis ditolak dan hopitesis alternatif diterima. Variabel Ukuran Perusahaan diketahui angka thitung 0,728 dan angka signifikan 5%. Maka thitung 0,728 kurang dari < ttabel 2,013 serta angka signifikan 0,471 > 0,05, dinyatakan Ukuran Perusahaan secara parsial tidak memengaruhi Kinerja Keuangan. Kesimpulanya bahwa Hipotesis diterima dan Hipotesis alternatif Variabel Leverage diketahui angka thitung sebesar -2,183 dan signifikan 5%. Maka thitung -2,183 lebih besar dari > ttabel 2,013 serta angka signifikan 0,034 < 0,05, dinyatakan Leverage secara parsial memengaruhi Kinerja Keuangan. Kesimpulannya bahwa Hipoteisis ditolak dan Hipotesis alternatif diterima. Uji Koefisien Determinasi (RA) Uji ini dibuat untuk mengungkapkan sampai mana model bisa mendeskripsikan variasi dalam variabel terikat . Tabel 10. Uji Koefisien Determinasi (RA) Sumber: data olahan . Nilai Adjusted R Square yang disesuaikan, menurut data pada tabel tersebut yaitu 0,458. Hal ini menandakan bahwa faktor-faktor independen dalam model ini dapat mendeskripsikan 45,8% variabilitas dari variabel dependen, sedangkan variabel tambahan yang tidak disertakan dalam penelitian ini memengaruhi 54,2% sisanya. PEMBAHASAN Pengaruh Green Accounting terhadap Kinerja Keuangan Hasil pada uji t, angka thitung -2,617 dan angka signifikan 5%. Maka thitung -2,617 lebih besar dari > ttabel 2,013 dan angka signifikan 0,012 < 0,05, dinyatakan green accounting berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan. Kesimpulannya H01 ditolak dan Ha1 diterima. Hasil ini didukung . menemukan green accounting memengaruhi kinerja keuangan. Berkebalikan dengan . menemukan green accounting tidak memiliki pengaruh terhadap kinerja keuangan. Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Kinerja Keuangan Hasil pada uji t, angka thitung 0,728 dan angka signifikan 5%. Maka thitung 0,728 kurang dari < ttabel 2,013 dan angka signifikan 0,471 > 0,05, ditetapkan ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan. Kesimpulannya H02 diterima dan Ha2 ditolak. Hasil ini didukung . menemukan ukuran perusahaan tidak memengaruhi kinerja keuangan. Berkebalikan dengan . menemukan ukuran perusahaan memengaruhi kinerja keuangan. Pengaruh Leverage terhadap Kinerja Keuangan Hasil pada uji t, angka thitung -2,183 dan angka signifikan 5%. Maka thitung -2,183 lebih besar dari > ttabel 2,013 dan angka signifikan 0,034 < 0,05, menyatakan leverage berpengaruh signifikan terhadap kinerja Kesimpulannya H03 ditolak dan Ha3 diterima. Temuan ini didukung oleh penelitian . yang JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) Vol. No. Mei 2025, pp. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 menemukan leverage memengaruhi kinerja keuangan. Tapi studi ini berlawanan dengan . yang membuktikan bahwa leverage tidak memengaruhi kinerja keuangan. Pengaruh Green Accounting. Ukuran Perusahaan dan Leverage terhadap Kinerja Keuangan Hasil pada uji f, angka Fhitung 8,588 dan angka signifikan 5%. Maka Fhitung 8,588 lebih besar dari > Ftabel 2,81 dan angka signifikan <0,001 < 0,05, dinyatakan green accounting, ukuran perusahaan dan leverage secara bersama-sama . berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan. Kesimpulannya H04 ditolak dan Ha4 diterima. Hasil ini didukung . menemukan green accounting, ukuran perusahaan dan leverage secara simultan memengaruhi kinerja keuangan. KESIMPULAN DAN SARAN Dapat disimpulkan hasil dari green accounting dan leverage memngaruhi kinerja keuangan, ukuran perusahaan tidak memengaruhi kinerja keuangan, sedangkan secara bersama-sama . green accounting, ukuran perusahaan dan leverage memengaruhi kinerja keuangan. Berdasarkan temuan dari studi ini, saran yang diberikan yakni: Peneliti selanjutnya dapat memperluas variabel penelitian, seperti kebijakan dividen atau likuiditas Peneliti selanjutnya dapat memperpanjang periode penelitian untuk dipahami lebih baik pada dampak regulasi lingkungan terhadap laba perusahaan. Perusahaan perlu menyeimbangkan kebijkan lingkungan dengan efisiensi operasional agar tidak merugikan kinerja keunangan. Manajemen perlu mengelola struktur modal dengan lebih bijak untuk menghindari beban utang yang DAFTAR PUSTAKA