Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 116-129 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Pengaruh Pengembangan Karir. Kecerdasan Emosional. Dan Self Efficacy Terhadap Kinerja Karyawan Ardansyah Vian Aryana1. Sumartik Sumartik2. Rifdah Abadiyah3 1,2,3 Program Studi Manajemen. Fakultas Bisnis dan Hukum. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Indonesia Info Artikel _________________ Sejarah Artikel: Diterima: Januari, 2025 Disetujui:Februari, 2025 Dipublikasi: Maret, 2025 _________________ Kata kunci: Pengembangan Karir. Kecerdasan Emosional. Self Efficacy. Kinerja Karyawan. Logistik Keywords: Career Development. Emotional Intelligence. Self-Efficacy. Employee Logistics. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sekaligus menganalisis pengaruh pengembangan karir, kecerdasan emosional, dan self efficacy terhadap kinerja karyawan di PT. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi sejauh mana variabel-variabel tersebut berpengaruh. Pendekatan kuantitatif dipilih karena penelitian ini berfokus pada pengukuran hubungan antar variabel menggunakan data numerik dan analisis statistik. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 71 karyawan. Tehnik pengambilan dan pengumpulan data penelitian ini menggunakan kuesioner yang disebarkan melalui Google Form. Pertanyaan dalam kuesioner ini menggunakan skala Likert 1-5. Tehnik analisis data menggunakan software SmartPLS versi 4 SmartPLS (Partial Least Squares Structural Equation Modelin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengembangan Karir berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan. Kecerdasan Emosional berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan, dan Self efficacy berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan pada PT. ABSTRACT This research to determine and analyze the influence of career development, emotional intelligence, and self-efficacy on employee Sumartik performance at PT. This research uses a quantitative approach. The Email: aim is to identify the extent to which these variables influence. sumartik1@umsida. i quantitative approach was chosen because this research focuses on measuring relationships between variables using numerical data and statistical analysis. The population in this study was 71 employees. The technique for collecting and collecting data for this research uses a questionnaire distributed via Google Form. The questions in this questionnaire use a 1-5 Likert scale. Data analysis techniques use SmartPLS software version 4. SmartPLS (Partial Least Squares Structural Equation Modelin. The results of the research show that Career Development influences Employee Performance. Emotional Intelligence influences Employee Performance, and Self-efficacy influences Employee Performance at PT. A 2025 Ardansyah Vian Aryana. Sumartik Sumartik. Rifdah Abadiyah This is an open access article under the CC BY-SA 4. 0 license Corresponding Author: PENDAHULUAN Perusahaan ekspedisi memiliki peran penting dalam mendukung rantai pasok berbagai industri. Mereka bertanggung jawab dalam memastikan barang dapat sampai ke tujuan dengan tepat waktu dan dalam kondisi yang baik. Namun, di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, banyak perusahaan ekspedisi menghadapi tantangan signifikan terkait Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 116 | 129 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 116-129 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. kinerja karyawannya. Beberapa permasalahan umum yang sering dihadapi adalah rendahnya produktivitas, ketidaktepatan dalam penyelesaian tugas, efisiensi kerja yang kurang optimal serta kurangnya motivasi karyawan. Oleh karena itu perusahaan dituntut untuk selalu memberikan kinerja yang baik, perusahaan yang dinilai sehat dan memiliki kinerja yang baik akan terlihat dari sisi efisiensi, efektivitas, dan ekonomis (Sumekar et al. , 2. Kinerja yang baik merupakan salah satu sasaran dari setiap organisasi untuk dapat mencapai tujuan organisasi (Risma, 2. Dalam konteks PT. X, kinerja karyawan memainkan peran vital dalam memastikan kelancaran operasi, kepuasan pelanggan, dan peningkatan daya saing perusahaan. PT. sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang logistik di Indonesia, berupaya untuk terus meningkatkan kinerja karyawannya demi memenuhi kebutuhan pasar yang semakin Di tengah persaingan bisnis yang semakin dinamis dan kompleks, tantangan dalam mengelola kinerja karyawan menjadi isu yang sangat krusial, salah satu permasalahan utama yang dihadapi PT. X adalah ketidakefisienan dalam kinerja karyawan, yang berdampak pada penurunan produktivitas dan kualitas layanan. Tabel 1. Kinerja Karyawan PT. Kategori Pengembangan Karir Jumlah Karyawan Persentase 28,17% Kecerdasan Emosional 11,27% Self-Efficacy 11,27% Sumber data : PT. Dari 71 total karyawan pada PT. X, ada beberapa karyawan yang memerlukan pengembangan sesuai dengan kategori masing-masing. Ada kesenjangan antara program pengembangan karir yang tersedia dengan persepsi karyawan terhadap peluang peningkatan Banyak karyawan merasa bahwa jalur karir mereka tidak jelas, dan kesempatan untuk berkembang di dalam perusahaan terbatas, meskipun perusahaan telah menawarkan beberapa program pelatihan. Dalam pekerjaan logistik yang sering kali menuntut kemampuan multitasking dan menghadapi situasi stres, terdapat karyawan yang mengalami kesulitan mengelola emosi mereka, terutama saat menghadapi tekanan kerja. Kesenjangan ini terlihat pada beberapa karyawan yang menunjukkan penurunan kinerja saat beban kerja tinggi, dibandingkan dengan mereka yang mampu mengelola emosi dengan baik. Beberapa karyawan juga merasa tidak percaya diri dalam menyelesaikan tugas-tugas yang menantang. Hal ini terlihat dari rendahnya inisiatif dan kemampuan untuk menghadapi tantangan baru. sisi lain, ada karyawan yang memiliki tingkat self-efficacy tinggi dan secara konsisten menunjukkan performa yang lebih baik. Efisiensi menjadi salah satu indikator kinerja yang sangat penting, terutama dalam industri logistik yang dituntut untuk bergerak cepat dan tepat. Efisiensi mengacu pada kemampuan karyawan untuk menyelesaikan tugas-tugasnya dengan optimal dalam waktu yang tersedia, menggunakan sumber daya yang paling sedikit (Desiana, 2. Ketika efisiensi kerja rendah, karyawan cenderung memerlukan lebih banyak waktu dan upaya untuk menyelesaikan tugas, yang pada akhirnya meningkatkan biaya operasional dan menurunkan Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 117 | 129 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 116-129 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. kualitas layanan. Di PT. X, efisiensi kerja yang rendah dapat menghambat ketepatan waktu pengiriman, menimbulkan keterlambatan dalam proses dokumentasi, dan menyebabkan penurunan produktivitas secara keseluruhan. Pengembangan karir, kecerdasan emosional, dan self-efficacy memainkan peran penting dalam menghadapi permasalahan tersebut Pengembangan karir melibatkan berbagai upaya sistematis yang dilakukan oleh perusahaan untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan kemampuan karyawan melalui pelatihan, bimbingan, dan kesempatan untuk tumbuh dalam peran mereka (Sani & Annisa, 2. Program pengembangan karir yang efektif tidak hanya memfasilitasi karyawan untuk mencapai potensi maksimal mereka, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan motivasi dan kepuasan kerja. Ketika karyawan merasa bahwa mereka memiliki jalur yang jelas untuk berkembang dan memperoleh keterampilan baru, mereka cenderung lebih terlibat dan berkomitmen terhadap pekerjaan mereka. Hal ini dapat berdampak positif pada kinerja mereka, terutama dalam hal efisiensi kerja. Karyawan yang merasa dihargai dan didukung dalam perjalanan karir mereka lebih mungkin untuk bekerja dengan semangat dan produktivitas yang lebih tinggi. Penelitian (Fauzi et al. , 2. menunjukkan bahwa kecerdasan emosional yang tinggi membantu karyawan mengelola stres dan mempertahankan keseimbangan emosi, sehingga dapat bekerja lebih efektif dalam lingkungan yang dinamis. Kecerdasan emosional (EQ) memainkan peran krusial dalam menentukan kinerja karyawan di tempat kerja. Kecerdasan emosional mengacu pada kemampuan individu untuk mengenali, memahami, dan mengelola emosi diri sendiri serta emosi orang lain. Kemampuan untuk mengelola emosi secara efektif memungkinkan karyawan untuk menjaga keseimbangan emosional, mengurangi konflik dengan rekan kerja, dan meningkatkan kolaborasi tim. Selain itu, kecerdasan emosional berkontribusi pada pengambilan keputusan yang lebih baik dan penyelesaian masalah yang lebih efisien, karena individu dapat mempertimbangkan aspek emosional dalam setiap situasi. Dalam konteks ini, kecerdasan emosional yang tinggi berpotensi meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja, serta memperbaiki keseluruhan kinerja karyawan di perusahaan. Self-efficacy atau keyakinan diri terhadap kemampuan menyelesaikan tugas, juga berperan penting dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi karyawan, terutama dalam menghadapi tantangan teknologis (Sembiring, 2. Efikasi diri yang tinggi mempengaruhi bagaimana karyawan memandang tantangan dan mengatasi hambatan dalam pekerjaan Karyawan yang memiliki efikasi diri yang kuat cenderung lebih percaya diri dalam menghadapi tugas-tugas sulit dan berkomitmen untuk menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Mereka lebih mampu mengelola stres, tetap termotivasi, dan bekerja dengan lebih efisien. Sebaliknya, efikasi diri yang rendah dapat menyebabkan ketidakpastian dan kecemasan, yang mengarah pada penurunan produktivitas dan kualitas kerja. Penelitian menunjukkan bahwa karyawan yang yakin akan kemampuannya memiliki kecenderungan untuk mengambil inisiatif, beradaptasi dengan perubahan, dan menunjukkan performa yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang meragukan kemampuan diri sendiri. Oleh karena itu, efikasi diri tidak hanya mempengaruhi hasil kerja individu tetapi juga dapat berkontribusi pada peningkatan kinerja tim dan organisasi secara keseluruhan. Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 118 | 129 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 116-129 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Penelitian yang dilakukan dalam (Junita & Soesanto, 2. menunjukkan hasil bahwa pengembangan karir berpengaruh positif secara signifikan terhadap kinerja karyawan, sedangkan dalam penelitian (Larasati et al. , 2. menunjukkan hasil yang sebaliknya yakni berpengaruh negatif secara signifikan terhadap kinerja karjawan. Disamping itu, penelitian (Fauzi et al. , 2. menyatakan bahwa kecerdasan emosional memiliki pengaruh positif terhadap kinerja karyawan, namun dalam penelitian (Gowa, 2. menyatakan sebaliknya bahwa yakni berpengaruh negatif terhadap kinerja karyawan. Selanjutnya penelitian yang dilakukan (Yuliniar et al. , 2. menunjukkan hasil bahwa self-efficacy memiliki pengaruh positif terhadap kinerja karyawan, sedangkan menurut penelitian (Sembiring, 2. menunjukkan hasil yang negatif antara self efficacy terhadap kinerja karyawan. Meskipun banyak penelitian yang membahas masing-masing variabel tersebut, masih terdapat celah dalam memahami bagaimana variabel-variabel tersebut mempengaruhi kinerja Penelitian-penelitian sebelumnya cenderung mengkaji pengaruh satu variabel secara terpisah atau dalam konteks yang berbeda, tanpa memperhatikan interaksi antara variabel pengembangan karir, kecerdasan emosional, dan efikasi diri dalam industri logistik. Oleh karena itu, penelitian ini mencoba menjembatani gap dengan cara mengeksplorasi pengaruh gabungan antara pengembangan karir, kecerdasan emosional, dan self-efficacy terhadap kinerja karyawan dengan PT. X sebagai objek yang berlum pernah dibahas dalam penelitian sebelumnya. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah jenis penelitian yang berfokus pada pengukuran dan analisis data numerik untuk menguji hipotesis atau memahami hubungan antar variabel (Safitri & Hendra, 2. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi sejauh mana variabel-variabel seperti pengembangan karir, kecerdasan emosional, dan self efficacy mempengaruhi kinerja karyawan di PT. Pendekatan kuantitatif dipilih karena penelitian ini berfokus pada pengukuran hubungan antar variabel menggunakan data numerik dan analisis statistik. Penelitian ini dilakukan di PT. X yang berlokasi disekitar Surabaya. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan PT. X yang berjumlah 71 karyawan. Populasi adalah keseluruhan subjek yang menjadi objek penelitian (Kurniawati, 2. , mengingat jumlah populasi yang relatif kecil, penelitian ini menggunakan census sampling . ampling jenu. di mana seluruh populasi digunakan sebagai sampel penelitian (Niswara et al. , 2. Dengan metode ini, seluruh anggota populasi dijadikan sampel penelitian, sehingga tidak ada pengambilan sampel secara acak. Tehnik pengambilan dan pengumpulan data penelitian ini menggunakan kuesioner yang disebarkan melalui Google Form. Pertanyaan dalam kuesioner ini menggunakan skala Likert 1-5, di mana responden menilai sejauh mana mereka setuju atau tidak setuju dengan pernyataan yang diberikan, mulai dari 1 (Sangat Tidak Setuj. hingga 5 (Sangat Setuj. Skala Likert digunakan karena dapat memberikan kemudahan dalam mengukur sikap, pendapat, atau persepsi responden secara kuantitatif. Tehnik analisis data menggunakan software SmartPLS versi 4. SmartPLS (Partial Least Squares Structural Equation Modelin. adalah alat analisis statistik yang digunakan Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 119 | 129 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 116-129 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. untuk memodelkan hubungan antara variabel laten . ariabel yang tidak dapat diukur secara langsun. melalui pendekatan PLS-SEM. Analisis ini terdiri dari dua model yakni Outer Model (Validitas Konvergen. Validitas Diskriminan, dan Reliabilita. dan Inner Model (R-Square. Path Coefficien. Outer Model menguji validitas dan reliabilitas dari indikator-indikator yang mengukur variabel laten. Validitas memastikan bahwa indikator-indikator benar-benar mengukur konsep yang ingin diukur, sedangkan reliabilitas mengukur konsistensi hasil jika penelitian diulang. Inner Model menguji hubungan antar variabel laten, yaitu pengembangan karir, kecerdasan emosional, efikasi diri, dan kinerja karyawan. Pengembangan Karir (X. Kecerdasan Emosional (X. Kinerja Karyawan (Y) Self-Efficacy (X. Gambar 1. Kerangka Konseptual Hipotesis : H1 : Pengembangan Karir (X. berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan (Y) PT. H2 : Kecerdasan Emosional (X. berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan (Y) PT. H3 : Self-Efficacy (X. berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan (Y) PT. HASIL Uji Validitas Konvergen Uji Validitas Konvergen melakukan proses verifikasi kebenaran pernyataan kuesioner. Uji Validitas Konvergen dapat dilakukan pemeriksaan pada bagian Outer Loadings. Tabel 2. Hasil Outer Loadings X1. X1. X1. X1. X1. X2. X2. X2. X2. Pengembangan Karir Kecerdasan Self Emosional Efficacy Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index Kinerja Karyawan Ket 120 | 129 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 116-129 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. X2. X3. X3. X3. X3. X3. Sumber data : olah data Validitas konvergen diuji berdasarkan nilai Outer Loading, indikator dengan nilai Loading Factor serendah 0,5 masih dapat diterima apabila indikator tersebut tetap dianggap relevan terhadap konstruknya. (Sarstedt et al. , 2. Tabel 2. Outer Loadings berisi nilai dari masing-masing loading factor, dimana hasil tersebut menunjukkan tiap nilai loading factor-nya memenuhi syarat. Maka dapat disimpulkan bahwa semua pernyataan memiliki validitas konvergen yang baik. Uji Validitas Diskriminan Tabel 3. Hasil Cross Loadings Pengembangan Karir X1. X1. X1. X1. X1. X2. X2. X2. X2. X2. X3. X3. X3. X3. X3. Sumber data : olah data Kecerdasan Emosional Self Efficacy Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index Kinerja Karyawan 121 | 129 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 116-129 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Berdasarkan hasil cross loading menunjukkan bahwa setiap indikator memiliki nilai loading yang lebih tinggi pada konstruknya dibandingkan dengan konstruk lainnya. Pada variabel Pengembangan Karir (X. , indikator X1. 1 memiliki nilai loading tertinggi sebesar 0,695, yang lebih besar dibandingkan nilai pada konstruk lain. Indikator X2. 3 pada variabel Kecerdasan Emosional (X. mencatat nilai tertinggi sebesar 0,754 pada konstruk tersebut. Sementara itu, indikator X3. 4 pada variabel Self-Efficacy (X. memiliki nilai loading sebesar 0,743, yang juga paling tinggi pada konstruknya. Pada variabel Kinerja Karyawan (Y), indikator Y. 2 menunjukkan nilai loading terbesar sebesar 0,772 pada konstruk Y. Hasil ini menegaskan bahwa setiap indikator lebih merepresentasikan konstruknya sendiri, sehingga memenuhi kriteria validitas diskriminan. Uji Reliabilitas Tabel 4. Hasil Construct Reliability Dan Validity Kecerdasan Emosional Kinerja Karyawan Pengembangan Karir Self-Efficacy Cronbach's Composite . Note Reliable Reliable Reliable Reliable Sumber data : olah data Berdasarkan tabel 4. Hasil construct reliability dan validity. CA 0. 5 masih dianggap cukup untuk dilakukan penelitian. Pada model PLS-SEM, hal tersebut dapat dipertimbangkan karena Composite Reliability (CR) lebih direkomendasikan dibandingkan Cronbach's Alpha karena CR menghasilkan pengukuran yang lebih tepat dalam konteks model prediktif (Hair et , 2. Maka hasil tersebut dapat dinyatakan reliable. Uji R-Square Tabel 5. Hasil R-Square R-square R-square Kinerja Karyawan Sumber data : olah data Berdasarkan hasil uji R2 yang ditampilkan pada tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa variabel dependen, yaitu Kinerja (Y), memiliki nilai R2 > 0. Hal ini menunjukkan bahwa variabel dependen dapat dijelaskan oleh variabel independen. Nilai R2 untuk variabel Kinerja (Y) adalah 0,629 atau sebesar 62,9%, yang berarti bahwa variabel independen, yaitu Pengembangan Karir (X. Kecerdasan Emosional (X. , dan Self-Efficacy (X. , mampu menjelaskan variabel Kinerja (Y) sebesar 62,9%. Nilai ini termasuk dalam kategori moderat. Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 122 | 129 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 116-129 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. sementara sisanya, yaitu 37,1%, dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Uji Hipotesis Tabel 6. Path Coefficients Origin Sample Tstatistics P values Ket Pengembangan Karir -> Kinerja Diterima Karyawan Kecerdasan Emosional -> Diterima Kinerja Karyawan Self Efficacy -> Kinerja Diterima Karyawan Sumber data : olah data Berdasarkan hasil pengolahan data, penelitian ini telah menghasilkan temuan yang digunakan untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan. Pengujian hipotesis dilakukan dengan melihat nilai Koefisien Jalur. T-statistik, serta P-values yang diperoleh melalui proses perhitungan menggunakan teknik Bootstrapping pada SmartPLS. Hipotesis dianggap diterima apabila nilai P-values <0. Hasil Uji Statistik bisa dilihat pada tabel 6 bahwa hasil yang di peroleh nilai koefisien Pengembangan Karir terhadap Kinerja Karyawan sebesar 0. 292 dimana T-values sebesar 482 > T-tabel . dengan perolehan P-values sebesar 0. 013, hasil tersebut menunjukkan bahwa Pengembangan Karir berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Perolehan nilai koefisien Kecerdasan Emosional terhadap Kinerja Karyawan sebesar 0. dimana T-values sebesar 3. 352 > T-tabel . dengan perolehan P-values sebesar 0. dengan hasil tersebut menunjukkan bahwa Kecerdasan Emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Nilai koefisien Self-Efficacy terhadap Kinerja Karyawan juga menunjukkan hasil sebesar 0. 222 dimana T-values sebesar 2. 126 > T-tabel . dengan perolehan P-values sebesar 0. 034, sehinnga hasil tersebut juga menyatakan bahwa Self-Efficacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 123 | 129 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 116-129 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Gambar 2. Booststrapping Test Results PEMBAHASAN Pengaruh Pengembangan Karir terhadap Kinerja Karyawan Hasil analisis data menunjukkan bahwa pengembangan karir memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Pelatihan yang diberikan oleh perusahaan terbukti menjadi aspek pengembangan karir yang paling dominan dalam penelitian ini. Hasil angket menunjukkan bahwa responden merasa pelatihan yang diberikan perusahaan sangat membantu mereka dalam meningkatkan keterampilan kerja. Dampaknya terhadap kinerja karyawan terlihat pada efisiensi kerja yang meningkat. Sebagai contoh, setelah mengikuti program pelatihan yang diadakan oleh PT. X, karyawan menunjukkan peningkatan dalam produktivitas mereka, seperti dalam pencapaian target kerja yang lebih cepat dan lebih baik. Misalnya, dalam satu periode setelah pelatihan, beberapa divisi mengalami peningkatan efisiensi waktu kerja dibandingkan sebelumnya. Program pelatihan yang rutin diadakan oleh perusahaan terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi karyawan dan mendukung mereka untuk menyelesaikan tugas dengan lebih baik, yang pada gilirannya meningkatkan produktivitas keseluruhan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Mustaan & Hamdi, 2. dimana pada penelitian tersebut menyatakan bahwa variabel pengembangan karir secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Pengaruh Kecerdasan Emosional (EQ) terhadap Kinerja Karyawan Hasil analisis data menunjukkan bahwa kecerdasan emosional memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Indikator empati, yang merupakan kemampuan karyawan untuk memahami emosi rekan kerja atau atasan, menjadi aspek kecerdasan emosional yang paling dominan dalam penelitian ini. Hasil angket menunjukkan bahwa responden merasa kemampuan tersebut sangat membantu mereka dalam Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 124 | 129 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 116-129 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. menciptakan hubungan kerja yang lebih harmonis dan efektif. Dampaknya terhadap kinerja karyawan terlihat pada peningkatan efisiensi kerja. Dengan kemampuan untuk memahami emosi orang lain, karyawan dapat membangun komunikasi yang lebih baik, mengurangi potensi konflik, dan meningkatkan kerjasama di tempat kerja. Hal ini memungkinkan karyawan untuk bekerja lebih fokus dan efisien dalam mencapai target yang diberikan oleh perusahaan. Sebagai contoh, di PT. X, setelah program pengembangan kecerdasan emosional diterapkan, karyawan melaporkan penurunan jumlah konflik internal antar tim, yang berkontribusi pada peningkatan efisiensi dan penyelesaian tugas yang lebih cepat. Program ini membantu menciptakan lingkungan kerja yang lebih kondusif dan meningkatkan produktivitas karyawan secara signifikan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Fauzi et al. , 2. dimana pada penelitian tersebut menyatakan bahwa kecerdasan emosional memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Pengaruh Self-Efficacy terhadap Kinerja Karyawan Hasil analisis data menunjukkan bahwa self-efficacy memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Indikator penetapan tujuan, yang merupakan kemampuan karyawan untuk menetapkan tujuan yang jelas dan terukur, menjadi aspek efikasi diri yang paling dominan dalam penelitian ini. Hasil angket menunjukkan bahwa responden merasa bahwa penetapan tujuan yang tepat membantu mereka memberikan arahan yang jelas dan meningkatkan motivasi untuk mencapai hasil yang lebih baik. Dampaknya terhadap kinerja karyawan terlihat pada peningkatan efisiensi kerja. Dengan kemampuan untuk menetapkan tujuan yang terukur, karyawan dapat lebih fokus dalam pekerjaan mereka, mengurangi kebingungan, dan meningkatkan efisiensi dalam menyelesaikan tugas. Hal ini memungkinkan karyawan untuk lebih mudah mencapai target yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Sebagai contoh, di PT. X, setelah penerapan penetapan tujuan yang jelas dalam proses kerja, karyawan menunjukkan peningkatan efisiensi dalam mencapai target mingguan dibandingkan sebelum diterapkan. Pencapaian ini memperkuat peran penguatan efikasi diri dalam meningkatkan kinerja dan produktivitas organisasi secara keseluruhan. Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Yuliniar et al. , 2. dimana pada penelitian tersebut menyatakan bahwa selfefficacy memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. SIMPULAN Berdasarkan dari hasil pembahasan diatas, dapat disimpulkan bahwa pengembangan karir, kecerdasan emosional, dan self-efficacy memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan di PT. Nusatrans Anugerah Makmur. Secara keseluruhan, temuan ini memperkuat penelitian sebelumnya dan menunjukkan bahwa ketiga faktor tersebut merupakan elemen kunci dalam pengembangan sumber daya manusia untuk mendukung peningkatan kinerja organisasi. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti selanjutnya disarankan untuk memperluas ruang lingkup penelitian dengan menambah jumlah sampel atau mengaplikasikan model penelitian pada sektor industri yang berbeda untuk mendapatkan temuan yang lebih beragam. Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 125 | 129 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 116-129 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Selain itu, peneliti berikutnya juga dapat memasukkan variabel lain, seperti budaya organisasi atau motivasi kerja, yang mungkin memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan, guna memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan karyawan dalam organisasi. UCAPAN TERIMAKASIH Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada dosen pembimbing yang telah memberikan arahan, bimbingan, dan motivasi selama proses penyusunan artikel penelitian ini. Dukungan, masukan, serta ilmu yang diberikan sangat berarti bagi penulis dalam menyelesaikan tugas akhir ini. Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, khususnya Fakultas Bisnis. Hukum, dan Ilmu Sosial, yang telah memberikan fasilitas dan kesempatan bagi penulis untuk mengembangkan kemampuan akademik serta mendukung penyelesaian penelitian ini. Semoga segala bantuan dan dukungan yang diberikan mendapatkan balasan kebaikan yang berlimpah. DAFTAR PUSTAKA