Jurnal Visi Manajemen Vol. No. 3 September 2019 e-ISSN: 2528-2212. p-ISSN: 2303-3339. Hal 01-09 Pengaruh Komitmen Kerja. Softskill Dan Spritual Quotient Terhadap Profesionalisme Guru Di SMA Negeri 5 Bukittinggi Ahda Ahda Magister Manajemen STIE H Agus Salim. Bukittinggi Yulihasri Yulihasri Universitas Andalas Dona Amelia Magister Manajemen STIE H Agus Salim. Bukittinggi Korespondensi penulis : ahda_1975@yahoo. Abstrct. Teacher profession requires certain expertise and skills, where expertise and skills can be obtained from an education or special education training. The reality is that there are still many teachers who have met the qualifications and certified of educators, but their competence is still far from being expected to be able to produce students who have integrative abilities. The purpose of this study was to determine the effect of work commitment, soft skills and spiritual quotient on teacher professionalismat SMA Negeri 5 Bukittinggi in 2020. This type of research is quantitative research. The study was conducted at SMA 5 Bukittinggi. The study population was all teachers, 63 people. Data management in this study will use the smartPLS software. The results of the t statistic test were found to be 2,727greater than the T-table of 1. 999 with a p value of 0. 007 smaller The results of the t-statistic test were 3,629, greater than the T-table 1. with a p value of 0. 000 less than 0. The t-test results obtained by 3,629greater than the T-table 1. 999 with a p value of 0. 039smaller than 0. The demands of teacher professionalism in the modern era must be balanced with the provision of good competencies through various workshops, competency development and also trainings that are followed on an ongoing basis Keywords: work commitment, soft skills, spiritual quotient, teacher professionalism Abstrak. Profesi guru memerlukan keahlian dan keterampilan tertentu, di mana keahlian dan keterampilan tersebut di dapat dari suatu pendidikan atau pelatihan khusus Realitanya masih banyak guru yang telah memenuhi kualifikasi dan tersertifikasi pendidik, namun kompetensi yang dimiliki masih jauh dari harapan untuk mampu menghasilkan anak didik yang memiliki kemampuan integratif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh komitmen kerja, softskill dan spritual quotient terhadap profesionalisme guru di SMA Negeri 5 Bukittinggi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 5 Bukittinggi. Populasi penelitian ini adalah seluruh guru yaitu 63 orang. Pengelolaan data pada penelitian ini akan menggunakan Software smartPLS. Hasil uji t statistic didapatkan sebesar2,727 lebih besar dari T-table 1, 999 dengan nilai p value sebesar 0,007 lebih besar dari 0, 05. Hasil uji t statistic didapatkan sebesar3,629 lebih besar dari T-table 1, 999 dengan nilai p value Received Juli 20, 2019. Revised Agustus 15, 2019. Accepted September 04, 2019 * Ahda Ahda, ahda_1975@yahoo. Pengaruh Komitmen Kerja. Softskill Dan Spritual Quotient Terhadap Profesionalisme Guru Di SMA Negeri 5 Bukittinggi sebesar 0, 000 lebih kecil dari 0, 05. Hasil uji t statisticdidapatkan sebesar2,072 lebih besar dari T-table 1, 999 dengan nilai p value sebesar 0, 039lebih kecil dari 0, 05. Tuntutan profesionalisme guru di era modern mesti diimbangi dengan pembekalan kompetensi yang baik melalui berbagai workshop, pengembangan kompetensi dan juga pelatihanpelatihan yang diikuti secara berkesinambungan Kata kunci: Komitmen Kerja. Softskill. Spritual Quotient. Profesionalisme Guru LATAR BELAKANG Berdasarkan hasil pengamatan dan refleksi awal penelitian tentang berbagai upaya peningkatan profesionalisme guru telah dilakukan kepala SMA Negeri 5 Bukittinggi, diantaranya diwujudkan dengan meningkatkan profesionalisme guru melalui arahan dan motivasi kinerja guru dan pengembangan studi lanjut pendidikan ke jenjang lebih tinggi (S2, atau S. , pelatihan atau seminar, kelompok kerja atau diskusi kelompok guru seperti KKG, belajar mandiri . embaca, memanfaatkan fasilitas belajar disekolah perpustakaan dan laboratorium sertainterne. , pelatihan dari sekolah maupun luar sekolah, dan berdiskusi dengan rekan sejawat dan siswa yang dilakukan di sekolah maupun di luar sekolah. Kepala sekolah juga melakukan pembinaan manajemen pendidikan, peningkatan buku dan sarana belajar dalam rangka menciptakan kegiatan belajar mengajar agama yang bermutu, dan peningkatan partisipasi dari orang tua dan masyarakat terhadap perkembangan keagamaan anak melalui berbagai kegiatan keagamaan di sekolah. Hal ini mengindikasikan bahwa kepala sekolah telah merencanakan dan melaksanakan peningkatanprofesionalisme guru. SMA Negeri 5 Bukittingi memiliki banyak prestasi. Pada tahun 2015 memperoleh prestasi sebagai sekolah Adiwiyata Nasional, tahun 2017 kembali memperoleh prestasi juara 1 sebagai sekolah sehat se Sumatera Barat dan pada tahun 2019 memperoleh prestasi sebagai Pustaka terbaik nomor 5 nasional sekaligus sekolah Zonasi tahun 2019. Selain itu prestasi lainya seperti nilai Ujian Nasional cukup tinggi dan jumlah yang diterima di perguruan tinggi cukup banyak, pada tahun 2017 sebanyak 205 siswa yang diterima dan tahun 2018 meningkat menjadi 213 orang siswa yang diterima di perguan tingi negeri. Jurnal Visi Manajemen - VOLUME 5. NO. SEPTEMBER 2019 Jurnal Visi Manajemen Vol. No. 3 September 2019 e-ISSN: 2528-2212. p-ISSN: 2303-3339. Hal 01-09 Berbagai strategi peningkatan profesinalisme guru yang dilakukan belum menunjukkan hasil yang signifikan bagi profesionalisme guru di SMA Negeri 5 Bukittingi. Keadaan inilah yang melatar belakangi penelitian tentang bagaimana strategi kepala sekolah yang tepat dalam meningkatkan pofesionalisme guru. Berdasarkan dari latar belakang tersebut penulis merasa tertarik untuk mengadakan penelitian dengan mengambil judul Aupengaruh kepemimpinan kepala sekolah, budaya kerja dan komitmen kerja terhadap profesionalisme guru di SMA Negeri 5 Bukittinggi tahun 2020 Sesuai dengan pokok permasalahan yang telah diuraikan, tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis: Menguji dan menganalisis Diketahuinya komitmen kerja di SMA Negeri 5 Bukittinggi tahun 2020. Diketahuinya soft skill di SMA Negeri 5 Bukittinggi tahun 2020. Diketahuinya spritual quotient di SMA Negeri 5 Bukittinggi tahun 2020. Diketahuinya profesionalisme guru di SMA Negeri 5 Bukittinggi tahun 2020. Diketahuinya pengaruh komitmen kerja terhadap profesionalisme guru di SMA Negeri 5 Bukittinggi tahun 2020. Diketahuinya pengaruh soft skill terhadap profesionalisme guru di SMA Negeri 5 Bukittinggi tahun 2020. Diketahuinya pengaruh spritual quotient terhadap profesionalisme guru di SMA Negeri 5 Bukittinggi tahun 2020 METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Berdasarkan pola hubungannya, jenis penelitian ini adalah kuantitatif yang menjelaskan hubungan kausal antara variabel-variabel penelitian melalui pengujian hipotesa menggunakan analisis jalur Objek Penelitian Objek penelitian dalam penelitian ini adalah SMA Negeri 5 Bukittinggi Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari : Pengaruh Komitmen Kerja. Softskill Dan Spritual Quotient Terhadap Profesionalisme Guru Di SMA Negeri 5 Bukittinggi Data primer Data primer merupakan sumber data penelitian yang diperoleh secara langsung dari sumber asli. Data primer yang dipakai oleh peneliti dalam bentuk Kuisoner disebar dengan mendatangi calon responden, melihat apakah calon memenuhi persyaratan sebagai calon responden, lalu menanyakan kesediaan untuk mengisi kuisioner. Data sekunder Data sekunder yaitu data yang diperoleh melalui studi keperpustakaan dengan mempelajari literature, karya-karya ilmiah, buku-buku yang terkait dengan penelitian yang akan dilakukan. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi dalam penelitian guru SMA Negeri 5 Bukittinggi yang berjumlah 65 orang . umber: struktur organisasi Kantor Kecamatan Lamposi Tigo nagori Kota Payakumbu. Cara pengambilan sampel dilakukan dengan totalsampling. Teknik penelitian pengambilan sampel ini dipakai dikarenakan jumlah sampel yang kurang dari 100, maka jumlah sampel yang diambil adalah 65 orang. Teknik Analisa Data Analisis data merupakan menguraikan keseluruhan menjadi komponen yang lebih kecil untuk mengetahui komponen yang dominan, membandingkan antara komponen yang satu dengan komponen lainnya, dan membandingkan salah satu atau beberapa komponen dengan keseluruhan. Teknik analisis data digunakan untuk menjawab rumusan masalah atau menguji hipotesis yang telah dirumuskan. Pengelolaan data pada penelitian ini akan menggunakan Software smartPLS 3. 7 (Sugiyono, 2. Jurnal Visi Manajemen - VOLUME 5. NO. SEPTEMBER 2019 Jurnal Visi Manajemen Vol. No. 3 September 2019 e-ISSN: 2528-2212. p-ISSN: 2303-3339. Hal 01-09 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN H 1. Pengaruh Komitmen kerja terhadap profesionalisme guru pada SMA Negeri 5 Bukittinggi Berdasarkan Tabel 4. 24, dapat dilihat bahwa Nilai original sample sebesar 0, 119 . menunjukanKomitmen profesionalisme guru. Semakin baik Komitmen kerja pegawaimaka profesionalisme guru akan meningkat. Nilai sample mean sebesar 0, 111 menunjukkan besarnyapengaruh Komitmen kerja kerja terhadap profesionalisme guru. Setiap peningkatan komitmen kerja sebesar 1 satuan, maka akan meningkatkan profesionalisme guru sebesar 0, 111 satuan. Hasil uji t statistic dengan tingkat kepercayaan 95% dan pada taraf signifikansi pada alpha 5% didapatkan sebesar2,727 lebih besardari T-table 1, 999 dengan nilai p value sebesar 0,007 lebih kecil dari 0, 05. Hasil ini menunjukkan pengaruh Komitmen kerja terhadap profesionalisme guru signifikan sehingga dengan demikian dapat disimpulkan hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa komitmen kerja berpengaruh signifikan terhadap profesionalisme guruditerima. Komitmen profesional menunjukkan suatu keadaan dimana seorang karyawan mempunyai nilai dan tujuan yang sama dengan pekerjaan atau profesi yang dijalaninya, melakukan keterlibatan dalam pencapaian tujuan profesi serta berniat memelihara keanggotaan dalam asosiasi profesi. Profesionalisme dan komitmen organisasional memiliki hubungan positif dan saling terkait artinya jika profesionalisme meningkat maka komitmen terhadap organisasi juga meningkat. Akan tetapi hal sebaliknya dalam penelitia lain jugaditemukan tidak ada hubungan antara profesionalisme dan komitment organisasi, sehingga dalam hal ini profesionalisme seorang karyawan bisa lebih dominan dipengaruhi oleh berbagai faktor. H 2. Pengaruh Soft skill terhadap profesionalisme guru pada SMA Negeri 5 Bukittinggi Berdasarkan Tabel 4. 24, dapat dilihat bahwa Nilai original sample sebesar 0, 710 . menunjukanSoft skill memiliki hubungan positif terhadap profesionalisme guru. Semakin hebat Soft skill yang dimiliki pegawaimaka profesionalisme guru akan Nilai sample mean sebesar 0, 111 menunjukkan besarnyapengaruh Soft skill terhadap profesionalisme guru. Setiap peningkatan Soft skill sebesar 1 satuan, maka akan meningkatkan profesionalisme guru sebesar 0, 370 satuan. Pengaruh Komitmen Kerja. Softskill Dan Spritual Quotient Terhadap Profesionalisme Guru Di SMA Negeri 5 Bukittinggi Hasil uji t statistic dengan tingkat kepercayaan 95% dan pada taraf signifikansi pada alpha 5% didapatkan sebesar3,629 lebihbesardari T-table 1, 999 dengan nilai p value sebesar 0, 000 lebih kecil dari 0, 05. Hasil ini menunjukkan pengaruh Soft skill terhadap profesionalisme guru signifikan sehingga dengan demikian dapat disimpulkan hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa Soft skill berpengaruh signifikan terhadap profesionalisme guru diterima. Disamping hard skill . eterampilan mengaja. , diperlukan soft skills untuk memantapkan kesiapan menjadi guru yang profesional berkarakter. Sehingga keterampilan mengajar dan soft skills secara bersama-sama berpengaruh terhadap kesiapan guru SLTA. Soft skills juga memberikan pengaruh positif terhadap kesiapan menjadi guru. Soft skills menunjang kemampuan mengajar juga memberikan pengaruh positif terhadap profesionalisme guru dalam bidang penguasaan kompetensi-kompetensi Oleh karena itu, selain harus meningkatkan kemampuan hard skill, seorang pengajar juga harus meningkatkan soft skills yang dimilikinya. H 3. Pengaruh Spritual Quotient terhadap profesionalisme guru pada SMA Negeri 5 Bukittinggi Berdasarkan Tabel 4. 24, dapat dilihat bahwa Nilai original sample sebesar 0, 001 . menunjukanSpritual Quotient profesionalisme guru. Semakin baik Spritual Quotient maka profesionalisme guru akan Nilai sample mean sebesar 0, 017 menunjukkan besarnyapengaruh spiritual quotient terhadap profesionalisme guru. Setiap peningkatan spiritual quotient sebesar 1 satuan, maka akan meningkatkan profesionalisme guru sebesar 0, 017 satuan. Hasil uji t statistic dengan tingkat kepercayaan 95% dan pada taraf signifikansi pada alpha 5% didapatkan sebesar2,072 lebihbesardari T-table 1, 999 dengan nilai p value sebesar 0,039 lebih kecil dari 0, 05. Hasil ini menunjukkan pengaruh spiritual quotient terhadap profesionalisme guru signifikan sehingga dengan demikian dapat disimpulkan hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa spiritual quotient berpengaruh signifikan terhadap profesionalisme guru diterima. Jurnal Visi Manajemen - VOLUME 5. NO. SEPTEMBER 2019 Jurnal Visi Manajemen Vol. No. 3 September 2019 e-ISSN: 2528-2212. p-ISSN: 2303-3339. Hal 01-09 Indikator kecerdasan spiritual adalah Kemampuan bersikap fleksibel. Memiliki tingkat kesadaran yang tinggi. Kemampuan untuk menghadapi dan memanfaatkan penderitaan. Kemampuan untuk menghadapi dan melampaui rasa sakit. Kualitas hidup yang diilhami oleh visi dan nilai-nilai. Keengganan untuk menglami kerugian yang tidak perlu. Kemampuan untuk melihat keterkaitan berbagai hal. Memiliki kecenderungan untuk bertanya AumengapaAy atau Aubagaimana jikaAy dalam rangka mencari jawaban yang benar. Memiliki kemampuan untuk bekerja mandiri. Kemampuan-kemampuan tersebut akan meningkatkan profesionalime seseorang terhadap apa yang dilakukanya dalam hal ini termasuk pula guru KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa Hasil uji t statisticdidapatkan sebesar2,727 lebihbesardari T-table 1, 999 dengan nilai p value sebesar 0,007 lebih kecil dari 0, 05. Hasil ini menunjukkan pengaruh Komitmen kerja terhadap profesionalisme guru tidak signifikan. Kemudian Hasil uji t statisticdidapatkan sebesar6, 901 lebihbesardari T-table 1, 999 dengan nilai p value sebesar 0, 000 lebih kecil dari 0, 05. Hasil ini menunjukkan pengaruh Soft skill terhadap profesionalisme guru signifikan terkahir Hasil uji t statisticdidapatkan sebesar2,072 lebihbesardari T-table 1, 999 dengan nilai p value sebesar 0,039 lebih kecil dari 0, 05. Hasil ini menunjukkan pengaruh spiritual quotient terhadap profesionalisme guru Saran dari penelitian ini Tuntutan profesionalisme guru di era modern mesti diimbangi dengan pembekalan kompetensi yang baik melalui berbagai workshop, pengembangan kompetensi dan juga pelatihan-pelatihan yang diikuti secara berkesinambungan Pengaruh Komitmen Kerja. Softskill Dan Spritual Quotient Terhadap Profesionalisme Guru Di SMA Negeri 5 Bukittinggi DAFTAR PUSTAKA