WARTA LPM. Vol. No. Maret 2026, pp. 34Ae43 pAaISSN: 1410Aa9344. eAaISSN: 2549Aa5631 DOI: https://doi. org/10. 23917/warta. Building the Muhammadiyah Association News Portal in Malang City through Journalism Collaborative Anang Sujoko* . Mega Annisa Insidenta Nuril Huda. Ainun Qisthi Rosyidah. Desi Dwi Prianti Department of Communication Sciences. Universitas Brawijaya. Malang. Indonesia Email: anangsujoko@ub. Abstract Article Info Received: 15/07/2025 Revised: 04/12/2025 Accepted: 11/02/2026 Published: 20/03/2026 Keywords: aeration technology. domestic wastewater. jet bubble Copyrights A Author. This work is licensed under a Creative Commons AttributionAaNonCommercial 4. International License (CC BYAaNC All writings published in this journal are personal views of the author and do not represent the views of this journal and the authorAos af iliated institutions. This article examines the development of Tunasmalang. id as a local news portal intended to strengthen MuhammadiyahAos public communication ecosystem in Malang City. The program aims to enhance the portalAos journalistic capacity through the implementation of collaborative journalism, addressing key challenges such as limited human resources and the absence of professional newsAaproduction skills. Using a participatory approach, the initiative involved newsroom mentoring and the integration of student interns to support reporting processes. The program resulted in measurable improvements in productivity and content diversity, with 115 news articles published over three months across education, socioAaeconomic issues, health, and STEM These outcomes indicate a more structured and consistent news work low. The indings highlight the potential of collaborative journalism to strengthen MuhammadiyahAos local media by improving content quality, expanding audience engagement, and positioning Tunasmalang. id as an inclusive public information platform. Membangun Portal Berita Persyarikatan Muhammadiyah Kota Malang melalui Journalism Collaborative Abstrak Kata Kunci: aerasi. gelembung pancaran. Artikel ini mengkaji pengembangan Tunasmalang. id sebagai portal berita lokal yang bertujuan memperkuat ekosistem komunikasi publik Muhammadiyah di Kota Malang. Program ini berfokus pada peningkatan kapasitas jurnalistik melalui penerapan collaborative journalism, sebagai respons atas keterbatasan sumber daya manusia dan minimnya keterampilan produksi berita profesional. Dengan pendekatan partisipatif, kegiatan mencakup pendampingan redaksi serta pelibatan mahasiswa magang dalam proses peliputan. Hasilnya menunjukkan peningkatan signi ikan dalam produktivitas dan keragaman konten, tercermin dari 115 artikel yang terbit dalam tiga bulan dengan topik pendidikan, sosialAaekonomi, kesehatan, hingga STEM. Temuan ini menunjukkan alur kerja pemberitaan yang lebih terstruktur dan konsisten. Implikasinya, collaborative journalism berkontribusi pada penguatan jurnalisme lokal Muhammadiyah melalui peningkatan kualitas konten, perluasan jangkauan pembaca, dan penguatan fungsi Tunasmalang. id sebagai media informasi publik yang inklusif. PENDAHULUAN Internet telah mendorong transformasi besar dalam pola komunikasi dan distribusi informasi, ditandai dengan meningkatnya akses masyarakat terhadap layanan digital. Pada 2024, jumlah pengguna internet Indonesia mencapai 221,5 juta jiwa dengan penetrasi 79,5%, menunjukkan berkembangnya kebutuhan publik terhadap sumber informasi cepat dan kredibel. Kemudahan akses ini mengubah cara masyarakat berinteraksi dan mengonsumsi berita, sekaligus memperkuat posisi portal media online sebagai infrastruktur informasi penting di era digital (Chu, 2013. APJII, 2. Dalam konteks tersebut, jurnalisme lokal memainkan peran strategis karena kedekatannya dengan komunitas dan kemampuannya menampilkan isuAaisu yang jarang terakomodasi oleh media arus utama (Radcliffe, 2. Namun, berbagai studi menunjukkan bahwa jurnalisme lokal menghadapi tekanan adaptasi di tengah disrupsi digital, mulai dari keterbatasan sumber daya, ketidakpastian model bisnis, hingga tuntutan inovasi konten (Handayani, 2021. Nielsen, 2. Meskipun demikian, digitalisasi juga membuka peluang bagi media lokal untuk mengembangkan format naratif baru dan memperluas jangkauan audiens (Garcyavilys et al. , 2018. Newman. Perubahan ini turut mempengaruhi organisasi keagamaan, termasuk Muhammadiyah, yang kini memanfaatkan media digital untuk memperluas dakwah dan komunikasi publik (Purnamasari & Thoriq, 2. Di Kota Malang. Pimpinan Daerah Muhammadiyah merespons kebutuhan tersebut melalui peluncuran portal berita Tunasmalang. id, yang diharapkan tidak hanya menyebarkan informasi Persyarikatan tetapi juga menjadi jembatan informasi publik bagi masyarakat luas. Namun, potensi tersebut belum berjalan optimal. Analisis awal menunjukkan bahwa Tunasmalang. id menghadapi sejumlah kendala mendasar, antara lain: . produktivitas berita yang rendah ratarata hanya 3Ae5 artikel per minggu sebelum program pendampingan. ketergantungan pada kontributor internal yang terbatas, dengan kurang dari lima penulis aktif. tidak adanya jadwal penerbitan yang konsisten. performa portal yang belum kompetitif, tercermin dari traf ic bulanan yang relatif rendah . isalnya hanya 1. 200Ae1. 800 pengunjung per bulan, data internal redaks. Kondisi ini berdampak pada rendahnya engagement pembaca dan terbatasnya representasi isuAaisu masyarakat Kota Malang. Kesenjangan antara potensi Tunasmalang. id sebagai media komunikasi publik dan kondisi aktualnya yang belum terkelola secara profesional inilah yang menjadi dasar perlunya intervensi strategis. Optimalisasi dapat dilakukan melalui penerapan collaborative journalism, sebuah pendekatan yang memungkinkan kolaborasi sumber daya, berbagi konten, dan penguatan praktik produksi berita lintas individu maupun organisasi (Bryant, 2020. Stonbely, 2. Pendekatan ini terbukti efektif meningkatkan produktivitas dan keberagaman konten pada media lokal di berbagai konteks (Mesquita & deAaLimaSantos, 2. Penjelasan journalism collaborative diatas sangat erat kaitannya dengan praktikAapraktik jurnalistik yang ada di tingkat mikro dari organisasi media. Sementara di tingkat makro, journalism collaborative berperan dalam bentuk kolaborasi antara sumber daya, ruang berita, dan organisasi media yang lain. Hal inilah yang juga diterapkan dalam pengabdian ini. Pengabdian masyarakat ini diimplementasikan melalui programAaprogram kegiatan sebagai bentuk solusi atas permasalahan portal Tunasmalang. id, dengan tujuan agar pengelolaan portal Tunasmalang. memiliki kualitas lebih baik dan memiliki cakupan dalam produktivitas pemberitaannya. Peserta pelatihan adalah tim media Tunasmalang. id yang memiliki permasalahan dalam hal produksi berita. Permasalahan tersebut antara lain kurangnya sumber daya manusia yang dimiliki, dan belum adanya transfer pengetahuan secara profesional di ruang produksi berita tersebut. Program pengabdian masyarakat ini kemudian dirancang untuk mengatasi persoalan tersebut melalui pelatihan, pendampingan redaksi, dan keterlibatan mahasiswa magang sebagai mitra produksi berita. Inisiatif ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas SDM Tunasmalang. id, tetapi juga memperkuat fondasi jurnalisme lokal Muhammadiyah di Kota Malang secara berkelanjutan. WARTA LPM. Vol. No. Maret 2026 | 35 METODE Metode yang digunakan pada pengabdian masyarakat ini adalah metode partisipatoris. Menurut (Flanagan, 2. metode partisipatoris adalah metode yang berfokus pada pemberdayaan grassroot atau bersifat bottom Metode ini mampu memberikan dampak kemandirian kepada kelompok sasaran untuk menyelesaikan masalah dan mencapai tujuan secara kolektif. Pada optimalisasi portal media Tunasmalang. id, implementasi metode partisipatoris yakni kegiatan workshop pelatihan journalism collaborative yang bertujuan untuk transfer pengetahuan tentang jurnalistik dari praktisi. Adapun instruktur dalam kegiatan workshop ini adalah Ketua Tim Pengabdian yang memiliki kepakaran di bidang media dan komunikasi. Selain itu, kegiatan workshop juga dihadiri oleh ketua redaksi Tunasmalang. id yang memberikan materi tentang pro il portal media tersebut dan manajemen Materi workshop pelatihan journalism collaborative meliputi: Tabel 1. Materi dan Capaian Workshop Pelatihan Journalism Collaborative No. Materi Capaian Content Sharing Content Distribution Coordinated Coverage Joint Reporting Paralel Reporting Source Refferal Shared Reporter Join Event Hosting Berbagi foto, audio, video, atau konten lainnya Aa dalam bentuk ruang redaksi yang terintegrasi di antara para Konten harus selalu digunakan dengan cara yang disepakati bersama mengenai atribusi dan penautan kembali. Berbagi konten dengan ruang redaksi lain untuk dipublikasikan di platform mereka. Untuk media kecil dan lokal, ini adalah cara untuk menampilkan cerita kepada khalayak yang lebih luas. Meliput cerita besar melalui kolaborasi sumber daya antara para mitra yang dikerahkan dengan baik. Mengkoordinasikan peliputan di seluruh redaksi untuk peliputan pakar secara menyeluruh dan tetap mempertahankan perspektif lokal merupakan bentuk kolaborasi yang berdampak besar. Reporter dari redaksi berbeda bekerja sama dalam produk akhir yang sama. Hal ini mengarah pada berita yang mencerminkan pengetahuan yang lebih mendalam dan sumber yang lebih luas dan beragam yang disumbangkan oleh setiap reporter Setiap mitra berkontribusi pada sebuah cerita secara Laporan ini bersifat terpisah karena meskipun para mitra mengerjakan berita yang sama, mereka mengerjakan keluaran yang berbeda. Keahlian reporter yang dapat diandalkan untuk keahlian kebijakan, konteks, dan pemeriksaan realitas. Membantu sesama reporter untuk menghubungkan mereka ke sumber berkualitas adalah bentuk kolaborasi yang berbiaya rendah. Menggabungkan sumber daya untuk mendanai biaya reporter untuk topik atau lokasi tertentu. Hanya sedikit redaksi kecil yang mampu membayar koresponden mereka sendiri di lokasi lain. Beberapa ruang redaksi merencanakan dan mengelola berita pada suatu kegiatan. Ini adalah area di mana berbagai operasi media di komunitas yang sama mempunyai peluang untuk bersinar dengan bersatu untuk memberikan tingkat liputan yang lebih baik kepada khalayaknya melalui pembuatan acara berita di komunitas. Dalam melaksanakan kegiatan journalism collaborative. PDM Kota bertindak sebagai mitra strategis dari program pengabdian masyarakat ini. Mitra PDM Kota Malang dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini berperan sebagai berikut, pertama, mengorganisir pengurus inti Tunasmalang. id untuk kegiatan pengabdian masyarakat (FGD dan Workshop pelatiha. , adapun jumlah peserta pelatihan ini sebanyak 15 orang yang terdiri dari tim media dan kader PDM Kota Malang. Kedua, menyediakan ruang/tempat pelaksanaan FGD dan Workshop WARTA LPM. Vol. No. Maret 2026 | 36 pelatihan journalism collaborative. Ketiga, ikut dalam penyusunan materi pelatihan journalism collaborative untuk optimalisasi portal berita Tunasmalang. id sebagai media komunikasi publik PDM Kota Malang. Keempat. Mengorganisir keperluan logistik dalam kegiatan workshop pelatihan journalism collaborative. Melalui peran yang diambil oleh PDM Kota Malang tersebut maka diharapkan kolaborasi strategis dalam journalism collaborative mampu menghasilkan karyakarya jurnalistik yang berkualitas dan relevan dengan realitas pemberitaan di Kota Malang. Secara berkala dilaksanakan evaluasi dan monitoring untuk mengetahui apa yang perlu diperbaiki dan dimaksimalkan. Datadata yang didapatkan dari website dan hasil evaluasi akan menjadi bahan analisis untuk menunjang Tunasmalang. id lebih masif dan berkembang. Untuk mendukung kerangka berpikir dari metodeAametode pelaksanaan kegiatan pengabdian, maka disajikan ilustrasi metode pelaksanaan sebagai berikut: Gambar 1. Ilustrasi Metode Pelaksanaan Selain metode pelaksanaan terdapat evaluasi dan monitoring dalam setiap tahapan pelaksanaannya. Evaluasi dilakukan melalui tiga instrumen: PreAepost assessment kompetensi peserta, mencakup kemampuan menulis berita, teknik wawancara, veri ikasi informasi, dan penggunaan pedoman collaborative journalism. Contoh indikator: ketepatan struktur 5W 1H, kedalaman narasi, jumlah narasumber, kecepatan produksi naskah. Ratarata peningkatan kompetensi peserta diperoleh melalui penilaian rubrik . kala 1Ae. Indikator kinerja redaksi, meliputi: jumlah berita terbit per bulan, keberagaman rubrik/topik, turnaround time dari liputan ke publikasi, konsistensi jadwal unggah. Monitoring website analytics, yang mencakup: peningkatan jumlah kunjungan, waktu baca . eading duratio. , interaksi pengguna . omentar, shar. , kontribusi konten dari reporter magang maupun kontributor ranting. Hasil evaluasi digunakan dalam sesi re leksi bersama untuk menentukan aspek yang harus diperbaiki, menyesuaikan kebutuhan redaksi, dan mengembangkan rencana tindak lanjut. Data yang dihasilkan dari monitoring selama program berjalan menjadi dasar analisis efektivitas intervensi serta rekomendasi pengembangan Tunasmalang. id ke depan. WARTA LPM. Vol. No. Maret 2026 | 37 HASIL DAN PEMBAHASAN Tunasmalang. id merupakan portal berita yang berada di bawah pengelolaan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Malang. Portal berita yang berada di bawah pengelolaan lembaga keagamaan ini bukan sekedar menjadi portal informasi berita, tetapi sekaligus menjadi media komunikasi publik bagi lembaga yang menaunginya. Keberadaan portal berita Tunasmalang. id pun dapat menjadi media komunikasi publik untuk penguatan institusional branding dari lembaga PDM Kota Malang. Sehingga, diperlukan adanya upaya peningkatan dalam praktik jurnalistik dan kerjasama dari berbagai elemen. 1 Pelatihan journalism collaborative untuk mahasiswa magang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk program magang yang bekerja sama dengan mahasiswa Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya. Program magang ini melibatkan 4 mahasiswa Vokasi yang terdiri dari jurusan sistem informasi, teknik informasi, dan bisnis digital. Program magang ini menjadi jembatan permasalahan kurangnya SDM yang mengelola portal media Tunasmalang. Mahasiswa magang tersebut mengimplementasikan jurnalisme kolaboratif, dimulai dengan content sharing, content distribution, coordinated coverage, joint reporting, paralel reporting, source refferal, shared reporter, joint event hosting. Gambar 2. Pemaparan Pemateri pada Pelatihan collaborative journalisme, 25 September 2024. Pelatihan journalism collaborative difokuskan untuk meningkatkan kemampuan kerjasama dalam memproduksi dan mendistribusikan pemberitaan di media masingAamasing. Pelatihan journalism collaborative meliputi sisi kognitif pemahaman, serta sisi psikomotorik untuk kemampuan para peserta dalam menerapkan journalism collaborative. Secara teoritis, pelatihan journalism collaborative akan didasarkan mekanisme praktiknya berdasarkan pedoman yang ditawarkan oleh (Bryant, 2. yang meliputi: pertama. Content Sharing, pada prakteknya content sharing dilakukan dengan berbagi konten dengan cara yang disepakati bersama mengenai atribusi dan penautan kembali, biasanya dilakukan dalam bentuk ruang redaksi yang berbagi konten dengan ruang redaksi lainnya untuk diintegrasikan ke dalam liputan masingAamasing redaksi. Implementasi content sharing ini telah dilakukan oleh mahasiswa magang dalam bentuk pembuatan konten berita yang diubah dalam bentuk visual. Pembuatan konten visual ini telah berlangsung sejak bulan September. Adanya visualisasi berita menyajikan berita yang dipublikasikan semakin menarik pembaca dengan tampilan yang bukan hanya narasi teks. Tentunya, keputusan visualisasi ini telah didiskusikan terlebih dahulu di dapur redaksi Tunasmalang. WARTA LPM. Vol. No. Maret 2026 | 38 2 Praktik Jurnalistik dengan Paradigma Journalism Collaborative. Implementasi pertama dari journalism collaborative adalah dengan content distribution. Distribusi konten dilakukan dengan menyajikan konten dari partner kepada audiens dan sebaliknya, umumnya dilakukan dengan berbagi konten dengan ruang redaksi lain untuk dipublikasikan di platform mereka. Implementasi dari content distribution adalah penyajian berita yang berasal dari kader Muhammadiyah yang berada di tingkat ranting ataupun cabang sebagai citizen journalism. Beritaberita yang didapatkan merupakan berita kegiatan kader ranting Persyarikatan. Para kader tersebut menjadi kontributor, sehingga beritaberita kegiatan di cabang dan ranting bisa terakomodir dan terpublikasi Gambar 3. Pemateri dan Peserta dalam Workshop Journalism Collaborative, 25 September 2024. Selanjutnya penerapan coordinated coverage. dilakukan dengan mengkoordinasikan peliputan di seluruh redaksi untuk peliputan pakar secara menyeluruh dan tetap mempertahankan perspektif lokal. Implementasi dari tahap ini adalah pemimpin redaksi melakukan koordinasi setiap hari dengan mahasiswa yang bertugas sebagai Koordinasi ini untuk menentukan topik apa yang akan diliput atau ditulis setiap harinya. Selain itu, koordinasi juga ditujukan untuk menentukan narasumberAanarasumber yang akan diwawancarai. Wawancara kepada narasumber ini bukan hanya untuk satu topik saja melainkan beberapa topik sesuai dengan keahlian narasumber tersebut. Hal ini agar kerjakerja jurnalistik yang dilakukan oleh mahasiswa berjalan dengan efektif namun tetap mengusung kode etik jurnalistik. Setelah melakukan coordinated coverage, tahapan selanjutna adalah joint reporting dan parallel reporting. Penerapan praktisnya dilakukan dengan menjalin kolaborasi antara dua reporter dari redaksi yang berbeda untuk mengerjakan konten yang sama sehingga dapat menghasilkan berita yang mencerminkan pengetahuan yang lebih mendalam dan sumber yang lebih luas dan topik yang beragam. Mahasiswa yang bertugas untuk melakukan liputan berita suatu peristiwa, nantinya menuliskan peristiwa atau kegiatan tersebut bukan hanya dalam satu rubrik berita melainkan bisa dari berbagai paradigma atau sudut pandang. Sudut pandang ini bisa berupa penulisan berita untuk kegiatannya, kemudian penulisan berita mengambil perpektif materi yang disampaikan oleh pembicara pada kegiatan tersebut, dan jika memungkinkan, reporter juga melakukan wawancara door stop untuk mengulik pendapat ahli tentang peristiwa lain yang relevan dengan keahliannya. Kemudian implementasi source refferal, merujuk pada setiap reporter mempunyai orangAaorang yang dapat diandalkan untuk keahlian kebijakan, konteks, dan pemeriksaan realitas, sehingga dapat membantu sesama reporter untuk menghubungkan mereka ke sumber berkualitas. Dalam konteks Tunasmalang. id yang merupakan media online milik PDM Kota Malang secara otomatis memiliki tokohAatokoh dengan latar belakang berbagai Hal ini merupakan potensi yang dimiliki oleh Tunasmalang. id, sehingga melalui modal sosial ini, peliputan berita memiliki keunggulan dengan mudah dilakukan. WARTA LPM. Vol. No. Maret 2026 | 39 Gambar 4. Contoh artikel berita hasil joint reporting. Lalu, shared reporter, pada praktiknya dilakukan dengan menggabungkan sumber daya untuk mendanai biaya reporter untuk topik atau lokasi tertentu. Sumber daya yang digunakan oleh produksi berita Tunasmalang. id dalam konteks ini didapat dari iklanAaiklan dari institusi pendidikan yang ingin memasang pro ilnya di Tunasmalang. Selain itu, selama proses magang ini pendanaan liputan dari hibah pengabdian masyarakat. BentukAabentul dukungan ini bertujuan untuk meningkatkan produksi berita dari Tunasmalang. id dan juga untuk memberikan suntikan semangat kepada manajemen Tunasmalang. Terakhir, joint event hosting, umumnya dilakukan oleh beberapa ruang redaksi yang berkolaborasi untuk merencanakan dan mengelola acara berita untuk memberikan tingkat liputan yang lebih baik kepada khalayaknya melalui pembuatan acara berita di komunitas. Implementasi joint event hosting masih perlu peningkatan, karena fokus utama dari pengabdian masyarakat saat ini adalah produksi berita di portal Tunasmalang. id berjalan secara konsisten setiap harinya. Nantinya, jika sistem produksi berita di portal media tersebut telah tersusun secara ajeg, maka pengembangan media dilakukan dengan menjalin kerja sama antar media lokal ataupun komunitas Gambar 5. Contoh artikel berita Tunasmalang. id tentang ketokohan Dari diterapkannya journalism collaborative, portal berita Tunasmalang. id kini makin memiliki keragaman topik berita. Jumlah berita yang diproduksi pun juga mengalami peningkatan. Dari yang awalnya hanya beritaberita tentang kegiatan persyarikatan Muhammadiyah saja kini topik yang ditulis makin beragam dan jadwal WARTA LPM. Vol. No. Maret 2026 | 40 publikasi artikel berita pun juga telah terlaksana setiap harinya. Imlementasi journalism collaborative terhitung sejak bulan Juli hingga September 2024. Dalam periode tersebut, jumlah berita yang diproduksi sebanyak 115 artikel berita dengan mekanisme publikasi setiap harinya dan dari topik yang heterogen, seperti pendidikan, sosial ekonomi, kesehatan. STEM (Science. Technology. Engineering. Mathematic. , dan topik lainnya. Tabel 2. Data Berita Tunasmalang. Bulan Juli Agustus September Jumlah berita SIMPULAN Implementasi collaborative journalism di Tunasmalang. id berhasil meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, baik bagi kontributor maupun manajemen redaksi, dalam menghasilkan karya jurnalistik yang lebih berkualitas, konsisten, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat Kota Malang. Peningkatan tersebut tercermin dari bertambahnya jumlah artikel, keragaman topik, serta kenaikan tra ik pembaca, sehingga fungsi Tunasmalang. berkembang dari sekadar media informasi internal menjadi platform komunikasi publik yang lebih responsif dan Program pelatihan dan pendampingan juga membekali mahasiswa magang dengan kompetensi praktis yang memungkinkan mereka berperan sebagai mitra produksi berita, sekaligus memperluas jaringan kolaborasi antara PDM Kota Malang dan perguruan tinggi. Lebih jauh, kegiatan ini memperkuat fondasi tata kelola redaksi dan membuka peluang bagi Tunasmalang. untuk membangun keberlanjutan jangka panjang melalui praktik kerja yang lebih sistematis, kolaboratif, dan berbasis komunitas. Dengan struktur produksi yang semakin mapan dan jejaring kontributor yang kian luas, portal ini berpotensi mengembangkan model pemberitaan yang tidak hanya mendukung branding institusional Muhammadiyah, tetapi juga memperkuat ekosistem informasi lokal secara berkelanjutan. Sebagai penutup, model collaborative journalism yang diterapkan dalam pengabdian ini memberikan kontribusi penting bagi pemberdayaan media komunitas keagamaan. Pendekatan ini tidak hanya menambah kapasitas produksi berita, tetapi juga mendorong partisipasi, inovasi, dan redistribusi pengetahuan di antara pemangku kepentingan. Dengan demikian, model serupa berpotensi direplikasi oleh cabang Muhammadiyah di daerah lain atau oleh organisasi komunitas lainnya yang menghadapi tantangan serupa dalam pengelolaan media PERSANTUNAN Ucapan terima kasih disampaikan kepada Pengurus Daerah Muhammadiyah Kota Malang khususnya Tim Redaksi Tunasmalang. id yang telah bersedia menjadi mitra pengabdian masyarakat ini. Selain itu, ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Badan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (BPPM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya sebagai pemberi dana hibah skema pengabdian Guru Besar, sehingga kegiatan ini bisa terlaksana. KONTRIBUSI PENULIS Pelaksana kegiatan: AS. DDP. MAINH. AQR. Penyusunan artikel: AS. DDP. MAINH. AQR. RYR. Analisis dampak layanan: AS. DDP. Penyajian hasil layanan: MAINH. AQR. Revisi artikel: AS. MAINH. AQR WARTA LPM. Vol. No. Maret 2026 | 41 Con lict of Interest Penulis menyatakan tidak ada kon lik kepentingan dalam publikasi artikel ini. PENDANAAN Sumber pendanaan yakni dana hibah Badan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (BPPM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas dalam skema pengabdian Guru Besar. REFERENSI