Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam e-ISSN: 2775-2933 Volume 4. Issue. 3, 2023, pp. Reduksi Kejenuhan Belajar Sejarah Kebudayaan Islam. Analisis Variasi Metode dan Media Pembelajaran Berbasis Digital Mhd. Fajar Siddik*1. Mahariah2 Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Medan. Indonesia e-mail: fajar0301191053@uinsu. id1, mahariah@uinsu. Submitted: 02-07-2023 Revised : 22-07-2023 Accepted: 04-08-2023 ABSTRACT. This study aims to determine the emergence of learning obstacles experienced by students at MAS PAB 4 Klumpang. This research uses qualitative methods with the type of field research and descriptive methods. Data collection by observation, interviews, and documentation. This study produced several findings, namely: . Factors causing saturation of learning SKI (History of Islamic Cultur. experienced by grade XI students include: experiencing fatigue in the body due to carrying out routine activities, fatigue felt by limbs such as fingers and toes due to a lot of writing, looking weak and there are students who put their heads on the table when the teacher is explaining due to the teacher's lack of attention to Students, experiencing lazy learning due to food intake that is not good for the body and the absence of effective methods carried out by teachers. Variations of digital-based learning methods and media in reducing SKI learning saturation by Giving Assignments to Students. Increasing Teacher Attention to Students. Learning Outside the Classroom. Adding Reading Resources or SKI Learning References . Learning achievement with a variety of digital-based learning methods and media in MAS PAB 4 Klumpang schools. Personalized Learning. Breadth of Information. More Interesting Lessons. Develop Accountability. Learning Flexibility. Recorded Content, 24-Hour Resources. Connected Learning. Easily Track Student Progress, and Improve Written Language Skills. Keywords: Learning Saturation. History of Islamic Culture. Digital-based Learning Methods and Media https://doi. org/10. 31538/munaddhomah. How to Cite Siddik. , & Mahariah. Reduksi Kejenuhan Belajar Sejarah Kebudayaan Islam. Analisis Variasi Metode dan Media Pembelajaran Berbasis Digital. Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 4. , 767-766. PENDAHULUAN Strategi termasuk salah satu hal yang paling utama untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan maksud untuk menggapai sebuah pembelajaran yang sebenarnya (Arifin & Kartiko, 2022. Fitria et al. , 2022. Kango et al. , 2. Strategi pembelajaran ialah sebuah cara yang di lalui dengan tahap-pertahap pembelajaran agar kita dapati hasil yang memuaskan (Panjaitan et , 2. Dalam melaksanakan konsep pembelajaran tentu punya hal buruk di dalamnya, yakni Susah dalam hal belajar akan memunculkan kejenuhan di dalam diri peserta didik. Kesulitan belajar merupakan gejala yang muncul dari pada siswa yang memberikan respek rendah terhadap minat belajar yang rendah (Raudatul Fauziah & Jalinus, 2. Belajar dipandang sebagai transformasi dalam karakter seseorang, diekspresikan melalui peningkatan kecenderungan seseorang untuk melakukan atau menahan diri dari melakukan sesuatu. Nana Syaodih Sukmadinata berpendapat bahwa variabel internal dan eksternal mempengaruhi kesempatan belajar siswa (Hasan & Aziz, 2023. Laili & Hasan, 2. Perspektif, pengalaman, dan perspektif peserta didik sendiri adalah bagian dari proses pembelajaran. Faktor fisik, mental, dan Mhd. Fajar Siddik*1. Mahariah2 kelelahan adalah contohnya. Faktor-faktor yang berada di luar individu termasuk hal-hal seperti keluarga mereka, sekolah mereka, dan lingkungan mereka (Bunyamin et al. , 2. Kejenuhan dianggap sebagai hal-hal yang solid atau penuh, sampai pada titik di mana sesuatu yang ingin diterima atau masukan tidak dapat lagi dilakukan. Selain itu, saturasi dapat diartikan sebagai sikap bosan. Kejenuhan belajar disebabkan peserta didik tidak mampu menerima pelajaran dan sama sekali sulit untuk memahami materi yang diajarkan (Ayu et al. , 2. Masalah yang sering dihadapi oleh peserta didik yaitu permasalahan yang muncul dalam dirinya sendiri dan disebut problem internal (Fatimah et al. , 2. Hal ini ada hubungannya dengan siapa mereka sebagai manusia, bagaimana mereka berinteraksi dengan instruktur mereka, kurangnya visi yang jelas untuk masa depan mereka, fakta bahwa mereka berjuang untuk belajar dan beradaptasi dengan situasi baru, mengalami pubertas, memiliki masalah sosial, dan menjadi tidak stabil secara emosional (Azkiyah et al. , 2020. Muslimin & Kartiko, 2020. Sirojuddin. Amirullah, et al. , 2. Kelelahan fisik yang dirasakan oleh beberapa anggota badan, seperti kaki dan jari, dan ketegangan otot, mengarah pada pembentukan saturasi belajar. Mengatasi masalah ini sesederhana mendapatkan tidur yang cukup, melakukan aktivitas yang kuat di malam hari agar tidak memaksa tubuh untuk begadang, dan membentuk kebiasaan makan yang sehat (Sumarni et al. , 2. Kesulitan belajar yang sering dihadapi siswa salah satunya kejenuhan belajar. Oleh karena itu, sangat penting bagi kami untuk berusaha memberikan analisis tentang faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kejenuhan belajar siswa selama kelas SKI dan juga mencari solusi potensial untuk tantangan pendidikan yang dihadapi siswa, khususnya kejenuhan belajar selama pelajaran SKI. Solusi ini sangat membantu untuk pelaksanaan pembelajaran yang tidak hanya dinamis, inventif, komunikatif, dan efektif, tetapi juga menyenangkan dalam disiplin ilmu SKI (Sumoked et , 2. Dengan latar belakang dalam penelitian perlu melihat artikel atau kajian terdahulu penelitian dari (Supartini et al. , 2. yang berjudul Strategi Guru PAI dalam Mengatasi Kejenuhan Belajar Siswa Kelas 8 di Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah Darularqom Karanganyar Tahun 2021/2022. Hasil penelitian nya ialah Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktorAafaktor yang menyebabkan siswa mengalami kejenuhan yaitu: . Motivasi yang diberikan guru ke siswa kurang. Tidak ada buku penunjang. Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dijadwalkan setiap hari senin sampai jumat setiap hari, namun guru yang mengajar hanya satu saja. Jadwal tidak . Metode mengajar guru selalu ceramah dan mencatat. Penggunaan sarana dan prasarana belum maksimal. Siswa merasa lelah dengan jadwal pelajaran yang banyak. Sedangkan startegi guru Pendidikan Agama Islam dalam mengatasi kejenuhan belajar siswa di Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah Darul Arqom Karanganyar antara lain/: . Memberi motivasi siswa. Melakukan icebreaking. Metode pembelajaran yang bervariasi. Memberikan reward dan punishmen. Mengubah tempat duduk setiap siswa dengan bentuk meja yang berbedabeda. Mengajar dengan bercanda dan bercerita. Mengadakan kegiatan rohani dan pembelajaran di luar kelas. Mengingat konteks yang diberikan oleh isu-isu yang disebutkan di atas, fokus studi saat ini terbatas pada penyediaan solusi untuk subset dari isu-isu tersebut. Mengapa banyak sekali siswa di MAS PAB 4 Klumpang yang belajar SKI? Apa kekuatan pendorong di balik tren ini? Bagaimana berbagai jenis metode dan media pembelajaran digital berkontribusi pada proses membuat instruksi ski kurang monoton? . Cara memperoleh pembelajaran melalui penggunaan berbagai metode dan media pembelajaran berbasis digital di MAS PAB 4 Klumpang School. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan sebagai bagian dari penelitian lapangan di MAS PAB 4 Klumpang Kec. Hamparan Perak, yang merupakan salah satu lembaga pendidikan formal di wilayah tersebut. Berdasarkan informasi yang disajikan di atas, jenis penelitian ini dikategorikan sebagai jenis penelitian kualitatif, dan tujuan utamanya adalah untuk mengetahui gejala sosial, seperti kejenuhan 768 Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam. Volume 4. Issue. 3, 2023, pp. Reduksi Kejenuhan Belajar Sejarah Kebudayaan Islam. Analisis Variasi Metode dan Media Pembelajaran Berbasis Digital belajar, yang dialami oleh siswa di Kelas XI MAS PAB 4 Klumpang saat mereka belajar SKI. Metode yang digunakan dalam penyelidikan ini adalah metode psikologi belajar. Metode ini melibatkan analisis keadaan mental siswa dengan mengamati gejala perilaku yang ditampilkan individu, khususnya kejenuhan belajar SKI yang ditunjukkan selama proses pendidikan di ruang Pengamatan, wawancara, dan dokumentasi adalah tiga pendekatan utama yang digunakan untuk memperoleh semua data. Data yang digunakan dalam penelitian ini diuji kredibilitasnya dengan menggunakan metode triangulasi untuk menentukan akurat atau tidaknya. Baik triangulasi sumber dan triangulasi teknik dimasukkan ke dalam penyelidikan ini sebagai bentuk triangulasi. Mengenai proses analisis data yang telah ditemukan melalui penelitian, penerapan metodologi kualitatif dengan tujuan untuk menjadi akrab dengan variabel yang diteliti dalam kaitannya dengan kondisi actual (Pratama et al. , 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Siswa di MAS PAB 4 Klumpang diwajibkan untuk mengambil topik SKI sebagai bagian dari pendidikan mereka karena sekolah percaya bahwa mengetahui tentang sejarah budaya Islam akan membantu mereka membuat penilaian yang lebih tepat tentang masa lalu. Di MAS PAB 4 Klumpang, kelas SKI mematuhi kurikulum terpusat yang terkait dengan RPP guru SKI. Pendidik SKI mengkonseptualisasikan RPP sebagai sarana untuk mengatur pelajaran sehingga siswa dapat memperoleh keterampilan dasar yang diidentifikasi dalam kurikulum (Daulay, 2. RPP mencakup hal-hal seperti identitas mata pelajaran, standar kompetensi, kompetensi dasar, indikasi pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi, metode pembelajaran, kegiatan, penilaian, dan referensi. Teknik yang digunakan oleh pendidik untuk memperkenalkan dan memperkuat konsep SKI melalui bacaan, diskusi, dan tes. Pelajarannya tentang sejarah budaya Islam, dan guru mendiktekan poin utama pelajaran kepada siswa dalam bahasa ibu mereka sebelum meminta mereka menyalinnya ke dalam buku catatan mereka (Ramadhan & Tarsono, 2. Siswa akan menunjukkan pemahaman mereka tentang kriteria penilaian SKI dengan memodelkan amal para pemimpin Islam termasuk Nabi Muhammad SAW dan Khulafaur Rashidin. Kita tidak hanya harus meniru Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya karena kasih sayang pribadi, tetapi kita juga harus mendidik diri kita sendiri tentang akar Islam dan menanamkan keyakinan yang kuat pada prinsip-prinsipnya. Guru topik SKI jarang memberikan tugas . ekerjaan ruma. , melainkan mendorong siswa untuk memperluas pemahaman mereka tentang topik melalui penelitian independen menggunakan berbagai sumber, termasuk Internet dan materi cetak (Wulandari, 2. Kapasitas seorang guru untuk memperoleh nilai, makna, pengetahuan, proposisi, dan teori dari fakta-fakta sejarah yang sudah tersedia. Pertukaran Pengetahuan Keterampilan (SKI) bukan hanya transmisi informasi, tetapi juga transfer nilai. Ketika datang ke penerapan pembelajaran SKI di Kelas XI, seorang guru akan memulai pembelajarannya dengan memberikan salam, yang akan disambut hangat oleh siswa pada saat yang sama. Untuk menguji ulang ingatan siswa, instruktur memberikan deskripsi singkat tentang sesuatu yang telah ditinggalkan. Aspek kognitif sebagai pencapaian awal di setiap pertemuan dalam pembelajaran yang berkenaan dengan pemahaman dan efektif dalam lingkup keteladanan terhadap tokoh islam (Aslan, 2. Bercerita dengan teman sebangku ada beberapa siswa yang menjadi bosan ketika belajar SKI karena berbagai faktor. Salah satu faktor ini adalah mereka mengundang teman duduk mereka untuk bercerita, dan ada enam siswa yang sibuk berbicara cerita dengan teman sekamar mereka sementara guru memberikan arahan tentang subjek tersebut. Beberapa siswa yang menjadi bosan saat belajar SKI mengajak teman duduknya untuk bercerita. Ketika beberapa siswa belajar bermain ski, mereka menjadi bosan karena berbagai alasan. Salah satu alasan ini adalah bahwa mereka tidak mengundang teman duduk mereka untuk bercerita untuk memecahkan monoton. Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam. Volume 4. Issue. 3, 2023, pp. 767-777 769 Mhd. Fajar Siddik*1. Mahariah2 Tidur saat pembelajaran di kelas ketika peserta didik asupan makan dampaknya pada peserta didik membuat mereka tertidur da nada 2 peserta didik yang tertidur ketika pembelajaran SKI sedang berlangsung (Hidayah, 2. Meletakkan kepala di atas meja atau malas-malasan selain tidur di kelas, peserta didik tersebut sering juga bermalas-malasan ketika pembelajaran dimulai. Ketika gurunya lengah menghadap peserta didik tentu mereka beraksi untuk meletakan kepalanya di atas meja dan tidak konsentrasi terhadap apa yang diajarkan gurunya tersebut. Mencoret-coret kertas Tindakan ini peserta didik yang merasa bosan ketika pembelajaran SKI dimulai mereka berupaya mencari aktifitas lain yang membuat pikiran mereka merasa santai seperti membuat gambar atau coretan di buku tulis dengan seakakan-akan mereka menulis apa yang guru tersebut ucapkan terkesan membuat rangkuman terhadap materi yang disampaikan oleh gurunya dengan maksud agar guru tersebut tidak merasa terganggu apa yang dilakukan peserta didik Mencari bahan untuk mainan atau mencari kesibuka kedapatan dua peserta didik yang mencari kesibukan lain ketika hal jenuh yang menghampiri mereka dan mereka berupaya memanfaatkan barang-barang kecil yang dimeja mereka untuk dibuat sebuah permainan dengan menggunting kertas menjadi kecil lalu disimpan di laci atau dibuang dibawah lain tempat duduk Usil atau mengganggu teman di setiap kelas tentu ada sebagian orang yang memiliki tingkah usul terhadap teman sebangku, teman yang sedang berada dibagian bangku depan atau bangku belakang ketika masuk pembelajaran SKI dan terdapat tiga peserta didik khusus laki-laki yang suka usul dengan teman-teman nya. Telat masuk kelas setelah istirahat saat mata pelajaran SKI masuk di les ke lima dan les keenam setelah jam istirahat dan sebagian peserta didik mencoba untuk mengulur-ulur waktu untuk masuk di kelas dengan maksud untuk memulai pembelajaran SKI di les ke lima dan terdata ada enam orang yang suka telat masuk setelah bel istirahat selesai dan memasuki les ke lima dank e enam mata pelajaran SKI Bermain handphone/ponsel adalah alat komunikasi yang sangat mendunia terlebih lagi teruntuk para pelajar di tingkat MAS. Terapi para peserta didik tersebut salah menyalahgunakan ponselnya karena mereka menggunakanya ketika masih dalam proses pembelajaran SKI. Sebagian peserta didik terlihat bermain ponsel dengan maksud untuk menghilangkan rasa jenuh disaat pembelajaran SKI berlangsung dan sama sekali tidak memperhatikan guru yang sedang menerangkan materi. Izin keluar/ke kamar mandi ketika siswa terlibat dalam proses pembelajaran, mereka akan mengalami perasaan bosan jika lingkungan dan suasana kelas tidak menyenangkan. Ada sebagian kecil dari peserta didik yang menghilangkan rasa jenuhnya itu pergi izin keluar/ke kamar mandi menjadi sebab alas an mereka keluar kelas. Badan bersandar pada dinding penyusunan meja di ruangan kelas yang tidak kondusif akan membuat peserta didik memanfaatkan situasi itu untuk menduduki bangku yang berdekatan dengan dinding untuk dijadikan sandaran ketika proses pembelajaran sedang berlangsung. Faktor Penyebab Kejenuhan Belajar SKI Faktor Jasmani Faktor jasmani berada didalam diri peserta didik ketika dalam situasi pembelajaran sedang berlangsung tentu para peserta didik mengalami kelelahan dalam tubuh karena melakukan kegiatan yang terutinitas. Hal ini muncul menjadi alasan bahwasanya peserta didik tersebut memiliki kejenuhan dalam belajar SKI, seperti : konsentrasi untuk belajar hilang,mudah mengabaikan tugas dan otomatis timbulnya malas belajar (Riffriyanti, 2. Kelelahan fisik yang dialami siswa dapat menyebar ke anggota tubuh lain, khususnya lengan, jari, dan jari kaki. Asal usul fenomena ini adalah ketegangan otot di lengan, jari, dan jari kaki yang disebabkan oleh banyak melakukan penulisan. Pijat komponen bergerak untuk meningkatkan 770 Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam. Volume 4. Issue. 3, 2023, pp. Reduksi Kejenuhan Belajar Sejarah Kebudayaan Islam. Analisis Variasi Metode dan Media Pembelajaran Berbasis Digital stimulus aliran darah adalah salah satu teknik yang dapat dimanfaatkan untuk mengurangi risiko mengembangkan ketegangan otot. Ada beberapa peserta didik yang terlihat lemas disaat guru tersebut memberikan ceramah tentang materinya dan ada juga yang meletakan kepalanya dimeja saat guru tersebut menerangkan materinya terlebih lagi guru tersebut tidak memeberikan teguran sama sekali ke anak hanya Perhatian guru terhadap peserta didik yang lemas dan meletakan kepala dimeja belajarnya, sangat kurang maka suasana kelaspun kurang kondusif. Kemalasan belajar bisa disebabkan oleh asupan makanan yang tidak baik bagi tubuh sehingga tubuh menjadi lemas dan konsentrasi terhadap pemebelajaran tidak stabil. Tidak ada metode yang digunakan oleh guru untuk menunjang ke efektifan dalam belajar selain yang yang diatas. Faktor Psikis Mental pada peserta didik memiliki dampak utama timbulnya kejenuhan belajaran. Ditingkat MAS peseerta didik sedang menjalankan masa pubertasnya dan situasi seperti ini bisa dibilang masa labil dan dimana emosi peserta didik belum dianggap sempurna jadi mudah sekali bermasalah dengan mental-mentalnya. Problem yang berkenaan dengan mental peserta didik dapat berupa kebosenan terhadap tugas-tugas yang banyak dengan pengerjaan berbagai model dan Guru SKI tidak selalu memberikan tugas-tugas disaat sedang berada di luar pembelajaran. Problem yang dirasakan oleh peserta didik yakni mereka susah payah mencari solusi yang akuran untuk melatih mental para peserta didik. Dalam hal ini tentu sangat mempengaruhi timbulnya ketidak nyamanan dan sulit memusatkan konsentrasi peserta didik pada satu tujuannya. Peran orang tua dan orang terdekat mampu menimbulkan solusi yang tepat jadi belajarlah dengan mereka karena hal yang tepat ada dimereka. Kesulitan belajar bisa juga di timbulkan diakibatkan dengan peran guru yang tidak menyeluruh atau juga kurangnya perhatian guru terhadap peserta didik. Semangat peserta didik bisa timbul karena adanya motivasi dan pujian yang dilakukan oleh guru terhadap peserta didik tersebut. Perhatian dan reward mampu menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik terhadap prestasi yang peserta didik raih dalam belajar (Masrukin & ArbaAoi, 2. Variasi metode dan media pembelajaran berbasis digital dalam mereduksi kejenuhan belajar SKI Menurut informasi yang disampaikan pada paragraf sebelumnya tentang pembelajaran SKI di kelas XI MAS PAB 4 Klumpang, upaya-upaya yang dapat dilakukan guru untuk menangkal kejenuhan belajar siswa Penerapan metode variative penerapan metode yang berubah-ubah sangat dibutuhkan untuk membuat intraksi yang baik kepada peserta didik agar tidak hanya guru yang menguasai pembelajaran tetapi juga para peserta didik. Ketika guru memberikan penerapan dalam metode active learning otomatis suasa pembelajaran akan berubah lebih efektif dan mudaah untuk diikuti peserta didik dan rasa nyaman akan muncul (Ahmad & Tambak, 2. Memberikan Tugas Kepada Siswa, guru bisa mengintruksikan ke peserta didik untuk membuat sebuah pertanyaan dan beserta jawabanya di dalam buku tulisnya. Fungsi dari metode ini agar peseerta didik lebih mendalami materi yang dipelajari dan juga mampu mencari sendiri sebuah solusi terhadap pertanyaan-pertanyaan yang di buat sendiri. Guru juga dapat menugaskan siswa untuk membentuk kelompok diskusi, menyajikan sumber daya, dan menjelaskan serta melaporkan temuan mereka, selain menulis ringkasan dan peta ide dalam bahasa asli mereka yang semenarik mungkin berkaitan dengan topik sejarah. Guru juga menunjukkan kepada anak-anak cara menggunakan Android, media cetak, dan sumber daya lainnya untuk mempelajari hal-hal baru. Peningkatan Perhatian Guru terhadap Siswa, peran guru punya pengaruh besar terhadap peserta didik tentang kecekatanya dalam mendapatkan informasi dan juga mudah memahami informasi beserta tempat curhat atau konsultasi terhadap kendala-kendala yang menghambat perkembangan peserta didik agar lebih optimal melakukan sebuah pembelajaran. Guru dapat memainkan peran penting dalam menumbuhkan disposisi yang penuh gairah terhadap Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam. Volume 4. Issue. 3, 2023, pp. 767-777 771 Mhd. Fajar Siddik*1. Mahariah2 pembelajaran SKI dengan berfungsi sebagai sumber dorongan, saran . , dan target Motivasi siswa untuk belajar SKI dapat ditingkatkan dengan memuji mereka atas kerja keras mereka dalam tugas. Pembelajaran di Luar Kelas, pembelajaran ini tidak hanya terpatok pada kelas saja tetapi guru bisa saja membuat pembelajaran untuk peserta didik di dalam masjid/mushola yang berkaitan dengan religi dan juga tempat perpustakan, aula, joglo mini beserta lapangan. Tujuan dari strategi ini adalah untuk membantu siswa menghindari kebosanan saat belajar dengan membiarkan mereka mendapatkan udara segar sambil tetap mengikuti instruksi guru. Menambah Sumber Bacaan atau Referensi Pembelajaran SKI, siswa di MAS PAB 4 Klumpang masih memiliki akses terbatas ke bahan bacaan karena kebijakan yang membatasi mereka untuk berbagi satu salinan buku teks yang diterbitkan oleh perusahaan yang sama dengan siswa lain. Referensi ke materi pembelajaran SKI, seperti CD Pembelajaran SKI dan guru yang mengunduh gambar individu Islam dan tempat-tempat dengan sejarah Islam dari internet, juga harus disertakan. Selain itu, pendidik dapat menggunakan video dan film online yang berkaitan dengan instruksi SKI sebagai semacam pembelajaran berbasis audio-visual dengan mengunduh dan menunjukkannya kepada siswa. Pencapaian pembelajaran dengan variasi metode dan media pembelajaran berbasis digital di sekolah MAS PAB 4 Klumpang. Metode pembelajaran adalah sebuah proses yang tersusun dengan rapi oleh pendidik di situasi pemberian bahan ajar terhadap peserta didik. Hal ini memiliki potensi untuk menghasilkan proses pembelajaran yang benar-benar baik, dan karenanya guru harus dapat dipercaya dalam pendekatan pengajaran mereka. Berbagai tujuan dapat dicapai melalui penggunaan media pembelajaran, termasuk namun tidak terbatas pada penanaman pikiran, emosi, perhatian, dan kemampuan belajar siswa. Media pembelajaran, sebagaimana didefinisikan oleh Brigs, adalah sumber daya nyata yang digunakan untuk memfasilitasi pendidikan. Apa yang digunakan, seperti yang dia lihat, mungkin apa saja dari sastra dan film (Rasyid, 2. Sedangkan National Education Associaton dan biasa sisingkat dengan sebutan NEA . berpendapat bahwa media pembelajaran iyalah alat untuk komunikasi, yang biasanya berbentuk seperti teknologi perangkat keras. Juga, sebagai sarana komunikasi, konteks di mana informasi baru disajikan dalam media pembelajaran sangat penting. Pastikan tidak ada media yang hadir, karena ini akan menyebabkan komunikasi guru-murid yang buruk. Definisi media pembelajaran yang disebutkan di atas sebagai sumber daya untuk menyampaikan pengetahuan sudah jelas. Selain itu, dapat digunakan untuk membantu siswa mengolah pikiran, hati, dan jiwa mereka. Tujuannya adalah agar siswa menggunakan media untuk menciptakan lingkungan belajar yang menarik (Arif et al. , 2021. Fikriyati et al. , 2. Berikut beberapa jenis dari media pembelajaran, media visual: grafik, diagram, bagan, dan poster, yang semuanya mungkin sangat menarik secara visual, digunakan secara luas dalam media Media sudial, media yang berfokus pada pendengaran mengikuti. Tape recorder, laboratorium bahasa, radio, dan perangkat audio lainnya. Beberapa tujuan melibatkan pemanfaatan berbagai media pembelajaran untuk menjaga fokus setiap siswa pada tujuan yang dimaksudkan dari proses Demi menjaga efisiensi dan efektivitas proses pembelajaran tetap tinggi dan terus Penggunaan media pembelajaran dapat membuat proses pembelajaran berjalan lebih lancar sekaligus membantu siswa menjadi kurang mudah bosan (Ciptaningsih & Rofiq, 2022. Sirojuddin. Ashlahuddin, et al. , 2. Ada sejumlah tokoh yang selain memberikan penjelasan terkait fungsi pemanfaatan media dalam proses pembelajaran memberikan contoh. Yang tertentu dari istilah "media pembelajaran" didefinisikan oleh Briggs sebagai "sarana fisik di mana ada bahan instruksional. " Menurut Gagne, media pembelajaran merupakan bagian penting dari proses pendidikan dan faktor penting yang dapat memotivasi siswa untuk belajar. Menurut Miarso, media pembelajaran mencakup segala sesuatu yang dapat membantu siswa menjadi lebih terlibat dalam proses pembelajaran. Schramm 772 Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam. Volume 4. Issue. 3, 2023, pp. Reduksi Kejenuhan Belajar Sejarah Kebudayaan Islam. Analisis Variasi Metode dan Media Pembelajaran Berbasis Digital berpendapat bahwa istilah "media pembelajaran" mengacu pada teknologi apa pun yang digunakan untuk mengkomunikasikan pesan atau informasi instruksional. Pembelajaran digital ialah pemebelajaran yang menggunakan media teknologi untuk memudahkan peserta didik mengikuti sebuah pembelajaran didalam kelas. Pembelajaran digital ini bisa menggukan hal sederhana seperti androit atau ipad bukan selembar kertas. Lingkup dari layanan digital tersebut dapat dipakai dengan tujuan untuk tidak membatasi ilmu SKI dan juga memiliki beberapa manfaat bagi peserta didik. Manfaat terbesar jika seorang guru menggunakan media pembelajaran berbasis digital tentu guru tersebut sangat memungkinkan untuk memenuhi rencana pembelajaran terhadap peserta didik nya. Guru tersebut lebih mudah memberikan perhitungan pada peserta didik dan juga menganalisa tentang kemajuan dari digitalisa. peserta didik juga membuat penyesuaian atas media digitalisasi tersebut (Dewi, 2. Adanya pembelajaran digital memudahkan seorang pengajar untuk membuat konsep kurikulum sesuai dengan kebutuhan individual. Hal ini justru bisa menimbulkan umpan balik terhadap individual yang terahasia kepada peserta didik sekalian. Pembelajaran digital ini iya mampu membuat sebuah pendekatan pendidikan yang lebih menyeluruh . Memang situasi ini memakai teknologi dan mesin pembantu, menghentikan peserta didik untuk hanya menjadi roda penggerak dan sebaliknya menjadi lebih baik dan mencapai potensi terbaik mereka. Sebuah internet berkembang setiap saat nya dengan berita/informasi yang gratis. Pada saat mencari berita yang sama memiliki data pencarian yang begitu banyak dilakukan di goggle setiap detik nya dan juga sebagian besar orang-orang tersebut mencari sebuah ilmu dan untuk dijadikan sebuah argumentasi tetapi kesimpulanya iyalah pengetahuan itu gratis dan selalu siap mencari tau. Pembelajaran digital ini memiliki khaidah untuk lebih mudah mencari informasi-informasi yang ada dan juga membantu peserta didik mempergunakanya secara efektif. Strategi pembelajaran digital ini sangat bagus jika dipergunakan oleh peserta didik untuk lebih mengetahui bagaimana bersikap objektif ketika mencari informasi yang terdapat di internet. jadi bisa terbilang konsep pendekatan ini sangat banyak menyediakan pembahasan yang relavan dan juga banyak berbai topic lainya yang tidak ada habis-habisnya untuk membantu kita mengetahui aspek segala ilmu. Model pendidikan tradisional itu tentu melibatkan ruang kelas, buku paket, buku tulis, papan tuli, kapur guru dan juga peserta didik. Ini adalah situasi pendidikan dimasa tradisional baik formal maupun non formal dan hal ini tidak menarik jika di terapakan dalam pendidikan dimasa sekarang (Saadah & AsyAoari, 2. Pembelajaran digital memberikan banyak pilihan untuk kita gunakan bagian dari metode pembelajaran yang ingin diajarakan oleh pengajar yang meliputi pembuatan konten, pembuatan audio dan pembuatan video,semua ini bisa kita terapkan dalam pelajaran sehari-hari. Hal ini akan membuat belajar lebih asik dan memiliki ragam konten untuk disimpan dengan maksud untuk diajarkan dalam pelajaran (Fauziah et al. , 2. Di saat peserta didik belajar menggunakan konsep pembelajaran digital, mereka sendiri tidak menyadari kalau mereka sedang belajar sebab konsep belajar yang digunakan itu saat menarik perhatian peserta didik. Mereka juga kan berupaya memanfaatkan digital tersebut untuk memiliki pengetahuan yang lebih banyak lagi dan juga konsep diginal ini memiliki daya rangsang yang besar untuk kita wujudkan kebiasaan yang baik. Pembelajaran digital ini tentu sangat membantu peserta didik untuk memunculkan rasa untuk memiliki atas pendidikan mereka. Maksudnya jika mereka tidak mengetahu, mengapa warna langit itu warnanya biru dan mereka juga memiliki teknologi yang memadai untuk mengetahui jawaban yang sebenarnya. Seperti yang tercantum pada tulisan sebelumnya, pembelajaran digital sangat berpusat pada individu peserta didik dan ini berarti banyak fleksibilitas dalam ruang pembelajaran hal ini sangat dipastikan peserta didik dapatkan hasil yang memuaskan dari pendidikan mereka (Nursobah, 2. Mereka di luar sana telah lebih dulu mengetahui konsep pembelajaran menggunakan digital yang mempengaruhi daya ingat mereka dengan cara mengulang-ulangi sebuah konten yang telah Jika peserta didik tersebut ketinggalan materi maka dia tinggal mudah untuk memutar kembali konten yang telah ia rekam dan itu sangat berguna sekali jika suatu saat kita lupa apa yang dibahas oleh guru tersebut maka kita hanya mengklik kontenya untuk kita pelajari kembali. Semua Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam. Volume 4. Issue. 3, 2023, pp. 767-777 773 Mhd. Fajar Siddik*1. Mahariah2 peserta didik tidak memiliki kreatifitas dan tidak juga memiliki semangat yang kuat, misalnya ada sebagian peserta didik yang mampu semangat di pagi harinya dan sebagiannya lagi tidak dab begitu juga di siang harinya ada sebagian yang tidak semangat di paginya maka dia semgata di siang harinya. Konsep pembelajaran tradisional merujuk pada hal itu dan jika tidak terikuti maka otomatis peserta didik tersebut akan ketinggalan pelajaran dan situasi seperti di haruskan peserta didik memiliki ke aktifan selama di dalam kelas, agar setiap pelajara mudah untuk diikuti (Laily et al. , 2. Adanya pembelajaran digital tidak ada kata terlambat dan kapanpun mereka mau ya tetap bisa tanpa terkecuali. Ada siasat untuk mereka mau duluan da nada siasat yang mereka mau dibelakang yang intinya sumber daya yang mereka butuhkan selalu siap siaga . jam sehar. Satu sama yang lain para peserta didik tentu harus memiliki koneksi yang selaras selaku pelajar dan mereka harus memiliki sebuah ketentraman dan kenyaman untuk saling berhubungan, hal yang paling sulit ketika peserta didik dihadapkan dengan konteks dimana dia harus memiliki jiwa yang luar dalam artian dia mampu membuka diri terhadap orang-orang baru. Baru-baru ini sebuah studi menemukan bahwa sepertiga remaja lebih suka memberikan sebuah informasi lewat online dibandingkan langsung (Apri & Yakin, 2021. Idrus et al. , 2. Ketika mereka mengikuti konsep berbagi informasi lewat online otomatis mereka dengan sendirinya menjadikan diri mereka komunitas individu yang berasumsi kalau hal yang diaplod akan menjadi sebuah pengalaman (Ikhsan et al. , 2. Dalam situasi pembelajaran yang berbasis digital sangat memudahan uru untu mengetahui kelebihan dan kelemahan dalam diri peserta didik dan juga lebih mudah untuk melacak kemajuankemajuan yang diperoleh peserta didik dalam belajar. guru juga memiliki catatan online terkait penugasan,kehadiran dan hasil ujian peserta didik. Dalam lingkup digital tentu informasi sangat mudah untuk di akses dan dilihat hanya dengan cara memberikan penekatan AutombolAy dan anda juga dapat mengetahui seberapa jauh kemajuan peserta didik dan seberapa terlibat mereka dengan link khusus pelajaran (Nurkhasanah et al. , 2. Pembelajaran yang berbasis online tentu melibatkan sebagian besar komunitas penulis, tentu juga kita dihadapi dengan orang-orang yang cepat pada mode perpesanan dan disini banyak pembelajaran yang kita dapatkan dalam berkomunikasi berbentuk media yang hanya mengandalkan kata-kata yang mungkin kita belum pernah tahu. Disini tentu memiliki banyak tata bahasa, tanda baca dan juga emoji yang memiliki makna kompleks untuk itu cara mempelajarinya ya tentu kita harus berlatih. Sedih juga kepada peserta didik yang masih menggunakan kertas dan pena sebagai konsep belajarnya yang sudah dibilang ketinggalan zaman. Peserta didik yang muncul dikala konsep digital dipergunakan tentu mereka memiliki peluang yang besar untuk memahami cara belajar yang mudah (Rohman et al. , 2. KESIMPULAN Siswa di kelas XI mungkin mengalami kejenuhan belajar SKI karena sejumlah alasan, beberapa di antaranya adalah sebagai berikut: mengalami kelelahan pada tubuh akibat melakukan aktivitas rutin. mengalami kelelahan pada anggota badan seperti jari tangan dan kaki akibat banyak tampak lemah. Dan ada siswa yang meletakkan kepalanya di atas meja ketika guru sedang menjelaskan sebagai akibat dari kurangnya perhatian guru kepada siswa. Belajar menjadi pemalas adalah hasil dari konsumsi makanan yang merugikan kesehatan seseorang dan kegagalan instruktur untuk menggunakan strategi instruksional yang efisien. Ada banyak metode dan media pembelajaran berbasis digital yang berbeda yang dapat digunakan untuk mengurangi kejenuhan pembelajaran SKI. Beberapa metode ini termasuk memberikan tugas kepada siswa, meningkatkan jumlah perhatian yang diberikan guru kepada siswa, belajar di luar kelas, dan menambahkan sumber bacaan atau referensi pembelajaran SKI. Di sekolah MAS PAB 4 Klumpang, siswa mampu mencapai tingkat keberhasilan belajar yang lebih tinggi dengan memanfaatkan berbagai metode dan materi pembelajaran berbasis digital. Pembelajaran yang Dipersonalisasi. Luasnya Informasi. Pelajaran yang Lebih Menarik. Mengembangkan Akuntabilita. Fleksibilitas Belajar. Konten yang 774 Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam. Volume 4. Issue. 3, 2023, pp. Reduksi Kejenuhan Belajar Sejarah Kebudayaan Islam. Analisis Variasi Metode dan Media Pembelajaran Berbasis Digital Direkam. Sumber Daya 24 Jam. Pembelajaran Terhubung. Mudah Melacak Kemajuan Siswa. Meningkatkan Keterampilan Bahasa Tertulis. REFERENSI