P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 7 No. 2 Oktober 2025 | Hal. MEMBANGUN SEKOLAH BERKELANJUTAN: IMPLEMENTASI OPTIMALISASI SARANA PRASARANA DALAM SEKOLAH INKLUSI DAN ADIWIYATA Nurahman*. Eka Prasetyaningrum. Minarni. Elika Thea Kirana Program Studi Sistem Informasi, fakultas Ilmu Komputer. Universitas Darwan Ali Jalan. Batu Berlian No 10. Kalimantan Tengah. Indonesia. nurahman@unda. id*, eka. tya94@gmail. com, minarnifikom2512@gmail. com, elika@unda. (*) Corresponding Author Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional. Abstract Early childhood education in Kotawaringin Timur Regency faces several challenges, particularly in managing facilities and infrastructure. Many kindergartens and playgroups lack adequate resources, such as interactive classrooms and outdoor play areas, which limits childrenAos creativity and exploration. This condition requires teachers to be innovative in utilizing limited resources to create meaningful learning experiences. To address these issues, a community service program was conducted to enhance teachersAo knowledge and skills in optimizing school facilities to support sustainable learning. The program emphasized strategies for maximizing limited resources, fostering collaboration with parents, using social media, and integrating horticulture into the learning environment. Interactive training methods were employed, including presentations, discussions, and hands-on practice. A total of 94 participants from 47 educational institutions joined the program, recruited through collaboration with Himpaudi Kotim. IGRA, and PKG Markisa. The results showed that teachers gained new insights into maximizing existing facilities, strengthening parent communication via Instagram and WhatsApp, and applying horticulture as an engaging learning medium. The discussions also highlighted the relevance of these strategies to school quality improvement, including In conclusion, this program provided practical solutions for optimizing educational facilities, supporting inclusive and Adiwiyata-oriented schools, and fostering stronger collaboration between schools, parents, and technology to achieve sustainable education. Keywords: adiwiyata. sustainable schools. Abstrak Pendidikan anak usia dini di Kabupaten Kotawaringin Timur masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam pengelolaan sarana dan prasarana. Banyak taman kanak-kanak dan kelompok bermain yang belum memiliki fasilitas memadai, seperti ruang kelas interaktif dan area bermain luar ruangan, sehingga menghambat kreativitas serta eksplorasi anak. Kondisi ini menuntut guru untuk lebih inovatif dalam memanfaatkan sumber daya yang terbatas agar pembelajaran tetap bermakna. Untuk menjawab permasalahan tersebut, dilaksanakan program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam mengoptimalkan sarana prasarana sekolah guna mendukung pembelajaran berkelanjutan. Program ini difokuskan pada strategi pemanfaatan fasilitas terbatas, penguatan kolaborasi dengan orang tua, pemanfaatan media sosial, serta penerapan hortikultura sebagai bagian dari lingkungan belajar. Metode pelatihan yang digunakan bersifat interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, dan praktik langsung. Kegiatan diikuti oleh 94 peserta dari 47 satuan pendidikan yang direkrut melalui kerja sama dengan Himpaudi Kotim. IGRA, dan PKG Markisa. Hasil menunjukkan bahwa guru memperoleh wawasan baru dalam memaksimalkan fasilitas yang ada, memperkuat komunikasi dengan orang tua melalui Instagram dan WhatsApp, serta menerapkan hortikultura sebagai media belajar yang menarik. Diskusi juga menegaskan relevansi strategi ini terhadap peningkatan mutu sekolah, termasuk akreditasi. Kesimpulannya, program ini memberikan solusi praktis bagi optimalisasi sarana prasarana pendidikan, mendukung sekolah inklusif dan berwawasan Adiwiyata. Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 7 No. 2 Oktober 2025 | Hal. serta mendorong kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan teknologi menuju pendidikan yang Kata kunci: adiwiyata. sekolah berkelanjutan. PENDAHULUAN Sekolah berkelanjutan merupakan lembaga pendidikan yang mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam seluruh aspek pengelolaannya . Konsep ini mencakup pengelolaan sarana dan prasarana yang ramah lingkungan, sistem pembelajaran yang inklusif, serta kebijakan yang mendukung kesejahteraan seluruh warga sekolah . Sekolah berkelanjutan tidak hanya berfokus pada keberhasilan akademik, tetapi juga membentuk budaya peduli terhadap lingkungan dan keberagaman sosial. Prinsip ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, terutama dalam bidang pendidikan berkualitas dan aksi terhadap perubahan iklim. Implementasi sekolah pemanfaatan energi terbarukan, pengelolaan limbah yang baik, serta penciptaan lingkungan belajar yang sehat dan nyaman. Selain itu, sekolah juga berperan dalam menanamkan nilai-nilai keberlanjutan kepada peserta didik melalui kurikulum dan aktivitas ekstrakurikuler. Dengan adanya pendekatan ini, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga pusat perubahan sosial yang berorientasi pada masa depan. Untuk mendukung hal tersebut tentunya para pendidik atau guru harus terus memperbaiki kualitas mengajar . yang dapat dilakukan dengan mengikuti berbagai pelatihan maupun workshop. Optimalisasi sarana dan prasarana di sekolah berkelanjutan bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, aman, dan Sarana pendidikan yang memadai, seperti ruang kelas yang bersih, laboratorium yang lengkap, serta perpustakaan yang aksesibel, berperan penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran . Selain itu, fasilitas yang ramah lingkungan, seperti sistem pengelolaan air bersih, penggunaan energi terbarukan, dan area hijau, dapat mendukung terciptanya sekolah adiwiyata . Di sekolah inklusi, optimalisasi sarana harus memperhatikan aksesibilitas bagi semua peserta didik, termasuk jalur khusus, alat bantu belajar, serta ruang yang mendukung interaksi sosial yang inklusif . Pengelolaan sarana dan prasarana yang baik . juga mencakup pemeliharaan rutin agar fasilitas tetap berfungsi secara optimal . Peran tenaga pendidik dan tenaga kependidikan dalam memanfaatkan serta merawat fasilitas yang tersedia sangatlah penting untuk menjaga keberlanjutan sekolah. Selain itu, kolaborasi dengan pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dapat membantu meningkatkan kualitas infrastruktur Untuk itu, dibutuhkan peran dari seluruh warga sekolah untuk saling bekerjasama . Pemanfaatan teknologi informasi seperti Instagram dan WhatsApp dapat menjadi solusi efektif dalam mendukung proses pembelajaran di sekolah . Kegiatan pembelajaran, baik indoor maupun outdoor, dapat didokumentasikan dan dipublikasikan melalui akun Instagram sekolah . Hal ini memungkinkan orang tua untuk lebih mudah memantau perkembangan anak mereka secara visual dan real-time. Bagi orang tua yang aktif memonitoring kegiatan anak, dokumentasi ini juga dapat menjadi referensi untuk mengulang kembali stimulasi yang telah diberikan di sekolah saat di rumah. Dengan demikian, proses stimulasi anak tidak hanya terjadi di lingkungan sekolah, tetapi juga dapat berlanjut di rumah secara Selain itu, guru dapat memanfaatkan WhatsApp dengan membentuk grup kelas sebagai sarana komunikasi dengan orang tua . Melalui grup ini, berbagai informasi penting, seperti jadwal kegiatan, pengumuman, dan perkembangan anak, dapat lebih mudah disampaikan. Dengan pemanfaatan teknologi yang optimal, sinergi antara sekolah dan orang tua dalam mendukung perkembangan anak dapat terjalin lebih baik. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi dalam pendidikan anak usia dini terbukti dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran. Misalnya, penelitian tentang implementasi aplikasi website di TK Dewi Sartika Bandung menunjukkan bahwa digitalisasi administrasi sekolah mendukung komunikasi guru dan orang tua sekaligus manajemen sekolah yang lebih baik . Selanjutnya, penelitian mengenai digital marketing melalui media sosial menegaskan bahwa konten kreatif di Instagram maupun platform digital lain mampu memperkuat branding sekolah dan keterlibatan masyarakat . , . Dari sisi inklusi, pelatihan desain grafis untuk anak berkebutuhan khusus di SLBN Purbalingga menunjukkan bahwa metode berbasis proyek mampu meningkatkan kreativitas sekaligus kepercayaan diri peserta didik berkebutuhan khusus . Di sisi lain, penelitian tentang pelatihan kompetensi pedagogik guru melalui literasi STEAM Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 7 No. 2 Oktober 2025 | Hal. membuktikan pentingnya penguatan kapasitas guru untuk menciptakan pembelajaran inovatif dan menyenangkan . , . Studi-studi tersebut kreativitas, serta penguatan kapasitas guru dalam mendukung pembelajaran berkualitas. Namun demikian, belum banyak penelitian yang menggabungkan optimalisasi sarana-prasarana, kolaborasi orang tua, media sosial, dan hortikultura secara komprehensif. Urgensi kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini didasari oleh kondisi nyata pendidikan anak usia dini di Kabupaten Kotawaringin Timur yang masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana. Banyak lembaga pendidikan anak usia dini yang belum memiliki fasilitas yang memadai untuk mendukung proses pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Ruang kelas yang terbatas, kurangnya media pembelajaran interaktif, serta minimnya area bermain yang aman menjadi kendala utama. Akibatnya, banyak siswa lulusan TK masih mengalami kesulitan dalam mengembangkan kreativitas dan mengeksplorasi ide-ide baru. Kurangnya fasilitas yang mendukung . eksplorasi dan imajinasi membuat anak kurang terlatih dalam berpikir kreatif dan mandiri . Jika situasi ini dibiarkan, kualitas lulusan TK dan KB akan cenderung stagnan dan kurang mampu mengeksplorasi potensi diri mereka. Padahal, masa usia dini merupakan fase emas bagi perkembangan kognitif, motorik, dan sosial anak yang menentukan kesiapan mereka di jenjang pendidikan selanjutnya. Oleh karena itu, diperlukan upaya segera untuk meningkatkan kapasitas guru dalam mengelola sarana yang terbatas agar pembelajaran tetap Program pelatihan ini penting karena memberikan solusi praktis dalam mengintegrasikan fasilitas yang ada dengan metode pembelajaran Keterbatasan fasilitas seharusnya tidak menjadi alasan bagi sekolah maupun satuan pendidikan untuk tidak memberikan pengalaman belajar yang berkualitas bagi anak-anak. Guru dapat menjadi fasilitas bagi anak untuk meningkatkan kemampuan yang dimiliki anak . Guru dan tenaga pendidik dapat berperan aktif dalam menciptakan lingkungan belajar yang kreatif dan menyenangkan dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Pemanfaatan alat-alat bekas untuk media pembelajaran, permainan edukatif, serta pengelolaan lingkungan sekolah yang bersih dan hijau dapat menjadi solusi alternatif. Selain itu, konsep sekolah adiwiyata yaitu menciptakan karakter peduli lingkungan dapat diterapkan untuk membangun kesadaran lingkungan sejak dini pada anak-anak . Kebaruan . tate of the ar. dari program ini adalah pendekatan terpadu yang tidak hanya berfokus pada optimalisasi saranaprasarana, tetapi juga mengintegrasikan kolaborasi dengan orang tua, pemanfaatan media sosial sebagai sarana komunikasi dan dokumentasi pembelajaran, serta pengelolaan hortikultura sebagai media edukatif. Pendekatan multidimensi ini membedakan program dari kegiatan serupa yang umumnya masih parsial, karena program ini menggabungkan aspek pendidikan, teknologi, dan lingkungan dalam satu kerangka berkelanjutan. Untuk permasalahan yang dihadapi pihak sekolah, kami masyarakat yang berfokus pada optimalisasi sarana dan prasarana pendidikan. Program ini terinspirasi dari artikel Nurahman dkk dalam buku . , khususnya pada Bab 12 yang membahas tentang Optimalisasi Sarana Prasarana dalam Membangun Sekolah Berkelanjutan. Dalam konsep ini, pengelolaan sarana dan prasarana tidak hanya berorientasi pada peningkatan fasilitas fisik, tetapi juga pada pemanfaatan teknologi dan pendekatan inovatif untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih efektif dan ramah lingkungan. Kami percaya bahwa melalui program ini, sekolah dapat lebih siap dalam menghadapi tantangan pendidikan modern, terutama dalam mewujudkan sekolah inklusi dan Dengan melibatkan berbagai pihak, seperti tenaga pendidik, orang tua, serta pemangku kepentingan lainnya, program ini diharapkan mampu memberikan solusi nyata bagi perbaikan kualitas pendidikan di Kotawaringin Timur. Melalui sinergi ini, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar yang nyaman, tetapi juga menjadi pusat pengembangan karakter dan kreativitas bagi peserta didik. Target utama kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah para guru TK dan guru KB di Kabupaten Kotawaringin Timur. Melalui program ini, guru-guru akan mendapatkan pengalaman berharga dalam pengelolaan sarana dan prasarana sekolah agar lebih optimal dan berkelanjutan. Selain itu, mereka akan dibekali strategi untuk membangun kolaborasi yang lebih erat dengan orang tua siswa sebagai mitra dalam proses Pemanfaatan khususnya Instagram, juga akan diperkenalkan sebagai sarana efektif untuk meningkatkan interaksi dan berbagi informasi pembelajaran dengan orang tua dan masyarakat. Tak hanya itu, program ini juga mencakup pelatihan mengenai pengelolaan hortikultura, yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah sebagai bagian dari konsep sekolah adiwiyata. Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 7 No. 2 Oktober 2025 | Hal. METODE PENGABDIAN MASYARAKAT Pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat terkait pelatihan ini dilaksanakan dalam satu hari dengan rangkaian kegiatan yang dirancang secara sistematis untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh pihak sekolah maupun satuan pendidikan. Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam mengelola sarana prasarana, membangun kolaborasi dengan orang tua, serta memanfaatkan teknologi informasi dalam Melalui sesi pelatihan yang interaktif, peserta mendapatkan wawasan baru serta solusi praktis yang dapat diterapkan langsung di sekolah masing-masing . Selain itu, kegiatan ini juga mendorong guru untuk lebih kreatif dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan ramah anak. Pendekatan yang digunakan dalam pelatihan ini berbasis pada kebutuhan nyata di memberikan dampak yang signifikan. Gambar 1 adalah tahapan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang kami lakukan. Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 1. Tahapan Kegiatan Persiapan & Perencanaan Pada tahap ini, dilakukan identifikasi permasalahan yang dihadapi sekolah terkait pengelolaan sarana prasarana dan pembelajaran. Tim pengabdian juga melakukan koordinasi dengan dinas pendidikan serta pihak sekolah untuk mendapatkan dukungan dan masukan terkait pelaksanaan kegiatan. Selain itu, materi pelatihan disusun secara sistematis agar sesuai dengan kebutuhan peserta, termasuk strategi optimalisasi sarana, keterlibatan orang tua, serta pemanfaatan media sosial dalam pembelajaran. Pemilihan narasumber yang kompeten juga menjadi bagian dari perencanaan guna memastikan penyampaian materi yang berkualitas. Selanjutnya, disiapkan modul dan bahan ajar yang akan digunakan selama pelatihan agar peserta dapat dengan mudah memahami dan mengimplementasikan ilmu yang Tim pengabdian juga menyusun jadwal kegiatan agar pelaksanaan dapat berjalan dengan efektif dalam satu hari. Dengan persiapan yang matang, program ini diharapkan mampu memberikan solusi nyata bagi sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik. Sosialisasi Pelatihan Sosialisasi pelatihan merupakan tahapan penting untuk menjangkau ketertarikan para peserta pelatihan. Tim pengabdian kepada masyarakat menyusun upaya-upaya untuk dapat memenuhi jumlah peserta yang di targetkan. Dalam kegiatan ini tim pelaksana menargetkan jumlah peserta diantara 50-100 peserta. Dengan jumlah yang di targetkan oleh Tim diharapkan dapat mewakili para guru di Kotawaringin timur, yang nantinya pengetahuan yang diperoleh dapat disebar luaskan kembali. Pelaksanaan Pelatihan Pelaksanaan kegiatan pelatihan terdiri dari beberapa sesi yang disusun secara sistematis untuk memberikan pemahaman dan keterampilan kepada Kegiatan diawali dengan sesi pembukaan yang berisi pengenalan program serta penyampaian tujuan dan manfaat pelatihan. Selanjutnya, sesi pertama membahas optimalisasi sarana dan prasarana sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih efektif dan berkelanjutan. Sesi berikutnya berfokus pada strategi kolaborasi dengan orang tua, yang bertujuan memperkuat peran mereka dalam mendukung perkembangan anak di rumah dan di sekolah. Setelah itu, peserta diberikan pemahaman mengenai pemanfaatan media sosial seperti Instagram dan WhatsApp sebagai alat komunikasi dan dokumentasi Kemudian, sesi hortikultura mengajarkan cara mengelola lingkungan sekolah yang hijau dan edukatif sebagai bagian dari konsep sekolah adiwiyata. Di akhir kegiatan, sesi tanya jawab diadakan untuk memberikan kesempatan bagi peserta dalam mendiskusikan kendala serta berbagi pengalaman terkait implementasi materi yang telah disampaikan. Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 7 No. 2 Oktober 2025 | Hal. Evaluasi & Penutup Evaluasi dan penutup merupakan tahap akhir dalam pelaksanaan kegiatan pelatihan untuk mengukur efektivitas program dan memastikan pemahaman peserta. Evaluasi dilakukan melalui diskusi reflektif, di mana peserta berbagi mengimplementasikan materi yang telah dipelajari. Selain itu, tim pengabdian juga mengumpulkan umpan balik melalui kuesioner atau wawancara untuk menilai keberhasilan pelatihan dan aspek yang perlu ditingkatkan. Hasil evaluasi ini akan pengembangan program serupa di masa Setelah evaluasi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi penutupan yang berisi rangkuman materi serta motivasi kepada peserta agar terus mengembangkan inovasi dalam pembelajaran. Sertifikat partisipasi diberikan kepada peserta sebagai bentuk apresiasi atas keterlibatan mereka dalam program ini. Tim pengabdian juga mendorong peserta untuk tetap menjalin komunikasi dan berbagi praktik baik melalui grup HASIL DAN PEMBAHASAN Sosialisasi dan Peserta Pelatihan Sosialisasi dilakukan untuk memastikan ketercapaian target antara 50 hingga 100 peserta dalam kegiatan Tim pengabdian menjalin kerja sama dengan berbagai komunitas pendidikan, seperti Himpaudi Kotim. IGRA Kotim, dan PKG Markisa, guna memperluas jangkauan informasi dan menarik minat peserta. Melalui komunitas tersebut, informasi mengenai pelatihan dapat disebarluaskan secara efektif kepada para guru TK dan KB di Kabupaten Kotawaringin Timur. Penyebaran informasi pelatihan ini dilakukan baik penyampaian antar guru dan juga melalui media sosial komunitas yang bekerjasama dengan tim pelaksana kegiatan maupun group-group whatApp. Upaya ini terbukti berhasil dengan jumlah peserta yang mendaftar mencapai 94 orang dari 47 satuan pendidikan. Antusiasme tinggi dari peserta menunjukkan adanya kebutuhan yang nyata terhadap pelatihan ini, terutama dalam hal pengelolaan sarana prasarana dan pembelajaran berbasis kolaborasi. Daftar peserta sebagaimana di sajikan pada Tabel 1. Tabel 1. Peserta Pelatihan Nama Peserta Ayu Nur Islamiah Maya Lastari Asmah Bt Mohd Rapi Adilah Asal Instansi TK Al Firdaus TK Harmony TK IT Al Ishlah Sampit TK IT Nurul Hidayah Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. Nama Peserta Sari Wulandari Sri Wahyu Handayani Yulianti Rian Suprihatin Suhartik Asal Instansi TK Pertiwi I Sampit TK IT Al Ishlah Sampit TK Tunas Bangsa Smart TK Mentaya Estetika Sampit TK Cita Bunda Sampit Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah ditentukan waktu dan tempatnya dengan perencanaan yang matang. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 14 Desember 2024 dan disusun dalam beberapa sesi sesuai dengan kebutuhan materi. Sesi Pembahasan Optimalisasi Sarana Prasarana. Sesi Strategi Kolaborasi dengan Orang Tua, serta Sesi Pemanfaatan Media Sosial berlangsung di ruang Auditorium Universitas Darwan Ali. Sementara itu. Sesi Hortikultura dilaksanakan di Greenhouse Universitas Darwan Ali agar peserta dapat langsung mempraktikkan pengelolaan lingkungan sekolah yang hijau dan edukatif. Finalisasi persiapan tempat dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan kelancaran acara. Kegiatan ini berlangsung dari 00 hingga 16. 30, dengan jeda waktu yang cukup bagi peserta untuk berdiskusi dan memahami materi yang disampaikan. Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 1. Kondisi Ruang Tampak dari Depan Gambar 1 menunjukkan kondisi ruang Auditorium UNDA tampak dari Depan terlihat bahwa kondisi mampau memuat peserta pelatihan sebanyak 50-100 peserta. Pada kondisi ini terlihat bagian peserta bagian belakang posisi lebih tinggi dibanding peserta bagian depan. Hal ini bertujuan agar semua peserta dapat melihat tampilan layar yang di sajikan oleh tim pengamdian kepada P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 7 No. 2 Oktober 2025 | Hal. Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 2. Kondisi Ruang Tampak Bari belang Gambar 2 menunjukkan kondisi ruangan dengan menggunakan layar cukup besar untuk menyajikan materi kegiatan pengabdian kepada Kondisi ruangan terlihat nyaman terdapat fasilitas yang memadai seperti adanya meja, kursi, lampu. AC. Komputer, layar untuk menyajikan materi dan beberapa fasilitas lainnya. Ruang ini dipilih agar peserta merasa nyaman selama mengikuti kegiatan. Dengan kondisi ruangan yang telah disiapkan lebih awal tentu tim pelaksana kegiatan pengabdian kepada masyarakat berharap agar semua peserta dapat menerima materi dengan baik dan jelas. Pelaksanaan Pelatihan Tim pengabdian kepada masyarakat telah membagi kegiatan ini menjadi beberapa sesi. Pada sesi Sesi Pembahasan Optimalisasi Sarpras. Sesi Strategi Kolaborasi dengan Orang Tua, dan Sesi Pemanfaat Media Sosial disampaikan oleh Nurahman. Kom. Kom, seperti yang terlihat pada Gambar 3. Beberapa sesi ini dilaksanakan secara indoor. Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 3. Penyampain Materi Indoor Sesi Pembahasan Optimalisasi Sarana Prasarana berfokus pada bagaimana guru dapat tetap mengajar secara efektif meskipun dengan keterbatasan fasilitas. Dalam sesi ini, peserta diberikan wawasan bahwa pembelajaran tidak selalu bergantung pada sarana yang lengkap, tetapi dapat disiasati dengan memanfaatkan lingkungan Misalnya, dalam tema tanaman, guru dapat mengenalkan berbagai jenis tanaman yang ada di sekitar sekolah, seperti bunga, pohon, atau tanaman Anak-anak diajak untuk mengamati bentuk, warna, dan tekstur tanaman secara langsung sebagai bagian dari stimulasi sensorik mereka. Selain itu, guru juga dapat mengajarkan cara menanam dan merawat tanaman dengan metode sederhana yang bisa dipraktikkan di sekolah maupun di rumah. Dengan pendekatan ini, anakanak tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga belajar keterampilan dasar dalam merawat Mengenalkan lingkungan sekitar sesuai dengan kebutuhan anak juga merupakan bagian dari sekolah inklusi. Hal ini dapat dinyatakan demikian karena pada dasarnya anak pasti akan berinteraksi dengan lingkungan tentunya dengan lingkungan yang bukan diada-adakan melainkan lingkungan alam yang seharusnya atau semestinya ditemui anak dalam kehidupan sehari-hari. Karena hal itulah yang sebenarnya di butuhkan semua anak-anak. Bagi sekolah-sekolah keterbatasan dalam sarana bermain outdoor, tidak perlu berkecil hati karena pemanfaatan yang maksimal dapat menjadi solusi. Fasilitas yang tersedia harus dirawat dengan baik agar tetap aman dan nyaman digunakan oleh anak-anak. Guru dapat mengoptimalkan area yang ada dengan mengatur jadwal bermain agar semua anak mendapat kesempatan yang sama untuk bermain. Selain itu, penting bagi guru untuk menjelaskan fungsi dari setiap alat permainan serta manfaatnya bagi perkembangan motorik anak. Misalnya, ayunan dapat melatih keseimbangan, perosotan membantu koordinasi tubuh, dan permainan lari memperkuat daya tahan fisik. Dengan pemahaman ini, anak-anak akan lebih menghargai dan memanfaatkan fasilitas yang ada secara optimal. Guru juga dapat mengembangkan permainan kreatif berbasis aktivitas fisik tanpa memerlukan alat khusus. Dengan demikian, keterbatasan sarana tidak menghalangi anak untuk tetap aktif dan Sesi Strategi Kolaborasi dengan Orang Tua dalam pelatihan ini menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendukung pembelajaran anak, baik di sekolah maupun di rumah . Pemateri Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 7 No. 2 Oktober 2025 | Hal. menjelaskan bahwa komunikasi yang efektif antara guru dan orang tua menjadi kunci dalam memahami perkembangan dan kebutuhan anak. Orang tua diharapkan aktif dalam mendampingi proses belajar anak, seperti dengan melibatkan diri dalam aktivitas membaca bersama, permainan edukatif, atau diskusi ringan mengenai pengalaman anak di Selain itu, pemanfaatan media sosial seperti WhatsApp dapat digunakan untuk berbagi informasi terkait perkembangan anak dan kegiatan Dalam konteks sekolah inklusi, strategi ini menjadi lebih penting karena orang tua juga berperan dalam memberikan dukungan tambahan bagi anak-anak berkebutuhan khusus agar mereka merasa nyaman dan mampu belajar sesuai dengan Guru dan orang tua perlu bekerja sama dalam menyusun strategi pembelajaran yang sesuai, termasuk memberikan pendampingan ekstra di rumah untuk membantu anak lebih memahami materi. Pemateri juga menekankan bahwa apresiasi terhadap usaha anak, sekecil apa pun, dapat meningkatkan motivasi mereka dalam Dengan kolaborasi yang baik, baik anak reguler maupun anak berkebutuhan khusus dapat berkembang secara optimal dalam lingkungan yang inklusif dan mendukung. Strategi kolaborasi untuk menstimulasi perkembangan anak dalam sesi pelatihan juga diberikan dalam bentuk contoh konkret yang dapat diterapkan oleh guru dan orang tua. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah membagikan RPPH atau modul ajar kepada orang tua satu minggu sebelum pembelajaran dimulai. Hal ini bertujuan agar orang tua mengetahui materi yang akan diajarkan dan dapat mendukung stimulasi anak di rumah. Selain itu, guru dapat memberikan penghargaan sederhana, seperti bintang atau stiker, anak-anak perkembangan baik sebagai bentuk apresiasi. Bagi anak yang mengalami keterlambatan dalam perkembangan, guru bersama kepala sekolah perlu mengadakan komunikasi intensif dengan orang tua untuk mencari solusi yang tepat. Sebaiknya, orang tua diundang ke sekolah untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai perkembangan anak dan strategi pendampingan yang dapat dilakukan di rumah. Dalam pertemuan ini, guru dapat memberikan saran mengenai cara-cara stimulasi yang sesuai dengan kebutuhan anak. Orang tua juga didorong untuk berbagi pengalaman dalam mendukung perkembangan anak di rumah agar strategi yang diterapkan lebih efektif. Dengan adanya komunikasi terbuka antara sekolah dan orang tua, setiap anak dapat memperoleh perhatian dan dukungan yang Pendekatan perkembangan anak dapat berjalan dengan baik, baik dari aspek kognitif, sosial, maupun emosional. Sesi Pemanfaatan Media Sosial dalam pelatihan ini merupakan kelanjutan dari pengabdian kepada masyarakat sebelumnya yang Pelatihan Desain untuk Kreatif Meningkatkan Branding Sekolah . Pada kegiatan sebelumnya, peserta telah dibekali keterampilan desain grafis menggunakan Canva untuk meningkatkan citra sekolah. Dalam sesi kali memanfaatkan perkembangan teknologi secara optimal untuk mendukung pembelajaran anak. Salah satu manfaat utama adalah sekolah dapat mendokumentasikan perkembangan anak melalui video yang kemudian dapat dibagikan kepada orang tua . Dengan cara ini, orang tua dapat melihat progres anak mereka serta memahami bagaimana stimulasi yang diberikan di sekolah. Selain itu, guru juga dapat membuat video singkat yang berisi contoh stimulasi pembelajaran yang dapat diterapkan oleh orang tua di rumah. Media sosial seperti Instagram atau WhatsApp dapat digunakan sebagai platform untuk berbagi informasi dan dokumentasi kegiatan anak di sekolah. Dengan adanya pemanfaatan media sosial yang efektif, komunikasi antara guru dan orang tua menjadi lebih terbuka dan interaktif. Strategi ini tidak hanya membantu dalam monitoring perkembangan anak tetapi juga mendorong keterlibatan orang tua dalam proses pembelajaran. Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 4. Peserta Memperhatikan Materi Pelaksanaan kegiatan pada Gambar 4 terlihat antusiasme tinggi dari para guru dalam menyimak setiap penjelasan yang disampaikan oleh pemateri. Mereka tampak aktif mengikuti jalannya pelatihan dan mencatat poin-poin penting yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing. Bahkan, sebelum sesi diskusi resmi dibuka, beberapa peserta sudah mengajukan pertanyaan terkait materi yang disampaikan. Hal ini menunjukkan P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 7 No. 2 Oktober 2025 | Hal. bahwa para guru benar-benar ingin memahami lebih dalam tentang optimalisasi sarana prasarana, strategi kolaborasi dengan orang tua, serta pemanfaatan media sosial dalam pembelajaran. Selain itu, beberapa peserta juga berbagi pengalaman terkait kendala yang mereka hadapi di sekolah dan mencari solusi melalui diskusi dengan Interaksi yang dinamis antara peserta dan pemateri membuat sesi pelatihan menjadi lebih hidup dan aplikatif. Dengan adanya keterlibatan aktif dari para guru, diharapkan mereka dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam pembelajaran di sekolah. Kegiatan ini juga menjadi ajang berbagi pengalaman antarsekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini. Dalam Hortikultura, diperkenalkan dengan berbagai jenis tanaman yang dibudidayakan di Green House Universitas Darwan Ali, seperti selada, seledri, dan pakcoy. Pemateri menjelaskan karakteristik masing-masing tanaman, mulai dari kebutuhan air, pencahayaan, hingga metode perawatan yang tepat. Selada, misalnya, memerlukan lingkungan yang lembap dan teknik hidroponik sering digunakan untuk hasil yang Seledri membutuhkan perawatan rutin dengan pemangkasan agar tumbuh subur dan siap panen dalam waktu yang relatif singkat . Sementara itu, pakcoy dikenal sebagai tanaman yang mudah dibudidayakan dan memiliki manfaat gizi yang tinggi bagi anak-anak. Peserta juga mendapatkan wawasan mengenai cara penyemaian bibit yang benar untuk memastikan pertumbuhan tanaman yang sehat. Selain itu, pemateri menunjukkan bagaimana proses panen dilakukan agar tanaman tetap berproduksi dalam siklus yang Dengan memahami proses ini, peserta diharapkan dapat mengadopsi konsep kebun sekolah sebagai bagian dari sarana pembelajaran yang menarik bagi anak-anak. Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 5. Lokasi Green House Sesi Hortikultura pada Gambar 5 didampingi oleh Bapak Heriyanto. selaku pengelola Greenhouse di Universitas Darwan Ali bersama bapak Nurahman. Dalam sesi ini, peserta diajak untuk turun langsung ke lokasi pemeliharaan hortikultura guna mendapatkan pengalaman Pemateri menjelaskan secara rinci mengenai proses budidaya tanaman, dimulai dari pemilihan dan penyemaian bibit, perawatan tanaman, hingga tahap panen. Selain itu, aspek biaya dan efisiensi dalam pengelolaan kebun juga menjadi fokus pembahasan agar peserta memahami bagaimana menerapkan konsep ini di lingkungan Para peserta diberikan kesempatan untuk mencoba langsung teknik dasar dalam menanam dan merawat tanaman menggunakan metode sederhana yang dapat diaplikasikan di sekolah masing-masing. Sesi ini juga menekankan pentingnya pemanfaatan lahan terbatas untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih hijau dan edukatif bagi anak-anak. Dengan adanya praktik langsung ini, peserta diharapkan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh untuk meningkatkan kesadaran anak-anak terhadap Selain itu, hortikultura juga dapat menjadi media pembelajaran yang menarik bagi anak usia dini dalam mengenal tanaman dan Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 6. Praktek Panen Gambar 6 menunjukkan para peserta sedang memanen daun seledri di Greenhouse Universitas Darwan Ali. Dalam kegiatan ini, peserta diajarkan teknik memanen yang benar agar tanaman tetap dapat tumbuh dan berproduksi kembali. Pemateri menjelaskan bahwa seledri sebaiknya dipanen dengan cara memangkas bagian luar daun yang sudah siap, sementara bagian tengah dibiarkan tumbuh agar siklus panen berkelanjutan. Selain itu. Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 7 No. 2 Oktober 2025 | Hal. peserta juga diberikan pemahaman tentang manfaat sledri serta cara penyimpanannya agar tetap segar lebih lama. Dengan praktik langsung ini, peserta memperoleh pengalaman nyata dalam budidaya hortikultura yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah. Hasil postest juga telah menunjukkan peningkatan sebagaimana di sajikan pada Tabel 2. Tabel 2. Hasil Pretest dan Postest Aspek yang Dinilai Pemahaman konsep sekolah berkelanjutan Pengelolaan saranaprasarana Kolaborasi dengan orang tua Pemanfaatan media Pengelolaan Total Rata-rata Rata-rata Pre-Test Rata-rata Post-Test Kenaikan (%) Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Sebelum kegiatan ditutup, tim pengabdian kepada masyarakat membuka sesi diskusi atau tanya jawab untuk memberikan kesempatan kepada peserta dalam menggali lebih dalam materi yang telah disampaikan. Para peserta terlihat antusias dalam mengajukan pertanyaan, terutama terkait optimalisasi sarana-prasarana dalam mendukung mutu sekolah. Sebagian besar pemanfaatan sarana yang ada dapat berkontribusi terhadap peningkatan akreditasi sekolah. Pemateri menjelaskan bahwa semua aspek yang dibahas dalam kegiatan ini, mulai dari pengelolaan saranaprasarana, kolaborasi dengan orang tua, hingga pemanfaatan teknologi informasi, memiliki keterkaitan erat dengan mutu sekolah. Untuk instrumen-instrumen akreditasi yang relevan agar peserta memahami aspek yang dinilai dalam peningkatan mutu sekolah. Beberapa peserta juga berbagi pengalaman dan kendala yang dihadapi dalam implementasi di sekolah masing-masing. Karena keterbatasan waktu, sesi tanya jawab dibatasi hingga 15 pertanyaan agar diskusi tetap efektif dan terarah. Sesi ini menjadi momen penting bagi peserta untuk mendapatkan solusi konkret yang dapat diterapkan di sekolah mereka. Ringkasan 15 pertanyaan beserta jawaban singkat dari pemateri dapat dilihat pada Tabel 3. Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. Tabel 3. Pertanyaan Diskusi Asal Jawaban Pertanyaan Sekolah Singkat 1 Ayu Nur TK Al Bagaimana Atur layout Islamiah. Pd Firdaus mengatur ruang meja kursi kelas sempit agar tetap gunakan sudut kondusif untuk kelas untuk belajar anak? pusat aktivitas. 2 Asmah bt Mohd TK IT Al Bagaimana guru Gunakan Rapi Ishlah bisa tetap kreatif bahan alam & Sampit dengan sarana barang bekas jadi media 3 Sari Wulandari. TK Bagaimana cara Libatkan orang Pertiwi I efektif tua dalam Sampit melibatkan orang tua di tanaman kecil. 4 Sri Wahyu TK IT Al Apa solusi Manfaatkan Handayani. Pd Ishlah Sampit outdoor jika sekolah untuk sarana terbatas? permainan 5 Yulianti TK Tunas Bagaimana Upload Bangsa Instagram kegiatan anak Smart digunakan untuk agar orang tua bisa melihat & pembelajaran menstimulasi PAUD? ulang di 6 Rian Bagaimana Sediakan sudut Suprihtatin Mentaya sekolah kecil ramah ABK & Estetika bisa menuju Sampit sekolah inklusi? keterampilan guru dengan 7 Eka Rahmawati TK Bagaimana Terapkan Tinduk menjaga alat Ceria bermain agar tidak cepat libatkan guru serta siswa dalam menjaga 8 Vina Arla TK IT Bagaimana Gunakan Nashwa Nurul berkomunikasi WhatsApp Hidayah dengan orang tua yang sibuk informasi 9 Hatmiwati. Pd TK Al Bagaimana Sarpras jadi Firdaus kaitan sarpras indikator utama mutu sekolah dalam PAUD? akreditasi BAN PAUD. 10 Mai Timur Bagaimana Gunakan Wati. Mentaya memulai polybag atau Estetika hortikultura pot kecil, pilih Sampit dengan lahan tanaman cepat 11 Ranti Ratnasari TK Tanaman apa Selada, pakcoy. Terpadu yang cocok seledri Ae No Nama Penanya P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 7 No. 2 Oktober 2025 | Hal. Asal Pertanyaan Sekolah Baroqah ditanam anak Anggrek usia dini? 12 Wismaningsih. TK Tunas Bagaimana Jaya Agung anak belajar dengan media No Nama Penanya 13 Siti Majidah. Pd. 14 Bayu Dian Nilasari. Psi 15 Anita Kartiniaty. SH Jawaban Singkat mudah dirawat & cepat panen. Gunakan puzzle kardus, hitung dengan tutup botol. Bagaimana Dokumentasi Terpadu menilai Baroqah perkembangan diposting, lalu Anggrek anak lewat media sosial? dengan orang TK Ibnu Apa langkah Mulai dari Saleh kecil menuju hemat listrik. Sampit sekolah kelola sampah, berkelanjutan? dan TK Tunas Bagaimana guru Jadikan Jaya bisa kreatif Agung meski fasilitas sekitar sekolah belajar terbatas? sebagai Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Berdasarkan Tabel 3, dapat terlihat bahwa pertanyaan yang diajukan peserta sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi satuan pendidikan anak usia dini. Jawaban yang diberikan pemateri menekankan solusi praktis, kreatif, dan aplikatif sesuai kondisi sekolah, seperti memanfaatkan media sederhana, menjalin komunikasi digital dengan orang tua, dan mengembangkan kegiatan hortikultura di lahan terbatas. Diskusi ini juga memperlihatkan bahwa guru memiliki semangat tinggi untuk berinovasi meskipun sarana masih Dengan adanya sesi tanya jawab ini, peserta mendapatkan pemahaman lebih mendalam sekaligus motivasi untuk mengimplementasikan hasil pelatihan di sekolah masing-masing. Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memiliki sejumlah kelebihan yang dapat dicatat sebagai capaian positif. Antusiasme peserta sangat tinggi terlihat dari kehadiran 94 guru dari 47 satuan pendidikan. Hasil angket menunjukkan 82% peserta merasa sangat puas dengan materi yang diberikan, dan 78% menilai Kelebihan lain adalah materi yang disajikan sesuai dengan kebutuhan guru PAUD, sehingga peserta aktif bertanya dan berdiskusi. Praktik langsung dalam sesi hortikultura menjadi daya tarik utama, dengan 85% peserta menyatakan mendapat wawasan baru dalam mengintegrasikan lingkungan sebagai media belajar. Pemanfaatan media sosial sebagai sarana komunikasi juga dinilai relevan dengan kondisi guru, di mana 80% peserta menyatakan akan mencoba mendokumentasikan kegiatan sekolah melalui Instagram atau WhatsApp. Namun, evaluasi juga menemukan beberapa kekurangan dan hambatan. Waktu pelatihan yang hanya satu hari dinilai kurang memadai oleh 65% peserta, karena materi belum dapat dieksplorasi secara mendalam terutama pada aspek praktik hortikultura dan digitalisasi. Hambatan teknis berupa keterbatasan peralatan di greenhouse menyebabkan peserta harus berbagi dalam kelompok besar, sehingga pengalaman praktik belum maksimal. Selain itu, sekitar 40% peserta mengaku masih kesulitan dalam penggunaan pendampingan lanjutan. Beberapa peserta juga menyampaikan bahwa kendala utama di sekolah mereka adalah keterbatasan sarana-prasarana, sehingga penerapan hasil pelatihan masih memerlukan kreativitas tambahan. Meskipun demikian, 75% peserta menyatakan siap mengimplementasikan minimal satu inovasi baru di sekolah masing-masing, menunjukkan bahwa kegiatan ini bermanfaat sekaligus memberi dampak praktis bagi peningkatan mutu sekolah. KESIMPULAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah berhasil memberikan wawasan dan keterampilan baru bagi para guru TK dan KB di Kabupaten Kotawaringin Timur mengoptimalkan sarana-prasarana sekolah. Melalui berbagai sesi, peserta mendapatkan pemahaman tentang bagaimana memanfaatkan fasilitas yang terbatas, membangun kolaborasi dengan orang tua, serta menggunakan teknologi informasi untuk mendukung pembelajaran. Selain itu, praktik langsung dalam sesi hortikultura memberikan lingkungan belajar yang lebih edukatif dan ramah Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka dalam bertanya dan berdiskusi mengenai strategi peningkatan mutu sekolah. Dengan implementasi yang tepat, ilmu yang diperoleh dari pelatihan ini dapat membantu sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta akreditasi. Diharapkan, kegiatan ini dapat memberikan dampak jangka panjang dalam menciptakan sekolah berkelanjutan yang lebih inklusif dan ramah Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 7 No. 2 Oktober 2025 | Hal. UCAPAN TERIMAKASIH Kami mengucapkan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada Universitas Darwan Ali yang telah memberikan fasilitas lengkap sehingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat berjalan dengan lancar. Dukungan yang diberikan, mulai dari ruang auditorium hingga area greenhouse, sangat membantu dalam mendukung efektivitas pelatihan. Kami juga mengapresiasi kerja sama dan dukungan dari Himpaudi Kotim. IGRA, dan PKG Markisa, yang telah berperan aktif dalam mengoordinasikan peserta dan memastikan para guru tetap semangat dalam mengikuti setiap sesi. Kolaborasi yang terjalin ini menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya dalam optimalisasi sarana-prasarana sekolah. Semoga sinergi ini terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi pendidikan anak usia dini di Kotawaringin Timur. DAFTAR PUSTAKA