Volume . Issue . September / 2026 JURNAL PENDIDIKAN EKONOMI DAN BISNIS https://journal. id/index. php/jpeb Pengaruh Penerapan Program PNPM Berkelanjutan Terhadap Kesejahteraah Masyarakat di Desa Bongo Kecamatan Batudaa Pantai Kabupaten Gorontalo Alinda Umar Yusuf 1*). Frahmawati Bumulo . Abdulrahim Maruwae . Radia Hafid . Yulianti Toralawe. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Negeri Gorontalo. Indonesia12345 Email : Indahyusuf246@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Berkelanjutan terhadap kesejahteraan masyarakat di Desa Bongo. Kecamatan Batudaa Pantai. Kabupaten Gorontalo. Permasalahan dalam penelitian ini adalah masih adanya variasi tingkat kesejahteraan masyarakat yang diduga dipengaruhi oleh pelaksanaan program tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik analisis regresi linear sederhana. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program PNPM Berkelanjutan memiliki pengaruh positif terhadap kesejahteraan masyarakat dengan kontribusi sebesar 46,1%, sedangkan 53,9% dipengaruhi oleh variabel lain di luar Kesimpulannya. PNPM Berkelanjutan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di desa tersebut ini. Kata Kunci: PNPM Berkelanjutan. Kesejahteraan Masyarakat. Regresi Linear. Pemberdayaan Masyarakat. ABTRACT This study aims to determine the impact of the Sustainable National Community Empowerment Program (PNPM Berkelanjuta. on community welfare in Bongo Village. Batudaa Pantai District. Gorontalo Regency. The research problem is the persistent variation in community welfare levels, which is suspected to be influenced by the program's The research method used was quantitative with simple linear regression Data collection techniques included observation, questionnaires, and The results indicate that the Sustainable PNPM Program has a positive impact on community welfare, contributing 46. 1%, while 53. 9% is influenced by other variables outside the study. In conclusion, the Sustainable PNPM Program has a significant impact on improving community welfare in this village. Keywords: Sustainable PNPM. Community Welfare. Linear Regression. Community Empowerment. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 3 No. 2 September 2026 91 - 101 PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara kepulauan dengan karakteristik sosial dan wilayah yang sangat beragam. Salah satu ciri utama struktur kewilayahan Indonesia adalah dominasi wilayah perdesaan. Hingga saat ini, desa masih menjadi tempat tinggal bagi sebagian besar penduduk Indonesia sekaligus menjadi ruang utama aktivitas ekonomi masyarakat, terutama pada sektor pertanian, perikanan, dan usaha Kondisi tersebut menunjukkan bahwa desa memiliki peran strategis dalam menopang keberlanjutan pembangunan nasional, baik dari aspek sosial, ekonomi, maupun budaya. Keberadaan desa tidak dapat dipisahkan dari sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Desa merupakan unit pemerintahan terkecil yang berhadapan langsung dengan masyarakat sehingga menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan kebijakan dan program pemerintah. Oleh karena itu, kualitas pembangunan desa sangat menentukan keberhasilan pembangunan nasional secara Desa yang maju dan mandiri akan memberikan kontribusi positif terhadap stabilitas sosial serta peningkatan kesejahteraan masyarakat (Latare et al. Secara yuridis, kedudukan desa diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang menyatakan bahwa desa merupakan kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah serta kewenangan untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat berdasarkan hak asal-usul dan adat istiadat yang diakui dalam sistem pemerintahan nasional. Ketentuan ini menegaskan bahwa desa memiliki otonomi dalam mengelola pembangunan di wilayahnya. Namun demikian, permasalahan kemiskinan dan ketimpangan pembangunan masih banyak dijumpai di wilayah perdesaan. Keterbatasan akses ekonomi, rendahnya kualitas sumber daya manusia, serta minimnya lapangan pekerjaan menjadi tantangan utama dalam pembangunan desa. Kondisi tersebut mendorong pemerintah untuk melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan (Djumura et al. , 2. Salah satu program yang pernah dilaksanakan pemerintah adalah Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan partisipatif. Program ini menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan pembangunan desa sehingga diharapkan tercipta kemandirian dan keberlanjutan pembangunan (Christanto, 2. Secara konseptual. PNPM berlandaskan pada teori pemberdayaan masyarakat. Ife dan Tesoriero . menjelaskan bahwa pemberdayaan merupakan proses peningkatan kapasitas masyarakat agar mampu mengendalikan keputusan dan sumber daya yang memengaruhi kehidupannya. Melalui pendekatan ini, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi bagian aktif dalam proses Meskipun demikian, implementasi PNPM di berbagai daerah menunjukkan hasil yang beragam. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa program ini mampu meningkatkan pendapatan dan partisipasi masyarakat, namun di sisi lain terdapat Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 3 No. 2 September 2026 91 - 101 pula kendala seperti rendahnya pemahaman masyarakat, keterbatasan pengawasan, serta belum optimalnya pelaksanaan program di tingkat desa. Fenomena tersebut juga terjadi di Desa Bongo. Kecamatan Batudaa Pantai. Kabupaten Gorontalo masih menunjukkan adanya perbedaan pandangan masyarakat mengenai efektivitas pelaksanaan PNPM dalam meningkatkan kesejahteraan. Selain itu, tingkat partisipasi masyarakat dalam kegiatan program juga belum sepenuhnya merata sehingga diperlukan kajian empiris untuk mengetahui sejauh mana pengaruh penerapan PNPM terhadap kesejahteraan masyarakat di desa tersebut (Buge et al. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini dilakukan dengan judul AuPengaruh Penerapan Program PNPM Berkelanjutan Terhadap Kesejahteraan Masyarakat di Desa Bongo Kecamatan Batudaa Pantai Kabupaten GorontaloAy. Desa memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung keberhasilan pembangunan nasional. Namun dalam praktiknya, masyarakat masih memiliki pandangan yang berbeda terhadap pelaksanaan Program PNPM serta masih terdapat anggapan bahwa program tersebut belum berjalan secara optimal di Desa Bongo Kecamatan Batudaa Pantai Kabupaten Gorontalo. Oleh karena itu, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah seberapa besar pengaruh penerapan Program PNPM Berkelanjutan terhadap kesejahteraan masyarakat di desa tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh penerapan program tersebut terhadap kesejahteraan masyarakat di Desa Bongo Kecamatan Batudaa Pantai Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat secara teoritis dan Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat memperluas kajian ilmu pengetahuan khususnya mengenai pemberdayaan masyarakat desa dan pengaruh program PNPM terhadap kesejahteraan masyarakat. Secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi peneliti dalam memahami implementasi program PNPM di tingkat desa, bagi pemerintah desa sebagai bahan evaluasi dalam meningkatkan efektivitas program pemberdayaan masyarakat, serta bagi pembaca sebagai tambahan wawasan dan referensi untuk penelitian selanjutnya. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan Program PNPM Berkelanjutan terhadap kesejahteraan masyarakat di Desa Bongo Kecamatan Batudaa Pantai Kabupaten Gorontalo. Penelitian dilaksanakan di lokasi tersebut selama tiga bulan, yaitu dari bulan Agustus sampai Oktober 2023. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu penerapan Program PNPM Berkelanjutan (X) dan variabel terikat yaitu kesejahteraan masyarakat (Y), yang dianalisis untuk melihat hubungan dan pengaruh antar variabel. Populasi penelitian adalah seluruh masyarakat Desa Bongo yang terlibat dalam program sebanyak 121 orang, dengan sampel sebanyak 96 responden yang ditentukan menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, serta analisis regresi linear sederhana. Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji t dan koefisien determinasi (RA) untuk mengetahui besarnya Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 3 No. 2 September 2026 91 - 101 pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Tabel 1. Hasil Uji Validitas Variabel PNPM (X) Pernyataan rHitung rTabel Hasil 0,565 0,396 Valid 0,754 0,396 Valid 0,464 0,396 Valid 0,548 0,396 Valid 0,590 0,396 Valid 0,827 0,396 Valid 0,695 0,396 Valid 0,893 0,396 Valid 0,753 0,396 Valid P10 0,765 0,396 Valid Sumber: Data Olahan SPSS, 2026 Pernyataan P11 P12 P13 P14 P15 P16 P17 P18 P19 P20 rHitung rTabel 0,807 0,715 0,616 0,624 0,765 0,828 0,754 0,826 0,756 0,600 0,396 0,396 0,396 0,396 0,396 0,396 0,396 0,396 0,396 0,396 Hasil Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Berdasarkan pengujian validitas pernyataan dikatakan valid jika rhitung lebih besar dari r-tabel. Nilai r-tabel didapatkan dari tabel rho dimana df= n Ae 2 . = 25 Ae 2 = . dan tingkat signifikan 5% maka nilai r-tabel sebesar 0,396. demikian dari 20 . ua pulu. pernyataan yang digunakan untuk mengukur validitas dari variabel PNPM ditemukan bahwa semua pernyataan telah memiliki nilai rhitung lebih besar dari rtabel 0,396. sehingga dikatakan memenuhi uji validitas dan digunakan untuk pengumpulan data penelitian. Tabel 2. Hasil Uji Validitas Variabel (Y) Kesejahteraan Masyarakat Pernyataan rHitung rTabel 0,489 0,723 0,558 0,731 0,911 0,872 0,724 0,904 0,857 0,396 0,396 0,396 0,396 0,396 0,396 0,396 0,396 0,396 Hasil Pernyataan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid P11 P12 P13 P14 P15 P16 P17 P18 P19 rHitung rTabel 0,621 0,732 0,874 0,843 0,528 0,520 0,856 0,655 0,910 0,396 0,396 0,396 0,396 0,396 0,396 0,396 0,396 0,396 Hasil Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 3 No. 2 September 2026 P10 0,903 0,396 Valid Sumber: Data Olahan SPSS, 2026 P20 0,863 0,396 91 - 101 Valid Berdasarkan pengujian validitas pernyataan dikatakan valid jika r-hitung lebih besar dari r-tabel. Nilai r-tabel didapatkan dari tabel rho dimana df= n Ae 2 . = 25 Ae 2 = . dan tingkat signifikan 5% maka nilai r-tabel sebesar 0,396. Dengan demikian dari 20 . ua pulu. pernyataan yang digunakan untuk mengukur validitas dari variabel kesejahteraan masyarakat ditemukan bahwa semua pernyataan telah memiliki nilai r-hitung lebih besar dari rtabel 0,396. sehingga dikatakan memenuhi uji validitas dan digunakan untuk pengumpulan data penelitian. Tabel 3. Hasil Uji Reliabilitas Angket No. Variabel PNPM (X) 0,947 Kesejahteraan Masyarakat (Y) 0,955 Sumber: Data primer yang diolah, 2026 Kriteria Reliabel Reliabel Berdasarkan tabel, diperoleh bahwa hasil uji reliabilitas dilakukan terhadap item pertanyaan yang dinyatakan valid. Suatu variabel dikatakan reliabel atau handal jika jawaban terhadap pertanyaan selalu konsisten. Jadi hasil koefisien reliabilitas instrument PNPM (X) adalah sebesar ralpha = 0,947 dan Kesejahteraan Masyarakat (Y) adalah sebesar ralpha = 0,955, ternyata memiliki nilai AuAlpha CronbachAy lebih besar dari 0,6, yang berarti kedua instrumen dinyatakan reliabel atau memenuhi persyaratan. Tabel 4. Hasil Analisis Deskriptif Variabel (X) PNPM Indikator Pernyataan N Mean Kesimpulan X_1 3,87 Baik X_2 3,97 Baik X_3 4,13 Baik Partisipasi Masyarakat X_4 4,40 Baik X_5 4,07 Baik T_Indikator 4,08 Baik X_6 4,20 Baik X_7 4,17 Baik Peningkatan X_8 4,23 Sangat Baik Kapasitas X_9 4,17 Baik Masyarakat X_10 4,03 Baik T_Indikator 4,16 Baik X_11 4,10 Baik X_12 4,07 Baik X_13 4,10 Baik Pemberdayaan Ekonomi Lokal X_14 4,23 Sangat Baik X_15 3,97 Baik T_Indikator 4,09 Baik Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 3 No. 2 September 2026 Pembangunan Infrastruktur Dasar X_16 X_17 X_18 X_19 X_20 T_Indikator Total_X Valid N . Sumber: Data Olahan SPSS, 2026 3,90 3,97 3,57 4,00 3,37 3,76 91 - 101 Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Berdasarkan hasil analisis deskriptif untuk variabel PNPM pada tabel diatas masuk dalam kategori baik dengan angka 4,02. Dari keempat indikator yang diangkat dalam variabel ini, untuk indikator Partisipasi Masyarakat berada pada kategori baik . , indikator Pemberdayaan Ekonomi Lokal berada pada kategori baik . , indikator Pembangunan Infrastruktur Dasar berada pada kategori baik . Dari nilai mean ke empat indikator di atas dapat disimpulkan bahwa PNPM berkelanjutan sudah masuk dalam kategori baik dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa Bongo. Kecamatan Batudaa Pantai. Kabupaten Gorontalo. Tabel 5. Hasil Analisis Deskriptif Variabel (Y) Kesejahteraan Masyarakat Indikator Pernyataan N Mean Kesimpulan Terpenuhinya Kebutuhan Primer Terpenuhinya Kebutuhan Materi Y_1 Y_2 Y_3 Y_4 Y_5 Y_6 Y_7 Y_8 Y_9 Y_10 T_Indikator Y_11 Y_12 Y_13 Y_14 Y_15 Y_16 Y_17 Y_18 Y_19 Y_20 T_Indikator Total_Y 4,23 4,50 4,47 4,37 4,30 4,40 4,40 4,10 4,47 4,40 4,36 4,37 4,27 4,27 4,30 4,20 3,87 3,70 3,87 3,63 3,90 4,03 Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 3 No. 2 September 2026 91 - 101 Valid N . Sumber: Data Olahan SPSS, 2026 Berdasarkan hasil analisis deskriptif untuk variabel kesejahteraan masyarakat pada tabel diatas sudah masuk dalam kategori baik dengan angka 4,18. Dari kedua indikator yang diangkat dalam variabel ini, untuk indikator Terpenuhinya Kebutuhan Primer berada pada kategori sangat baik . dan indikator Terpenuhinya Kebutuhan Materi masuk dalam ketegori baik . Dari nilai ke kedua indikator di atas dapat disimpulkan bahwa Kesejahteraan Masyarakat sudah masuk dalam kategori baik menurut masyarakat Desa Bongo Kecamatan Batudaa Pantai Kabupaten Gorontalo. Gambar 1. Grafik Hasil Pengujian Normal Probability Plot Dalam pengujian regresi, syarat utama yang harus dipenuhi yakni data harus berdistribusi normal. Pengujian Normaliti juga dapat diidentifikasi dengan metode Normal Probability Plot. Hasil Normal Probability Plot untuk uji normalitas digambarkan pada gambar berikut: Berdasarkan gambar tersebut dapat dilihat bahwa data . menyebar disekitar garis diagonal. Berdasarkan ketentuan yang ada bahwa data normal ketika titik-titik tersebut mengikuti garis diagonal, sehingga dengan terpenuhinya criteria tersebut maka dikatakan bahwa model regresi memiliki data yang berdistribusi normal. Tabel 6. Tabel Hasil Uji Normalitas Data One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Test Statistic Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Unstandardized Residual Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 3 No. 2 September 2026 91 - 101 Asymp. Sig. -taile. Sumber: Data Olahan SPSS, 2026 Berdasarkan hasil pengujian diatas diperoleh nilai Kolmogorov-Smirnov Z sebesar 0,136 dengan nilai asymp. Sig. -taile. atau probabilitas sebesar 0,164 yang berada diatas 0,05 seperti yang telah disyaratkan. Sehingga dengan demikian dapat disimpulkan bahwa data dalam penelitian ini berdistribusi normal. Tabel 7. Hasil Uji Analisis Regresi Coefficientsa Standardized Coefficients Model (Constan. Unstandardized Coefficients Std. Error PNPM Beta Sig. Sumber: Data Olahan SPSS, 2026 Berdasarkan hasil analisis, model regresi linear sederhana yang diperoleh adalah = 40,741 0,537X. Nilai konstanta sebesar 40,741 menunjukkan bahwa ketika variabel PNPM bernilai nol, maka rata-rata kesejahteraan masyarakat berada pada angka 40,741 satuan, yang mengindikasikan adanya faktor lain di luar PNPM yang tetap memengaruhi kesejahteraan masyarakat. Sementara itu, koefisien regresi sebesar 0,537 menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan pada variabel PNPM akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebesar 0,537 satuan, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif antara penerapan PNPM terhadap kesejahteraan masyarakat di lokasi penelitian. Tabel 8 Hasil Uji Parsial (Uji T) Coefficientsa Standardized Coefficients Unstandardized Coefficients Model (Constan. Std. Error Beta Sig. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 3 No. 2 September 2026 91 - 101 PNPM Sumber: Data Olahan SPSS, 2026 Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat nilai t-tabel yang diperoleh untuk mendapatkan kesimpulan apakah menerima atau menolak Ho, terlebih dahulu harus menentukan t-tabel yang akan digunakan. Nilai t-tabel ini tergantung pada besarnya df . egree of freedo. serta tingkat signifikan yang digunakan sebesar 5% dan nilai df sebesar n Ae k Ae 1 = 30 Ae 1 Ae 1 = 28 diperoleh nilai t-tabel sebesar 2,04841 . ihat lampira. Hasil analisis dengan menggunakan bantuan program SPSS 22 diperoleh hasil yaitu nilai t-hitung 4,895 > t-tabel 2,04841dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis dalam penelitian ini diterima yaitu variabel PNPM (X) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kesejahteraan Masyarakat (Y) Desa Bongo Kecamatan Batudaa Pantai Kabupaten Gorontalo. Tabel 9. Koefisien Determinasi Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Std. Error of Estimate Sumber: Data Olahan SPSS, 2026 Berdasarkan hasil analisis koefisien determinasi pada tabel diatas menunjukkan besarnya koefisien determinasi yang disesuaikan atau angka R Square adalah sebesar 0,461. Atau sebesar 46,1%. Nilai ini menunjukan bahwa sebesar 46,1% variabilitas Kesejahteraan Masyarakat (Y) dapat dijelaskan oleh variabel PNPM (X), sedangkan sisanya sebesar 53,9% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. PEMBAHASAN Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan, kemiskinan dapat dipahami sebagai kondisi ketidakmampuan individu atau rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan dasar hidup seperti pangan, sandang, dan papan akibat keterbatasan sumber daya ekonomi. Hal ini sejalan dengan pandangan Suryanto . , yang menyatakan bahwa kemiskinan merupakan kondisi kekurangan barang dan jasa untuk mencapai standar hidup yang layak, serta sejalan dengan BPS . yang menegaskan bahwa kemiskinan diukur berdasarkan ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar dari sisi pengeluaran. Dalam perspektif Friedman, kemiskinan juga berkaitan dengan keterbatasan akses terhadap modal produktif, sumber keuangan, organisasi sosial, jaringan, dan informasi yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas hidup (Maharani et al. , 2. Menurut Larosa . , program pemberdayaan masyarakat berkelanjutan seperti PNPM memiliki peran dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat secara langsung dalam Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 3 No. 2 September 2026 91 - 101 proses pembangunan. Hal ini sejalan dengan teori pemberdayaan masyarakat oleh Chambers yang menekankan bahwa masyarakat harus ditempatkan sebagai subjek pembangunan, serta Rahmawati. , yang menyatakan bahwa pemberdayaan merupakan proses peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengontrol keputusan dan sumber daya. Selain itu, konsep kesejahteraan menurut Pratami et al. , . menegaskan bahwa kesejahteraan tidak hanya dilihat dari aspek pendapatan, tetapi juga dari kemampuan individu dalam mengakses pendidikan, kesehatan, dan kesempatan hidup yang lebih baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa program pemberdayaan masyarakat seperti PNPM berkelanjutan memiliki pengaruh dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan kapasitas, partisipasi, dan akses terhadap sumber daya pembangunan. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa PNPM (X) berpengaruh positif signifikan terhadap Kesejahteraan Masyarakat (Y) Masyarakat Desa Bongo Kecamatan Batudaa Pantai Kabupaten Gorontalo. Hasil ini dapat menjelaskan bahwa dengan diterapkannya PNPM maka dapat meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa Bongo. Kecamatan Batudaa Pantai. Kabupaten Gorontalo. SARAN Berdasarkan hasil penelitian yang menunjukkan adanya pengaruh PNPM berkelanjutan terhadap kesejahteraan masyarakat, maka disarankan agar pengelola program terus meningkatkan kualitas pelaksanaan melalui perbaikan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi. Masyarakat juga diharapkan lebih aktif berpartisipasi dalam setiap tahapan program agar pelaksanaan PNPM sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Selain itu, pemerintah daerah perlu memberikan dukungan berupa kebijakan, pendampingan, serta pengawasan yang berkelanjutan, sekaligus mendorong sinergi dengan program pemberdayaan lainnya. Penelitian selanjutnya juga disarankan untuk menambahkan variabel lain seperti pendidikan, pendapatan, kesempatan kerja, akses kesehatan, dan infrastruktur agar kajian mengenai kesejahteraan masyarakat menjadi lebih komprehensif. DAFTAR PUSTAKA