EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 4 November 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational PENGARUH PENGALAMAN PRAKTIK INDUSTRI TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA PADA MAHASISWA S1 TATA BUSANA PKK FT UNM NURFATHONAH1 . ST. AISYAH 2 DAN HAMIDAH SURYANI 3 Fakultas Teknik. Universitas Negeri Makassar e-mail: st. aisyah@unm. ABSTRAK Penelitian ini adalah penelitian ex-post facto. Bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengalaman praktik industri terhadap minat berwirausaha pada mahasiswa S1 Tata Busana PKK FT UNM. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa S1 Tata busana PKK FT UNM angkatan 2020 dan 2021 sebanyak 152 orang. Jumlah sampel adalah 54 Mahasiswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi dan kuesioner . Adapun teknik analisis data yang digunakan yaitu, analisis deskriptif dan analisis regresi Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: . Gambaran pengalaman praktik industri, . Gambaran minat berwirausaha, . Pengaruh pengalaman praktik industri terhadap minat berwirausaha pada mahasiswa S1 Tata Busana PKK FT UNM. Hasil penelitian adalah: Gambaran pengalaman praktik industri termasuk dalam kategori rendah dengan persentase sebesar 37% atau sebanyak 20 mahasiswa. Gambaran minat berwirausaha termasuk dalam kategori rendah dengan persentase sebesar 31% atau sebanyak 17 mahasiwa. Pengaruh pengalaman praktik industri terhadap minat berwirausaha menunjukkan bahwa nilai signifikan 000 < 0. 05 artinya ada pengaruh antara pengalaman praktik industri terhadap minat berwirausaha dengan kontribusi sebesar 32. 7% dan 67. 3% dipengaruhi oleh faktor lain. Kata Kunci: pengalaman praktik industri, minat, wirausaha ABSTRACT This research is an ex-post facto study. Aimed at determining the influence of industrial practical experience on entrepreneurial interest in PKK FT UNM Undergraduate Fashion Design. The population of this study were 152 Fashion Design PKK FT UNM undergraduate students from the 2020 and 2021 intakes. The number of samples was 54 students. The data collection techniques used are observation, documentation and questionnaires. The data analysis techniques used were descriptive analysis and simple regression analysis. The purpose of this study was to determine: . Description of industrial practice experience, . Description of interest in entrepreneurship, . Influence of industrial practice experience on interest in entrepreneurship in Fashion Design PKK FT UNM undergraduate students. The results of the study are: . The description of industrial practice experience falls into the low category, with a percentage of 37%, or 20 students. The description of entrepreneurial interest is classified as low, indicated by a percentage of 31%, or 17 students. The influence of industrial practice experience on entrepreneurial interest shows a significant value of 0. 000 < 0. 05, meaning there is an effect of industrial practice experience on entrepreneurial interest with a contribution of 7% and 67. 3% is influenced by other factors. Keywords: industrial intership experience, interest, entrepreneurship PENDAHULUAN Salah satu bidang yang menggerakkan perekonomian Indonesia adalah industri fashion. Industri fashion termasuk salah satu contoh ekonomi kreatif yang saat ini sedang naik daun di kalangan masyarakat Indonesia. Menurut Sandiaga Uno, industri di bidang ekonomi kreatif mempunyai daya tahan yang cukup baik dalam menghadapi kondisi perekonomian, terutama Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 4 November 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational ketika kondisi perekonomian Indonesia berada di tahap rawan seperti pada saat awal pandemi Covid-19 . Mia . mengatakan bahwa industri fashion semakin menunjukkan perkembangan yang positif di Indonesia. Industri fashion sendiri menempati urutan kedua dalam perusahaan ekonomi kreatif berdasarkan jajaran Sensus Ekonomi 2016, yaitu sekitar 15. 01% setelah industri kuliner dengan 67. Industri yang bergerak dalam dunia fashion sangat diminati oleh berbagai kalangan. Sebagai sektor padat karya industri fashion mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 2 juta orang atau 14,7% total tenaga kerja di sektor industri. Dengan banyaknya tenaga kerja yang dibutuhkan, berbagai lembaga pendidikan membuka program keahlian Tata Busana yang nantinya dapat disalurkan sebagai tenaga kerja di bidang industri fashion, salah satunya dalam dunia pendidikan yaitu dengan menerapkan praktik industri. Praktik industri ini penting sebagai salah satu penyiapan kapasitas, dan penyiapan lulusan yang mampu berkompetisi di Era Globalisasi saat ini. Kegiatan ini diselenggarakan dengan melibatkan industri terkait dengan Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar. Mata kuliah Praktik Industri adalah salah satu mata kuliah wajib di semester VII yang dilaksanakan oleh mahasiswa Konsentrasi Pendidikan Fashion. Pendidikan Kecantikan, dan Pendidikan Katering di Jurusan PKK Fakultas Teknik UNM di industri-industri di kota Makassar. Pelaksanaan penuh akan dilakukan selama 2 bulan. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk mencari, menerapkan, dan mengaplikasikan pengetahuan serta keterampilan yang diperoleh selama masa studi mereka. Praktik kerja industri adalah bentuk pengorganisasian pendidikan dan pelatihan vokasi yang menggabungkan secara sistematis dan sinkron antara program pendidikan di sekolah dan program penguasaan keterampilan di industri. (Maida et al. , 2. Minat mengindikasikan apa yang diinginkan atau dilakukan orang atau apa yang mereka Minat mahasiswa sangat dibutuhkan bagi mahasiswa yang berwirausaha agar mampu mengidentifikasi peluang usaha, kemudian mendayagunakan peluang usaha untuk menciptakan peluang kerja baru. (Hasanah. & D. , 2. Minat berwirausaha tidak selalu terbentuk otomatis sejak lahir, melainkan dapat ditumbuhkan melalui pendidikan dan pelatihan. Minat berwirausaha dipengaruhi oleh adanya soft skill karena untuk menjadi seorang wirausaha dibutuhkan keterampilan dan karakter pribadi yang kuat. Minat berwirausaha tumbuh dan berkembang sesuai dengan faktor-faktor yang Faktor yang memengaruhi tumbuh dan berkembangnya keputusan untuk berwirausaha merupakan hasil interaksi dari beberapa faktor yaitu karakter kepribadian seseorang dan lingkungannya. Minat merupakan keadaan psikis yang timbul dari dalam diri seseorang di mana cenderung lebih suka dan lebih tertarik oleh suatu objek, serta menginginkan objek tersebut tanpa adanya keterpaksaan. Minat menimbulkan keinginan untuk mengetahui dan mempelajari suatu objek tertentu denganperasaan senang dan berniat untuk mewujudkannya sebagai pilihan hidup. (Siregar, 2. Menurut Vernon A. Musselman dan John H. Jackson (Kurnia. Hasanah dan Airine, 2. Auwirausaha adalah menginvestasikan dan mempertaruhkan waktu, uang dan usaha untuk memulai suatu perusahaan dan menjadikannya berhasil. Dalam definisi tersebut ada kata mempertaruhkan waktu, uang dan usaha yang berarti dalam konsep wirausaha terdapat kemauan menanggung resiko dan keberanian memulai usahaAy. (Hasanah. & D. , 2. Seorang wirausaha tidak akan berhasil apabila tidak memiliki pengetahuan, kemampuan, dan kemauan. Ada kemauan tapi tanpa kemampuan dan pengetahuan tidak akan membuat wirausahawan itu sukses, sebaliknya memiliki kemampuan dan pengetahuan tanpa disadari kemauan tidak akan membawa wirausahawan itu pada kesuksesan. Begitu pula dalam usaha industri, sebagian orang yang merintis usaha ialah dari kalangan masyarakat yang berkemauan dan belajar. Lulusan perguruan tinggi yang dibekali pendidikan dan keterampilan diharapkan mampu Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 4 November 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational mengembangkan diri menjadi wirausaha, bukan menjadi lulusan yang mencari pekerjaan tetapi justru dapat menghasilkan dan menciptakan lapangan pekerjaan. Hal penting dalam pendidikan vokasional adalah pengalaman praktik industri yang memberikan kesempatan mahasiswa untuk mengaplikasikan pengetahuan teori serta Meskipun banyak lulusan Tata Busana, minat berwirausaha di kalangan mereka sangat rendah. Oleh karena itu, penting untuk mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi minat dalam membentuk mindset wirausaha mahasiswa. Sesuai pengalaman penulis dalam pelaksanaan praktik industri memunculkan minat wirausaha yang tinggi karena selama pelaksanaan praktik industri berada pada lingkungan kerja nyata, sehingga penulis menarik sebuah kesimpulan bahwa pengalaman praktik industri memiliki pengaruh terhadap minat Hal ini juga didukung berdasarkan hasil wawancara pra-survei dengan beberapa mahasiswa yang di mana ditemukan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki minat dalam berwirausaha setelah melaksanakan mata kuliah Praktik Industri. Berdasarkan penjelasan di atas maka, penulis tertarik untuk meneliti dengan judul AuPengaruh Pengalaman Praktik Industri Terhadap Minat Berwirausaha pada Mahasiswa S1 Tata Busana PKK FT UNMAy. METODE PENELITIAN Penelitian ini mengambil judul Pengaruh Pengalaman Praktik Industri Terhadap Minat Berwirausaha pada Mahasiswa S1 Tata Busana PKK FT UNM. Pelaksanaan penelitian mulai bulan Juli Ae September 2024 berlokasi di Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa aktif Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Konsentrasi Tata Busana Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar angkatan 2020 dan 2021 yang telah memprogram mata kuliah Praktik Industri dan melaksanakan praktik industri. Adapun teknik pengambilan sampling yang digunakan adalah random sampling, diambil 35% dari 152 mahasiswa yaitu sejumlah 54 mahasiswa dari angkatan 2020 dan 2021. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pendekatan kuantitatif, karena bermaksud mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara X . engalaman praktik industr. dan Y . inat Penelitian kuantitatif adalah suatu proses penelitian untuk menemukan keterangan mengenai apa yang ingin diketahui. Semua informasi atau data diwujudkan dalam Analisisnya berdasarkan analisis deskriptif dan regresi sederhana. (Sugiyono, 2. Teknik pengumpulan data dengan melakukan observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket kepada mahasiswa S1 Tata Busana PKK FT UNM angkatan 2020 dan 2021. Instrumen yang digunakan ialah instrumen angket yang melalui uji validitas, uji reliabilitas, dan uji Adapun kisi-kisi instrumen penelitian variabel pengalaman praktik industri dan variabel minat berwirausaha, sebagai berikut: Tabel 1. Kisi-kisi Instrumen penelitian Variabel Indikator Nomor Angket Ranah Kognitif Pengalaman Praktik Industri (X) Ranah Psikomotorik Ranah Afektif Perasaan Senang Ketertarikan Minat Berwirausaha (Y) Perhatian Keterlibatan Jumlah Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 4 November 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational Jumlah Item Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengalaman praktik industri terhadap minat berwirausaha pada mahasiswa. Data hasil penelitian yang terkumpul akan diolah sehingga dari data tersebut diperoleh informasi yang dapat digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh pada penelitian tersebut. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian ini adalah penelitian Ex-post facto yang bertujuan untuk mengetahui gambaran pengalaman praktik industri, minat berwirausaha, serta mengetahui pengaruh yang signifikan antara pengalaman praktik industri terhadap minat berwirausaha pada mahasiswa S1 Tata Busana PKK FT UNM. Data mengenai variabel X dikumpulkan melalui observasi dan penyebaran angket di lapangan. Sementara itu, data mengenai variabel Y diperoleh dari angket tertutup yang menggunakan skala likert yang disebar kepada 54 mahasiswa Jurusan PKK FT UNM yang telah melaksanakan program mata kuliah Praktik Industri. Gambaran pengalaman praktik industri pada mahasiswa S1 Tata Busana PKK FT UNM Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan membagikan angket kepada masing-masing mahasiswa, kemudian didapatkan perolehan skor tiap indikator di antaranya ranah kognitif dengan skor 714, ranah psikomotorik dengan skor 701, dan ranah afektif dengan Tabel 1. Nilai Analisis Data Deskriptif Pengalaman Praktik Industri Pengalaman praktik Valid N . Descriptive Statistics N Min Max Mean Std. Deviation Berdasarkan hasil uji deskriptif di atas, dapat kita gambarkan distribusi data yang diperoleh adalah variabel pengalaman praktik industri, dideskripsikan bahwa nilai minimum sebesar 35, sedangkan nilai maksimumnya sebesar 48. Untuk nilai rata-rata variabel pengalaman praktik industri sebesar 39. 500 dan standar deviasi data pengalaman praktik industri adalah 3. Dari perhitungan tersebut dapat dikategorikan dalam 5 kelas, sebagai Tabel 2. Kriteria Penilaian Komponen Rumus Kategori M 1,5SD < X Sangat Tinggi (ST) M 0,5SD < X O M 1,5SD Tinggi (T) M - 0,5SD < X O M 0,5SD Sedang (S) M - 1,5SD < X O M - 0,5SD Rendah (R) X O M - 1,5SD Sangat Rendah (SR) Sumber : Gusti Ngurah Putrajaya Mengacu pada perhitungan tersebut, maka distribusi kecendurungan variabel pengalaman praktik industri dapat dilihat pada tabel 3 dan gambar 1 sebagai berikut: Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 4 November 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational Tabel 3. Klasifikasi Kecenderungan Pengalaman Praktik Industri Kategori Interval Frekuensi Persentasi 45 < X 41 < X O 45 38 < X O 41 34 < X O 38 X O 34 Jumlah Gambar 1. Frekuensi Variabel Pengalaman Praktik Industri Berdasarkan tabel 3 dan gambar 1 di atas mengenai frekuensi variabel pengalaman praktik industri menunjukkan bahwa kategori sangat tinggi yaitu sebanyak 8, kategori tinggi sebanyak 10, kategori sedang sebanyak 16, kategori rendah sebanyak 20, dan kategori sangat rendah sebanyak 0 orang mahasiswa. Adapun penilaian penerapan dari masing-masing indikator pengalaman praktik industri pada mahasiswa dapat dilihat dari grafik berikut ini: Gambar 2. Grafik Frekuensi Indikator Pengalaman Praktik Industri Ranah kognitif Jumlah pernyataan dengan indikator ranah kognitif yang terdapat pada instrumen penelitian yaitu sebanyak 4 butir soal. Diketahui skor tertinggi adalah 16 dan skor terendah Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 4 November 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational Dalam ranah kognitif pada pengalaman praktik industri apabila ditinjau dari hasil penelitian dengan jumlah sampel sebanyak 54 mahasiswa, terdapat 6 mahasiswa memiliki tingkat ranah kognitif yang sangat tinggi, terdapat 19 mahasiswa memiliki tingkat kognitif tinggi, terdapat 21 mahasiswa memiliki tingkat kognitif sedang, terdapat 8 mahasiswa memiliki tingkat kognitif rendah, dan terdapat 0 mahasiswa memiliki tingkat kognitif yang sangat rendah. Ranah psikomotorik Jumlah pernyataan dengan indikator ranah psikomotorik yang terdapat pada instrumen penelitian yaitu sebanyak 4 butir soal. Diketahui skor tertinggi adalah 16 dan skor terendah Dalam ranah psikomotorik pada pengalaman praktik industri apabila ditinjau dari hasil penelitian dengan jumlah sampel sebanyak 54 mahasiswa, terdapat 11 mahasiswa memiliki tingkat ranah psikomotorik yang sangat tinggi, terdapat 4 mahasiswa memiliki tingkat ranah psikomotorik tinggi, terdapat 34 mahasiswa memiliki tingkat ranah psikomotorik sedang, terdapat 5 mahasiswa memiliki tingkat ranah psikomotorik rendah, dan terdapat 0 mahasiswa memiliki tingkat psikomotorik yang sangat rendah. Ranah afektif Jumlah pernyataan dengan indikator ranah afektif yang terdapat pada instrumen penelitian yaitu sebanyak 4 butir soal. Diketahui skor tertinggi adalah 16 dan skor terendah Dalam ranah afektif pada pengalaman praktik industri apabila ditinjau dari hasil penelitian dengan jumlah sampel sebanyak 54 mahasiswa, terdapat 8 mahasiswa memiliki tingkat ranah afektif yang sangat tinggi, terdapat 10 mahasiswa memiliki tingkat ranah afektif tinggi, terdapat 12 mahasiswa memiliki tingkat ranah afektif sedang, terdapat 24 mahasiswa memiliki tingkat ranah afektif rendah, dan terdapat 0 mahasiswa memiliki tingkat ranah afektif yang sangat rendah. Gambaran minat berwirausaha pada mahasiswa S1 Tata Busana PKK FT UNM Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan membagikan angket kepada masing-masing mahasiswa, kemudian didapatkan perolehan skor tiap indikator di antaranya rasa senang dengan skor 667, ketertarikan dengan skor 668, perhatian dengan skor 760, dan keterlibatan dengan skor 747. Tabel 4. Analisis Data Deskriptif Minat Berwirausaha Descriptive Statistics N Min Max Mean Std. Deviation Kreativitas membuat busana Valid N . Berdasarkan hasil uji deskriptif di atas, dapat kita gambarkan distribusi data yang diperoleh adalah variabel minat berwirausaha, dideskripsikan bahwa nilai minimum sebesar 43, sedangkan nilai maksimumnya sebesar 64. Untuk nilai rata-rata variabel minat berwirausaha 814 dan standar deviasi data minat berwirausaha adalah 5. Dari perhitungan tersebut dapat dikategorikan dalam 5 kelas, sebagai berikut: Tabel 5. Kriteria Penilaian Komponen Rumus Kategori M 1,5SD < X Sangat Tinggi (ST) M 0,5SD < X O M 1,5SD Tinggi (T) M - 0,5SD < X O M 0,5SD Sedang (S) Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 4 November 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational M - 1,5SD < X O M - 0,5SD Rendah (R) X O M - 1,5SD Sangat Rendah (SR) Sumber : Gusti Ngurah Putrajaya Mengacu pada perhitungan tersebut, maka distribusi kecendurungan variabel minat berwirausaha pada mahasiswa dapat dilihat pada tabel 6 dan gambar 3 sebagai berikut: Tabel 6. Klasifikasi Kecenderungan Minat Berwirausaha Kategori Interval Frekuensi Persentasi 60 < X 55 < X O 60 50 < X O 55 45 < X O 50 X O 45 Jumlah Gambar 3. Frekuensi Minat Berwirausaha Berdasarkan tabel 6 dan gambar 3 di atas mengenai frekuensi variabel minat berwirausaha bahwa kategori sangat tinggi yaitu sebanyak 5, kategori tinggi sebanyak 16, kategori sedang sebanyak 15, kategori rendah sebanyak 17, dan kategori sangat rendah sebanyak 1 orang mahasiswa. Adapun penilaian penerapan dari masing-masing indikator minat berwirausaha pada mahasiswa dapat dilihat dari grafik berikut ini: Gambar 4. Grafik Frekuensi Indikator Minat Berwirausaha Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 4 November 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational Perasaan senang Jumlah pernyataan dengan indikator perasaan senang yang terdapat pada instrumen penelitian yaitu sebanyak 4 butir soal. Diketahui skor tertinggi adalah 16 dan skor terendah Dalam perasaan senang pada minat berwirausaha apabila ditinjau dari hasil penelitian dengan jumlah sampel sebanyak 54 mahasiswa, terdapat 5 mahasiswa memiliki tingkat perasaan senang yang sangat tinggi, terdapat 19 mahasiswa memiliki tingkat perasaan senang tinggi, terdapat 17 mahasiswa memiliki tingkat perasaan senang sedang, terdapat 13 mahasiswa memiliki tingkat perasaan senang rendah, terdapat 0 mahasiswa memiliki tingkat perasaan senang yang sangat rendah. Ketertarikan Jumlah pernyataan dengan indikator ketertarikan yang terdapat pada instrumen penelitian yaitu sebanyak 4 butir soal. Diketahui skor tertinggi adalah 16 dan skor terendah Dalam ketertarikan pada minat berwirausaha mahasiswa apabila ditinjau dari hasil penelitian dengan jumlah sampel sebanyak 54 mahasiswa, terdapat 10 mahasiswa memiliki tingkat ketertarikan yang sangat tinggi, terdapat 12 mahasiswa memiliki tingkat ketertarikan tinggi, terdapat 16 mahasiswa memiliki tingkat ketertarikan sedang, terdapat 16 mahasiswa memiliki tingkat ketertarikan rendah, dan terdapat 0 mahasiswa memiliki tingkat ketertarikan yang sangat rendah. Perhatian Jumlah pernyataan dengan indikator perhatian yang terdapat pada instrumen penelitian yaitu sebanyak 4 butir soal. Diketahui skor tertinggi adalah 16 dan skor terendah adalah 12. Dalam perhatian pada minat berwirausaha mahasiswa apabila ditinjau dari hasil penelitian dengan jumlah sampel sebanyak 54 mahasiswa, terdapat 14 mahasiswa memiliki tingkat perhatian yang sangat tinggi, terdapat 11 mahasiswa memiliki tingkat perhatian tinggi, terdapat 14 mahasiswa memiliki tingkat perhatian sedang, terdapat 15 mahasiswa memiliki tingkat perhatian rendah, dan terdapat 0 mahasiswa memiliki tingkat perhatian yang sangat rendah. Keterlibatan Jumlah pernyataan dengan indikator keterlibatan yang terdapat pada instrumen penelitian yaitu sebanyak 4 butir soal. Diketahui skor tertinggi adalah 16 dan skor terendah Dalam keterlibatan pada minat berwirausaha mahasiswa apabila ditinjau dari hasil penelitian dengan jumlah sampel sebanyak 54 mahasiswa, terdapat 9 mahasiswa memiliki tingkat keterlibatan yang sangat tinggi, terdapat 14 mahasiswa memiliki tingkat keterlibatan tinggi, terdapat 16 mahasiswa memiliki tingkat keterlibatan sedang, terdapat 14 mahasiswa memiliki tingkat keterlibatan rendah, dan terdapat 1 mahasiswa memiliki tingkat keterlibatan yang sangat rendah. Pengaruh pengalaman praktik industri terhadap minat berwirausaha pada mahasiswa S1 Tata Busana PKK FT UNM Uji validitas Jika rhitung > rtabel , maka item tersebut dinyatakan valid. rtabel dicari pada signifikansi 5% dengan jumlah responden sebesar 54 mahasiswa, maka ketentuan nilai rtabel yang diperoleh Berdasarkan uji validitas yang telah dilakukan peneliti terhadap instrumen yang digunakan, berikut hasil yang diperoleh tiap variabel: Tabel 7. Hasil Uji Validitas HASIL UJI VALIDITAS VARIABEL PERNYATAAN X1. VALIDITAS r Hitung r Tabel KET. Valid Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 4 November 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational X1. X1. X1. X1. X1. Pengalaman Praktik Industri X1. (X. X1. X1. X1. X1. X1. Minat Berwirausaha (Y) Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Uji reliabilitas Tabel 8. Output Uji Reliabilitas Instrumen Pengalaman Praktik Industri Reliability Statistic CronbachAos Alpha of Items Hasil dari uji reliabilitas pada variabel pengalaman praktik industri (X) dapat dilihat bahwa cronbachAos alpha pada variabel ini lebih tinggi dari pada nilai dasar yaitu 0. 840 > 0. hasil tersebut membuktikan bahwa semua pernyataan dalam kuesioner variabel (X) dinyatakan Tabel 9. Output Uji Reliabilitas Instrumen Minat Berwirausaha Reliability Statistic CronbachAos Alpha of Items Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 4 November 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational Hasil dari uji reliabilitas pada variabel minat berwirausaha (Y) dapat dilihat pada tabel tersebut hasil yang dihasilkan dari variabel ini adalah 0,846 menunjukkan bahwa cronbachAos 846 > 0. Dari hasil tersebut bisa disimpulkan bahwa semua pernyataan pada variabel ini dinyatakan reliabel atau bisa dipercaya. Uji Prasyarat Analisis . Uji normalitas Uji normalitas pada penelitian ini dengan metode One Sample Kolmogorov-Smirnov data dinyatakan berdistribusi normal jika signifikansi > 0. Berikut adalah hasil uji normalitas One Sample Kolmogorov-Smirnov dengan menggunakan aplikasi SPSS. Variabel Tabel 10. Output Hasil Uji Normalitas Sig. deviation from Ket Normal Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa nilai signifikansi Asymp. Sig . -taile. memiliki nilai sebesar 0. 200 > 0. maka, dapat disimpulkan bahwa variabel pengalaman praktik industri berdistribusi secara normal. Uji linearitas Variabel dapat dikatakan mempunyai hubungan linear apabila memiliki nilai sif linearity di bawah 0. 05 dan nilai sig devition of linearity di atas 0. Pada penelitian ini, uji linearitas dilakukan menggunakan test of linearity di program SPSS. Berikut adalah tabel yang menyajikan hasil uji linearitas: Tabel 11. Output Uji Linearitas terhadap Variabel Pengalaman Praktik Industri (X) dan Minat Berwirausaha (Y) Variabel Sig. deviation from Ket X Y Linear Berdasarkan dari hasil uji linieritas di atas diketahui nilai sig. Deviation from linearity 449 signifikan, berarti hasil tersebut bisa dibilang lebih tinggi dari pada 0. 05 dan menyatakan bahwa kedua variabel ini mempunyai hubungan liniear atau dapat disebut variabel pengalaman praktik industri (X) dan minat berwirausaha (Y) mempunyai hubungan linear karena nilai signifikansi 0. 449 > 0. Uji hipotesis Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis statistik inferensial parametrik yaitu regresi sederhana di mana hipotesis penelitian adalah pengalaman praktik industri (X) terhadap minat berwirausaha (Y). H0 = Tidak ada pengaruh positif dan signifikan pengalaman praktik industri terhadap minat H1 = Ada pengaruh positif dan signifikan pengalaman praktik industri terhadap minat . Penentuan t tabel t tabel dapat dilihat pada tabel statistik pada signifikansi 0. 05:2=0. ji 2 sis. dengan derajat kebebasan ycaAE2 . n-k-1 . 54-2-. = . dilihat pada distribusi nilai t tabel hasil diperoleh sebesar 2. Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 4 November 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational . Kriteria pengujian t hitung . Jika nilai sig < 0. 05 artinya variabel X berpengaruh terhadap variabel Y . Jika nilai sig > 0. 05 artinya variabel X tidak berpengaruh terhadap variabel Y . Jika nilai t hitung > t tabel artinya variabel X berpengaruh terhadap variabel Y . Jika nilai t hitung < t tabel artinya variabel X tidak berpengaruh terhadap variabel Y Tabel 12. Output Uji Regresi Sederhana terhadap Variabel Pengalaman Praktik Industri (X) dan Minat Berwirausaha (Y) Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Model Error Beta Sig. 1 (Constan. Pengalaman Praktik Industri Dependent Variable: Minat Berwirausaha Berdasarkan output pada tabel 12 dapat diketahui bahwa nilai t hitung > t tabel di mana 023 > 2. Kemudian, nilai signifikansi 0. 000 < 0. Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Tabel 13. Output Koefisien Determinasi Model Summaryb Adjusted R Std. Error of Model Square Square the Estimate Predictors: (Constan. Pengalaman Praktik Industri Dependent Variable: Minat Berwirausaha Berdasarkan hasil analisis linear sederhana variabel pengalaman praktik industri diperoleh indeks determinasi R square sebesar 0. Ini berarti bahwa 32. 7% variabel minat berwirausaha (Y) dapat dijelaskan oleh variabel pengalaman praktik industri (X). Dengan kata lain pengalaman praktik industri memberikan sumbangan efektif sebesar 33% terhadap minat Sedangkan 67% lainnya dapat dijelaskan variabel lain . ariabel tidak diketahu. Pembahasan Berdasarkan data penelitian yang telah dianalisis maka dijabarkan pembahasan tentang hasil penelitian sebagai berikut: Gambaran Pengalaman Praktik Industri pada Mahasiswa S1 Tata Busana PKK FT UNM Pengalaman merupakan penguasan dan pemahaman atas suatu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh melalui kegiatan yang telah terjadi sebelumnya. Kegiatan Praktik Kerja Industri (Prakeri. merupakan proses belajar siswa secara langsung yang bertempat di dunia kerja/industri. Hal ini diperkuat oleh penelitian Oktoviani Fitri Astuti . Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 4 November 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational menyimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengaruh pengalaman praktik kerja industri terhadap minat berwirausaha. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 54 mahasiswa S1 Tata Busana PKK FT UNM yang telah mengampuh mata kuliah Praktik Industri. Sampel yang digunakan terbagi menjadi dua angkatan yaitu angkatan 2020 dengan jumlah sampel sebesar 24 mahasiswa dan angkatan 2021 dengan jumlah sampel sebesar 30 mahasiswa. Dengan membagikan pernyataan kuisioner angket yang meliputi indikator ranah kognitif, ranah psikomotorik, dan ranah afektif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan membagikan angket kepada masing-masing mahasiswa didapatkan perolehan skor tiap indikator di antaranya ranah kognitif dengan skor 714, ranah psikomotorik dengan skor 701, dan ranah afektif dengan skor 718. Adapun perolehan skor angket pada tiap indikator, skor yang paling rendah yaitu sebesar 701 pada indikator ranah psikomotorik. Hal ini dikarenakan mahasiswa belum mengusai kemampuan psikomotorik dengan baik pada mata kuliah Praktik Industri, kurangnya praktik langsung yang dilakukan oleh mahasiswa, keterbatasan dalam fasilitas belajar, metode pengajaran yang kurang efektif atau kurang menarik dapat mengurangi motivasi mahasiswa untuk berlatih mengembangkan kemampuan psikomotoriknya, keterbatasan waktu untuk melakukan praktik juga menjadi penyebab mahasiswa tidak memiliki kesempatan untuk melatih kemampuan psikomotorik mereka, dan mahasiswa mengalami kesulitan belajar dalam mengembangkan keterampilan lanjutan. Hal ini menyebabkan mahasiswa berada pada kategori rendah pada indikator psikomotrik yang diperlukan untuk pengalaman praktik industri. Strategi yang bisa dilakukan untuk mengatasi rendahnya kemampuan psikomotrik mahasiswa adalah memperbanyak sesi praktik di dalam kurikulum dan pastikan mahasiswa mendapatkan cukup waktu untuk berlatih teknik-teknik menjahit, mendesain, dan keterampilan Menyediakan fasilitas yang memadai seperti ruang praktik yang cukup dengan peralatan dan bahan yang lengkap agar mahasiswa dapat berlatih dengan efektif. Menerapkan metode pengajaran yang lebih interaktif, seperti workshop, studi kasus, dan proyek kelompok yang dapat mendorong keaktifan mahasiswa. Pengaturan jadwal kuliah yang cukup, serta menyediakan bimbingan mentoring yang dapat membantu dengan melakukan evaluasi dan umpan balik yang jelas agar mahasiswa dapat memahami apa yang perlu ditingkatkan. Pengalaman praktik industri berada pada kategori rendah. Hasil data menunjukkan bahwa terdapat 8 dari 54 mahasiswa berada dalam kategori sangat tinggi dengan persentase sebesar 15%, terdapat 10 dari 54 mahasiswa berada dalam kategori tinggi dengan persentase sebesar 19%, terdapat 16 dari 54 mahasiswa berada dalam kategori sedang dengan persentase sebesar 30%, terdapat 20 dari 54 mahasiswa berada dalam kategori rendah dengan persentase sebesar 37%, dan terdapat 0 dari 54 mahasiswa berada dalam kategori sangat rendah dengan persentase sebesar 0%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa rata-rata nilai yang dimiliki mahasiswa S1 Tata Busana PKK FT UNM masuk ke dalam kategori rendah. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ria Setyawati . yang mengatakan bahwa pengalaman praktik kerja industri paling banyak berkategori rendah sebanyak 102 siswa . %) dan paling sedikit berkategori sangat rendah sebanyak 48 siswa . %). Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengalaman praktik kerja industri yang dimiliki oleh siswa SMK swasta di Kabupaten Bantul masih rendah sebanyak 40%. Gambaran Minat Berwirausaha pada Mahasiswa S1 Tata Busana PKK FT UNM Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 54 mahasiswa S1 Tata Busana PKK FT UNM yang telah mengampuh mata kuliah Praktik Industri. Sampel yang digunakan terbagi menjadi dua angkatan yaitu angkatan 2020 dengan jumlah sampel sebesar 24 mahasiswa dan angkatan 2021 dengan jumlah sampel sebesar 30 mahasiswa. Dengan Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 4 November 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational membagikan pernyataan kuisioner angket yang meliputi indikator rasa senang, ketertarikan, perhatian, dan keterlibatan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan membagikan angket kepada masing-masing mahasiswa, kemudian didapatkan perolehan skor tiap indikator di antaranya rasa senang dengan skor 667, ketertarikan dengan skor 668, perhatian dengan skor 760, dan keterlibatan dengan skor 747. Adapun perolehan skor angket pada tiap indikator, skor yang paling rendah yaitu sebesar 667 pada indikator ketertarikan. Hal ini dikarenakan minimnya pemahaman tentang berwirausaha, adanya perasaan takut gagal, sulitnya mendapatkan modal untuk memulai usaha, dan kurangnya dukungan sosial dari keluarga, teman ataupun dari lingkungan sekitar. Strategi yang dapat dilakukan untuk mengatasi rendahnya ketertarikan adalah dengan mendorong mahasiswa untuk berinovasi dengan ide-ide kreatif mereka dan tunjukkan ide tersebut dapat diubah menjadi usaha yang menguntungkan dan bantu mahasiswa memahami cara mendapatkan modal kemudian bagaimana cara mengolah modal tersebut. Minat berwirausaha berada pada kategori rendah. Hasil data menunjukkan bahwa terdapat 5 dari 54 mahasiswa berada dalam kategori sangat tinggi dengan persentase sebesar 9%, terdapat 16 dari 54 mahasiswa berada dalam kategori tinggi dengan persentase sebesar 30%, terdapat 15 dari 54 mahasiswa berada dalam kategori sedang dengan persentase sebesar 28%, terdapat 17 dari 54 mahasiswa berada dalam kategori rendah dengan persentase sebesar 31%, dan terdapat 1 dari 54 mahasiswa berada dalam kategori sangat rendah dengan persentase sebesar 2%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa rata-rata nilai yang dimiliki mahasiswa S1 Tata Busana PKK FT UNM masuk ke dalam kategori rendah. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Velia Nailulazmi dan Asmar Yulastri . yang mengatakan bahwa sebanyak 4 orang . ,7%) menunjukkan kategori sangat tinggi 9 orang . %) menunjukkan kategori tinggi, 23 orang . ,3%) menunjukkan kategori sedang, dan 24 orang . %) menunjukkan kategori rendah. Dengan demikian berarti klasifikasi pengkategorian data tersebut memiliki jumlah frekuensi terbanyak berada pada kategori rendah dengan jumlah 24 orang responden . ,0%). Hal ini dapat disimpulkan bahwa minat berwirausaha mahasiswa secara keseluruhan berada pada kategori Pengaruh Pengalaman Praktik Industri pada Mahasiswa S1 Tata Busana PKK FT UNM Praktik industri adalah program pendidikan yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah mereka pelajari di kampus dalam dunia kerja. Pengalaman yang diperoleh selama praktik industri tidak hanya mengajarkan cara mendapatkan pekerjaan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan pekerjaan yang relevan dengan bakat dan minat mereka. Pengalaman praktik industri merujuk pada kesempatan untuk terlibat langsung dalam dunia (Maida et al. , 2. Pada penelitian ini kita akan melihat pengaruh pengalaman praktik industri terhadap minat berwirausaha. Melalui hasil perolehan skor angket yang dibagikan kepada mahasiswa S1 Tata Busana PKK FT UNM dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pengalaman praktik industri terhadap minat berwirausaha. Data diolah berdasarkan hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji statistik paired sample t-test. Pengambilan keputusan pada uji hipotesis penelitian ini untuk menemukan diterima atau ditolaknya hipotesis dari t hitung > dan t tabel . Jika hasil t hitung > t tabel diartikan hipotesis yang dipakai diterima, sedangkan apabila t hitung > t tabel artinya hipotesis ditolak. Pada penelitian ini variabel penelitian pengalaman praktik industri (X) terhadap minat berwirausaha (Y) Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 4 November 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational diperoleh nilai t hitung > t tabel di mana 5. 023 > 2. Kemudian nilai signifikansi = 0. Dengan demikian. H0 ditolak dan H1 diterima. Koefisien determinasi pengaruh pengalaman praktik industri (X) terhadap minat berwirausaha (Y) adalah 0. Dengan kata lain pengalaman praktik industri memberikan sumbangan efektif sebesar 33% terhadap minat berwirausaha dan 67% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Oktafiani Putri Astuti, 2. bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan pengalaman praktik kerja industri dengan minat berwirausaha siswa kelas XII SMK Negeri 1 Sewon. Data penjelasan di atas, membuktikan bahwa dari mata kuliah praktik industri dapat menjadi salah satu hal yang mempengaruhi mahasiswa untuk memiliki minat dalam Karena dengan adanya pengalaman praktik industri mahasiswa akan lebih mudah untuk memiliki gambaran kondisi yang ada di dunia kerja atau perindustrian serta dapat mengatasi permasalahan yang ada ketika mereka berwirausaha nantinya. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah dilakukan sebelumnya, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Pengalaman praktik industri pada mahasiswa S1 Tata Busana PKK FT UNM berada pada kategori rendah. Hasil data menunjukkan bahwa didapatkan perolehan skor tiap indikator pengalaman praktik industri di antaranya ranah kognitif dengan skor 714, ranah psikomotorik dengan skor 701, dan ranah afektif dengan skor 718. Adapun perolehan skor angket pada tiap indikator, skor yang paling rendah yaitu sebesar 701 pada indikator ranah Minat berwirausaha pada mahasiswa S1 Tata Busana PKK FT UNM berada pada kategori Hasil data menunjukkan bahwa didapatkan perolehan skor tiap indikator di antaranya rasa senang dengan skor 667, ketertarikan dengan skor 668, perhatian dengan skor 760, dan keterlibatan dengan skor 747. Adapun perolehan skor angket pada tiap indikator minat berwirausaha, skor yang paling rendah yaitu sebesar 667 pada indikator Pengalaman praktik industri (X) terhadap minat berwirausaha (Y) diperoleh nilai t hitung > t tabel di mana 5. 023 > 2. Kemudian nilai signifikansi = 0. 000 < 0. Dengan demikian. H0 ditolak dan H1 diterima dengan sumbangan efektif sebesar 33% terhadap minat berwirausaha dan 67% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain. DAFTAR PUSTAKA