Implementasi Program Sekolah PenggerakA IMPLEMENTASI PROGRAM SEKOLAH PENGGERAK DI SD INSAN MULYA KECAMATAN DRIYOREJO KABUPATEN GRESIK Lathifah Aulia Rahmah S1 Ilmu Administrasi Negara. Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum. Universitas Negeri Surabaya 21146@mhs. Suci Megawati S1 Ilmu Administrasi Negara. Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Surabaya sucimegawati@unesa. ABSTRAK Sekolah penggerak berorientasi pada inovasi dan pembelajaran karakter anak yang sesuai dengan karakter profil pelajar Pancasila. Fokus program sekolah penggerak yaitu pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik yang mencakup kompetensi . iterasi dan numeras. dan karakter diawali dengan SDM yang unggul. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi program sekolah penggerak SD Insan Mulya di Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan Teknik wawancara dan observasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa implementasi program sekolah penggerak di SD Insan Mulya Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik dari empat ketepatan Ketepatan kebijakan berdasarkan lima intervensi berdasarkan digitalisasi sekolah dengan adanya platform-platform yang mendukung baik dari guru, sumberdaya dan sekolah, maupun dalam pembelajaran di kelas. Intervensi pengembangan sumberdaya sekolah baik dari kepala sekolah pengawas dan guru, intervensi dalam pembelajaran paradigma baru, perencanaan berbasis data dan pendampingan konsultatif asimetris. Ketepatan pelaksana yang berfokus pada guru, kepala sekolah, dan komite pembelajaran. Ketepatan target yang mengacu pada kesiapan target dalam menjalankan program sekolah penggerak. Ketepatan lingkungan yang berasal dari komunikasi lingkungan internal dan komunikasi dengan lingkungan eksternal. Dalam implementasi sekolah penggerak menemui beberapa kendala yaitu sulitnya mengalokasikan jam pelajaran karena terdapat tambahan P5, terkendalanya pemakaian chromebook dalam pembelajaran, pelaksanaan assessment yang soalnya masih dibuat secara kolektif. Peneliti memberikan saran perlu adanya penyeimbangan dan penyesuain dalam pengaturan jam pelajaran siswa, perlunya penyesuaian sarana dan prasarana yang dapat memaksimalkan kegunaan dalam pembelajaran, dan pelaksanaan assessment yang dilakukan secara mandiri dan bukan kolektif. Kata kunci : Implementasi. Kebijakan. Sekolah Penggerak. ABSTRACT Sekolah Penggerak is oriented towards innovation and child character learning that matches the character of the student profile of Pancasila. The focus of the driving school program is on the development of student learning outcomes in a holistic way that includes competence . iteracy and numeratio. and character begun with superior SDM. The purpose of this research is to describe the implementation of the SD Insan Mulya mobilization school program in Driyorejo Gresik. The research method used is qualitative descriptive. Data collected using interview and observation The results of the research showed that the implementation of the mobilization school program in SD Insan Mulya Kecamatan Driyorejo Gresik of four policy precision. Policy accuracy is based on five interventions based on school digitization with platforms that support both teachers, resources and schools, as well as in classroom learning. School resource development interventions from both head of supervisory school and teacher, interventions in new paradigm learning, databased planning and assisted consultative assistance asimetris. The executive's accuracy focuses on teachers, the head of school, and the awareness committee. Target accuracy that refers to the target's readiness in running a mobility school program. The environmental accuracy derived from the communication of the internal environment and communication with the external environment. In the implementation of the mobility school encountered some obstacles, namely the difficulty of allocating Publika. Volume 12 Nomor 1. Tahun 2024, 147-159 lessons hours because there are additional P5, at the very least the use of chromebooks in learning, the execution of assessments on which is still made collectively. The researchers suggested that there should be a balance and adjustment in the arrangement of student hours, the need for the allocation of means and facilities that can maximize equality in the education, and the implementation of assessments carried out independently and not collectively. Keywords: Implementation. Policy. Sekolah Penggerak. PENDAHULUAN peningkatan mutu serupa (Mendikbudristek, 2. Program ini berfokus pada kompetensi literasi dan numerasi . serta karakter yang dimulai dari SDM yang unggul (Kepala Sekolah dan gur. Intervensi dijalankan secara holistik, baik dari sumberdaya manusia sekolah, pembelajaran paradigma baru, perencanaan berbasis data, digitalisasi sekolah, dan pendampingan asimetris. Mempunyai ruang lingkup yang mencakup keseluruhan kondisi sekolah baik unggulan, negeri maupun swasta. Pendampingan dijalankan selama 3 tahun ajaran, setelah itu sekolah meneruskan upaya tersebut secara mandiri. Berdasarkan data dari laman Kemendikbud untuk saat ini peserta sekolah penggerak yang ada di Indonesia 872 sekolah. Sekolah penggerak ini dilaksanakan oleh berbagai jenjang baik dari PAUD. SD. SMP. SMA/SMK baik dari sekolah Negeri ataupun sekolah Swasta. Dengan angkatan pertama berjumlah 997 sekolah dan angkatan ke-2 adalah 13. Hal ini dapat dilihat pada gambar 1. Peserta Sekolah Penggerak dan gambar 1 Status sekolah peserta sekolah penggerak. Pendidikan merupakan hal dasar yang harus dimiliki individu dalam proses pengembangkan diri untuk menjalankan kehidupan. Sebab untuk menghadapi persaingan di masa yang akan dating, sumber daya manusia yang berkualitaslah yang dapat dijadikan sebagai modal sebuah bangsa (Agustina & Rahaju. Kemajuan maupun kemunduran dari suatu bangsa bergantung pada para generasi penerus bangsa yakni kaum muda. Maka dari itu, sudah sepantasnya Negara memiliki kewajiban untuk menjamin kebutuhan anak dan dapat memberikan perlindungan kepada mereka sehingga mampu bertumbuh dan berkembang dengan aman dan nyaman untuk kemudian menjadi manusia yang berakhlak dan berkualitas (Rangkuti & Maksum, 2019:. Pengembangan diri juga dalam bidang Pendidikan harus diimbangi dengan pengembangan Di dunia pendidikan pasti juga ada kebijakan yang digunakan sebagai cara dan metode agar pendidikan dapat berkembang. Prabawati, dkk menyebutkan bahwasannya kebijakan publik dibuat dalam kerangka untuk menyelesaikan permasalahan dan mewujudkan tujuan ataupun sasaran tertentu yang diharapkan . Hal tersebut berarti terdapat kebijakan untuk menyelesaikan permasalahan dan mewujudkan tujuan di dunia pendidikan. Rivani & Megawati menyebutkan bahwa dalam memutuskan kebijakan dibutuhkan suatu komitmen untuk melaksanakan kebijakan tersebut untuk memecahkan permasalahan serta target yang diharapkan dapat tercapai . 3:1. Oleh karena itu demi tercapainya tujuan bangsa dalam mencerdaskan anak bangsa dan menjadikan anak-anak menjadi manusia yang berkualitas, berakhlak mulia. Hal ini mendorong Menteri Pendidikan untuk membuat Program Sekolah Penggerak. Program sekolah penggerak ialah program yang telah diluncurkan oleh Menteri Pendidikan. Kebudayaan. Riset. Dan Teknologi Republik Indonesia dalam Keputusan Menteri Pendidikan. Kebudayaan. Riset. Dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 371/M/2021 Tentang Program Sekolah Penggerak. Program Sekolah Penggerak berupaya mendorong satuan pendidikan melakukan transformasi diri untuk meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah, kemudian melakukan pengimbasan ke sekolah lain untuk melakukan Gambar 1 Peserta Sekolah Penggerak di Indonesia Sumber :gurudikdas. id/ . Berdasarkan penelitian terdahulu yang relevan oleh Annisa Rohimah Hasri Hasibuan. Aufa Lola Khairunnisa. Wenni Arobiya Siregar. Halimatul Adha menyatakan bahwasannya kurikulum merdeka yang diimplementasikan di SDN 104231 Sugiharjo telah dijalankan di kelas 1 dan 4 saja secara bertahap dan dijalankan secara maksimal serta sedang berlangsung. Dimana di sekolah tersebut, sebelum memulai pembelajaran kurikulum Merdeka, para guru harus mempelajari konsep penerapan kurikulum Merdeka menggunakan buku ajar. Dimana buku ajar tersebut terdiri dari materi yang nantinya akan diajarkan serta cara penyampaian informasi pada siswa ketika kegiatan belajar mengajar (Hasibuan,dkk, 2. Implementasi Program Sekolah PenggerakA Di Jawa Timur dalam implementasi program sekolah penggerak ini membutuhkan peran dari berbagai sisi, baik dari pemerintah ataupun juga Dilansir id menyatakan bahwa minimnya umpan balik dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Ktota menurut Koordinator Fasilitator Daerah . tersebut yang juga sebagai peserta kegiatan disebabkan oleh beberapa hal. Pertama, kendala akses SIM PKB dan jumlah peserta di dalam Dinas Pendidikan yang memiliki kewenangan untuk memecahkan permasalahan terkait isu eskalasi terbtas. Kedua, kendala geografis serta sarana prasarana. Ketiga, minimnya ketersediaan sumber daya manusia (SDM) pendidik serta tenaga kependidikan pada daerah yang Kenyataannya, meningkatnya isu eskalasi didominasi oleh ketiga faktor tersebut seperti halnya permasalahan sarana prasarana . aringan Listrik dan interne. , jumlah guru terbatas utamanya guru mata Pelajaran pada beberapa satuan Pendidikan yang Dari tabel 1 terlihat bahwa sekolah penggerak yang pada tingkat pendidikan SD yang berada angkatan pertama di Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik berjumlah 5 sekolah. Lalu terdapat 2 sekolah sebagai angkatan kedua sebagai sekolah penggerak di Driyorejo Kabupaten Gresik (Mendikbudristek, 2. SD Insan Mulya ialah salah satu sekolah dasar di Kabupaten Gresik yang sudah menjadi sekolah penggerak selama dua tahun. SD Insan Mulya adalah SD angkatan pertama yang menjadi SD sekolah penggerak. Di kabupaten Gresik SD angkatan pertama berjumlah tujuh sekolah. SD Insan Mulya adalah satu-satunya SD swasta angkatan pertama yang mengikuti sekolah Dengan demikian maka SD Insan Mulya akan dijadikan sebagai sekolah percontohan bagi sekolah yang ada di lingkungannya yang menerapkan kurikulum Sekolah Penggerak SD Insan Mulya ini Dalam pelaksanaan Program Sekolah Penggerak masih menemui beberapa kendala Baik dari sumberdaya manusia yaitu guru-guru, media belajar dan dengan adanya tambahan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Tujuan dari adanya program sekolah penggerak ini adalah memperkuat dalam karakter anak yang berdasarkan pancasila. Karena adanya projek tersebut menyebabkan guru-guru menjadi kesulitan. Kendala ini ditemukan pada penerapan di kelas rendah seperti kelas 1, dan 2. Karena memang pemahaman untuk peserta didik kelas rendah memerlukan waktu yang lebih Lalu dalam pelaksanaan Projek Penguatan Pelajar Pancasila ini juga memerlukan untuk pembimbingan yang lebih kuat bagi siswa kelas rendah. Pelaksanaan program sekolah penggerak ini merupakan hal yang baru, baik dimata Kepala Sekolah maupun guru, sebagai pelaksana program. Beberapa kendala lain yang ada dalam pelaksanaan program yaitu juga dalam proses Awal pelaksanaan program ini guru masih mengalami kebingungan karena adanya Bimbingan teknis dan workshop yang hanya menjelaskan garis besarnya saja. Lalu ada muatan projek ini memang guru lebih dituntut kreatif dalam proses belajar mengajar. Dalam proses pelaksanaan assessment sumatif yang mana assessment ini dilakukan secara perlembaga. Namun sampai sekarang ini assessment nasional yang ada di kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik masih dikoordinir oleh unit pelaksana teknis lingkup Kecamatan Driyorejo sehingga soal assessment disusun oleh beberapa orang tim penyusun soal. Di SD Insan Mulya pelaksanaan assessment nasional seharusnya dilakukan per sekolah, tapi juga mengikuti assessment dengan soal dari kecamatan. Ini menjadikan pelaksanaan assessment dilakukan dengan 2 kali ujian menjadikan kegiatan pembelajaran terkendala. Kabupaten Gresik adalah salah satu kabupaten yang terdapat sekolah penggerak. Sekolah penggerak di Kabupaten Gresik akan menjadi rujukan dalam pelaksanaan kurikulum baru. Salah satu kecamatan di Kabupaten Gresik yang melaksanakan Program Sekolah Penggerak yaitu Kecamatan Driyorejo. Gambar 2 Sekolah Di Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik Sumber: dapodik. Olahan Peneliti . Merujuk pada gambar 2. jumlah SD yang berada di Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik sebanyak 41 Dari 41 sekolah tersebut yang merupakan Sekolah Dasar Negeri berjumlah 26 sekolah. Sedangkan yang merupakan Sekolah Dasar Swasta. Tabel 1 Data Sekolah Penggerak di Kacamatan Driyorejo Jumlah Negeri Swasta Angkatan 1 4 Angkatan 2 1 Sumber: Hasil Wawancara . Publika. Volume 12 Nomor 1. Tahun 2024, 147-159 Berdasar pada uraian di atas maka rumusan masalah pada penelitian ini yaitu bagaimana implementasi program sekolah penggerak SD Insan Mulya di Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik. Adapun tujuannya ialah untuk mendeskripsikan implementasi program sekolah penggerak SD Insan Mulya di Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik. Pada prinsipnya matrik Matland mempunyai Auempat tepatAy yang harus terpenuhi guna efektivitas implementasi kebijakan . alam Kadji, 2015: 78-. , di Ketepatan Kebijakan Sejauh mana kebijakan sudah mencakup halhal yang memang memang menyelesaikan permasalahan yang akan diselesaikan. Apakah permasalahan yang akan diselesaikan. Ketepatan Pelaksana. Indikator ini berkaitan dengan pola kerjasama yang Dimana Implementor kebijakan bukan hanya pemerintah. Namun ada kerjsama yang terjalin antara pemerintah dengan pemerintah maupun pemerintah dengan masyarakat atau swasta maupun implementasi yang diswastakan. Ketepatan Target. Indikator ini berkaitan dengan kesesuaian target yang akan diintervensi, kesiapan target yang diintervensi dan memastikan apakah kebijakan bersifat baru. Ketepatan Lingkungan. Lingkungan kebijakan, mencakup interaksi antara lembaga perumus kebijakan dengan implementor ataupun lembaga yang bersangkutan. Lingkungan Eksternal, mencakup persepsi publik tentang kebijakan yang akan diimplementasikan. Matriks Auempat tepatAy dari Richard Matland dinilai dapat menerangkan terhadap Implementasi Program Sekolah Penggerak di SD Insan Mulya Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik. Tentang bagaimana penerapan Program Sekolah penggerak di SD Insan Mulya Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik. masalah dan bahasan secara rinci. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu wawancara, observasi, dan Sumber data yang didapatkan meliputi sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer diambil dengan melakukan wawancara dengan kepala sekolah SD Insan Mulya, guru SD Insan Mulya, murid SD Insan Mulya, orang tua murid SD Insan Mulya, dan kepala sekolah SD 151 Gresik yang merupakan SD di lingkung SD Insan Mulya Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik. Data sekunder diambil dari laporan tertulis, arsip, dokumen elektronik ataupun catatan catatan lain yang sesuai dengan penelitian. Penelitian ini berfokus pada teori implementasi kebijakan oleh Richard Matland . , dimana terdapat Auempat tepatAy yakni Ketepatan. Kebijakan. Ketepatan Pelaksanaan. Ketepatan Target. Ketepatan Lingkungan. Adapun teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi dan studi literatur yang dijadikan penunjang hasil Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data menurut Miles dan Huberman yang terdiri dari 4 tahap yakni pengumpulan data, reduksi data, verifikasi data atau penarikan kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan dari hasil penelitian yang telah dilakukan, maka Implementasi Program Sekolah Penggeraj di SD Insan Mulya Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik menggunakan teori yang dikemukakan oleh Richard Matland . Auempat tepatAy untuk mengetahui implementasi program sekolah penggerak di SD Insan Mulya Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik. Teori Richard Matland mengindikasikan bahwa yang perlu dilaksanakan dalam implementasi kebijakan yaitu antara lain meliputi Ketepatan Kebijakan. Ketepatan Pelaksanaan. Ketepatan Target. Ketepatan Lingkungan. Adapun penjelasannya sebagai berikut: Ketepatan Kebijakan Ketepatan kebijakan menjadi salah satu indikator yang mempengaruhi keefektifan suatu kebijakan. Sejauh mana kebijakan telah dirumuskan oleh lembaga yang berwenang bisa menyelesaikan permasalahan yang ingin dipecahkan (Kadji, 2015:. Terkait hasil penelitian sebelumnya, program sekolah penggerak di SD Insan Mulya Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik yang dirumuskan oleh Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset. Dan Teknologi Republik Indonesia dengan adanya Keputusan Menteri Pendidikan. Kebudayaan. Riset. Dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 371/M/2021 Tentang Program Sekolah Penggerak yang bertujuan untuk mendorong proses transformasi satuan pendidikan agar dapat meningkatkan capaian hasil belajar peserta didik secara holistic, baik dari segi kognitif . iterasi dan METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif Metode penelitian kualitatif ialah metode postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, . ebagai lawannya adalah eksperime. dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data (Sugiyono, 2019:. Sedangkan melalui penelitian deskriptif yang mana metode pendekatan ini akan menjabarkan/menjelaskan Implementasi Program Sekolah PenggerakA numeras. ataupun non kognitif . guna mewujudkan profil pelajar Pancasila. Program sekolah penggerak adalah rangkaian program dari Merdeka Belajar episode 7 yang digagas oleh Kemendikbud. Kemendikbud mendirikan sekolah penggerak untuk dijadikan contoh sekolah yang lain dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka sehingga dapat diterapkan disekolah seluruh Indonesia. Sekolah penggerak merupakan program yang dijalankan selama 3 tahun. Pada Tahun pertama sekolah penggerak menerapkan kurikulum merdeka pada kelas 1 dan 4, sedangkan pada tahun ke-2 sekolah penggerak merupakan pada kelas 2 dan 5, hingga tahun ke-3 diterapkan oleh kelas 3 dan 6. Implementasi Program sekolah penggerak di SD Insan Mulya Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik pada indicator ketepatan kebijakan dengan tujuan agar mendukung proses satuan Pendidikan untuk menjadikan capaian hasil belajar siswa meningkat secara holistic atau menyeluruh baik dari segi kognitif . iterasi dan numeras. ataupun non kognitif . untuk tercapainya profil pelajar Pancasila. Dibuktikan melalui beberapa intervensi dalam pelaksanaan program sekolah penggerak. Intervensi ini terdiri dari penguatan sumberdaya sekolah, pembelajaran paradigma baru, perencanaan berbasis data, pendampingan asimetris, dan juga digitalisasi sekolah. Intervensi yang dilakukan dalam implementasi Sekolah penggerak yaitu digitalisasi sekolah. Digitalisasi sekolah ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi kompleksitas dalam pelaksanaan program sekolah penggerak. Oleh sebab itu digitalisasi sekolah menggunakan berbagai platform teknologi mulai dari platform bagi guru, platform bagi sumber daya sekolah, dan platform profil Pendidikan. Selain itu proses digitalisasi sekolah dilakukan ketika pembelajaran di kelas dimana guru menggunakan media pembelajaran yang berupa video pembelajaran, pembelajaran menggunakan media elektronik berupa Proyektor. Laptop, dan LCD. Platfrom guru dalam pelaksanaan sekolah penggerak menggunakan Platform Merdeka mengajar. Dalam platform mengajar guru dapat mengambangkan diri, menjadikan inspirasi, dan terdapat pula berbagai pemahaman dalam Kurikulum Merdeka. Dalam pengembangan diri guru dan Kepala Sekolah menggunakan menu pada pelatihan mandiri, komunitas, uji kompetensi, seleksi Kepala Sekolah dan LMS (Learning Management Syste. Pelatihan mandiri terdapat berbagai materi palatihan yang digunakan sebagai pelatihan guru dalam proses pengembangan belajar. Komunitas digunakan sebagai sarana diskusi guru dalam pelaksanaan sekolah penggerak dan kurikulum merda. LMS digunakan sebagai acuan dalam pembuatan modul ajar yang akan disusun oleh guru. Video inspirasi digunakan sebagai inspirasi bagi guru dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah penggerak. Bukti karya merupakan bagian untuk meng-upload bukti pembelajaran yang di SD Insan Mulya Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik. Assessment murid merupakan kumpulan soal baik assessment diagnostik berdasarkan fase dan mata pelajaran tertentu, untuk membantu mendapatkan informasi dari proses dan hasil pembelajaran murid. Hal tersebut sudah dilaksanakan di SD Insan Mulya Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik dan melaporkan juga kepada pengawas. Platform sumberdaya lebih banyak terfokus pada perencanaan sekolah. Hal ini berkesinambungan dengan perencanaan berbasis data. Platform sumberdaya ini digunakan dalam pelaksanaan perencanaan berbasis data yaitu berupa aplikasi yang sudah terpusat pada Data Pokok Pendidikan (Dapodi. Platform sumber daya sekolah berupa aplikasi ARKAS. SIPLah, dan juga Tanya BOS. Platform sumberdaya ini digunakan dalam perencanaan yang sesuai dengan anggaran BOS (Bantuan Operasional Sekola. dari pemerintah. Aplikasi ARKAS digunakan dalam pelaksanaan rencana anggaran belanja (RAB) dalam penganggaran dana BOS. Dalam realisasinya menggunakan aplikasi SIPLah. Aplikasi SIPLah adalah aplikasi yang digunakan utnuk pengadaan barang ataupun jasa. Dan terdapat aplikasi Tanya BOS sebagai media komunikasi apabila terdapat kendala dalam pelaksanaan penganggaran ataupun pengadanaan. Platform sekolah yaitu berupa rapot Pendidikan yang merupakan hasil assessment nasional dan surveysurvey lingkungan. Rapor pendidikan inilah yang digunakan sebagai acuan dalam pengidentifikasian masalah dan akar masalah sehingga dapat direfleksikan dan juga dibenahi. Raport Pendidikan berasal dari nilai assessment nasional, survey karakter belajar yang dijalankan oleh siswa, dan survey lingkungan yang dijalankan oleh guru. Dalam rapor pendidikan sudah ada saran-saran untuk membenahi apa-apa yang kurang sehingga dapat digunakan sebagai perencanaan berbasis data. Intervensi program sekolah penggerak terdiri dari perencanaan berbasis data. Perencanaan berbasis digital sejalan dengan perkembangan teknologi. Karena disesuaikan dengan adanya digitalisasi Perencanaan berbasis data pada dasarnya menggunakan aplikasi-aplikasi yang saling berkaitan. Perencanaan berbasis data diperoleh dari adanya raport Raport pendidikan ini sebagai bahan Publika. Volume 12 Nomor 1. Tahun 2024, 147-159 pertimbangan dalam perencanaan berbasis data. Perencanaan berbasis data melakukan adanya peningkatan capaian berdasar pada hasil identifikasi dan refleksi. Rapor pendidikan berdasarkan pada nilai assessment nasional, survey lingkungan belajar dan dari Data Pokok Pendidikan . Setelah rapor pendidikan diketahui maka akan direfleksikan dan memulai perencanaan dapat berupa sarana prasarana atau sebagainya. Intervensi yang digunakan dalam penerapan sekolah penggerak adalah pengembangan sumberdaya Proses ini dilakukan dengan adanya pendampingan dan peningkatan kualitas guru. Kepala Sekolah dan pengawas. Untuk tujuan tersebut maka dilakukannya coaching dan pengawasan dalam jangka waktu tertentu. Terdapat lokakarya yang diikuti oleh Kepala Sekolah dan pengawas, dan berbagai macam Coaching yang dilakukan adalah coaching one on one, coaching komite pembelajaran dan coaching project management Office (PMO). Coaching one on one adalah pembinaan yang dilakukan oleh Kepala Sekolah dan pelatih ahli secara Sedangkan untuk coaching Project Management Office (PMO) dilakukan oleh Kepala Sekolah dan juga komite belajar. Pengawasan juga dilakukan dalam menguatkan pengembangan Pengawasan ini dilakukan pada tahun pertama setiap satu bulan sekali, dan untuk tahun ke 2 dilakukan dalam dua bulan sekali. Intervensi yang selanjutnya adalah pembelajaran paradigma baru. Pembelajaran paradigma baru Pembelajaran intrakurikuler berasal dari perubahan capaian pembelajaran (CP). Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan. Kebudayaan. Riset. Dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 371/M/2021 Tentang Program Sekolah Penggerak menjelaskan CP merupakan kompetensi pembelajaran yang harus dicapai peserta didik pada setiap tahap perkembangan untuk setiap mata pelajaran pada satuan PAUD, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. CP memuat sekumpulan kompetensi dan lingkup materi yang disusun secara komprehensif dalam bentuk narasi (Mendikbud:2. Capaian pembelajaran yang akan diubah menjadi modul ajar. Modul ajar adalah yang dijadikan bahan ajar dalam pembelajaran. CP dituntaskan dalam setiap Fase A yaitu kelas 1 dan 2, fase B yaitu kelas 3 dan 4, dan fase C yaitu kelas 5 dan 6. CP tersebut akan dibagi mana yang akan dituntaskan di kelas awal dan dituntaskan di kelas akhir fase. Setiap CP di satuan pendidik berbeda sesuai dengan kemampuan yang telah dilihat sesuai keadaan di sekolah masing-masing. Guru di SD Insan Mulya awal pembelajaran akan mengelompokkan sesuai dengan kemampuan anak. Dengan begitu maka perlakuan setiap kelompok berbeda-beda dan guru bisa menggunakan metode agar bisa mewadahi kemampuan anak di setiap kelompok dan pembelajaran diferensiasi. Selain dari CP. ATP, modul ajar hal tersebut yang disebutkan dengan pembelajaran terdiferensiasi. Selain hal tersebut guru juga mewadahi anak yang memiliki kebutuhan khusus. Maka proses belajar mengajar disesuaikan dengan keadaan yang ada di kelas. Pembelajaran juga terdapat penyederhanaan mata pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Ala. dan IPS (Ilmu Pengetahuan Sosia. Mata pelajaran tersebut digabungkan sehingga menjadi mata pelajaran IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosia. sehingga anak diharapkan dapat memahami alam dan sosial secara Selain itu juga terdapat pergantian istilah pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) menjadi mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Selain itu 2 jam pelajaran siswa di sekolah selama seminggu terdapat mata pelajaran literasi yang digunakan sebagai wadah agar siswa meningkatkan jiwa literasinya. Hal ini mendorong siswa mendapatkan penghargaan Juara 2 tingkat SD/MI pada lomba menulis 750 kata tingkat Nasional yang telah diselenggarakan oleh Universitas Negeri Surabaya dalam rangka Sarasehan Literasi Unesa Tahun 2023. Selain itu dalam pembelajaran guru menggunakan media pembelajaran berupa video pembelajaran yang lebih banyak terdiri dari suara dan gambar. Pembelajaran menggunakan video pembelajaran ini ditunjang dengan menggunakan LCD, proyektor maupun laptop. Hal serupa itu dengan hasil penelitian dari Jumardi Budiman, bahwasannya guru mulai menggunakan media ajar yang memudahkan siswa untuk memahami materi pembelajaran. Contohnya, guru menggunakan gambar yang dicetak lalu ditempelkan di papan tulis dan menggunakan proyektor (Budiman,2022:. Gambar 3 Pembelajaran Menggunakan Video Pembalajaran Sumber: Data Sekunder . Paradigma baru ini berupa Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. Dalam Keputusan Implementasi Program Sekolah PenggerakA Mendikbudristek Nomor 371/M/2021 Tentang Program Sekolah Penggerak yaitu Projek Penguatan Profil pelajar Pancasila adalah kegiatan pembelajaran berbasis proyek yang dirancang untuk menguatkan upaya capaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila (Memendikbud:2. Dalam P5 guru dan siswa berusaha membaca situasi di sekitar yang terdiri dari berbagai tema dan dilakukan pada setiap semester. Untuk pelaksanaannya, tema disesuaikan dengan kesepakatan guru dan kepala sekolah dimana di SD Insan Mulya sudah Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. memiliki 6 tema, yaitu tema Bhineka Tunggal Ika, kewirausahaan, dan tema kearifan lokal. Dalam proses penerapan P5 SD Insan Mulya menggunakan system block. System block merupakan pelaksanaan yang dilakukan di akhir semester yang sesuai dengan 20%-30% jam pelajaran atau sepanjang 252 jam pelajaran dalam setahun. Hal tersebut sejalan Keputusan Mendikbudristek Nomor 371/M/2021 Tentang Program Sekolah Penggerak yaitu implementasi projek penguatan profil pelajar Pancasila mengambil alokasi waktu 20-30% . ua puluh sampai dengan tiga puluh perse. dari total alokasi jam pelajaran selama 1 . tahun (Memendikbud:2. Kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila diterapkan di SD Insan Mulya kecamatan Driyorejo pada tahun pertama yaitu di kelas 1 dengan kegiatan kerajinan dari botol bekas, dan kelas 4 yaitu kegiatan karya seniku yang bernilai. Sedangkan pada tahun ke2 kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yaitu kelas 1 yaitu mengenal lagu daerah, kelas 2 dengan kegiatan permainan tradisional, kelas 4 kegiatan wayang show, dan kelas 5 kegiatan tarian Untuk tahun ke-3 kegiatan yang dilakukan pada projek penguatan profil pelajar Pancasila pada kelas 1 yakni melalui pola hidup sehat, kelas 2 dengan kegiatan berkarya melalui sampah organic, kelas 3 dengan kegiatan asyik berkreasi dengan sampah plastic, kelas 4 dengan kegautan penghijauan kreatif dengan sampah, kegaitan kelas 5 yaitu bumiku rumah sampah, dan kegiatan di kelas 6 yang berupa inovasi kurangi sampah plastik. Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan. Kebudayaan. Riset. Dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 371/M/2021 Tentang Program Sekolah Penggerak bahwa Asesmen yang dijalankan digunakan sebagai umpan balik bagi peserta didik dan refleksi bagi pendidik untuk perbaikan pembelajaran yang berkelanjutan (Mendikbud:2. Pelaksanaan Assessment dilakukan sebagai umpan balik bagi peserta didik. Sedangkan bagi guru adalah sebagai Assessment dibagi beberapa macam yaitu assessment sumatif, assment formatif dan Assessment Nasional Berbasis Komputer (ANBK) Assessment formatif merupakan assessment yang dilakukan selama proses pembelajaran. Sedangkan assessment sumatif adalah assessment yang dilakukan di akhir pembelajaran. Pelaksanaan assessment sumatif di SD Insan Mulya menggunakan soal yang telah di koordinir dan disepakati oleh K3S (Kelompok Kerja Kepala Sekola. Hal tersebut menemui kesulitan dalam pelaksanaannya karena CP di setiap kelas dalam 1 fase antara satu sekolah dengan sekolah lain berbeda. Sehingga siswa dalam pelaksanaan assessment ini mengalami kesulitan. Selain itu SD Insan Mulya menambah assessment dengan soal yang telah dibuat oleh mandiri guru-guru SD Insan Mulya Hal tersebut beresiko memakan jam pembalajaran karena juga perlu melaksanakan kegiatan P5. Assessment Nasional Berbasis Komputer (ANBK) merupakan assessment yang terdiri dari assessment literasi, numerasi, dan karakter dan juga disertai suvey lingkungan belajar. ANBK dilaksanakan oleh 30 siswa yang daftar Namanya sudah ditentukan dari pusat dengan random sampling berdasarkan 3 kriteria kemampuan siswa. Pelakasanaan ANBK di sekolah penggerak dilaksanakan oleh kelas 5 dan kelas 6 agar dapat mengetahui kemajuan belajar pada tahun pertama hingga tahun kedua. Gambar 5 Pelaksanaan UNBK di SD Insan Mulya Sumber : Data Sekunder . Pada sub indikator apakah kebijakan memang dibuat oleh lembaga yang mempunyai wewenang (Kadji 2015: . Di SD Insan Mulya, program sekolah penggerak dibentuk oleh lembaga yang memiliki wewenang dan tupoksi di bidang pendidikan yaitu Gambar 4 Pelakasanaan P5 dengan Tema Hidup Sehatku Sumber : Data Sekunder . Publika. Volume 12 Nomor 1. Tahun 2024, 147-159 Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset. Dan Teknologi Republik Indonesia. Dari beberapa pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa sejauh mana implementasi Program sekolah penggerak di SD Insan Mulya Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik pada indictor ketepatan kebijakan sudah berjalan dnegan baik. Intervensi-intervensi yang ada dalam pelaksanaan program sekolah penggerak sudah terlaksana. Namun ada beberapa kendala dalam pelaksaan assessment yang masih menggunakan soal yang dibuat secara kolektif yang mengakibatkan siswa kesulitan karena CP antar sekolah berbeda. Mitra bekerja sama dalam pengembangan siswa pada kegiatan ekstrakurikuler. Dalam implementasi Program Sekolah Penggerak yaitu guru. Kepala Sekolah, komite pembelajaran, pengawas, wali murid dan juga mitra. Guru dapat dikategorikan menjadi guru kelas dan guru mata Guru berperan penting dalam pelaksanaan Program Sekolah Penggerak karena guru merupakan pembimbing siswa dalam pelajaran baik secara intrakurikuler dan karakter. Guru di SD Insan Mulya melakukan kegiatan belajar mengajar menggunakan media pembelajaran berupa video pembelajaran, dengan menggunakan laptop. LCD, proyektor. Hal ini dapat meningkatkan belajar siswa sehingga lebih seneng belajar dan bisa menerima pembelajaran dengan baik. Di sisi lain, guru menerapkan Projeck Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. yang disesuaikan dengan tema seperti membuat karya dari tutup botol, kegiatan gelar karya dan sebagainya. Dengan demikian Kepala Sekolah berperan sebagai aktor yang mengkoordinasikan sumberdaya yang ada di sekolah. Di sisi lain. Kepala Sekolah ikut bertanggung jawab dalam pengembangan kompetensi guru dan juga perkembangan kurikulum yang ada di SD Insan Mulya di Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik. Kepala Sekolah akan membagi tugas guru menjadi guru kelas dan guru mata Pelajaran. Di lain sisi. Kepala Sekolah akan turut mengawasi berbagai kegiatan yang ada di sekolah. Komite penyelenggara inhouse training dan melakukan penentuan kebutuhan belajar guru. Komite pembelajaran juga mengkoordinasikan pertemuan setiap bulan untuk melaksanakan in House Training yang bertujuan sebagai pengimbasan kepada guru-guru lainnya terkait Program Sekolah Penggerak. Hal tersebut juga serupa dengan hasil penelitian Jumardi Budiman,dkk bahwasannya guru berkewajiban untuk menjalankan pengimbasan pengetahuan untuk guru yan lain melalui program In house Training (IHT). Kinerja dan keikutsertaannya pada PSP akan diketahui dari sisi etos kerja, proses pembelajaran dan sosial serta profesionalitas guru (Budiman, 2022:. Komite pembelajaran meliputi guru kelas 1, 4, dan juga dari guru mata pelajaran. Pengawas Pengawasan tersebut dilakukan pada tahun pertama dilakukan dalam kala waktu satu bulan sekali, sedangkan pada tahun kedua dalam kala waktu dua bulan sekali. Pengawas juga bertugas sebagai yang mengawasi terlaksananya administrasi yang ada di SD Insan Mulya Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik. Ketepatan Pelaksana Pelaksana atau implementor kebijakan tidak hanya dari pemerintah, melainkan dari pihak-pihak lainnya Implementor kebijakan dapat terlaksana dengan adanya kerjasama antara pemerintah dan Masyarakat atau swasta. Salah satu bentuk ketepatan pelaksana dalam implementasi kebijakan ialah pihak-pihak mana saja yang sebagai memegang peranan (Kadji, 2015: Fokus pada penelitian ini yaitu menganalisis dan mendeskripsikan pelaksanaan Program sekolah penggerak melalui indikator pelaksana. Merujuk pada hasil penelitian yang sudah diuraikan sebelumnya menjelaskan bahwa Kepala Sekolah, guru, seperti pengawas, dan juga wali murid sebagai pendamping peserta didik adalah implementor atau pelaksanan pada program sekolah penggerak. Program sekolah penggerak ialah inovasi Kementerian Pendidikan. Budaya. Riset dan teknologi yang digagas oleh Bapak Menteri Nadiem Makarim demi mewujudkan visi pendidikan Indonesia yaitu maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila yang bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, bergotong royong, dan berkebinekaan global. Guna mencapai visi pendidikan Indonesia maka dibentuklah Sekolah Penggerak. Ketepatan pelaksana dalam Implementasi program sekolah penggerak adalah ketepatan implementor. Implementor dalam program sekolah penggerak ini yaitu guru. Kepala Sekolah, pengawas, komite pembelajaran, wali murid, dan mitra. Guru sebagai pendamping siswa di kelas setiap harinya. Guru mata pelajaran akan mendampingi siswa dalam pelajaran Komite mengkoordinasikan dalam penyelenggaraan in-house training terkait pembelajaran paradigma baru pada seluruh guru di sekolah. Kepala Sekolah berperan sebagai mengkoordinasikan sumber daya yang ada di Implementasi Program Sekolah PenggerakA Pelaporan berkas dan kelengkapan berkas selalu di cek oleh pengawas. anak berbeda dan memerlukan waktu untuk meminta di operator sekolah. Dengan menggunakan chromebook proses pembelajaran kurang leluasa karena tidak ada Ms. Office Word sehingga siswa menggunakan google doc dan itu tidak leluasa mengguangan Ms. Office Word. Ketepatan Target Target atau sasaran dari program sekolah penggerak menurut Keputusan Mendikbudristek Nomor 371/M/2021 Tentang Program Sekolah Penggerak yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset. Dan Teknologi Republik Indonesia yaitu mengarah kepada kepala satuan pendidik, guru, dan pengawas sekolah. Indikator target yaitu apakah target yang diintervensi selaras dengan perencanaan yang telah ditentukan serta bagaimana kesiapan target untuk diintervensi (Kadji,2015:. kesiapan SD Insan Mulya di lihat dari kesiapan Kepala Sekolah dan guru beserta dengan pengawas. Kesiapan ini terlihat karena memang penetapan sekolah penggerak dilakukan dengan adanya seleksi oleh Kemendikbud Ristek. Selain kesiapan Kepala Sekolah melihat pada kesiapan guru. Guru di SD Insan Mulya Kacamatan Driyorejo Kabupaten Gresik melakasanakan apa yang ditugaskan oleh Kepala Sekolah kepada guru-guru. Selain itu guru-guru juga melakukan pembekalan sebelum dan berjalannya sekolah penggerak. Sedangkan untuk kesiapan sarana dan prasarana dalam pelaksanaan sekolah penggerak mendapatkan support dari pemerintah dari BOS kinerja untuk proyektor LCD, chromebook, buku dan bahan ajar. Gambar 6 Pengawasan oleh Pengawas Sekolah SD Insan Mulya Sumber: Data Sekunder . Masyarakat yang dimaksudkan adalah wali murid. Wali murid mendukung adanya proses pembelajaran dengan mendampingi anak belajar Ketika di rumah, selain itu wali murid juga aktif dalam pemberian bantuan berupa uang bulanan sekolah dan bantuan Guru melaksanakan tugasnya sebagai perancang, pelaksana pembelajaran yang dibutuhkan oleh murid. Selain itu guru juga bertugas sebagai Kepala Sekolah melaksanakan tugasnya sebagai seseorang yang mengkoordinasikan jalannya program sekolah penggerak ini di sekolah melalui aspek pengembangan kompetensi guru-guru SD Insan Mulya. Ketepatan pelaksana dalam implementasi sekolah Penggerak SD Insan Mulya Kecamatan Driyorejo sudah berjalan dengan baik. Namun dalam implementasi program sekolah ini tidak selalu berjalan Pada awal pelaksanaan program sekolah ini terdapat kendala dalam pemahaman guru mengenai kurikulum yang diterapkan di program sekolah Guru-guru merasa bingung dan hanya menebak-nebak dengan apa yang sesuai standar pemerintah dalam pelaksanaan program sekolah Dalam bimtek awal guru hanya diberikan pemahaman dasar dan lainnya dikembangkan dengan kemampuan guru. Guru dituntut untuk belajar mandiri dalam pemahaman program sekolah penggerak. Kendala lain yang terjadi adalah jam pada implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang menghabiskan 20%-30% jam Hal ini menjadikan guru dalam penyampaian materi kurang maksimal, mengingat dalam CP yang telah ditentukan materi yang ada hampir sama dengan kurikulum dulu yang lumayan Selain itu kendala terjadi pada proses pembelajaran khususnya pelajaran TIK. Hal ini terjadi karena pelajaran TIK menggunakan Chromebook yang telah disediakan sekolah dengan itu guru harus memasukkan id belajar siswa satu persatu sehingga akan memakan waktu lama. Selain itu id belajar setiap Gambar 7 Pembelajaran di SD Insan Mulya Sumber : Data Sekunder . Ketepatan target yang selanjutnya juga berfokus apakah intervensi implementasi kebijakan bersifat baru atau pembaharuan dari implementasi kebijakan (Kadji,2015:. Kebijakan merupakan kebijakan baru bersifat baru namun untuk pembaharuan karena setiap kurikulum ini melihat dari kurikulum sebelumnya dan dikembangakan agar Publika. Volume 12 Nomor 1. Tahun 2024, 147-159 menajdi lebih baik dengan adanya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Dari beberapa pernyataan diatas dapat diketahui bahwa ketepatan target dalam implementasi Program sekolah penggerak berjalan dengan baik. Target atau sasaran dari Program Sekolah Penggerak yaitu mengarah pada Kepala Sekolah satuan pendidik, guru, dan pengawas sekolah. Kesiapan SD Insan Mulya Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik dapat dilihat dari kesiapan Kepala Sekolah, guru dan pengawas. Kepala Sekolah siap dalam melaksanakan Program Sekolah Penggerak karena penentuan program ini berdasarkan hasil seleksi Kepala Sekolah. Guru siap dalam melaksanakan tugas dari Kepala Sekolah. Pengawas akan melakukan bimtek dan pelatihan agar dapat melaksanakan implementasi Program Sekolah Penggerak di SD Insan Mulya Kecamatan Gresik dengan baik. Pengawas juga akan mengawasi Program Sekolah Penggerak. Kebijakan ini merupakan kebijakan yang bersifat baru namun untuk pelaksanaan pembelajaran bersifat pembaharuan karena kurikulum dan program melihat dari yang sebelumnya. implementasi kebijakan dan individuals yakni individu tertentu yang bisa menjalankan peran yang krusial pada proses interpretasi kebijakan dan implementasi kebijakan tersebut. Komunikasi yang terjalin antara guru dan orang tua yang terjalin cukup baik. Komunikasi dimudahkan dengan adanya teknologi saat ini berupa group WhatsApp. Informasi yang diberikan melalui group WhatApp juga tersebar dengan mudah. Selain itu juga ada pertemuan wali murid yang diadakan oleh sekolah. Hal ini serupa dengan hasil penelitian dari Jumardi Budiman,dkk bahwasannya ada dua cara untuk membangun kemitraan antara sekolah bersama orang tua. Pertama melalui WhatsApp Group (WAG) berdasar kelas yang mana digunakan untuk memudahkan perizinan siswa ketika absen, informasi terkait PR serta sarana untuk pengumuman/sosialisasi mengenai kebijakan sekolah (Budiman, 2022:. SD Insan Mulya kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik bermitra dengan mahasiswa UNESA berasal dari mahasiswa tari atau mahasiswa seni. Mitra berperan dalam kegiatan ekstrakurikuler. sekolah penggerak ini juga mengembangkan minat bakat anak dengan mitra yang berasal dari mahasiswa UNESA dalam kegiatan ekstra kurikuler. Ketepatan Lingkungan Lingkungan kebijakan, ialah interaksi antara lembaga perumus kebijakan bersama implementor dan (Kadji,2015:. Implementasi program sekolah penggerak di SD Insan Mulya Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik mempunyai hubungan atau interaksi yang besar antar individu baik di lingkungan internal sekolah yaitu antara guru. Kepala Sekolah. Pengawas. Komunikasi yang terjalin pada lingkungan eksternal yaitu pihak sekolah dengan wali murid maupun dengan mitra. Komunikasi yang terjalin antara guru dan Kepala Sekolah berjalan baik. Selain itu selalu ada rapat atau pertemuan untuk mengkomunikasikan solusi dari berbagai kendala-kendala dalam implementasi Program Sekolah Penggerak di SD Insan Mulya Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik. Komunikasi yang terjalin antara Kepala Sekolah dan pengawas sekolah berjalan baik. Hal ini dibuktikan melalui selalu adanya kunjungan dan pengawasan dari pengawas sekolah setiap bulannya. Komunikasi tidak terjadi dalam sebulan sekali, tetapi kepala sekolah selalu mengomunikasikan kendala kendala yang ada dengan pengawas sekolah. Menurut Calista . alam Kadji, 2015:. , lingkungan eksternal kebijakan ialah variabel eksogen, yang meliputi persepsi publik terhadap kebijakan dan implementasi kebijakan serta kelompok kepentingan dalam menginterpretasi suatu kebijakan dan Gambar 8 Lomba Tari Sumber: Data Sekunder . Dari beberapa pernyataan diatas dapat diketahui bahwa Ketepatan lingkungan dalam implementasi program sekolah penggerak di SD Insan Mulya Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik telah berjalan dengan baik. Lingkungan internal dalam pelaksanaan sekolah penggerak yaitu guru dengan Kepala Sekolah dan juga dengan pengawas. Guru dan Kepala Sekolah akan mendiskusikan tentang tema yang ada di setiap semester yang berbeda, kemudian guru dan Kepala Sekolah akan ada rapat jika menemui kesulitan dalam proses pembelajaran. Kemudian komunikasi antara guru dengan guru biasa terjadi antara guru yang sama tingkat kelasnya jika menemui kendala dalam Komunikasi dengan pengawas juga terjalin jika ada kunjungan dari pengawas. Pengawas Komunikasi lingkungan eksternal terjadi antara guru dan wali murid menggunakan media WhatsApp baik Implementasi Program Sekolah PenggerakA diskusi dalam keperluan pembelajaran baik dari tugas, perlengkapan sekolah dan juga jika ada siswa ijin. Komunikasi antar mitra juga terjalin dalam penentuan jadwal dan perlengkapan yang dibutuhkan. chromebook, buku, proyektor, dan LCD, dan sarana pembelajaran lainnya. Ketepatan Lingkungan. Ketepatan lingkungan pada program sekolah penggerak dipengaruhi variabel internal dan Pada indikator lingkungan kebijakan menunjukkan adanya komunikasi yang terjadi antara guru dan Kepala Sekolah. Kepala Sekolah dan pengawas serta guru dan wali murid berjalan dengan Sedangkan interaksi dengan lingkungan eksternal seperti mitra juga berjalan dengan baik dalam mendukung ada program sekolah penggerak. PENUTUP Simpulan Merujuk pada data hasil analisis penelitian tentang Implementasi Sekolah Penggerak di SD Insan Mulya Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik. Berikut simpulan mengenai implementasi program sesuai dengan model implementasi Richard Matland: Ketepatan Kebijakan SD Insan Mulya telah melakukan berbagai intervensi yang sesuai dengan adanya sekolah Intervensi yang ada dalam implementasi sekolah penggerak yaitu digitalisasi sekolah. Perencanaan berbasis daya, penguatan sumber daya manusia sekolah, pembelajaran paradigma baru serta pendampingan simetris. Kendala dalam proses penerapan intervensi tersebut adalah SD Insan Mulya pengadaan assessment masih dilakukan secara mengerjakannya karena pelajaran tidak sesuai dengan apa yang telah diajarkan guru, dikarenakan tiap sekolah memiliki pembagian CP yang berbeda. Program ini dirumuskan oleh Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset. Dan Teknologi Republik Indonesia. Ketepatan Pelaksana Program sekolah penggerak merupakan program yang melibatkan guru. Kepala Sekolah, dan murid. Tidak hanya itu aktor dalam pelaksanaan program sekolah penggerak yaitu, pengawas, orang tua, dan Dengan adanya keterkaitan masing masing aktor akan mengakibatkan terlaksananya program sekolah penggerak ini berjalan dengan baik meskipun menemui kendala atau beberapa kekurangan yaitu faktor pemahaman sumberdaya pendidik mengenai implementasi sekolah penggerak, pembagian jam belajar dan Projek Penguatan profil Pelajar Pancasila (P. , dan juga penggunaan sarana dan prasarana pada pelajaran TIK. Ketepatan Target Implementasi program sekolah penggerak telah melibatkan target yaitu kepala sekolah. Dimana kepala sekolah mengikuti seleksi yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset. Dan Teknologi Republik Indonesia. Kesiapan sumber daya manusia guru. Kepala Sekolah, dan pengawas siap dalam melaksanakan implementasi program sekolah penggerak ini dengan melalui pengawasan dan pelatihan berupa bimtek, coaching dan lain sebagainya. Selain itu kesiapan sarana dan prasarana juga didukung dengan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang berupa Saran Berdasarkan hasil uraian mengenai Implementasi Program Sekolah Penggerak di SD Insan Mulya Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik masih menemui beberapa kendala. Adapun saran yang dapat penulis ajukan guna peningkatan implementasi Program Sekolah Penggerak adalah sebagai berikut: Perlunya penyelenggaraan assessment yang dibuat oleh setiap sekolah tidak dibuat secara kolektif agar dapat menyesuaikan dengan kemampuan siswa. Bagi guru perlu menyeimbangi dan menyesuaikan dalam pembelajaran projek dan pembelajaran intrakurikuler sehingga dapat mengatur jam pembelajaran dengan baik. Perlu peran orang tua yang ikut andil dalam pembelajaran di sekolah, agar pembelajaran di sekolah dan sekolah lebih seimbang. Perlunya penyediaan sarana dan prasarana bagi Sehingga memaksimalkan kegunaan sarana dan prasarana yang ada. DAFTAR PUSTAKA