JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 9 No. Desember 2025. Hal 181 Ae 194. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. PENGARUH PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO PERKAPITA DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TERHADAP KEMISKINAN DI SULAWESI TENGAH THE EFFECT OF GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT PER CAPITA AND ECONOMIC GROWTH ON POVERTY IN CENTRAL SULAWESI Yohanes Ingkiriwang1. Yulian Rinawaty Taaha 2. Feliks Arfid Guampe3* Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Tentena. Jl. Torulmeba No. 21 Tentena, 94663 Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Tentena. Jl. Torulmeba No. 21 Tentena, 94663 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako. Jl. Soekarno Hatta No. KM. Tondo. Kec. Mantikulore. Kota Palu. Sulawesi Tengah *feliksguampe@gmail. disubmit: 10 September 2025, direvisi: 06 November 2025, diterima: 11 Desember 2025 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita dan pertumbuhan ekonomi terhadap tingkat kemiskinan di Sulawesi Tengah. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tengah selama periode 2014-2022. Analisis data dilakukan menggunakan teknik regresi berganda untuk menguji pengaruh kedua variabel independen tersebut terhadap variabel dependen, yaitu tingkat kemiskinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PDRB per kapita memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan, yang berarti bahwa peningkatan PDRB per kapita cenderung mengurangi tingkat kemiskinan di Sulawesi Tengah. Sebaliknya, pertumbuhan ekonomi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan, yang menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tidak merata dapat meningkatkan tingkat kemiskinan. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun PDRB per kapita efektif dalam menurunkan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi perlu diarahkan untuk lebih inklusif agar dapat mengurangi ketimpangan pendapatan dan kemiskinan. Kata kunci: PDRB per kapita. Pertumbuhan ekonomi. Kemiskinan ABSTRACT This study aims to analyze the influence of Gross Regional Domestic Product (GRDP) per capita and economic growth on poverty levels in Central Sulawesi. The research employs a quantitative approach using secondary data obtained from the Central Sulawesi Bureau of Statistics (BPS) for the period 2014-2022. Data analysis was conducted using multiple regression techniques to examine the influence of the two independent variables on the dependent variable, namely poverty levels. The Ingkiriwang. Tahaa. Guampe . JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah, 09. Ae https://doi. org/10. 56945/jkpd. A The Author. Published by Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 International License. JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 9 No. Desember 2025. Hal 181 Ae 194. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. results show that GRDP per capita has a negative and significant effect on poverty levels, indicating that an increase in GRDP per capita tends to reduce poverty in Central Sulawesi. Conversely, economic growth has a positive and significant effect on poverty levels, suggesting that uneven economic growth can increase poverty. Overall, this study concludes that while GRDP per capita is effective in reducing poverty, economic growth needs to be directed towards inclusivity to reduce income inequality and poverty. Keywords: GRDP per Capita. Economic Growth. Poverty PENDAHULUAN dinamika antara pertumbuhan ekonomi Kemiskinan merupakan salah satu dan kemiskinan di Indonesia bagian timur. persoalan struktural yang paling kompleks Salah satu indikator utama yang dan mendesak dihadapi oleh negara-negara sering digunakan untuk mengukur kinerja berkembang, termasuk Indonesia. Provinsi ekonomi suatu daerah adalah Produk Sulawesi Tengah menempati posisi yang Domestik Regional Bruto (PDRB) per cukup strategis sekaligus penuh tantangan dalam konteks pembangunan nasional, berkelanjutan dan peningkatan PDRB per kapita diyakini memainkan peran penting Berdasarkan data Badan Pusat dalam mengurangi tingkat kemiskinan Statistik (BPS), pada tahun 2022 tingkat (Guampe et al. , 2022. Takasaping et al. kemiskinan di Sulawesi Tengah masih Menurut Todaro & Smith, . berada pada angka 12,33 persen, lebih peningkatan pendapatan per kapita dapat tinggi dari rata-rata nasional sebesar 9,57 meningkatkan daya beli masyarakat dan persen (Padan Pusat Statistik Provinsi memperluas akses terhadap kebutuhan Sulawesi Tengah, 2. Provinsi ini dasar seperti pangan, pendidikan, dan menghadapi sejumlah tantangan khas layanan kesehatan. Di sisi lain, hubungan antara PDRB per kapita dan kemiskinan tidak bersifat universal atau linier semata. dasar di daerah tertinggal, serta akses konteks lokal, ketimpangan distribusi pendidikan dan kesehatan yang masih pendapatan, serta kualitas pembangunan terbatas, khususnya di wilayah perdesaan dan pegunungan. Kondisi geografis yang pertumbuhan ekonomi mampu mengurangi cukup terfragmentasi turut memperparah kemiskinan (Desmawan et al. , 2021. kesenjangan antarwilayah. Oleh karena itu. Fitriady et al. , 2. Sulawesi Tengah menjadi studi kasus yang relevan dan penting dalam menganalisis Pertumbuhan Data BPS selama periode 2014Ae2022. PDRB per Sulawesi Tengah JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 9 No. Desember 2025. Hal 181 Ae 194. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. kenaikan yang signifikan, dari Rp31,87 ekonomi, tetapi juga pada penciptaan juta pada 2014 menjadi Rp105,54 juta pada sumber daya manusia. Hal ini diperkuat menunjukkan fluktuasi yang cukup tinggi, oleh temuan Rodliyah, . yang dengan lonjakan tajam pada tahun 2015 . ,56%) dan 2018 . ,6%). Pertumbuhan ekonomi yang tinggi ini didorong oleh peningkatan GRDP akan efektif dalam ekspansi pertambangan nikel yang terpusat menurunkan kemiskinan bila dibarengi di kabupaten Morowali dan Morowali dengan peningkatan kualitas pendidikan Utara. Namun, meskipun angka-angka dan pengurangan pengangguran. Pertumbuhan Ketimpangan peningkatan, laju penurunan kemiskinan dimensi penting lainnya dalam memahami tidak secepat yang diharapkan hanya menurun dari 13,93% menjadi 12,33% Pembangunan dalam periode yang sama (Padan Pusat terkonsentrasi di pusat-pusat kota seperti Statistik Provinsi Sulawesi Tengah, 2. Palu. Parigi, dan Morowali menyebabkan Hal ini menunjukkan adanya fenomena daerah-daerah pedalaman dan kepulauan pertumbuhan ekonomi yang tidak inklusif tertinggal dalam akses terhadap layanan atau jobless growth, di mana pertumbuhan Misalnya. Indeks Pembangunan ekonomi tidak serta-merta menciptakan Manusia (IPM) Kabupaten Sigi dan Banggai Laut secara konsisten berada di kelompok masyarakat yang rentan secara bawah rata-rata provinsi (Padan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Tengah, 2. Penelitian Sulawesi Tengah. Kesenjangan ini turut berdampak pada kapasitas daerah untuk menyerap manfaat bahwa di Sulawesi Tengah. PDRB per dari pertumbuhan ekonomi secara merata. kapita dan Angka Harapan Hidup memiliki Akses hubungan negatif dan signifikan terhadap ditunjukkan oleh rata-rata lama sekolah, tingkat kemiskinan, sedangkan Tingkat Pengangguran (TPT) kualitas tenaga kerja dan berkontribusi Anggadini, . Terbuka Ini terhadap penurunan kemiskinan (Akaseh et , 2021. Guampe, 2024. Novitasari & Imaningsih, 2. JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 9 No. Desember 2025. Hal 181 Ae 194. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. Tingkat pengangguran juga menjadi PDRB per kapita berpengaruh negatif variabel yang sangat menentukan dalam kemiskinan di Sulawesi Tengah. Tingginya pengangguran, khususnya di kalangan usia Pertumbuhan ekonomi berpengaruh produktif, menunjukkan kegagalan pasar negatif signifikan terhadap tingkat tenaga kerja dalam menyediakan lapangan kemiskinan di Sulawesi Tengah. pekerjaan yang layak. Penelitian oleh PDRB per kapita dan pertumbuhan Machmud & Sidharta, . menyatakan bahwa pengangguran yang tinggi dapat menetralkan efek positif dari pertumbuhan Sulawesi Tengah. bersama-sama kemiskinan, terutama jika lapangan kerja yang tercipta tidak menyasar kelompok Berdasarkan METODE PENELITIAN Penelitian pendekatan kuantitatif untuk menganalisis pengaruh Produk Domestik Regional Bruto penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (PDRB) per kapita dan pertumbuhan secara empiris pengaruh PDRB per kapita ekonomi terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Sulawesi Tengah selama periode kemiskinan di Provinsi Sulawesi Tengah. 2014Ae2022. Tidak seperti penelitian terdahulu yang merupakan data sekunder yang diperoleh hanya berfokus pada korelasi antara dari publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) variabel makro dan tingkat kemiskinan, dalam Provinsi Sulawesi Tengah Dalam penelitian ini menggabungkan pendekatan Angka dan BPS Nasional. Data tersebut kontekstual dengan analisis spasial dan diolah dengan mengklasifikasikan data temporal pada periode 2014Ae2022. Dengan sesuai dengan variabel yang diteliti. demikian, studi ini diharapkan dapat Data Metode memberikan kontribusi akademik dan tersebut yaitu dengan metode purposive praktis dalam upaya perumusan kebijakan pembangunan daerah yang lebih inklusif Pemilihan rentang waktu ini didasarkan dan berkeadilan. pada ketersediaan data pada laporan Hipotesis yang ingin dijawab dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 2014Ae2022. Sulawesi Tengah Dalam Angka Tahun JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 9 No. Desember 2025. Hal 181 Ae 194. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. Tabel 1. Tingkat PDRB perkapita. Pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan Sulawesi Tengah tahun 2014-2022 HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Asumsi Klasik Uji Normalias Tahun PDRB Perkapita (Juta Rupia. Pertumbuhan Ekonomi (%) Kemiskinan (%) 31,87 5,11 13,93 Kolmogorov-Smirnov satu sampel untuk 37,39 15,56 14,66 menguji normalitas residual pada variabel 41,08 9,98 14,45 45,16 7,14 14,14 Dengan jumlah sampel (N) 55,52 14,01 sebanyak 9, diperoleh nilai rata-rata 60,06 8,83 13,48 66,31 4,86 12,92 Tabel 2. menyajikan hasil Uji residual sebesar 0 dan simpangan baku 81,84 13,00 0179, menunjukkan distribusi 105,54 15,17 12,33 residual yang seimbang dan tersebar Sumber: Diolah dari Sulawesi Tengah Dalam Angka Tahun 2014-2022 Variabel dalam penelitian ini terdiri dari PDRB per kapita . ilai total barang pertumbuhan ekonomi . aju peningkatan kapasitas produksi daera. , dan tingkat kemiskinan . ersentase penduduk di bawah Perbedaan ekstrem tertinggi antara distribusi residual dan distribusi normal berada pada nilai absolut 0. Nilai signifikansi (Asymp. Sig. 2-taile. sebesar Karena nilai ini lebih besar dari batas signifikansi 0. 05, maka residual garis kemiskina. Analisis regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh simultan dan parsial variabel independen terhadap variabel dependen. Tahapan uji regresi berganda tersebut meliputi uji t, uji F, dan koefisien determinasi digunakan untuk menguji signifikansi dan kelayakan model regresi (Sugiyono, 2017. Syamsul et al. , 2. dianggap berdistribusi normal. Dengan demikian, asumsi normalitas terpenuhi secara statistik, mendukung validitas analisis regresi yang dilakukan. Tabel 2. Uji Normalitas dengan OneSample Kolmogorov-Smirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation Most Extreme Absolute Differences Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 9 No. Desember 2025. Hal 181 Ae 194. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. Uji Heteroskedastisitas Model 1 (Constan. PDRB perKapita Pertumbuhan Ekonomi PDRB Pertumbuhan Ekonomi Kapita Tabel 3. Uji Glejser regresi terhadap variabel kemiskinan. Nilai Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Tolerance masing-masing sebesar 0. Std. Error Beta dan Variance Inflation Factor (VIF) Sig. Dependent Variable: ABRESID Kedua nilai tersebut berada dalam batas aman (Tolerance > 0. 1 dan VIF < . , yang menunjukkan tidak terdapat masalah Tabel 3 menunjukkan hasil Uji Ini berarti tidak ada korelasi tinggi antar variabel independen, (ABRESID) sebagai variabel dependen. dan estimasi koefisien regresi dapat Hasilnya memperlihatkan bahwa nilai dianggap valid serta bebas dari pengaruh signifikansi (Sig. ) untuk kedua variabel Glejser independen PDRB per kapita . dan pertumbuhan ekonomi . lebih besar Uji Hipotesis Uji Parsial . Hal ini menandakan bahwa tidak ada independen dan residual absolut, sehingga tidak terdapat gejala heteroskedastisitas dalam model. Dengan demikian, asumsi homoskedastisitas terpenuhi, mendukung validitas hasil regresi yang telah dilakukan. Tabel 5. Uji Parsial Coefficientsa Standardi Unstandardized Coefficie Coefficients Std. Error Beta Sig. Model 1 (Constan. PDRB perKapita Pertumbuhan Ekonomi Dependent Variable: Kemiskinan Tabel 5. menampilkan hasil uji t Uji multikolinearitas dalam model regresi dengan variabel Tabel 4. Uji Multikolonearitas Coefficientsa Collinearity Statistics Model Tolerance VIF PDRB perKapita Pertumbuhan Ekonomi Dependent Variable: Kemiskinan Tabel 4 menampilkan hasil uji dependen "Kemiskinan" dan dua variabel independen yaitu "PDRB per Kapita" dan "Pertumbuhan Ekonomi". Dengan tingkat signifikansi 0. 05 kita dapat menemukan nilai t tabel dari tabel distribusi t yaitu sebesar 2. Dengan JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 9 No. Desember 2025. Hal 181 Ae 194. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. standar tersebut berikut adalah penjelasan terhadap hasil uji parsial: Nilai Uji Simultan . semua variabel independen (PDRB Kapita Ekonom. Pertumbuhan kemiskinan diprediksi akan berada Konstanta berfungsi sebagai titik awal dalam Tabel 6. Uji Simultan ANOVAa Sum of Mean Model Squares df Square Sig. 1 Regression Residual Total Dependent Variable: Kemiskinan Predictors: (Constan. Pertumbuhan Ekonomi. PDRB perKapita model regresi. Koefisien Tabel menunjukkan bahwa setiap kenaikan 1 ANOVA satuan pada PDRB per kapita akan simultan model regresi dengan variabel kemiskinan sebagai dependen, serta PDRB 152, dengan asumsi variabel per kapita dan pertumbuhan ekonomi lain konstan. Hubungan negatif ini sebagai independen. Nilai F sebesar 29. signifikan secara statistik, ditunjukkan jauh melebihi F tabel . , dan nilai oleh nilai t = -7. 708 > t tabel = 2. 001 < 0. Hasil ini menunjukkan bahwa kedua dan nilai signifikansi 0. 000 < 0. Artinya. PDRB per kapita berperan berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Sulawesi Tengah. Dengan demikian, model regresi dapat menunjukkan bahwa setiap kenaikan 1 dikatakan layak dan signifikan secara satuan dalam pertumbuhan ekonomi statistik dalam menjelaskan variabilitas Koefisien kemiskinan sebesar 0. 044, dengan asumsi variabel lain tetap. Meskipun hasil ini kontraintuitif, pengaruhnya tetap signifikan secara statistik . = 889 > 2. Sig. = 0. 028 < 0. pertumbuhan ekonomi belum tentu Uji Koefisien Determinasi Tabel 7. menunjukkan nilai R Square 909, yang berarti bahwa 90,9% variasi dalam tingkat kemiskinan di Provinsi Sulawesi Tengah dapat dijelaskan JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 9 No. Desember 2025. Hal 181 Ae 194. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. oleh dua variabel independen, yaitu PDRB per kapita dan pertumbuhan ekonomi. Nilai ini mencerminkan kekuatan model Prawitrisari menyimpulkan bahwa pertumbuhan PDRB Indonesia. menjelaskan hubungan antara variabel- variabel tersebut. penduduk miskin di Kabupaten Bantul, yang mencerminkan bahwa peningkatan Tabel 7. Uji Koefisien Determinasi Model Summaryb PDRB berkontribusi dalam mengurangi Penelitian ini sejalan dengan teori Std. Error Model Adjusted R of the Square Square Estimate ekonomi Mankiw . dan Todaro & Smith . , yang menyatakan bahwa Predictors: (Constan. Pertumbuhan Ekonomi. PDRB perKapita mencerminkan kemajuan ekonomi, yang Dependent Variable: Kemiskinan Dengan demikian, model memiliki daya prediktif yang tinggi dan cukup andal kemiskinan di wilayah tersebut. Penelitian ini menguji hipotesis 1 PDRB tingkat kemiskinan di Sulawesi Tengah. Hasil uji menunjukkan bahwa hipotesis 1 PDRB kesejahteraan masyarakat dan mengurangi Hal ini didukung oleh studi yang dilakukan oleh Melati & Handayani . , yang menunjukkan bahwa PDRB per kapita adalah indikator penting dalam Pengaruh PDRB Perkapita Terhadap Tingkat Kemiskinan di Sulawesi Tengah PDRB berpengaruh negatif signifikan terhadap Temuan ini konsisten dengan hasil penelitian sebelumnya, seperti yang dilakukan oleh Leonita & Sari, . , yang juga menemukan bahwa PDRB menilai kesejahteraan masyarakat. Hasil ini juga sejalan dengan temuan Susanti . , yang menemukan bahwa PDRB pengurangan kemiskinan di Jawa Barat. Namun, penting untuk dicatat bahwa pertumbuhan ekonomi harus inklusif dan merata agar dapat efektif mengurangi Jika pertumbuhan ekonomi tidak merata, ketimpangan pendapatan sebagaimana dijelaskan oleh Takaredas et . yang menyoroti dampak positif sektor pertanian terhadap kemiskinan di JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 9 No. Desember 2025. Hal 181 Ae 194. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. Oleh kemiskinan di Sulawesi Tengah tetap pertumbuhan yang inklusif dan merata pertumbuhan tersebut di seluruh kelompok manfaat pertumbuhan ekonomi dapat Namun, dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Secara keseluruhan, hasil penelitian berkelanjutan, penting bagi pemerintah untuk mengimplementasikan kebijakan PDRB per kapita berperan signifikan yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan merata serta Sulawesi Tengah, sesuai dengan temuan- kebijakan redistribusi yang efektif untuk temuan yang ada dalam literatur ekonomi. memastikan bahwa manfaat pertumbuhan Rodliyah ekonomi dapat dinikmati oleh seluruh PDRB per kapita, bersama dengan indeks masyarakat, terutama mereka yang berada dalam kelompok rentan. penting dalam pengentasan kemiskinan di Novitasari Demikian Imaningsih menegaskan bahwa peningkatan PDRB per kapita mampu menurunkan kemiskinan melalui efek pengganda ekonomi yang meningkatkan pendapatan rumah tangga. Namun Fitriady . kebijakan sosial dan kelembagaan yang inklusif, kenaikan PDRB tidak selalu berdampak nyata terhadap pengurangan Dengan demikian, meskipun hubungan negatif yang signifikan antara PDRB Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Tingkat Kemiskinan di Sulawesi Tengah Penelitian ini juga menguji hipotesis 2 yaitu pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap tingkat kemiskinan di Sulawesi Tengah. Nilai dengan peningkatan tingkat kemiskinan, yang bertentangan dengan harapan bahwa pertumbuhan ekonomi dapat mengurangi Hasil ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa diharapkan dapat mengurangi kemiskinan, pengaruhnya dapat sangat bergantung pada JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 9 No. Desember 2025. Hal 181 Ae 194. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. faktor-faktor lain seperti pengangguran, pada peningkatan kemiskinan di kalangan inflasi, dan ketidakmerataan distribusi masyarakat yang terpinggirkan. manfaat pertumbuhan. Sebagai contoh. Oleh penelitian Ishak et al. di Makassar menemukan bahwa pertumbuhan ekonomi penting dalam pengentasan kemiskinan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kemiskinan, terutama ketika pertumbuhan yang terjadi di Sulawesi dikaitkan dengan tingkat pengangguran Tengah belum dirasakan merata. Untuk yang tinggi. Kolibu et al. juga mengatasi hal ini, kebijakan ekonomi yang menunjukkan bahwa meskipun terdapat pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Utara, faktor-faktor memastikan bahwa manfaat pertumbuhan pengangguran tetap berkontribusi terhadap ekonomi dirasakan oleh seluruh lapisan kemiskinan yang tinggi. Selain itu, faktor masyarakat, terutama mereka yang paling investasi yang buruk dapat memperburuk Hal ini dapat dilakukan melalui kebijakan redistribusi yang lebih efektif, kemiskinan, seperti yang dijelaskan oleh peningkatan investasi dalam pendidikan Kolibu et al. Mangi & Marseto . infrastruktur yang lebih merata. Tanpa Teori langkah-langkah Pemerintah khususnya yang dikemukakan oleh Todaro ekonomi yang ada mungkin tidak akan dan Smith . , mendukung temuan ini dengan menjelaskan bahwa pertumbuhan signifikan dan bahkan dapat memperburuk ekonomi yang tidak inklusif atau tidak merata dapat memperburuk ketimpangan kemiskinan bagi mereka yang tidak pertumbuhan tersebut. Model ekonomi Pengaruh PDRB Perkapita dan Pertumbuhan Ekonomi Secara Bersama-Sama Tingkat Kemiskinan di Sulawesi Tengah ganda yang diusulkan oleh Todaro dan Penelitian ini juga mengkaji secara Smith juga menunjukkan bahwa sektor- simultan pengaruh PDRB per kapita dan sektor ekonomi yang lebih maju cenderung pertumbuhan ekonomi secara bersama- meninggalkan sektor-sektor sama terhadap tingkat kemiskinan di yang masih berkembang, yang mengarah JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 9 No. Desember 2025. Hal 181 Ae 194. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. Sulawesi Tengah. Nilai F yang tinggi ini menunjukkan bahwa model regresi secara meningkatkan standar hidup rata-rata dan keseluruhan signifikan dalam menjelaskan kapasitas produktif masyarakat. Todaro variabilitas tingkat kemiskinan di Sulawesi dan Smith . menekankan bahwa Tengah. Nilai signifikansi Anova yang pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sangat kecil yakni 0. ihat Tabel 6. dan inklusif dapat mengurangi kemiskinan Namun, signifikan secara statistik, yang berarti pertumbuhan ekonomi tidak merata dan bahwa secara bersama-sama. PDRB per hanya dinikmati oleh sebagian kecil kapita dan pertumbuhan ekonomi memiliki populasi, hal ini justru dapat memperburuk pengaruh yang signifikan terhadap tingkat ketimpangan pendapatan, yang akhirnya membuat upaya pengentasan kemiskinan Jika dibandingkan dengan penelitian menjadi kurang efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menunjukkan bahwa PDRB per kapita PDRB sering kali berpengaruh negatif signifikan terhadap kemiskinan. Misalnya, penelitian berpengaruh signifikan terhadap tingkat Anggadini . menunjukkan bahwa kemiskinan di Sulawesi Tengah. PDRB per peningkatan PDRB per kapita berkaitan kapita berpengaruh negatif dan signifikan, dengan penurunan tingkat kemiskinan. artinya semakin tinggi PDRB per kapita. Namun, pengaruh pertumbuhan ekonomi maka kemiskinan cenderung menurun. terhadap kemiskinan sering kali lebih Sebaliknya. Penelitian oleh Takasaping et berpengaruh positif dan signifikan, yang . menunjukkan bahwa meskipun ada pertumbuhan ekonomi, pengaruhnya ekonomi di Sulawesi Tengah belum Hanya sebagian masyarakat yang Hal pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan, bersama-sama kemiskinan bisa tetap meningkat meskipun terjadi pertumbuhan ekonomi. yang tidak selalu linear dan bergantung pada berbagai faktor lainnya. Penelitian ini membuktikan teori ekonomi Todaro & Smith . di mana peningkatan PDRB per kapita dapat JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 9 No. Desember 2025. Hal 181 Ae 194. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. SIMPULAN DAN REKOMENDASI belum memberikan kontribusi besar Simpulan terhadap PDRB seperti pertanian. Berdasarkan hasil penelitian, dapat perikanan, dan pariwisata. Penguatan disimpulkan bahwa PDRB per kapita UKM dan kewirausahaan lokal juga terhadap tingkat kemiskinan di Sulawesi pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Tengah, yang berarti setiap peningkatan Diperlukan kebijakan redistribusi yang PDRB per kapita dapat menurunkan tingkat kemiskinan secara ekonomi dapat dirasakan oleh seluruh Ini meliputi penguatan Sebaliknya, menunjukkan korelasi positif signifikan jaringan pengaman sosial. Penelitian merata, sehingga dapat meningkatkan melakukan studi komparatif antara Sulawesi Tengah dan provinsi lain kelompok rentan. Uji F juga menunjukkan untuk mengidentifikasi karakteristik bahwa secara keseluruhan. PDRB per kapita dan pertumbuhan ekonomi memiliki kebijakan yang diterapkan. pengaruh signifikan terhadap kemiskinan. PDRB Untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif, variabel seperti pertumbuhan ekonomi yang tidak inklusif justru memperburuk ketimpangan dan infrastruktur perlu dipertimbangkan DAFTAR PUSTAKA Rekomendasi