SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 434-444 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 PELAKSANAAN REMEDIAL DAN PENGAYAAN DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA A KOTA PADANG Ainun Zahria Hasibuan1. Aisiah2 Jurusan Sejarah. Universitas Negeri Padang Sumatera Barat. Indonesia e-mail: ainunzahriahasibuan43@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan remedial dan pengayaan dalam pembelajaran sejarah di SMA A Kota Padang. Penelitian ini tergolong pada jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan di sebuah SMA di Kota Padang. Subjek penelitian terdiri dari 3 orang guru mata pelajaran sejarah Indonesia dan beberapa peserta didik sebagai informan penelitian untuk mengetahui pelaksanaan program remedial dan pengayaan di SMA A Kota Padang. Data penelitian dikumpulkan melalui pengamatan, wawancara dan dianalisis dengan pendekatan deskriptif model interaktif dari Miles dan Huberman. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan remedial dan pengayaan yang dilakukan oleh guru sejarah SMA A Kota Padang belum sepenuhnya dilakukan menurut sebagaimana mestinya. Kegiatan remedial yang dilakukan oleh guru diawali dengan memantau hasil belajar peserta didik, kemudian guru melakukan telaah mengenai kesulitan belajar yang dialami peserta didik. Idealnya pelaksanaan remedial dilakukan dengan mendiagnosis kesulitan belajar peserta didik, melakukan pemilihan alternatif tindakan seperti metode yang akan digunakan pada saat pelaksanaan remedial, selanjutnya melakukan pengukuran kembali hasil belajar peserta didik yang mengikuti remedial dan terakhir melakukan re-evaluasi dan re-diagnostik dengan memeriksa hasil lembar jawaban yang telah dikumpulkan oleh peserta didik yang mengikuti remedial. Pelaksanaan program pengayaan di SMA A Kota Padang dilakukan diluar jam pembelajaran atau menjadi tugas rumah dengan bentuk belajar Adapun kendala-kendala yang dihadapi oleh guru dalam pelaksanaan remedial dan pengayaan adalah keterbatasan waktu dan sulitnya mengatur peserta didik yang mengikuti remedial dan pengayaan. Upaya-upaya yang dilakukan oleh guru adalah mencari jadwal kosong. Adapun kendala-kendala yang dihadapi oleh peserta didik adalah malas dan menyepelakan tugas yang diberikan oleh guru, dan upayaupaya yang dilakukan oleh peserta didik adalah memaksakan diri untuk mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru. Kata kunci: remedial, pengayaan, pembelajaran sejarah, sekolah menengah atas Abstract This study aims to determine the implementation of remedial and enrichment in history learning at SMA A Kota Padang. This research belongs to the type of descriptive research with a qualitative approach. The study was conducted at SMA A Kota Padang. The subjects of this study consisted of 3 teachers of Indonesian history subjects and several students as an informant to find out the implementation of the remedial and enrichment programs at SMA A Kota Padang. The research was collected through observations, interviews and analyzed with an interactive descriptive approach model from Miles and Huberman. The research findings show that the implementation of remedial and enrichment conducted by the history teacher of SMA A Kota Padang has not been fully carried out accordingly as it should. Remedial activities carried out by the teacher begin by monitoring the learning outcomes of students, then the teacher examines the learning difficulties experienced by students. Ideally. Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 434-444 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 remedial implementation is carried out by diagnosing students' learning difficulties, selecting alternative actions such as the method to be used during remedial implementation, then re-measuring the learning outcomes of students who take remedial and finally re-evaluating and re-diagnostic by checking the results of the sheet answers that have been collected by students who take remedial. The implementation of the enrichment program at SMA A Kota Padang was carried out outside of study hours or became a homework assignment in the form of independent learning. The obstacles faced by teachers in implementing remedial and enrichment are time constraints and difficulty in managing students who take remedial and enrichment. Efforts made by the teacher are looking for an empty schedule. The obstacles faced by students are lazy in putting down the tasks given by the teacher, and the efforts made by students are forcing themselves to do the tasks given by the teacher. Keywords : Remedial. Enrichment. Learning History. Senior High School PENDAHULUAN Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan menyatakan bahwa penilaian adalah suatu proses pengumpulan dan pengelohan informasi yang dilakukan oleh guru untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik. Cece Wijaya . menyatakan bahwa dalam proses pembelajaran pada umumnya guru mengetahui setiap peserta didik memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Dalam hal ini termasuk guru sejarah yang mengajar di SMA A Kota Padang, guru mengetahui peserta didik yang berprestasi tinggi dan juga yang berprestasi rendah atau gagal sama sekali akibat tidak memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Abin Syamsudin Makmun . 4: . menyatakan bahwa program remedial merupakan upaya atau solusi yang dilakukan oleh guru untuk menciptakan situasi yang nyaman bagi seseorang atau sekelompok peserta didik tertentu. Tujuannya adalah agar peserta didik mampu mengembangkan potensi dirinya seoptimal mungkin sehingga peserta didik dapat memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan. Hasil observasi peneliti pada tanggal 23 Oktober 2019 di SMA A Kota Padang mengindikasikan bahwa guru mata pelajaran sejarah telah melaksanakan program remedial dan pengayaan pada kelas X IPS 2. Peserta didik yang mengikuti remedial lebih banyak dari pada peserta didik yang mengikuti program pengayaan. Hal ini dapat diartikan bahwa peserta didik lebih banyak yang tidak tuntas dari pada peserta didik yang tuntas. Beberapa penelitian terdahulu mengenai remedial dan pengayaan antara lain dilakukan oleh Anas . Guspawati . dan Novita . Ketiga penelitian ini secara terpisah mengkaji prosedur kegiatan remedial, hambatan atau kendala remedial, dan kesulitan belajar yang dialami oleh peserta didik. Penelitian ini berupaya mengkaji permasalahan pembelajaran remedi secara detil mencakup proses pelaksanaan, kendala dan solusi kegiatan remedial dan pengayaan, khusunya di salah satu SMA Swasta yang ada di Kota Padang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan remedial dan pengayaan dalam pembelajaran sejarah di SMA A Kota Padang. METODE Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan di SMA A Kota Padang pada semester genap T. A 2019/2020. Informan penelitian ini adalah guru sejarah SMA A Kota Padang yaitu bapak X selaku guru sejarah kelas X, ibu Y selaku guru kelas XI dan ibu Z selaku guru kelas XII di SMA A Kota Padang, serta peserta didik kelas X. XI dan XII yang mengikuti remedial dan pengayaan. Penentuan informan penelitian disesuaikan dengan tujuan penelitian . urposif samplin. Syarat informan penelitian yaitu guru yang mengajar mata Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 434-444 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 pelajaran sejarah, guru yang melakukan remedial dan pengayaan dalam pembelajaran sejarah serta peserta didik yang mengikuti remedial dan pengayaan dalam pembelajaran sejarah pada tahun ajaran 2019/2020. Pengumpulan data utama dilakukan melalui observasi dengan cara mengamati nilai atau daftar nilai pada Ulangan Harian (UH) 1 yang diperoleh oleh peserta didik. Selain itu peneliti juga melakukan wawancara terkait pelaksanaan remedial dan pengayaan kepada informan yang telah ditentukan . uru maupun peserta didi. Tema wawancara adalah mengenai metode remedial dan pengayaan yang digunakan oleh guru, jenis kesulitan belajar yang dialami oleh peserta didik serta kendala-kendala maupun upaya-upaya yang dilakukan oleh guru maupun peserta didik dalam pelaksanaan remedial dan pengayaan dalam pembelajaran sejarah. Peneliti juga melakukan dokumentasi kegiatan penelitian berupa foto dan juga video pelaksanaan remedial dan pengayan pada saat wawancara, daftar nilai-nilai peserta didik pada mata pelajaran sejarah. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif dari Miles dan Huberman, yaitu pengumpulan data yang meliputi observasi, wawancara serta Kemudian data direduksi dengan memfokuskan pada hal-hal yang penting mengenai pelaksanaan remedial dan pengayaan dalam pembelajaran sejarah, penyajian data yang dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan dan apabila menggunakan deskriptif teks yang disajikan bersifat naratif. Kemudian yang terakhir adalah penarikan kesimpulan yang dikemukan pada tahap awal dan didukung oleh bukti-bukti yang kuat dan valid, maka kesimpulan yang dikemukakan tersebut merupakan kesimpulan akhir. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan Remedial dalam Pembelajaran Sejarah di SMA A Kota Padang Proses Diagnosis Kesulitan Belajar yang Dialami oleh Peserta Didik Bedasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan pada tanggal 16 Januari 2020 mengenai pelaksanaan remedial dalam pembelajaran sejarah di SMA A Kota Padang dengan bapak X selaku guru mata pelajaran sejarah kelas X. Bapak X memberikan penjelasan bahwa sebelum dilaksanakan remedial terlebih dahulu bapak X melakukan proses diagnosis dengan cara menjelaskan kembali materi yang belum dipahami oleh peserta didik . ateri asal-usul nenek moyang bangsa Indonesi. , kesulitan yang ditemukan oleh bapak X pada proses diagnostik adalah peserta didik kurang memperhatikan materi yang telah dijelaskan oleh guru (Bapak X). Seharusnya, proses diagnostik yang harus dilakukan oleh bapak X adalah dengan memeriksa nilainilai peserta didik mana yang harus diberikan pembelajaran remedial dan mana peserta didik yang harus diberikan pengayaan bukan dengan memberikan penjelasan ulang terhadap materi yang belum dipahami oleh peserta didik. (Hasil Wawancara 16 Januari 2. Peneliti kemudian mengamati daftar hasil evaluasi belajar peserta didik di kelas X yang diperoleh dari bapak X. Hasil evaluasi peserta didik tersebut disajikan pada tabel 1 berikut. Tabel 1. Hasil Diagnosis Peserta Didik Kelas X yang Mengikuti Program Remedial pada UH 1* No. Kelas Jumlah Peserta Didik yang Mengikuti Program Remedi X IPS 1 20 Orang X IPS 2 24 Orang X IPA1 11 Orang X IPA 2 16 Orang X IPA 3 25 Orang X IPA 4 15 Orang Jumlah Total 111 Orang *Materi Asal-Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia Sumber: Dokumentasi peneliti . ata lapanga. Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 434-444 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 Tabel 1 memaparkan bahwa jumlah total peserta didik yang mengikuti remedial adalah 111 orang. Berdasarkan pengamatan peneliti pada tanggal 23 Oktober 2019 diperoleh data dari bapak X bahwa jumlah peserta didik kelas X berjumlah 182 orang, dalam hal ini dapat diketahui bahwa setengah dari jumlah peserta didik mengikuti remedial dan hanya sebagian peserta didik yang mengikuti pengayaan. Peneliti juga melakukan wawancara pada tanggal 17 Januari 2020 dengan ibu Z guru mata pelajaran sejarah kelas XII di SMA A Kota Padang mengenai proses diagnosis kesulitan belajar yang dialami peserta didik. Dari hasil wawancara diperoleh informasi bahwa ibu Z mempertimbangkan kembali soal-soal yang akan digunakan pada saat remedial. Ibu Z mengganti soal-soal yang dianggap sulit dengan soal yang baru tetapi masih berkaitan dengan materi yang dipelajari . asa pendudukan Jepang di Indonesi. Namun, idealnya seharusnya ibu Z melakukan proses diagnostik dengan mengetahui kesulitan belajar yang dialami peserta didik setelah mengetahui hal tersebut maka diharapkan guru tersebut tidak akan salah atau tidak keliru dalam memberikan solusi terhadap kesulitan belajar yang dialami oleh peserta didik (Hasil Wawancara 17 Januari 2. Berikut disajikan tabel daftar hasil evaluasi belajar peserta didik kelas XII yang telah peneliti analisis berdasarkan data yang diperoleh dari ibu Z. Tabel 2. Hasil Diagnosis Peserta Didik Kelas XII yang Mengikuti Program Remedial pada UH 1* No. Kelas Jumlah Peserta Didik yang Mengikuti Remedi XII IPS 1 26 Orang XII IPS 2 20 Orang XII IPS 3 25 Orang XII IPS 4 28 Orang XII IPA 1 31 Orang XII IPA 2 28 Orang XII IPA 3 19 Orang XII IPA 4 14 Orang XII IPA 5 31 Orang Jumlah Total 222 Orang *Materi Masa Kependudukan Jepang di Indonesia Sumber: Hasil analisi data lapangan Berdasarkan tabel 2 di atas dapat diketahui bahwa jumlah peserta didik yang mengikuti remedial di kelas XII sebanyak 222 orang. Sementara berdasarkan pengamatan yang peneliti lakukan pada tanggal 23 Oktober 2019 diperoleh data dari ibu Z bahwa jumlah kesuluran peserta didik kelas XII adalah berjumlah 280 orang, sementara yang mengikuti remedial berjumlah 222 orang. Data ini menunjukkan bahwa jumlah peserta didik yang mengikuti remedial di kelas XII lebih banyak dibandingkan peserta didik yang mengikuti pengayaan pada materi masa kependudukan Jepang di Indonesia. Selanjutnya, peneliti melakukan wawancara dengan ibu Y selaku guru mata pelajaran sejarah kelas XI pada tanggal 20 Januari 2020 mengenai proses diagnosis kesulitan belajar yang dialami oleh peserta didik. Dari hasil wawancara diperoleh informasi bahwa proses diagnostik yang dilakukan oleh ibu Y yakni terfokus pada peserta didik yang kurang memperhatikan materi yang telah dijelaskan. Peserta didik yang sering mengikuti remedial yaitu peserta didik yang jarang masuk sekolah dan peserta didik yang tidak mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru. Kesulitan belajar yang dialami peserta didik yakni pada materi Aumenghargai nilai-nilai sumpah pemuda dan maknanya bagi kehidupan bangsa Indonesia di masa laluAy. Soal yang sulit dikerjakan oleh peserta didik, yakni soal 1-10 (Hasil Wawancara 20 Januari 2. Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 434-444 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 Idealnya, proses diagnosis yang dilakukan guru adalah dengan memeriksa nilai hasil belajar peserta didik. Dari hasil nilai tersebut maka guru akan mengetahui tingkat kesulitan belajar yang dialami peserta didik, selanjutnya guru menyesuaikan atau mencari solusi yang tepat terhadap kesulitan-kesulitan belajar yang dialami oleh peserta didik. Tujuan proses diagnosis ini adalah agar guru tidak salah atau tidak keliru dalam memberikan solusi kepada peserta didik yang mengalami kesulitan dalam Berikut disajikan daftar hasil evaluasi belajar peserta didik di kelas XI yang peneliti analisis berdasarkan data yang diperoleh dari ibu Y pada tabel 3 di bawah ini. Tabel 3. Hasil Diagnosis Peserta Didik Kelas XI yang Mengikuti Program Remedial UH 1* No. Kelas Jumlah Peserta Didik yang Mengikuti Remedi XI IPS 1 3 Orang XI IPS 2 4 Orang XI IPA 1 2 Orang XI IPA 2 6 Orang XI IPA 3 6 Orang Jumlah Total 21 Orang *Materi Menghargai Nilai-nilai Sumpah Pemuda dan Maknanya Bangsa Indonesia pada Masa Lalu Sumber: Hasil Analisis Data Lapangan Berdasarkan tabel 3 di atas dapat diketahui bahwa jumlah peserta didik yang mengikuti program remedial cukup banyak . ebanyak 21 oran. Berdasakan pengamatan yang peneliti lakukan 23 Oktober 2019 diperoleh data dari ibu Y bahwa jumlah peserta didik kelas XI berjumlah 160 orang. Pembelajaran dapat dikatakan baik karena jumlah peserta didik yang mengikuti remedial hanya 21 orang, sementara jumlah keseluruhan kelas XI berjumlah 160 orang. Dengan demikian setengah dari jumlah peserta didik kelas XI mengikuti pengayaan dan hanya sebagian yang mengikuti remedial. Pilihan Alternatif Tindakan Adapun alternatif pilihan metode yang dilakukan oleh ketiga guru mata pelajaran sejarah di SMA A Kota Padang pada saat remedial, yaitu metode pemberian tugas dan metode pembelajaran ulang. Pembelajaran ulang yang dilakukan oleh bapak X adalah dengan menjelaskan materi yang belum dipahami oleh peserta didik pada materi asal-usul nenek moyang bangsa Indonesia di masa lalu. Kemudian metode pemberian tugas yang dilakukan oleh bapak X adalah dengan memberikan peserta didik tugas-tugas yang ada di dalam LKS yang berkaitan dengan materi yang Namun, seharusnya . apak X) dapat menerapkan metode remedial dengan cara yang bervariasi, yakni dengan menggunakan metode tanya jawab, metode diskusi, metode kerja kelompok serta metode tutor sebaya. Dengan menggunakan metode yang bervariasi maka peserta didik tidak bosan dan jenuh dalam mengikuti kegiatan remedial yang dilakukan oleh guru. Hasil wawancara dengan ibu Y . uru mata pelajaran sejarah kelas XI) diperoleh informasi bahwa metode yang digunakan oleh ibu Y pada saat remedial adalah metode pemberian tugas dan metode pembelajaran ulang. Namun, berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan ibu Y pada tanggal 20 Januari 2020 bahwa ibu Y pernah menggunakan metode tanya jawab, metode diskusi, metode kerja kelompok dan pemanfaatan tutor sebaya tetapi metode tersebut digunakan hanya sesekali. Idealnya, agar peserta didik tidak bosan dan jenuh dalam mengikuti kegiatan remedial ibu Y dapat menggunakan metode tersebut secara bervariasi agar peserta didik juga akan lebih bersemangat dalam mencapai hasil pretasinya (Hasil Wawancara 20 Januari Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 434-444 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 Hasil wawancara peneliti dengan ibu Z . uru mata pelajaran sejarah kelas XII) menunjukkan bahwa ibu Z menggunakan metode remedial yang digunakan pada saat proses pembelajaran yaitu metode pemberian tugas dan metode pembelajaran ulang pada materi masa kependudukan Jepang di Indonesia. Idealnya, guru dapat menggunakan metode yang bervariasi dan tidak monoton karena masih ada metode yang bisa digunakan oleh guru seperti metode tanya jawab, metode diskusi, metode kerja kelompok dan pemanfaatan tutor sebaya dengan menggunakan metode yang bervariasi peserta didik tidak bosan dan jenuh namun lebih bersemangat dalam mengikuti kegiatan remedial yang dilakukan oleh guru (Hasil Wawancara 17 Januari Post-test atau Pengukuran Kembali Hasil Pembelajaran Setelah melakukan proses diagnosis kesulitan belajar dan melakukan menentukan alternatif pilihan tindakan . emilih metode yang sesuai dengan kesulitan belajar peserta didi. , maka guru melakukan pengukuran kembali hasil pembelajaran peserta didik yang mengikuti remedial. Hasil wawancara dengan bapak X diketahui bahwa bapak X melaksanakan post-test atau pengukuran kembali hasil pembelajaran peserta didik melalui ujian lisan dan juga ujian tulisan. Pelaksanaan post-test atau pengkuran kembali hasil belajar remedial dilaksanakan bapak X pada saat pembelajaran berlangsung. Adapun soal-soal yang digunakan bapak X sama saja dengan soal yang digunakan pada saat ujian (UH). Seharusnya. bapak X mengganti atau menukar soal yang dianggap sulit dengan soal yang baru, namun berkaitan dengan materi yang dipalajari . sal-usul nenek moyang bangsa Indonesia pada masa lal. (Hasil Wawancara 16 Januari 2. Berikut merupakan data perubahan hasil belajar peserta didik yang mengikuti remedial dapat dilihat pada tabel 4 di bawah ini data diperoleh dari bapak X. Tabel 4. Nilai Awal dan Nilai Sesudah Dilaksanakan Program Remedial pada Kelas X IPS 2 No. Nama Abdullah Fitrian Aldi Aulia Rahman Dani Kiroyan Dary Al Hadi Fadel Muhammad Fitri Yeni Galih Prasetyo F Hadisty Nurul F. Jodi Gusya Putra Muhammad Al Ghazy Farhan Nugraha Yoga Rahmat Rifal Raihan Reza Aditya R Rido Kurnia Afrialdi Ridho Nasution Satria Koto Seruni Putri A Sri Mega Utari Stevani Jingga P Tarisa Hannova Tiwi Permata Sari Valent Djody A KKM Nilai Awal Sumber: Data Lapangan Nilai Sesudah Dilaksanakan Remedi Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 434-444 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 Data tabel 4 di atas menunjukkan bahwa nilai peserta didik kelas X IPS 2 cukup rendah dan setelah diadakannya remedial peserta didik memperoleh nilai sesuai dengan KKM yang telah di tetapkan, yaitu 75. Hasil wawancara dengan ibu Y diperoleh informasi bahwa pelaksanaan remedial yang dilaksanakan ibu Y yaitu pada saat proses pembelajaran berlangsung. Bentuk pelaksanaan post-test atau pengukuran kembali hasil pembelajar yang dilakukan ibu Y yaitu dengan melakukan ujian kembali dengan menggunakan soal yang sama pada saat ujian (UH) (Hasil Wawancara 17 Januari 2. Berikut disajikan data perubahan hasil belajar peserta didik yang mengikuti remedial dengan ibu Y. Tabel 5. Nilai Awal dan Nilai Sesudah Dilaksanakan Program Remedial pada Kelas XI IPS 2 Nama KKM Nilai Awal Afgan Akbar Anisa Asri Desyifa Safitri Devani Rahayu Fazaldi Febri Handayani Fisyabilillah Gumana Gama Ariesto Humaira Adiba Soraya Khairul Azman Muhammad Faiz Ihsanuddin Nuhammdad Rakha Evandy Nadia Putri Yasma Noval Hammadi Rafli Jan Herman Rifelindo Permana Rafki Farhan Riza Wahidini Marta Valadimir Amara Husein Sumber: Data Lapangan Nilai Sesudah Dilaksanakan Remedi Dari tabel 5 di atas dapat diketahui bahwa jumlah peserta didik yang mengikuti remedial pada kelas XI IPS 2 adalah 19 orang dan nilai awal yang diperoleh peserta didik tersebut cukup rendah dan setelah dilaksanakan remedial peserta didik tersebut memperoleh nilai pas KKM atau sesuai dengan KKM yang telah ditetapkan adalah 78. Berbeda halnya dengan yang dilakukan oleh ibu Z, hasil wawancara menunjukkan bahwa ibu Z melakukan post-test atau pengukuran kembali hasil pembelajaran pada saat proses belajar mengajar yaitu dengan cara pencabutan lot yang sudah disediakan oleh ibu Z berupa potongan-potangan kertas yang digulung dengan ukuran kecil dan di dalam kertas tersebut berisi soal-soal yang berkaitan dengan materi masa kependudukan Jepang di Indonesia. Kemudian soal-soal yang ada di dalam kertas tersebut menjadi soal ujian bagi peserta didik yang mengikuti remedial dan tentu soal-soal tersebut berbeda dengan soal yang digunakan pada saat (Hasil Wawancara 17 Januari 2. Berikut merupakan data perubahan hasil belajar peserta didik yang mengikuti program remedial dengan ibu Z. Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 434-444 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 Tabel 6. Nilai Awal dan Nilai Sesudah dilaksanakan Program Remedial pada Kelas XII IPS 1 Nama Ainun Mufid C Aldhila Frakhmawati Andre Ahmad Yusuf Ardila Yusuf Atifah Renggina Bella Safira Dicko Irmi Prakasa Elsa Ayu Farhan Atha Febrian Hania Selvia Yulendr Khairani Savira A Mahmudi Bintang Rahma Mario Fernando Muhammad Rahman Gaza Muhammad Rivan Muhammad Rois Nadhra Salsabila Niki Alfa Riziq Puja Julianto Rani Fadhila Sarah Aliyah Fadil Sindia Nada Stevan Winarto Vellyn Malfalia M Winny Amelinda P Yafiq Oktama Jufri KKM Nilai Awal Nilai Sesudah Dilaksanakan Remedial Sumber: Data Lapangan Berdasarkan tabel 6 di atas dapat diketahui bahwa peserta didik yang mengikuti remedial ada 26 orang dan nilai awal yang diperoleh peserta didik setelah ujian cukup rendah dan jauh di bawah KKM yang telah ditetapkan. Setelah dilakukan remedial peserta didik memperoleh nilai sesuai dengan KKM yang telah ditetapkan yaitu 80. Re-evaluasi dan Re-diagnostik Setelah melakukan proses diagnosis, langkah terakhir dalam pelaksanaan remedial adalah melakukan re-evaluasi dan re-diagnostik. Dalam hal ini peneliti melakukan wawancara dengan bapak X mengenai re-evalusi dan re-diagnostik. Dari hasil wawancara diperoleh informasi bahwa bapak X melakukan re-evaluasi dan rediagnostik dengan cara mengumpulkan kembali lembar jawaban ujian peserta didik yang mengikuti remedial kemudian bapak X memberikan nilai. Tujuan mengumpulkan lembar jawaban tersebut adalah untuk mengetahui sejauh mana tingkat kemampuan peserta didik, adakah kemajuan atau tidaknya hasil belajar peserta didik yang mengikuti remedial. (Hasil Wawancara 16 Januari 2. Hal yang sama juga ditanyakan kepada ibu Y. Dari keterangan ibu Y diperoleh informasi bahwa ibu Y melakukan re-evaluasi dan re-diagnostik dengan memeriksa kembali hasil ujian post-test atau pengukuran kembali hasil pembelajaran karena dengan memeriksa hasil lembar ujian peserta didik yang mengikuti remedial maka ibu Y dapat mengetahui sejauh mana kemampuan prestasi belajar yang dicapai oleh peserta didik (Hasil Wawancara 20 Januari 2. Peneliti juga melakukan wawancara mengenai re-evaluasi dan re-diagnostik dengan ibu Z. Dari keterangan ibu Z diperoleh informasi bahwa ibu Z juga melakukan Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 434-444 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 hal sama dengan guru-guru sejarah lainnya, yaitu mengumpulkan kembali lembar jawaban peserta didik yang mengikuti remedial kemudian memeriksa hasil pekerjaan peserta didik tersebut, dengan demikian ibu Z dapat mengetahui sejauh mana tingkat atau kemajuan yang dialami oleh peserta didik yang mengikuti remedial (Hasil Wawancara 17 Januari 2. Prosedur Pelaksanaan Pengayaan dalam Pembelajaran Sejarah di SMA A Kota Padang Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan bapak X bahwa pengayaan yang dilakukan bapak X adalah dengan meminta peserta didik mengerjakan tugas-tugas yang bersifat pengayaan seperti mengerjakan soal-soal objektif atau essay yang ada di dalam LKS. Tugas-tugas tersebut dikerjakan peserta didik di sekolah atau menjadi Pekerjaan Rumah (PR) dan akan dikumpulkan dipertemuan berikutnya (Hasil Wawancara 16 Januari 2. Berikut merupakan tabel jumlah peserta didik kelas X yang memperoleh pengayaan. Tabel 7. Peserta Didik Kelas X yang Mengikuti Program Pengayaan Kelas Jumlah Peserta Didik yang Mengikuti Program Pengayaan X IPS 1 7 Orang X IPS 2 13 Orang X IPA 1 12 Orang X IPA 2 6 Orang X IPA 3 11 Orang X IPA 4 18 Orang Jumlah Total 67 Orang *pada Ulangan Harian 1 pada Materi Asal-Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia Sumber: Data Lapangan Berdasarkan tabel 7 di atas dapat diketahui bahwa peserta didik yang mengikuti pengayaan pada kelas X lebih sedikit dibandingkan dengan peserta didik yang mengikuti remedial. Jumlah peserta didik yang mengikuti remedial sebanyak 111 orang, sementara peserta didik yang mengikuti pengayaan pada kelas X berjumlah 67 orang, sedangkan jumlah keseluruhan peserta didik kelas X sebanyak 182 orang. Berdasarkan data tersebut dapat dibandingkan bahwa peserta didik yang mengikuti remedial lebih banyak dari pada peserta didik yang mengikuti pengayaan. Peneliti juga melakukan wawancara dengan ibu Z dan diperoleh informasi bahwa pelaksanaan pengayaan yang dilakukan ibu Z adalah dengan memindahkan tempat belajar peserta didik yang mengikuti pengayaan ke ruang perpustakaan dan memberikan tugas yaitu mencari sumber yang berbeda-beda mengenai materi yang telah diujikan yaitu tentang masa kependudukan Jepang di Indonesia. Tugas yang diberikan oleh ibu Z adalah dengan membuat suatu kesimpulan dari materi yang telah dipelajari dan dikumpulkan kepada ibu Z pada hari itu juga (Hasil Wawancara 17 Januari 2. Berikut tabel jumlah peserta didik kelas XII yang mengikuti pengayaan dapat dilihat pada tabel 8 di bawah ini. Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 434-444 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 Tabel 8. Jumlah Peserta Didik Kelas XII yang mengikuti Pengayaan* Kelas Jumlah Peserta Didik yang Mengikuti Pengayaan XII IPS 1 2 Orang XII IPS 2 1 Orang XII IPS 3 1 Orang XII IPS 4 XII IPA 1 7 Orang XII IPA 2 17 Orang XII IPA 3 13 Orang XII IPA 4 17 Orang XII IPA 5 2 Orang Jumlah Total 60 Orang *pada Ulangan Harian 1 dalam Materi Masa Kependudukan Jepang di Indonesia Sumber: Data Lapangan Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa jumlah peserta didik yang mengikuti pengayaan cukup sedikit di bandingkan dengan jumlah peserta didik yang mengikuti remedial. Adapun jumlah peserta didik yang mengikuti pengayaan berjumlah 60 orang sedangkan jumlah peserta didik yang mengikuti remedial berjumlah 222 orang, dan adapun jumlah keseluruhan peserta didik kelas XII adalah 288 orang. Pada data tersebut terlihat jelas perbedaan dengan jumlah yang cukup jauh pada peserta didik yang mengikuti pengayaan dan peserta didik yang mengikuti remedial. Peneliti juga melakukan wawancara mengenai hal yang sama kepada ibu Y dan diperoleh informasi bahwa kegiatan pengayaan akan dilaksanakan apabila peserta didik yang mengikuti pengayaan meminta untuk dilaksanakan. Biasanya pelaksanaan pengayaan yang ibu Y lakukan adalah dengan membuat suatu kesimpulan mengenai materi yang dipelajari yaitu tentang menghargai nilai-nilai sumpah pemuda dan maknanya bagi kehidupan bangsa Indonesia dan itu dilakukan di luar jam pembelajaran (Hasil Wawancara 20 Januari 2. Berikut merupakan tabel jumlah dan kelas yang mengikuti program pengayaan dengan ibu Y. Tabel 9. Jumlah Peserta Didik Kelas XI yang Mengikuti Program Pengayaan Kelas Jumlah Peserta Didik yang Mengikuti Program Pengayaan XI IPS 1 27 Orang XI IPS 2 28 Orang XI IPA 1 30 Orang XI IPA 2 25 Orang XI IPA 3 29 Orang Jumlah Total 139 Orang *pada Ulangan Harian 1 pada Materi Menghargai Nilai-nilai Sumpah Pemuda dan Maknanya Bagi Kehidupan Bangsa Indonesia pada Masa Lalu Sumber: Data Lapangan Berbeda dengan data yang diperoleh peneliti dari Ibu Y bahwa dapat diketahui dari tabel 9 di atas peserta didik yang mengikuti pengayaan lebih banyak dibandingkan dengan peserta didik yang mengikuti remedial. Dalam hal ini dapat dilihat pada tabel 3 di atas bahwa peserta didik yang mengikuti remedial berjumlah 21 orang sedangkan peserta didik yang mengikuti pengayaan berjumlah 139 orang, kemudian pada tanggal 23 Oktober 2019 peneliti memperoleh data dari ibu Y bahwa jumlah keseluruhan peserta didik kelas XI sebanyak 160 orang. Dalam hal ini dapat diketahui bahwa jumlah peserta didik yang mengikuti pengayaan lebih banyak dibandingkan peserta didik yang mengikuti remedial. Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 434-444 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 SIMPULAN Pelaksanaan remedial yang dilakukan oleh guru mata pelajaran sejarah belum sepenuhnya dilakukan secara ideal sebagaimana mestinya. Guru sejarah melakukan penelahaan kesulitan belajar yang dialami peserta didik serta guru juga melakukan pertimbangan-pertimbangan terhadap soal-soal yang akan digunakan dalam pelaksanaan remedial. Pelaksanaan remedial dilakukan pada saat jam pembelajaran dalam bentuk pemberian tugas dan juga pembelajaran ulang. Adapun bentuk pelaksanaan pengayaan yang dilakukan oleh guru mata pelajaran sejarah di SMA A Kota Padang adalah belajar mandiri dan pemberian tugas. Dalam hal ini bentuk tugas yang diberikan guru saat pelaksanaan pengayaan adalah dengan membuat suatu kesimpulan mengenai materi-materi yang telah dipelajari. Adapun metode yang digunakan guru mata pelajaran sejarah di SMA A Kota Padang dalam pelaksanaan program remedial adalah pemberian tugas, pembelajaran ulang dengan metode dan media yang sama pada saat proses pembelajaran. Pemberian bimbingan secara individu, bimbingan secara kelompok dan pemanfaatan tutor sebaya jarang digunakan oleh guru. DAFTAR PUSTAKA