Journal of Midwifery Studies | Vol. 1 No. 1 February 2024 ORIGINAL ARTICLE Overview of Breast Cancer Risk Factors in Women Gambaran Faktor Risiko Kanker Payudara Pada Wanita Fera Asriani Prodi D i Kebidanan Graha Husada Cirebon Abstract Received: 11 January 2024 Revised: 14 January 2024 Accepted: 28 January 2024 Breast cancer is currently one of the most common types of cancer suffered by women with a very high prevalence in all countries in the world. This research aims to determine the risk factors that cause breast cancer in women. This research uses a descriptive method and the sampling technique in this research uses a total sampling technique. The study population was all patients in January Ae May 2023 who were diagnosed with breast cancer at Waled Hospital. Cirebon Regency. The results of the study showed that in breast cancer sufferers there was a risk from using injectable hormonal contraceptives for 40 people, 41 people aged > 40 years, 44 people at menarche < 15 years old, 38 people from passive smoking, and 14 people from genetic factors. It is hoped that the results of this research can be used as a source of information in midwifery services, especially in providing information about hormonal contraceptives to pay attention to the risk of breast cancer. Keywords: Risk factors, breast cancer, women Abstrak Kanker payudara saat ini merupakan salah satu jenis kanker yang paling banyak di derita oleh perempuan dengan prevalensi yang sangat tinggi di seluruh negara di dunia . Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko penyebab terjadinya kanker payudara pada wanita. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Populasi penelitian adalah seluruh pasien pada bulan Januari Ae Mei 2023 yang didiagnosa kanker payudara di RSUD Waled Kabupaten Cirebon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada penderita kanker payudara terdapat risiko dari penggunaan alat kontrasepsi hormonal suntik sebanyak 40 orang, usia > 40 tahun sebanyak 41 orang, menarche <15 tahun sebanyak 44 orang, perokok Pasif sebanyak 38 orang, dan factor genetika sebanyak 14 orang. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan sumber informasi dalam pelayanan kebidanan, terutama dalam pemberian informasi tentang alat kontrasepsi hormonal agar memperhatikan risiko kejadian penyakit kanker payudara. Kata Kunci: kanker payudara, factor risiko, wanita A Fera Asriani feraasriani@gmail. Asriani: Overview of Factors Causing Breast Cancer in Women Pendahuluan Menurut World Health Organization (WHO) Tahun 2020 dan No. Kesehatan Republik No. (Kemenkes RI) Tahun 2020, kanker payudara merupakan kanker yang paling umum diderita oleh perempuan. Kanker payudara saat ini merupakan salah satu jenis kanker yang paling banyak di derita oleh perempuan dengan prevalensi yang sangat tinggi di seluruh negara di dunia (American Cancer Society, 2. Kejadian kanker meningkat dari tahun ke tahun dan terjadi hampir di seluruh Kanker menduduki urutan kedua penyakit terbesar di dunia. Data jumlah penderita kanker di seluruh dunia mencapai 14 juta kasus dengan angka kematian 8,2 juta setiap tahunnya (WHO, 2. Data Global Cancer Observatory menyebutkan bahwa terdapat 18,1 juta kasus baru dengan angka kematian juga meningkat menjadi 9,6 juta setiap tahun. Dari data tersebut, dapat payudara adalah salah satu penyakit yang memiliki persentase kematian yang cukup tinggi terutama pada wanita (Kemenkes RI. Tidak hanya terjadi di negara maju, kejadian kanker payudara juga terjadi di negara berkembang. Kanker payudara menempati urutan ke 8 dari seluruh jenis Kanker payudara juga merupakan masalah utama sebagai jenis kanker yang (Nordqvist & Chun, 2. Prevalensi Kanker cukup tinggi dari data laporan Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2018 kanker payudara menduduki urutan ke 7 dari seluruh penyakit kanker. Data yang dipaparkan oleh Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI . , mengungkapkan bahwa angka kejadian tertinggi untuk perempuan adalah kanker payudara yaitu 1,4 per 1000 penduduk pada tahun 2013 meningkat menjadi 1,79 per 1000 penduduk pada tahun 2018 (Kemenkes RI, 2. Terjadinya peningkatan kasus ini perlu adanya upaya peningkatan kesadaran masyarakat tentang kanker payudara. Menurut Profil Kesehatan No. Jawa Barat menduduki posisi pertama dengan jumlah penderita kanker payudara terbanyak di bandingkan Jawa Tengah dengan jumlah penderita kanker payudara 141 orang, dan yang dicurigai kanker payudara dengan deteksi dini yaitu Jumlah dibandingkan tahun 2016 yang hanya berjumlah 452 orang sedangkan yang dicurigai kanker payudara dengan deteksi dini yaitu tidak ada (Kemenkes RI, 2. Pada tahun 2017 Kota Bandung menduduki posisi tertinggi kedua setelah Kota Bekasi dengan jumlah wanita usia 30-50 tahun sebanyak 391,547 orang dan yang positif tumor payudara sebanyak 65 orang . ,03%). Nilai tersebut lebih besar dibandingkan dengan nilai di Kabupaten Bandung dan Kota Cimahi (Dinkes Jawa Barat, 2. Jumlah kasus kanker payudara yang tercatat pada tahun 2019 di kecamatan Andir sebesar 44 kasus dengan jumlah tertinggi yaitu di wilayah kerja puskesmas Garuda, dan deteksi dini melalui pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) yang masih jarang menyadari penyakitnya dan terlambat berobat ( emo net al. , 2. Program deteksi dini memungkinkan untuk penemuan diagnosis dini yang lebih efektif dan meningkatkan kemungkinan kesuksesan dari keberhasilan penanganan pada kanker Terdapat tiga metode deteksi dini Journal of Midwifery Studies | Vol 1 No 1. February 2024 ORIGINAL ARTICLE pada kanker payudara, yaitu: SADARI / Breast Self-Examination (BSE), pemeriksaan payudara klinik (SADANIS). Clinical Breast Examination (CBE) (Siddharth et al. , 2. Penulis melakukan survei awal di RSUD Waled Cirebon. Dan data yang didapat jumlah kasus kanker payudara di RSUD Waled Cirebon Tahun 2022 sebanyak 323 dan Tahun 2023 periode Januari Ae Mei sebanyak 122 kasus. Metode Penelitian Jenis pada penelitian ini adalah Penelitian Kualitatif dengan instrument dalam penelitian ini menggunakan alat ukur checklis untuk mengumpulkan data sekunder/data yang sudah ada dan data primer/data yang diperoleh. Data yang digunakan pada penelitian ini diambil dari catatan rekam medis pasien kanker payudara di RSUD Waled Tahun 2023 sebanyak 122 kasus dan jumlah kasus yang diteliti sebanyak 55 kasus. Data yang digunakan pada penelitian ini diambil dengan media ceklist dari hasil catatan wawancara dengan pasien kanker payudara di RSUD Waled Tahun 2023. Hasil Pada penelitian ini jumlah data yang diteliti sebanyak 55 kasus dengan hasil seperti terlihat pada tabel 1. Wanita yang memakai Alat Kontrasepsi Hormonal Suntik adalah yang terbanyak yaitu 40 wanita dengan presentase 72,7% dibandingkan dengan Wanita yang memakai Alat Kontrasepsi Pil sebanyak 10 Wanita dengan persentase 18,2% dan Wanita yang memakan Alat Kontrasepsi Implant sebanyak 5 Wanita dengan persentase 9,1%. Kanker payudara lebih banyak terjadi pada Wanita yang usianya >40 tahun yaitu sebanyak 41 orang dengan persentase . ,7%). Dibandingkan dengan Wanita yang usianya <40 tahun yaitu sebanyak 14 orang dengan persentase . ,3%). Kejadian kanker payudara pada Wanita berdasarkan Menarche diusia <15 tahun lebih banyak terjadi yaitu sebanyak 44 orang . %) dibandingkan dengan Wanita yang Menarche diusia >15 tahun yaitu sebanyak 11 orang . %). Kejadian kanker payudara lebih banyak terjadi pada wanita dengan gaya hidup . erokok pasi. yaitu sebanyak 38 orang . ,1%) dibandigkan dengan gaya hidup olahraga dan makanan Tabel 1. Distribusi Frekuensi Faktor Risiko kejadian Kanker Payudara Pada Wanita. <40 tahun >40 tahun Jumlah Menarche <15 tahun >15 tahun Jumlah Gaya Hidup Olahraga Perokok Pasif Makanan Berserat Jumlah Genetika Tidak Jumlah Faktor Risiko Alat Kontrasepsi Hormonal Suntik Pil Implant Jumlah Usia Journal of Midwifery Studies | Vol 1 No 1. February 2024 Asriani: Overview of Factors Causing Breast Cancer in Women Pembahasan Kanker payudara . a mamma. yang berasal dari sel kelenjar, saluran kelenjar, dan jaringan penunjang payudara (Anita & Sukamti P, 2. Keganasan pada payudara berasal dari epitel ductus dan lobulusnya. Ductus . membawa air susu ke puting, sedangkan lobulus merupakan kelenjar penghasil air susu (Jezdic, 2. Kanker payudara merupakan suatu penyakit neoplasma ganas akibat dari pertumbuhan abnormal sel pada jaringan payudara. Sel kanker tersebut membelah secara pesat dan tak terkontrol, kemudian berinfiltrasi di jaringan sekitarnya dan bermetastasis. Sel abnormal pada payudara terus tumbuh dan akan membentuk benjolan di payudara. Apabila benjolan tersebut tidak segera dikontrol, maka akan sel abnormal pada payudara akan bermetastase ke jaringan-jaringan tubuh lain (Anggarwati, 2. Berdasarkan hasil penelitian kejadian kanker payudara yang terjadi di RSUD Waled Kabupaten Cirebon dari bulan Januari Ae Mei 2023. Mayoritas responden sudah mencapai kanker payudara stadium i. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita yang memakai Alat Kontrasepsi Hormonal Suntik adalah yang terbanyak yaitu 40 wanita dengan presentase 72,7% Wanita memakai Alat Kontrasepsi Pil sebanyak 10 Wanita dengan persentase 18,2% dan Wanita yang memakan Alat Kontrasepsi Implant sebanyak 5 Wanita dengan persentase 9,1%. Hasil penelitian ini sesuai dengan teori yang berhubungan dengan kanker payudara pada wanita usia subur. Menurut Dewi dan Henrawatin . Hormon estrogen terutama meningkatkan proses proliferasi dan pertumbuhan sel-sel spesifik pada tubuh dan bertanggung jawab terhadap sebagian besar sifat seksual sekunder Wanita. Payudara, terdapat estrogen yang dapat menyebabkan pengendapan lemak dalam kelenjar payudara. Pemberian estrogen dan progesteron yang biasa dipergunakan untuk menekan ovulasi . diduga juga berpengaruh meningkatkan angka kejadian kanker payudara, sehingga wanita semakin lama menggunakan kontrasepsi hormonal maka semakin tinggi pula resiko terkena kanker Berdasarkan tabel 1 didapatkan bahwa faktor risiko kanker payudara lebih banyak terjadi pada Wanita yang usianya >40 tahun yaitu sebanyak 41 orang dengan persentase . ,7%). Dibandingkan dengan Wanita yang usianya <40 tahun yaitu sebanyak 14 orang dengan persentase . ,3%). Hal ini sesuai dengan teori (Pamungkas Z, 2. , bahwasannya wanita yang usianya sudah tua lebih memiliki peluang untuk mengidap kanker payudara. Sekitar satu dari delapan penderita kanker payudara invasive ditemukan pada wanita yang berusia dibawah empat puluh lima tahun, sedangkan dua dari tiga wanita yang mengidap kanker payudara invasif berusia lima puluh lima tahun keatas ketika kanker Semakin tua seorang wanita, sel-sel lemak di payudaranya cenderung akan menghasilkan enzim aromatase dalam jumlah yang besar, yang pada akhirnya akan meningkatkan kadar estrogen lokal. Estrogen yang diproduksi secara lokal inilah yang diyakini berperan dalam memicu Journal of Midwifery Studies | Vol 1 No 1. February 2024 ORIGINAL ARTICLE kanker payudara pada wanita pasca Setelah terbentuk, tumor kemudian meningkatkan kadar estrogennya untuk membantunya tumbuh. Kelompok sel meningkatkan produksi estrogen (Mulyati H, 2. Berdasarkan tabel 1 dapat diketahui bahwa dari 55 orang responden yang diteliti, faktor penyebab kanker payudara pada Wanita berdasarkan Menarche diusia <15 tahun lebih banyak terjadi yaitu sebanyak 44 orang . %) dibandingkan dengan Wanita yang Menarche diusia >15 tahun yaitu sebanyak 11 orang . %). Penelitian ini sesuai dengan teori yang mengatakan bahwa Wanita yang mulai mempunyai periode awal sebelum usia 15 tahun mempunyai risiko terkena kanker payudara yang sedikit lebih tinggi. Mereka mempunyai periode menstruasi yang lebih dan sebagai akibatnya mempunyai lebih banyak hormon estrogen dan progesterone (Pamungkas Z, 2. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Anggorowati dengan judul Faktor risiko kanker payudara pada wanita yang menemukan bahwa terdapat hubungan antara usia menarche pertama kali dengan kejadian kanker payudara dengan nilap p= 0,00 dan OR . % CI)= 6,66, artinya responden yang memiliki riwayat menstruasi pertama kali <15 tahun memiliki peluang 6,66 kali untuk mengalami kejadian kanker payudara (Anggorowati. Hormon estrogen pada perempuan merupakan hormon yang berkaitan dengan perkembangan kanker payudara. Hormon tersebut dihasilkan oleh indung telur. Hormon ini mulai aktif saat pertama kali perempuan mengalami menstruasi atau menarche, kadar hormon estrogen dan menarche dini dapat dipengaruhi beberapa hal, seperti makanan tinggi lemak, rendah serat, berat badan berlebih, aktivitas fisik yang kurang dan gaya hidup sehat (Suara Harapan, 2. Dalam Pedoman Nasional Penanggulangan Kanker Payudara tahun 2015, dijelaskan bahwa riwayat menstruasi pertama atau menarche kurang dari umur 15 tahun merupakan salah satu risiko terjadinya kanker payudara. Hal ini erat kaitannya dengan hormoneestrogen yang aktif lebih cepat pada usia tersebut (Komite Nasional Penanggulangan Kanker, 2. Berdasarkan tabel 1 didapatkan bahwa faktor penyebab kanker payudara lebih banyak terjadi pada wanita dengan gaya hidup . erokok pasi. yaitu sebanyak 38 orang . ,1%) dibandigkan dengan gaya hidup olahraga dan makanan berserat. Hal ini sesuai dengan teori yang menyatakan Perilaku merokok adalah kebiasaan atau perilaku responden maupun suami atau anggota keluarga yang serumah menghisap rokok secara aktif sebelum responden didiagnosa menderita penyakit. Perilaku merokok keluarga responden yang setiap hari merokok dapat memberikan efek terhadap peningkatan risiko kanker payudara karena asap rokok mengandung bahan kimia dalam konsentrasi tinggi yang dapat menyebabkan kanker payudara. Bahan kimia dalam asap tembakau dapat mencapai jaringan payudara. Asap rokok juga dapat memerikan efek yang berbeda terhadap risiko kanker payudara pada perokok dan mereka yang hanya terpapar asap rokok. Selain, menghisap asap rokok, menghirup asap rokok juga merupakan suatu hal yang berbahaya. Dari hasil analisa data, ditemukan bahwa beberapa kendala dalam melakukan pola hidup, seperti kesulitan dalam menghindari asap rokok. Journal of Midwifery Studies | Vol 1 No 1. February 2024 Asriani: Overview of Factors Causing Breast Cancer in Women Hal ini diketahui dari 50% partisipan mengatakan bahwa keluarga tetap saja merokok meskipun sudah mengetahui bahwa anggota keluarga yang lain sedang Kurangnya kesadaran dan kebiasaan keluarga, menjadikan alasan keluarga sehingga tetap saja merokok meskipun mengetahui bahwa hal tersebut tidak baik. Penelitian ini sejalan dengan yang dilakukan oleh Hosseinzadeh et al. , di Iran, yang menemukan hubungan faktor risiko merokok pasif terhadap kejadian kanker payudara (OR=2,76. 95%CI:1,51- 5,. Penelitian yang dilakukan di China oleh Li et , juga menemukan bahwa wanita yang pernah terpapar asap rokok di rumah memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara dibandingkan dengan yang tidak pernah terpapar asap rokok dengan risiko 1,30 kali untuk terkena kanker payudara. Berdasarkan tabel 6 dapat diketahui bahwa dari 55 orang responden yang diteliti, faktor penyebab kanker payudara pada Wanita berdasarkan tidak genetika lebih banyak, yaitu sebanyak 41 orang . ,5%) dibandingkan dengan yang Genetika yaitu sebanyak 14 orang . ,5%). Hal ini sesuai dengan penelitian Lanfranchi, yaitu Seorang wanita yang memiliki gen mutasi warisan . ermasuk BRCA1 dan BRCA. hanya meningkatkan risiko kanker payudara sekita 5-10% kasus dari seluruh kanker payudara. Oleh karena itu kanker payudara lebih banyak terjadi karena gaya hidup. Akan tetapi, bukan berarti Wanita yang meiliki Riwayat penyakit dikeluarga (Genetik. tidak berisiko untuk terjadinya kanker payudara. Karena Riwayat Keluarga dinyatakan berhubungan secara statistik dengan kejadian kanker payudara ditunjukan dengan hasil uji statistik diproleh nilai p Value 0,002 . <0,. dan besar nilai Odds rasio yaitu 0,319 yang menunjukkan bahwa responden dengan Riwayat keluarga kanker payudara mempunyai kemungkinan 0. kali untuk mengalami kejadian kanker Menurut teori (Taufan N. Asi, 2. Wanita lebih banyak mengalami tekanan mengenai citra tubuh mereka dikarenakan wanita mempunyai peran ganda dalam Wanita diharapkan untuk memenuhi kebutuhan anak, suami, mencari nafkah sehingga kebutuhan mereka sendiri kadang terpinggirkan. Wanita kerap mengabaikan kesehatannya dan menganut gaya hidup yang tidak baik. Gaya mengkonsumsi makanan berlemak, tidak menyusui, infertilitas, melahirkan anak pertama diatas 35 tahun, radiasi, konsumsi alkohol, kegemukan, terapi hormon jangka panjang merupakan faktor pencetus kanker pada wanita. Dewasa ini para perempuan hal-hal merugikan kesehatan tersebut, sehingga tidak heran jumlah penderita kanker yang disebabkan gaya hidup lebih banyak terjadi dilapangan dibandingkan dengan Wanita yang memiliki Riwayat kanker payudara dikeluarga sebelumnya (Genetik. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa Alat Kontrasepsi Hormonal . dengan kurun waktu pemakaiannya >5 tahun terbukti menjadi faktor penyebab utama terjadinya kanker payudara. Selain itu, yang beresiko besar terhadap kejadian payudara Wanita di RSUD Waled Tahun 2023 adalah usia >40 tahun dan menarche <15 tahun atau usia menarche yang terlalu dini. Serta gaya erokok pasi. dan genetika yang Journal of Midwifery Studies | Vol 1 No 1. February 2024 ORIGINAL ARTICLE juga dapat meningkatkan terjadinya kanker payudara di RSUD Waled Tahun 2023. Ucapan Terima Kasih Terima kasih penulis sampaikan kepada pihak-pihak yang mendukung dalam proses penyusunan dan pelaksanaan penelitian ini sampai akhirnya bisa selesai dan bisa memberikan beberapa informasi terkait Gambaran Faktor Penyebab Kanker Payudara pada Wanita di RSUD Waled Kabupaten Cirebon tahun 2023. Dewi. , dan Lucia Yovita Nendrati. Analisis Risiko Kanker Payudara Berdasarkan Riwayat Pemakaian Kontrasepsi Hormonal dan Usia Menarche. Jurnal Berkala Epidemiologi. : 12-23. Kanker Payudara. Ketika Sel Kanker Terbentuk di Jaringan Payudara. https://w. com/watch?v=GqFRE g7H2QQ. Diakses pada pukul 19. 30, 26 Oktober 2019. Yulianti. Santoso. , & Sutinigsih. Faktor-faktor Risiko Kanker Payudara (Studi Kasus Pada Rumah Sakit Ken Saras Semaran. Jurnal Kesehatan Masyarakat . Journa. , 4. , 401Ae409. Referensi