Publish by: Yayasan Darussalam Bengkulu https://siducat. org/index. php/dawuh ISSN-ONLINE: 722-7898 DAWUH: Vol. No. November 2024. Hal 140-148 This Work is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International DAWUH DaAowah & Education Journal Peran Keluarga dalam Membangun Karakter Anak Natasya maharani hasibuan1, widia Bella Pisra2 UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu12 mh@gmail. com1, widia@gmail. Received: 6 Agustus 2024 Revised: 23 September 2024 Accepted: 25 Oktober 2024 Abstract This research aims to explain the role of the family in building children's character. The role of the family According to Djuju, the family is the main educator. Religious values, values and norms of good attitudes are the main educational Family is the first and foremost place for children. It is there that they acquire many of the values and norms instilled in them since childhood. Therefore, the family plays an important role in forming a child's character. Family education is education that parents give to their children in the right way and prepares them for life in society. The family is very important in forming a child's character because it has a big influence on the child's research methods. literature study by analyzing 20 journals as primary data. Data analysis in several stages, the first stage determines the theme, the second stage selects journal articles that are relevant to the theme and in accordance with the deadline of the last 5 years. The third stage is the process of reviewing journal articles, the fourth stage is categorization and the fifth stage is drawing conclusions. The results of the research show that the role of the family in building children's character is related to various aspects of human life, including family, father, mother and child character. This research is expected to be able to research more deeply. related to the theme of the role of the family in building children's Keywords: family. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan Peran Keluarga Dalam membangun Karakter anak. Menurut Djuju keluarga adalah pendidik utama. Agama, nilai, dan norma sikap yang baik adalah materi pendidikan utama. Keluarga adalah tempat pertama dan utama bagi anak. Di sanalah mereka memperoleh banyak nilai dan norma yang ditanamkan sejak Oleh karena itu, keluarga memainkan peran penting dalam pembentukan karakter anak. Pendidikan keluarga adalah, pendidikan Yang diberikan Orang Tua kepada Anak-anaknya dengan cara yang tepat dan mempersiapkan mereka untuk hidup di masyarakat. keluarga sangat penting dalam pembentukan karakter anak, karena sangat bepengaruh terhadap anak. Metode penelitian mengunakan studi literatur, dengan menganalisis 20 jurnal sebagai data primer. Analisis data dengan beberapa tahapan, tahap pertama menentukan tema, tahap kedua menyeleksi artikel jurnal yang relevan dengan tema dan sesuai dengan tenggat waktu 5 tahun terakhir, tahap ketiga proses review sebanyak 7 artikel jurnal, tahap keempat pengkategorisasian dan tahap kelima penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran keluarga dalam membangun karakter anak berhubungan dengan berbagai sendi kehidupan manusia di antaranya ayah, ibu, karakter anak penelitian ini di harapkan mampu meneliti lebih mendalam terkait tema peran keluarga dalam membangun karakter anak. Kata Kunci: keluarga. PENDAHULUAN Perkembangan karakter Anak sangat terpengaruh oleh peran yang dimainkan oleh orang tua dalam kehidupan mereka. Keluarga adalah faktor utama yang membentuk karakter anak, karena di lingkungan rumah tangga, anak memperoleh pendidikan spiritual yang disampaikan melalui ucapan dan tindakan. Menjadi orang tua adalah suatu kesempatan yang sangat berharga (Tumangger,simanjuntak,sinaga,manurung,Nababan, 2. Memiliki anak adalah impian besar bagi setiap orang tua. Menjadi orang tua adalah tanggung jawab yang berat, karena tidak hanya harus membesarkan anak, tetapi juga mendidik mereka di lingkungan rumah (Irmalia, 2. Al140 Natasya maharani hasibuan1, widia Bella Pisra2 | 141 Qur'an dan Hadis Nabi Muhammad SAW memberikan banyak penjelasan dan petunjuk tentang peran dan tanggung jawab setiap individu. Peran adalah tugas dan kewajiban yang dijalankan oleh seseorang atau kelompok sesuai dengan posisi mereka dalam masyarakat. Beberapa langkah yang bisa diambil oleh seorang ayah dalam mendidik anak untuk membentuk karakter mereka antara lain (Lestari, 2. Ini sangat terkait dengan berbagai nasihat, aturan, dan metode mendidik anak yang baik. Karena agama Islam mengutamakan pendidikan anak. Karena itu, agama Islam dianggap sebagai agama yang mengajar. Rumah adalah tempat pertama anak tumbuh dan berkembang. Rumah juga merupakan tempat penting untuk pendidikan anak, terutama dalam pembentukan karakter anak (Arif, 2. Keluarga berfungsi sebagai sistem sosial yang dapat membentuk moral dan karakter Keluarga bukan hanya sekadar tempat berkumpulnya ayah, ibu, dan anak, tetapi memiliki makna yang lebih mendalam dari itu. Anak merasa nyaman di rumah. Setiap hal berkembang dari kemampuan untuk berinteraksi, mengaktualisasikan diri, dan mengeluarkan pendapat yang menyimpang Keluarga memberikan perlindungan dan kenyamanan bagi seorang anak (Sari. Keluarga juga mengandung makna sebagai ikatan yang dibangun melalui rasa persaudaraan dan kasih sayang antar sesama, baik dalam lingkup unit sosial yang kecil maupun yang lebih besar. Keluarga lebih dari sekadar tempat berkumpulnya ayah, ibu, dan anak (Ramdani, 2. Karakter dapat diartikan sebagai cara seseorang berpikir dan bertindak untuk hidup harmonis serta Berkolaborasi dalam keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. Sifat atau karakteristik juga dapat diartikan sebagai nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan, diri sendiri, orang lain, lingkungan, dan negara (Zaman, 2. Orang tua sebaiknya memberikan contoh yang baik kepada anak-anak mereka, baik dalam tindakan maupun dalam cara berbicara, karena anak-anak cenderung meniru perilaku orang tua. Orang tua juga harus menunjukkan cinta dan penghargaan kepada anak-anak mereka, menghargai usaha mereka, baik ketika mereka mencapai hasil ujian yang baik maupun ketika hasil yang didapatkan tidak sesuai harapan (Hadian, 2. Keluarga merupakan ikatan dasar antar manusia. Keluarga berperan sebagai wadah bagi kehidupan manusia baru dan menjadi tempat di mana individu dapat tumbuh dengan baik, baik secara fisik maupun mental. Di sinilah kasih sayang orang tua pertama kali membangkitkan kehidupan moral dan spiritual, serta kemampuan untuk saling mengasihi (Rahmat, 2. Anak adalah anugerah yang sangat membahagiakan untuk dilihat dan dirasakan. Ini merupakan karunia dari Allah SWT. Setiap Orang tua tentu berharap agar anak-anak mereka berkembang menjadi individu yang beriman dan taat kepada Allah SWT serta menghormati mereka sebagai orang tua (Hyoscyamina, 2. Keluarga memegang peranan yang sangat penting sebagai tempat pertama bagi anak dalam proses pembentukan karakter yang akan menjadi landasan hidup Setiap keluarga berperan dalam menanamkan nilai-nilai karakter kepada anggotanya. Oleh karena itu, diharapkan keluarga dapat menjalankan fungsinya dalam membentuk dan menanamkan nilai-nilai karakter yang baik pada anak-anak yang lahir di dalamnya (Andriani. Al Jauhari, sholica 2. Orang tua adalah pendidik pertama yang mengajarkan ilmu kepada anak. rumah, anak belajar berbagai hal dasar yang sangat penting. Pengetahuan yang didapat di rumah menjadi dasar yang sangat penting untuk memastikan masa depan anak yang sukses. (Amiruddin. Pembentukan karakter anak berakar pada prinsip keluarga yang menanamkan nilai-nilai dalam Pendidikan karakter bertujuan membentuk akhlak, moral, dan kepribadian baik (Yasin, habibah 2. Menekankan pentingnya pembiasaan perilaku baik, etika, dan rasa peduli melalui kedisiplinan, tanggung jawab, dan konsistensi. Meskipun Pada kenyataannya, tidak semua keluarga berhasil dalam menanamkan nilai-nilai karakter kepada setiap anggotanya (Aco, 2. Membangun karakter pada tingkat individu dan masyarakat berfokus pada faktor-faktor yang memengaruhi, yaitu lingkungan, khususnya dalam pembentukan lingkungan itu sendiri. Peran lingkungan pendidikan sangat penting dan bahkan krusial, karena pada dasarnya, karakter 142 | DAWUH: Vol. No. November 2024. Hal 140-148 merupakan kualitas pribadi yang terbentuk melalui proses belajar, baik secara formal maupun Proses awal dalam membentuk karakter dimulai dengan pemahaman tentang nilai-nilai yang baik dan buruk (Suriadi, 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode studi literatur, yaitu mengumpulkan data dari berbagai sumber bacaan atau referensi, pendekatan yang dipakai bersifat Kualitatif, karena data yang diperoleh berupa rangkaian kata atau deskripsi. penjelasan, studi literatur berfokus pada analisis bahan bacaan atau karya-karya terkait yang relevan dengan topik penelitian. Tahap pertama adalah menentukan penelitian, dalam penelitian kali ini peneliti menggunakan studi literature yang diperoleh dari berbagai sumber seperti jurnal metode ini mencakup serangkaian aktivitas terkait pengumpulan data dari literature, membaca, mencatat, serta mengolah informasi untuk keperluan penulisan (Situmorang, 2. Tahap kedua, adalah pencarian sumber, dilakukan melalui basis data ilmiah seperti Google Scholar. istilah yang digunakan dalam proses pencarian mencakup Auperan keluarga dalam membangun karakter anakAy. Tahap ketiga, adalah seleksi dan memilih jurnal. Ada 20 jurnal yang akan penulis gunakan dalam menyusun artikel ini. Kriteria yang inklusi meliputi jurnal yang diterbitkan 2-10 tahun terkahir, berbahasa inggris atau Indonesia, dan membahas topik Makna Kebahagiaan. Tahap keempat, yaitu menganalisis jurnal. Jurnal yang sudah dipilih akan dianalis, namun penulis akan menganilis 7 jurnal saja yang dianggap relevan dengan tema yang akan Hasil dari analisi ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang peran keluarga dalam membangun karakter anak dengan menggunankan metode ini, penelitian tidak hanya mengintegrasikan pengetahuan yang ada, tetapi juga memberikan kontribusi untuk membangun dasar teoritis yang lebih kuat dalam bidang ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil pencarian data, ditemukan 20 jurnal yang memenuhi kriteria untuk dianalisis, dan terdapat 7 jurnal yang akan dianalisis terkait hasil penelitiannya diantaranya sebagai berikut: Tabel 1. Hasil Ekstraksi Data Peneliti tahun Judul Metode This Work is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International Hasil Natasya maharani hasibuan1, widia Bella Pisra2 | 143 Ahmad. Peran keluarga dalam membangun karakter anak usia dini. AlWasathiyah: Journal of Islamic Studies. Dalam penelitian ini, penulis menerapkan metode kuantitatif yang mencakup penelitian ekspos facto. Latifah,Atik . Pengaruh lingkungan dan pola asuh orang tua terhadap perkembangan karakter anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan Salwiah,Asmudin . Membentuk kepribadian anak. Usia Dini Dalam peran orang Metode Penelitian yang dilakukan dalam studi ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan peran orang tua yang sangat penting dalam membentuk karakter religius anak. Pendidikan salah satu dari banyak fungsi keluarga. Dalam hal ini. Orang tua perlu memberikan pendidikan dan pengajaran terbaik bagi anak-anak Keluarga memiliki Tanggung jawab dalam mendidik anak-anak pada usia dini terletak pada orang tua, yang akan mengajarkan berbagai hal kepada anak-anak mereka. mereka tentang cara hidup. Orang tua dapat mengajarkan nilai-nilai moral dan keimanan kepada anak-anak mereka dengan penuh cinta Pendidikan karakter dimulai pada masa usia Dijelaskan bahwa Perkembangan anak usia dini merupakan suatu proses yang melibatkan faktor psikofisik yang bersifat herediter . ari keturuna. yang dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Anakanak memerlukan dukungan dari faktor lingkungan untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki. Peran orang tua dalam membentuk karakter anak sangatlah penting, dimulai sejak usia dini dengan menanamkan nilai-nilai moral agama dan normanorma dalam lingkungan Membimbing anak untuk menempuh pendidikan juga penting, terutama dalam pembentukan karakter dan penguasaan ilmu 144 | DAWUH: Vol. No. November 2024. Hal 140-148 Jadidah. Wijaya, . Darma. Anggilin. , & Halizah. Analisis peran keluarga dalam Membantu membentuk karakter anak usia 6-12 tahun. Penelitian. menggunakan pendekatan kualitatif karena berfokus pada data rinci dan spesifik tentang tindakan dan perilaku individu, yang penting untuk memahami realitas sosial kehidupan Santika. Kartika. , & Wahyuni. Pendidikan karakter: penelitian tentang peran keluarga dalam pembentukan karakter anak, dengan fokus pada peran ibu Sunah di Benoa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Tokolang,N. Anwar,H. Kalaka,F. Peran orang tua dalam membentuk karakter (Direktori Jurnal Pendidikan Dasa. Penelitian ini mengaplikasikan metode penelitian kualitatif. This Work is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International Peran orang tua, khususnya ibu, sangat krusial dalam membentuk karakter serta perkembangan fisik dan mental anak. Ayah dan ibu perlu bersinergi dalam Memberikan contoh yang baik, karena anak cenderung meniru tingkah laku orang tua. Cara pengasuhan yang sesuai, tanpa membandingkan anak dengan yang lain, menjadi kunci keberhasilan pembentukan karakter. Pemahaman orang tua tentang tahapan perkembangan anak juga membantu mendukung tumbuh kembangnya. Pendidikan pertama Perkembangan seorang anak dimulai dari keluarga, yang memiliki peran penting dalam membentuk kepribadian dan karakter Namun,faktor seperti genetik,ekonomi, keutuhan keluarga, pola asuh, dan lingkungan sosial dapat memengaruhi peran ini dan menyebabkan perbedaan karakter antar anak. Penelitian ini menunjukkan bahwa peran orang tua memiliki dampak yang signifikan dalam pembentukan karakter di Desa Kecamatan Moyongkota. Modayag Barat. Hal ini dilakukan melalui berbagai langkah, seperti memberikan teladan, proses pembiasaan, serta pengawasan terhadap Natasya maharani hasibuan1, widia Bella Pisra2 | 145 Nuraini. , & Mahmud. Peran orang tua dalam membentuk karakter anak saat ini sangatlah penting, terutama di tengah pengaruh globalisasi, seperti yang terjadi di Desa Masigit. Kelurahan Citangkil. Kota Cilegon. Dalam penelitian ini, perhatian difokuskan pada pendekatan yang Metode yang digunakan adalah kualitatif, yaitu prosedur penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan kondisi dan fenomena yang ada pada objek yang Peran orang tua sangat penting dalam membentuk karakter anak, melalui. kasih sayang, perhatian, dan teladan. Sikap positif, seperti mendidik anak agar jujur, mandiri, dan disiplin, sangat penting untuk perkembangan karakter yang baik. Dari analisis table di atas dapat diketahui bahwa pada table pertama, kedua ,ketiga, secara umum membahas peran keluarga dalam membangun karakter anak , dengan fokus pada faktor internal . enetis atau bawaa. dan eksternal . ingkungan sosia. Penelitian (Ahmad, 2. menekankan pada peran internal dan eksternal dalam perkembangan karakter, sementara (Latifa, 2. menyoroti pentingnya lingkungan sekitar dalam mendukung perkembangan anak usia dini (Maemunah, 2. Menyoroti peran orang tua sebagai pendidik pertama yang memberikan pendidikan dasar di rumah. selanjutnya pada tabel empat, lima ini menekankan bahwa orang tua, sebagai pembimbing pertama anak. Berperan sangat penting. signifikan Dalam proses pengasuhan dan pembentukan kepribadian anak, terutama pada usia sekolah . -12 tahu. Terakhir pada tabel enam, tujuh ini menekankan Peranan orang tua dalam pembentuk karakter. anak dirumah (Tokolang, 2. Menegaskan bahwa orang tua sebagai pendidik pertama memiliki pengaruh besar dalam membentuk karakter anak melalui ilmu dasar yang diajarkan di rumah. (Nuraini, 2. perspektif dengan mempertimbangkan tantangan globalisasi, namun tetap menegaskan Ke pentingan peran orang tua dalam memberikan pendidikan karakter yang kuat bagi anak. Gambar 1. peran orang tua . umber: Tokolang. Anwar. , & Kalaka. Sebagai penghubung tali silaturahmi antar anggota keluarga. , tentunya banyak yang mengalami perubahan fungsi. Fenomena yang sering terjadi adalah keluarga tidak Memiliki pengaruh yang besar dalam perkembangan anak, termasuk dalam lingkungan bisnis . idefinisikan sebagai "satu dapur") berkaitan erat dengan fungsinya sebagai proses. 146 | DAWUH: Vol. No. November 2024. Hal 140-148 Sebenarnya, sosialisasi anak yang mengadopsi nilai-nilai orang tua adalah yang mendominasi peran Sayangnya, peran ini berkurang karena proses keluarga modern cenderung mekanistis. Proses sosialisasi anak dihambat oleh aktivitas orang tua yang sangat sibuk. penitipan anak, dan kelompok bermain (Putri, 2. Keluarga adalah pendidik utama. Nilai agama, norma, dan sikap yang baik merupakan materi pendidikan yang utama Keluarga merupakan tempat pertama dan paling penting bagi anak. di mana mereka belajar berbagai nilai dan norma yang ditanamkan sejak usia dini, keluarga memegang peran yang sangat penting (Santika, 2. Peran seorang ibu sangatlah penting. Karena ia merupakan pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya. sejak kecil hingga dewasa. Dalam proses perkembangan, pola asuh yang Pendidikan yang diterapkan oleh ibu memiliki peran yang sangat penting. Pembelajaran yang diberikan dalam keluarga memiliki dampak besar dalam membentuk karakter, kepribadian, pemahaman tentang nilai-nilai budaya, agama, moral, serta keterampilan dasar. Konteks tempat sosialisasi dan enkulturasi berlangsung menjadi faktor kunci dalam perkembangan fisik dan mental anak. Tujuannya yaitu untuk membimbing anak-anak agar tumbuh menjadi individu yang memiliki iman, ketakwaan, akhlak mulia, keberanian, kemandirian, inovasi, kreativitas, kerja keras, loyalitas, kesadaran lingkungan, dan sebagainya. yang berguna pada diri anak sendiri, masyarakat dan bangsa (Tokolang, 2. Peran ayah adalah tugas dan tanggung jawab seseorang ayah Beberapa cara yang dapat dilakukan ayah untuk membimbing anak dalam mengembangkan Interaksi dengan anak bisa dilakukan dengan bermain, memberikan pujian atau dukungan, serta mendengarkan cerita-cerita dari anak tentang kejadian hari itu. Penting juga untuk menghindari perilaku yang merendahkan atau memarahi anak, karena dapat memicu perilaku agresif dan kurang kooperatif dari anak. (Lestari, 2. Gambar 2. Langkah-langkah tanggung jawab yang dilakukan oleh orang tua. KESIMPULAN Keluarga adalah unit sosial terkecil yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak, masing-masing dengan tanggung jawab tertentu. Anak adalah hasil dari keluarga yang harmonis. Ketika anak-anak usia dini mulai belajar bahasa, mereka mulai mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan berbagai keterampilan lainnya. Orang tua sebaiknya memberikan jawaban yang jujur dan memadai ketika anak bertanya. Pendidikan karakter dan kejujuran Pada anak usia dini, pembentukan dimulai dalam keluarga melalui peran orang tua. Hal ini akan membentuk kepribadian anak di masa Peran keluarga adalah untuk membentuk karakter anak agar mereka tumbuh dalam lingkungan yang positif dan Pendidikan anak merupakan hal yang menyenangkan. Anak-anak perlu mendapatkan perlindungan dalam lingkungan keluarga melalui nilai-nilai yang baik dan benar, sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan baik untuk menghadapi kehidupan di This Work is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International Natasya maharani hasibuan1, widia Bella Pisra2 | 147 masa depan dan mengatasi pengaruh negatif. Pendidikan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab guru dan lembaga pendidikan. orang tua harus menyadari bahwa mereka adalah pendidik pertama dan utama bagi anak-anak mereka. DAFTAR PUSTAKA