Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Sosialisasi Penerapan Prinsip 3R (Reduse. Reuse and Recycl. dalam Menumbuhkan Karakter Peduli Lingkungan di Kampung Panggang Kota Serang Nadia Nurfitria1. Nazwa Nabila2. Sayyidatul Mardiyah3 UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Indonesia nurfitria@uinbanten. id1, nabilla. nazwa03@gmail. sayyidatulmardiyyah09@gmail. Submitted: 18th March 2024 | Edited: 10th June 2024 | Issued: 01st July 2024 Cited on: Nurfitria. Nabila. , & Mardiyah. Sosialisasi Penerapan Prinsip 3R (Reduse. Reuse and Recycl. dalam Menumbuhkan Karakter Peduli Lingkungan di Kampung Panggang Kota Serang. Jurnal PKM Manajemen Bisnis, 4. , 141-153. ABSTRAK Penumupukan sampah atau membuangnya sembarangan ke kawasan terbuka akan mengakibatkan pencemaran tanah yang juga akan berdampak ke saluran air tanah. Sampah harus ditangani sejak dari sumbernya, yaitu dari produsen dengan menerapkan prinsi 3R yaitu Reuse. Reduce dan Recycle. Karena tanpa adanya kesadaran masyarakat maka prinsip dasar gaya hidup ramah lingkungan seperti 3R menjadi sulit untuk diterapkan dan secanggih apapun teknologi yang diterapkan maka hasilnya juga tidak akan pernah optimal yang akhirnya anggaran dana menjadi sia-sia. Untuk memberikan pengetahuan dan wawasan kepada masyarakat akan pentingnya kebersihan desa, pengelolaan sampah B3 dan pencegahan penyakit menular, maka dilakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dalam sosialisasi dan pelatihan kepada masayarakat Kp. Panggang Kota Serang Banten. Adapun tujuannya yaitu untuk Menumbuhkan Karakter Peduli Lingkungan di Kp. Panggang. Kegiatan ini dihadiri oleh 41 orang masyarakat dan melibatkan 2 mahasiswa Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam FakultasDakwah. Hasil pelaksanaan kegiatan PKM ini diharapkan dapat menambah wawasan kepada masyarakat Kp. Panggang mengenai kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah serta penerapan 3R. Hasil kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan PKM ini dapat menambah wawasan fasilitator di Kp. Panggang Kota Serang Banten terutama mengenai pengelolaan persampahan dan untuk Menumbuhkan Karakter Peduli Lingkungan merupakan upaya awal untuk mewujudkan eco- village melalui pemberdayaan masyarakat yang dimulai denganpenanganan sampah secara mandiri melalui metode 3R. Kata Kunci: Sosialisasi. Penerapan. Reuse. Reduse. Recycle ABSTRACT The accumulation of waste or throwing it carelessly into open areas will result in soil pollution which will also have an impact on groundwater channels. Waste must be handled from the source, namely from producers by applying the 3R principles of Reuse. Reduce and Recycle. Because without public awareness, the basic principles of an environmentally friendly lifestyle such as the 3Rs are difficult to implement and no matter how sophisticated the technology applied, the results will also never be optimal, which ultimately results in wasted budget funds. To provide knowledge and insight to the community about the importance of village cleanliness, hazardous waste management and prevention of infectious diseases. Community Service activities were carried out in Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. socialization and training to the community of Kp. Panggang Serang City Banten. The goal is to foster the character of environmental care in Kp. Panggang. This activity was attended by 41 people and involved 2 students of the Islamic Broadcasting Communication Department. Faculty of Da'wah. The results of the implementation of this PKM activity are expected to add insight to the community of Kp. Panggang regarding environmental cleanliness, waste management and the application of the 3Rs. The results of this activity can be concluded that this PKM activity can add insight to facilitators in Kp. Panggang Serang City Banten, especially regarding waste management and to Foster Environmental Care Character is an initial effort to realize an eco-village through community empowerment starting with handling waste independently through the 3R Keywords: Socialization. Implementation. Reuse. Reduse. Recycle PENDAHULUAN Keberadaan limbah rumah tangga . yang dihasilkan sebagai akibat dari aktivitas manusia mempunyai banyak dampak pada manusia dan lingkungan sekitar. Sampah yang dihasilkan dari aktivitas rumah tangga berbagai macam jenis, seperti organik dan anorganik. Sampah menjadi salah satu permasalahan yang cukup sulit di tangani di Indonesia, salah satunya adalah di Kp. Panggang Kota Serang. Banten. Hal ini terjadi karena kebiasaan masyarakatnya sebagai konsumen yang selalu menghasilkan Aktivitas dan daya beli masyarakat yang semakin tinggi menyebabkan semakin bertambahnya timbunan sampah sebagai sisa aktivitas. Kurangnya kesadaran akan pentingnya kebersihan menjadi faktor yang paling dominan. Keberadaan sampah dalam kehidupan sehari-hari tidak terlepas dari ulah tangan manusia yang membuang sampah sembarangan, mereka menganggap barang yang telah dipakai tidak memiliki kegunaan Sampah yang tidak dikelola menyebabkan dampak negatif baik langsung mau pun tidak langsung. Dampak negatif langsung diantaranya lingkungan menjadi kumuh, kotor, menimbulkan bau tak sedap dan berpotensi menjadi sumber penyakit yang akan berdampak bagi kesehatan warga. Volume sampah yang dihasilkan akan terus meningkat seiring dengan berkembangnya jumlah penduduk dan aktivitas masyarakat. Namun sampai saat ini peran serta masyarakat secara umum hanya sebatas pengumpulan dan pembuangan sampah saja. Kreativitas pemanfaatan barang bekas menjadi kerajinan tangan adalah solusi yang cukup baik untuk mengubah sampah anorganik menjadi menjadi barang yang berguna Kreativitas dalam diri seseorang dapat ditumbuhkan melalui banyak cara, salah Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. satunya yaitu dengan membuat kerajinan tangan berbahan dasar barang bekas yang berasal dari sampah anorganik seperti plastik, kertas, botol bekas, kaleng bekas dan lainlain. Pemanfaatan sampah anorganik masih jarang dilakukan di kp. panggang yang masyarakatnya kurang memperhatikan hal-hal seperti kreativitas kerajinan tangan dengan memanfaatkan sampah anorganik hasil dari limbah rumah tangga. Dengan adanya kegiatan pelatihan kreativitas pemanfaatan sampah anorganik menjadi berbagai macam jenis kerajinan tangan diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dengan memanfaatkan sampah hasil limbah rumah tangga. Pemanfaatan sampah daur ulang juga dapat memberikan dampak positif untuk mendorong jiwa entrepreneur masyarakat dengan mengolah sampah anorganik menjadi produk-produk yang berkualitas. Produk-produk yang dihasilkan dari barang-barang bekas ini memiliki nilai jual yang bersaing dipasaran. Sampah yang dihasilkan melalui aktifitas rumah tangga jika dipisahkan kemudian diolah kembali akan menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat. Sedangkan sampah organik dapat dijadikan sebagai pupuk atau makanan hewan yang bersumber dari limbah sayuran, daun-daunan, buah-buahan yang sudah tua atau sudah busuk. Keberadaan sampah di Kp. Panggang Kota Serang. Banten. Apabila terus dibiarkan maka dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dan menggangu kesehatan masyarakat. Limbah rumah tangga atau sampah organik dan anorganik apabila dapat dimanfaatkan dengan baik dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat itu sendiri. Kondisi Kp. Panggang Kota Serang. Banten. sendiri sebagian besar masyarakatnya mempunyai pekerjaan sebagai seorang petani. Pekerjaan sebagai seorang petani yang dilakukan oleh Kp. Panggang Kota Serang. Banten. merupakan sumber mata pencaharian sehari-hari. Partisipasi masyarakat merupakan aspek terpenting dalam kegiatan pengelolaan Partisipasi masyarakat akan meningkat apabila masyarakat mengetahui nilai lebih dan keuntungan-keuntungan yang diperolah bagi individu maupun lingkungan mereka sendiri jika melakukan pengelolaan sampah secara mandiri. Suatu kegiatan pengelolaan kebersihan lingkungan, khususnya sampah tidak akan berhasil dengan baik bila hanya mengandalkan peran pemerintah. Pengenalan dan penerapan konsep 3R (Reduce. Reuse. Recycl. atau pengurangan, penggunaan kembali dan mendaur ulang sampah, merupakan salah satu cara dalam pengelolaan sampah terutama sampah yang Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. dihasilkan dari limbah rumah tangga. Dengan konsep ini masyarakat tidak hanya membuang sampah tapi sekaligus memanfaatkannya. Sudah saatnya masyarakat mengubah paradigma sampah dari barang yang tidak berguna menjadi sesuatu yang dapat dimanfaatkan kembali. Pengelolaan sampah yang paling sederhana seperti memisahkan sampah organik dan anorganik di masyarakat merupakan kunci awal penerapan konsep Proyeksi pertumbuhan masyarakat di Indonesia yang hingga tahun 2020 ini hampir mencapai lebih dari 270 juta jiwa dengan komposisi terbanyak masih menghuni pulau jawa (BPS, 2. Adapun pertumbuhan penduduk ini mempunyai masalah tersendiri dengan semakin bertambahnya masyarakat usia remaja, dimana mereka ini termasuk kelompok yang seharusnya masih bersekolah namun dengan alasan ekonomi sehingga tidak dapat melanjutkan kependidikan yang lebih tinggi lagi. Pada Gambar 1 terdapat informasi sebaran jumlah penduduk di Provinsi Banten. Sumber: Badan Pusat Statistik, 2024 Gambar 1. Jumlah Penduduk Provinsi Banten Salah satu upaya untuk dapat menyelesaikan permasalahan sampah adalah dengan melakukan pengelolaan sampah yang bisa dilakukan dengan prinsip 3R . educe, reuse, dan recycl. Prinsip 3R adalah prinsip utama mengelola sampah mulai dari sumbernya, melalui berbagai langkah yang mampu mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke TPA (Tempat Pembuangan Akhi. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa masih banyak ditemukan sampah organik dan anorganik yang dihasilkan oleh aktivitas masyarakat di lingkungan sekitar pemukiman penduduk yang bersumber dari aktifitas rumah tangga. Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Sampah yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari oleh penduduk diantaranya terdiri dari berbagai macam sayur-sayuran, botol, kertas, plastik kemasan dan lain-lain. Selain itu, hanya sebagian kecil dari kepala rumah tangga di Kp. Panggang Kota Serang Banten yang sudah melakukan pemilahan sampah antara sampah basah dan sampah kering, sampah organik dan sampah anorganik. Pengenalan dan penerapan konsep 3R (Reduce. Reuse. Recycl. atau pengurangan, penggunaan kembali dan mendaur ulang sampah merupakan salah satu cara dalam pengelolaan sampah hasil limbah rumah tangga. Dengan konsep ini masyarakat tidak hanya membuang sampah tapi sekaligus memanfaatkannya. Salah satu masalah krusial di Masyarakat saat ini adalah kurangnya kesadaran terhadap lingkungan. Kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan terlihat di beberapa kawasan kota serang. Khususnya di Kp. Panggang. Tumpukan limbah hasil rumah tanggah di temukan di pinggir jalan, parit/Sungai. Tentunya jika hal ini terjadi terus menerus dan dilakukan pembiaran akan merugikan masyarakat itu sendiri. Masalah kerusakan lingkungan kini menjadi tanggung jawab semua pihak. Tidak hanya menjadi tugas pemerintahakan tetapi para Ulama. Akademisi, dan lainya pun harus ikut bertanggung jawab dalam menumbuhkan karakter peduli lingkungan di tengah Masyarakat dan memberikan sosialisasi mengenai pengelolaan sampah hasil limbah rumah tangga. Pengertian Limbah Rumah Tangga Berdasarkan Pasal 1 angka . Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Limbah adalah sisa suatu usaha dan/atau kegiatan. Sedangkan limbah rumah tangga adalah limbah yang dihasilkan dari satu atau beberapa rumah. Sedangkan berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 81 Tahun 2012 bahwa sampah rumah tangga adalah sampah yang berasal dari kegiatan sehari-hari dalam rumah tangga yang tidak termasuk tinjak dansampah spesifik. Menurut Kristanto . , limbah adalah buangan yang kehadirannya suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis. Kualitas limbah menunjukkan spesifikasi limbah yang diukur dari jumlah kandungan bahan pencemar di dalam limbah. Kandungan pencemar di dalam limbah terdiri dari beberapa parameter. Semakin kecil jumlah parameter dan semakin kecil konsentrasinya, menunjukkan semakin kecil peluang untuk terjadinya pencemaran lingkungan. Limbah Padat Domestik (Sampa. Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Pengertian Limbah Padat (Sampa. Sampah . pada dasarnya adalah zat-zat atau benda-benda yang sudah tidak terpakai lagi, baik berupa buangan domestik . umah tangg. maupun buangan pabrik sebagai sisa proses industri. Sampah yang berasal dari daerah pemukiman umumnya merupakan sampah organik yang cepat lapuk . , yaitu sisa sayuran, nasi basi, berbagai jenis kertas, daun, air larutan deterjen bekas cucian, tinja . , dan urin. 22 Selain itu berdasarkan Undang-undang No. 18 Tahun 2008 tentang pengelolaan sampah, adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan atau proses alam yang berbentuk padat. Sampah spesifik adalah sampah yang karena sifat, konsentrasi, dan/atau volumenya memerlukan pengelolaan khusus. Limbah padat atau sampah padat merupakan salah satu bentuk limbah yang terdapat di lingkungan. Masyarakat awam biasanya hanya menyebutnya sampah saja. Bentuk, jenis, dan komposisi sampah padat sangat dipengaruhi oleh tingkat budaya masyarakat dan kondisi Menurut American Public Health Association, sampah . diartikan sebagai sesuatu yang tidak digunakan, tidak terpakai, tidak disenangi atau sesuatu yang dibuang, yang berasal dari kegiatan manusia dan tidak terjadi dengan sendirinya. Jenis-jenis Sampah Menurut jenisnya, sampah dapat dibedakan menjadi 3 . Sampah organik, yaitu sampah yang terdiri dari bahan-bahan yang bisa terurai secara alamiah/biologis, seperti sisa-sisa makanan, kulit buah atau sayuran. Sampah non-organik, yaitu sampah yang terdiri dari bahan-bahan yang sulit terurai secara alamiah/biologis sehingga penghancurannya membutuhkan penanganan lebih lanjut, seperti plastik dan sterofoam. Sampah B3 . ahan berbahaya dan beracu. , yaitu sampah yang terdiri dari bahanbahan berbahaya dan beracun, seperti sisa bahan kimia yang mudah meledak, mudah terbakar, mudah bereaksi terhadap oksigen, korosif atau menimbulkan karat dan beracun. METODE Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Kp. Panggang Cipocok Jaya. Kota Serang. Banten pada 23 September 2023. Metode Pengumpulan data melalui Kegiatan sosialisasi tatap muka kepada masyarakat Kp. Panggang sebanyak 40 Warga. Kemudian Tim PKM mendeskripsikan seluruh kegiatan. Prosedur Kegiatan Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu sosialisasi Penerapan Prinsip Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. 3R (Reduce. Reuse. Recycl. sebagai Usaha Peduli Lingkungan di Kp. Panggang. Cipocok Jaya. Serang Banten ini telah dilaksanakan berdasarkan langkah-langkah berikut: 1. Melakukan tahap analisis situasi berupa observasi lapangan dan wawancara kepada ketua RT 01. Kelurahan Penancangan. Cipocok Jaya. Kota Serang tentang masalah sampah dan penanggulangannya. Mengidentifikasi permasalahan mitra untuk dicarikan solusinya. Ceramah: merupakan sesi untuk memberikan pengetahuan konsep mengenai sampah dan pengelolaannya menggunakan prinsip 3R. Dalam kegiatan ini akan diberikan sesi tanya jawab agar peserta dapat memberikan pertanyaan sekiranya ada hal-hal yang belum atau kurang difahami selama penyampaian materi tersebut. Pada sesi ceramah ini, konsep 3R akan dilengkapi dengan video dan gambar-gambar yang relevan agar peserta dengan mudah dapat memahami konsep yang disampaikan Demonstrasi: merupakan sesi untuk memperlihatkan sebuah proses kerja sehingga para peserta dapat terbantu dalam memahami prinsip 3R untuk pengolahan Tim pengabdian Masyarakat juga akan memberikan sesi simulasi setelah demonstrasi kegiatan selesai dilaksanakan. Peserta dan Lokasi Kegiatan Kelompok masyarakat atau mitra peserta dalam kegiatan ini adalah warga Desa Kp. Panggang RT 01 Kelurahan Penancangan. Cipocok Jaya. Kota Serang. Pada kegiatan Pengabdian ini, tim dengan ketua RT 01 akan melibatkan sekitar 41 warga. Kegiatan ini dilaksanakan di Rumah Makan Ibu jauh Kp. Panggang. PEMBAHASAN Tahapan Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Dalam rangka pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat Kp. Panggang Kota Serang, dibagi dalam tiga tahapan kegiatan, yaitu persiapan, pelaksanaan termasuk didalamnya terdapat kegiatan pendampingan, dan laporan kegiatan. Pada tahap persiapan, kami melakukan komunikasi dan diskusi langsung dengan Ketua RT setempat, untuk memberitahukan kepada Ketua RT bahwa akan dilaksanakan kegiatan AuAksi Penerapan Prinsip 3R (Reuse. Reduce and Recycl. dan menumbuhkan karakter peduli lingkunga. Ay. Dalam tahap persiapan lainnya, dilakukan juga yaitu membuat surat pengantar dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten untuk pelaksanaan kegiatan dan survey lapangan. Tahap pelaksanaan Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. selanjutnya yaitu dengan memberikan Sosialisasi dan pelatihan keterampilan kepada masyarakat Kp. Panggang Kota Serang. Kemudian akan dilanjutkan dengan kegiatan pendampingan untuk memantau dan melihat progresskemampuan dan pemahaman para peserta dalam menerapkan teknik prinsip 3R yang telah diberikan. Aktifitas kegiatan sosialisasi yang dijalankan akan dilakukan peninjauan dan evaluasi. Setelah selesai kegiatan maka perlu dirangkum dalam laporan kegiatan pengabdian. Metode Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Metode pelaksanaan yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah metode partisipatif yaitu adalah tingkat keterlibatan anggota dalam mengambil keputusan, termasuk dalam perencanaan, namun pada dasarnya partisipasi berarti ikut serta. Penggalangan partisipasi itu dilandasi adanya pengertian bersama dan adanya pengertian tersebut adalah karena diantara orang-orang itu saling berkomunikasi dan berinteraksi Tidak semua partisipasi ada atas kesadaran dan inisiatif warga masyarakat tetapi juga bisa merupakan mobilisasi dari atas untuk mencapai tujuan. Menurut Uphoff. Cohen, dan Goldsmith dalam (Sulistiyorini et al. , 2. membagi partisipasi ke dalam beberapa tahapan, yaitu: Tahap perencanaan, ditandai dengan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan yang merencanakan program pembangunan yang akan dilaksanakan, sertamenyusun rencana kerjanya. Tahap pelaksanaan, yang merupakan tahap terpenting dalam program, inti darikeberhasilan suatu program adalah pelaksanaan. Tahap menikmati hasil, yang dapat dijadikan indikator keberhasilan partisipasi masyarakat pada tahap perencanaan dan pelaksanaan program. Tahap evaluasi, dianggap penting sebab partisipasi masyarakat pada tahap ini dianggap sebagai umpan balik yang dapat memberi masukan demi perbaikan pelaksanaan program. Menurut (Noor, 2. pemanfaatan hasil-hasil penelitian untuk pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi pada kegiatan masyarakat diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam kegiatan ini tentu saja pemanfaatannya disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat tempat pelaksanaan pengabdian pada masyarakat tersebut. Persiapan Kegiatan Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Untuk dapat mengurangi tumpukan sampah plastik akibat penggunaan yang dilakukan oleh masyarakat, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan cara mengolah sampah plastik menjadi barang yang memiliki nilai manfaat lainnya. Dalam usaha mengurangi sampah plastik dengan melakukan daur ulang sampah plastik maka perlu mengenal jenis-jenis platik yang berada di pasaran. Berdasarkan American Society of Plastic Industry, telah dibentuk system pengkodean resin untuk plastik yang dapat di daur ulang . Kode atau simbol tersebut berbentuk segitiga arah panah yang merupakan simbol daur ulang dan di dalamnya terdapat nomor yang merupakan kode dan resin yang dapat di daur ulang seperti terlihat pada Gambar 2. Gambar 2. Kode Jenis Plastik Beberapa jenis plastik yaitu sebagai berikut: PET atau PETE, atau polyethylene therephthalate. Ringan, murah, dan mudah Penggunaannya terutama pada botol minuman soft drink, tempatmakanan yang tahan microwave dan lain-lain. HDPE . igh density polyethylen. Lebih kuat dan rentan terhadap korosi, sedikit sekali resiko penyebaran kimia bila digunakan sebagai wadah makanan, bisa digunakan untuk wadah sampo, deterjen, kantong Mudah didaur ulang. PVC . olyvinyl chlorid. Plastik jenis ini memiliki karakteristik fisik yang stabil dan memiliki ketahanan terhadap bahan kimia, cuaca, sifat elektrik dan aliran. Bahan ini paling sulit didaur ulang dan paling sering kita jumpai penggunaannya pada pipa dan konstruksi bangunan. LDPE . ow density polyethylen. Bisa digunakan untuk wadah makanan dan botolbotol yang lebih lembek. PP . Plastik jenis ini mempunyai sifat tahan terhadap kimia kecuali klorin, bahan bakar dan xylene, mempunyai sifat insulasi listrik yang baik. Bahan Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. ini juga tahan terhadap air mendidih dan sterilisasi dengan uap panas. Aplikasinya pada komponen otomotif, tempat makanan, karpet, dll. PS . Jenis ini mempunyai kekakuan dan kestabilan dimensi yang baik. Biasanya digunakan untuk wadah makanan sekali pakai, kemasan, mainan, peralatan medis, dan lain-lain (Purwaningrum, 2. Kegiatan pengabdian masyarakat Pengolahan sampah dengan tema ASosialisasi Penerapan Prinsip 3RA yang telah dilaksanakan adalah merupakan salah satu usaha untuk menyelesaikan permasalahan sampah rumah tangga yang harus bisa dikelola dengan baik. Kegiatan pengabdian ini juga dilakukan sebagai wujud peran dosen sebagai agen perubahan pada masyarakat lingkungan sekitar dengan harapan masyarakat dapat memahami tentang bahaya sekaligus pengolahan sampah rumah tangga yang tepat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Unilak telah dilaksanakan pada tanggal 23 September 2023 bertempat di Rumah Makan Ibu Jauh Kp. Panggang. Kota Serang. Kegiatan sosialisasi penerapan prinsip 3R (Reduce. Reuse. Recycl. sebagai usaha peduli lingkungan dilaksanakan selama 1 hari pukul 13. 00 s/d 16. Sebelum melaksanakan kegiatan sosialisasi, tim pengabdian terlebih dahulu melakukan kordinasi dengan aparat desa setempat yaitu melibatkan Lurah. RT/RW, dan tokoh masyarakat setempat. Pada kegiatan ini. Tim PKM memberikan sosialisasi tentang pengelolaan sampah rumah Kegiatan sosialisasi dihadiri oleh 40 peserta. Berikut profil peserta sosialisasi prinsip 3R mengikut pada aspek umur, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan penghasilan. Sebahagian besar peserta adalah ibu rumah tangga yang berusia 25-49 tahun . sia produkti. Hal ini perlu dimanfaatkan sebagai suatu program karena rentang usia tersebut digolongkan dalam kategori usia sangat Menurut usia tersebut mempunyai produktivitas lebih tinggi jika untuk menghasilkan barang atau jasa dibandingkan dengan usia produktif yang lebih tua (Aprilyanti, 2. Dalam pemaparannya, acara sosialisasi dibuka dengan sambutan oleh ketua tim pengabdian (Nadia Nurfitria. MA. Hu. Ketua tim pengabdian memaparkan materi tentang pentingnya kegiatan sosialisasi untuk memberikan pengetahuan pengelolaan sampah rumah tangga sekaligus meningkatkan kesadaran peduli lingkungan bagi masyarakat. Disampaikan bahwa masyarakat dapat memanfaatkan limbah Sampah tersebut untuk Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. dapat mengelola sampah rumah tangga menjadi bernilai ekonomis yang dapat menambah pendapatan ekonomi keluarga. Sosialisasi dilanjutkan oleh pemateri I (Yuyun Yuningsih. Sp. yaitu memberikan materi pengelolaan sampah dan membudidayakan penghijauan untuk mengarahkan dan menggerakkan serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli masalah sampah demi menjaga kelestarian lingkungan dan kesehatan Pemateri I menambahkan materi pengetahuan mengenai kajian sampah, jenis sampah, dan sumber sampah, pengelolaan sampah dan prinsip 3R . educe, reuse, recycl. , serta pengelolaan sampah organik dan anorganik menjadi aneka kreasi daur ulang dan juga masalah sampah rumah tangga dan bahaya pembiaran masalah sampah/limbah rumah tangga. Pada kesempatan yang sama, pemateri I sekaligus memberikan motivasi bagaimana mengambil tindakan yang akan dibuat terkait budaya membuang sampah yang ada disekitar lingkungan tempat tinggal dan membudayakan membuang sampah pada Selanjutnya, pemateri II sekaligus Ketua TIM. Tim PKM (Nadia Nurfitria. MA. Hu. memberikan informasi dan pengetahuan akan pentingnya kesadaran dan prilaku kepada masyarakat tentang konsep AuMenumbuhkan Karakter Peduli LingkunganAy. Pemateri menyampaikan bahwa setiap sampah yang dibuang disembarang tempat oleh masyarakat adalah prilaku buruk dan merupakan bagian dari perbuatan dosa karena akan memberikan kemudharatan bagi banyak orang. Oleh karena itu, perlu adanya upaya meningkatkan prilaku positif dan kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya agar tercipta lingkungan yang sehat, asri, dan nyaman. Pada kegiatan tersebut terlihat antusias peserta yaitu dengan adanya beberapa pertanyaan peserta terkait penerapan prinsip 3R dalam hal penanganan sampah rumah tangga. Peserta kegiatan juga menyambut dan memberikan respon positif terhadap pelaksanaan kegiatan sosialisasi prinsip 3R tersebut yaitu ditandai dengan adanya permintaan peserta untuk kegiatan berikutnya . raktek pengolahan sampah rumah tangga menjadi barang-barang kreatif yang dapat dipergunakan kembal. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat sangat membutuhkan pengetahuan dan informasi terkait penanggulangan permasalahan sampah rumah tangga. Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Gambar 3. Narasumber Memberikan Contoh Barang Hasil Daur Ulang Gambar 4. Antusias Warga Kp. Panggang terhadapa kegiatan Sosialisasi Gambar 5. Proses Kegiatan Sosialisasi Pengolahan Sampah Kegiatan ini merupakan usaha yang efektif untuk dilakukan karena langsung berinteraksi dengan masyarakat sehingga permasalahan sampah rumah tangga tidak lagi menjadi masalah serius dalam usaha melestarikan dan menjaga kelestarian Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan sosialisasi Prinsip 3R (Reduce. Reuse. Recycl. di Kp. Panggang Kota Serang berjalan sukses dan lancar. Kegiatan ini bermanfaat bagi masyarakat. Hasil yang diharapkan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya wawasan dan kesadaran masyarakat terhadap bahaya dan pengelolaan sampah rumah tangga tercapai dengan baik adanya peningkatan AupengetahuanAy dan AusikapAy terhadap pengelolaan sampah melalui kegiatan sosialisasi Prinsip 3R. Hal ini dibuktikan dengan adanya respon positif dan antusiasme peserta dalam kegiatan pengabdian tersebut. Partisipasi masyarakat sebagai pihak eksternal perlu ditingkatkan dalam rangka mewujudkan lingkungan tempat tinggal yang sehat dan bersih, sehingga sampah plastik yang ada dapat dimanfaatkan menjadi barang berguna. DAFTAR PUSTAKA