Tamasya: Jurnal Pariwisata Indonesia Volume 2. Nomor 2. Juni 2025 E-ISSN: 3064-3260. P-ISSN: 3064-3287. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62383/tamasya. Available online at: https://ejournal. id/index. php/Tamasya Dampak Multibahasa terhadap Peluang Karir Mahasiswa Pariwisata di Stiepar Oktian Frista Ramadini1. Josefa Francesca Sella2 Prodi Pariwisata. STIEPAR Yapari Bandung Email: oktianfristaa@gmail. com 1, joiceexol@gmail. Korespondensi penulis: oktianfristaa@gmail. Abstract In the era of globalization, the tourism sector is experiencing rapid growth and requires a workforce that not only has technical skills, but also intercultural communication abilities. The ability to master more than one language or multilingualism is a crucial skill for tourism students to compete in an increasingly competitive job market. The purpose of this study was to analyze the role of multilingualism in expanding career opportunities for tourism students at STIEPAR. The method applied was a survey using a questionnaire addressed to tourism students. The results of the study showed that all respondents . %) considered the importance of foreign language skills in the world of tourism. Many students believe that their multilingual ability increases their competitiveness and helps prepare them to face the work challenges that exist in the global industry. However, there are challenges such as lack of opportunities for hands-on practice and adequate language learning facilities. The results of this study emphasize the importance of strengthening the foreign language curriculum in tourism education institutions, as well as the need for policy support and external collaboration to create a learning atmosphere that is active, relevant, and in line with industry demands. Keywords: Multilingualism. Tourism Students. Career Opportunities. STIEPAR Abstrak Dalam era globalisasi, sektor pariwisata mengalami pertumbuhan yang pesat dan membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan komunikasi antar budaya. Kemampuan menguasai lebih dari satu bahasa atau multibahasa menjadi keterampilan krusial bagi mahasiswa pariwisata agar bisa bersaing di pasar kerja yang semakin kompetitif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran multibahasa dalam memperluas peluang karir bagi mahasiswa pariwisata di STIEPAR. Metode yang diterapkan adalah survei menggunakan kuesioner yang ditujukan kepada mahasiswa pariwisata. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa semua responden . %) menganggap pentingnya keterampilan bahasa asing dalam dunia pariwisata. Banyak mahasiswa percaya bahwa kemampuan multibahasa mereka meningkatkan daya saing dan membantu persiapan untuk menghadapi tantangan kerja yang ada di industri global. Namun, ada tantangan seperti kurangnya kesempatan untuk praktik langsung dan sarana pembelajaran bahasa yang Hasil dari penelitian ini menekankan pentingnya penguatan kurikulum bahasa asing di lembaga pendidikan pariwisata, serta perlunya dukungan kebijakan dan kolaborasi eksternal untuk menciptakan suasana belajar yang aktif, relevan, dan sesuai dengan tuntutan industri. Kata kunci: Multibahasa. Mahasiswa Pariwisata. Peluang Karir. STIEPAR LATAR BELAKANG Dalam era globalisasi ini, sektor pariwisata mengalami perkembangan yang sangat cepat, dimana kemampuan berbahasa menjadi salah satu kunci utama untuk berinteraksi dengan pengunjung dari berbagai negara. Mahasiswa di bidang pariwisata yang menguasai beberapa bahasa mampu memberikan pelayanan yang lebih baik serta memahami keinginan para wisatawan. Peran bahasa asing di industri pariwisata mencangkup promosi wisata internasional, layanan reservasi, akomodasi seperti hotel atau perjalanan, guiding, serta komunikasi antara pengunjung asing dan masyarakat lokal. Target minimal dalam penguasaan Received: April 16,2025. Revised: April 30,2025. Accepted: Mei 20, 2025. Online Available : Mei 30, 2025. E-ISSN: 3064-3260. P-ISSN: 3064-3287. Hal. bahasa asing ini terdiri dari percakapan dasar yang berhubungan dengan pekerjaan yang dilakukan, serta pemahaman terhadap tata bahasa. Alasan penulis memilih judul ini adalah pentingnya penguasaan bahasa asing untuk menghadapi peluang dan tantangan di sektor pariwisata yang bersifat global. Pada masa globalisasi saat ini, mahasiswa yang mengambil studi pariwisata diharuskan tidak hanya mengetahui destinasi dan layanan wisata, tetapi juga harus mampu berkomunikasi dengan baik dalam berbagai bahasa asing agar dapat bersaing di pasar kerja global. Bahasa berfungsi sebagai jembatan penting dalam menjalin hubungan dengan wisatawan dari denyut kehidupan budaya yang berbeda, sehingga penguasaan lebih dari satu bahasa menjadi nilai tambah yang signifikan dalam proses rekrutmen dan pengembangan karir di lapangan pariwisata. Penelitian ini memiliki kesamaan dengan studi yang dilakukan oleh Tauhid Hira. Sari Pratiwi, dan Naila Faradila pada tahun 2024 dengan judul AuPentingnya Pembelajaran Bahasa Asing di Program Studi D3 Pariwisata. Ay Penelitian itu menunjukkan bahwa keterampilan berbahasa asing, terutama bahasa Inggris dan Mandarin, sangat penting bagi mahasiswa yang ingin berkarir di sektor pariwisata dan perhotelan. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa penguasaan bahasa asing tidak hanya membuka peluang kerja, tetapi juga meningkatkan kemampuan komunikasi internasional, yang sangat krusial dalam industri pariwisata yang bersifat global. Ada juga penelitian lain yang berkaitan dengan tema ini yang dilakukan oleh I Wayan Suadnyana dan Dika Pranadwipa pada tahun 2022 dengan judul AuKendala Bagi Pekerja Pariwisata di Seminyak. Bali dalam Penggunaan Bahasa Inggris. Ay Studi ini menyatakan bahwa berbicara adalah kendala utama, diikuti oleh keterampilan mendengarkan, membaca, dan menulis. Faktor-faktor seperti kurangnya kosakata, sedikitnya praktik berbicara, dan rendahnya rasa percaya diri menjadi penyebab utama dari kendala berbahasa. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa penguasaan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, sangat penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan daya saing tenaga kerja di sektor pariwisata internasional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi dan menganalisis sejauh mana peran kemampuan multibahasa berperan dalam menciptakan peluang karir bagi mahasiswa pariwisata di STIEPAR. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah penguasaan lebih dari satu bahasa asing memberikan dampak signifikan terhadap kesiapan kerja dan daya saing lulusan di industri pariwisata. Selain itu, penelitian ini juga ingin menguji apakah kemampuan multibahasa merupakan faktor penting yang mendukung perkembangan karir mahasiswa pariwisata di STIEPAR. Dampak Multibahasa terhadap Peluang Karir Mahasiswa Pariwisata di Stiepar Bahasa berfungsi sebagai sarana yang digunakan oleh manusia untuk mengekspresikan ide, emosi, dan konsep. Dalam era globalisasi, fenomena penggunaan lebih dari satu bahasa atau bilingualisme menjadi semakin umum, terutama di lingkungan pendidikan dan perkotaan yang multikultural. Menurut Grosjean . , bilingual tidak harus fasih seperti penutur asli dalam kedua bahasa, tetapi cukup memiliki kompetensi fungsional sesuai konteks komunikasi. Hal ini diperkuat oleh Cummins . melalui Common Underlying Proficiency Theory yang menyatakan bahwa keterampilan dalam satu bahasa dapat memperkuat keterampilan dalam bahasa lain jika didukung oleh lingkungan belajar (Fajeri & Samsuri, t. Bahasa adalah sarana penting untuk memberikan pelayanan dan komunikasi di sektor Bahasa asing memungkinkan pekerja pariwisata menjelaskan destinasi, membantu tamu asing, serta menangani reservasi dan komplain. Menurut Hira dkk . , penguasaan bahasa asing seperti Inggris dan Mandarin telah menjadi syarat utama dalam industri perhotelan, terutama di kota-kota besar yang menjadi destinasi wisata internasional. Kemampuan bahasa yang baik menciptakan kepercayaan wisatawan terhadap layanan yang Peluang karir mengacu pada kesempatan seseorang untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai, kenaikan jabatan, atau mengakses pekerjaan internasional. Becker . dalam teori Human Capital menyatakan bahwa keterampilan seperti kemampuan berbahasa asing adalah bentuk investasi personal yang akan berkontribusi pada peningkatan penghasilan dan jenjang karir seseorang. Dalam dunia pariwisata yang sangat global, penguasaan bahasa asing adalah salah satu keunggulan kompetitif utama (Suadnyana & Koeswiryono, 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis peran multibahasa dalam meningkatkan peluang karir mahasiswa pariwisata di Stiepar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan studi pustaka. Dalam penelitian ini, data yang dikumpulkan dari 23 responden memberikan gambaran yang jelas mengenai topik yang dibahas. Desain Penelitian Menurut Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran . , desain penelitian merupakan proses sistematis untuk memecahkan masalah melalui penerapan metode ilmiah, yang dirancang dan diarahkan oleh permasalahan serta tujuan penelitian yang spesifik (Rusydi, , dkk. Dalam penelitian ini, desain yang digunakan adalah desain penelitian kualitatif. TAMASYA - VOLUME 2. NOMOR 2 JUNI 2025 E-ISSN: 3064-3260. P-ISSN: 3064-3287. Hal. Penelitian kualitatif dipergunakan untuk menggali tentang pandangan, pengalaman, atau persepsi responden. Beberapa subjek diminta untuk mengisi kuesioner sesuai dengan pemahaman dan pengalaman terkait dengan penelitian . Populasi atau Sampel Penelitian Populasi Populasi adalah wilayah generasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakter tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk mempelajari dan kemudian membuat kesimpulan. Adapun populasi peneliti yaitu mahasiswa pariwisata semester 1 STIEPAR YAPARI BANDUNG. Sampel Sampel merupakan bagian dari populasi. Menurut Sugiono . , sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Ernawati & Setiawaty, 2. Sampel peneliti yaitu mahasiswa pariwisata semester 1 yang telah mengisi kuesioner penelitian berjumlah 23 orang. Model Penelitian Menurut Waruwu ( 2. dalam Jurnal Pendidikan Tambusai, model penelitian adalah prosedur dan skema yang digunakan dalam penelitian untuk mengarahkan pelaksanaan penelitian secara terencana, ilmiah, netral, dan bernilai. Model tersebut membantu menghubungkan data dengan metode memancarkan hasil penelitian secara akurat. Dalam penelitian ini, model penelitian yang digunakan adalah model studi kasus, karena fokus pada pemahaman mendalam terhadap fenomena multibahasa yang dialami oleh mahasiswa pariwisata di STIEPAR . Teknik Pengumpulan Data Menurut Rusydi . dalam Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, teknik pengumpulan data adalah proses sistematis untuk mendapatkan informasi yang diperlukan dalam menjawab rumusan masalah dan mendukung hipotesis penelitian, sehingga keakuratan dan validasi data sangat bergantung pada cara pengumpulan yang digunakan. Teknik dalam pengumpulan data yang digunakan oleh penelitian ini adalah: Dampak Multibahasa terhadap Peluang Karir Mahasiswa Pariwisata di Stiepar Angket (Kuesione. Menurut Suharsimi Arikunto . 3: . angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang dia ketahui (Ernawati & Setiawaty, 2. Instrumen Penelitian Menurut Astuti . dalam Jurnal Pendidikan Tambusai, instrumen penelitian merupakan perangkat penting yang digunakan untuk mengumpulkan data secara sistematis dan objektif agar hasil penelitian dapat diukur, diuji, dan dianalisis sesuai dengan pendekatan ilmiah yang diterapkan (Waruwu, 2. Instrumen penelitian sangat berperan penting untuk mendapatkan penelitian yang berkualitas. Hasil yang didapat dari instrumen penelitian akan dikembangkan dan dianalisis sesuai dengan metode penelitian yang diambil. Alat Analisis Data Alat analisis data adalah perangkat lunak yang digunakan untuk mengumpulkan, memproses, menganalisis, dan memvisualisasikan data. Alat ini dapat membantu peneliti memahami data, mengidentifikasi pola, dan mengambil keputusan. Alat analisis data yang digunakan dalam penelitian kualitatif ini adalah laptop, dan telepon digital. Dengan metode analisis kualitatif yang digunakan yaitu analisis manual. HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam era globalisasi, sektor pariwisata mengalami pertumbuhan yang sangat cepat dan memerlukan tenaga kerja yang tidak hanya ahli secara teknis, tetapi juga memiliki kemampuan untuk berkomunikasi di berbagai budaya. Salah satu keterampilan yang paling penting di bidang ini adalah kemampuan berkomunikasi dalam banyak bahasa. Mahasiswa pariwisata yang menguasai lebih dari satu bahasa asing, seperti bahasa Inggris. Mandarin, atau bahasa internasional lainnya, memiliki keuntungan kompetitif yang besar. Keterampilan ini memungkinkan mahasiswa untuk berkomunikasi dengan baik dengan wisatawan dari berbagai negara, memahami kebutuhan dan keinginan mereka, serta memberikan layanan yang lebih TAMASYA - VOLUME 2. NOMOR 2 JUNI 2025 E-ISSN: 3064-3260. P-ISSN: 3064-3287. Hal. Berdasarkan hasil kuesioner yang disebarkan kepada 23 responden mahasiswa pariwisata STIEPAR, diperoleh data sebagai berikut: Tabel 1. Hasil Kuesioner Mahasiswa Pariwisata STIEPAR. Pertanyaan Bahasa asing yang dikuasai selain bahasa Indonesia Frekuensi penggunaan bahasa asing dalam kegiatan akademik/praktik kerja Jawaban Utama Inggris . Jepang . Korea . Sunda Sangat sering . ,7%). Sering . ,7%). Kadang-kadang . ,9%). Tidak pernah . ,7%) Tingkat penguasaan bahasa asing Pemula . ,8%). Menengah . %). Mahir Fasilitas pembelajaran bahasa asing di Memadai . ,2%). Kurang Memadai STIEPAR . ,8%). Tidak . %) Pentingnya penguasaan bahasa asing Sangat penting . ,3%). Penting . ,7%) dalam industri pariwisata Apakah multibahasa peluang kerja? meningkatkan Ya . %) Pengaruh multibahasa terhadap daya Bahasa asing sebagai syarat melamar kerja/magang Perlu pembelajaran bahasa asing? Tantangan terbesar dalam menguasai bahasa asing Sangat besar . ,6%). Besar . ,4%) Ya . ,5%). Tidak . ,4%). Tidak tahu . ,1%) Sangat perlu . ,6%). Perlu . ,4%) Kurangnya praktik langsung . ,8%). Motivasi rendah . ,1%). Kosa kata sulit . %). Kurangnya fasilitas . %) Sumber: Kuesioner Mahasiswa Pariwisata STIEPAR, 2025 Banyak saran yang diberikan responden untuk meningkatkan kemampuan multibahasa, seperti melakukan lebih banyak praktek secara langsung, membuat klub bahasa asing di kampus, memanfaatkan aplikasi belajar bahasa, dan menyediakan program pertukaran pelajar dengan institusi di luar negeri. Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa sangat sadar akan pentingnya komunikasi antarbudaya, yang merupakan salah satu modal utama dalam bersaing di tingkat global, terutama dalam bidang pariwisata. Kemampuan multibahasa dianggap sebagai keterampilan dasar yang tidak hanya membantu, tetapi juga bisa meningkatkan daya saing, membuka lebih banyak peluang kerja, dan mempersiapkan individu untuk tantangan global di industri. Dampak Multibahasa terhadap Peluang Karir Mahasiswa Pariwisata di Stiepar Hasil studi ini mendukung teori Human Capital yang dikemukakan oleh Becker . Teori tersebut menjelaskan bahwa keterampilan seperti kemampuan berbicara dalam bahasa asing adalah investasi pribadi yang dapat meningkatkan karir dan pendapatan seseorang. Disamping itu, teori Common Underlying Proficiency oleh Cummins . juga relevan, karena menyatakan bahwa penguasaan satu bahasa dapat memperkuat kompetensi dalam bahasa lain, terutama jika didukung oleh lingkungan belajar yang kondusif. Dalam hal ini, institusi pendidikan tinggi yang fokus pada pariwisata perlu memperkuat kurikulum bahasa asing, tidak hanya di tingkat teoritis, tetapi juga melalui pelatihan yang praktis dan sesuai dengan kebutuhan industri. Kerjasama antara kampus dengan sektor industri pariwisata serta lembaga bahasa sangat diperlukan untuk memberikan akses praktik langsung dan pelatihan yang sesuai. Selain itu, peningkatan fasilitas pembelajaran seperti laboratorium bahasa, media pembelajaran interaktif, dan platform digital menjadi hal yang sangat penting. Mahasiswa dengan kemampuan multibahasa juga dapat diberdayakan sebagai agen promosi budaya dan pariwisata. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian mengenai peran multibahasa terhadap peluang karir mahasiswa pariwisata di STIEPAR, dapat disimpulkan bahwa penguasaan bahasa asing adalah salah satu keterampilan esensial yang sangat diperlukan untuk bersaing di industri pariwisata Semua responden mengungkapkan bahwa kemampuan berbahasa asing sangat penting dalam bidang pariwisata, baik untuk meningkatkan daya saing individu maupun untuk mendukung kualitas pelayanan kepada wisatawan internasional. Temuan penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa pariwisata di STIEPAR telah memiliki kesadaran yang tinggi terhadap pentingnya komunikasi antarbudaya dan memahami bahwa kemampuan multibahasa dapat membuka akses ke berbagai peluang kerja. Namun, mayoritas mahasiswa masih berada di level pemula hingga menengah dan menghadapi kendala seperti kurangnya praktek langsung serta terbatasnya fasilitas untuk pembelajaran bahasa Penelitian ini juga memperkuat teori Human Capital dan teori Common Underlying Proficiency, serta sejalan dengan hasil penelitian sebelumnya. Oleh karena itu, institusi pendidikan perlu mengambil langkah konkret untuk memperbaiki kurikulum bahasa asing yang praktis, meningkatkan fasilitas belajaran, menjalin kerjasama dengan industri, serta menyediakan program-program pendukung seperti pertukaran pelajar dan pembentukan klub Kemampuan multibahasa kini tidak lagi sekadar keunggulan tambahan, tetapi telah TAMASYA - VOLUME 2. NOMOR 2 JUNI 2025 E-ISSN: 3064-3260. P-ISSN: 3064-3287. Hal. menjadi kebutuhan utama dalam menciptakan tenaga kerja pariwisata yang profesional, adaptif, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional. DAFTAR PUSTAKA