Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Adaptasi dan Inovasi Strategi Pembelajaran PJOK Berbasis Bahasa Isyarat dan Visual di Sekolah Luar Biasa: Praktik Guru di Provinsi Aceh Fachrul Azmi1. Miskalena2. Ifwandi3. Amanda Syukriadi4. Rane Monika5 Universitas Syiah Kuala. Indonesia Email: fachrulazmi@usk. Abstrak Penelitian didasari oleh karena masih terdapat kesenjangan signifikan antara kurikulum Pendidikan Jasmani. Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) yang dirancang untuk siswa umum dengan kebutuhan khusus tunarungu di Sekolah Luar Biasa (SLB) Aceh. Meskipun terdapat inisiatif adaptasi belajar seperti penggunaan bahasa isyarat dan visual namun implementasinya masih terbatas, terutama di wilayah Aceh yang memiliki sumber daya dan pelatihan guru yang belum optimal. Strategi mengajar adalah pendekatan yang dirancang oleh guru untuk mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien, terutama dalam konteks pendidikan anak tunarunggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang digunakan oleh guru dalam mengajar Pendidikan Jasmani. Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Pembina Provinsi Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PJOK di SLB Negeri Pembina Provinsi Aceh menerapkan strategi berbasis permainan sederhana, penggunaan bahasa isyarat, alat bantu visual, serta pendekatan individual sesuai kebutuhan masing-masing Dari penelitian ini strategi Visual dan Demonstrasi yang sangat efektif dalam membantu siswa tunarungu memahami instruksi dalam proses pembelajaran. Simpulan dalam penlitian ini menggambarkan guru PJOK di SLB Negeri Pembina. Aceh telah menerapkan strategi pembelajaran adaptif untuk siswa tunarungu, menggunakan visual, video, dan aktivitas fisik yang dimodifikasi. Mereka mengatasi tantangan komunikasi dengan bahasa isyarat, ekspresi wajah, serta alat bantu visual, sekaligus menumbuhkan motivasi, kerja sama, dan kepercayaan diri siswa. Kata Kunci: Strategi Pembelajaran. PJOK. Anak tunarunggu. Tunarungu. SLB. Pendidikan Jasmani Adaptif PENDAHULUAN Pendidikan jasmani sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah memiliki peran penting terhadap perkembangan perilaku siswa secara menyeluruh. Pendidikan hanya dapat mencapai keberhasilan melalui strategi yang efektif dan terencana. Menurut (Sanjaya W. strategi pembelajaran adalah AuSuatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan murid agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisienAy. Tujuan yang ingin dicapai bersifat menyeluruh, yaitu mencakup domain psikomotor, kognitif, dan Strategi belajar mengajar begitu penting dirumuskan guru sebelum melaksanakan pembelajaran, serta perlu melakukan format ulang bila tidak sesuai dengan kondisi kelas, situasi kelas, karakteristik siswa yang ditemui dan materi yang akan diajarkan. Tugas guru membimbing siswa untuk mendapatkan hasil pembelajaran secara optimal, sedangkan siswa itu sendiri, merupakan suatu organisme yang selalu berubah dan berkembang, kadang Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 senang kadang sedih, saat lain tersenyum simpul, tertawa lebar, disaat yang lain lagi sedang murung mudah tersinggung dan marah, sedangkan, peristiwa belajar itu sendiri adalah peristiwa psikologis. Di SLB Negeri Pembina Provinsi Aceh, guru PJOK menghadapi tantangan khusus, seperti hambatan komunikasi pada siswa tunarungu. Untuk mengatasinya, guru telah mengadaptasi pendekatan visual menggunakan gambar, video gerakan, dan bahasa isyarat serta memodifikasi aktivitas fisik agar sesuai dengan kemampuan individu. Kegiatan workshop, kolaborasi antarAcguru, dan pencarian referensi eksternal memperkaya metodologi pengajaran, sekaligus menumbuhkan motivasi, kerja sama, dan kepercayaan diri Selain fokus pada aspek kognitif dan psikomotor, strategi yang diterapkan juga mencakup aspek afektif siswa, seperti menumbuhkan motivasi, kerja sama, dan kepercayaan Dengan demikian, strategi pembelajaran PJOK yang diterapkan tidak hanya mendukung pencapaian tujuan akademik, tetapi juga perkembangan karakter dan sosial siswa berkebutuhan khusus. Proses pelaksanaan pembelajaran bagi anak normal maupun anak tunarunggu secara pasti memerlukan strategi. Sebab strategi pembelajaran merupakan garis-garis besar haluan bertindak dalam rangka mencapai sasaran yang telah digariskan. AuStrategi pengajaran anak tunarunggu pada prinsipnya dilakukan dengan memperhatikan keberagaman . kondisi dan kemampuan belajar mereka yang berbeda-bedaAy (Abosi & Koay, 2. Hal ini dikatakan karena sebuah strategi pengajaran dikatakan paling baik dan paling berhasil untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran tertentu, belum tentu tepat jika digunakan pada seluruh peserta didik. Apalagi anak tunarunggu memiliki jenis kekurangan dan masalah fisik ataupun psikis yang tidak sama. Dengan demikian pemilihan strategi pengajaran yang tepat harus disesuaikan dengan kondisi peserta didiknya seperti pada sekolah SLB Negeri Pembina Provinsi Aceh. Proses penetapan dan pemanfaatan sumber daya secara terpadu yang diharapkan dapat menunjang kegiatan-kegiatan dan upaya-upaya yang akan dilaksanakan secara efisien dan efektif dalam mencapai sebuah Di Aceh ini tentunya sudah banyak sekali kita temukan sekolah-sekolah luar biasa yang dibangun khusus untuk mereka para penyandang cacat atau disabilitas, seperti misalnya pada sekolah SLB Negeri Pembina Provinsi Aceh yang telah menampung berbagai jenis penyandang cacat didalamnya. Sekolah luar biasa ini membimbing anak-anak didik mereka dengan berbagai keistimewaan yang mereka miliki, bahkan para tenaga pendidik di sekolah tersebut mampu menciptakan produk bersama para siswa-siswinya. Seperti kita ketahui bahwa anak tunarunggu sama dengan anak normal biasanya tetapi tingkat psikologis dari anak tunarunggu sangat sensitif atau labil, sehingga dibutuhkan suatu metode atau cara yang tepat dalam memberikan pembelajaran yang sesuai dengan tingkat keterbatasan yang diderita pada setiap siswa-siswinya. Dalam hal ini sangat diperlukan sebuah strategi bagi guru Pendidikan Jasmani. Olahraga dan kesehatan (PJOK) di sekolah berkebutuhan khusus tersebut untuk berupaya menciptakan sebuah pembelajaran olahraga yang diminati, namun demikian apakah para guru Pendidikan Jasmani. Olahraga dan Kesehatan (PJOK) telah memodifikasi sebuah konstruk model pembelajaran penjas yang Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 berbasis pada kebutuhan serta kesesuaian dengan kondisi fisik peserta didik. SLB Negeri Pembina Provinsi Aceh inilah yang melayani peserta didik dengan berbagai penyandang didalamnya yang tentunya dengan tingkatan kesulitan yang berbeda-beda juga, baik itu dalam menjalankan sistem proses pembelajarannya karena memiliki beberapa kekurangan baik dari segi emosi, mental, sosial, kelainan fisik lainnya, serta potensi kecerdasan dan bakat istimewanya. Hal terebut tentunya menjadi suatu kesulitan yang membutuhkan strategi yang tepat untuk mencapai tujuan yang sesuai dengan apa yang diharapkan. METODE Metode penelitian adalah langkah yang dimiliki dan dilakukan oleh peneliti dalam rangka untuk mengumpulkan informasi atau data yang dapat memecahkan permasalahan Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis Penelitian kualitatif merupakan suatu strategi yang menekankan pencarian makna, pengertian, konsep, karakteritstik, gejala, simbol maupun deskripsi tentang suatu fenomena (Sujarweni, 2014:. Peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif karena dengan meggunakan metode ini maka data yang didapat akan lebih lengkap, lebih mendalam, kredibel dan bermakna sehingga tujuan penelitian dapat tercapai. Subjek penelitian ini adalah guru PJOK berjumlah 2 orang yang mengajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Pembina Provinsi Aceh serta memiliki pengalaman mengajar minimal selama 2 tahun. Pengumpulan data dilakukan pada bulan januari tahun 2025 dengan melakukan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis data yang dikemukakan oleh (Mathew B. Milles dan Huberman, 1992:20-. yaitu analisis model interaktif menggunakan pendekatan triangulasi data. Analisis data berlangsung secara simultan yang dilakukan bersamaan dengan proses pengumpulan data dengan tahapan yang sudah ditentukan yaitu: reduksi data, penyajian data dan kesimpulan atau verifikasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Strategi Adaptif dalam Pembelajaran PJOK Berdasarkan hasil wawancara dengan kedua guru, dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran PJOK di SLB disesuaikan dengan kemampuan individual siswa, khususnya siswa tunarungu. Guru pertama menyampaikan bahwa ia menggunakan metode demonstrasi gerakan yang sederhana, serta memodifikasi aktivitas fisik agar sesuai dengan kebutuhan siswa. Sedangkan guru kedua lebih menekankan observasi awal sebelum pembelajaran dimulai, untuk mengetahui potensi dan batasan siswa. Ia juga lebih memilih pendekatan praktik langsung . earning by doin. Penggunaan Media dan Pendekatan Visual Kedua guru secara konsisten menggunakan media visual sebagai alat bantu utama dalam menyampaikan materi PJOK. Guru pertama menggunakan gambar, video gerakan, dan kartu aktivitas, sementara guru kedua menggunakan poster besar, papan tulis bergambar, serta alat bantu nyata seperti bola warna-warni dan rintangan ringan. Aktivitas fisik juga dimodifikasi agar lebih aman dan menyenangkan untuk siswa. Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Pengembangan Metode Pembelajaran oleh Guru Guru pertama aktif mengikuti pelatihan dan workshop, serta sering berdiskusi dengan guru lain. Ia juga mengeksplorasi strategi baru melalui buku dan internet. Guru kedua, meskipun belum banyak mengikuti pelatihan formal, tetap berinisiatif mengembangkan metode secara mandiri melalui YouTube, grup WhatsApp komunitas guru SLB, dan kerja sama dengan guru kelas. Kedua guru menunjukkan inisiatif yang baik dalam mengembangkan kompetensinya sebagai pendidik. Upaya ini mencerminkan profesionalisme guru dan semangat pembelajaran sepanjang hayat . ifelong learnin. Kolaborasi dan eksplorasi mandiri menjadi alternatif yang penting, terutama di lingkungan SLB yang sering memiliki keterbatasan pelatihan khusus. Upaya Mengatasi Hambatan Komunikasi Guru pertama telah menguasai dasar-dasar bahasa isyarat dan menggunakannya dalam pembelajaran, dibantu oleh ekspresi wajah dan alat bantu visual. Sementara itu, guru kedua masih dalam tahap belajar bahasa isyarat, sehingga lebih banyak menggunakan ekspresi, simbol visual, dan gerakan tubuh untuk menyampaikan instruksi. Strategi Pembelajaran yang Mencakup Aspek Afektif Kedua guru menaruh perhatian besar pada pengembangan aspek afektif siswa, seperti kerja sama, motivasi, dan kepercayaan diri. Guru pertama memberikan pujian dan mengajak siswa bermain berkelompok. Guru kedua menyusun kegiatan yang memungkinkan siswa tampil di depan, serta memberi kesempatan untuk saling membantu dalam kelompok kecil. Pendekatan afektif ini mencerminkan bahwa pembelajaran PJOK tidak hanya berorientasi pada kemampuan fisik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kemampuan sosial-emosional siswa. Strategi ini sejalan dengan tujuan pendidikan inklusif yang mendorong perkembangan menyeluruh . bagi peserta didik berkebutuhan Pembahasan Strategi adaptif yang diterapkan kedua guru menunjukkan bahwa mereka memahami pentingnya pembelajaran yang bersifat fleksibel dan individual di SLB. Ini sejalan dengan teori pembelajaran diferensiasi, di mana guru menyesuaikan pendekatan berdasarkan kebutuhan siswa. Strategi ini penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan efektif bagi Anak tunarunggu (ABK), terutama yang memiliki hambatan Penggunaan media visual sangat relevan bagi siswa tunarungu karena mereka mengandalkan indera penglihatan dalam proses belajar. Penggunaan alat bantu konkret juga membantu siswa memahami konsep gerak melalui pengalaman langsung. Hal ini sejalan dengan pendekatan pembelajaran multisensori, yang efektif untuk anak dengan kebutuhan Hambatan komunikasi merupakan tantangan utama dalam pembelajaran bagi siswa Penggunaan bahasa isyarat dan komunikasi non-verbal menjadi solusi utama untuk menjembatani pemahaman. Upaya guru dalam menciptakan simbol atau kamus visual adalah bentuk adaptasi yang kreatif, sejalan dengan prinsip komunikasi augmentatif Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 dan alternatif yang direkomendasikan dalam pendidikan luar biasa. Winnick & Porretta . menjelaskan bahwa Audalam pendidikan jasmani adaptif, penggunaan komunikasi visual dan pendekatan berbasis permainan sangat efektif bagi siswa berkebutuhan khusus, terutama siswa tunarungu, karena memungkinkan mereka memahami gerakan dengan lebih baik melalui observasi langsung dan pengulanganAy. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian mengenai strategi guru dalam mengajar Pendidikan Jasmani. Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di SLB Negeri Pembina Provinsi Aceh, dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran PJOK yang adaptif, berbasis visual, dan berorientasi pada aspek afektif sangat efektif untuk siswa tunarungu di SLB. Guru yang mengintegrasikan demonstrasi gerakan sederhana, media visual, bahasa isyarat, serta kegiatan kolaboratif dapat meningkatkan pemahaman, motivasi, dan kepercayaan diri siswa, sekaligus mengatasi hambatan komunikasi. Selain itu, pengembangan kompetensi guru melalui pelatihan formal maupun inisiatif mandiri menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan belajar inklusif yang holistik. Berdasarkan simpulan tersebut peneliti merekomendasikan agar dapat mendirikan program pelatihan berkelanjutan terintegrasi yang menggabungkan modul bahasa isyarat, penggunaan media visual, serta strategi pembelajaran afektif, dan melibatkan guruAcguru mentor sebagai fasilitator. Program ini dapat dijalankan secara periodik dengan dukungan bahan digital yang dapat diakses kapan saja, sehingga meningkatkan kompetensi guru secara konsisten dan berkelanjutan. DAFTAR PUSTAKA