EDUSCOPE. Januari, 2023. Vol. 08 No. 02 p-ISSN : 2460 Ae 4844 e-ISSN : 2502 Ae 3985 ImlaAo Aplikatif dalam Pembelajaran Bahasa Arab di Kelas 10 Madrasah Aliyah Darul Faizin Hasan Abidin Sekolah Tinggi Agama Islam At-Tahdzib e-mail korenpondensi: anzabied@gmail. ABSTRACT Arabic has two functions, namely as a medium to understand . l-fah. what can be heard, news, texts, readings, and discourse, and to understand . l-ifha. others through oral and written communication. Written communication in Arabic requires a skill called ImlaAo . Proper writing and merging of letters is an obligation in learning ImlaAo. Research conducted on Madrasah Aliyah Darul Faizin students shows that the applied writing learning has used various learning methods that are oriented to mastering language skills, either theoretically or applicatively. Various kinds of ImlaAo menus are served ranging from writing mufradat or vocabulary to Insya' Muwajjah. Insya' Hurr, as well as sentence preparation exercises. In the research, which is considered a simple and basic method in improving students' writing skills and more interestingly, the application of this method is combined with existing theories. In this case, the researcher chose Madrasah Aliyah students because writing skills are difficult skills (Maharah Kitaba. and require a lot of time and energy. In the end, the results obtained through applied ImlaAo, most of them felt happy and more enthusiastic in writing letters, sentences or verses or letters that they memorized. KEYWORDS: Dictation. Writing Skills. Arabic Learning. ABSTRAK Bahasa Arab mempunyai dua fungsi, yaitu sebagai media untuk memahami . l-fah. apa yang dapat didengar, berita, teks, bacaan, dan wacana, dan untuk memahamkan . l-ifha. orang lain melalui komunikasi lisan dan tulisan. Komunikasi tulisan dalam bahasa arab membutuhkan kemampuan yang disebut ImlaAo . Penulisan dan penggabungan huruf yang tepat menjadi kewajiban dalam pembelajaran ImlaAo. Penelitian yang dilakukan pada siswa Madrasah Aliyah Darul Faizin menunjukkan bahwa pembelajaran kitabah yang diterapkan sudah menggunakan berbagai macam metode pembelajaran yang berorientasi pada penguasaan kecakapan bahasa, secara teori ataupun aplikatif. Berbagai macam menu ImlaAo yang disajikan mulai dari penulisan mufradat atau kosakata sampai dengan InsyaAo Muwajjah. InsyaAo Hurr, serta latihan-latihan penyusunan kalimat. Dalam penelitian yankarena dipandang metode yang simple dan dasar dalam meningkatkan ketrampilan menulis siswa dan lebih menarik lagi penerapan metode ini dikombinasikan dengan teori-teori yang ada. Dalam hal ini peneliti memilih siswa Madrasah Aliyah karena keterampilan menulis merupakan keterampilan (Maharah Kitaba. yang sulit dan membutuhkan waktu serta tenaga yang cukup banyak. Pada akhirnya hasil yang didapatkan melalui ImlaAo aplikatif, sebagian besar dari mereka merasa senang dan lebih antusias dalam menulis huruf, kalimat maupun ayat-ayat atau surat yang mereka hafal. KATA KUNCI: ImlaAo. Keterampilan Menulis. Pembelajaran Bahasa Arab. Article History Received: 22 Desember 2022 Revised: 09 Januari 2023 Accepted: 30 Januari 2023 70 Hasan : ImlaAo Aplikatif dalam Pembelajaran Bahasa Arab . Madrasah Aliyah Darul Faizin PENDAHULUAN Di Indonesia. Bahasa Arab jika kita melihat gejala penggunaannya di masyarakat, bisa jadi sebagai bahasa asing bisa juga sebagai bahasa kedua. Bagi lingkungan atau masyarakat umumnya Bahasa Arab adalah bahasa asing, karena bukan merupakan bahasa pergaulan sehari-hari. Ini dapat kita saksikan disekolah-sekolah Islam umumnya mulai dari Taman Kanak-kanan (TK) sampai dengan perguruan tinggi. Bahasa Arab diposisikan sebagai bahasa asing, termasuk kedudukannya dalam kurikulum. Hal ini yang dapat dijadikan indikator keasingannya di sekolah-sekolah adalah bahwa Bahasa Arab tidak digunakan sebagai bahasa pengantar pelajaran, tetapi sebagai materi Walaupun dianggap sebagai bahasa asing oleh bangsa Indonesia. Bahasa Arab tidak asing ditelinga mereka, terutama umat Islam. Sayangnya sebagian besar mereka masih beranggapan bahwa Bahasa Arab hanyalah bahasa agama sehingga perkembangannya terbatas dilingkungan kaum muslim yang memperdalam ilmu-ilmu Hanya lingkungan kecil saja yang menyadari betapa Bahasa Arab merupakan bahasa multidimenasi yang digunakan oleh para cendikiawan dalam memproduksi karya-karya besar di berbagai bidang disiplin ilmu seperti sejarah, filsafat, matematika, fisika, sastra dan lain-lain. Menurut Acep hermawan . Bahasa Arab merupakan mata pelajaran yang diarahkan untuk mendorong, membimbing, mengembangkan dan membina kemampuan berbahasa peserta didik. Dalam mempelajari Bahasa Arab tidak luput dari keempat keterampilan yang telah disebutkan di atas tadi yaitu keterampilan mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Yang dimana keempatnya saling mendukung dalam mencapai kemampuan berbahasa seseorang juga keterampilan Terkait dengan metode pendidikan dan pengajaran terdapat istilah-istilah seperti: cara, strategi, pendekatan, teknik, seni dan metodologi. Cara . , artinya sangat umum dan luas. Dalam penggunaan misalnya, bagaimana cara mengadakan inovasi kurikulum? Bagaimana mengajar anak usia dini, peserta didik tunanetra, dan sebagainya. Lain halnya dengan strategi, ia merupakan cara yang dijadikan acuan pokok dalam suatu kegiatan bertujuan (A. Tabrani Rusyan, 1. Sebagaimana telah disinggung dimuka, berbicara tetang metode tidak bisa dilepaskan dengan pendekatan. Sebab untuk memilih metode belajar-mengajar diperlukan suatu pendekatan tertentu. Pendekatan tertentu itu perupakan titik tolak atau sudut pandang dalam memandang seluruh masalah yang ada dalam program belajar Pandangan terhadap mengajar tergantung pada pemahaman tentang belajar. EDUSCOPE Vol. 08 No. 02 Januari 2023 71 Hasan : ImlaAo Aplikatif dalam Pembelajaran Bahasa Arab . Madrasah Aliyah Darul Faizin Kalau belajar adalah usaha untuk mencari ilmu pengetahuan, maka mengajar menjadi sekedar usaha untuk memberi ilmu pengetahuan. Terdapat teori-teori belajar yang memiliki pandangan yang berbeda-beda mengenai hakekat dan proses belajar. Masingmasing teori belajar memiliki kelebihan dan kekurangan. Karena itu, dalam proses belajar-mengajar, berbagai teori itu perlu digunakan sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. Sebab tidak ada satu teori saja yang bersifat komprehensif yang dapat menjelaskan hakekat dan proses belajar (S. Nasution, 2. Mengacu pada pemaparan yang ada di atas, pembelajaran bahasa Arab di berbagai lembaga pendidikan mulai tingkat dasar hingga perguruan tinggi idealnya memungkinkan para peserta didik menguasai empat keterampilan berbahasa . aharat al-istimaAo, al-kalam, al-qiraAoah, dan al-kitaba. Secara fungsional dan proporsional hal ini tidak terlepas pada penerapan metode-metode yang sesuai, sehingga pengaplikasian pada pembelajaran bahasa Arab mendapatkan hasil yang optimal. Keadaan tersebut dikarenakan bahasa Arab bukan hanya sekedar berfungsi reseptif, yaitu sebagai media untuk memahami . l-fah. apa yang dapat didengar, berita, teks, bacaan, dan wacana, melainkan juga berfungsi produktif atau ekspresif, yaitu untuk memahamkan . l-ifha. orang lain melalui komunikasi lisan dan tulisan. Atas dasar bahwa bahasa Arab merupakan alat komunikasi untuk memberikan pemahaman kepada orang lain melalui kemampuan tulisan, peneliti ingin membuat strategi ImlaAo yang sifatnya aplikatif, sasaran yang kemungkinan bisa untuk diterapkan adalah jenjang kelas 10 Madrasah Aliyah. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, karena objek yang diteliti memerlukan pengamatan secara total sehingga diharapkan dapat menggambarkan kondisi yang sebenarnya. Sedangkan jenis penelitiannya adalah penelitian lapangan (Field Researc. , karena hal-itu dimaksudkan untuk memberikan data yang seteliti mungkin tentang manusia, keadaan atau gejala lainnya. Penelitian kualitatif didasarkan pada upaya membangun pandangan mereka yang diteliti yang rinci, dibentuk dengan kata-kata, gambaran holistik dan rumit (Lexy J. Moleong, 2. EDUSCOPE Vol. 08 No. 02 Januari 2023 72 Hasan : ImlaAo Aplikatif dalam Pembelajaran Bahasa Arab . Madrasah Aliyah Darul Faizin Gambar 1. Kegiatan Penelitian Gambar 2. Langkah Pelaksanaan Penelitian HASIL dan PEMBAHASAN Sesuatu yang paling mendasar dalam keterampilan menulis atau ImlaAo maupun kitabah adalah menuliskan huruf-huruf Arab baik secara terpisah atau bersambung. Setelah menguasai kemampuan ini, baru kemudian dapat ditingkatkan pada EDUSCOPE Vol. 08 No. 02 Januari 2023 73 Hasan : ImlaAo Aplikatif dalam Pembelajaran Bahasa Arab . Madrasah Aliyah Darul Faizin kemampuan menyusun kalimat (Jumla. , menyusun paragraf, sampai akhirnya dapat membuat tulisan atau artikel secara utuh. Pada awalnya upaya untuk melatih siswa dalam menulis sebuah kalimat adalah dengan mendasarkan pada sebuah gambar, diantara langkah yang digunakan untuk merealisasikan hal tersebut adalah dengan menampilkan sebuah gambar di depan kelas, misalnya sebuah gambar pemandangan, gambar hewan dan lain sebagainya. Kemudian masing-masing siswa diminta menyebutkan sebuah nama yang ada dalam gambar tersebut dengan bahasa Arab. Pengertian kitabah menurut bahasa adalah kumpulan kata yang tersusun dan Dan makna kitabah secara epistimologi adalah kumpulan dari kata yang tersusun dan mengandung arti, karena kitabah tidak akan terbentuk kecuali dengan adanya kata yang beraturan. Dan dengan adanya kitabah manusia bisa menuangkan expresi hatinya dengan bebas sesuai dengan apa yang difikirkannya. Dengan menuangkan ungkapan yang tertulis diharapkan para pembaca dapat mengerti apa yang ingin penulis Pada dasarnya, kitabah merupakan suatu kegiatan yang produktif dan ekspresif. Dalam kegiatan kitabah, seorang menulis harus terampil memanfaatkan grafologi, struktur bahasa, dan kosa kata. Keterampilan menulis digunakan untuk mencatat, merekam, meyakinkan, melaporkan, menginformasikan, dan mempengaruhi Maksud dan tujuan pembelajaran itu hanya dapat dicapai dengan baik oleh para pelajar yang dapat menyusun dan merangkai jalan fikiran dan mengemukakannya secara tertulis dengan jelas, lancar, dan komunikatif. Kejelasan ini bergantung pada fikiran, organisasi, pemakaian dan pemilihan kata, dan struktur Menulis merupakan kegiatan komunikasi yang dilakukan tanpa didukung oleh tekanan suara, nada, mimik, gerak-gerik, dan tanpa situasi seperti yang terjadi pada kegiatan komunikasi lisan. Dengan demikian, penulis harus pandai memanfaatkan kata-kata, ungkapan, kalimat, serta menggunakan fungtuasi untuk menyampaikan, menginformasikan, melukiskan dan menyarankan sesuatu kepada orang lain. Menulis adalah sebuah kererampilan berbahasa yang terpadu, yang ditunjukan untuk menghasilkan sesuatu yang disebut tulisan. Sekurang-kurangnya ada tiga komponen yang tergabung dalam aktivitas menulis tersebut, yaitu: Penguasaan bahasa tulis, meliputi kosa kata, struktur, kalimat, paragraph, ejaan, fragmatig dan Penguasaan isi karangan sesuai dengan topik yang akan ditulis. Penguasaan tentang jenis-jenis tulisan, yaitu bagaimana merangkai isi tulisan dengan EDUSCOPE Vol. 08 No. 02 Januari 2023 74 Hasan : ImlaAo Aplikatif dalam Pembelajaran Bahasa Arab . Madrasah Aliyah Darul Faizin menggunakan bahasa tulis sehingga membentuk sebuah komposisi yang diinginkan, seperti esai, artikel, cerita pendek, buku dan sebagainya. Keterampilan menulis . aharah al-kitabah/ writing skil. adalah kemampuan dalam mendeskripsikan atau mengungkapkan isi pikiran, mulai dari aspek yang sederhana seperti menulis katakata sampai kepada aspek yang kompleks yaitu mengarang. Aspek-aspek dalam maharah al-kitabah menurut AoUlyan adalah al-qawaid . ahwu dan shar. ImlaAo dan khat. Adapun unsur-unsur dalam kitabah adalah al-kalimah . atuan kata yang terkecil dari satuan kalimat atau unsur dasar pembentukan kalima. , aljumlah . umpulan kata yang dapat membentuk pemahaman makna atau satu kata yang disandarkan dengan kata yang lai. , al-fakrah . dan uslub. Kemahiran menulis mempunyai tiga aspek: kemahiran membentuk huruf dan penguasaan ejaan, kemahiran memperbaiki khoth, kemahiran melahirkan fikiran dan perasaan dengan tulisan (Abdul Hamid, 2. Dalam menulis bahasa Arab, ada dua aspek kemampuan yang harus dikembangkan, yaitu kemampuan teknis dan kemampuan ibdai . Yang dimaksud dengan kemampuan teknis adalah kemampuan untuk menulis bahasa Arab dengan benar, yang meliputi kebenaran ImlaAo . , qawaid . , dan penggunaan alamat al-tarqim . anda bac. Sedangkan yang dimaksud dengan taAobir ibdai adalah kemampuan mengungkapkan ide, gagasan, pikiran, dan perasaan ke dalam sebuah tulisan berbahasa Arab dengan benar, logis dan sistematis. Dalam menerapkan maharah alkitabah terkait dengan beberapa aspek meliputi al-qowaid . ahwu dan shar. ImlaAo dan Bahkan dalam kitabah ikhtibary peserta didik dituntut pula memiliki kepekaan pendengaran dalam membedakan huruf yang didiktekan misalnya kemampuan membedakan huruf alif dan Aoain pada contoh AAo( EOIAalimun orang berilm. dan AEOIA . limun orang saki. Kompetensi yang dibutuhkan untuk hal ini adalah ilmu tajwid yang dapat membantu untuk dapat mengetahui makharijul huruf kata yang sedang Uraian tersebut menegaskan bahwa maharah al-kitabah/writing skill yang dimaknai keterampilan menulis adalah kemampuan dalam mendeskripsikan atau mengungkapkan isi pikiran, mulai dari aspek yang sederhana seperti menulis katakata sampai kepada aspek yang kompleks seperti mengarang. Untuk langkah awal bagi peserta didik pemula pembelajaran kitabah adalah mengenalkan lambang-lambang grafis sebagai kesatuan fonem yang membentuk kata yang disebut al-kalimah . atuan kata yang terkecil dari satuan kalimat atau unsur dasar pembentukan kaliama. , aljumlah . umpulan kata yang dapat membentuk pemahaman makna atau satu kata EDUSCOPE Vol. 08 No. 02 Januari 2023 75 Hasan : ImlaAo Aplikatif dalam Pembelajaran Bahasa Arab . Madrasah Aliyah Darul Faizin yang disandarkan dengan kata yang lai. , al-faqroh . dan uslub. Kemahiran menulis merupakan usaha penerapan kemampuan dan keterampilan berbahasa yang cukup sulit karena dengan menulis seseorang akan menerapkan dua kemampuan berbahasa secara bersama-sama yaitu kemampuan yang bersifat aktif dan produktif, tahapan pembelajarannya pun membutuhkan proses. Maharah al-kitabah dalam bahasa Arab dimulai dari pembelajaran maharah al-kitabah dasar yaitu pengetahuan tentang tata cara menulis, menyambung huruf, menulis kata, menulis kalimat, menulis tanpa lihat teks sampai kepada menuangkan gagasan dan ide dalam sebuah tulisan (Fajriah, 2. Menulis merupakan salah satu aspek keterampilan yang diajarkan di semua jenjang pendidikan, dan merupakan suatu proses menuangkan gagasan melalui pernyataan di atas sejalan dengan pendapat (Parera,1987:. yang menyatakan bahwa menulis merupakan suatu proses. Dalam proses penuangan gagasan tersebut melibatkan serangkaian proses berpikir. Menurut Stephen (Hernowo, 2. kegiatan menulis hampir melibatkan seluruh komponen otak dan imajinasi juga ditarik oleh kegiatan menulis untuk bekerja secara maksimal. Inilah alasan utama mengapa menulis diberikan di kalangan akademis, dari tingkat sekolah dasar sampai perguruan Menulis merupakan salah satu cara efektif dalam menciptakan makna dan metode paling efektif yang bisa digunakan untuk memonitor kemampuan manusia Hardjono . membagi kemampuan menulis menjadi tiga bagian, yaitu . kemampuan reproduktif, . kemampuan reseptif-produktif, dan . kemampuan Kemampuan reproduktif adalah kemampuan menyalin teks dari buku atau yang ditulis di atas papan tulis. Kemampuan ini bertujuan agar siswa terbiasa menulis kalimat dalam bahasa asing. Kemampuan reseptif-produktif adalah kemampuan yang menuntut siswa dapat menangkap isi atau inti teks yang dibaca sendiri, diperdengarkan melalui kaset, atau dibacakan guru untuk diceritakan kembali isi ceritanya dengan kalimatnya berdasarkan kosa kata yang dimiliki. Dalam kemampuan menulis tidak terlepas dari aspek penguasaan kalimat sesuai deengan pendapat Djalal . kemampuan menulis mengandung tiga unsur penguasaan, yaitu penguasaan tulisan, penguasaan tata kalimat, dan penguasaan Khauli . membuat klasifikasi tentang menulis berdasarkan tahaptahap pengajaran menulis bisa diawali dengan menulis huruf, atau disebut juga alphabet . alam hal ini huruf Ara. Menulis alphabet perlu diajarkan karena karakteristik huruf Arab berbeda dengan menulis huruf latin. Hal ini menjadi kendala EDUSCOPE Vol. 08 No. 02 Januari 2023 76 Hasan : ImlaAo Aplikatif dalam Pembelajaran Bahasa Arab . Madrasah Aliyah Darul Faizin bagi siswa untuk mempelajari bahsa Arab karena pada umumnya siswa hanya mengenal huruf latin. Menurut Effendy&Djalal . ada tiga metode untuk mengajar menulis alphabet, yaitu: . metode sintesis, . metode analisis, . metode analisis-sitesis. Metode sintesis mengajarkan huruf-huruf hijaiyah kemudiandirangkai menjadi kata, dan selanjutnya kalimat. Metode analisis dimulai dengan pengenalan kata, kemudian diuraikan menjadi unsur-unsur kata . ebalikan dari metode sintesi. Metode sintesisanalisis menggambungkanantara kedua metode tersebut dengan hal-hal yang positif dari masing-masing metode. Menulis dengan cara menyalin . Menulis dengan cara menyalin ini adalah menulis dengan tepat sesuai dengan contoh. Meskipun mencotoh ini merupakan aktifitas yang mekanis, bukan berarti siswa belajar apapun. Khauli . berpendapat, dengan aktifitas mencontoh siswa belajar,yaitu: . melatih diri menulis dengan tepat sesuai contoh, . mengeja dengan benar, . mengenal tanda baca, dan . menggunakan kosa kata . dengan susunan yang benar. Sebagian besar para ahli dalam pengajaran bahasa setuju bahwa membaca dapat memperbaiki mengarang. Lebih banyak murid membaca, kemungkinan karangannya dapat menjadi lebih baik. Mencontoh melalui proses membaca, karena itu dengan mencontoh siswa dilatih membaca juga. Bila hal ini dikerjakan secara sistematis, maka proses mengarang ini diharapkan menjadi lebih baik (Effendy & Djalal, 1. Menurut Effendy . mencontoh merupakan aktivitas yang mekanis, meskipun mencontoh merupakan aktivitas yang mekanis, tidak berarti siswa tidak akan belajar apa-apa. Di sini siswa akn belajar tiga hal, pertama siswa belajar dan melatih diri menulis dengan tepat sesuai dengan contoh. Keterampilan ini pada suatu saat tentu ada gumamya. Kedua, siswa belajar mengeja dengan benar. Ketiga, siswa berlatih menggunakan bahasa Arab yang benar. ImlaAo adalah menulis kata atau kalimat bahasa Arab yang sedang didengar. ImlaAo adalah kategori menulis yang menekankan rupa atau postur huruf dalam membentuk kata-kata atau kalimat. Menurut definisi Mahmud MaAoruf ImlaAo adalah menuliskan huruf-huruf sesuai posisinya dengan benardalam kata-kata untuk menjaga terjadinya kesalahan makna. Secara umum ada tiga kecakapan dasar yang dikembangkan dalam pembelajaran keterampilan ImlaAo, yaitu kecermatan mengamati, mendengar, dan kelenturan tangan dalam menulis. Menurut Effendy & Djalal . ImlaAo ada dua macam, yaitu: ImlaAo yang dipersiapkan sebelumnya . een/ A (INOAdan ImlaAo yang tidakdipersiapkan sebelumnya EDUSCOPE Vol. 08 No. 02 Januari 2023 77 Hasan : ImlaAo Aplikatif dalam Pembelajaran Bahasa Arab . Madrasah Aliyah Darul Faizin . nseen/A)O INOA. ImlaAo yang dipersiapkan sebelumnya yaitu menentukan materi yang diImlaAokan agar siswa mempelajari ejaan dan isisnya. ImlaAo yang tidak dipersiapkan sebelumnya yaitu ImlaAo yang materinya tidak diberitahukan kepada siswa Masih menurut Effendy, hal yang perlu dilakukan guru sebelum menyajikan ImlaAo adalah membacakan teks secara lengkap, kemudian menuliskan beberapa kata sulit di papan tulis dan diterangkan maknanya. Memberi kesempatan siswa untuk menanyakan kata-kata tertentu dalam yang tidak dipahaminya. Dalam membacakan teks ImlaAo, guru hendaknya memperhatikan asas-asas keefektifan membaca, baik yang bersifat kebahasaan maupun yang non-kebahasaan. Manfaat ImlaAo berhubungan dengan kemampuan berbahasa, yaitu untuk: . melatih siswa menulis dengan benar, . melatih siswa membedakan bunyi-bunyi bahasa khususnya bunyi yang hampir mirip, . menambah perbendaharaan kata siswa dan susunan kalimatnya, . menambah pengetahuan siswa dalam hal mengenal tanda baca. Ada lima tahap dalam proses ImlaAo (Khauli, 1. yaitu: . persiapan, guru meminta siswa menyiapkan materi di rumah. ImlaAo, guru mengImlaAokan materi yang ditentukan/dipilihnya, dan mengulanginya dua atau tiga kali. Dalam hal ini guru harus benar dalam melafadzkan kata, karena bila guru salah dalam pengucapan, siswa akan mengalami kesalahan. Perbaikkan/koreksi, tahap ini harus segera dilakukan setelah ImlaAo, dengan cara guru menuliskan ImlaAo yang benar di papan tulis atau melihat buku sebagai sumber jawaban. Diskusi, pada tahap ini guru membahas kesalahan siswa. Mengulang cara penulisan yang benar. Guru menyuruh siswa mengulang cara penulisan yang benar dengan cara menulis ImlaAo yang betul di bukunya. Untuk teknik pembetulan . ada beberapa macam misalnya: guru sendiri yang melakukan pembetulan, dengan mengumpulkan semua hasil pekerjaansiswa dan dikerjakan di rumah, dipertukarkan sesama siswa dalam satu kelas, atau setiap siswa mengoreksi hasil pekerjaannya sendiri. ImlaAo terbagi beberapa macam, yaitu ImlaAo hijaiy, dalam pembelajaran ini, seorang siswa/siswa disuruh untuk menulis huruf-huruf hijaiyyah yang tersusun dalam suatu kosa kata yang terdapat pada buku pelajarannya atau tertulis di papan Berikutnya ada ImlaAo menyalin . l-ImlaAo al- manqu. adalah memindahkan tulisan dari media tertentu dalam buku pelajar atau disebut juga dengan al-ImlaAo al-mansukh, sebab dilakukan dengan cara menyalin tulisan. ImlaAo ini cocok diberikan kepada EDUSCOPE Vol. 08 No. 02 Januari 2023 78 Hasan : ImlaAo Aplikatif dalam Pembelajaran Bahasa Arab . Madrasah Aliyah Darul Faizin Jadi untuk tahap awal, pembelajaran menulis yang diberikan kepada siswa adalah memberikan latihan meniru tulisan kalimat pendek yang ada dibuku atau papan tulis. Kemudian ImlaAo menyimak . l-ImlaAo al-istimaAo. adalah mendengarkan kata-kata atau kalimat atau teks yang dibacakan, lalu menulisnya. Kemudian yang paling sulit adalah ImlaAo tes . l-ImlaAo al-ikhtibar. bertujuan untuk mengukur kemampuan dan kemajuan para siswa dalam ImlaAo yang telah mereka pelajari pada pertemuan-pertemuan sebelumnya. Pada tahap ini, dibutuhkan kemampuan pendengaran yang optimal, kemampuanmenghafal serta kemampuan menulis yang ia dengar dengan baik, karena dalam pembelajaran ini, seorang guru membacakan beberapa teks Arabkemudian disuruh tulis kepada siswa tanpa harus melihat teks yang ada. Untuk menyesuaikan materi dengan kemampuan yang dimiliki oleh siswa, maka dibagi menjadi tiga kelas, agar bisa menyesuaikan dengan materi ImlaAo ini. Pemilihan objek menggunakan random sampling dari tiga kelas, dengan hasil sebagai Kelas A materi pembahasannya masih di tingkat paling dasar, seperti mengenal huruf hijaiyah dan menulis kembali huruf hijaiyah Tabel 1. Nama siswa kelas A Nama siswa kelas A Ahmad Dwi Prasetyo Annisa Ridaurroyyan Ayu Septa Maharani Cinta Alda Reza Adam Zanuar Ainul Yaqin Nadia Nurdiana Putri Nadiatus Sholikhah Siti Fatimah Azzahra Syihabuddin Alwy Kelas B materi pembahasannya ada pada level kedua, yaitu mulai menggandeng dua dan tiga huruf hijaiyah. EDUSCOPE Vol. 08 No. 02 Januari 2023 79 Hasan : ImlaAo Aplikatif dalam Pembelajaran Bahasa Arab . Madrasah Aliyah Darul Faizin Tabel 2. Nama siswa kelas B Nama siswa kelas B Ahmad Majid Ahmad Nizar Hakim Eka Roufa Nurbadik Eza Sandiyati Hakalafi Ramadani Krisna Dwi Saputra Aldillah Akbar Alvin Faiz Uliyasari Nur Latifah Ramadhani Kelas C materi pembahasannya adalah menulis ayat-ayat al-QurAoan pada surat Tabel 3. Nama siswa kelas C Nama siswa kelas C Amekha Putri Wijaya Fatimah Azzahra Faisal Afandi Firdaus Nur Jannah Salsabela Dwi Zulianti Rehan Adinata Aditya Alif Fikri Febrianti Fauziah Imroatus Solikhah Setelah penelitian dilaksanakan, terlihat perkembangan kemampuan siswa dalam menulis semakin berkembang dengan baik, diantaranya, pada siswa kelas A sebelum pembelajaran ImlaAo masih banyak yang belum bisa menulis huruf hijaiyah. Setelah mendapatkan pembelajaran ImlaAo hasilnya adalah Siswa dapat menulis dari kanan ke kiri, dapat menulis huruf hijaiyah dengan benar, dapat memahami hubungan antara bentuk huruf dan suara, sehingga siswa pada kelas dasar otomatis semakin lancar mengenali huruf hijaiyah Pada siswa kelas B menunjukkan perkembangan yang baik, pada tahap observasi diketahui bahwa mereka sudah mampu menulis huruf hijaiyah secara Kemudian perkembangan yang didapat setelah program ini adalah Siswa EDUSCOPE Vol. 08 No. 02 Januari 2023 80 Hasan : ImlaAo Aplikatif dalam Pembelajaran Bahasa Arab . Madrasah Aliyah Darul Faizin dapat menulis kalimat Arab dengan huruf terpisah dengan tepat dan benar, dapat menulis huruf bersambung dengan perbedaan bentuk huruf baik di awal, tengah ataupun akhir. Kemudian juga dapat menambah penguasaan cara penulisan bahasa Arab dengan jelas dan benar. Sedangkan pada siswa kelas C, peningkatan kemampuan yang terlihat adalah Siswa semakin lancar menulis dari kanan ke kiri, dapat menulis huruf bersambung dengan perbedaan bentuk huruf, baik di awal, tengah ataupun akhir, dapat menulis salinan surat pendek dengan benar, serta semakin memahami tanda baca Arab dan petunjuknya serta cara penggunaannya. KESIMPULAN dan SARAN Madrasah Aliyah sebagai lembaga formal memiliki peranan penting bagi proses pembelajaran tingkat lanjut yang sangat dekat dengan masyarakat. Salah satu yang diajarkan adalah menulis tulisan Arab atau huruf hijaiyah. Secara umum hasil yang diperoleh dari program pembelajaran kitabah ini adalah siswa semakin lancar menulis dari kanan ke kiri, dapat menulis huruf bersambung dengan perbedaan bentuk huruf, baik di awal, tengah ataupun akhir, dapat menulis salinan surat pendek dengan benar dan semakin memahami tanda baca Arab dan petunjuknya serta cara Penelitian ini dapat akan dikembangkan lebih lanjut pada waktu yang akan datang, juga diharapkan mampu untuk menjadi model penunjang keterampilan menulis . aharah kitaba. yang didalamnya meliputi ImlaAo. InsyaAo dan Khat. Peneliti memberikan saran untuk terus melakukan pengembangan kemampuan menulis siswa agar semakin baik dan tepat penggunaan tulisan berbahasa Arab. DAFTAR RUJUKAN Ahmad. Izzan. Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab. Bandung: Humaniora. Ardyansyah. , & Fitriani. Efektivitas Penerapan Metode Discovery Learning dalam Pembelajaran ImlaAo. Al-Ta'rib: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa Arab IAIN Palangka Raya, 8. , 229-244. Effendy. F & Djalal. Pendekatan Metode Teknik Pengajaran Bahasa Arab. Malang: P3T Ikip Malang. Fajriah, . Strategi Pembelajaran Maharah Al-Kitabah Ibtidaiyah. Pionir: Jurnal Pendidikan, 6. EDUSCOPE Vol. 08 No. 02 Januari 2023 Pada Tingkat 81 Hasan : ImlaAo Aplikatif dalam Pembelajaran Bahasa Arab . Madrasah Aliyah Darul Faizin Fatchan. & Dasna. Wayan. Penelitian Tindakan Kelas & Penulisan Karya Ilmiah. Malang: UM Press. Hamid. Abdul. Mengukur Kemampuan Bahasa Arab untuk Studi Islam. Malang: UIN Maliki Press. Hermawan. Acep. Metodologi Pembelajran Bahasa Arab. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Moleong. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Potter. Bobbi & Hernacki. Mike. Quantum Learning: Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. Terjemahan Alwiyah Abdurrahman. Bandung: Kaifa. Khauli. Assaliibu Tadrisi Lughatul Arabiyah. Riyadh: Al-Mamlakah Al- Arabiyah As-SuAoudiyah. Meier. Dave. The Accelerated Learning Handbook. Terjemahan Rahmani Astuti. Bandung: Kaifa. Nasution. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PT Bumi Aksara. Rose. Colin & Nicholl. Accelerated Learning for the 21st Century. Terjemahan Dedy Ahimsa. Bandung: Nuansa. Rusyan. Tabrani A. , et al. Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya. Sudarni. Porsi Pengajaran Sastra Tidak Menggairahkan. Makalah disajikan dalam Konferensi Internasional Kasusastran XIX/HISKI. Batu, 12-14Agustus. Sudijono. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Ulih. IGN S. Metodologi Pengajaran. Salatiga: CV. Saudara. EDUSCOPE Vol. 08 No. 02 Januari 2023