BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 01. No. 5 (Oktober Ae Novembe. 2022 ISSN 2829-2049 . edia onlin. Hal 759-768 Identifikasi Kata Benda Dan Bukan Kata Benda Menggunakan Single Layer Perceptron Network Yusuf Unggul Budiman1 1Fakultas Teknik dan Informatika. Program Studi Teknologi Informasi. Universitas Bina Sarana Informatika Jakarta. Indonesia Email: 1yusuf. yub@bsi. Abstrak - Pada saat ini kebutuhan akan data yang sangat signifikan dengan adanya komputasi yang dapat membantu kinerja manusia. Dalam suatu data yang akan menghasilkan suatu informasi dibutukan proses identifikasi data yang berbentuk kata dengan menggunakan metode Single Layer Perceptron Network atau yang lebih dikenal sebagai jaringan saraf tiruan sehingga dalam penelitian ini memberikan akurasi yang akurat untuk suatu data yang di hasilkan pada penelitian. Penelitian ini menghasilkan eksperimen data akurasi untuk mencari kata benda dan bukan kata benda dengan proses taning dan testing yang di dapat akurasi 49 % pada traning dan 44 % pada testing. Sehingga kedepanya identifikasi untuk suatu data menjadi lebih mudah Kata Kunci: Identifikasi kata benda. Mechine Learning. Single Layer Perceptron Network, word2vec AbstractOeAt this time the need for data will be very significant with the presence of computing that can help human performance. In a data that will produce information, a data search process is needed in the form of words using the Single Layer Perceptron Network method or better known as a neural network so that in this study it provides accurate causation for the data generated in the study. This study resulted in experimental data accuracy to find nouns and non-nouns with a taning and testing process that got 49% accuracy on training and 44% on testing. So that in the future for a data becomes easier. Keywords: Noun identification. Mechine Learning. Single Layer Perceptron Network, word2vec PENDAHULUAN Kebutuhan akan data saat ini begitu banyak tentu dalam hal ini diperlukan seiring dengan banyaknya informasi yang dibutuhkan. Dalam mengolah data perlu mengetahui proses untuk membuat data itu sesuai dengan yang dibutuhkan. Pertumbuhan data saat ini sangat signifikan dengan adanya komputasi saat ini data adalah hal terpenting untuk kemncari informasi. Data merupakan hal yang sangat penting pada era saat ini. Seiring dengan perkembangan dunia Teknologi Informasi yang begitu pesat maka dalam hal data yang dihasilkan akan semakin Di sisi lain pemanfaatan komputasi untuk mengolah data dengan mesin pembelajaran atau yang sering disebut sebagai Mechine Learning adalah hal yang sangat di perlukan. (Wissenschaftliche Dienste des deutschen Bundestags & Data, 2. Hal ini sangat dibutuhkan untuk mengklasifikasikan data untuk membantu tugas manusia. Salah satu metode untuk mengklasifikasikan data dengnan Single Layer Perceptron dalam hal ini dilakukan untuk mengidentifikasi kata benda dan bukan kata benda. Klasifikasi yang dihasilkan dengan menggunakan metode Single Layer Perceptron. Dalam penelitian peneliti membuat klasifikasi dari sekumpulan data yang di dalamnya terdapat kata Ae kata yang akan di lakukan proses pemilahan data. Pemilahan data atau klasifikasi data berdasarkan mana yang kata benda dan bukan kata benda. Dengan menggunakan metode algoritma Single Layer Perceptron. Peneliti akan menguji ketepatan dari akurasi untuk mengklasifikasikan kata benda dan bukan kata benda. Metode single layer perceptron adalah metode paling dasar untuk mechine learning dan paling sederhana. Single layer perceptron merupakan feedforward type merupakan type NN dimana neuron pada suatu layer hanya bisa berkoneksi dengan neuron yang berada pada layer yang berbeda. maka dalam hal ini metode Single Layer Perceptron Network termasuk Supervised Learning karena metode pembelajarannya dilakukan dengan mempelajari contoh-contoh yang diketahui input dan output-nya. Jaringan akan di-training dengan sekumpulan contoh-contoh yang diketahui input dan Selama proses belajar tersebut jaringan akan menyesuaikan nilai bobotnya agar menghasilkan output yang diinginkan. Jadi semakin banyak mesin belajar maka, maka akan semakin Yusuf Unggul Budiman | https://journal. id/index. php/bullet | Page 759 BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 01. No. 5 (Oktober Ae Novembe. 2022 ISSN 2829-2049 . edia onlin. Hal 759-768 besar pula kebenaran mesin dalan menentukan mana kata benda dan bukan kata benda Supervised learning, dimana ada target outputnya, sehingga error dihitung dari output hasil perhitungan dikurangi dengan target output. (Ng, 2. METODE 1 Pengumpulan Data Data yang di kumpulkan untuk melakukan penelitian ini adalah data yang terdapat pada jurnal-jurnal. Data ini merupakan ada awal yang di dapat dari kumpulan jurnal. Pada proses setiap jurnal di jadikan dalam satu folder untuk mempermudah sehingga nanti data tersebut dapat valid sesuai dengan data yang telah dikumpulkan. File ini merupakan file beformat pdf. Data yang telah dikumpulkan inilah yang akan menjadi acuan awal untuk penelitian untuk dijadikan dataset pengolahan data. File yang masih berformat . pdf yang telah di kumpulkan Selanjutnya setelah file di konversi menjadi file berformat . doc dengan aplikasi berbasis web yaitu http://convertonlinefree. Maka mengkonversi file yang berformat . doc di jadikan satu kata menjadi satu tabel dengan menggunakan fitur pada Microsoft word yaitu convert text to table. Untuk menggunakan fitur ini dalam Microsoft Word terdapat pada Menu Table kemudian blok paragraf yang akan di konversi ke dalam tabel menjadi satu kata satu table kemudian merubah pada separete text at menjadi other dengan di isi nilai spasi. Untuk melakukan koversi setiap kata menjadi 1 tabel. Gambar 1 Convert to table dengan menggunakan fitur yang terdapat di Microsoft Word 2 Pelabelan Data Untuk membuat identifikasi kata benda dan bukan kata benda dalam penelitian ini. bututuhkan pelabelan dengan menggunakan klasifikasi binner yaitu dengan memberikan nilat terhadap kata benda yaitu 1 dan bukan kata benda bernilai 0. Dengan memindahkan data setiap 1 kata menjadi satu tabel ke Microsoft Excel sehingga nantinya dataset tersebut menjadi variabel Kamus untuk menentukan klasifikasi kata benda dan bukan kata benda. Pelabelan ini menjadi entitas yang unik sehinga nanti pada saat melakukan penelitian menjadi mudah Yusuf Unggul Budiman | https://journal. id/index. php/bullet | Page 760 BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 01. No. 5 (Oktober Ae Novembe. 2022 ISSN 2829-2049 . edia onlin. Hal 759-768 Gambar 2 Labeling Dataset dengan menggunakan Microsoft Excel 2 Konversi Word ke Vector Pada proses word to vec akan menghasilkan deretan kata yang telah menjadi angka real. Setelah melakukan proses word2vec dapat memberikan gambaran dari suatu nilai dari kata dalam proses yang telah di jalankan dalam menjalakan word2vec ini dapat dijalan dengan program dengan bahasa c dan cli pada sistem operasi linux. File yang dihasilkan dalam proses ini berektensi dengan format . bin kemudian dari file tersebut di masukan ke dalam program matlab sehingga manjadi database di matlab. Hasil dari 2 file matlab index kata dan index nilai dari kata yang bernilai 3 Traning Pada penelitian ini proses traning di lakukan dengan program Matlab. traning memberikan gambaran data yang dilatih dengan mengacu pada label dari dataset yang telah dikerjakan proses ini memiliki 80 % data yang digunakan dalam proses traning. 4 Testing Dari dataset menjadi acuan pada proses traning di proses testing ini akan dilakukan perhitungan akurasi data yang menggambarkan seberapa besar ketetpatan pada proses testing. proses ini data yang digunakan adalah 20% dari dataset . 5 Evaluasi Penelitian ini akan melakukan akurasi rata Ae rata terhadap akurasi yang dari script yang telah di jalankan pada matlab sehingga hasil yang ada di rata Ae ratakan untuk mengatahui akurasi dalam identifikasi kata benda dan bukan kata benda pada penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dibagi 3 tahapan dimana secara umum dapat di klasifikasikan yaitu pre processing, processing dan pra processing 1 Tahap Pre Processing Sebelum melakukan training dan testing hal yang selanjutnya perlu dilakukan adalah pembuatan dataset yang nantinya akan digunakan pada saat training dan testing pada matlap. Berikut adalah tahapanya. File data matlab dan script, atau fungsi dimasukkan dalam satu folder. Yusuf Unggul Budiman | https://journal. id/index. php/bullet | Page 761 BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 01. No. 5 (Oktober Ae Novembe. 2022 ISSN 2829-2049 . edia onlin. Hal 759-768 Gambar 3 File yang di import di matlab untuk melakukan pelabelan Untuk memulai penelitian dangan menggunakan metode single layer perceptron membuat dataset awal yang terdiri dari data variabel X yaitu kata Ae kata yang di kumpulkan dari jurnal, variabel Kamus yaitu data hasil pelabelan kata benda dan variabel Xs yaitu data dari variabel X yang telah di lakukan proses word2vec. Gambar 4 Workspace pada matlab awal dengan variabel awal yang di gunakan Pada gambar di atas untuk variabel Kamus berisi 509 Kata benda yang terdiri dari satu baris, untuk variabel X terdiri dari 503422 baris dengan kata yang digunakan sebagai dataset awal yang telah di laukan word2vec menghasilkan nilai real dari setiap kata , untuk variabel Xs yaitu 503422 kata yang terdiri menjadi 3 kolom kata dari proses word2vec. Dalam variabel Kamus berisi kata Ae kata yang menjadi acuan untuk menidentifikasi kata benda untuk menajadi parameter di penelitian ini Yusuf Unggul Budiman | https://journal. id/index. php/bullet | Page 762 BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 01. No. 5 (Oktober Ae Novembe. 2022 ISSN 2829-2049 . edia onlin. Hal 759-768 Gambar 5 Variabel Isi Kamus yang di gunakan sebagai acuan labeling Setelah menyiapkan dataset menjalankan syntax dengan aplikasi matlab untuk membuat label identifikasi biner 0 atrau 1 dengan menngunakan Script dan fungsi yang digunakan untuk melakukan pelebelan ini bersumber dari GitHub, yang berjudul stanford_dl_ex yang dibagikan oleh Andrew Maas dan Sameep Tandon. Script yang dijalankan pada tahap ini adalah s_createLabelText. (A. Maas and S. Tandon, 2. Berikut adalah script yang digunakan. datasize=size(X,. Y=zeros. for ik=1:datasize . ind_]=f_IsMemberDrug(Kamus,xS. k, . ind_)Y. =1. =0. Setelah menjalankan script akan didapat dataset Y yang memiliki satu kolom dan 503422 baris seperti pada gambar berikut. Gambar 6 Dataset Y yang berisi nilai dari kata yang di labelkan. Yusuf Unggul Budiman | https://journal. id/index. php/bullet | Page 763 BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 01. No. 5 (Oktober Ae Novembe. 2022 ISSN 2829-2049 . edia onlin. Hal 759-768 Dataset Y memiliki jumlah baris yang sama dengan dataset xS karena dataset Y merupakan dataset xS dengan Kamus yang menjadi parameter dalam penelitian. Pada baris variabel Y akan di isi nilai 0 jika tidak terdapat kata pada variabel Kamus dan sebaliknya jika terdapat kata dalam kamus maka hasilnya bernilai 1. Menjalankan script_random. m yang telah di import pada proses ini dengan script : n = size(Y,. ix=zeros. indx=zeros. a = randperm. b = bsxfun(@plus, a, transpose. R = mod. , . Akan didapatkan matrik R sebanyak 20 baris, dan 503422. esuai total dat. Tabel R yang didapatkan memiliki 20 baris, setiap baris merupakan hasil random index X, maka pada setiap baris R memiliki urutan yang berbeda-beda berdasarkan hasil random index X. 2 Tahap Processing Sebelum proses traning dan testing dilakukan masukan train. X, train. Y, test. X, dan test. Y dari X dan Y dengan perbandingan 80% untuk training, dan 20% untuk testing. Pengujian akan dilakukan sebanyak 10 kali dengan train. X, train. Y, test. X, dan test. Y yang berbeda dari dataset X dan Y berdasarkan setiap baris pada tabel R . asil rando. Dari setiap pengujian yang dilakukan akan diperoleh tingkat akurasi testing dan training yang kemudian akan dirata-ratakan. Untuk mendapatkan train. X, train. Y, test. X, dan test. Y yang berbeda dari dataset X dan Y berdasarkan setiap baris pada tabel R, maka dilakukan looping terhadap source code yang dipakai untuk membuat train. X, train. Y, test. X, dan test. Berikut adalah source code untuk membuat X, train. Y, test. X, dan test. Y dari dataset X dan Y berdasarkan baris tabel R: iTrain=int32. *0. X=X(R. ,1:iTrai. ,:). Y=Y(R. ,1:iTrai. ,:). X=X(R. ,iTrain 1:. ,:). Y=Y(R. ,iTrain 1:. ,:). merupakan baris pertama pada tabel R, maka untuk membuat train. X, train. Y, test. dan test. Y dari dataset X dan Y berdasarkan setiap baris tabel R, dilakukan looping untuk baris selanjutnya pada tabel R. Berikut adalah soure code-nya: acc={}. for i=1:10. iTrain=int32. *0. X=X(R. ,1:iTrai. ,:)'. Y=Y(R. ,1:iTrai. ,:)'. X=X(R. ,iTrain 1:. ,:)'. Y=Y(R. ,iTrain 1:. ,:)'. ,size. X,. X]. X = . ,size. X,. X]. acc adalah variable baru yang akan dibuat, yang merupakan tempat akurasi training dan testing dari setiap pengujian yang dilakukan. Yusuf Unggul Budiman | https://journal. id/index. php/bullet | Page 764 BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 01. No. 5 (Oktober Ae Novembe. 2022 ISSN 2829-2049 . edia onlin. Hal 759-768 Sedangkan R. merupakan baris pada tabel R, jadi setiap kali looping i akan ditambah 1 . Script dan fungsi yang digunakan untuk proses training dan testing bersumber dari GitHub, yang berjudul stanford_dl_ex yang dibagikan oleh Andrew Maas dan Sameep Tandon(A. Maas and S. Tandon, 2. , dengan nama script ex1b_logreg. Training Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, single layer perceptron network termasuk supervised learning, artinya metode pembelajarannya dilakukan dengan mempelajari contoh-contoh yang diketahui input dan output-nya. Jaringan akan di-training dengan sekumpulan contoh-contoh yang diketahui input dan outputnya. Selama proses belajar tersebut jaringan akan menyesuaikan nilai bobotnya agar menghasilkan output yang diinginkan. Jadi semakin banyak mesin belajar maka, maka akan semakin besar pula kebenaran mesin dalan menentukan mana kata benda dan bukan kata Berikut source code yang digunakan pada saat training: theta = rand. *0. theta=minFunc(@logistic_regression_vec, theta, options, train. X, train. theta = rand. *0. adalah Inisialisasi Theta dengan random. Sedangkan baris selanjutnya proses learning yang menghasilkan nilai A. Masukan dari data training berupa variable X dan Y dan train. X, train. Y yang sebelumnya Setelah dilakukan proses training didapatkan nilai dari A yang akan digunakan untuk memprediksi variable Y yang merupakan target pada proses testing. ArrAkurasi. ArraAkurasi. Kamus. Y, a, acc, accuracy, b, binary_digits, datasize, find_, i, iTrain, ik, indx, ix, m, n, options, test, theta, traccuracy, train, tstaccuracy, xS Testing Pada tahap testing source code yang digunakan adalah sebagai berikut: heta(:)'*X(:,. ) theta(:)'*X(:,. ytest=sigmoid. heta'*X) > 0. Proses testing ini membuat nilai A menjadi kisaran . 3 Tahap Pra Processing Pada tahapan ini mendapatkan akurasi dari masing masing proses dengan script berikut : test==Y) Potongan script diatas digunakan untuk membandingkan hasil y dengan testy dengan acuan dari keluaran variabel Y yang masing Ae masing bernilai benar. SUM pada script ini merupakan proses menghitung akurasi yang didapat pada saat proses testing. /size. Yusuf Unggul Budiman | https://journal. id/index. php/bullet | Page 765 BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 01. No. 5 (Oktober Ae Novembe. 2022 ISSN 2829-2049 . edia onlin. Hal 759-768 Pada script diatas melakukan pengungurangan akurasi menjadi persen (%). Pengujian dilakukan sebanyak 10 kali dari train. X, train. Y, test. X, test. Y yang berbeda dari dataset X dan Y berdasarkan setiap baris R hasil random sebelumnya. Berikut adalah hasilnya: Gambar 7. Hasil Traning Gambar 8. Hasil Akurasi Train dengan 10 kali percobaan Table 1 Hasil Traning dan Akurasi Traning Akurasi (%) Hasil Testing Gambar 8. Hasil Akurasi Test dengan percobaan 10 kali. Table 2 Hasil Testing Dan Akurasi Testing Akurasi (%) Yusuf Unggul Budiman | https://journal. id/index. php/bullet | Page 766 BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 01. No. 5 (Oktober Ae Novembe. 2022 ISSN 2829-2049 . edia onlin. Hal 759-768 Untuk mengetahui rata-rata seberapa akurat algoritma single layer peceptron pada saat training dan testing adalah dengan menjumlahkan semua hasil training dan testing lalu dibagi 10. Setelah mengetahui hasil masing Ae masing akurasi dari training dan testing. Selanjutnya adalah mencari nilai rata rata dari masing masing dengan menggunakan fungsi Average pada tabel berikut Table 3 Rata Rata Traning dan Testing Exp Training Testing Rata - Rata KESIMPULAN Maka dapat di simpulkan pada penelitian dengan menggunakan menggunakan Single Layer Perceptron untuk identifikasi kata benda dan bukan kata benda Dengan menggunakan metode ini untuk mengidentifikasi berjalan dengan baik sesuai dengan yang diharapkan. Dalam penelitian ini yang manjadi acuan akhir dari penelitian ini adalah hasil traning sebanyak 80 % dan testing 20 % sehingga mendapatkan hasil rata Ae rata traning 49 % dan testing 44 %. Sehingga dalam penelitian ini memberikan hasil yang cukup baik. Untuk memberikan akurasi yang lebih baik harus di butuhkan dataset yang lebih banyak agar proses traning dan testing mendapatkan hasil yang lebih baik. Dalam penelitian selanjutnya agar bisa lebih baik lagi dengan tidak hanya memberikan akurasinyanya saja namun juga dapat meng identifikasi kata benda dan bukan kata benda yang mudah dengan menggbungkan beberapa fitur yang ada dalam dunia IT. REFERENCES