Jurnal Ilmu Sosial. Politik Dan Humaniora E-ISSN : 2598-6236 Analisis Isi Komentar Terhadap Stigma AuKampung PenadahAy Dalam Video AuPenelusuran Desa Sukolilo Pati Yang Dicap Kampung PenadahAy Pada Kanal Youtube CNN Indonesia http://jurnal. um-tapsel. id/index. php/muqoddimah Amalia Dwi Kusuma Wardani. Farikha Rachmawati JURNAL ILMIAH MUQODDIMAH: Analisis Isi Komentar Terhadap Stigma AuKampung PenadahAy Dalam Video AuPenelusuran Desa Sukolilo Pati Yang Dicap Kampung PenadahAy Pada Kanal Youtube CNN Indonesia Amalia Dwi Kusuma Wardani. Farikha Rachmawati. Universita Pembangunan Nasional AuVeteranAy Jawa Timur. Surabaya. Indonesia amaliawardani0619@gmail. ilkom@upnjatim. Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis pembentukan stigma negatif Aukampung penadahAy terhadap Desa Sukolilo. Pati. Jawa Tengah, melalui komentar pada video YouTube CNN Indonesia. Pendekatan analisis isi dilakukan untuk mengelompokkan komentar menjadi negatif, netral, dan pembelaan. Sebagian besar komentar mendukung stigma negatif, memperkuat stereotip kriminalitas terhadap desa tersebut. Penelitian ini mengacu pada teori kultivasi yang menjelaskan bagaimana media memengaruhi persepsi publik melalui narasi yang konsisten. Algoritma media sosial memperbesar visibiltas komentar emosional, yang selanjutnya memperkuat stigma. Dampaknya, warga Sukolilo mengalami diskriminasi dan pengucilan sosial, yang merugikan secara ekonomi dan sosial. Hasil penelitian ini menyoroti peran media digital dalam membentuk opini publik dan dampaknya terhadap wilayah atau komunitas lokal tertentu. Kata kunci: Stigma. Kultivasi. Media Sosial. Kampung Penadah Abstract This research investigaties how the negative stigma labeling Sukolilo Village in Pati. Central Java, as a Aukampung penadahAy, is formed through user comments on a CNN Indonesia YouTube video. Employing a content analysis method, the study classifies the comment into three categories: negative, neutral, and The findings reveal that the majority of users express agreement with the negative label, reinforcing a generalized view of criminal behavior associated with the village. The study utilizes cultivation theory to understand how repeated media portrayals can shape collective public perception. In this context, social media platforms particulary YouTube, amplify emotionally charged and sensational comments through algorithmic promotion, thereby deepening the stigma. This process not only distorts public understanding but also leads to tangible consequences for Sukolilo residents, such as marginalization and loss of economic opportunities. The study underscores the powerful influence of digital media in constructing social narratives and the real world impact it can have on marginalized communities. Keyword: Stigmatisation. Cultivation. Social Media. Collecting Village PENDAHULUAN Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika pembentukan stigma Aukampung penadahAy melalui komentar di video YoTube CNN Indonesia yang berjudul AuPenelusuran Desa Sukolilo Pati Yang Dicap Kampung PenadahAy. Dengan menggunakan pendekatan analisis isi oleh (Krippendorff, 2. , dan teori kultivasi yang dikemukakan oleh Gerbner (Annisa & Sari, 2. Pemberian label Aukampung penadahAy terhadap Desa Sukolilo. Pati. Jawa Tengah, mencuat setelah viralnya kasus pengeroyokan yang menewaskan seorang bos rental mobil. Volume 9. Nomor 3. Agustus 2025 Jurnal Ilmu Sosial. Politik Dan Humaniora E-ISSN : 2598-6236 Analisis Isi Komentar Terhadap Stigma AuKampung PenadahAy Dalam Video AuPenelusuran Desa Sukolilo Pati Yang Dicap Kampung PenadahAy Pada Kanal Youtube CNN Indonesia http://jurnal. um-tapsel. id/index. php/muqoddimah Amalia Dwi Kusuma Wardani. Farikha Rachmawati JURNAL ILMIAH MUQODDIMAH: Insiden ini terjadi ketika korban bersama rekannya berusaha mengambil kendaraan rental yang berada di Desa Sukolilo. Warga setempat yang salah memahami situasi, meneriaki korban sebagai maling, yang kemudian memicu aksi main hakim sendiri. Kasus ini kemudian dijadikan sebagai konten pemberitaan oleh CNN Indonesia, melalui video yang diunggah ke kanal YouTube-nya, dengan judul AuPenelusuran Desa Sukolilo Pati Yang Dicap Kampung PenadahAy. Dalam video yang berdurasi kurang lebih tiga menit tersebut, memiliki narasi negatif yang terletak pada video dan judulnya, dengan menegaskan sebuah stigma negatif yaitu Aukampung penadahAy. YouTube sebagai salah satu media sosial yang paling banyak digunakan di Indonesia, menjadi ruang publik digital yang memungkinkan terjadinya diskusi terbuka. Namun, hal ini juga menjadikan media sosial rentan akan sebuah narasi negatif. Dalam kasus Desa Sukolilo, kolom komentar di video tersebut dipenuhi dengan komentar netizen, yang sebagian besar mendukung stigma negatif. Narasi yang berkembang tidak hanya membahas insiden pengeroyokan, tetapi juga memperkuat stereotip tentang wilayah Sukolilo sebagai wilayah kriminal yang terkait dengan aktivitas perdagangan kendaraan ilegal. Komentar-komentar tersebut menunjukkan dinamikan digital di mana opini publik dapat terbentuk, diperkuat, dan disebarkan dengan cepat melalui media sosial. Stigma negatif yang berkembang ini tidak hanya memengaruhi citra Desa Sukolilo, tetapi juga berpotensi merugikan warga desa secara sosial dan ekonomi. Pelabelan sebagai Aukampung penadahAy dapat menghambat pembangunan daerah, menciptakan pengucilan dalam lingkungkan sosial, dan memperkuat kesenjangan dengan komunitas lainnya. Di era digital saat ini, kecepatan informasi yang didukung oleh algoritma media sosial seperti YouTube, sering kali memprioritaskan konten yang kontroversial atau memicu interaksi tinggi. Hal ini, beresiko memperbesar dampak stigma yang muncul, terutama ketika komentar negatif mendaptkan visibilitas yang lebih besar dibandingkan komentar netral atau pelabelan. Stigma negatif yang terbentuk dari sosial media ini bukanlah kali pertama. Sebelumnya, penelitian yang dilakukan oleh (Sunarsih, 2. yakni stigma negatif mengenai seorang janda yang muncul ketika wabah pandemi covid-19 muncul di Indonesia. Dalam penelitian tersebut, kosakata janda dijadikan daya tarik media berita online maupun media sosial atau clickbait. Stigma janda yang diidentikkan dengan wanita penggoda laki-laki karena tidak mempunyai pasangan seksual secara sah, sudah terlanjur melekat di tengah masyarakat. Penelitian ini memiliki kontribusi baru dibandingkan dengan penelitian terdahulu yang menggunkan metode serupa, yaitu analisis isi terhadap komentar di media sosial YouTube. Sebagai contoh, penelitian yang dilakukan oleh (Prayoga, 2. , yang menganalisis perilaku menyimpang berupa cyberbullying pada kolom komentar video AuKeke Bukan BonekaAy di kanal YouTube Rahmawati Kekeyi Putri Cantika. Fokus yang dilakukan pada penelitian tersebut meneliti tentang fenomena cyberbullying, tanpa menyinggung stigma baru. Sebaliknya, penelitian yang akan dilakukan ini akan membahas isu pembentukan stigma negatif yang muncul melalui komentar pada video YouTube CNN Indonesia yang berjudul AuPenelusuran Desa Sukolilo Pati Yang Dicap Kampung PenadahAy, yang relevan dengan konteks sosial setelah insiden pengeroyokan yang menewaskan seorang bos rental mobil di Desa Sukolilo. Kabupaten Pati. Jawa Tengah. Selain itu, penelitian ini juga memperbarui studi sebelumnya, mengenai pengaruh media dalam membentuk stigma di masyarkat. Sebagai ilustrasi, penelitian yang dilakukan oleh (Kivijyrvi & Sintonen, 2. , dalam artikelnya yang berjudul AuThe Stigma of Feminism: Disclosures and Silence Regarding Female Disadvantage in the Video Game Industry in US and Finnish Media StoriesAy, menjelaskan bagaimana media memengaruhi representasi perempuan dalam konteks budaya tertentu. Penelitian tersebut menggambarkan stigma yang dialami perempuan, terutama terkai kompetensi, ambisi, dan peran sosial mereka. Kebaharuan dalam penelitian yang akan dilakukan terletak pada metode dan objek penelitiannya. Penelitian yang akan dilakukan akan menggunakan analisis isi pada komentar media sosial digital. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami pembentuka stigma berbasis platform digital, yang menjadi konteks baru dalam kajian media dan komunikasi. Volume 9. Nomor 3. Agustus 2025 Jurnal Ilmu Sosial. Politik Dan Humaniora E-ISSN : 2598-6236 Analisis Isi Komentar Terhadap Stigma AuKampung PenadahAy Dalam Video AuPenelusuran Desa Sukolilo Pati Yang Dicap Kampung PenadahAy Pada Kanal Youtube CNN Indonesia http://jurnal. um-tapsel. id/index. php/muqoddimah Amalia Dwi Kusuma Wardani. Farikha Rachmawati JURNAL ILMIAH MUQODDIMAH: Fenomena ini menarik untuk dikaji lebih dalam, karena mencerminkan bagaimana media sosial berperan dalam membentuk persepsi dalam masyarakat. Berdasarkan teori stigma oleh Goffman (Ake-Kob, 2. , stigma negatif terhadap Sukolilo menunjukkan bagaimana proses labelling, stereotyping, dan diskriminasi dapat terjadi pada media digital. METODE Penelitian ini menggunakan analisis isi kualitatif, untuk memahami persepsi publik terhadap label Aukampung penadahAy yang disematkan kepada Desa Sukolilo dalam video YouTube AuPenelusuran Desa Sukolilo Pati Yang Dicap Kampung PenadahAy oleh CNN Indonesia. Data yang dikumpulkan adalah melalui dokumentasi dan observasi yang terdapat dalam kolom komentar di video tersebut. Analisis data berdasarkan dengan kata kunci AupenadahAy. AumalingAy. AuboikotAy. AukasusAy. AusetujuAy, dan mengkategorikannya menjadi komentar negatif, komentar netral, dan komentar pembelan. Fokus penelitian ini adalah untuk menidentifikasikan apakah pemberian label tersebut menciptakan stigma sosial terhadap warga Desa Sukolilo. Penelitian ini akan menganalisis komentar yang mendukung, menentang, atau netral terhadap stigma Aukampung penadahAy. Hasilnya diharapkan dapat mengungkapkan dinamika stigma yang berkembang di media sosial dan dampaknya terhadap citra Desa Sukolilo. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil analisis dari penelitian ini terhadap 1. 500 komentar pada YouTube CNN Indonesia yang berjudul AuPenulusuran Desa Sukolilo Pati yang Dicap Kampung PenadahAy, mengkalsifikasikan ke dalam tiga kategori utama: komentar dengan sentimen negatif yang mendukung stigma Aukampung penadahAy, komentar pembelaan yang menolak stigma tersebut, dan komentar netral yang tidak secara langsung memihak. Mayoritas komentar menunjukkan dukungan terhadap stigma yang melekat pada Desa Sukolilo, mencerminkan opini publik yang telah terbentuk akibat penyebaran informasi melalui media sosial. Namun, terdapat pula sejumlah komentar yang membela warga dan mengajak untuk tidak menggeneralisasi tindakan individu kepada seluruh komunitas. Hasil ini memperlihatkan bahwa media digital, terutama YouTube, memiliki peran besar dalam membentuk stigma dan opini publik. Pembahasan pada penelitian ini akan membahas komentar terhadap stigmaAukampung penadahAy dalam video AuPenelusuran Desa Sukolilo PatiAy pada channel YouTube CNN Indonesia. Penelitian ini mengkategorisasikan komentar yang terdapat pada unggahan AuPenelusuran Desa Sukolilo Pati Yang Dicap Kampung PenadahAy pada YouTube CNN Indonesia, yang diunggah pada 11 Juni 2024. Peneliti akan mengkategorikan komentar warga internet dalam beberapa kategori berdasarkan metode analisis isi kualitatif oleh Krippendorff. Kategori yang dibuat peneliti berdasarkan komentar unggahan tersebut dibagi menjadi tiga kategori, yakni: komentar negatif, komentar netral, dan komentar pembelaan. Penulis meneliti berdasarkan sampel 1500 Top Comment yang terdapat dalam unggahan Komentar-komentar berdasarkan beberapa kata kunci yang relevan dengan adanya stigma Aukampung penadahAy yang disematkan kepada warga Desa Sukolilo, diantaranya adalah: AupenadahAy. AumalingAy. AuboikotAy. AukasusAy. AusetujuAy. Untuk mendapatkan 1500 sampel komentar, penulis memanfaatkan website Apify. com yang merupakan sebuah platform berbasis cloud untuk membantu mengambil data web, mengekstrasi data, dan otomatisasi. Dengan menggunakan YouTube Comment Scraper pada platform tersebut, penulis berhasil mendapatkan data berdasarkan kata kunci, dan mengkategorikannya berdasarkan sepeuluh komentar yang mendapatkan engagement tertinggi. Dan hasilnya adalah sebagai berikut: Tabel 1. Data sepuluh Top Comments berdasarkan kata kunci Volume 9. Nomor 3. Agustus 2025 Jurnal Ilmu Sosial. Politik Dan Humaniora E-ISSN : 2598-6236 Analisis Isi Komentar Terhadap Stigma AuKampung PenadahAy Dalam Video AuPenelusuran Desa Sukolilo Pati Yang Dicap Kampung PenadahAy Pada Kanal Youtube CNN Indonesia http://jurnal. um-tapsel. id/index. php/muqoddimah Amalia Dwi Kusuma Wardani. Farikha Rachmawati JURNAL ILMIAH MUQODDIMAH: Akun @L_familyLove @PitaZahra-tv6vk @BerkatKawan-k1p @taufiqgunawan3105 @redpeople1389 @sefriaji4127 @SEKEDARJALAN @georgebruce9313 Volume 9. Nomor 3. Agustus 2025 Komentar Boikot warga sukolilo. Yg setuju like KAMPUNG PENADAH BENAR BANGEt ayo semua warga NKRI ber'SDM TINGGI rame-rame blacklist & boikot segenap sumbersokosukolilo, kec. pati-jateng !!! Orang jawa tengah sendiri saja mengenali desa sumbersoko kecamatan sukolilo kabupaten pati jawa tengah sebagai kawasan kriminal. Apa kita percaya saja dengan perkataan warga yang paling tidak ikut Penipu berteriak penipu dan maling akan selalu berteriak maling. Dan mata adalah jendela hati dan sanubari yang bisa seseorang itu manusia keji yang pintar bermain watak atau Dan orang-orang jawa tengah pasti tetap waspada terhadap mereka. Sukolilo Ramah? Ramah Pada Bekingan JENDRAL dan Para MALING Diteriaki maling karena warga mengira mobil tetangganya di curi, tapi kenapa warga justru membakar mobilnya kalau itu milik tetangga mereka Betul sekali. Pernah tinggal disana 1 semester dan warga sekitar menyebutnya Desa Penadah. Saking ga fungsinya kepolisian begal,kampung maling,kampung penadah,kampung narkoboy,kampung pengemis Balasan Suka Kategori Jurnal Ilmu Sosial. Politik Dan Humaniora E-ISSN : 2598-6236 Analisis Isi Komentar Terhadap Stigma AuKampung PenadahAy Dalam Video AuPenelusuran Desa Sukolilo Pati Yang Dicap Kampung PenadahAy Pada Kanal Youtube CNN Indonesia http://jurnal. um-tapsel. id/index. php/muqoddimah Amalia Dwi Kusuma Wardani. Farikha Rachmawati JURNAL ILMIAH MUQODDIMAH: Akun @genshin1114 @bonbonn4971 Komentar Dulu rame ada kampung yg sekarang ada lagi kampung yg Menuju indonesia cemas. Pernah punya teman SMP disitu, dari dulu itu kampung Sudah terkenal dari dulu Balasan Suka Kategori Sumber: Data Olahan Oleh Peneliti Pesan yang Mendominasi Kolom Komentar Berdasarkan dari hasil data-data yang didapatkan, penelitian ini menganalisis komentarkomentar pada video AuPenelusuran Desa Sukolilo Pati Yang Dicap Kampung PenadahAy pada YouTube CNN Indonesia. Dengan menggunakan metode analisis oleh (Krippendorff, 2. , hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa komentar dengan kata kunci yang telah ditentukan, lebih banyak ditemukan dalam kategori negatif, dan mendukung stigma Aukampung penadahAy yang ditujukan kepada warga Desa Sukolilo, tanpa mempertimbangkan konteks dan fakta. Sebagian besar komentar cenderung emosional, berdasarkan pengalaman pribadi, dan tidak didukung data yang valid. Adapun akun YouTube @kusenaluminiumsidoarjo7162 yang menanggapi komentar @L_familyLove dengan pernyataanya sebagai berikut: AuSukolilo itu kecamatannya, desa nya sumber soko. Jadi jangan pukul rata. Berbijaklah saudaraAy Interkasi yang dilakukan oleh akun @kusenaluminiumsidoarjo7162 pada komentar @L_familyLove ini, memberikan pernyataan pembelaannya agar tidak menyamakan Sukolilo sebagai nama kecamatan dan Sumbersoko sebagai nama desa, dimana kasus tersebut terjadi. Pernyataan tersebut mendapatkan dukungan sebanyak 61 suka. Namun, beberapa akun lain menanggapi komentar @kusenaluminiumsidoarjo7162: Gambar 1. 1 Tanggapan dari Komentar @kusenaluminiumsidoarjo7162 Sumber: YouTube CNN Indonesia Komentar yang dianggap memberikan tanggapan netral atau pembelaan tersebut, terlihat tidak memiliki banyak ruang untuk berpendapat, disebabkan oleh balasan-balasan selanjutnya Volume 9. Nomor 3. Agustus 2025 Jurnal Ilmu Sosial. Politik Dan Humaniora E-ISSN : 2598-6236 Analisis Isi Komentar Terhadap Stigma AuKampung PenadahAy Dalam Video AuPenelusuran Desa Sukolilo Pati Yang Dicap Kampung PenadahAy Pada Kanal Youtube CNN Indonesia http://jurnal. um-tapsel. id/index. php/muqoddimah Amalia Dwi Kusuma Wardani. Farikha Rachmawati JURNAL ILMIAH MUQODDIMAH: yang menganggap pernyataan dari @kusenaluminiumsidoarjo7162, tidak mempengaruhi stigma Aukampung penadahAy terhadap warga Sukolilo. Dari hasil analisis komentar terkait label Aukampung penadahAy menunjukkan kesesuaian dengan teori stigma oleh (Goffman, 1. , yang menyatakan bahwa stigma merupakan atribut yang merugikan bagi setiap individu atau kelompok yang terstigmatisasi. Sehingga, mereka dianggap berbeda dan ditolak oleh masyarakat. Stigma Aukampung penadahAy yang ditempelkan pada Desa Sukolilo membuat warganya dianggap berbahaya karena tindakan kriminalitas atas kasus pengeroyokan tersebut, dan mengalami banyak penolakan di masyarakat luas. Efek Media terhadap Opini Publik Berdasarkan Teori Kultivasi Berdasarkan dari hasil analisis isi komentar pada kolom komentar unggahan video AuPenelusuran Desa Sukolilo Pati Yang Dicap Kampung PenadahAy pada kanal YouTube CNN Indonesia, dapat menjelaskan bagaimana pengaruh dari konten media dalam membentuk persepsi dan opini publik. Dari teori kultivasi yang dikemukakan oleh (Gerbner & Gross, 1. yang menjelaskan dan memperkirakan pembentukan persepsi, pengertian, dan kepercayaan mengenai dunia sebagai hasil dari mengonsumsi pesan media dalam jangka panjang. Dalam hal ini, media yang digunakan adalah YouTube. Dengan menggunakan narasi negatif yang dibangun oleh CNN Indonesia dalam video, pasca terjadinya kasus pengeroyokan dan tewasnya Burhanis pemilik mobil rental, menimbulkan pola yang serasi terhadap opini-opini yang timbul dari komentar warga internet. Dimana dari narasi yang menyebutkan Desa Sukolilo sebagai kampung penadah, menggambarkan wilayah tersebut sebagai kawasan kriminal. Proses media YouTube CNN Indonesia untuk mendapatkan reaksi publik, terlihat dari komentar negatif yang mendominasi kolom komentar. Hal ini menunjukkan bahwa, warga internet telah terpengaruh oleh narasi utama dari media. Dampak yang terjadi dari konten media tersebut, menjadikan peristiwa yang terjadi di wilayah Desa Sumbersoko. Sukolilo. Pati. Jawa Tengah, berawal dari kasus individual menjadi perhatian yang lebih besar. Karena dari kasus ini, timbul berbagai rasa ketakutan maupun kekhawatiran publik yang luas tentang keamanan dan kriminalitas. Reaksi emosional yang terdapat pada kolom komentar juga dipenuhi oleh kecaman keras seperti, seruan aksi boikot terhadap warga Sukolilo, dan menyebut wilayah tersebut sebagai kawasan kriminal. Dari pernyataan komentar teratas dengan narasi negatif dan memiliki interaksi yang tinggi, menunjukkan bagaimana algoritma media sosial mempromosikan interkasi yang mendalam, dan memperluas dampak dari narasi negatif tersebut. Maka dari itu, penelitian ini telah sesuai dengan teori kultivasi, dimana pengaruh media yang dilakukan secara terus-menerus terhadap suatu narasi, akan memperkuat persepsi tertentu dalam masyarkat. Oleh sebab itu, penelitian ini menunjukkan bagaimana dampak dari paparan media digital dapat memengaruhi interaksi sosial dalam membentuk stigma, yang sejalan dengan teori kultivasi. Penelitian ini juga memeberikan wawasan tentang bagaimana algoritma media sosial dan komentar, dapat memperkuat persepsi negatif, yang memperbarui penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh (Tsoy et al. , 2. , mengenai persepsi resiko selama pandemi covid-19. Penelitian ini juga memperluas penelitian sebelumnya, yang dilakukan oleh (Prayoga, 2. , mengenai bagaimana pemahaman tentang bagaimana komentar pada media YouTube dapat memengaruhi persepsi masyarakat pada sebuah fenomena sosial. Dampak Pemberitaan CNN Indonesia terhadap Stigma dan Masyarakat Sukolilo Pemberitaan CNN Indonesia melalui video AuPenelusuran Desa Sukolilo Pati yang Dicap Kampung PenadahAy berdampak signifikan terhadap pembentukan stigma negatif terhadap Desa Sukolilo. Penggunaan judul dan narasi yang sensasional memperkuat stereotip kriminalitas terhadap warga Desa Sukolilo. Fenomena virality yang didukung dengan algoritma YouTube, dapat memperburuk stigma negatif tersebut. Sehingga, konten yang mengandung kontroversial dan interaksi yang emosional dapat menjadi prioritas. Volume 9. Nomor 3. Agustus 2025 Jurnal Ilmu Sosial. Politik Dan Humaniora E-ISSN : 2598-6236 Analisis Isi Komentar Terhadap Stigma AuKampung PenadahAy Dalam Video AuPenelusuran Desa Sukolilo Pati Yang Dicap Kampung PenadahAy Pada Kanal Youtube CNN Indonesia http://jurnal. um-tapsel. id/index. php/muqoddimah Amalia Dwi Kusuma Wardani. Farikha Rachmawati JURNAL ILMIAH MUQODDIMAH: Dari pemberitaan tersebut, dampak sosial yang muncul seperti diskriminasi dari masyarakat luar wilayah tersebut terhadap warga desa Sukolilo. Selain itu, ketegangan antar warga desa juga akan mempengaruhi hubungan sosial didalamnya. Stigma ini juga mempengaruhi identitas seluruh warga desa, khususnya bagi warga desa yang tidak terlibat dalam kasus tersebut. Secara ekonomi, pelabelan negatif ini menyebabkan penurunan transaksi bisnis, melemahnya daya tarik investor, dan stagnasi pembangunan infrasturktur pada wilayah tersebut. Media digital, dalam hal ini CNN Indonesia, juga akan mengalami kritikan. Dikarenakan, mengutamakan sensasi dalam pemberitaan tanpa mempertimbangkan dampak sosialnya. Kurangnya narasi yang berimbang, dapat memperkuat persepsi negatif publik, dan menciptakan tantangan bagi warga desa untuk memulihkan citra mereka. Oleh karena itu, untuk mengatasi dampak ini, diperlukan langkah-langkah strategis, termasuk klarifikasi menggunakan media, melakukan kegitan positif oleh warga desa Sukolilo, meningkatkan literasi digital masyarakat dalam menggunakan dan menerima informasi dari media, dan dukungan dari pemerintah serta aparat setempat. Hendaknya, masyarakat disarankan untuk melakukan verifikasi terlebih dahulu untuk menjamin keaukratan informasinya (Taufiq et al. , n. Sehingga dapat memulihkan hubungan sosial dan ekonomi dalam wilayah Dengan demikian, stigma negatif tersebut perlahan-lahan akan hilang dari wilayah Sukolilo. SIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan dari penelitian ini adalah tentang bagaimana menganalisis stigma negatif Aukampung penadahAy terhadap Desa Sukolilo. Pati. Jawa Tengah, yang terbentuk dari interaksi pada kolom komentar pada unggahan video AuPenelusuran Desa Sukolilo Pati Yang Dicap Kampung PenadahAy di kanal YouTube CNN Indonesia. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa mayoritas komentar di kolom tersebut mendukung stigma Aukampung penadahAy yang ditujukan kepada warga Desa Sukolilo. Stigma tersebut didorong oleh narasi media dan algoritma media sosial dengan menaikkan konten yang memiliki engagement tertinggi. Proses pelabelan ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh (Goffman, 1. , yang memperkuat persepsi negatif dan menciptakan dampak sosial, seperti diskriminasi dan pengucilan terhadap warga Sukolilo. Hal ini juga, sesuai dengan teori kultivasi dari (Gerbner & Gross, 1. , yang menyatakan bahwa konsumsi media secara terus-menerus dapat memengaruhi persepsi masyarakat. Penelitian ini memperhatikan bagaimana peran media sosial dalam membentuk opini publik dalam memperkuat stigma, yang berdampak pada dinamika sosial dan citra wilayah atau komunitas yang terpengaruh. DAFTAR PUSTAKA