1stJournal Complementary of Health 2021 Pengaruh Sugesti Positif Terhadap Kecemasan Ibu Bersalin 1st Murdingsih Kebidanan Poltekkes Kemenkes Palembang Palembang. Indonesia murdingsih@poltekkespalembang. 2nd Rochmah Kebidanan Poltekkes Kemenkes Palembang Palembang. Indonesia rochmah@poltekkespalembang. 3rd Shinta Prilisia Anggraini Kebidanan Poltekkes Kemenkes Palembang Palembang. Indonesia shintaprilisia@gmail. ABSTRACK 95% of pregnant women around the world experience anxiety, 8-10% of anxiety is felt during pregnancy, and increases to 13% when it comes to delivery. Anxiety before delivery in pregnant women is a physiological thing, but in the process of labor will occur a series of physical and psychological changes. Anxiety arises from the fear of Hypnobirthing is a natural attempt to prepare for labor by way of reprogramming pain records that have been embedded in the subconscious with positive suggestions. The purpose of this study was to determine the effect of positive suggestion in reducing maternal anxiety level. The research type is pre experiment with one group pretest posttest design. The samples of the research were 30 respondents, the sampling technique used was non random sampling with Accidental sampling method. Research instruments to measure anxiety levels using HARS. The intervention has given in 10-20 minutes. From the research results there is a decrease in anxiety levels before and Levels of anxiety before intervention were easy anxiety as many as 4 respondents . 3%), medium anxiety as much as 20 respondents . 7%), hard anxiety as much as 6 respondents . %). Levels of anxiety after intervention were easy anxiety as much as 19 respondents . 3%), medium anxiety as much as 2 respondents . 7%), no anxiety as much as 9 respondents . %). Data analysis using statistical test of wilcoxon which is decreasing of anxiety level before and after intervention with result p value = 0,001 < 0,05 it means existence of positive suggestion effect in decreasing maternal anxiety level at BPM Soraya Palembang City 2018. Keyword: labor, anxiety level, positive suggestion. ABSTRAK 95% ibu hamil di seluruh dunia mengalami kecemasan, 8-10% kecemasan dirasakan selama kehamilan, dan meningkat menjadi 13% saat akan melahirkan. Kecemasan menjelang persalinan pada ibu hamil merupakan hal fisiologis, namun dalam proses persalinan akan terjadi serangkaian perubahan fisik dan psikis. Kecemasan muncul dari rasa takut akan persalinan. Hypnobirthing adalah upaya alami untuk mempersiapkan persalinan dengan cara memprogram ulang catatan nyeri yang telah tertanam di alam bawah sadar dengan sugesti positif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sugesti positif dalam menurunkan tingkat kecemasan ibu. Jenis penelitian ini adalah pre eksperimen dengan one group pretest posttest design. Sampel penelitian sebanyak 30 responden, teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non random sampling dengan metode Accidental Instrumen penelitian untuk mengukur tingkat kecemasan menggunakan HARS. Intervensi telah diberikan dalam 10-20 menit. Dari hasil penelitian terjadi penurunan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah. Tingkat kecemasan sebelum intervensi adalah kecemasan mudah sebanyak 4 responden . ,3%), kecemasan sedang sebanyak 20 responden . ,7%), kecemasan keras sebanyak 6 responden . %). Tingkat kecemasan setelah intervensi adalah kecemasan mudah sebanyak 19 responden . ,3%), kecemasan sedang sebanyak 2 responden . ,7%), tidak cemas sebanyak 9 responden . %). Analisis data menggunakan uji statistik wilcoxon yaitu terjadi penurunan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah intervensi dengan hasil p value = 0,001 < 0,05 artinya adanya pengaruh sugesti positif dalam menurunkan tingkat kecemasan ibu di BPM Soraya Kota Palembang 2018. Kata kunci: persalinan, tingkat kecemasan, sugesti positif. PENDAHULUAN Persalinan dimaknai sebagai proses pengeluaran hasil konsepsi, yaitu janin dan plasenta yang telah cukup bulan atau yang dirasa telah dapat untuk hidup diluar kandungan melalui jalan lahir atau melalui jalan lain, dengan bantuan ataupun tanpa bantuan . ekuatan sendir. Terdapat faktor-fakor mempengaruhi keberhasilan persalinan, antara lain : Passage . alan lahi. Passanger . anin dan plasent. Power . ekuatan/hi. Posisi, dan Psikologis, dimana tingkat kecemasan wanita selama bersalin akan meningkat jika ia tidak memahami apa yang terjadi pada dirinya atau yang disampaikan kepadanya . Psikologi ibu hamil yang merasakan cemas dapat mempengaruhi power, dalam hal ini kontraksi uterus. Kecemasan yang muncul pada ibu hamil jika tidak ditangani dengan tepat, maka akan memicu hormon stress pada hipotalamus yang nantinya dapat menyebabkan ketegangan otot tubuh termasuk ketegangan pada otot uterus sehingga kontraksi uterus menjadi inadekuat. Ibu hamil yang cemas dan takut akan proses persalinan, dapat mengeluarkan Adrenalin yang akan menghambat pelepasan oksitosin yang diperlukan untuk kemajuan persalinan. Pemberian sugesti positif dalam hypnobirthing dapat membantu ibu rileks dan siap menghadapi persalinan . Data dari World Health Organization (WHO) pada tahun 2010, menunjukkan bahwa sekitar 5% wanita tidak hamil mengalami kecemasan, 8-10% selama kehamilan, dan meningkat menjadi 13% ketika menjelang Dalam persalinan, biasanya akan terjadi serangkaian perubahan fisik dan psikologis. Salah satu metode yang dipakai untuk mengurangi tingkat kecemasan adalah hypnobirthing . Terapi membangkitkan sugesti positif pada pikiran bawah sadar ibu. Pikiran alam bawah sadar manusia memiliki peranan yang lebih besar daripada pikiran sadar, maka dari itu dengan memberikannya sugesti positif, ibu tidak akan merasa cemas dalam menghadapi persalinan. II. METODE PENELITIAN Penelitian eksperimen atau percobaan adalah suatu penelitian yang menggunakan kegiatan percobaan dengan tujuan untuk mengetahui gejala atau pengaruh yang timbul yang diakibatkan dari adanya perlakuan tertentu atau sebuah eksperimen. Tujuanya adalah, dengan melakukan eksperimen pada penelitian ini untuk menyelidiki kemungkinan adanya keterhubungan sebab akibat dengan cara mengadakan intervensi atau mengenakan perlakuan satu atau lebih kelompok eksperimen. Kemudian hasil . dari intervensi tersebut dibandingkan dengan kelompok yang tidak diberikan perlakuan . elompok kontro. Desain penelitian menggunakan Pra Eksperimen dengan Rancangan one group pretest posttest Tabel 2. Desain Penelitian One Group Pretest Posttest Pretest Treatment Posttest Keterangan: : tes awal . kelompok sebelum perlakuan diberikan : tes akhir . kelompok setelah perlakuan diberikan : perlakuan terhadap kelompok yaitu dengan menerapkan yoga 1 Variabel Variabel Bebas ( independent variabl. Variabel bebas atau yang biasa disebut dengan ] variabel prediktor, stimulus, input, atau variabel yang mempengaruhi. Variabel bebas merupakan variabel yang menjadi sebab timbulnya atau berubahnya variabel terikat . Varibel yang menjadi variabel bebas pada penelitian ini adalah sugesti positif. Variabel terikat . ependent variabl. Variabel dependen atau variabel terikat sering juga disebut variabel kriteria, respon, dan output . Variabel dependen ini merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel independen . dalam penelitian ini, variabel yang menjadi variabel terikat adalah tingkat kecemasan. 2 Teknik Pengolahan Data . Editing Hasil pengamatan dari lapangan harus . terlebih dahulu. Secara umum editing adalah merupakan kegiatan untuk pengecekan dan perbaikan isi formulir atau kuesioner tersebut. Editing meliputi kegiatan dan meneliti kembali cara pengumpulan data Coding Setelah semua data yang telah melalui proses editing, selanjutnya yang akan dilakukan terhadap data tersebut adalah pengkodean atau coding. Proses coding ini adalah mengubah data berbentuk kalimat atau huruf menjadi data angka atu bilangan. Processing Setelah jawaban-jawaban dari masingmasing responden diproses menjadi bentuk kode . ngka atau huru. , lalu data tersebut dimasukkan ke dalam program komputer, yaitu paket program SPSS for window. Cleaning Apabila semua data dari sumber data atau responden selesai diproses dalam diperlukan pengecekan kembali untuk kemungkinan-kemungkinan adanya kesalahan kode, ketidak lengkapan, dan sebagainya, kemudian apabila terdapat ada yang belum sesuai, maka dilakukan perbaikan . 3 Analisis Data Analisis Univariat Analisis univariat merupakan jenis menjelaskan atau mendeskripsikan tiap-tiap Variabel yang dianalisis adalah tingkat kecemasan sebelum dan Dalam univariatnya menggunakan distribusi Analisis Bivariat Analisis bivariat yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah uji statistik nonparametrik yaitu Wilcoxon karena jenis hipotesis komparatif kategorik berpasangan, dimana dilakukan dua kali intervensi dan jumlah kategori lebih dari dua . abel yang akan digunakan adalah 2x >. 4 Langkah-Langkah Penelitian Melakukan tinjauan pustaka, terutama pada buku, jurnal, atau tulisan yang memiliki hubungan dengan masalah yang akan diteliti. Mengidentifikasi masalah penelitian. Merumuskan hipotesis-hipotesis Menyusun rancangan eksperimen, yang biasa mencakup : Menentukan variabel bebas dan variabel terikat, yakni variabel yang akan diukur perubahannya setelah adanya intervensi atau perlakuan. Memilih desain atau model eksperimen yang akan digunakan. Menentukan sampel. Menyusun metode atau model eksperimen dan alat ukur. Menyusun pengumpulan data. Menyusun hipotesis statistik. Melakukan pengumpulan data tahap pertama . Melakukan eksperimen atau percobaan. Mengumpulkan data tahap kedua . Mengolah dan menganalisis data. Menyusun laporan. HASIL PENELITIAN Sampel pada penelitian ini adalah ibu bersalin normal selama pengambilan data di BPM Soraya sebanyak 30 Responden pada bulan Maret-April 2018 yang sesuai dengan kriteria inklusi 1 Analisis Karakteristik Tabel 3. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Usia Responden Ibu Bersalin Di BPM Soraya Kota Palembang Tahun 2018 Karakteristik Usia Total <20 >35 sumber: Data primer yang diolah Keterangan: Dari 30 responden, mayoritas berusia antara 26-30 tahun yaitu sebanyak 10 responden . ,3%). Umur antara 21-25 tahun sebanyak 8 responden . ,7%), umur antara 31-35 sebanyak 8 responden . ,7%), umur terendah <20 tahun responden. ,7%), tertinggi >35 tahun sebanyak 2 responden . ,7%). Tabel 3. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Pendidikan Responden Ibu Bersalin Di BPM Soraya Kota Palembang Tahun 2018 Pendidikan SMP SMA Total sumber: Data primer yang diolah Keterangan: Dari berpendidikan SMA yaitu sebanyak 23 . ,7%). Berpendidikan sebanyak 2 responden . ,7%), berpendidikan SMP %), berpendidikan S1 sebanyak 2 responden . ,7%). Tabel 3. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Pekerjaan Responden Ibu Bersalin Di BPM Soraya Kota Palembang Tahun 2018 Pekerjaan IRT WIRASWASTA Total sumber: Data primer yang diolah Keterangan: Dari 30 responden, mayoritas pekerjaan sebagai ibu rumah tangga yaitu sebanyak 28 responden . ,3%). Pekerjaan wiraswasta sebanyak 2 responden . ,7%). Tabel 3. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Paritas Responden Ibu Bersalin Di BPM Soraya Kota Palembang Tahun 2018 Pekerjaan Primigravida Multigravida Total sumber: Data primer yang diolah Keterangan: Dari 30 responden, mayoritas paritas responden adalah multigravida yaitu sebanyak 27 responden. %). Sedangkan primigravida sebanyak 3 responden . %). 2 Analisis Univariat Analisis data ini dilakukan untuk mengetahui distribusi frekuensi dan persentase dari tingkat kecemasan sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. Data disajikan dalam bentuk tabel dan teks. Tabel 3. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Tingkat Kecemasan Ibu Bersalin Sebelum Intervensi Di BPM Soraya Kota Palembang Tahun Tingkat Kecemasan Ringan Sedang Berat Total sumber: Data primer yang diolah Keterangan: Dari 30 responden sebelum dilakukan kecemasan sedang yaitu sebanyak 20 responden . ,7%). Kecemasan ringan sebanyak 4 responden . ,3%), kecemasan berat sebanyak 6 responden . %). Tabel 3. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Tingkat Kecemasan Ibu Bersalin Sesudah Intervensi Di BPM Soraya Kota Palembang Tahun Tingkat Kecemasan Ringan Sedang Berat Total sumber: Data primer yang diolah Keterangan: Dari 30 responden sesudah dilakukan kecemasan ringan yaitu sebanyak 19 responden . ,3%). Kecemasan sedang sebanyak 2 responden . ,7%), tidak ada kecemasan sebanyak 9 responden . %). 3 Analisis Bavariat Analisis ini perbedaan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah dilakukan intervensi, tujuannya untuk mengetahui adanya efek pemberian sugesti positif untuk mengurangi tingkat kecemasan ibu bersalin. Analisis ini menggunakan uji wilcoxon. Adapun hasil analisis bivariat dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 3. Sebelum Dan Sesudah Dilakukan Intervensi Pada Ibu BersalinDi BPM Soraya Kota Palembang Tahun 2018 Setelah dilakukan Intervensi Tidak Ringan Seda Cema Total Sebelu Ringa Seda Berat Total 0,001 Sumber: uji wilcoxon Keterangan: Bersumber dari tabel diatas, bahwa dari 30 kecemasan setelah dilakukan intervensi. Sebanyak 20 responden sebelum dilakukan intervensi memiliki tingkat kecemasan sedang, namun setelah dilakukan intervensi terdapat penurunan tingkat kecemasan menjadi cemas ringan sebanyak 15 reponden dan tidak cemas sebanyak 5 responden. Sebelumnya kecemasan ringan sebanyak 4 responden semuanya didapatkan penurunan menjadi tidak cemas setelah dilakukan intervensi. Sebelumnya kecemasan berat 6 responden, mengalami penurunan menjadi 4 responden cemas ringan dan 2 responden cemas sedang. Dari uji wilcoxon diperoleh nilai p value = 0,001 < 0,05. Dengan demikian disimpulkan adanya efek sugesti positif dalam mengurangi tingkat kecemasan ibu bersalin di BPM Soraya kota Palembang tahun 2018. IV. PEMBAHASAN 1 Analasis Karakteristik Dari hasil analisa karakteristik usia, didapatkan mayoritas berusia antara 26-30 tahun yaitu sebanyak 10 orang, berusia antara 21-25 tahun sebanyak 8 orang, berusia antara 31-35 sebanyak 8 orang, berusia <20 tahun sebanyak 2 orang dan berusia >35 tahun sebanyak 2 orang. Berdasarkan analisa katagori pendidikan berpendidikan SMA sebanyak 23 orang. SMP sebanyak 3 orang. SD sebanyak 2 orang. S1 sebanyak 2 orang. Pendidikan dan pengalaman dapat mempengaruhi pengetahuan seseorang dalam menghadapi persalinan. Pendidikan membantu ibu untuk lebih bisa memahami penjelasan yang diberikan. Tingkat kecemasan yang dirasakan ibu bersalin akan meningkat jika ia tidak memahami apa yang terjadi pada dirinya atau apa yang disampaikan pada dirinya. Berdasarkan pekerjaan, didapatkan mayoritas pekerjaan sebagai ibu rumah tangga sebanyak 28 orang dan wiraswasta sebanyak 2 orang. Sosial ekonomi masyarakat dapat menjadi salah satu Meskipun ibu mengetahui proses persalinan dengan baik, jika ia merasa belum memiliki kesiapan secara sosial ekonomi yang dikarenakan tidak memiliki biaya untuk proses persalinan, dapat menimbulkan cemas bagi yang semulanya tidak cemas dan yang sudah cemas akan menjadi lebih cemas. Berdasarkan analisa karakteristik paritas didapatkan hasil mayoritas adalah multigravida sebanyak 27 orang, sedangkan primigravida Kecemasan primigravida dapat disebabkan karena perasaan takut menghadapi persalinan dan belum memiliki pengalaman dalam menghadapi Sedangkan pada multigravida kecemasan dapat dikarenakan pengalaman buruk pada persalinan sebelumnya yang mengakibatkan trauma dalam menghadapi 2 Analisis Univariat Berdasarkan analisis univariat. Sebelum dilakukan intervensi, didapatkan hasil mayoritas adalah cemas sedang sebanyak 20 orang, dan cemas berat 6 orang cemas ringan 4 orang. Sedangkan, sesudah dilakukan intervensi didapatkan hasil mayoritas adalah cemas ringan sebanyak 19 orang, cemas sedang sebanyak 2 orang, dan tidak cemas sebanyak 9 orang. Dari analisis hasil penelitian, teori dan penelitian terkait, peneliti berpendapat bahwa terdapat penurunan pada tingkat kecemasan yang dirasakan ibu bersalin sebelum dan sesudah diberikan intervensi berupa sugesti 3 Analisis Bivariat Berdasarkan analisis bivariat, terdapat penurunan tingkat kecemasan setelah dilakukan Mayoritas responden sebelum dilakukan intervensi sebanyak 20 reponden memiliki tingkat kecemasan sedang, setelah dilakukan intervensi didapatkan penurunan menjadi cemas ringan sebanyak 15 reponden dan tidak cemas sebanyak 5 responden. Sebelumnya kecemasan ringan sebanyak 4 responden semuanya didapatkan penurunan menjadi tidak cemas setelah dilakukan Sebelumnya kecemasan berat 6 responden, mengalami penurunan menjadi 4 responden cemas ringan dan 2 responden cemas Dari uji wilcoxon diperoleh nilai p value = 0,001 < 0,05 yang menunjkan bahwa terdapat perbedaan bermakna sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa ada efek sugesti positif dalam mengurangi tingkat kecemasan ibu bersalin di BPM Soraya kota Palembang tahun Dari hasil penelitian, teori dan penelitian terkait yang dilakukan oleh peneliti. Selanjutnya peneliti berpendapat bahwa terdapat efek dari pemberian sugesti positif terhadap ibu bersalin sehingga memberikan kesiapann yang lebih dalam menghadapi persalinan. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji statistic wilcoxon. Dengan KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan mengenai efek sugesti positif dalam mengurangi tingkat kecemasan ibu bersalin di BPM Soraya kota Palembang tahun 2018, penelitian dilakukan pada 30 responden ibu bersalin. Setelah dilakukan pengambilan dan analisis data, maka penulis menarik kesimpulan sebagai berikut: Tingkat kecemasan ibu bersalin sebelum dilakukan intervensi adalah kecemasan sedang 20 orang, kecemasan berat 6 orang dan kecemasan ringan 4 orang. Tingkat kecemasan ibu bersalin sesudah dilakukan intervensi adalah kecemasan ringan 19 orang, tidak ada kecemasan 9 orang dan kecemasan sedang 2 orang. Pemberian sugesti positif terbukti efektif dalam mengurangi tingkat kecemasan ibu bersalin di BPM Soraya kota Palembang Ditandai dengan menurunnya tingkat kecemasan oleh ibu hamil sebelum dan sesudah dilakukan intervensi dan hasil uji statistik wilcoxon p value = 0,000 < 0,05 yang berarti adanya efek sugesti kecemasan ibu bersalin di BPM Soraya Kota Palembang Tahun 2018. VI. PENGAKUAN Penulis berterima kasih kepada Journal Complementary Of Health atas diberikannya mempublikasikan hasil penelitian ini DAFTAR PUSTAKA