Analisis penentuan harga pokok produksi menggunakan metode full costing dan variable costing dalam penetapan harga jual Sambal Roa Chef Kenneth (Studi pada UD Cinta Kasih Manad. Jillsticia Rembet Corresponding author: 19061104026@student. Sam Ratulangi University - Indonesia Victorina Z. Tirayoh Sam Ratulangi University - Indonesia Meily Y. Kalalo Sam Ratulangi University - Indonesia DOI 58784/mbkk. Keywords cost of production full costing variable costing selling price JEL Classification D24 M13 M41 Received 30 April 2024 Revised 11 May 2024 Accepted 15 May 2024 Published 16 May 2024 ABSTRACT UD Cinta Kasih Manado is a business that processes and produces garfish chili sauce. UD Cinta Kasih is still calculating the cost of production in determining product selling prices in a simple way, not yet classifying costs according to cost The aim of this study is to determine the calculation of the cost of production using full costing and variable costing methods in determining the selling price of AuSambal RoaAy by Chef Kenneth. The method used is descriptive qualitative with data collection through interviews. The results show that the calculation of the cost of production according to UD Cinta Kasih produces different results from calculations using the full costing and variable costing methods. The difference in value is obtained because the company's method only includes some factory overhead costs in calculating the cost of production. Calculation of the cost of production using the full costing method produces higher results than calculation results using the variable costing method. This is because in calculations using the variable costing method, fixed factory overhead costs are not taken into account. Cinta Kasih should apply the full costing method to calculate the cost of production in determining selling prices. The full costing method takes into account all costs related to the production process, thereby helping to implement resource efficiency in production activities, preventing the risk of loss, and for long-term profit planning. A2024 Jillsticia Rembet. Victorina Z. Tirayoh. Meily Y. Kalalo This work is licensed under a Creative Commons Attribution 0 International License. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. Pendahuluan Pada umumnya, tujuan perusahaan dalam menjalankan aktivitas operasionalnya adalah untuk memperoleh laba atau keuntungan secara optimal. Hal ini dilakukan sebagai upaya perusahaan dalam menjaga kelangsungan hidupnya dan bisa memberikan manfaat terhadap masyarakat umum. Berkembangnya perekonomian dalam berbagai bidang saat ini mengakibatkan persaingan antar usaha yang semakin ketat. Menghadapi ketatnya persaingan dengan timbulnya berbagai usaha baru maka perusahaan perlu menerapkan strategi operasional yang tepat guna mempertahankan rencana laba. Jenis usaha yang sering mengalami dinamika pertumbuhan adalah bidang produksi atau manufaktur. Usaha manufaktur memiliki beberapa tahap dalam menghasilkan produk, yaitu proses bahan baku menjadi barang setengah jadi hingga menjadi produk jadi yang siap dipasarkan bagi konsumen. Salah satu pengambilan keputusan penting yang harus dihadapi oleh pelaku usaha manufaktur yakni mengenai penetapan harga jual produk. Guna memperoleh laba yang optimal maka perusahaan harus mampu menetapkan harga jual produk secara tepat. Pentingnya penentuan harga pokok produksi membuat perusahaan diharapkan mampu melakukan perhitungan secara wajar sesuai metode dalam akuntansi yang berlaku umum. Menurut Mulyadi . 8:17-. , terdapat dua pendekatan sebagai dasar penentuan harga pokok produksi, yakni metode full costing dan variable costing. Metode full costing adalah penentuan harga pokok produksi yang menghitung seluruh unsur biaya produksi ke dalam harga pokok produksi . iaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabri. baik yang berperilaku variabel maupun tetap. Sebaliknya, metode variable costing yaitu penentuan harga pokok berdasarkan biaya yang berperilaku variabel saja . iaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhea. UD Cinta Kasih Manado adalah perusahaan yang mengolah dan memproduksi Ausambal roaAy yang berlokasi pada Jalan A. Maramis No. 16 Komplek Perumahan Gubernur. Kairagi Weru. Kota Manado. UD Cinta Kasih bergerak memproduksi camilan khas Manado dan telah menghasilkan produk Ausambal roaAy Chef Kenneth sejak tahun 2014 hingga menjadi produk dari usaha yang banyak diminati oleh konsumen. Penentuan harga pokok produksi dalam penetapan harga jual produk Ausambal roaAy Chef Kenneth masih dilakukan secara sederhana tanpa penerapan konsep dalam akuntansi biaya. Perusahaan juga belum mempertimbangkan keterkaitan beberapa biaya overhead pabrik. Berdasarkan isu tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. penentuan harga pokok produksi sesuai metode full costing dan variable costing guna penetapan harga jual produk. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk membantu UD Cinta Kasih Manado dalam pencatatan biaya atas produksinya sehingga menghasilkan informasi keuangan dalam pengambilan keputusan. Tinjauan Menurut Siregar et al. , akuntansi manajemen adalah sebuah proses identifikasi, pengukuran, dan pelaporan informasi ekonomi yang memungkinkan terjadinya penilaian serta suatu keputusan yang tegas dan nyata untuk manajemen. Pengertian akuntansi manajemen menurut Kholmi . adalah merupakan bidang akuntansi terkait dengan pengelolaan sebuah organisasi atau bisnis dan penyajian informasi terhadap manajemen untuk membantu memecahkan permasalahan spesifik yang dihadapi sebuah organisasi. Harahap et al. menyatakan bahwa akuntansi manajemen sebagai sub bidang akuntansi yang berfokus pada isu-isu dalam organisasi dan informasi yang dibutuhkan dalam membuat keputusan. Umumnya laporan akuntansi perusahaan digunakan untuk mengevaluasi efektivitas dan efisiensi agar membantu manajer mengambil keputusan secara lebih baik. Salah satu bagian ilmu akuntansi manajemen adalah akuntansi biaya atau proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, dan penyajian biaya pembuatan dan penjualan produk atau jasa dengan metode tertentu, serta interpretasi terhadap biaya (Mulyadi, 2018:. Wijaya et al. 2:43-. berpendapat bahwa akuntansi biaya adalah proses pencatatan, pengklasifikasian, peringkasan, dan penyajian informasi terkait biaya dari proses produksi hingga akhir, penjualan barang dan jasa melalui metode tertentu dan dalam waktu berbeda. Menurut Ramdhani et al. , akuntansi biaya adalah suatu cabang akuntansi yang menjadi sarana manajemen dalam meninjau dan merekam transaksi biaya dengan sistematis, serta menyediakan informasi biaya berupa laporan biaya. Berdasarkan definisi tersebut, maka akuntansi biaya dapat diartikan sebagai cabang akuntansi terkait dengan proses mencatat, mengklasifikasi, dan melaporkan informasi biaya produksi dan penjualan barang atau jasa dengan metode tertentu, serta tafsiran terhadap biaya tersebut. Terdapat beberapa fungsi akuntansi biaya menurut Iryanie dan Handayani . , yaitu: . melaksanakan perhitungan dan pelaporan biaya . pokok sebuah produk. membuat perincian biaya . pokok produk pada setiap . menyediakan informasi dasar dalam melakukan perencanaan biaya dan beban. menyediakan data untuk proses penyusunan anggaran. menyediakan informasi biaya terhadap manajemen agar digunakan dalam pengendalian Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. Harga pokok produksi adalah biaya produksi yang berasal dari penjumlahan tiga unsur biaya, yakni biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik yang digunakan dalam menentukan harga jual produk, mengendalikan biaya produksi secara menyeluruh, menghitung laba rugi usaha, dan penentuan harga pokok persediaan yang dimuat pada laporan posisi keuangan (Sulityowati et al. , 2020:. Menurut Ramdhani et al. harga pokok produksi menggambarkan total biaya produk yang telah selesai selama periode berjalan. Penting bagi suatu perusahaan untuk menentukan harga pokok produksi karena merupakan elemen yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber informasi dan pedoman oleh para eksekutif dalam menentukan pilihan dan menghitung margin keuntungan (Yunita et al. , 2020:. Ramdhani et al. menjelaskan bahwa manfaat dilakukannya penentuan harga pokok produksi untuk periode tertentu terhadap manajemen adalah untuk menetapkan harga jual produk, memantau realisasi biaya produksi, menghitung laba rugi periode, dan menentukan harga pokok persediaan produk jadi dan produk dalam proses yang disajikan dalam neraca. Mahmud dan Bashori . 1:6-. menguraikan tiga unsur harga pokok produksi sebagai Biaya bahan baku adalah harga perolehan dari penggunaan berbagai jenis bahan yang nilainya relatif besar dalam aktivitas pengolahan produk. Biaya tenaga kerja langsung adalah biaya . aji atau upa. tenaga kerja di bagian produksi yang terlibat secara langsung pada proses pengerjaan bahan baku menjadi produk jadi. Biaya overhead pabrik adalah biaya yang dapat meliputi biaya bahan penolong, gaji dan upah tenaga kerja tidak langsung, serta biaya produksi tidak langsung lainnya . eperti biaya depresiasi dan amortisasi aset tetap, serta biaya asurans. Terdapat dua pendekatan dalam menghitung unsur-unsur biaya ke dalam harga pokok produksi, antara lain: full costing dan variable costing. Menurut Mulyadi . 8:17-. , full costing adalah metode yang menghitung seluruh unsur biaya-biaya produksi ke dalam harga pokok produksi, yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik yang berperilaku variabel dan tetap. Sebaliknya, metode variabel costing merupakan metode yang menghitung biaya produksi yang berperilaku variabel saja dimana biaya tersebut terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead variabel (Mulyadi, 2018:. Suzan et al. menjelaskan bahwa metode full costing memiliki kelebihan, yaitu: . mampu menunjukkan total biaya overhead secara komprehensif karena di dalamnya mempunyai dua Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. macam biaya, yakni overhead tetap dan variabel, serta . dapat melaksanakan penundaan membebankan biaya overhead ketika produk belum laku terjual di pasaran. Sebaliknya, beberapa kelebihan dari variable costing diuraikan sebagai berikut: Sesuai bagi perusahaan yang ingin berencana untuk mendapatkan laba dalam jangka waktu yang singkat. Dapat digunakan untuk mengontrol biaya, karena variable costing akan memisahkan biaya tetap dalam dua bagian . iscretionary fixed cost dan committed fixed cos. Dapat digunakan menjadi bahan rujukan dalam pengambilan keputusan untuk melaksanakan order pesanan bersifat khusus. Kelemahan pada metode full costing adalah harga jual yang menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan metode variable costing. Hal tersebut diakibatkan metode full costing mengklaim bahwa konsumen akan bersedia membayar berapapun agar dapat membeli barang yang memang diinginkan. Sementara itu, kelemahan pada variable costing terletak pada pemisahan dalam discretionary fixed cost dan committed fixed cost yang akan sulit untuk dilaksanakan. Selain itu, metode variable costing akan mengakibatkan naik turunnya laba karena terjadi perubahan pada penjualan produk dari perusahaan. Variable costing tidak sesuai untuk digunakan oleh perusahaan yang bersifat musiman karena mengakibatkan kerugian laba tidak normal terhadap perusahaan (Suzan et al. , 2023:. Hasibuan dan Annam . mendefinisikan harga jual sebagai besaran biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk menghasilkan barang atau jasa digabungkan dengan keuntungan yang diharapkan perusahaan. Penentuan harga pokok produksi berperan penting dalam penetapan harga jual produk, sehingga harga yang ditawarkan perusahaan mampu bersaing dengan perusahaan sejenis lainnya dengan produk yang juga berkualitas baik (Bilgies et al. , 2023:. Dalam menetapkan harga jual, manajemen terutama mempertimbangkan kombinasi antara biaya produksi dengan daya beli masyarakat (Tjiptohadi, 2020:. Harga jual harus mampu menutupi besaran biaya yang dikeluarkan perusahaan dalam proses produksi suatu barang (Amani, 2022:. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Penelitian kualitatif deskriptif dilaksanakan pada keadaan natural sumber data tanpa memakai hipotesis akan tetapi mendeskripsikan secara apa adanya mengenai fakta, fenomena, kondisi yang terjadi pada saat penelitian Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Data primer merupakan data yang diperoleh langsung dari objek yaitu UD Cinta Kasih Manado dan tidak melalui media perantara. Metode pengumpulan data yang Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. dilakukan dalam penelitian ini adalah wawancara. Metode analisis deskriptif melaksanakan pengumpulan data, mengolah dan menganalisis data, serta membandingkan suatu kondisi dan menggambarkan sebuah keadaan, sehingga dapat ditarik kesimpulan terkait dengan penentuan harga pokok produksi dalam penetapan harga jual produk. Hasil dan Biaya-biaya yang dikeluarkan UD Cinta Kasih Manado dalam memproduksi Ausambal roaAy Chef Kenneth yaitu biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik. Tabel 1 menunjukkan perbandingan perhitungan harga pokok produksi Ausambal roaAy menurut metode perusahaan, full costing, dan variable Tabel 1. Perhitungan harga pokok produksi Juli Perhitungan perusahaan Biaya bahan baku 700,00 Biaya tenaga kerja langsung 000,00 Biaya overhead pabrik tetap 000,00 Biaya overhead pabrik variabel 000,00 Total biaya produksi 700,00 Jumlah unit produksi per Harga pokok produksi per Full costing Biaya bahan baku Biaya tenaga kerja langsung Biaya overhead pabrik tetap Biaya overhead pabrik variabel Total biaya produksi Jumlah unit produksi per Harga pokok produksi per Variable costing Biaya bahan baku Biaya tenaga kerja langsung Biaya overhead pabrik variabel Total biaya produksi Jumlah unit produksi per Harga pokok produksi per Agustus September 000,00 000,00 000,00 200,00 000,00 000,00 000,00 000,00 000,00 200,00 700,00 000,00 888,00 400,00 988,00 000,00 000,00 888,00 000,00 888,00 200,00 000,00 888,00 000,00 088,00 700,00 000,00 400,00 100,00 000,00 000,00 000,00 000,00 200,00 000,00 000,00 200,00 Sumber: data olahan, 2023 Perhitungan harga pokok produksi berdasarkan metode yang digunakan perusahaan mendapatkan hasil yang lebih rendah Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. dibandingkan perhitungan biaya menggunakan metode full costing, akan tetapi lebih tinggi daripada perhitungan menggunakan variable Hal ini disebabkan penentuan harga pokok produksi Ausambal roaAy pada perusahaan belum secara akurat memperhitungkan biaya overhead pabrik yang sifatnya tetap maupun variabel. Perhitungan harga pokok produksi yang dilakukan perusahaan hanya memasukkan biaya bahan baku Ausambal roaAy, biaya tenaga kerja langsung, dan sebagian biaya overhead pabrik tetap . iaya listrik dan biaya tenaga kerja tidak langsun. maupun variabel . emakaian gas LPG). Perusahaan belum melakukan perhitungan untuk penyusutan gedung dan peralatan produksi sebagai biaya overhead pabrik tetap serta belum memasukkan biaya bahan penolong sebagai biaya overhead pabrik variabel ke dalam harga pokok produksinya. Biaya penyusutan dan bahan penolong harus diperhitungkan, karena merupakan biaya yang muncul dari adanya kegiatan pada proses produksi yang Metode full costing menghasilkan harga pokok produksi mencakup seluruh pengorbanan sumber daya oleh perusahaan sehingga nilai yang diperoleh lebih tinggi dibandingkan nilai dari hasil perhitungan dengan metode yang digunakan oleh usaha. Biaya overhead pabrik yang dimasukkan dalam metode full costing meliputi seluruh biaya yang muncul dari adanya berbagai aktivitas yang menopang proses produksi. Biaya overhead pada perusahaan dalam metode perhitungan full costing yakni biaya penyusutan gedung dan peralatan, biaya listrik, biaya tenaga kerja tidak langsung, biaya bahan penolong, dan biaya gas LPG. Sebaliknya, perhitungan harga pokok produksi yang dilaksanakan dengan metode variable costing memasukkan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, serta biaya overhead pabrik yang bersifat variabel saja . iaya bahan penolong dan biaya gas LPG). Metode perhitungan variable costing yang hanya memasukkan biaya overhead yang sifatnya variabel menghasilkan harga pokok produksi yang lebih rendah daripada hasil berdasarkan metode perhitungan oleh perusahaan. Penetapan harga jual produk Aysambal roaAy dari perusahaan dihitung dengan menjumlahkan total biaya produksi dari perhitungan harga pokok produksi dengan laba yang telah ditetapkan sebesar 35%, kemudian dibagi atas jumlah produksi dari produk dalam satu bulan. Tabel 2 menyajikan perbandingan penetapan harga jual produk dari perhitungan harga pokok produksi menurut perusahaan, metode full costing, dan metode variable costing: Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. Tabel 2. Penetapan harga jual produk Juli Perhitungan perusahaan 000,00 Full costing 000,00 Variable costing 000,00 Sumber: data olahan, 2023 Agustus 000,00 000,00 000,00 September 000,00 000,00 000,00 Harga jual yang ditetapkan oleh perusahaan lebih rendah daripada harga jual yang dihitung menggunakan metode full Meskipun demikian, harga jual dari perusahaan lebih tinggi dibandingkan dengan harga produk dari perhitungan dengan metode variable costing. Hal ini disebabkan karena perhitungan perusahaan memasukkan sebagian biaya overhead pabrik, baik yang berperilaku tetap maupun variabel. Berbeda dengan harga jual dari perusahaan dan perhitungan full costing yang tidak berubah, penetapan harga jual dengan metode perhitungan variable costing mengalami perubahan dari bulan Juli ke bulan Agustus dan September. Harga jual dari metode perhitungan variable costing berubah karena memperhitungkan biaya overhead variabel yang mengikuti volume aktivitas usaha. Oleh karena itu, peningkatan jumlah produksi sambal roa dari bulan Juli pada bulan Agustus mengakibatkan kenaikan harga jual pada bulan Agustus yang dihitung menggunakan metode variable costing. Sejalan dengan penelitian Purniawan et al. Aziziyah & Mardiana . Togas et al. , dan Harefa et al. , hasil analisis menunjukkan bahwa perhitungan harga pokok produksi dengan metode full costing dapat menggambarkan besaran biaya yang sesungguhnya terjadi dalam aktivitas produksi perusahaan, sehingga bermanfaat bagi usaha untuk melaksanakan efisiensi penggunaan sumber daya dalam aktivitas produksinya. Selanjutnya, penelitian juga menemukan bahwa metode perhitungan variable costing hanya memperhitungkan biaya overhead yang mengikuti volume aktivitas produksi yang dilaksanakan, serta dapat digunakan untuk pengambilan keputusan jangka pendek dalam rangka penetapan harga jual produk usaha. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa perhitungan harga pokok produksi dalam penetapan harga jual menurut perusahaan mendapatkan hasil yang berbeda dengan perhitungan menggunakan metode full costing dan variable costing. Perbedaan timbul karena perusahaan hanya memasukkan beberapa biaya overhead pabrik dalam perhitungan harga pokok produksinya. Biaya overhead pabrik tetap maupun variabel yang belum dihitung dan dimasukkan ke dalam harga pokok produksi yaitu bahan penolong dan biaya penyusutan gedung serta peralatan. Perhitungan harga pokok produksi menggunakan metode full Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. costing mendapatkan hasil lebih tinggi dibandingkan hasil perhitungan menggunakan metode variable costing dan perhitungan dari perusahaan. Pada metode full costing seluruh biaya diperhitungkan, mulai dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead pabrik tetap, dan biaya overhead pabrik Sebaliknya, pada metode variable costing hanya diperhitungkan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, serta biaya overhead pabrik yang bersifat variabel. Perusahaan sebaiknya perlu untuk mempertimbangkan penerapan perhitungan harga pokok produksi menggunakan metode full costing dalam penetapan harga jual. Metode full costing memperhitungkan seluruh biaya yang berhubungan dengan proses pengolahan produk sehingga membantu usaha dalam melakukan efisiensi pengeluaran sumber daya pada aktivitas produksinya, mencegah adanya risiko kerugian, serta untuk perencanaan laba jangka panjang. Akan tetapi, penerapan variable costing dalam menetapkan harga jual juga dapat dipertimbangkan oleh perusahaan dalam membantu apabila menghadapi keadaan persaingan harga. Daftar Amani. Teori akuntansi. Bandung: CV Media Sains Indonesia. Aziziyah. , & Mardiana. Penerapan metode variable costing dalam perhitungan harga pokok produk untuk menentukan harga jual pada PT. Tiga Wira Persada. Liability, 3. , https://journal. id/index. php/liability/article/view/2 Bilgies. Sari. Saputra. Simanjuntak. Chandra. Harjoni. Alamsyahbana. Indriani. Isniawati. Evayani. Situmorang. Novrina. , & Sarazwati. Isu terkini riset akuntansi dan peluang riset masa depan. Bandung: CV. Media Sains Indonesia. Harahap. Poddala. Ridwan. Aisyah. Novitasari, . Aulia. Ramadanis. Nagari. Jannah. Jalih. Irawan. Rahmi. Edy. Heriyah. , & Azis. Akuntansi manajemen. Serang: Sada Kurnia Pustaka. Harefa. Zebua. , & Bawamenewi. Analisis biaya produksi dengan menggunakan metode full costing dalam perhitungan harga pokok produksi. Jurnal Akuntansi. Manajemen Ekonomi, 1. , https://jamane. com/index. php/journal/article/vie w/36 Hasibuan. , & Annam. Akuntansi manajemen: Teori dan Praktek. Medan: Merdeka Kreasi Group. Iryanie. & Handayani. Akuntansi biaya. Banjarmasin: Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. Poliban Press. Kholmi. Akuntansi manajemen. Malang: UMMPress. Mahmud. , & Bashori. Produk kreatif dan kewirausahaan otomatisasi dan tata kelola perkantoran. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia. Mulyadi. Akuntansi biaya. Yogyakarta: Unit Penerbitan Dan Percetakan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN. Purniawan. Mas'ud. , & Wulandari. Penerapan metode variable costing dalam perhitungan harga pokok produksi untuk menentukan harga jual. Jurnal Akuntansi Universitas Jember, 17. , https://jurnal. id/index. php/JAUJ/article/view/9981 Ramdhani. Merida. Hendrani. , & Suheri. Akuntansi biaya: . onsep dan implementasi di industri manufaktu. Yogyakarta: CV Markumi. Siregar. Suripto. Hapsoro. Lo. , & Biyanto. Akuntansi manajemen. Jakarta: Salemba Empat. Sulistyowati. Farihah. , & Hartadinata. Anggaran perusahaan: teori dan praktika. Surabaya: Scopindo Media Pustaka.