Jurnal Teknologika (Jurnal Teknik-Logika-Matematik. 2024,14. ,418-429,DOI 10. 51132/teknologika. PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PRODUKSI PUPUK NPK SUBSIDI DI PT. PUPUK KUJANG CIKAMPEK PLANNING AND CONTROL OF SUBSIDIZED NPK FERTILIZER PRODUCTION AT PT. PUPUK KUJANG CIKAMPEK Asep Hermawan 1. Abdurrohim Fatah2 . Imas Widowati3 asephermawan@wastukancana. id1 ,abdurrohim Fatah@Gmail. com2 ,imas@wastukancana. Teknik Industri. Sekolah Tinggi Teknologi Wastukancana Purwakarta Jl. Cikopak No. 53 Kota Purwakarta. Telp . 214952/Fax . 8225153 Corresponding author: asephermawan@wastukancana. Abstrak. PT. Pupuk Kujang Ciampek memproduksi salah satu pupuk yaitu NPK subsidi. Pupuk NPK terdiri dari beberapa bahan baku yakni UREA. KCL. DAP dan CLAY. Dalam memproduksi pupuk ini perusahaan menggunakan strategi make to stock untuk menjaga ketersediaan barang. Dalam pemenuhan kebutuhan yang fluktiatif terjadi ketidakseimbangan antara produksi pupuk NPK dengan penjualan ke Hal ini dapat menimbulkan kerugian karena adanya biaya simpan yang ditanggung perusahaan. Jika bahan baku kurang maka perusahaan tidak akan bisa memenuhi kebutuhan konsumen, begitupun jika bahan baku berlebihan dan disimpan terlalu lama maka akan timbul biaya Ae biaya yang lain. Untuk menghindari kerugian, maka perencanaan dan pengendalian produksi yang akan datang harus direncanakan. Untuk mengatasi hal ini dilakukan perencanaan ulang produksi dari dengan melihat pola data peramalan dengan metode holtAos exponential smoothing dan memperhitungkan kebutuhan bahan baku dengan tujuan pengoptimalan persediaan bahan baku dengan teknik penentuan lot sizing wagner within algorithm. Hasil dari peramalan yang dilakukan pada data prouduksi periode Oktober 2022 hingga September 2023 menunjukkan pola data berupa tren menurun. Kemudian hasil perhitungan perencanaan produksi di PT. Pupuk Kujang Cikampek pada produk pupuk NPK subsidi yaitu membutuhkan tenaga kerja 105 orang dan biaya sebesar Rp 43,551,179,421. Dengan diketahui hasil perencanaan produksi sebanyak 128. 147 ton dan bahan baku yang diperlukan untuk produksi NPK subsidi periode Oktober 2023 - September 2024 yaitu Urea 26. 646 ton. KCL 571 ton. DAP 26. 261 ton, dan Clay 38. 688 ton. Kata kunci: Perencanaan Produksi. Peramalan. Wagner Within Algorithm Abstract. PT. Kujang Ciampek Fertilizer produces one of the fertilizers, namely subsidized NPK. NPK fertilizer consists of several raw materials, namely UREA. KCL. DAP and CLAY. In producing this fertilizer, the company uses a make to stock strategy to maintain the availability of goods. In meeting fluctuating needs, there is an imbalance between the production of NPK fertilizer and sales to consumers. This can cause losses due to storage costs borne by the company. If the raw materials are lacking, the company will not be able to meet consumer needs, as well as if the raw materials are excessive and stored for too long, other costs will arise. To avoid losses, planning and controlling future production must be planned. To overcome this, production re-planning is carried out by looking at forecasting data patterns with the Holt's exponential smoothing method and taking into account the need for raw materials with the aim of optimizing inventory Keywords: Production Planning. Forecasting. Wagner Within Algorithm Pendahuluan Dengan berkembangnya teknologi pada dunia industri mengakibatkan me meningkatnya persaingan antar perusahaan dalam memperebutkan konsumen sehingga mengakibatkan tuntunan dari konsumen terkait kualitas, kuantitas dari suatu produk. Selain itu, perusahaan juga dituntut untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan konsumen. PT Pupuk Kujang merupakan anak perusahaan dari BUMN Pupuk di Indonesia yaitu PT Pupuk Indonesia Holding Company. Perusahaan ini bergerak di bidang industri pupuk nasional yang bergerak dalam sektor agrikultur dan petrokimia. PT Pupuk Kujang memiliki komitmen yang tinggi untuk menghasilkan produk dengan kualitas tinggi dan berkonstribusi aktif dan positif pada sektor pertanian dan masyarakat Indonesia. PT Pupuk Kujang memproduksi dan mendistribusikan Jurnal Teknologika (Jurnal Teknik-Logika-Matematik. 2024,14. ,418-429,DOI 10. 51132/teknologika. beberapa jenis pupuk seperti, pupuk urea. NPK, dan pupuk lainnya. Produk pupuk yang dihasilkan merupakan pupuk yang berkualitas tinggi yang didistribusikan ke pasar domestik dan internasional. PT Pupuk Kujang memiliki beberapa gudang untuk menyimpan barang seperti gudang bahan baku, suku cadang, material, barang jadi dan sebagainya. Salah satu gudang bahan baku adalah gudang NPK. Pada gudang NPK terdapat 4 jenis bahan baku utama yaitu. Urea. Kalium Klorida, dan Diammonium hydrogen phosphate dan Clay. Perusahaan memproduksi pupuk NPK menggunakan strategi make to stock, yang bertujuan untuk menjaga persediaan barang agar tetap optimal dengan memaksimalkan permintaan Selain strategi tersebut, permintaan bahan baku yang cukup dinamis maka perencanaan terkait persediaan bahan baku juga penting karena dapat menyebabkan kerugian. Gambar 1. 1 Data Penjualan & Produksi Oktober 2022 Ae September 2023 Berdasarkan grafik diatas bahwa terdapat gap antara penjualan dengan data realisasi produksi di lapangan, yang berarti adanya produksi berlebih sebanyak 13,3% atau 24,09 ton dari total produksi, hal ini jelas berdampak pada biaya simpan yang dibebankan per tonnya dapat meningkat jika tidak direncanakan dan dikendalikan dengan baik. Untuk menghindari kerugian, maka perencanaan dan pengendalian produksi yang akan datang harus direncanakan fluktuasi permintaan produksi dengan melakukan penjadwalan induk produksi, mempersiapkan kebutuhan bahan baku untuk produksi yang akan datang dengan sumber daya perusahaan yang dapat berpengaruh pada proses produksi. Kajian Pustaka Sistem Produksi Sistem produksi menurut Ginting . dalam (Rahman 2. adalah kumpulan subsistem yang saling berhubungan yang bekerja sama untuk mengubah input produksi menjadi output Sistem produksi adalah suatu rangkaian dari beberapa elemen yang saling berhubungan dan saling menunjang satu sama lain untuk mencapai tujuan tertentu. Artinya sistem produksi berkaitan erat dengan proses produksi di sebuah perusahaan. Pada dasarnya sistem produksi memiliki alur input-proses-output, namun untuk meletakan input pada posisi yang tepat dalam proses transformasi menjadi output membutuhkan beberapa pertimbangan, yaitu strategi respons terhadap permintaan konsumen, strategi desain proses produksi, dan strategi sistem perencanaan dan pengendalian produksi (Gaspersz, 2. dalam (SapiAoi Muhamat 2. Perencanaan Produksi Perencanaan produksi adalah merupakan rangkaian kegiatan yang mesti dilakukan dalam melangsungkan suatu kegiatan produksi untuk masa depan dalam bisnis manufaktur atau memproduksi sebuah barang. Jurnal Teknologika (Jurnal Teknik-Logika-Matematik. 2024,14. ,418-429,DOI 10. 51132/teknologika. Perencanaan produksi adalah proses menciptakan ide produk dan menindaklanjutkan sampai produk diperkenalkan kepasar (Rusdiana, 2014: . dalam (Indah Dewi Rosa 2. Menurut Hanum . dalam (Nur Rahmanti Ratih. Hazzel Mellya Nanda, dan Putri Awalina 2. AuPerencanaan produksi disusun berdasarkan kapasitas yang dimiliki perusahaan seperti bahan baku, mesin, tenaga kerja, dan bahan pembantu. Sumber daya dan fasilitas produksi merupakan sesuatu yang sifatnya terbatas sehingga perlu digunakan secara efektif dan efisienAy. Peramalan Menurut Sofyan Assauri . dalam (Rusdiana 2. mendefinisikan peramalan sebagai perkiraan yang ilmiah . ducated gues. Menurutnya, setiap pengambilan keputusan yang menyangkut keadaan pada masa yang akan datang, pasti ada peramalan yang melandasi pengambilan keputusan tersebut. Menurut Heizer dan Render . dalam (Maitimu dan Peea 2. adalah seni dan ilmu untuk memperkirakan kejadian dimasa depan. Persediaan Persediaan menurut (Yamit, 2. dalam (Katias dan Affandi 2. merupakan kekayaan perusahaan yang memiliki peranan penting dalam operasi bisnis, sehingga perusahaan perlu melakukan manajemen persediaan proaktif, artinya perusahaan harus mampu mengantisipasi keadaan maupun tantangan yang ada dalam manajemen persediaan untuk mencapai sasaran akhir, yaitu untuk meminimalisasi total biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk penanganan Material Requirement Planning (MRP) Menurut Assauri . dalam (Lestari 2. , perencanaan kebutuhan material (MRP) merupakan fungsi yang penting dalam kegiatan organisasi, bergerak dalam operasi produksi yang menjadi bagian dari kegiatan manufacturing, dengan dasar kaitannya pada master schedule, bill of material file, inventory record file, dan output reports. (Heizer dan Render, 2. dalam (Daroini dan Himawan 2. menyebutkan bahwa saat menentukan jadwal produksi dan kebutuhan bersih Material Requirement Planning (MRP) merupakan salah satu sistem yang dapat digunakan. Algoritma Wagner and Within Algoritma Wagner and Within adalah metode yang menggunakan prosedur optimasi yang didasari model program dinamis, yaitu suatu model yang matematis yang solusinya menjamin hasil perhitungan tersebut merupakan hasil yang optimum. Menurut (Tersine, 1. dalam (Amalia 2. algoritma ini dapat digunakan untuk memperoleh solusi optimal untuk masalah penentuan ukuran pemesanan pada horizon waktu yang tertentu. Metode Penelitian ini dilakukan pada Divisi PNPKP (Produksi NPK & Pengantonga. di PT. Pupuk Kujang Cikampek. Penelitian ini dilakukan terhadap perencanaan produksi dari pupuk NPK subsidi. Hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan persediaan produk dan meminimalisir kerugian yang dialami perusahaan akibat ketidakseimbangan antara produksi dengan permintaan konsumen. Tahapan pada penelitian ini yang pertama yaitu melakukan pengumpulan data terkait masalah yang diteliti. Data yang digunakan antara lain data penjualan pupuk NPK, data ongkos persediaan, struktur produk dan data perencanaan produksi . aktu kerja, upah, dll. Tahapan kedua yaitu mengolah data tersebut dengan langkah-langkah berikut ini: Melakukan Forecasting Dari data penjualan pupuk NPK dilakukan plotting data agar terlihat pola data tersebut. Kemudian dilakukan peramalan untuk 1 tahun menggunakan metode holts exponensial Metode ini dipilih karena relevan dengan produk pupuk NPK yang cenderung bersifat musiman. Perhitungan perencanaan produksi . evel strateg. Setelah didapat data forecast untuk 1 tahun kedepan, selanjutnya dilakukan perhitungan perencanaan produksi dari data tersebut menggunakan data-data seperti upah, jam kerja, dll dengan metode level strategy. Output dari perhitungan perencanaan produksi ini adalah MPS (Master Production Schedul. atau jadwal induk produksi untuk 1 tahun kedepan. Jurnal Teknologika (Jurnal Teknik-Logika-Matematik. 2024,14. ,418-429,DOI 10. 51132/teknologika. Perhitungan kebutuhan bahan baku Selanjutnya untuk memenuhi jadwal induk produksi yang telah dibuat, maka dilakukan perhitungan kebutuhan bahan baku yang akan digunakan. Data-data yang diperlukan yaitu. MPS, struktur produk dan status inventory. Pada perhitungan kebutuhan bahan baku ini diterapkan teknik lot sizing Wagner Within Algorithm. Langkah-langkah tersebut dilakukan agar diperoleh perencanaan produksi yang matang dimulai dari input hingga output yang dihasilkan. Hasil dan Pembahasan Pengumpulan Data Data yang dikumpulkan yaitu : data penjual pupuk NPK, data ongkos persediaan, struktur produk, waktu kerja dan data perencanaan produksi. Data-data tersebut diolah Dimulai dengan melihat pola data sebelumnya kemudian menentukan metode peramalan yang tepat untuk penentuan perencanaan produksi NPK pada periode selanjutnya dan melakukan perhitungan AMRP untuk menentukan jumlah pemesanan bahan baku. Plot Data Data Penjualan Pupuk NPK PT Pupuk Kujang Cikampek Oktober 2021 - September 2023 Gambar 4. 1 Plot data penjualan pupuk NPK Oktober 2021 Ae September 2023 Berdasarkan plot data pada gambar datas menunjukan bahwa pola data penjualan pupuk NPK di PT Pupuk Kujang Cikampek periode Oktober 2021 Ae September 2023 fluktuatif dan cenderung Peramalan (Forecas. Dari hasil perhitungan dengan menggunakan microsoft excel untuk permintaan pupuk NPK menggunakan Holt Exponential Smoothing dengan menggunakan Fitur Solver yang ada di Microsof Excel untuk mencari nilai dan yang paling optimal didapat nilai = 0. 34 dan = 0. 54 dengan nilai error MAPE sebesar 30,73% diperoleh hasil peramalan sebagai berikut. Tabel 1 Hasil peramalan dengan Holt Exponential Smoothing Periode Forecast Oct-2023 Nov-2023 Dec-2023 Jan-2024 Feb-2024 Mar-2024 Jurnal Teknologika (Jurnal Teknik-Logika-Matematik. 2024,14. ,418-429,DOI 10. 51132/teknologika. Apr-2024 May-2024 Jun-2024 Jul-2024 Aug-2024 Sep-2024 Perencanaan Produksi Berikut adalah biaya level strategy : Biaya Produksi = Rp 297,700. Biaya Lembur = Rp 70,700. Biaya Inventory = Rp 23,809. Biaya Hiring = Rp 2,976,750. Inventory awal = 31643 Ton Kecepatan produksi = 350 Tenaga kerja awal = 104 orang Jam kerja = 8 Jam Safety stock = 5000 Ton Waktu produksi = 2,4 menit/Ton Max OT jika ada UPOT = 25% Tabel 2 Perencanaan Produksi Level Strategy Periode Oct2023 Nov2023 Dec2023 Jan2024 Feb2024 Mar2024 Apr2024 May2024 Jun2024 Jul2024 Aug2024 Sep2024 Total Foreca Hari Kerja UPRT Inventory Awal Inventory Akhir Tenaga Kerja Hirin UPO Max UPOT Total Produksi Total produksi bulan September = UPRT UPOT SK = 10500 47 0 = 10547 Jurnal Teknologika (Jurnal Teknik-Logika-Matematik. 2024,14. ,418-429,DOI 10. 51132/teknologika. Biaya Produksi = Total UPRT X Biaya Produksi = 128147 x Rp 297,700. 00 = Rp 38,135,370,000 Biaya Inventory = Total inventory akhir x Biaya inventory = 227516 x Rp 23,809. 00 = Rp 5,415,809,421 Total biaya level strategy = Hasil biaya produksi hasil biaya inventory = Rp 37,154,745,200 Rp 5,415,809,421 = Rp 43,551,179,421 Maka total biaya rencana produksi berdasarkan peramalan yang telah diperkirakan dan sumber daya yang dimiliki perusahaan yakni sebesar Rp 43,551,179,421. Master Production Schedule (MPS) Output dari perencanaan produksi adalah jadwal induk produksi atau MPS. Tabel 3 Master Production Schedule pupuk NPK subsidi Periode Jumlah Oct-23 Nov-23 Dec-23 Jan-24 Feb-24 Mar-24 Apr-24 May-24 Jun-24 Jul-24 Aug-24 Sep-24 Total Material Requirement Planning (MRP) Data yang dibutuhkan sebagai input MRP yaitu data jadwal induk produksi (MPS). Bill of Material, dan status inventory. Pada perhitungan MRP ini menggunakan teknik lot sizing Algoritma Wagner Witihin. Adapun langkah Ae langkah MRP yaitu: Netting Data input pada netting yaitu data safety stock dan persediaan di tangan (POH). Sebelum menghitung kebutuhan bersih (NR)|, terlebih dahulu menghitung persediaan di tangan (POH) berdasarkan input data On H and (OH) dan kebutuhan kotor (GR). Jurnal Teknologika (Jurnal Teknik-Logika-Matematik. 2024,14. ,418-429,DOI 10. 51132/teknologika. Tabel 4 Hasil Netting Urea No Part Description UREA WWA QTY Order Policy WWA Periode Past Due POH Perhitungan sebagai berikut: a GR = MPS x Qty GR = 10850 x 0. 208 = 2257 a NR periode 1 = (POH SR Ae GR) Safety Stock NR periode 1 = . 0 0 Ae 2. 800 = 1857 Lotting Menentukan jumlah pesanan optimal yang harus dipesan serta kapan pemesanan tersebut dilakukan didasarkan kebutuhan bersih. Perhitungan pada tahap ini menggunakan metode Algoritma Wagner Within. Adapun input yang dibutuhkan dalam melakukan lotting dengan metode Algoritma Wagner Within yaitu jumlah kebutuhan bersih . ett requiremen. , ongkos pemesanan . rder cos. dan ongkos simpan . olding cos. Langkah 1 Menghitung dan memeriksa batasan pada Qce. Pada langkah ini menentukan jumlah kuantitas pada setiap periode untuk memenuhi permintaan pada periode c sampai periode e dengan gabungan c ke e. Dinyatakan dalam rumus sebagai berikut: Contoh : ycE11 = 2257, ycE12 = 2257 2184 = 4441 Tabel 5 Alternatif Pesanan Alternatif Pesanan e=10 Kebutuhan c=10 c=11 e=11 e=12 Jurnal Teknologika (Jurnal Teknik-Logika-Matematik. 2024,14. ,418-429,DOI 10. 51132/teknologika. Alternatif Pesanan e=10 e=11 c=12 e=12 Langkah 2 Hitung biaya total persediaan . iaya pesan dan biaya simpa. , selanjutnya didefinisikan Zce. Rumusan Zce tersebut dinyatakan sebagai berikut: Contoh pada urea dengan biaya pesan (C) yaitu Rp. 342,058 dan biaya simpan . yaitu Rp. 7,312 : ycs11 = 342. 7 Oe 2. = 342. ycs12 = 342. 312 (. 1 Oe 2. 1 Oe 4. ) = 16. 466,00 Tabel 6 Total Biaya Variabel Biaya Variabel e=10 e=11 e=12 Keb Rp3 Rp16,3 07,098. Rp342. Rp49,3 04,438. Rp16,8 40,728 Rp342. Rp98,8 00,448. Rp49,8 38,068 Rp16,8 40,728 Rp342. Rp160,5 26,088. Rp96,13 2,298 Rp47,70 3,548 Rp15,77 3,468 Rp342,0 Rp243,0 19,438. Rp162,1 26,978 Rp97,19 9,558 Rp48,77 0,808 Rp16,84 0,728 Rp342,0 Rp338,8 09,678. Rp241,9 52,178 Rp161,0 59,718 Rp96,66 5,928 Rp48,77 0,808 Rp16,30 7,098 Rp342,0 Rp454,3 00,368. Rp340,9 44,198 Rp243,5 53,068 Rp162,6 60,608 Rp98,26 6,818 Rp49,30 4,438 Rp16,84 0,728 Rp582,0 20,688. Rp452,6 99,478 Rp339,3 43,308 Rp242,4 85,808 Rp162,1 26,978 Rp97,19 9,558 Rp48,77 0,808 Rp730,5 08,718. Rp584,6 88,838 Rp454,8 33,998 Rp341,4 77,828 Rp244,6 20,328 Rp163,1 94,238 Rp98,26 6,818 Rp895,4 95,418. Rp733,1 76,868 Rp586,8 23,358 Rp456,9 68,518 Rp343,6 12,348 Rp245,6 87,588 Rp164,2 61,498 Rp1,071, 914,958. Rp893,55 8,268 Rp731,16 6,618 Rp585,27 3,638 Rp455,87 9,328 Rp341,91 6,428 Rp244,45 2,198 Langkah 3 Langkah selanjutnya yaitu menghitung biaya minimum pada periode 1 hingga periode 12, dimulai dengan f0 = Rp 0. Nilai fe adalah nilai Biaya total dan pemesanan optimal yang dihitung dengan menggunakan formula sebagai berikut. Contoh pada bahan baku urea: yce0 = 0. yce1 = ycAycnycu . cs11 yce. = ycAycnycu . = 5000 untuk ycs11 f0. f2 = Min . cs12 f0, ycs22 f. = Min . 00 0, 342. = Min . = 684. 116 untuk ycs22 f1. Dan seterusnya hingga f12. Tabel 7 Biaya Minimum Jurnal Teknologika (Jurnal Teknik-Logika-Matematik. 2024,14. ,418-429,DOI 10. 51132/teknologika. Biaya Minimum Kebutu Rp3 e=10 e=11 Rp16,3 07,098. Rp684. Rp49,3 04,438. Rp17,1 82,786 Rp1,02 6,174 Rp98,8 00,448. Rp50,1 80,126 Rp17,5 24,844 Rp1,36 8,232 Rp160, 526,088 Rp96,4 74,356 Rp48,3 87,664 Rp16,7 99,642 Rp1,71 0,290 Rp243, 019,438 Rp162, 469,036 Rp97,8 83,674 Rp49,7 96,982 Rp18,2 08,960 Rp2,05 2,348 Rp338, 809,678 Rp242, 294,236 Rp161, 743,834 Rp97,6 92,102 Rp50,1 39,040 Rp18,0 17,388 Rp2,39 4,406 Rp454, 300,368 Rp341, 286,256 Rp244, 237,184 Rp163, 686,782 Rp99,6 35,050 Rp51,0 14,728 Rp18,8 93,076 Rp2,73 6,464 Rp582, 020,688 Rp453, 041,536 Rp340, 027,424 Rp243, 511,982 Rp163, 495,210 Rp98,9 09,848 Rp50,8 23,156 Rp18,7 01,504 Rp3,07 8,522 Rp730, 508,718 Rp585, 030,896 Rp455, 518,114 Rp342, 504,002 Rp245, 988,560 Rp164, 904,528 Rp100, 319,166 Rp51,6 98,844 Rp19,5 77,192 Rp3,42 0,580 Rp895, 495,418 Rp733, 518,926 Rp587, 507,474 Rp457, 994,692 Rp344, 980,580 Rp247, 397,878 Rp166, 313,846 Rp101, 194,854 Rp52,5 74,532 Rp19,9 19,250 Rp3,76 2,638 Rp1,071, 914,958. Rp893,9 00,326 Rp731,8 50,734 Rp586,2 99,812 Rp457,2 47,560 Rp343,6 26,718 Rp246,5 04,546 Rp165,3 47,414 Rp100,6 88,952 Rp51,99 5,530 Rp19,80 0,778 Rp4,104. Rp3 Rp684. Rp1,02 6,174 Rp1,36 8,232 Rp1,71 0,290 Rp2,05 2,348 Rp2,39 4,406 Rp2,73 6,464 Rp3,07 8,522 Rp3,42 0,580 Rp3,76 2,638 Rp4,104. Langkah 4 c=10 c=11 c=12 Ongko Terpilih e=12 Interpretasikan fn ke dalam ukuran lot. Kemudian hasil dari perhitungan Algoritma Wagner Within dimasukkan ke dalam MRP sebagai PORC. Tabel 8 Lotting UREA No Part Description Order Policy WWA PORC Periode Past Due UREA WWA QTY POH Offsetting Langkah ini bertujuan untuk menentukan saat yang tepat untuk melakukan rencana pemesanan hasil dari proses lotting dalam rangka memenuhi kebtuuhan bersih. Rencana pemesanan didapat dengan cara mengurangi saat awal tersedianya ukuran lot yang diinginkan dengan besarnya lead time. Hasil dari tahap ini dapat dilihat pada tabel sekaligus sebagai tabel hasil proses MRP dengan metode lotting Algoritma Wagner Within. Tabel 9 Offsetting dan hasil MRP No Part Description UREA WWA QTY Order Policy WWA Periode Past Due Jurnal Teknologika (Jurnal Teknik-Logika-Matematik. 2024,14. ,418-429,DOI 10. 51132/teknologika. POH PORC PORL Perhitungan MRP selanjutnya untuk bahan baku Urea. KCL. DAP dan Clay dilakukan dengan langkah Ae langkah yang sama. Berikut hasil perhitungan dari MRP bahan baku tersebut: Tabel 10 MRP KCL No Part Description KCL WWA QTY Order Policy WWA Periode Past Due PORC POH PORL Tabel 11 MRP DAP No Part Description DAP WWA QTY Order Policy WWA Periode Past Due PORC POH PORL Tabel 12 MRP Clay No Part Description CLAY WWA QTY Order Policy WWA Periode Past Due POH Jurnal Teknologika (Jurnal Teknik-Logika-Matematik. 2024,14. ,418-429,DOI 10. 51132/teknologika. PORC PORL Kesimpulan Kesimpulan merupakan hasil dan pengolahan data yang akan menjawab tujuan dari penulisan Kesimpulan yang didapat dari hasil pengolahan data adalah sebagai berikut: Perencanaan dan pengendalian produksi di PT. Pupuk Kujang Cikampek menggunakan level strategy karena strategi yang digunakan yaitu make to stock dengan tenaga kerja 105 orang dan biaya sebesar Rp 43,551,179,421. Dengan diketahui hasil perencanaan produksi 147 ton, yang selanjutnya di implementasikan ke dalam master production schedule atau jadwal induk produksi. Bahan baku yang diperlukan untuk produksi NPK subsidi periode Oktober 2023 - September 2024 yaitu Urea 26. 646 ton. KCL 28. 571 ton. DAP 26. 261 ton, dan Clay 38. 688 ton. Jurnal Teknologika (Jurnal Teknik-Logika-Matematik. 2024,14. ,418-429,DOI 10. 51132/teknologika. Referensi