Jurnal Rekayasa Tenik Sipil Universitas Madura Vol. 3 No. 2 Desember 2018 ISSN 2527-5542 STUDI KELAYAKAN PERUMAHAN CITRAPURI KENITEN 1 PONOROGO DILIHAT DARI SITE PLAN Siti Choiriyah. 1 dan Deni Eko Prasetiyo 2 Jurusan Teknik Sipil. Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya Jurusan Teknik Sipil. Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya E-mail: siti. choiriyah@itats. id,dekop23@gmail. ABSTRAK : Pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat seiring dengan kebutuhan akan perumahan juga mengikuti, karena rumah adalah kebutuhan primer. Sebagai pengembang Perumahan Citra Puri Keniten 1 terletak di jalan Arif Rahman HakimJalan Raya Ponorogo-Madiun Kabupaten Ponorogo berusaha memenuhi kebutuhan akan tempat tinggal sesuai dengan keinginan pembeli, maka dilakukukan beberapa studi kelayakan perumahan salah satunya adalah studi kelayakan Site Plan berdasarkan SNI-03-1733-2004. Persyaratan dasar rumah dan bangunan yaitu harus memenuhi persyaratan administrasi, mengacu pada RTRW (Rencana Tata Ruang Wilaya. Tipe dasar perumahan untuk menentukan luas minimum rata-rata perpetakan tanah didasarkan pada faktor kegiatan alam dan peraturan bangunan. Dan juga harus terdapat Sarana Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk menjaga keseimbangan dan kelestarian lingkungan yang merupakan salah satu sumber akan cahaya maupun Hasil analisisnya yaitu : Perencanaan perumahan tersebut telah memenuhi standar SNI-03-1733-2004 mulai dari administrasi perijinan, tipe perumahan, sarana Ruang Terbuka Hijau (RTH ) dengan luas 66. 79% : 33. 21% dan sarana prasarana (Jalan, tempat beribadah, drainase, jaringan air bersih, saluran air kotor, taman atau penghijauan serta tempat bermai. Kata Kunci: RTH. Site Plan. RTRW beberapa hal yang kurang seperti drainase dan manajemen pengelolaan sampah. PENDAHULUAN Pesatnya pertumbuhan penduduk mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Badan Pusat Statistik menjelaskan bahwasanya penduduk di Kabupaten Ponorogo mengalami peningkatan yang Di tahun 2017 jumlah penduduk mencapai 393 jiwa. Dengan hal ini mengakibatkan kebutuhan yang semakin meningkat. Salah satunya adalah kebutuhan akan tempat tinggal untuk berlindung, yaitu rumah. Oleh sebab itu, dibutuhkan pengembangan konsep perumahan yang dilengkapi dengan sarana prasarana dan utilitas umum supaya dapat menciptakan tata kota yang lebik baik dan nyaman (UU. No. Th. Namun perlu adanya studi kelayakan untuk menganalisis layak atau tidaknya sebuah perencanaan perumahan . ite pla. supaya memenuhi standar. Karena konsep perumahan yang layak dapat dilihat dari lokasinya yang strategis untuk mempermudah akses jalan ke tempat tujuan serta kelengkapan sarana prasarananya seperti jaringan jalan, sistem drainase, tempat ibadah, tempat bermain untuk anak-anak, taman, dan lapangan olahraga (SNI-1733-2. Kelayakan site plan perumahan berdasarkan SNI-031733-2004 . Persyaratan dasar rumah dan bangunan yaitu persyaratan administrasi, mengacu pada RTRW (Rencana Tata Ruang Wilaya. setempat, terdapat perencanaan sarana dan prasarana yang memadai. Tipe dasar perumahan untuk menentukan luas minimum rata-rata perpetakan tanah didasarkan pada faktor kegiatan alam dan peraturan bangunan dengan L per orang = U / Tp (Pers. L per orang : luas lantai hunian per orang U: kebutuhan udara segar/orang/jam dalam satuan Tp : tinggi plafon minimal dalam satuan m Maka luas lantainya per orang: L per orang dewasa = U dewasa / Tp = 24 (Pers. m3 / 2. 5 m = 9,6 m2 PENELITIAN TERDAHULU Penelitian terdahulu yang serupa penelitian ini telah benyak dilakuan, di antaranya . Penelitian yang dilakukan oleh Wibowo pada tahun 2013 yang berjudul AuAnalisis site plan Perumahan Taman Sentosa tahap II Kecamatan Ngemplak Kabupaten BoyolaliAy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan site plan Perumahan Taman Sentosa tahap kedua yang memenuhi Adapun hasilnya adalah perumahan tersebut layak dan sesuai standar, dimana terdapat Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan kelengkapan sarana prasarana yang memadai, meskipun terdapat L per orang anak = U anak / Tp = 12 m 3 / 2. m = 4. 8 m2 (Pers. Keterangan : U dewasa : dewasa/jam dalam satuan m3 U anak Kebutuhan /orang : Kebutuhan udara segar/orang anak/jam dalam satuan m3 : Tinggi plafon minimal dalam satuan m Jika koefisien dasar bangunan 50%, maka luas kaveling minimum untuk keluarga dengan anggota 5 orang: L kav min. = 100/50 x51m2 = 100m2 (Pers. Jurnal Rekayasa Tenik Sipil Universitas Madura Vol. 3 No. 2 Desember 2018 ISSN 2527-5542 Sarana Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang merupakan komponen berwawasan lingkungan yang mempunyai arti menjaga keseimbangan dan kelestarian lingkungan karena adalah salah satu sumber akan cahaya maupun oksigen dimanfaatkan oleh penduduk perumahan. RTH ini dapat dimanfaatkan antara lain: sarana tempat bermain anak-anak, taman maupun lapangan olahraga, untuk luas RTH dapat dianalisis dengan perbandingan antara wilayah terbangun dan wilayah terbuka minimal adalah 70% : 30% dengan rumus: Perencanaan sarana dan prasarana untuk menunjang fasilitas perumahan. Terdapat 6 macam sarana prasarana. Jaringan drainase yang merupakan saluran yang berada disepanjang perumahan dan ketentuan dan persyaratan teknis yang diatur dalam peraturan / perundang-undangan yang berlaku, terutama mengenai tata di perkotaan. Jaringan drainase merupakan prasarana yang berfungsi mengalirkan air permukaan ke saluran drainase perumahan di perkotaan dan mengontrol debit air pada saat musim . Jaringan jalan yang merupakan sarana perumahan yang harus disesuaikan dengan klasifikasi berdasarkan fungsi jalan dan kelas . Jaringan air bersih dan air limbah yang merupakan kebutuhan akan air bersih untuk setiap unit rumah agar dapat tercukupi. Air bersih tersebut harus memenuhi persyaratan yang standar. Jaringan air limbah yaitu jaringan untuk mengalirkan limbah rumah tangga, dalam perencanaan ini harus sesuai ketentuan dan persyaratan teknis yang diatur dalam peratuan atau perundang-undangan yang berlaku, terutama mengenai tata acara perencanaan umum jaringan air bersih dan air Jenis dari sarana ini untuk minimal jaringan air bersih difasilitasi dengan PDAM sedangkan untuk jaringan air limbah minimal disediakan septiktank dan sumur . Jaringan persampahan yang merupakan pengelolaan sampah yang ada di kawasan perumahan supaya lingkungan tetap terjaga dari kotoran maupun sampah organik dan anorganik, serta menjaga lingkungan dari pemasanan global, karena sampah perumahan sampah yang tergolong banyak disebabkan pengguni perumahan yang padat. Maka harus disediakan tempat sampah disetiap unit rumah dan pembuangan sampah Jaringan listrik yang merupakan kebutuhan akan daya listrik untuk setiap unit rumah, dikawasan perumahan harus direncanakan berdasarkan peraturan dan persyaratan yang berlaku seperti: kebutuhan daya listrik dan jaringan listrik dengan ketentuan Setiap lingkungan perumahan harus mendapatkan daya listrik dari PLN dengan daya listrik minimum 450 VA per jiwa dan untuk sarana lingkungan sebesar 40% Sarana peribadatan yang memerhatikan struktur penduduk menurut agama yang dianut dan tata cara masyarakat setempat dalam menjalankan ibadah agamanya dengan ketentuan jumlah penduduk 250 jiwa dibangun Musholla luas lahan 45m 2, penduduk 2500 jiwa disediakan Masjid dengan luas lahan 300m2. METODE PENELITIAN Alur penelitian terdiri dari studi literatur, studi lapangan, pengumpulan data, analis dan pengumpulan data serta studi kelayakan site plan. Diagram alir terdapat pada Gambar 1. Mulai Studi Literatur Studi Lapangan Pengumpulan Data Data Primer : Pengamatan dan Pengukuran langsung di lapangan Wawancara - Waktu Proyek - Data Marketing Data Sekunder : Data yang diperoleh developer proyek : - Gambar Site Plan - Gambar Tipe Unit Rumah Analisis dan Pengolahan Data Studi Kelayakan Site Plan - Persyaratan Dasar Perumahan - Tipe Dasar Perumahan - Ruang Terbuka Hijau (RTH) - Perencanaan Sarana dan Prasarana Finish Gambar 1 Diagram Alir Penelitian Jurnal Rekayasa Tenik Sipil Universitas Madura Vol. 3 No. 2 Desember 2018 ISSN 2527-5542 . Sarana Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tujuan dari ruang terbuka hijau ini adalah untuk menjaga perumahan, serta salah satu sumber akan udara maupun cahaya matahari yang dimanfaatkan untuk kelangsungan hidup penduduk yang berada di kawasan tersebut, berikut hasil analisisnya pada Tabel 2: Tabel 2 Wilayah terbangun dan terbuka perumahan PEMBAHASAN Pengumpulan data merupakan bagian awal dari penelitian yang dilakukan dengan cara survei lapangan di Perumahan Citra Puri Keniten 1, dengan ini akan mendapatkan data sebagai berikut : Data Primer yaitu data yang didapat di proyek secara langsung dengan mengamati maupun wawancara. Data Sekunder yaitu data yang didapat dari pihak developer perumahan yang meliputi: Gambar Site Plan. Tipe Perumahan. RAB. Harha Jual Perumahan. Analisis Kelayakan Site Plan Perumahan Berdasarkan SNI-03-1733-2004 . Persyaratan Dasar Perumahan Lingkungan perumahan ini menjadi kawasan baru memiliki kependudukan sendiri yang diatur oleh Rukun Tetangga dan Rukun Warga (RT/RW) Admistrasi berdasarkan wawancara yang telah dilakukan, perumahan telah melakukan administrasi perijinan sebelum pembangunan dimulai yaitu: Ijin advive planning. Ijin site plan PU . Ijin UPLUKL. Ijin Peruntukan Pengembangan Tanah (IPPT). Spit lapangan oleh BPN. Ijin peil banjir dan IMB induk tiap unit rumah. Tipe Dasar Perumahan Tabel 1 Tipe Dasar Perumahan . Sarana Dan Prasarana Lingkungan Perumahan Jalan perumahan tersebut menggunakan paving, sedangkan untuk lebar jalan 9,75 meter ditambah dengan jaringan drainase disamping kanan dan kiri dengan lebar 1 meter. Jaringan Air Bersih Pemenuhan kebutuhan akan air bersih dalam kawasan perumahan tersebut dengan menyediakan sumber air dari PDAM. Jaringan Air Limbah dalam perumahan ini telah disediakan septiktank dan sumur resapan yang bertujuan supaya kawasan perumahan lebih nyaman serta lingkungan tidak tercemar oleh limbah. Tempat Peribadatan dalam perumahan ini akan dibangun sebuah Musholla dengan luas 150m2. Dalam memperhitungkan luasan Musholla dapat dilihat dari jumlah penduduk yaitu dengan hasil analisis sebanyak 269 jiwa, maka luasan Musholla telah memenuhi standar. Jaringan Drainase dalam kawasan ini terdapat dua detail drainase yang digunakan yaitu menggunakan buis beton dengan diameter 60cm dan beton cetak dengan ukuran 100 x 100 cm. Jaringan Persampahan pada kawasan perumahan ini dilengkapi dengan bak sampah pada setiap unit rumah yaitu berjumlah 75 unit bak sampah yang berada didepan rumah, dengan adanya bak sampah ini maka setiap rumah tangga dapat menjaga kebersihan dari sampah organik maupun anorganik sehingga kawasan Jurnal Rekayasa Tenik Sipil Universitas Madura Vol. 3 No. 2 Desember 2018 ISSN 2527-5542 perumahan tetap terjaga kebersihannya. Jaringan Listrik pada kawasan perumahan mendapatkan daya listrik dari PLN, untuk besaran dayanya dibagi menjadi dua jenis, untuk jenis pertama bagi perumahan tipe tidak bertingkat . ipe 45, tipe 52, tipe 56 dan tipe . yaitu dengan daya listrik sebesar 1300 VA sedangkan untuk jenis kedua bagi perumahan yang tipe bertingkat ( tipe 89, tipe 104, dan tipe 130 ) dengan daya listrik sebesar 2200 VA. Supriadi. Qomariyah. , dan Muttaqin. AY. Perencanaan Site Plan dan Studi Kelayakan Investasi pada Perumahan Pondok Permata Hijau Desa Wirun Kecamatan Mojolaban. Ejurnal MATRIKS Teknik Sipil/Juni 2013/118. matrik sipil. id, diakses 29 Januari 2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun Perumahan Dan Kawasan Pemukiman. KESIMPULAN Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini Analisis kelayakan Site Plan berdasarkan SNI-03-17332004 adalah: Persyaratan dasar perumahan tersebut telah memenuhi standar yang berlaku Tipe dasar perumahan ini telah memenuhi standar akan pasokan udara untuk penduduk disetiap unit Ruang Terbuka Hijau (RTH) telah menenuhi standar yaitu perbandingan antara luas terbangun dan terbuka adalah 66,79% : 33,21% Sarana prasarana di perumahan telah memenuhi standar yang meliputi: jaringan jalan, air bersih, air limbah, tempat peribadatan, jaringan drainase, jaringan persampahan dan jaringan listrik. DAFTAR PUSTAKA