Konstruksi: Publikasi Ilmu Teknik. Perencanaan Tata Ruang dan Teknik Sipil Volume 3 Nomor 3 Juli 2025 E-ISSN . : 3031-4089. P-ISSN . : 3031-5069. Hal 106-116 DOI: https://doi. org/10. 61132/konstruksi. Available online at: https://journal. id/index. php/Konstruksi Evaluasi Fasilitas di Terminal Tipe A Entrop Dessy Supusepa1*. Marsal Arung Lamba2. Tommi3 Perencanaan Wilayah dan Kota. Universitas Cenderawasih Jayapura. Indonesia Jl. Kampwolker Yabansai Waena Jayapura. Papua Korespondensi penulis:dessytarissupusepa@gmail. Abstract. Terminals serve as transportation nodes that play a vital role in supporting community mobility and urban economic activities. As the capital city of Papua Province with a population of 420,577 inhabitants. Jayapura City requires an efficient transportation system to support increasingly dynamic social and economic Entrop Terminal, as a Type A Terminal and the main transportation hub of Jayapura City, serves various transportation modes ranging from inter-city inter-provincial transport, cross-border transport, intraprovincial inter-city transport, urban transport, to rural transport. However, there is a significant problem where users prefer to wait for public transportation outside the terminal due to long queues inside the terminal, creating a shadow terminal phenomenon. This research aims to evaluate the facilities available at Entrop Type A Terminal in relation to the quality of services provided to users. This evaluation is important to identify facility and service deficiencies that cause users to be reluctant to use the terminal optimally. The research results are expected to provide recommendations for facility improvements and service quality enhancement at Entrop Terminal, so that it can function optimally as the main transportation hub and reduce the shadow terminal problems occurring in Jayapura City. Keywords: Transportation Terminal. Facility Evaluation. Terminal Services. Entrop Terminal. Jayapura City Abstrak. Terminal merupakan simpul transportasi yang memiliki peran vital dalam mendukung mobilitas masyarakat dan kegiatan ekonomi perkotaan. Sebagai ibukota Provinsi Papua dengan jumlah penduduk 420. Kota Jayapura memerlukan sistem transportasi yang efisien untuk menunjang aktivitas sosial dan ekonomi yang semakin dinamis. Terminal Entrop sebagai Terminal Tipe A dan simpul transportasi utama Kota Jayapura melayani berbagai moda angkutan mulai dari angkutan antar kota antar provinsi, lintas batas negara, antar kota dalam provinsi, angkutan kota, hingga angkutan pedesaan. Namun, terdapat permasalahan signifikan dimana pengguna lebih memilih menunggu angkutan umum di luar terminal karena antrian di dalam terminal yang memakan waktu lama, sehingga menimbulkan fenomena terminal bayangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi fasilitas yang tersedia di Terminal Tipe A Entrop dalam kaitannya dengan kualitas pelayanan yang diberikan kepada pengguna. Evaluasi ini penting dilakukan untuk mengidentifikasi kekurangan fasilitas dan pelayanan yang menyebabkan pengguna enggan menggunakan terminal secara optimal. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan rekomendasi perbaikan fasilitas dan peningkatan kualitas pelayanan Terminal Entrop, sehingga dapat berfungsi secara maksimal sebagai simpul transportasi utama dan mengurangi masalah terminal bayangan yang terjadi di Kota Jayapura. Kata Kunci: Terminal Transportasi. Evaluasi Fasilitas. Pelayanan Terminal. Terminal Entrop. Kota Jayapura LATAR BELAKANG Transportasi merupakan sarana yang menghubungkan antara lokasi produksi dan pasar. Dengan kata lain, transportasi berfungsi untuk memperpendek jarak antara daerah produksi dan pasar, sering kali diartikan sebagai jembatan antara produsen dan konsumen (Adisasmita. Transportasi merupakan aktivitas memindahkan barang atau orang dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Keberhasilan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh sumber daya alam dan kerja keras, tetapi juga oleh efisiensi sistem transportasinya (Warpani, 1. Dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 40 Tahun 2015 Terminal adalah pangkalan kendaraan bermotor umum yang digunakan untuk mengatur kedatangan dan keberangkatan, menaikkan dan menurunkan orang dan/atau barang, serta perpindahan moda angkutan. Transportasi Received: April 30, 2025. Revised: Mei 15, 2025. Accepted: Juni 07, 2025. Online Available: Juni 09, 2025 Evaluasi Fasilitas di Terminal Tipe A Entrop memegang peranan penting dalam kehidupan manusia, menjadi tulang punggung bagi interaksi sosial dan pergerakan barang antar tempat. Terminal Entrop merupakan simpul transportasi utama Kota Jayapura yang memiliki peran penting dalam menunjang fungsi perkotaan. Sebagai Terminal Tipe A. Terminal Entrop melayani beragam moda transportasi, meliputi angkutan antar kota antar provinsi, lintas batas negara, antar kota dalam provinsi, angkutan kota, dan angkutan pedesaan. Berdasarkan berita (Tribun-Papua. , banyak pengguna Terminal Tipe A Entrop memilih menunggu angkutan di luar terminal karena antrean kendaraan yang terlalu lama. Akibatnya, muncul terminal bayangan di sekitar terminal resmi. Kondisi ini mengindikasikan bahwa fasilitas dan pelayanan terminal mungkin tidak berjalan optimal, sehingga perlu dilakukan evaluasi untuk memastikan terminal berfungsi sebagaimana KAJIAN TEORITIS Terminal Terminal merupakan tempat dimana terjadinya aktivitas bongkar muat penumpang dan barang yang masuk dan keluar dengan menggunakan sistem yang merupakan bagian penting dalam sistem transportasi (Morlok. EK, 1. Terminal juga merupakan pangkalan kendaraan bermotor umum yang digunakan untuk mengatur kedatangan dan keberangkatan, menaikkan dan menurunkan orang/barang, serta perpindahan angkutan moda (Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Terminal Penumpang Angkutan Jala. Fasilitas Terminal Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Terminal Penumpang Angkutan Jalan, fasilitas terminal dikelompokkan atas fasilitas utama dan fasilitas pendukung. Fasilitas Utama Terminal: Jalur keberangkatan, jalur kedatangan, ruang tunggu penumpang, pengantar, dan/atau penjemput, tempat naik turun penumpang, tempat parkir kendaraan, fasilitas pengelolaan lingkungan hidup, perlengkapan jalan, media informasi, kantor penyelenggara terminal, dan loket penjualan tiket. Fasilitas Penunjang Terminal Fasilitas penyandang disabilitas dan ibu hamil atau menyusui, pos kesehatan, fasilitas kesehatan, fasilitas peribadatan, pos polisi, alat pemadam kebakaran dan Fasilitas umum. KONTRUKSI - VOLUME. 3 NOMOR. 3 JULI 2025 E-ISSN . : 3031-4089. P-ISSN . : 3031-5069. Hal 106-116 Jenis Terminal Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, terminal dapat dibagi menjadi dua peran, yaitu: Terminal Penumpang C Terminal Barang Fungsi Terminal Fungsi terminal menurut (Adisasmita, 2. dapat dilihat dari 3 . Bagi Penumpang: Terminal berfungsi sebagai tempat yang nyaman dan aman bagi penumpang untuk menunggu, berpindah antar moda transportasi, serta mencapai tujuan akhir perjalanan dengan cepat. Bagi Pemerintah: Terminal berperan penting dalam mengatur lalu lintas dan transportasi secara keseluruhan. Bagi Penyelenggara Angkutan Umum: Terminal menjadi pusat pengendalian angkutan umum untuk mengatur jadwal dan rute kendaraan. METODE PENELITIAN Metode Pendekatan Penelitian ini menggunakan pendekatan yang menggabungkan metode kualitatif dan Pendekatan kualitatif diterapkan melalui observasi dan wawancara untuk memperoleh deskripsi fasilitas serta menggali persepsi masyarakat tentang efektivitas fasilitas Terminal Tipe A Entrop. Sementara itu, pendekatan kuantitatif digunakan untuk mengukur efektivitas pelayanan terminal melalui kuesioner dengan analisis skala Likert. Metode Pengumpulan Data Pengumpulan data dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer diperoleh langsung di Terminal Tipe A Entrop melalui observasi dan wawancara mendalam dengan narasumber menggunakan instrumen wawancara yang telah disusun. Data sekunder diperoleh dari instansi terkait, yaitu Dinas Perhubungan Kota Jayapura dan Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Papua. Metode Analisa Analisis data menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Analisis deskriptif kualitatif menggambarkan kondisi fasilitas Terminal Tipe A Entrop berdasarkan observasi lapangan yang dibandingkan dengan standar pelayanan minimum Permenhub No. 24 Tahun Metode kuantitatif menggunakan analisis Skala Likert untuk mengukur persepsi responden terhadap fasilitas terminal. Analisis coding diterapkan pada hasil wawancara dengan Evaluasi Fasilitas di Terminal Tipe A Entrop pengguna taksi yang dipilih secara purposive sampling untuk memperoleh pemahaman mendalam tentang efektivitas pelayanan terminal. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Wilayah Penelitian Kota Jayapura sebagai ibukota Provinsi Papua terdiri dari 5 distrik, yaitu Muara Tami. Heram. Abepura. Jayapura Selatan, dan Jayapura Utara. Distrik Jayapura Selatan memiliki luas 43,4 kmA yang terdiri dari 7 kelurahan dan 1 kampung. Kelurahan Entrop merupakan bagian dari Distrik Jayapura Selatan dengan luas wilayah 2,7 kmA. Sebelah utara berbatasan dengan Kelurahan Ardipura. Sebelah timur berbatasan dengan Kelurahan Hamadi. Sebelah selatan berbatasan dengan Teluk Youtefa dan Kelurahan Wahno. Sebelah barat berbatasan dengan Kelurahan Yabansai dan Peg. Cyclop (Kab. Jayapur. Gambar 1. Peta Administrasi Kelurahan Entrop Distrik Jayapura Selatan berpenduduk 100. 992 jiwa, sedangkan Kelurahan Entrop 568 jiwa pada tahun 2023 (BPS Kota Jayapura, 2. Analisis Kondisis Eksisting Fasilitas di Terminal Tipe A Entrop Berdasarkan observasi pada 20 Januari, 31 Januari, dan 22 April 2025, kondisi Terminal Tipe A Entrop menunjukkan fasilitas transportasi yang relatif memadai namun operasional belum optimal. Jalur Keberangkatan dan Kedatangan Fasilitas jalur kedatangan dan keberangkatan dalam kondisi layak dengan area tertata rapi, rambu yang jelas, dan permukaan jalan yang aman. Namun, ketiadaan petugas penjaga berpotensi mengurangi pengawasan dan menyebabkan ketidakteraturan arus kendaraan. KONTRUKSI - VOLUME. 3 NOMOR. 3 JULI 2025 E-ISSN . : 3031-4089. P-ISSN . : 3031-5069. Hal 106-116 Gambar 2. Jalur Keberangkatan dan Jalur Kedatangan Ruang Tunggu Terminal menyediakan dua ruang tunggu yaitu ALBN dan AKDP yang keduanya memiliki fasilitas layak seperti kursi. AC, dan colokan. Namun, ruang tunggu AKDP kurang dimanfaatkan dan sering kosong karena penumpang cenderung memilih ruang tunggu ALBN yang lebih ramai. Gambar 3. Ruang Tunggu ALBN dan AKDP Tempat Parkir Kondisi tempat parkir terminal layak dengan area tertata memadai. Parkir sebelah timur 095mA menampung 24 unit bus, sedangkan parkir sebelah barat seluas 1. diperuntukkan kendaraan pribadi, mendukung kelancaran sirkulasi pengguna. Gambar 4. Tempat Parkir Bus dan Kendaraan Pribadi Loket penjualan tiket Loket Penjualan tiket berada di dalam ruang tunggu ALBN. Loket penjualan tiket berada dalam kondisi layak, melayani pembelian tiket setiap hari dengan jadwal yang teratur. Tersedia enam trayek, yaitu JayapuraAeSarmi. JayapuraAeDemta. JayapuraAeSenggi. JayapuraAe Taja. JayapuraAePerbatasan, dan JayapuraAeBandara. Evaluasi Fasilitas di Terminal Tipe A Entrop Gambar 5. Loket Penjualan Tiket Musholla Mushola di Terminal Entrop tidak layak karena tidak tersedia sajadah, sehingga pengguna harus beribadah langsung di lantai tanpa alas memadai. Fasilitas ini perlu segera dilengkapi agar dapat berfungsi sebagai tempat ibadah yang layak. Gambar 6. Musholla Toilet Terminal memiliki dua toilet layak dan bersih. Toilet di ruang tunggu ALBN dilengkapi 2 WC, 2 wastafel, dan 4 urinoir pria. Toilet di samping kantor pengelola lebih luas dengan 3 WC, 2 wastafel, dan 4 urinoir pria. Keduanya memiliki aliran air lancar dan bebas bau. Gambar 7. Toilet Dalam dan Toilet Luar Cafetaria dan Pujasera Kafetaria di sebelah ruang tunggu AKDP memiliki 10 tenan, namun hanya 2 yang aktif. Sebaliknya, pujasera di belakang ruang tunggu ALBN dengan 7 tenan beroperasi penuh dan ramai, menyediakan makanan, minuman, dan kebutuhan ringan bagi penumpang. Gambar 8. Cafetaria dan Pujasera KONTRUKSI - VOLUME. 3 NOMOR. 3 JULI 2025 E-ISSN . : 3031-4089. P-ISSN . : 3031-5069. Hal 106-116 Ruang Terbuka Hijau Ruang Terbuka Hijau di sebelah kafetaria berfungsi sebagai tempat bersantai yang nyaman dengan tata letak teratur dan tanaman hias yang mempercantik lingkungan serta menjaga kesegaran udara. Gambar 9. Ruang Terbuka Hijau Peta Fasilitas di Terminal Tipe A Entrop Gambar 10. Peta Fasilitas di Terminal Tipe A Entrop Kesesuaian Fasilitas Terminal Tipe A Entrop Kesesuaian fasilitas Terminal Entrop dinilai penting untuk menjamin kualitas pelayanan, mencakup ketersediaan, kondisi, fungsi, dan aksesibilitas. Evaluasi mengacu pada Permenhub No. 24 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Terminal Angkutan Jalan. Tabel 1. Kesesuaian Fasilitas Yang Tersedia Di Terminal Fasilitas Yang Tersedia Di Terminal Tipe A Entrop Fasilitas kesehatan Rumah makan Jalur evakuasi Fasilitas dan petugas kebersihann Alat pemadam kebakaran Area merokok Pos fasilitas dan petugas kesehatan Drainase Informasi fasilitas keselamatan Lampu penerangan ruangan Informasi fasilitas kesehatan Jalur pemberangkatan Fasilitas keamanan Jalur kedatangan Petugas keamanan Informasi angkutan lanjutan Jadwal kedatangan keberangkatan serta besaran Tempat penitipan barang tarif kendaraan bermotor umum beserta realisasi jadwal secara tertulis Evaluasi Fasilitas di Terminal Tipe A Entrop Loket penjualan tiket Fasilitas pengisian baterai Kantor penyelenggara terminal, ruang kendali Tempat naik/turun penumpang dan manajemen sistem informasi terminal Petugas operasional terminal Tempat parkir kendaraan umum dan pribadi Ruang tunggu Ruang ibu menyusui Toilet Fasilitas peribadatan Ruang terbuka hijau Tabel 2. Kesesuaian Fasilitas Yang Tidak Tersedia Di Terminal Fasilitas Yang Tidak Tersedia Di Terminal Tipe A Entrop Pos fasilitas dan petugas pemeriksa kelaiakan Informasi pelayanan kendaraan umum Fasilitas perbaikan ringan kendaraan umum Tempat istirahat awak kendaraan Informasi fasilitas pemeriksa dan perbaikan Ruang baca ringan kendaraan bermotor Media pengaduan gangguan keamanan Area jaringan intenet Jadwal kendaraan umum dalam trayek lanjutan Informasi gangguan perjalanan mobil bus dan tidak dalam trayek lanjutan beserta realisasi jadwal secara tertulis Fasilitas penyandang cacat Berdasarkan evaluasi terhadap Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor PM 24 Tahun 2021, beberapa fasilitas Terminal Tipe A Entrop belum sepenuhnya memenuhi standar. Hasil perbandingan skor aktual dengan skor ideal menunjukkan tingkat kesesuaian sebesar 29/40y100%=72,5%, yang mengindikasikan bahwa fasilitas terminal tergolong cukup sesuai Persepsi Terhadap Pelayanan Terminal Tipe A Entrop Persepsi pengguna Terminal Tipe A Entrop mencerminkan penilaian subjektif terhadap kualitas fasilitas dan layanan, berdasarkan kesesuaian dengan kebutuhan dan harapan dari aspek fisik, pelayanan, dan aksesibilitas, yang diukur dengan skala Likert. Hasil Penilaian Persepsi Pengguna Tabel 3. Total Skor berdasarkan hasil dari kuesioner Aspek Penilaian Skor Total Skor Keselamatan Keamanan Kehandalan/Keteraturan Kenyamanan KONTRUKSI - VOLUME. 3 NOMOR. 3 JULI 2025 E-ISSN . : 3031-4089. P-ISSN . : 3031-5069. Hal 106-116 Kemudahan/ Keterjangkauan Kesetaraan Interpretasi Skor Perhitungan Y = skala tertinggi Likert x jumlah responden X = skala terendah Likert x jumlah responden Tabel 4. Nilai Persepsi Pengguna Terhadap Pelayanan Terminal Tipe A Entrop Aspek Penilaian Total Skor Nilai % Keterangan Keselamatan 68,125 Baik Keamanan Cukup Kehandalan/Keteraturan Cukup Kenyamanan Baik Kemudahan/Keterjangkauan 65,625 Baik Kesetaraan 49,375 Cukup Rumus Perhitungan: Skor maksimal (Y) = 5 y 32 responden = 160 Indeks = (Total Skor y . y 100% Gambar 11. Hasil Penilaian dari kuesoner Perspektif Pengguna Terhadap Efektivitas Fasilitas Terminal Entrop Penelitian dilakukan di luar Terminal Entrop karena tidak ada pengguna taksi di dalam Wawancara menunjukkan sopir dan penumpang sepakat beroperasi di luar terminal karena terminal sepi, kurang strategis, dan waktu tunggu mencapai 20-30 menit. Analisis mengidentifikasi masalah utama: waktu tunggu lama dan aksesibilitas buruk. Terminal memiliki kelemahan aspek keamanan . %) dan kesetaraan . %) seperti kurangnya pengawasan dan fasilitas disabilitas. Kondisi ini menyebabkan terminal tidak berfungsi Evaluasi Fasilitas di Terminal Tipe A Entrop KESIMPULAN DAN SARAN Evaluasi Terminal Tipe A Entrop menunjukkan kondisi cukup baik dengan skor 72,5% dan aspek kenyamanan tertinggi . %). Namun, terdapat kelemahan pada aspek kesetaraan . ,38%) karena minimnya fasilitas disabilitas dan sistem keamanan. Sopir dan penumpang beroperasi di luar terminal karena lokasi kurang strategis dan waktu tunggu lama. Disarankan terminal meningkatkan keamanan, menambah fasilitas inklusif, mempercepat pelayanan, dan melakukan sosialisasi intensif. DAFTAR REFERENSI Aldi Bimantara. 1, 30 Jul. Warga Jayapura memilih menunggu angkot di luar Terminal Tipe A Entrop. Tribun Papua. https://papua. com/2021/07/30/wargajayapura-memilih-menunggu-angkot-diluar-terminal-tipe-a-entrop Badan Pusat Statistik. Kecamatan Jayapura Selatan dalam angka 2024. Badan Pusat Statistik. Buamona. Timboeleng. , & Karongkong. Analisis pelayanan transportasi angkutan kota di kota Ternate. Spasial, 4. , 82Ae95. Bunu. Metodologi penelitian kualitatif. Pusaka Media. Dina. , & Setiawan. Evaluasi purna huni sirkulasi dan fasilitas Terminal Kartasura. Sinektika: Jurnal Arsitektur, 1. , 165Ae171. Fatimah. Pengantar transportasi. Myria Publisher. Gumabo. Evaluasi kelayakan terminal angkutan umum di Kecamatan Tobelo Tengah. Spasial, 1. , 20Ae26. Indonesia. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Sekretariat Negara. Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Penyelenggaraan Terminal Penumpang Angkutan Jalan. Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 24 Tahun 2021 tentang Terminal Penumpang Angkutan Jalan. Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Khasanah. Pengantar microteaching. Lestari. Analisis pengaruh kebijakan transportasi terhadap mobilitas masyarakat. Jurnal Penelitian Transportasi Darat, 21. , 31Ae36. KONTRUKSI - VOLUME. 3 NOMOR. 3 JULI 2025 E-ISSN . : 3031-4089. P-ISSN . : 3031-5069. Hal 106-116 Maimunah. , & Baharuddin. Evaluasi kinerja Terminal Leuwipanjang Kota Bandung. Jurnal Teknologi Transportasi dan Logistik, 2. , 65Ae78. Nasution. Metode penelitian kualitatif. Nugraha. Kajian optimalisasi fungsi pelayanan terminal penumpang tipe A Kota Banjar (Tesis doktor. Universitas Siliwang. Nur. Rangan. Mahyuddin. Halim. Tumpu. Sugiyanto. , . Rosyida. Sistem transportasi. Renggo. , & Kom. Populasi dan sampel kuantitatif. Dalam Metodologi penelitian kuantitatif, kualitatif dan kombinasi . Risandra. Nurdin. , & Said. Persepsi masyarakat terhadap penggunaan transportasi online Grab di Kota Jambi. Jurnal Talenta Sipil, 6. , 1Ae8. Rivai. Identifikasi perilaku penggunaan dan persepsi pengguna tentang layanan pemesanan dan pengiriman makanan dengan transportasi online (Tesis doktor. Universitas Komputer Indonesi. Samsudin. Sistem pelayanan pada angkutan kota rute tetap dan rute bebas di Kota Palangkaraya. Jurnal Penelitian Transportasi Darat, 19. , 133Ae142. Santiti. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas Terminal Rajabasa. Bandar Lampung. Sarosa. Analisis data penelitian kualitatif. PT Kanisius. Sugiono. Metodologi http://repository. id/56050/6/9. BAB 111. Sugiyono. Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D. Alfabeta. Sugiyono. Cara mudah menyusun skripsi, tesis, dan disertasi. Alfabeta. Wahyuni. Hayati. , & Rijali. Efektivitas pelaksanaan pelayanan administrasi terpadu kecamatan (PATEN) di Kecamatan Jaro Kabupaten Tabalong. JAPB, 2. 421Ae434. Wulan. Pengertian dan esensi konsep evaluasi, asesmen, tes, dan pengukuran. Jurnal FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia, 6.