JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ Pengaruh Intensitas Interaksi Sosial Media Bermuatan Kristiani Terhadap Pembentukan Karakter Peserta Didik Di SMPN 1 Cikampek Juni Wesly1 Sugiat2 weslyjuni@gmail. Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Bogor123 Abstract Social media and teenagers are inseparable. It is undeniable that the sophistication of features found on various devices has made all thoughts and activities at least in contact with devices. The spiritual life of Christian congregations, including teenagers, is often influenced by various external factors, including social media, therefore research is needed to determine the intensity of Christian social media interactions on the character development of students. This research is a quantitative descriptive research with primary data sources obtained from the results of questionnaires from the sample, namely all Christian students at SMPN 01 Cikampek, data obtained from questionnaire entries were analyzed by testing validity, reliability, and correlation between research variables. The results showed that a total of 22 . %) samples often accessed Christian content. The correlation results show a result of 0. 369 with a significance value of 0. 027, this shows a weak and significant relationship that students who often access Christian content have good character development. If social media is used wisely and directed sufficiently to Christian content then character development will be good. Keywords: Social Media Interaction. Christian Content. Character Formation. Students. Christian Education Abstrak Media sosial dan remaja merupakan hal yang tidak terpisahkan. Tidak dipungkiri, kecanggihan fitur yang terdapat pada berbagai gawai telah membuat segenap pemikiran dan kegiatan setidaknya bersentuhan dengan Kehidupan rohani jemaat Kristen termasuk usia remaja, sering kali @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal, termasuk media sosial, maka dari itu diperlukan penelitian untuk mengetahui intensitas interaksi media sosial bermuatan Kristiani terhadap perkembangan karakter peserta didik. Penelitian ini berjenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan sumber data primer diperoleh dari hasil kuesioner dari sampel yaitu seluruh peserta didik beragama Kristen di SMPN 01 Cikampek, data yang diperoleh dari isian kuesioner dianalisis dengan uji validitas, reliabilitas, dan korelasi antar variabel Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejumlah 22 . %) sampel sering mengakses konten Kristen. Hasil korelasi menunjukkan hasil 0,369 dengan nilai signifikansi 0,027, hal ini menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan siginifikan bahwa peserta didik yang sering mengakses konten Kristen memiliki perkembangan karakter yang baik. Jika media sosial digunakan secara bijak dan terarah secara cukup untuk konten Kristen maka perkembangan karakter menjadi baik. Kata-kata kunci: Interaksi Media Sosial. Konten Kristiani. Pembentukan Karakter. Peserta Didik. Pendidikan Kristen Pendahuluan Media sosial dan remaja merupakan hal yang tidak terpisahkan, mereka yang kini biasanya disebut sebagai generasi alpha merupakan generasi yang lekat dengan gawai. Tidak dipungkiri, kecanggihan fitur yang terdapat pada berbagai gawai dan ponsel pintar telah membuat segenap pemikiran dan kegiatan berpusat atau setidaknya bersentuhan dengan gawai dalam setiap Bahkan, pada waktu luang pun lazimnya seorang remaja akan menggunakan gawainya untuk mengisi kekosongan waktu. Remaja yang dimaksud dalam penelitian ini adalah mereka yang tengah menempuh pendidikan pada jenjang sekolah menengah pertama, pada usia peralihan antara kanak-kanak dan dewasa tersebut, mereka berusaha mengenali dirinya sendiri, memporsinifikasikan dirinya, mencoba menguatkan jati dirinya di tengah pergaulan meupun masyarakat dan sebagian dari banyaknya cara tersebut adalah dicari melalui gawai dengan mengakses media sosial. @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ Berkembangnya zaman dan pertambahan usia di masa kanakkanak dan remaja dalam memanfaatkan dan menggunakan telepon pintar semakin meningkat. 1 Kemudahan mengakses media sosial membuat pengguna media sosial mendapatkan berbagai informasi yang diperlukan. Remaja menjadi bagian dari lingkungan digital yang akrab dengan internet, sehingga kebutuhan hidup juga diperoleh melalui akses kepada gawai. Kalangan remaja di era digital sangat mendominasi dalam penggunaan media sosial baik sebagai sarana untuk mencari informasi, hiburan, mengerjakan tugas ataupun berkomunikasi dengan teman dan kerabat. 2 Kini media sosial juga dipandang sebagai sumber informasi, memperoleh wawasan, bahkan juga dapat memperoleh informasi yang sebenarnya tidak ingin kita cari dan tidak sedang kita butuhkan. Nilai informatoris dari media sosial dapat menjadi sisi yang baik dan berdampak positif bagi pengguna media sosial jika digunakan untuk memperoleh pengetahuan yang baik dan berguna serta menambah wawasaan yang telah dimiliki. Bahkan dengan infografis yang menarik membuat suatu pelajaran atau informasi dapat lebih menarik untuk disimak dan memudahkan untuk dipahami. Kebutuhan untuk mengelola intensitas penggunaan media sosial mempengaruhi kualitas hidup terutama di kalangan remaja pengguna media sosial. Remaja rentan terpengaruh oleh perubahan fisik, psikologis, sosial dan lingkungan. 3 Intensitas penggunaan media sosial di kalangan peserta didik mengalami peningkatan signifikan seiring dengan kemajuan teknologi 1 Supratman. Penggunaan Media Sosial oleh Digital Native. Jurnal ILMU. KOMUNIKASI, 15. , 47Ae60 Gustia. & Yuria. Dampak Media Sosial Dimasa Pandemi Covid 19 Terhadap Perilaku Seksual Remaja. Sembadha 2021. Vol. 3 Nasrullah. Media Sosial: Perspektif Komunikasi. Budaya, dan Sosioteknologi. Bandung: Remaja Rosdakarya. Hlm. @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ Media sosial tidak hanya menjadi sarana komunikasi dan hiburan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sumber belajar dan penyebaran nilai-nilai keagamaan, termasuk konten Kristen. Pada konteks pendidikan, khususnya Pendidikan Agama Kristen (PAK), media sosial telah menjadi alat yang efektif untuk mendukung pembentukan karakter peserta didik melalui penyebaran ayat-ayat Alkitab, renungan pribadi, video rohani, dan diskusi daring. Menurut survei Talker Research . , di wilayah Jawa Barat dari 2. 000 responden yang mengisi survei, rata-rata remaja menghabiskan 6,6 jam per hari untuk mengakses media sosial dengan 11% di antaranya menghabiskan waktu lebih dari 15 jam. 4 Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2023 jumlah penduduk remaja yang berusia 10Ai18 tahun hampir mencapai 32% dari jumlah penduduk di Indonesia. Angka ini cukup besar mengingat banyak kreator konten yang menargetkan remaja sebagai audiens utama mereka. Remaja lebih rentan mengalami kecanduan media sosial dibandingkan kelompok masyarakat lainnya. Media sosial memungkinkan para penggunanya memproduksi, menyebarkan, dan mengonsumsi pesan yang bersifat masif. Media sosial memberikan kemudahan akses bagi peserta didik untuk memperoleh bahan bacaan rohani, mengikuti siaran langsung ibadah, serta berpartisipasi dalam komunitas virtual yang mendukung pertumbuhan iman dan karakter. Konten Kristen yang dibagikan secara rutin di media sosial, seperti kutipan ayat Alkitab, video inspiratif, dan kisah nyata tentang iman, dapat memperkuat 4 Zulfa Yuniarti. Riset : Benarkah media sosial berpengaruh terhadap rentang fokus remaja ?. Bandung: Indonesia Heritage Foundation. Diakses melalui ihf. pada 16 Mei 2025 pukul 14. 5 Badan Pusat. Statistik Indonesia. Badan Pusat Statistik. Survei Sosisal Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2022. Hlm 82 6 Fajar Junaedi. Etika Komunikasi di Era Siber Teori dan Praktik (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2. , hlm. @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ nilai-nilai kasih, kejujuran, disiplin, dan saling menghargai pada peserta didik. Selain itu, media sosial juga memudahkan peserta didik untuk membangun komunitas positif yang saling mendukung dalam pertumbuhan karakter Kristiani. Konten-konten yang disebarkan dalam media sosial menandakan bagaimana pentingnya media sosial dalam masyarakat. Banyak orang menggunakan media sosial untuk menyebarluaskan informasi atau mencari literasi digital merupakan satu upaya dalam menanggapi berbagai dampak dari perkembangan dunia digital yang makin maju dari hari ke hari. Pola pikir, sikap, dan tindakan kita sangat dipengaruhi oleh perkembangan media sosial dewasa ini. Media sosial harus digunakan oleh remaja Kristen dengan bijaksana. Media sosial menjadi budaya yang mempengaruhi mereka dalam membentuk identitas dan berinteraksi dengan teman sebaya. Media sosial memudahkan remaja untuk menemukan informasi yang mereka perlukan, terhubung dengan lingkungan sosial mereka, juga mencari hiburan melalui game online ataupun streaming video. Remaja pada masa kini menggunakan lebih dari satu media sosial dan menampilkan identitas diri yang berbeda-beda pada tiap akun media sosial. Remaja cukup terbuka di media sosial dalam menunjukkan identitas mereka, dan juga dalam menggunakan media sosial remaja mencoba membuat citra yang positif dalam pembentukan identitas mereka, namun kehadiran media sosial di kalangan remaja membuat ruang privat seseorang melebur dengan ruang publik, dimana para remaja tidak segan-segan untuk membagikan membagikan pikiran dan perasaan mereka melalui status, hadir di suatu tempat dan meng-upload foto kegiatan yang sedang mereka lakukan, juga mengungkapkan masalah pribadi mereka di media sosial. @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ Intensitas penggunaan media sosial juga membawa tantangan Peserta didik berpotensi terpapar konten yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Kristiani, tekanan mengikuti tren duniawi, serta budaya instan yang dapat memengaruhi pembentukan karakter secara negatif maka itu konten Kristen yang baik dan benar yang harus dikonsumsi oleh pengguna media sosial remaja Kristen. Peneliti beranggapan bahwa semakin tinggi intensitas penggunaan media sosial bermuatan Kristen yang tepat maka perkembangan karakter peserta didik akan semakin baik. Banyak remaja Kristen yang saat ini pola hidupnya dipengaruhi oleh perkembangan teknologi media sosial. Dirangkum dari Awang7 memaparkan dalam penelitiannya bahwa media sosial selain membawa dampak positif juga membawa dampak negatif bagi perkembangan spiritual dan mental remaja. Berdasarkan gaya hidup dan standar-standar hidup tertentu yang ditampilkan di media sosial mengakibatkan kecenderungan penurunan konsep diri, perubahan gaya hidup, cenderung mengalami krisis kepercayaan diri serta membandingkan diri dengan orang lain. Ia menambahkan bahwa konsep diri merupakan prinsip dasar bagi individu agar dapat mengaktualisasi diri di tengah kehidupan bermasyarakat. Aspek aktualisasi diri pada remaja mengindikasikan bahwa setiap individu memiliki beragam potensi yang perlu digali, dikembangkan, dan diwujudkan dalam proses pendidikan. 8 Melihat realitas tersebut, penting untuk mengkaji lebih lanjut bagaimana intensitas penggunaan media sosial, 7 Awang. Prayitno. , & Engel. Strategi Pendidikan Agama Kristen bagi Remaja dalam Membentuk Konsep Diri guna Menghadapi Krisis Identitas akibat Penggunaan Media Sosial. Kharismata: Jurnal Teologi Pantekosta, 4. , 98Ae114 8 Kolang & Yesika. Pendidikan Agama Kristen Remaja dan Aktualisasi Diri Menurut Abraham Maslow Terhadap Pembangunan Mental Remaja di Era Society Jurnal Apokalupsis. Vol. No. Juni 2024. Hlm 102 @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ khususnya konten Kristen, berkontribusi terhadap perkembangan karakter peserta didik. Penelitian ini menjadi relevan untuk mengetahui sejauh mana media sosial dapat dimanfaatkan secara optimal dalam pembentukan karakter Kristiani dan bagaimana strategi pendampingan yang efektif agar peserta didik tidak hanya menjadi konsumen konten, tetapi juga pelaku yang aktif menyebarkan nilai-nilai positif sesuai ajaran Kristus. Kehidupan rohani jemaat Kristen termasuk di dalamnya kelompok usia remaja, sering kali dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal, termasuk media sosial. Di satu sisi, platform ini dapat memperkaya pengalaman spiritual dengan menyediakan sumber daya rohani yang beragam, seperti khotbah online, renungan harian, dan diskusi Alkitab. Di sisi lain, penggunaan media sosial dapat mengalihkan perhatian dari praktik rohani tradisional seperti doa dan ibadah, serta memperkenalkan elemen-elemen yang mungkin tidak sesuai dengan nilai-nilai Kristiani. Di satu sisi, media sosial dapat digunakan sebagai alat untuk memperkuat iman, berbagi pesan-pesan rohani, dan membangun komunitas online yang mendukung pertumbuhan Di sisi lain, konten yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Kristiani, tekanan untuk mengikuti tren duniawi, serta budaya instan yang ditawarkan oleh media sosial dapat merusak kehidupan rohani remaja dan menjauhkan mereka dari pelayanan gereja. Maka peneliti bermaksud meneliti mengenai AuPengaruh Intensitas Interaksi Sosial Media Bermuatan Kristiani Terhadap Pembentukan Karakter Peserta Didik SMPN 01 CikampekAy. Metode Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kuantitatif yaitu pendekatan yangbertujuan untuk @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ memberikan gambaran objektif tentang suatu keadaan dengan menggunakan angka, mulai pengumpulan data hingga penafsiran. 9 Melalui penelitian deskriptif ini, peneliti menggambarkan apa yang sebenarnya terjadi pada situasi yang sedang diteliti. Penelitian deskriptif kuantitatif adalah kegiatan mengumpulkan informasi yang luas tentang keadaan beberapa peristiwa atau Menurut Sugiyono penelitian kuantitatif sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. 10 Penelitian ini mencoba mendeskripsikan pengaruh penggunaan media sosial dengan pendidikan karakter peserta didik pada jenjang menengah pertama. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 01 Cikampek, dengan alamat Jalan Raya Cikampek. Cikampek Selatan. Kec. Cikampek. Kab. Karawang Prov. Jawa Barat. Kegiatan ini dilakukan pada semester genap tahun ajaran 2024-2025 dengan melibatkan peserta Kristen semua tingkat kelas. Sumber data dalam penelitian ini menurut jenisnya terdiri dari dua jenis, yaitu sumber data primer dan sekunder. Sumber data primer dalam penelitian ini berasal dari hasil jawaban kuesioner penelitian yang diisi oleh peserta didik sebagai subjek sasaran penelitian ini. Sumber data sekunder terambil dari literasi yang berkaitan dengan pendidikan karakter dan bahan tayang lainnya serta wawancara dengan kepala sekolah. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari dua variabel yakni variabel dependen yaitu intensitas 9 Arikunto Suharsimi. Metode Penelitian R&D. CV Alfabeta. Bandung. Hlm. 10 Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. CV Rosdakarya. Bandung. Hlm 27 @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ interaksi media sosial bermuatan Kristiani dan variabel independen yaitu pembentukan karkater peserta didik. Populasi adalah semua anggota kelompok manusia, binatang, peristiwa atau benda yang tinggal bersama dalam suatu tempat secara terencana menjadi target kesimpulan dari hasil akhir suatu penelitian. 11 Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik beragama Kristen pada SMP Negeri 01 Cikampek yang berjumlah 36 orang dari keseluruhan 1. 458 peserta didik. Guna mengefektifkan penelitian ini dan efesiensi waktu serta mengetahui gambaran penelitian ini, maka teknik pengambilan sampel yang dipilih oleh peneliti adalah Autotal samplingAy atau seluruh populasi penelitian . akni siswa Kristen SMPN 01 Cikampe. menjadi sampel dalam penelitian ini, yakni sejumlah 36 orang. Total sampel adalah Total sampling adalah teknik pengambilan sampel dimana jumlah sampel sama dengan populasi. Alasan mengambil total sampling karena jumlah populasi yang kurang dari 100 dan dibutuhkan semua tingkat kelas dan keberagaman latar belakang peserta didik untuk memperoleh gambaran yang luas pada hasil penelitian ini. 12 Seluruh sampel mengisi kuesioner. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik kuesioner. Data penelitian adalah informasi yang diperlukan untuk memecahkan masalah 13 Kuesioner adalah teknik penelitian yang dilakukan dengan menyebarkan angket, sehingga dalam waktu relatif singkat dapat menjangkau banyak responden. Secara garis besar ada dua cara penggunaan, yaitu Adnyana. Metode penelitian pendekatan kuantitatif (T. Tambunan . Issue Augus. CV. Media Sains Indonesia. Hlm. 12 Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif dan R&D. Bandung. Alfabeta. Hlm. 13 Sugiyono. Metode Penelitian Kombinasi (Mix Method. Bandung: Alfabeta. Hlm 168-169 @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ disebarkan kemudian diisi oleh respons dan digunakan sebagai pedoman wawancara dengan responden yang menggunakan Skala Likert. Jawaban setiap item instrumen yang menggunakan Skala Likert dengan skor Sangat Setuju . Setuju . Kurang Setuju . Tidak Setuju . Sangat Tidak Setuju . , kecuali pada skala rentang waktu penggunaan media sosial, penulis tidak menerapkan Skala Likert melainkan kategorial yakni: Sering (> 4 jam sehar. Jarang (<4 jam sehar. Selain menggunakan kuesioner, penelitian ini juga menggunakan teknik wawancara langsung kepada Kepala Sekolah selaku pimpinan dan pemangku kebijakan di sekolah. Analisis Data Sugiyono mendefinisikan analisis data sebagai proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain. Perhitungan statistik digunakan dalam teknik analisis data penelitian Menurut Ghozali & Latan15 uji validitas digunakan untuk mengukur valid atau sah tidaknya kuesioner. Uji validitas ini perlu dilakukan guna mengetahui apakah alat ukur yang disusun benar-benar mengukur apa yang perlu diukur. Skor uji validitas pada n = 36 dengan signifikansi 5% adalah 0,3291, sehingga jika sebuah item kuesioner bernilai lebih dari 0,3291 maka 14 Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D. Bandung: CV. Alfabeta. Hlm. 15 Ghozali. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Hlm 74 @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ dinyatakan valid. Pada uji reliabilitas alat yang digunakan untuk mengukur reliabilitas suatu konstruk adalah composite reliability dan Cronbach's alpha. Nilai composite reliability 0,6-0,7 dianggap memiliki reliabilitas yang baik. Jika sudah memenuhi uji validitas dan reliabilitas maka analisa dilanjutkan untuk mencari keterhubungan dan uji hipotesis. Tujuan dari dilakukannya analisi korelasi adalah guna melihat bagaimana kekuatan hubungan dan korelasi antara variabel dependen dan variabel independen. Penggunaan Pearson Correlation Product Moment harus memperhatikan normalitas data terlebih dahulu, jika pada kondisi data yang ditemukan tidak berdistribusi secara normal. 17 Maka uji alternative yang dapat digunakan adalah uji Rank Spearman Pengambilan keputusan terhadap uji korelasi Pearson product moment adalah sebagai berikut: Jika signifikansi <0,05, maka berkorelasi. Jika signifikansi >0,05, maka tidak berkorelasi Adapun tingkat keeratan hubungan dinyatakan dengan r, nilai r dihitung dengan rumus berikut: koefisien korelasi x = variabel independen y = variabel dependen n = jumlah responden 16 Ghozali. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 26. Kesepuluh. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Semarang. Hlm 70 17 Ginanjar Syamsuar. Modul Workshop Statistik (EKM. : Analisis Data NonParametrik. STIE Indonesia Jakarta. Jakarta @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ hasil dari perhitungan diperbandingkan dengan tingkat keeratan korelasi sebagai berikut: 0,00 Ae 0,199 . angat lema. 0,20 Ae 0,399 . 0,40-0,599 . 0,60-0,79 . 0,80 Ae 1,00 . angat kua. Sehingga diketahui nilai keterpengaruhannya dan signifikansinya antara variabel dependen dengan independen. Hasil dan Pembahasan Penelitian ini dilaksanakan sepanjang bulan Mei, yaitu mulai 2 Mei sampai dengan tanggal 31 Mei 2025 untuk mencapai data yang dibutuhkan. Peneliti mendahului dengan surat izin dan memohon perkenanan Kepala Sekolah untuk melaksanakan penelitian dan mengatur waktu guna melakukan Setelah izin diberikan kemudian peneliti melakukan penelitian, pembagian kuesioner dan penarikan kembali serta melakukan pengolahan data dari hasil yang diperoleh. SMPN 01 Cikampek berada di wilayah timur dari Kabupaten Karawang, dipimpin oleh Bapak Toib, yang menjalankan Kurikulum Merdeka dengan jumlah rombongan belajar mencapai 36 kelas, dan jumlah peserta didik 458 orang dengan kelas 7 sejumlah 499 orang, kelas 8 sejumlah 480 orang, kelas 9 sejumlah 479 orang. Berdasarkan agama yang dianut peserta didik, peserta didik yang beragama Islam sejumlah 1. 345 orang. Kristen 92 orang. Katolik 11 orang dan Budha 10 orang. Berdasarkan jenis kelamin, peserta didik keseluruhan semua agama di sekolah untuk laki-laki berjumlah 729 orang dan perempuan 729 orang. Ditinjau dari jumlah guru di SMPN 01 Cikampek terdapat 61 orang guru. @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ Hasil pengkodingan untuk kemudahan pelaksanaan penghitungan melalui aplikasi SPSS 22. 0 melalui komputer. Analisis Data menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik yakni 36 . %) merupakan peserta didik yang memiliki media sosial. Ditinjau dari instensitas penggunaan waktunya, diketahui 22 . ,1%) siswa Kristen di SMP N 1 Cikampek terhubung dengan media sosial lebih dari 2 jam sehari secara akumulatif, dan 14 . ,9%) menggunakan media sosial tidak lebih atau kurang dari 2 jam secara akumulatif. Hal ini menunjukkan bahwa akses media sosial sudah menjadi gaya hidup. Pada hasil rekapitulasi jawaban kuesioner, dilakukan uji validitas dan reliabilitas untuk mengetahui manfaat suatu pertanyaan dan keajegan jawaban serta kelanggengan suatu instrumen dalam menguji suatu Hasil pengujian validitas memperoleh hasil seperti disajikan dalam tabel berikut: Nomor Soal Pertanyaan Pertanyaan Pertanyaan Pertanyaan Pertanyaan Pertanyaan Tabel 1. Hasil Uji Validitas Nilai Taraf Nomor Soal Uji n=36 0,744 0,3291 Pertanyaan 0,684 0,3291 Pertanyaan 0,632 0,3291 Pertanyaan 0,774 0,3291 Pertanyaan 0,609 0,3291 Pertanyaan 0,744 0,3291 Pertanyaan Nilai Uji 0,774 Taraf n=36 0,3291 0,632 0,3291 0,379 0,3291 0,684 0,3291 0,774 0,3291 0,684 0,3291 @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ Pertanyaan Pertanyaan Pertanyaan Pertanyaan Pertanyaan Pertanyaan Pertanyaan Pertanyaan Pertanyaan 0,632 0,3291 0,379 0,3291 0,379 0,3291 0,744 0,3291 0,684 0,3291 0,609 0,3291 0,684 0,3291 0,609 0,3291 0,609 0,3291 Pertanyaan Pertanyaan Pertanyaan Pertanyaan Pertanyaan Pertanyaan Pertanyaan Pertanyaan Pertanyaan 0,632 0,3291 0,774 0,3291 0,609 0,3291 0,744 0,3291 0,632 0,3291 0,379 0,3291 0,379 0,3291 0,774 0,3291 0,684 0,3291 Dengan taraf uji validitas untuk n=36 dan signifikansi 5% adalah 0,3291 maka diketahui seluruh item pertanyaan melampaui dan dinyatakan valid untuk digunakan sebagai analisis penelitian. Adapun hasil uji reliabilitas menunjukkan skor 0,754 atau x > 0,600 maka instrumen penelitian ini juga memenuhi uji reliabilitas. Bagian selanjutnya dilakukan uji korelasi untuk mengetahui keterhubungan antar variabel, dalam hal ini penelitian bermaksud mengetahui sejauhmana pengaruh yang diberikan melalui interaksi media sosial kepada pendidikan karakter peserta didik Kristen pada SMP N 1 Cikampek. Hasil pengujian korelasi menunjukkan hasil berikut: Tabel 2. Hasil Uji Korelasi Correlations intensitas_medsos pend_karakter @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ Pearson Correlation intensitas_medsos Sig. -taile. Pearson Correlation pend_karakter Sig. -taile. Berdasarkan hasil tersebut diketahui bahwa intensitas interaksi sosial media bermuatan kristiani berpengaruh lemah . entang 0,201 Ae 0,. terhadap pembentukan karakter peserta didik. Hasil korelasi dapat diterima karena berada di bawah ambang batas signifikansi yaitu 0,05 atau 0,027 < 0,005, sehingga pengaruh yang diberikan meskipun lemah namun tetap signifikan. Hasil wawancara dengan kepala sekolah menunjukkan bahwa SMPN 01 Cikampek sangat menekankan pada perkembangan keagamaan sebagai bagian upaya menciptakan sumber daya manusia yang memiliki nilai spiritualitas yang tinggi, atau minimal memahami dan menempatkan standar kebaikan sebagai perilaku kehidupan, bukan saja mendampingi usaha sekuler yang dilakukan peserta didik pada masa mendatang, namun juga menjadi benteng utama dari kegagalan berpikir maupun mencegah kerusakan pribadi dan konsep diri peserta didik. Kepala sekolah menegaskan akan selalu mendukung programprogram yang berorientasi kepada pengembangan diri peserta didik, baik secara jasmani maupun peningkatan karakter melalui aspek spiritualitas. Kepala sekolah berpandangan bahwa adab merupakan tujuan utama seseorang bersekolah, seseorang dapat saja pintar, namun jika orang tersebut tidak memiliki adab atau tata krama yang baik maka orang tersebut tidak akan dapat @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ diterima oleh masyarakat dan menyebakan malfungsi . idak berfungs. atau tidak berguna di tengah masyarakat. Pembahasan Setiap konten yang dibagikan harus didasarkan pada kebenaran Firman Tuhan. Alkitab menjadi sumber kebenaran dan etika mutlak, sehingga semua tindakan di media sosial-termasuk unggahan, komentar, dan pesan-perlu mencerminkan nilai-nilai kasih, pengampunan, integritas, dan kesopanan. Prinsip etika Kristen menuntut untuk menghindari ujaran kebencian, body shaming, komentar rasis, dan perdebatan teologis yang tidak membangun. Sebaliknya, fokuslah pada pesan yang membangun, memuliakan Tuhan, dan membawa damai. Umat Kristen wajib menggunakan media sosial dengan bijaksana, selalu mempertimbangkan apakah konten yang dibagikan akan membawa berkat atau justru menimbulkan perpecahan. Sebelum mengunggah sesuatu, tanyakan pada diri sendiri: AuApakah saya akan mengatakan ini jika bertemu langsung dengan orang tersebut?Ay Hal ini sejalan dengan Firman Tuhan dalam Matius 7:12 yang berbunyi AySegala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. Ay Peserta didik harus menjadi teladan dalam segala perkataan dan tingkah laku, baik secara online maupun offline. Setiap unggahan hendaknya membawa inspirasi, motivasi, dan membangun iman orang lain, sesuai dengan ajaran Kristus . isalnya, 1 Timotius 4:12 dan Efesus 4:. Peserta didik dapat membagikan ayat Alkitab, kisah inspiratif, dan pengalaman rohani yang dapat memperkuat iman komunitas. @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ Peserta didik pada setiap interaksi, tunjukkan kasih, empati, dan penghargaan terhadap perbedaan. Jangan memicu konflik atau membalas kebencian dengan kebencian. Umat Kristen dianjurkan untuk selalu meminta hikmat dan pimpinan Roh Kudus sebelum membagikan konten, agar setiap tindakan benar-benar memuliakan Tuhan dan tidak didorong oleh keinginan pribadi atau hawa nafsu. Peserta didik harus merefleksi diri apakah setiap hal yang dilakukan apakah untuk kemuliaan Tuhan dan apakah ada yang tersakiti karena postingan, share, ataupun penggunaan media sosial yang dilakukan. Dampak Positif Media sosial dengan konten Kristen dapat menjadi sarana efektif untuk memperkuat iman, memperluas wawasan rohani, dan membangun komunitas yang saling mendukung dalam pertumbuhan karakter Kristiani. Remaja Kristen yang aktif berinteraksi dengan konten rohani di media sosial dapat memperoleh inspirasi, motivasi, serta meneladani nilai-nilai positif dari figur/komunitas yang mereka ikuti. Interaksi melalui grup doa, pembagian ayat Alkitab, dan diskusi teologis di media sosial memperkuat solidaritas dan memperdalam pengalaman spiritual. Hal ini dapat memperkaya pemahaman keagamaan dan mendukung pembentukan karakter yang sesuai dengan nilai-nilai Kristen. Media mengekspresikan diri secara kreatif dan membangun jejaring yang mendukung pendampingan yang memadai Dampak Negatif @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ Tingginya intensitas interaksi dengan media sosial juga membawa risiko paparan terhadap konten yang tidak sesuai dengan prinsip dan doktrin Kristen, seperti ajaran sesat, pergeseran nilai, atau perilaku yang bertentangan dengan ajaran Alkitab. Kecanduan digital, penurunan kualitas hubungan dengan Tuhan, serta kerusakan mental dan karakter dapat terjadi jika penggunaan media sosial tidak diimbangi dengan kontrol diri dan bimbingan yang tepat. Penelitian oleh Ilo Maila Bitanti18 menunjukkan bahwa tanpa pendampingan dari orang tua, guru, dan pembina rohani, intensitas penggunaan media sosial yang tinggi bisa menurunkan tingkat religiusitas dan berdampak negatif pada pendidikan karakter peserta didik. Peran Pendampingan Pendampingan intensif dari orang tua, guru Pendidikan Agama Kristen, dan pembina remaja sangat berperan dalam membentengi remaja dari dampak negatif media sosial. Dengan arahan dan bimbingan yang tepat, remaja tetap dapat mempertahankan karakter Kristiani yang baik meskipun terpapar konten yang beragam di media sosial. Guru Pendidikan Agama Kristen dapat memanfaatkan media sosial sebagai alat pembelajaran dan pembentukan karakter, namun harus memastikan peserta didik mendapatkan edukasi tentang penyaringan informasi dan penggunaan media sosial secara bertanggung jawab. Ilo Maila Bitanti. Pengaruh Intensitas Penggunaan Media Sosial Terhadap Religiusitas Peserta Didik di MSA Negeri 1 Natar. UIN Raden Intan Lampung. Lampung. Hlm. @copyright2025 Aep-ISSN 2655 4801- e-ISSN 2807-7040 Sekolah Tinggi Teologi KADESI Bogor JURNAL KADESI I Jurnal Teologi dan PAK I VOLUME 8. Nomor 1 I Desember 2025 __________________________________________________________________________ Kesimpulan Intensitas interaksi dengan media sosial berisi konten Kristen dapat berpengaruh signifikan terhadap pendidikan karakter, baik secara positif maupun negatif. Pengaruh positif akan lebih dominan jika ada pendampingan, edukasi, dan penyaringan konten secara aktif dari lingkungan keluarga, sekolah, dan gereja. Sebaliknya, tanpa kontrol dan bimbingan, intensitas tinggi justru berpotensi menurunkan kualitas karakter dan spiritualitas peserta didik. Selain itu, peserta didik juga harus meningkatkan keinginan dan motivasi untuk tetap mau belajar secara tatap muka di gereja, bergabung secara nyata hadir secara fisik dalam persekutuan dan pendalaman Alkitab, karena iman butuh timbal balik dan saling mendukung dalam perjumpaan dan persekutuan. Jika media sosial digunakan secara bijak dan terarah terutama dalam melakukan literasi digital konten Kristen, memahami dan bersikap kritis terhadap wawasan yang diterima dapat menjadi sarana yang efektif dalam mendukung perkembangan karakter peserta didik, khususnya dalam membentuk karakter Kristiani yang kuat di era digital. Referensi