Jurnal Manuhara (Pusat Penelitian Ilmu Manajemen dan Bisni. Volume 3. Nomor 4. Oktober 2025 E-ISSN: 2988-5035. P-ISSN: 2988-5043. Hal. DOI: https://doi. org/10. 61132/manuhara. Tersedia: https://journal. id/index. php/Manuhara Pengaruh Strategi Pemasaran Digital dan Customer Experience terhadap Minat Beli Konsumen Mitra Baker Old Lambang Sari Faisal Alparizzi1*. Asep Dony Suhendra2 Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Bina Sarana Informatika. Jakarta. Indonesia Email: faizalalparizzi@gmail. Alamat: Jl. Kramat Raya No. RT. 2/RW. Kwitang. Kec. Senen. Kota Jakarta Pusat. Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10450 *Korespondensi Penulis Abstract. The rapid development of digital technology has significantly transformed marketing strategies, particularly in the micro, small, and medium enterprises (MSME. sector, including Mitra Baker Old Lambang Sari, which strives to expand its market reach and enhance competitiveness through the adoption of digital Digital marketing today functions not only as a promotional tool but also as an interactive medium that shapes customer experience at every stage of the consumer journey. This study aims to analyze the extent to which digital marketing strategies and customer experience contribute to consumer purchase intention for Mitra Baker Old Lambang Sari products. A quantitative research design was applied using a survey method, with questionnaires distributed to 100 respondents. The collected data were analyzed using SPSS version 25 through partial tests, simultaneous tests, and the coefficient of determination. The partial test results revealed that both digital marketing strategies and customer experience individually exert a positive and significant influence on purchase intention, as evidenced by a significance value of 0. 000 (< 0. and t-values exceeding the critical ttable values. Furthermore, the simultaneous test confirmed that the two variables jointly have a significant effect, supported by an F-value of 108. 003, which is greater than the F-table value of 3. 09, and a significance level of The coefficient of determination (R Squar. 690, indicating that 69% of the variation in consumer purchase intention is explained by digital marketing strategies and customer experience, while the remaining 31% is influenced by other factors not examined in this study. These findings highlight that implementing effective digital marketing strategies alongside delivering high-quality customer experiences is crucial for enhancing consumer purchase intention in MSMEs within the digital era. Keywords: Consumer Buying Interest. Consumer loyalty. Customer Experience. Digital Marketing. Digital Marketing Strategy Abstrak. Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam strategi pemasaran, termasuk pada sektor Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) seperti Mitra Baker Old Lambang Sari yang berupaya memperluas pasar dan meningkatkan daya saing melalui penerapan strategi pemasaran digital. Pemasaran digital kini tidak hanya sekadar sarana promosi, tetapi juga menjadi media interaktif yang memengaruhi pengalaman pelanggan . ustomer experienc. dalam setiap tahap perjalanan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana strategi pemasaran digital dan pengalaman pelanggan berkontribusi terhadap minat beli konsumen pada produk Mitra Baker Old Lambang Sari. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik survei melalui kuesioner yang disebarkan kepada 100 responden, kemudian data dianalisis menggunakan program SPSS versi 25 melalui uji parsial, uji simultan, serta koefisien determinasi. Hasil analisis parsial menunjukkan bahwa strategi pemasaran digital maupun pengalaman pelanggan secara individu memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli, dibuktikan dengan nilai signifikansi 0,000 (< 0,. serta thitung yang lebih besar dibandingkan t-tabel. Uji simultan juga memperkuat temuan bahwa kedua variabel secara bersama-sama berpengaruh signifikan, dengan nilai F-hitung sebesar 108,003 yang lebih besar dari F-tabel . dan nilai signifikansi 0,000. Sementara itu, koefisien determinasi (R Squar. sebesar 0,690 mengindikasikan bahwa sebesar 69% variasi minat beli konsumen dapat dijelaskan oleh variabel strategi pemasaran digital dan pengalaman pelanggan, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi pemasaran digital yang tepat dan penciptaan pengalaman pelanggan yang berkualitas merupakan kunci penting untuk meningkatkan minat beli konsumen pada produk UMKM di era Kata Kunci: Loyalitas konsumen. Minat Beli Konsumen. Pemasaran Digital. Pengalaman Pelanggan. Strategi Pemasaran Digital Naskah Masuk: 13 Agustus, 2025. Revisi: 05 September, 2025. Diterima: 20 September, 2025. Tersedia: 24 September, 2025 Pengaruh Strategi Pemasaran Digital dan Customer Experience terhadap Minat Beli Konsumen Mitra Baker Old Lambang Sari PENDAHULUAN Perkembangan teknologi digital telah membawa dampak besar terhadap cara pelaku usaha memasarkan produknya, termasuk usaha kecil dan menengah. Salah satu strategi yang kini semakin banyak digunakan adalah pemasaran digital, karena dianggap lebih efektif, hemat biaya, dan mampu menjangkau konsumen secara luas. Pemasaran digital memungkinkan UMKM meningkatkan daya saing melalui promosi yang lebih efektif dan komunikasi langsung dengan konsumen. Transformasi teknologi digital telah mendorong terbentuknya saluran pemasaran berbasis online yang berkontribusi signifikan terhadap efektivitas strategi pemasaran digital. Pemasaran digital menurut cheffy adalah Metode ini tidak hanya meningkatkan daya saing dan profitabilitas perusahaan, meskipun juga untuk menjaga kesetiaan pelanggan dalam jangka panjang Karenanya. Pelaku usaha harus memahami peran teknologi digital dan membuat strategi yang terstruktur untuk menarik konsumen melalui pemasaran digital, khususnya di platform e-commerce. (Nofus. Safitri. Astuti, 2. Pemasaran digital tidak akan efektif tanpa didukung oleh pengalaman pelanggan . ustomer experienc. yang positif. Pengalaman ini adalah faktor kunci yang membentuk loyalitas dan keputusan pembelian. Secara keseluruhan. Customer Experience mencakup seluruh interaksi, mulai dari proses pencarian informasi, pemesanan, pelayanan, hingga kepuasan setelah pembelian. Dengan kata lain, menciptakan pengalaman yang positif sangat penting untuk membangun kepuasan dan loyalitas pelanggan. Minat beli konsumen adalah niat kuat seseorang untuk membeli suatu produk atau jasa, dan merupakan indikator utama kesuksesan bisnis. Di era digital, minat beli dipengaruhi oleh banyak faktor seperti kualitas produk, harga, ulasan daring, dan pengalaman pelanggan. Memahami faktor-faktor ini sangat penting agar perusahaan bisa membuat strategi pemasaran yang tepat sasaran, meningkatkan penjualan, dan membangun loyalitas pelanggan. Mempelajari minat beli sama dengan memahami denyut nadi pasar. Melalui berbagai inisiatif digital seperti promosi di Instagram. TikTok, pemanfaatan platform pesan antar makanan online, hingga layanan pemesanan online melalui website, perusahaan berupaya membangun komunikasi yang intensif dengan pelanggan serta menciptakan citra merek yang kuat. Pemasaran internet adalah alat untuk melakukan promosi barang atau jasa melalui jaringan internet. Tujuan utamanya adalah untuk mempromosikan produk atau jasa secara luas sehingga mampu meningkatkan jumlah penjualan. (Maulida,D & Budiatmo, 2. Dalam penelitian yang dia lakukan, dia menemukan bahwa pemasaran digital Pusat Penelitian Ilmu Manajemen dan Bisnis - Volume 3. Nomor 4. Oktober 2025 E-ISSN: 2988-5035. P-ISSN: 2988-5043. Hal. meningkatkan keinginan pelanggan untuk membeli barang di platform perdagangan seperti Tokopedia. Dalam praktiknya, mitra baker old lambing sari telah memanfaatkan media sosial dan platform pemesanan secara online seperti Gofood. Grabfood dan layanan pemesanan melalui WhatsApp untuk menjangkau konsumennya. Namun, efektivitas strategi pemasaran digital tersbeut serta kualitas pengalaman pelanggan yang dirasakan masih belum diketahui secara Oleh karena itu, penting dilakukan studi untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pengalaman pelanggan dan strategi pemasaran digital terhadap minat pelanggan untuk membeli produk Mitra Baker Old Lambang Sari. Baker Old Lambangsari telah membuktikan diri sebagai contoh sukses dalam bisnis kuliner modern, berkat performanya yang luar biasa di platform digital. Di GoFood dan GrabFood, toko roti ini berhasil meraih rating sempurna 5 bintang. Nilai ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan dari komitmen teguh terhadap kualitas produk, layanan yang prima, dan kepuasan pelanggan yang konsisten. Riset ini diharapkan mampu menyuguhkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai hubungan antara Taktik pemasaran digital, kualitas pengalaman pelanggan, dan keputusan minat beli. Sebagai tambahan, output penelitian ini berpotensi menjadi bahan evaluasi bagi Mitra Baker Old Lambangsari agar dapat menyusun strategi pemasaran yang lebih efisien dan berorientasi pada kepuasan konsumen di tengah perkembangan digital saat TINJAUAN PUSTAKA Pemasaran Digital Digital marketing adalah tentang konsep yang diimplementasikan di dunia digital, ukuran keberhasilan perusahaan adalah ketika produk yang ditawarkannya menjadi subjek diskusi publik. (Agung Suryadi & Dedy Prastyo Wicaksono. SE, 2. Menurut Todor. Pemasaran digital adalah metode inovatif yang memanfaatkan basis data untuk menjangkau konsumen secara personal, dengan efisiensi biaya dan ketepatan waktu yang lebih tinggi. (Elida & Raharjo, 2. Customer Experience Menurut (Rahayu & Faulina, 2. Sekarang Customer Experience merupakan komponen paling penting dari strategi pemasaran. Tahap utama untuk merebut hati pelanggan adalah pengalaman pelanggan, pada titik ini, konsumen tidak hanya memperoleh informasi dan Pengaruh Strategi Pemasaran Digital dan Customer Experience terhadap Minat Beli Konsumen Mitra Baker Old Lambang Sari janji-janji seperti yang ditawarkan oleh iklan, tetapi mereka juga mengalami dan merasakan sendiri pengalaman menggunakan barang dan jasa merek tersebut. Menurut Schmitt dalam (Arbania & Jaswita, 2. Customer Experience adalah eksperimen konsumen ketika berinteraksi dengan komoditas atau servis. Eksperimen positif akan menimbulkan kepuasan, sedangkan pengalaman yang tidak sesuai harapan dapat menyebabkan ketidakpuasan. Minat Beli Konsumen Minat beli merupakan salah satu komponen utama dalam sikap konsumen terhadap suatu produk. Keberadaan minat ini mampu memicu motivasi internal yang dinamis dalam pikiran individu, membentuk pola perilaku yang konsisten, dan mendorong realisasi ide-ide konsumen ketika mereka perlu memenuhi kebutuhannya (Cahaya Pratiwi et al. , 2. Minat beli adalah tindakan yang ditunjukkan oleh orang, kelompok, atau organisasi untuk membeli sejumlah produk dengan alasan tertentu. (Ermini et al. , 2. Minat beli adalah Konsumen merasa tertarik untuk memiliki serta mengakusisi suatu produk setelah mendapatkan dorongan yang baik dari produk itu sendiri dan dari dalam mereka sendiri. (Abdul et al. , 2. METODOLOGI PENELITIAN Riset ini mengadopsi pendekatan kuantitatif, dengan focus pada investigasi hubungan asosiatif kausal. Penelitian kuantitatif digunakan hal ini disebabkan data yang dihimpun berbentuk numerik dan diolah menggunakan metode statistik. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada konsumen Roti Mitra Baker Old Lambang Sari. Populasi studi ini mencakup seluruh konsumen yang pernah melakukan akusisi produk di Roti Mitra Baker Old Lambang Sari. Dengan menggunakan teknik probability sampling, sampel penelitian ini Pusat Penelitian Ilmu Manajemen dan Bisnis - Volume 3. Nomor 4. Oktober 2025 E-ISSN: 2988-5035. P-ISSN: 2988-5043. Hal. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Uji Kualitas Data Uji Validitas Tabel 1. Uji Validitas X1 Tabel 2. Uji Validitas X2 Pengaruh Strategi Pemasaran Digital dan Customer Experience terhadap Minat Beli Konsumen Mitra Baker Old Lambang Sari Tabel 3. Uji Validitas Y Uji Reliabilitas Tabel 4. Uji Realibilitas Pusat Penelitian Ilmu Manajemen dan Bisnis - Volume 3. Nomor 4. Oktober 2025 E-ISSN: 2988-5035. P-ISSN: 2988-5043. Hal. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Tabel 5. Uji Normalitas Kolmogorof Hasil uji menunjukkan bahwa nilai signifikansi Monte Carlo yang sebesar 0,370 . ebih besar dari 0,. mengindikasikan distribusi residual yang normal. Pendekatan Monte Carlo ini cenderung lebih andal untuk pengujian normalitas, terutama saat interpretasi nilai Asymp Sig kurang meyakinkan. Fenomena distribusi normal ini juga dapat divisualisasikan melalui analisis grafik, yaitu Normal Probability Plot, sebagaimana terlampir: Gambar 1. Uji P-Plot Pengaruh Strategi Pemasaran Digital dan Customer Experience terhadap Minat Beli Konsumen Mitra Baker Old Lambang Sari Visualisasi Normal P-P Plot untuk Residual Terstandardisasi Regresi disajikan, di mana variabel dependennya adalah TOTALY. Plot ini menunjukkan sumbu horizontal untuk Probabilitas Kumulatif Teramati dan sumbu vertikal untuk Probabilitas Kumulatif yang Diharapkan. Sebuah garis lurus diagonal digambarkan sebagai representasi distribusi normal Pada grafik ini, dapat diamati bahwa titik-titik data . esidual yang telah distandardisas. cenderung tersebar berdekatan dengan dan sejajar dengan garis diagonal. Meskipun terdapat deviasi minor pada bagian ekstrem plot, mayoritas titik data konsisten mengikuti pola garis Kondisi ini mengimplikasikan bahwa residual model regresi memiliki distribusi yang normal atau mendekati normal. Gambar 2. Histogram Secara grafis, distribusi batang-batang histogram terlihat berbentuk menyerupai genta dan selaras dengan kurva normal yang tumpang tindih secara efektif. Mayoritas nilai residual terpusat di sekitar titik nol. Karakteristik distribusi yang simetris dan konsistensi dengan pola kurva normal ini menyiratkan bahwa residual model regresi terdistribusi secara normal. Uji Multikolinearitas Tabel 6. Uji Multikolinearitas Pusat Penelitian Ilmu Manajemen dan Bisnis - Volume 3. Nomor 4. Oktober 2025 E-ISSN: 2988-5035. P-ISSN: 2988-5043. Hal. Berdasarkan dari data hasil uji multikolinearitas pada tabel diatas, koefisien menunjukkan tabel nilai tolerance sebesar 0,324 yang berarti variabel independent (X1,X. memiliki nilai tolerance >0. 10 yang berarti tidak terjadi korelasi antar variabel independent, kemudian interaksi kedua variabel independent memiliki nilai VIF <10. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada penelitian ini dapat di temukan gejala korelasi dan multikolinearitas antar variabel dan dapat dijadikan sebagai model regresi yang baik. Uji Heteroskedasitas Gambar 3. Heteroskedasitas Berdasarkan hasil uji heteroskedastisitas dari grafik di atas, dapat diamati bahwa titiktitik data tersebar di atas, di bawah, bahkan di sekitar nilai nol. Sebaran titik data ini bersifat menyeluruh dan tidak hanya terkonsentrasi di satu sisi . tas atau bawa. Selain itu, penyebaran titik-titik data tidak menunjukkan pola tertentu, seperti gelombang atau garis lurus, mengindikasikan tidak adanya pola yang jelas. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model regresi "Pengaruh Strategi Pemasaran Digital dan Customer Experience terhadap Minat Beli Konsumen" terbebas dari masalah heteroskedastisitas, dan asumsi ini terpenuhi. Uji Regresi Linear Berganda Setelah seluruh asumsi klasik terpenuhi, analisis dilanjutkan dengan regresi linear Metode ini diterapkan untuk menguji dampak dan memprediksi satu variabel terikat berdasarkan kontribusi dua atau lebih variabel bebas. Dalam konteks studi ini, regresi linear Pengaruh Strategi Pemasaran Digital dan Customer Experience terhadap Minat Beli Konsumen Mitra Baker Old Lambang Sari berganda diaplikasikan guna mengidentifikasi pengaruh Strategi Pemasaran Digital dan Customer Experience terhadap Minat Beli Konsumen. Tabel 7. Uji Regresi Linear Berganda Berdasarkan data yang disajikan dalam tabel, persamaan regresi linear berganda dapat diformulasikan sebagai berikut:: Dengan demikian berdasarkan persamaan regresi linier berganda diatas dapat diketahui Nilai konstanta Minat Beli Konsumen sebesar 2,180 mengindikasikan bahwa ketika variabel Strategi Pemasaran Digital dan Customer Experience bernilai nol. Minat Beli Konsumen diprediksi sebesar 2,180. (Catatan: Nilai konstanta ini menunjukkan titik potong sumbu Y dan tidak secara langsung berarti pengaruh simultan. Pengaruh simultan diuji melalui uji F. Hasil koefisien regresi menunjukkan bahwa nilai variabel Strategi Pemasaran Digital (X. adalah 0,532. Angka ini menyiratkan bahwa setiap peningkatan satu unit pada Strategi Pemasaran Digital akan menyebabkan peningkatan 0,532 unit pada Minat Beli Konsumen (Y), dengan asumsi variabel lain konstan. Hal ini menandakan adanya pengaruh positif. ada hasil koefisien regresi, nilai variabel Customer Experience (X. tercatat sebesar 0,402. Ini berarti bahwa setiap peningkatan satu unit pada Customer Experience akan berkontribusi pada peningkatan 0,402 unit pada Minat Beli Konsumen (Y), dengan asumsi variabel lain tidak berubah. Hal ini juga menunjukkan adanya pengaruh positif. Pusat Penelitian Ilmu Manajemen dan Bisnis - Volume 3. Nomor 4. Oktober 2025 E-ISSN: 2988-5035. P-ISSN: 2988-5043. Hal. Uji Hipotesis Uji Parsial (Uji T) Tabel 8. Uji T Berdasarkan dari data hasil uji parsial pada tabel diatas, diketahui bahwa: Berdasarkan hasil uji parsial, nilai signifikansi (Sig. ) untuk Strategi Pemasaran Digital (X. terhadap Minat Beli Konsumen (Y) adalah 0,000, yang lebih kecil dari 0,05. Selain itu, nilai thitung sebesar 4,823 melebihi nilai ttabel . Dengan demikian, hipotesis nol (H0. ditolak dan hipotesis alternatif (H1. Hal ini mengonfirmasi adanya pengaruh positif dan signifikan secara statistik dari Strategi Pemasaran Digital terhadap Minat Beli Konsumen. Hasil uji parsial juga menunjukkan bahwa untuk variabel Customer Experience (X. terhadap Minat Beli Konsumen (Y), nilai signifikansi (Sig. ) adalah 0,000, yang berada di bawah 0,05. Di samping itu, nilai thitung sebesar 3,935 melampaui nilai ttabel . Oleh karena itu, hipotesis nol (H0. ditolak dan hipotesis alternatif (H2. Ini menyiratkan adanya pengaruh positif yang signifikan secara statistik dari Customer Experience terhadap Minat Beli Konsumen. Uji Simultan (Uji F) Tabel 9. Uji F Berdasarkan hasil uji simultan yang disajikan pada tabel, diketahui bahwa nilai signifikansi . lebih kecil dari 0,05, dan nilai F hitung . melampaui F tabel . Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hipotesis nol (H0. ditolak dan hipotesis Pengaruh Strategi Pemasaran Digital dan Customer Experience terhadap Minat Beli Konsumen Mitra Baker Old Lambang Sari alternatif (H1. Hal ini mengindikasikan adanya pengaruh positif yang signifikan secara simultan dari variabel Strategi Pemasaran Digital (X. dan Customer Experience (X. terhadap Minat Beli Konsumen (Y). Uji Koefisien Determinasi Koefisien Determinasi Parsial Tabel 10. Determinasi Parsial X1 Terhadap Y Analisis Model Summary menunjukkan bahwa koefisien korelasi berganda (R) sebesar 0,800 mengindikasikan hubungan yang sangat erat antara variabel independen (X1 dan X. secara simultan dengan variabel dependen (Y). Selanjutnya, koefisien determinasi (R Squar. bernilai 0,641, menyiratkan bahwa 64,1% dari total variasi pada variabel dependen (Y) dapat diterangkan oleh kontribusi variabel-variabel independen dalam model. Sementara itu, nilai Adjusted R Square sebesar 0,637 menyediakan estimasi yang lebih presisi mengenai kemampuan model dalam menjelaskan variasi variabel dependen di tingkat populasi, setelah disesuaikan dengan jumlah prediktor. Ini berarti, sekitar 63,7% perubahan pada (Y) dapat diuraikan oleh (X. dan (X. , sedangkan bagian yang tersisa dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak termasuk dalam model riset ini. Secara keseluruhan, model regresi ini dianggap cukup efektif dalam memprediksi atau menjelaskan variabel dependen. Tabel 11. Determinasi Parsial X2 Terhadap Y Pusat Penelitian Ilmu Manajemen dan Bisnis - Volume 3. Nomor 4. Oktober 2025 E-ISSN: 2988-5035. P-ISSN: 2988-5043. Hal. Analisis Model Summary menunjukkan bahwa koefisien korelasi (R) sebesar 0,785 mengindikasikan korelasi yang kuat antara variabel independen (Customer Experience - X. dengan variabel dependen (Minat Beli Konsumen - Y). Selanjutnya, koefisien determinasi (R Squar. bernilai 0,616, menyiratkan bahwa 61,6% dari total variasi pada variabel dependen (Y) dapat diterangkan oleh variabel X2. Sementara itu, nilai Adjusted R Square sebesar 0,612 menyediakan estimasi yang lebih presisi mengenai kemampuan model dalam menjelaskan variasi variabel dependen di tingkat populasi, setelah disesuaikan dengan jumlah prediktor. Ini berarti, sekitar 61,2% perubahan pada (Y) dapat diuraikan oleh (X. Terakhir. Standard Error of the Estimate sebesar 5,729 menunjukkan rata-rata deviasi antara nilai prediksi model dan nilai aktual. Secara keseluruhan, model regresi ini dianggap cukup efektif dalam memprediksi atau menjelaskan variasi pada variabel dependen. Uji Koefisien Determinasi Simultan Tabel 12. Determinasi Simultan X1 Dan X2 Terhadap Y Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai R Square sebesar 0,690 . tau 69%). Angka ini mengindikasikan bahwa variabel-variabel bebas . akni Strategi Pemasaran Digital dan Customer Experienc. memiliki kemampuan prediktif yang cukup kuat dalam menjelaskan variasi pada variabel terikat (Minat Beli Konsume. Pembahasan Hasil Penelitian Pengaruh Strategi Pemasaran Digital Terhadap Minat beli Konsumen Berdasarkan hasil uji parsial, nilai signifikansi (Sig. ) untuk Strategi Pemasaran Digital (X. terhadap Minat Beli Konsumen (Y) adalah 0. 000, kurang dari 0. Selain itu, besaran thitung sebanyak 4. 823 melampaui besaran t tabel . Maka dari itu, hipotesis nol (H0. ditolak dan hipotesis alternatif (H1. diterima, mengonfirmasi adanya pengaruh positif dan signifikan secara statistik dari Strategi Pemasaran Digital kepada Minat Beli Konsumen. Selanjutnya, koefisien determinasi (R Squar. 641, menyiratkan bahwa 64,1% dari keseluruhan variasi pada variabel dependen (Y) dapat diterangkan oleh sumbangsih Pengaruh Strategi Pemasaran Digital dan Customer Experience terhadap Minat Beli Konsumen Mitra Baker Old Lambang Sari prediktor-prediktor dalam model. Sementara itu, nilai Adjusted R Square sebesar 0,637 menyediakan estimasi yang lebih presisi mengenai kapabilitias model dalam menguraikan keragaman variabel dependent di tingkat populasi, setelah disesuaikan dengan jumlah Ini berarti, sekitar 63,7% perubahan pada (Y) dapat diuraikan oleh Strategi Pemasaran Digital (X. dan Customer Experience (X. engan asumsi X2 adalah variabel independen lain dalam model R Square tersebu. , sedangkan bagian yang tersisa dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak termasuk dalam model riset ini. Secara keseluruhan, model regresi ini dianggap cukup efektif dalam memprediksi atau menjelaskan variabel dependen Pengaruh Customer Experience terhadap Minat Beli Konsumen Berdasarkan hasil uji parsial, nilai signifikansi (Sig. ) untuk Customer Experience (X. terhadap Minat Beli Konsumen (Y) adalah 0. 000, kurang dari 0. Selain itu, nilai thitung 935 melampaui nilai t tabel . Maka dari itu, hipotesis nol (H0. ditolak dan hipotesis alternatif (H2. diterima, mengonfirmasi adanya dampak positif dan subtansial secara statistik dari Customer Experience terhadap Minat Beli Konsumen. Lebih lanjut, pengujian Model Summary mengindikasikan bahwa koefisien korelasi (R) sebesar 0,785 menunjukkan hubungan yang kuat antara variabel independen (Customer Experience - X. dengan variabel dependen (Minat Beli Konsumen - Y). Koefisien determinasi (R Squar. bernilai 0,616, menyiratkan bahwa 61,6% dari total variasi pada variabel dependen (Y) dapat diterangkan oleh variabel X2. Sementara itu, nilai Adjusted R Square sebesar 0,612 menyediakan estimasi yang lebih presisi mengenai kemampuan model dalam menjelaskan variasi variabel dependen di tingkat populasi, setelah disesuaikan dengan jumlah prediktor. Ini berarti, sekitar 61,2% perubahan pada (Y) dapat diuraikan oleh (X. Standard Error of the Estimate sebesar 5,729 menunjukkan rata-rata deviasi antara nilai prediksi model dan nilai Secara keseluruhan, model regresi ini dianggap cukup efektif dalam memprediksi atau menjelaskan variasi pada variabel dependen. Terakhir, pada hasil pengujian normalitas dengan taraf signifikansi 5% . , didapatkan nilai signifikansi Monte Carlo sebesar 0,370. Dikarenakan nilai ini lebih besar dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa residual dinyatakan berdistribusi secara normal. Pengaruh Strategi Pemasaran Digital dan Customer Experience terhadap Minat Beli Konsumen Uji F . menunjukkan bahwa Strategi Pemasaran Digital dan Customer Experience secara bersama-sama memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Beli Konsumen. Hal ini didukung oleh nilai Fhitung sebesar 108,003 (> Ftabel 3,. dan tingkat signifikansi 0,000 (< 0,. , yang menyebabkan penolakan H0. Pusat Penelitian Ilmu Manajemen dan Bisnis - Volume 3. Nomor 4. Oktober 2025 E-ISSN: 2988-5035. P-ISSN: 2988-5043. Hal. Terakhir, dari uji koefisien determinasi, nilai R Square sebesar 0,690 mengindikasikan bahwa Strategi Pemasaran Digital dan Customer Experience secara simultan mampu menjelaskan 69% variasi pada variabel dependen Minat Beli Konsumen. Angka ini menyiratkan bahwa kombinasi kedua variabel tersebut memiliki kemampuan yang substansial dalam memprediksi atau menjelaskan peningkatan Minat Beli Konsumen. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: . Berdasarkan hasil uji parsial (Uji . , diketahui bahwa variabel Strategi Pemasaran Digital (X. memiliki nilai signifikansi (Sig. ) sebesar 0,000. Karena nilai 0,000 ini lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05, dan nilai t hitung . lebih besar dari nilai t tabel . , maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis nol (H0. ditolak dan hipotesis alternatif (H1. Hal ini secara statistik menunjukkan bahwa Strategi Pemasaran Digital (X. memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap Minat Beli Konsumen (Y). Berdasarkan hasil uji parsial (Uji . , diketahui bahwa variabel Customer Experience (X. terhadap Minat Beli Konsumen (Y) memiliki nilai signifikansi (Sig. ) sebesar 0,000. Karena nilai 0,000 ini lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05, dan nilai t hitung . lebih besar dari nilai t tabel . , maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis nol (H0. ditolak dan hipotesis alternatif (H2. Hal ini secara statistik menunjukkan bahwa Customer Experience (X. memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap Minat Beli Konsumen (Y). Berdasarkan hasil uji simultan, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000, yang mana lebih kecil dari 0,05. Selain itu, nilai F hitung adalah 108,003, melebihi nilai F tabel 3,09. Kesimpulan: Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hipotesis nol (H0. ditolak dan hipotesis alternatif (H1. Hal ini berarti terdapat pengaruh positif yang signifikan secara simultan dari Strategi Pemasaran Digital (X. dan Customer Experience (X. terhadap Minat Beli Konsumen (Y). Saran Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa rekomendasi dapat diajukan kepada pihakpihak terkait: . Bagi Mitra Baker Old Lambangsari: Dianjurkan agar pihak Mitra Baker Old Lambangsari terus mengoptimalkan dan berinovasi pada pendekatan pemasaran digital Hal ini meliputi penciptaan konten media sosial yang lebih interaktif serta promosi yang menarik perhatian konsumen. Di samping itu, peningkatan kualitas layanan digitalAi seperti kecepatan respons terhadap pertanyaan pelanggan, visualisasi produk yang menawan. Pengaruh Strategi Pemasaran Digital dan Customer Experience terhadap Minat Beli Konsumen Mitra Baker Old Lambang Sari dan kemudahan dalam sistem pemesanan onlineAisangat penting untuk menghadirkan pengalaman konsumen yang positif dan tak terlupakan. Bagi Konsumen: Dianjurkan untuk berpartisipasi aktif dalam memberikan umpan balik yang membangun terkait layanan dan promosi yang diterima dari Mitra Baker. Kontribusi ini esensial bagi UMKM seperti Mitra Baker untuk memperoleh pemahaman mendalam tentang kebutuhan pasar dan mendorong perbaikan berkelanjutan. Bagi Peneliti Selanjutnya: Mengingat keterbatasan studi ini pada cakupan variabel dan lokasi geografis, riset mendatang disarankan untuk mengincorporasi faktor-faktor tambahan yang berpotensi memengaruhi minat beli . eperti harga, kualitas produk, atau citra mere. Selain itu, perluasan area penelitian juga direkomendasikan guna meningkatkan daya generalisasi temuan. DAFTAR PUSTAKA