RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 6. Nomor 2. Desember 2025. Hal 287 - 298 E-ISSN: 2775-2267 Email: ristansi@asia. https://jurnal. id/index. php/ristansi ANALISIS PENERAPAN METODE ACTIVITY BASED COSTING DALAM PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI Tria Oktaviana. Suprihadi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Dharma Malang mlg66@gmail. DOI: 10. 32815/ristansi. Informasi Artikel Tanggal Masuk Tanggal Revisi Tanggal diterima Keywords: ABC, Cost of Goods Sold. Production Cost Kata Kunci: ABC, Harga Pokok Produksi. Biaya Produksi 26 Mei. Oktober. November. Abstract: This study is a case study conducted at Pia AE Jaya Factory in Batu City, aiming to calculate the cost of production using the Activity-Based Costing (ABC) method and to analyze its differences from the traditional method. The background of this research lies in the fact that many small enterprises still apply the traditional method in allocating overhead costs, which relies on a single cost driver and often leads to cost distortions such as under costing or overcosting. This study employs a quantitative descriptive approach, with data obtained through observation and documentation. The cost drivers used in the ABC method include machine hours, number of setups, and number of production batches. The results show that the traditional method produces a lower cost of production compared to the ABC method because it only uses one cost driver. In contrast, the ABC method provides more accurate calculations by allocating costs based on activities and relevant cost drivers. Therefore, the ABC method helps the company determine a more precise cost of production and selling price, thereby maximizing Abstrak: Penelitian ini merupakan studi kasus pada Pabrik Pia AE Jaya di Kota Batu yang bertujuan menghitung harga pokok produksi menggunakan metode Activity Based Costing (ABC) serta menganalisis perbedaannya dengan metode Latar belakang penelitian ini adalah masih banyaknya perusahaan kecil yang menggunakan metode tradisional dalam pembebanan biaya overhead, yang hanya menggunakan satu cost driver sehingga menyebabkan distorsi biaya seperti undercosting atau overcosting. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data diperoleh melalui observasi dan Cost driver yang digunakan dalam metode ABC meliputi jam mesin, jumlah setup, dan jumlah batch Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode tradisional menghasilkan harga pokok produksi yang lebih ANALISIS PENERAPAN METODE ACTIVITY BASED COSTING DALAM PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI| 287 RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 6. Nomor 2. Desember 2025. Hal 287 - 298 rendah dibandingkan metode ABC karena hanya menggunakan satu pemicu biaya. Sebaliknya, metode ABC memberikan hasil perhitungan yang lebih akurat karena membebankan biaya berdasarkan aktivitas dan cost driver yang relevan. Dengan demikian, metode ABC membantu perusahaan menentukan harga pokok produksi dan harga jual yang lebih tepat guna memaksimalkan laba. PENDAHULUAN Dalam era globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat, pelaku usaha menghadapi tantangan persaingan yang semakin ketat, baik dari pasar lokal maupun Perubahan perilaku konsumen dan akses pasar yang semakin terbuka menuntut perusahaan untuk mengembangkan strategi yang tepat dan inovatif agar tetap Salah satu tantangan utama dalam menghadapi persaingan ini adalah bagaimana perusahaan dapat menetapkan harga jual produk secara tepat, yang tentunya bergantung pada ketepatan dalam perhitungan harga pokok produksi. Pasar yang sensitif terhadap perubahan harga menuntut perusahaan untuk mengelola biaya secara efisien tanpa mengorbankan kualitas produk. Namun, masih banyak perusahaan yang menggunakan sistem perhitungan biaya tradisional yang hanya mengandalkan satu cost driver dalam pembebanan biaya Hal ini berisiko menimbulkan distorsi biaya seperti undercosting dan overcosting, yang berdampak pada penetapan harga jual dan perolehan laba perusahaan. Pabrik Pia AE Jaya, sebagai salah satu pelaku industri makanan di Kota Batu, masih menggunakan metode tradisional dalam menghitung harga pokok produksinya. Permasalahan ini mengakibatkan laba yang diperoleh belum maksimal karena informasi biaya yang dihasilkan belum relevan. Meskipun proses produksi Pia AE Jaya bersifat berulang dan tampak sesuai dengan pendekatan process costing, namun penggunaan metode Activity Based Costing memiliki keunggulan karena mampu menelusuri biaya secara lebih tepat pada setiap aktivitas yang dilakukan. Metode ABC memungkinkan perusahaan untuk mengidentifikasi aktivitas bernilai tambah . alue-added activitie. dan aktivitas tidak bernilai tambah . on-value-added activitie. , sehingga biaya overhead dapat dialokasikan secara proporsional sesuai konsumsi sumber daya. Keunggulan lain ABC adalah memberikan ANALISIS PENERAPAN METODE ACTIVITY BASED COSTING DALAM PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI| 288 RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 6. Nomor 2. Desember 2025. Hal 287 - 298 informasi biaya per produk yang lebih akurat untuk pengambilan keputusan penetapan harga, pengendalian biaya, serta peningkatan efisiensi produksi. Penelitian ini hadir untuk mengisi kesenjangan . dalam penerapan metode perhitungan biaya yang lebih akurat di sektor industri makanan skala kecil-menengah, dengan menyoroti implementasi metode Activity Based Costing (ABC) sebagai alternatif yang lebih representatif terhadap konsumsi sumber daya dalam proses produksi. Beberapa penelitian sebelumnya telah mengkaji keunggulan metode ABC dalam konteks industri manufaktur secara umum (Maulana, 2018. Rudianto, 2018. Blocher et al. , 2. namun masih terbatas pada perusahaan besar dan belum banyak diaplikasikan pada industri makanan rumahan seperti Pabrik Pia AE Jaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan metode Activity Based Costing dalam perhitungan harga pokok produksi dan membandingkannya dengan metode tradisional, guna mengetahui dampaknya terhadap ketepatan informasi biaya dan potensi peningkatan laba. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis bagi pelaku usaha dalam menentukan strategi biaya yang lebih efisien dan tepat sasaran, serta memperkaya literatur mengenai penerapan metode ABC di sektor UKM manufaktur makanan. TINJAUAN PUSTAKA Akuntansi Biaya adalah bagian dari akuntansi manajemen yang fokus pada penentuan, pencatatan, pengendalian, dan penyajian biaya produksi barang atau jasa. Fungsi utamanya adalah menyediakan informasi biaya yang akurat untuk membantu pengambilan keputusan perusahaan (Dunia et al. , 2019. Firdaus et al. , 2019. Mulyadi. Peran Akuntansi Biaya telah berkembang dari sekadar perhitungan nilai persediaan dan harga pokok penjualan menjadi alat penting dalam perencanaan, pengendalian, peningkatan kualitas, efisiensi, dan pengambilan keputusan manajerial. Informasi biaya digunakan untuk menyusun anggaran, mengendalikan aktivitas, serta menilai kinerja produk atau departemen (Carter, 2. Tujuan Akuntansi Biaya meliputi: Menentukan harga pokok produk dengan tepat melalui pengelompokan biaya sesuai aktivitas dan departemen. ANALISIS PENERAPAN METODE ACTIVITY BASED COSTING DALAM PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI| 289 RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 6. Nomor 2. Desember 2025. Hal 287 - 298 Mengendalikan biaya secara akurat dengan membandingkan realisasi biaya terhadap anggaran untuk evaluasi efisiensi. Mendukung pengambilan keputusan manajerial dengan menyediakan informasi biaya yang relevan dan dapat dibandingkan untuk masa depan (Firdaus et al. Mulyadi, 2. Harga pokok produksi adalah total pengorbanan sumber daya ekonomi yang diukur dalam satuan uang dan dikeluarkan oleh perusahaan untuk memproduksi barang atau jasa dalam suatu periode tertentu (Mulyadi, 2016. Suwirmayanti & Putu, 2. Harga pokok produksi terdiri dari dua kelompok biaya utama, yaitu biaya produksi yang meliputi biaya bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik, serta biaya non-produksi yang terkait dengan kegiatan pemasaran dan administrasi (Mulyadi, 2. Biaya produksi membentuk dasar perhitungan harga pokok barang yang selesai diproduksi dalam suatu periode akuntansi. Harga pokok produksi mencerminkan total biaya yang terkandung dalam persediaan barang jadi sebelum dijual, yang menjadi acuan penting untuk menentukan laba perusahaan (Siby. Ilat, & Kalalo. Activity Based Costing (ABC) dikembangkan pada akhir 1970-an dan awal 1980-an oleh Kaplan dan Cooper sebagai metode yang lebih akurat dalam menghitung biaya produk dibandingkan metode tradisional. Buku mereka tahun 1988 memperkenalkan ABC secara luas. Pada 1990-an. ABC mulai banyak diadopsi oleh berbagai industri untuk mengidentifikasi sumber biaya yang sebenarnya dan mendukung pengambilan keputusan manajerial. Meskipun bermanfaat, penerapannya bisa kompleks dan memerlukan sumber daya yang besar. ABC adalah metode penentuan harga pokok produksi yang mengukur secara akurat konsumsi sumber daya dari setiap aktivitas yang menghasilkan produk atau jasa. Sistem ini mengakumulasi dan membebankan biaya berdasarkan aktivitas yang menjadi penyebab biaya . ost drive. , bukan hanya berdasarkan volume produksi. ABC bertujuan memberikan informasi biaya yang lebih tepat untuk manajemen dalam pengambilan keputusan dan pengendalian biaya. Komponen utama ABC : Tindakan atau proses yang menimbulkan biaya, terdiri dari aktivitas tingkat unit . er unit produ. , tingkat gugus . er batc. , tingkat keberlanjutan produk, dan tingkat fasilitas/pabrik. ANALISIS PENERAPAN METODE ACTIVITY BASED COSTING DALAM PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI| 290 RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 6. Nomor 2. Desember 2025. Hal 287 - 298 Faktor penyebab biaya yang menghubungkan biaya ke aktivitas, seperti jam mesin atau jumlah setup. Ada dua jenis: pemicu sumber daya dan pemicu Biaya yang terkait langsung dengan pelaksanaan aktivitas, baik biaya langsung maupun tidak langsung. Tempat pengumpulan biaya aktivitas sebelum dialokasikan ke produk atau Proses pembebanan biaya dari pusat biaya aktivitas ke produk berdasarkan cost Memahami kontribusi biaya tiap produk untuk mendukung keputusan harga, strategi, dan pengelolaan sumber daya. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analisis deskriptif, yaitu data dikumpulkan, diinterpretasikan, dan hasilnya dijelaskan menggunakan angka-angka. Penelitian ini dilakukan di Pabrik Pia AE Jaya Kota Batu selama enam bulan, yaitu dari bulan Januari sampai dengan Juni 2024, dengan menggunakan data keuangan perusahaan tahun 2023 sebagai dasar analisis perhitungan Data primer diperoleh langsung dari pemilik dan admin produksi terkait laporan harga pokok produksi, sedangkan data sekunder berasal dari dokumen-dokumen perusahaan yang relevan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi langsung dan dokumentasi, di mana peneliti mengamati proses produksi dan menganalisis dokumen internal perusahaan. Instrumen penelitian meliputi observasi partisipan dan analisis dokumen, seperti laporan keuangan dan rincian biaya produksi. Definisi operasional variabel mencakup metode Activity Based Costing (ABC) sebagai pendekatan untuk mengalokasikan biaya overhead berdasarkan aktivitas, serta harga pokok produksi yang mencakup biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead yang dihitung menggunakan metode ABC. Langkah-langkah penerapan metode Activity Based Costing dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Mengidentifikasi . pencampuran bahan, pencetakan, pemanggangan, pengemasa. ANALISIS PENERAPAN METODE ACTIVITY BASED COSTING DALAM PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI| 291 RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 6. Nomor 2. Desember 2025. Hal 287 - 298 Mengelompokkan biaya ke dalam cost pool atau kelompok biaya aktivitas seperti biaya tenaga kerja, listrik, perawatan mesin, dan pengemasan. Menentukan cost driver untuk setiap kelompok biaya, seperti jam mesin, jumlah batch, dan jumlah pesanan. Menghitung tarif cost driver dan membebankan biaya ke produk berdasarkan tingkat konsumsi aktivitas. Studi ini menggunakan dua metode untuk menghitung harga pokok produksi (COGS): Metode Tradisional: BDP Pers. Awal b BTKL BOP Ae BDP Pers. Akhir Jumlah Unit Produksi Informasi: Pers BDP Awal : Persediaan Barang Dalam Proses Awal b :Biaya bahan baku BTKL : Biaya tenaga kerja langsung BOP :Biaya overhead pabrik Pers Akhir BDP : Mengakhiri Inventaris Pekerjaan Dalam Proses Metode Activity Based Costing (ABC) : Langkah 1: Menentukan tarif kelompok biaya . ost pool rat. , yaitu dengan membagi total biaya aktivitas dalam satu cost pool dengan kapasitas aktivitas yang tersedia. Tarif cost pool = Total biaya aktivitas Kapasitas aktivitas . ost drive. Langkah 2: Membebankan biaya overhead pabrik (BOP) ke setiap produk dengan mengalikan tarif cost pool dengan tingkat penggunaan aktivitas oleh masing-masing BOP dibebankan = Tarif pool x Penggunaan aktivitas Perbandingan: HPP yang dihitung menggunakan metode tradisional dibandingkan dengan metode ABC untuk melihat perbedaannya. Analisis: Memilih metode yang paling tepat untuk digunakan oleh Pabrik Pia AE Jaya. ANALISIS PENERAPAN METODE ACTIVITY BASED COSTING DALAM PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI| 292 RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 6. Nomor 2. Desember 2025. Hal 287 - 298 HASIL PENELITIAN Metode Activity Based Costing pada produk yang dihasilkan Pabrik Pia AE Jaya yaitu pia krispi kacang hijau dan pia krispi coklat, tahap selanjutnya adalah membandingkan harga pokok produksi pada semua produk dengan metode yang telah digunakan. Langkah-langkah penerapan metode Activity Based Costing di Pabrik Pia AE Jaya dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu: Mengidentifikasi aktivitas utama dalam proses produksi, seperti pencampuran bahan, pemanggangan, dan pengemasan. Menentukan cost pool untuk setiap aktivitas, misalnya biaya listrik, biaya tenaga kerja tidak langsung, dan biaya pemeliharaan. Menetapkan cost driver yang sesuai, yaitu jam mesin untuk aktivitas pemanggangan, jumlah batch untuk aktivitas pencampuran, dan jumlah unit kemasan untuk aktivitas pengemasan. Menghitung tarif biaya per aktivitas dan membebankan biaya ke produk berdasarkan konsumsi aktivitas tersebut. Berikut ini adalah perbandingan harga pokok produksi dan laba/rugi pada Pabrik Pia AE Jaya: Tabel 1 Perbandingan Harga Pokok Penjualan dengan Metode Tradisional dan Metode Activity Based Costing Produk Metode Penentuan Biaya Perbedaan Produksi Tradisional Bahasa Inggris Rp. Rp. Rp. Biaya Biaya yang terlalu rendah Biaya yang terlalu rendah Rp. Biaya yang terlalu rendah Pia Kacang Hijau Renyah Pia Coklat Rp. Renyah Sumber: Data olahan, 2025 Rp. Dari hasil perhitungan pada Tabel 2, terlihat bahwa metode ABC menghasilkan harga pokok produksi yang lebih tinggi karena alokasi biaya overhead dilakukan berdasarkan beberapa cost driver yang mencerminkan konsumsi aktivitas nyata. Hal ini berbeda dengan metode tradisional yang hanya menggunakan satu dasar pembebanan, yaitu jam kerja langsung. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan metode ABC pada Pabrik Pia AE Jaya memberikan informasi biaya yang lebih akurat dan relevan dengan tujuan ANALISIS PENERAPAN METODE ACTIVITY BASED COSTING DALAM PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI| 293 RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 6. Nomor 2. Desember 2025. Hal 287 - 298 penelitian, yaitu membantu perusahaan menentukan harga pokok produksi yang sebenarnya serta mendukung strategi penetapan harga yang optimal. Tabel 2 Perbandingan Harga Jual Aktual dan Laba Rugi Antara Metode Tradisional dan Metode Activity Based Costing Informasi Nama Produk Pia Kacang Hijau Pia Coklat Renyah Renyah Biaya barang yang dijual Tradisional Rp. Rp. Bahasa Inggris Rp. Rp. 2 Harga Jual Aktual Rp. Rp. (Metode Tradisiona. Laba rugi Tradisional Rp. Rp. Bahasa Inggris -Rp 9. -Rp 8. Sumber: Data olahan, 2025 Dilihat dari hasil perbandingan kedua perhitungan harga pokok produksi di atas, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil perhitungan antara kedua metode perhitungan di atas. Perbedaan hasil tersebut mengakibatkan pada pia kacang hijau renyah dan pia coklat renyah, metode Activity Based Costing lebih mahal dibandingkan dengan sistem tradisional. Untuk harga pokok produksi Green Bean Crispy Pia menurut metode Activity Based Costing diperoleh sebesar Rp 34. 933 sedangkan menurut metode tradisional sebesar Rp 20. 940, kemudian harga pokok produksi Chocolate Crispy Pia menurut metode Activity Based Costing diperoleh sebesar Rp 33. 109 sedangkan menurut metode tradisional sebesar Rp 19. 887, sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua produk pada Pabrik Pia AE Jaya mengalami undercosting. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Activity Based Costing memberikan hasil yang lebih besar untuk produk Pia Crispy Kacang Hijau dengan selisih biaya sebesar Rp 13. 993 dan untuk produk Pia Crispy Coklat dengan selisih biaya sebesar Rp 13. Selisih yang terjadi antara harga pokok produksi berdasarkan metode tradisional dengan metode Activity Based Costing dikarenakan adanya pembebanan biaya overhead pabrik pada masing-masing produk. Biaya produksi yang berbeda juga mempengaruhi harga jual yang ditetapkan dan ANALISIS PENERAPAN METODE ACTIVITY BASED COSTING DALAM PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI| 294 RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 6. Nomor 2. Desember 2025. Hal 287 - 298 laba yang diperoleh dari setiap produk. Berdasarkan tabel perbandingan biaya produksi dan laba/rugi yang diperoleh, pada metode tradisional untuk produk pia krispi kacang hijau diperoleh laba sebesar Rp 4. 060, sedangkan untuk produk pia krispi coklat diperoleh laba sebesar Rp 4. Pada metode Activity Based Costing terjadi kerugian karena nilai biaya produksi lebih besar dari metode tradisional, diantaranya produk pia krispi kacang hijau mengalami kerugian sebesar Rp 9. 933, sedangkan produk pia krispi coklat mengalami kerugian sebesar Rp 8. Berikut adalah perhitungan penentuan harga jual dengan metode Activity Based Costing. Tabel 3 Perhitungan Penentuan Harga Jual dan Margin Keuntungan Menggunakan Metode Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas No. Informasi Biaya barang yang Persentase Margin Keuntungan Harga Jual (Metode ABC) Laba rugi Sumber: Data olahan, 2025 Nama Produk Pia Kacang Hijau Pia Coklat Renyah Renyah Rp. Rp. (Rp 4. 060/Rp 20. Rp. Rp34. Rp. (Rp 4. 613/Rp 19. Rp. Rp 33. 109 (Rp 109 x 23%) Rp. Harga jual produk Pia Kacang Hijau adalah sebesar Rp 41. 706, sedangkan Pia Cokelat sebesar Rp 40. Keuntungan yang diperoleh masing-masing produk yaitu Rp 6. untuk Pia Kacang Hijau dan Rp 7. 680 untuk Pia Cokelat. Berdasarkan perbandingan harga jual dan laba antara kedua metode, penerapan metode Activity-Based Costing (ABC) menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan metode tradisional. Perbedaan ini terjadi karena pada metode tradisional, biaya overhead pabrik hanya dialokasikan berdasarkan satu pemicu biaya, yaitu jam kerja langsung, sehingga menimbulkan distorsi dalam pembebanan biaya. Sebaliknya, metode ABC menggunakan beberapa cost driver yang mencerminkan konsumsi aktivitas aktual, sehingga alokasi biaya lebih tepat dan mencerminkan biaya produksi yang sebenarnya. Dalam hal ini terjadi kerancuan pola perhitungan sistem tradisional karena tidak semua kegiatan yang dilakukan untuk menghasilkan barang tersebut dihitung dalam jam kerja langsung seperti pada kegiatan perawatan, pada kegiatan perawatan yang menjadi ANALISIS PENERAPAN METODE ACTIVITY BASED COSTING DALAM PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI| 295 RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 6. Nomor 2. Desember 2025. Hal 287 - 298 objek adalah aset pemilik perusahaan dan pemicu biaya terjadinya biaya tersebut adalah jam mesin. Hal ini menyebabkan terjadinya distorsi, biaya yang seharusnya tidak dibebankan justru dibebankan dan begitu pula sebaliknya. Hasil perhitungan yang telah diuraikan sebelumnya menunjukkan bahwa penerapan metode Activity-Based Costing (ABC) pada Pabrik Pia AE Jaya menghasilkan informasi harga pokok produksi yang lebih akurat dibandingkan dengan metode tradisional. Hal ini membuktikan bahwa metode ABC mampu mengidentifikasi dan mengalokasikan biaya overhead berdasarkan aktivitas serta cost driver yang relevan, sehingga mengurangi terjadinya undercosting dan overcosting. Dengan demikian, hasil penelitian ini menjawab tujuan penelitian, yaitu menghitung harga pokok produksi menggunakan metode ABC dan membandingkannya dengan metode tradisional. Temuan ini menegaskan bahwa metode ABC dapat digunakan oleh Pabrik Pia AE Jaya sebagai sistem perhitungan biaya yang lebih tepat dalam menentukan harga jual dan dalam merancang strategi peningkatan laba melalui efisiensi biaya produksi. KESIMPULAN Hasil penelitian di Pabrik Pia AE Jaya menunjukkan bahwa perusahaan selama ini masih menggunakan metode perhitungan harga pokok produksi (HPP) secara tradisional, dengan nilai HPP sebesar Rp 20. 940 untuk produk Pia Crispy Kacang Hijau dan Rp 19. 887 untuk Pia Crispy Cokelat. Ketika metode Activity-Based Costing (ABC) diterapkan, diperoleh HPP yang lebih tinggi, yaitu Rp 34. 933 untuk Pia Crispy Kacang Hijau dan Rp 33. 109 untuk Pia Crispy Cokelat. Perbedaan tersebut menunjukkan adanya praktik undercosting, di mana biaya aktual yang lebih tinggi tidak tercermin dalam harga pokok produksi. Hal ini disebabkan oleh perbedaan dasar alokasi biaya: metode tradisional hanya menggunakan satu cost driver . enaga kerja langsun. , sedangkan metode ABC mengalokasikan biaya berdasarkan aktivitas dan cost driver yang lebih Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan metode ABC memberikan hasil perhitungan biaya yang lebih akurat dibandingkan metode tradisional dan dapat membantu perusahaan menentukan harga jual yang lebih tepat untuk memaksimalkan laba di masa mendatang. Hasil ini memberikan implikasi praktis bagi pelaku usaha kecil-menengah agar mulai menerapkan metode ABC guna memperoleh ANALISIS PENERAPAN METODE ACTIVITY BASED COSTING DALAM PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI| 296 RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 6. Nomor 2. Desember 2025. Hal 287 - 298 informasi biaya yang lebih akurat dan mendukung keputusan penetapan harga serta pengendalian biaya secara efektif. Penelitian ini memiliki keterbatasan karena hanya berfokus pada satu periode akuntansi dan dua jenis produk, sehingga belum mencerminkan variasi biaya antarperiode atau antarproduk. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas objek kajian pada beberapa perusahaan sejenis atau melakukan perbandingan antara metode ABC dan process costing untuk menilai kesesuaian metode biaya berdasarkan karakteristik produksi. REFERENSI