Positif : Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi Volume 10. No 2, 2024. Page: 91-99 E-ISSN 2460-9552 P-ISSN 2620-3227 Article history Received July 15, 2024 Accepted Nov 12, 2024 Published Dec 13, 2024 PENERAPAN MODEL GREEN SUPPLY CHAIN MANAGEMENT UNTUK PENGEMBANGAN INDUSTRI BATIK TULIS MADURA DENGAN GSCOR DAN ANP Ismiyati. Aang Kisnu Darmawan. Bakir. Fakultas Teknik,Sistem Informasi. Universitas Islam Madura (UIM) email: ismiya1199@gmail. com, ak. darmawan@gmail. com, bakir. madura@gmail. Abstract Research on the implementation of Green Supply Chain Management (GSCM) in every business unit is very important considering the urgent environmental issues. This research focuses on the assessment of the GSCM process and performance measurement to determine the performance value of GSCM in the Madura Batik Writing Industry. The methods used are the greenSCOR method and the analytical network process (ANP) method. The Green SCOR method is used to identify and measure environmental and sustainability performance in the supply chain including The 5 core processes are planning, procurement, production, delivery and return. Meanwhile, the ANP method is used to determine the weight of importance of each core process. The results of the research on measuring the performance of the supply chain of the written batik industry using the GreenSCOR model showed a value of 65. 5225, showing that the written batik industry in Pamekasan Regency is included in the category of "Avarange" related to the measurement of supply chain management performance reflecting the overall performance companies in the batik tulis industry. The weighting results of the Analytic Network Process (ANP) method show that the criteria "Make" . and "Plan" . are the most important in performance assessment, followed by "Source" and "Deliver" with weights of 0. 16, and 0. 10 respectively while "Return" has the lowest weight . The implication of this research is the importance of strengthening planning and efficiency in the production process. This research can produce valuable publications in academic journals related to supply chain management, sustainability, and creative industries. The results of these studies can serve as a reference for practitioners, researchers, and policymakers in their efforts to implement sustainable practices in the batik writing industry and other industries. Keywords: GSCM. Madura Batik, green SCOR. ANP. SCM Abstrak Penelitian penerapan Green Supply Chain Management (GSCM) pada setiap unit bisnis sangat penting mengingat masalah lingkungan yang mendesak. Penelitian ini fokus pada penilaian proses GSCM dan pengukuran kinerja untuk mengetahui nilai kinerja GSCM pada Industri Batik Tulis Madura. Metode yang digunakan yaitu metode green SCOR dan metode analitycal network proses (ANP). Metode green SCOR digunakan untuk mengidentifikasi dan mengukur kinerja lingkungan dan keberlanjutan dalam rantai pasok meliputi 5 proses inti yaitu perencanaan, pengadaan, produksi, pengiriman dan Sedangkan metode ANP digunakan untuk menentukan bobot kepentingan dari setiap setiap proses inti. Hasil penelitian pengukuran kinerja rantai pasok industri batik tulis menggunakan model Green SCOR menunjukkan nilai sebesar 65. 5225 menunjukan bahwa industri batik tulis Kab Pamekasan termasuk kedalam ketagori AuAvarangeAy terkait dengan pengukuran kinerja supply chain management mencerminkan kinerja keseluruhan perusahaan dalam industri batik tulis. Hasil pembobotan metode Analytic Network Process (ANP) menunjukkan bahwa kriteria "Make" . dan "Plan" . adalah yang paling penting dalam penilaian kinerja, diikuti oleh "Source" dan "Deliver" masing-masing dengan bobot 0. 16, dan 0. 10 sedangkan "Return" memiliki bobot terendah . Implikasi dari penelian ini adalah pentingnya memperkuat perencanaan dan efisiensi dalam proses Penelitian ini dapat menghasilkan publikasi-publikasi yang berharga dalam jurnal-jurnal akademik terkait dengan manajemen rantai pasok, keberlanjutan, dan industri kreatif. Hasil-hasil penelitian tersebut dapat menjadi referensi bagi para praktisi, peneliti, dan pembuat kebijakan dalam Positif : Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi upaya mereka untuk menerapkan praktik-praktik berkelanjutan dalam industri batik tulis dan industri Kata kunci: GSCM. Batik tulis madura, greenSCOR. ANP. SCM INTRODUCTION Salah satu kebudayaan asli Indonesia yang diakui oleh UNESCO pada 2 Oktober sebagai Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity yaitu batik. Batik merupakan salah satu jenis Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam bidang fashion yang terus berkembang dan menjadi sektor andalan yang mendorong pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia. Industri batik yang optimal harus permintaan pasar, memenuhi standar mutu (ISO 9. , memperhatikan aspek lingkungan dan Hak Asasi Manusia (ISO 14. , serta mengatasi masalah ketenagakerjaan. Namun, para pengrajin batik sering menghadapi tantangan seperti penggunaan bahan kimia berbahaya, kualitas bahan baku yang rendah, konsumsi air yang tinggi, jumlah limbah yang besar, serta ketergantungan yang tinggi terhadap kayu bakar dan minyak tanah. Manajemen rantai pasok (Supply Chain Management. SCM) pertama kali diperkenalkan oleh Oliver dan Weber pada tahun 1982. Heizer dan Render menjelaskan bahwa SCM melibatkan pengolahan bahan mentah menjadi produk jadi atau setengah jadi, yang kemudian dikirimkan ke konsumen melalui sistem distribusi (Lukman. Pemain utama dalam rantai pasok meliputi pemasok . , produsen . , distributor, pengecer . etail outle. , dan konsumen . Menurut Jebarus . , manfaat penerapan SCM dalam perusahaan terbagi menjadi dua: Manfaat Tidak Langsung: Meliputi kepuasan pengurangan biaya, pemanfaatan aset yang lebih tinggi, serta peningkatan keuntungan . Manfaat Langsung: Meliputi transformasi bahan mentah menjadi produk jadi dan pengiriman produk ke konsumen akhir, dengan penekanan pada fungsi produksi dan operasional dalam perusahaan . Green Supply Chain Management (GSCM) menurut Dheeraj adalah pendekatan inovatif dalam penerapan strategi rantai pasok yang berfokus pada aspek lingkungan. GSCM mencakup aktivitas seperti pengurangan, daur ulang, penggunaan kembali, dan substitusi Aktivitas dalam GSCM meliputi . reen manufaktur hijau . reen manufacturin. , distribusi hijau . reen distributio. , dan logistik Faktor utama yang perlu diperhatikan dalam kinerja suatu perusahaan adalah dari peran rantai pasok suatu perusahaan. Koordinasi antara keseluruhan bagian rantai pasok adalah kunci untuk pelaksanaan manajemen rantai pasok (GSCM) yang efektif . Manajemen rantai pasokan merupakan konsep mengenai kesadaran akan pentingnya peran semua pihak dalam menciptakan produk yang murah, memiliki kualitas baik dan tentunya cepat . Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja rantai pasok industri batik tulis madura, menentukan bobot kepentingan dari setiap mempertimbangkan interaksi dan ketergantungan antar elemen, yang memberikan pendekatan yang lebih komprehensif dan dinamis pada rantai pasok industri batik tulis madura. GSCM sangat menekankan penggunaan proses produksi yang Mempertimbangkan pengelolaan limbah dan praktik daur ulang yang lebih baik, mendorong kolaborasi dengan pemasok untuk memastikan praktik lingkungan yang baik di terapkan di seluruh rantai pasokan. Penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan metode Supply Chain Operation Reference (SCOR) dan Analytical Network Process (ANP) mencakup beberapa studi penting. Studi pertama membahas tentang pengukuran kinerja supply chain dengan memanfaatkan SCOR versi 12. 0 dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Fokus dari penelitian ini adalah mengevaluasi kinerja rantai pasok menggunakan kerangka SCOR dan metode AHP. Studi kedua, dengan judul "Analisis Kinerja Manajemen Rantai Pasok Hijau pada UMKM Batik Seni Pendopo," menekankan pada penerapan praktik-praktik Green Supply Chain Management (GSCM). Penelitian ini berfokus Positif : Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi Volume 10. No 2, 2024. Page: 91-99 pada bagaimana praktik GSCM dapat diterapkan untuk menjaga efisiensi kinerja operasional dan meningkatkan keberlanjutan dalam manajemen rantai pasok. Dalam penelitian ini metode green supply chain operation reference (SCOR) merupakan modifikasi dari SCOR model. digunakan untuk menggambarkan arsitektur proses bisnis dari rantai pasok mulai dari proses perencanaan sampai proses pengiriman pada industry batik tulis madura. ANP merupakan perkembangan dari AHP. ANP metode pengambilan Keputusan yang memperhitungkan hubungan timbal balik antara elemen-elemen- guna memanajemen risiko, perencaan strategis, dan evaluasi proyek MITODELOGI PENELITIAN Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Pengumpulan data dilakukan melalui beberapa tahapan untuk memastikan hasil yang optimal dan mudah diimplementasikan. Agar dapat memahami perkembangan industri batik tulis Madura, diperlukan langkah-langkah yang terstruktur yang juga berfungsi sebagai metodologi penelitian ini. Gambaran tahapan penelitian ini dapat dilihat pada gambar 1. E-ISSN 2460-9552 P-ISSN 2620-3227 Studi literatur Dalam penelitian ini dimulai dengan studi literatur, yang melibatkan kegiatan pengumpulan data dari sumber pustaka, membaca, mencatat, dan mengolah bahan penelitian. Dalam konteks ini, studi literatur dilakukan dengan membaca artikel ilmiah untuk memahami indikatorindikator yang mempengaruhi keberhasilan penerapan Green Supply Chain Management (GSCM) di berbagai sektor industri. Pengumpulan Data Penelitian ini melakukan pengumpulan data melalui kuesioner untuk mengukur kinerja Green Supply Chain Management (GSCM) pada 3 industri batik tulis Madura Kabupaten Klampar Pamekasan. Kuesioner ini didasarkan pada indikator GSCM yang diukur menggunakan kerangka Green SCOR, yang mencakup lima variabel: plan, source, make, delivery, dan return. Dimensi Green SCOR adalah keandalan, daya tanggap, fleksibilitas, biaya, dan aset. Pengolahan data Dalam penelitian ini, nilai kinerja <40 dikategorikan sangat rendah, sedangkan nilai >90 menunjukkan kinerja yang baik. Green SCOR diterapkan untuk menganalisis keberlanjutan rantai pasok dan pengembangan sistem manajemen rantai pasok berkelanjutan. Metode ANP digunakan untuk membentuk dan menganalisis hasil yang kompleks berdasarkan hierarki aritmatika. Kedua metode ini. Green SCOR dan ANP, terbukti efektif dalam mengatasi masalah rantai pasok dan meningkatkan daya saing perusahaan. Pengolahan data melibatkan uji konsistensi dengan mengalikan indeks konsistensi dengan prioritas kriteria yang relevan. Penelitian ini menggunakan 5 variabel Green SCOR . lan, source, make, delivery, retur. dan tiga dimensi Green SCOR . eandalan, daya tanggap, dan produk cacat yang dapat didaur ulan. ycIycuycuycyco = ycIya Oe ycI ycoycnycu ycu100 ycI max Oe ycIycoycnycu Keterangan : = Nilai indikator aktual yang dicapai S min = Nilai kinerja minimal S max = Nilai Indikator maximal Gambar 1. Tahapan Penelitian Positif : Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi Untuk menghitung nilai akhir kinerja rantai pasok ramah lingkungan menggunakan rumus: ycEycn = = 1 = ycIycnycycOyc Keterangan: = total varians kinerja rantai pasok ramah = Jumlah sasaran kinerja Sij = i menilai rantai pasok ramah lingkungan dalam tujuan kinerja j Wj = nilai kinerja objektif Pengolahan data dalam penelitian menggunakan metode Green SCOR dan ANP untuk menganalisis penerapan green supply chain dan mengidentifikasi indikator-indikator yang paling berpengaruh terhadap keberhasilan GSCM. Uji konsistensi dilakukan dengan mengalikan indeks konsistensi dengan prioritas kriteria yang relevan dan menjumlahkan hasilnya. Dalam proses standardisasi SCOR, indikator kinerja dihitung, di mana nilai <40 dikategorikan sangat rendah, dan nilai >90 dikategorikan sangat Pembobotan terhadap Indikator Kinerja Utama (KPI) dilakukan untuk mengetahui pentingnya masing-masing indikator. Indikator kinerja sistem monitoring dirangkum dalam tabel Tabel 1. Indikator Performansi Sistem Monitoring Indikator Performansi <40 Poor Marginal Avarange Good >90 Excellent Analytical Network Process (ANP) adalah alat pengambilan keputusan multi-kriteria yang memperhitungkan keterkaitan antara berbagai kriteria dan alternatif dalam suatu jaringan. ANP digunakan untuk mengidentifikasi bobot pentingnya kriteria pengambilan keputusan dan peringkat relatif dari berbagai pilihan yang ada, dengan mempertimbangkan interdependensi dan umpan balik di antara elemen-elemen dalam jaringan tersebut. Dalam penelitian ini, pembobotan ANP digunakan untuk menentukan pentingnya kriteria yang mempengaruhi GSCM. Skala pembobotan pada metode ANPberkisar dari 1 hingga 9. HASIL DAN PEMBAHASAN Pemetaan Rantai Pasok Supply Chain Penelitian ini mengolah data menggunakan metode Green SCOR dan ANP. Untuk menentukan Key Performance Indicator (KPI), peneliti melakukan observasi langsung di lapangan serta menggunakan referensi dari jurnaljurnal relevan yang disesuaikan dengan kondisi Langkah ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai cara kerja industri tersebut. Hasil dari pemetaan Green SCOR, yang telah disesuaikan dengan kondisi industri yang ada, menghasilkan pemetaan rantai pasok seperti yang ditunjukkan pada tabel berikut. Tabel 2. Matrik Kinerja GREENSCOR (Sumber: Hasil Penelitian, 2. Pembobotan dengan Analytical Network Process Model ANP dikelompokkan ke dalam Setiap cluster bisa memiliki elemen yang saling berhubungan baik dalam cluster yang sama maupun dengan cluster lain. Model tersebut akan digunakan untuk memilih nilai kinerja industri batik tulis madura. Berikut tampilan hierarki jaringan feedback metode ANP pada industri batik tulis madura. Positif : Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi Volume 10. No 2, 2024. Page: 91-99 Gambar 2. Jaringan Feedback ANP Menyusun matrik perbandingan pada kriteria, tahap awal dalam proses pemilihan nilai kinerja ini dengan melakukan perbandingan berpasangan antar kriteria dan subkriteria yang terdapat dalam model. Perbandingan berpasangan ini dilakukan agar mengetahui seberapa penting suatu kriteria dan sub-kriteria dibandingkan kriteria dan sub-kriteria lainya. Sampel penelitian yang disebarkan diperusahaan dalam bentuk kuesioner serta melakukan observasi langsung di perusahaan, maka dilakukan perhitungan perbandingan berpasangan, berikut perhitungan perbandingan berpasangan setiap awal metrik Tabel 3. Hasil perbandingan kriteria berpasangan Kiteria (Sumber : Hasil kuesione. E-ISSN 2460-9552 P-ISSN 2620-3227 Pada tabel diatas dapat disimpulkan bahwa setiap proses inti mempunyai nilai bobot yang berbeda, hal ini dikarenakan penilaian dilakukan berdasarkan kepentingan pada setiap proses inti. Hal ini dapat dilihat dari nilai limiting matrix pada setiap kriteria. Menghitung Consistency Index (CI) dan Consistency Ratio (CR) Menghitung nilai maksimum Eigen Value . Langkah pengolahan data berikutnya adalah menghitung Eigen Value dari hasil perbandingan dan limiting Uji konsistensi dilakukan untuk menentukan nilai Consistency Ratio (CR). Data dianggap konsisten jika nilai CR O 0. Mengukur CI CI=yyAyeayeCyeUyei yea CI=ye. yeyayi ye CI = 0. Menghitung CR: Karena ukuran matriks adalah 5, maka Random Consistency Index (RI) bernilai Berikut adalah perhitungan CR: CR =ycyc CR =ya. yaya Menentukan Nilai Eigen Vektor Pengolahan data selanjutnya mencari nilai Eigen Vektor dari hasil perbandingan Berikut merupakan cara mencari nilai eigen vector dan setiap jumlah bobot bernilai Jumlah plan =. = 1. Karena matriknya 5 maka eigen vector dapat dihitung sebagai berikut: Eigen vector = . = 0. CR = 0. Berdasarkan perhitungan tersebut, nilai CR 09, yang berarti lebih kecil dari 0. Oleh karena itu, matriks dapat dianggap konsisten dan analisis dapat dilanjutkan ke tahap Berikut adalah hierarki hasil perhitungan pembobotan yang telah dilakukan. Tabel 5. Matrik Kinerja GREENSCOR Tabel 4. Prioritas Berdasarkan Limiting Matrik Kriteria Positif : Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi Tabel 6. Hasil Unweighted Supermatriks (Sumber : Hasil Pengolahan Dat. Supermatriks mengintegrasikan semua penilaian dari berbagai sub-kriteria untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang prioritas dalam proses pengambilan keputusan. Tabel 7. Hasil Weighted Supermatriks (Sumber : Hasil Pengolahan Dat. Supermatriks ini terbentuk dari tiap blok vector perbandingan berpasangan antar cluster. supermatriks terbobot pada tabel 7 diperoleh dengan cara perkalian dengan matriks perbandingan berpasangan cluster pada tabel 8. Limit supermatriks ini diperoleh dengan pengkuadratan perkalian matriks sampai didapatkan hasil yang sama pada setiap barisnya. Proses Normalisasi Proses normalisasi dilakukan dengan mencari pencapaian KPI Perusahaan terlebih dahulu dan kemudian melakukan normalisasi menggunakan rumus Snorm de Boer. Berikut adalah langkahlangkah perhitungan normalisasi: Snorm= ( Atau: Snorm= ( ) x 100 Keterangan: Snorm Smax Smin : Nilai Normalisasi : Nilai Pencapaian : Nilai Maksimal : Nilai Minimal Positif : Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi Volume 10. No 2, 2024. Page: 91-99 E-ISSN 2460-9552 P-ISSN 2620-3227 Tabel 8. Hasil Limited Supermatriks (Sumber : Hasil Pengolahan Dat. Dalam perusahaan batik. KPI . ey performance indicato. digunakan untuk menilai berbagai aspek operasional, termasuk perencanaan, produksi, kualitas, dan dampak lingkungan. Setiap KPI memiliki bobot yang mencerminkan pentingnya masing-masing aspek dalam keseluruhan penilaian. Hasil pengolahan data mengenai pencapaian perusahaan berdasarkan konsep Green SCOR dan dilanjutkan dengan perkalian skor tiap indikator dengan nilai bobot yang didapat pada masingmasing KPI. Pada penelitian ini nilai pencapaian KPI dilakukan proses normalisasi Snorm de boer sehingga total nilai kinerja diperoleh dengan menjumlahkan semua indeks kinerja, yang memberikan gambaran komprehensif tentang kinerja perusahaan berdasarkan berbagai aspek yang diukur. Hasil pengolahan data mengenai pencapaian perusahaan berdasarkan konsep Green SCOR dan dilanjutkan dengan perkalian scor tiap indikator dengan nilai bobot dari masing-masing kriteria. Analisis Data Dengan analisis ini, kita dapat melihat kontribusi relatif dari setiap proses inti terhadap kinerja keseluruhan perusahaan dalam industri Proses pengiriman menunjukan kinerja yang sangat baik, sementara proses pengembalian memerlukan perhatian lebih lanjut untuk meningkatkan kinerjanya. Total nilai akhir 65. AuAvarangeAy mencerminkan kinerja keseluruhan perusahaan yang merupakan hasil dari integrasi semua proses inti dengan bobot masing-masing. Positif : Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi Tabel 9. Matrik Kinerja GREENSCOR (Sumber : Hasil Pengolahan Dat. Tabel 10. Matrik Kinerja GREENSCOR nilai total Total Keseluruhan PENUTUP Kesimpulan . Pengukuran kinerja rantai pasok industri batik tulis menggunakan model GreenSCOR yang ditunjukan pada tabel 10 menunjukkan nilai 5225 menunjukan bahwa industri batik tulis Kab Pamekasan termasuk kedalam AuavarangeAy pengukuran kinerja supply chain management. Perhitungan mendapatkan nilai akhir performansi supply chain management dilakukan dengan pasangan dengan menggunakan metode ANP dengan Langkah berikut. perhitungan perkalian antara nilai yang telah dinormalisasikan dengan hasil pembobotan berpasangan. Saran Industri batik tulis Madura perlu meningkatkan perhatian terhadap seluruh atribut rantai pasok, tidak hanya pada atribut prioritas seperti plan, source, make, deliver, dan return. Hal ini akan memastikan bahwa setiap tahap dalam rantai pasok berjalan dengan efisien dan berkontribusi maksimal terhadap kinerja Dengan memperkuat semua aspek ini, diharapkan industri dapat mencapai kinerja optimal dalam manajemen rantai pasok. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk menambah perhitungan nilai bobot terkait KPI . ey performance indicato. Dengan memperluas cakupan perhitungan ini, penerapan model Green SCOR dapat dilakukan secara lebih komprehensif dan terstruktur. Ini akan membantu dalam mengidentifikasi area-area prioritas yang perlu ditingkatkan mengoptimalkan strategi manajemen rantai pasok secara efektif. Dalam mengembangkan penelitian ini lebih lanjut, fokus pada pengukuran yang komprehensif terhadap berbagai aspek rantai pasok dan integrasi bobot KPI perusahaan akan memberikan pemahaman yang lebih dalam dan solusi yang lebih terarah untuk meningkatkan kinerja industri batik tulis Madura secara keseluruhan. REFERENSI