PENGARUH METODE SIMULASI BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) HENTI JANTUNG TERHADAP KETERAMPILAN DAN EFIKASI DIRI MAHASISWA Effectiveness Simulation Methods of Basic Life Support (BLS) Cardiac Arrest On Students' Skills and Self-Efficacy Mita Farilya1, *Seftiani Utami2 Universitas Samawa Universitas Samawa . itafarilya@gmail. ABSTRAK Kejadiaan Out of Hospital Cardiac Arrest (OHCA) menjadi masalah global dengan angka kematian yang Jumlah angka OHCA yang diberikan bantuan hidup dasar lebih besar dilakukan oleh bystander dan terbukti dapat meningkatkan angka harapan hidup. Tempat pendidikan memberikan akses yang lebih besar dalam penyebarluasan pengetahuan tentang bantuan hidup dasar sehingga dapat meningkatkan angka Hal tersebut menjadi dasar diperlukannya pemberian pembelajaran bantuan hidup dasar henti jantung dengan metode yang efektif pada mahasiswa. Tujuan: Mengetahui pengaruh metode pembelajaran simulasi bantuan hidup dasar terhadap keterampilan dan efikasi diri mahasiswa. Penelitian ini menggunakan desain quasy eksperimental dengan one group pretest-posttest design. Pengambilan sampel mengunakan teknik simple random sampling, didapatkan sampel sejumlah 20 responden. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan lembar observasi. Analisa data menggunakan SPSS. Hasil: Terdapat pengaruh yang signifikan antara keterampilan dan efikasi diri melakukan BHD metode simulasi dengan pvalue 0,018. Kesimpulan: Terdapat peningkatan keterampilan dan efikasi diri mahasiswa setelah diberikan pembelajaran metode simulasi BHD. Kata kunci : Bantuan Hidup Dasar (BHD), bystander. Out of Hospital Cardiac Arrest (OHCA). ABSTRACT Incidence of Out of Hospital Cardiac Arrest (OHCA) is a global problem with a high mortality rate. The number of OHCA given basic life support is greater by bystanders and it is proven to increase life Places of education provide greater access in disseminating knowledge about basic life support so as to increase the number of bystanders. This is the basis for the need to provide basic life support learning for cardiac arrest with an effective method for students. Objective: To determine the effect of basic life support simulation learning methods on students' skills and self-efficacy. This study used a quasy experimental design with a one group pretest-posttest design. Sampling using simple random sampling technique, obtained a sample of 20 respondents. Data were collected with questionnaires and observation sheets. Data analys using SPSS. Results: a significant relationship between skills and selfefficacy in carrying out the BHD simulation method with p-value of 0. Conclusion: There is an increase in students' skills and self-efficacy after being given BHD simulation method learning. Keywords : Basic Life Support (BHD), bystander. Out of Hospital Cardiac Arrest (OHCA), simulation. pengetahuan PENDAHULUAN Out of Hospital Cardiac Arrest (OHCA) Penelitian yang dilakukan oleh (Moon & Hyun, merupakan suatu masalah kesehatan yang serius dengan angka kejadian tinggi dan angka harapan hidup yang rendah. Amerika Serikat meiliki meningkatkan keterampilan, pengetahuan dan angka kejadian 395. 000 kasus dalam 5 tahun efikasi diri serta terdapat hubungan antara dengan survival rate hanya 9,6% (McNally et al. keterampilan dan efikasi diri, dan pengetahuan Menurut PERKI, . , angka kejadian dan keterampilan. Hal yang sama juga dijelaskan henti jantung di Indonesia terdapat 300. pada penelitian yang dilakukan di Korea bahwa 000 kasus pertahun dan belum ada data pengetahuan dan keterampilan melakukan RJP tentang survival rate. Peran masyarakat awam berhubungan dengan efikasi diri untuk melakukan menjadi bystander dapat meningkatkan angka RJP (Roh & Issenberg, 2. American Heart Association (AHA) telah harapan hidup OHCA. Di Amerika Serikat dari 000 kasus OHCA, 37,1% diketahui dan ditolong oleh bystander memiliki angka harapan pembelajaran BHD. Beberapa konsep tersebut hidup 15% sedangkan yang diketahui dan ditolong oleh EMS hanya 12,1% dengan angka sederhana dan konsisten, serta menggunakan harapan hidup hanya 8,3 (Benjamin et al. , 2018. metode self directed learning. Penggunaan media CARES, 2. seperti video dapat dijadikan acuan kerena dapat Besarnya peran bystander berbanding mencegah adanya penyampaian materi yang terbalik dengan kesediaan masyarakat awam heterogen oleh instruktur yang akan berpengaruh untuk menjadi bystander. Rendahnya kemauan pada hasil dari pembelajaran, masyarakat awam untuk memberikan bantuan menghemat biaya dan efisiensi waktu (Bhanji et hidup dasar pada henti jantung karena kurangnya , 2015, 2010. Roppolo et al. , 2. Metode pembelajaran yang diterima, adanya rasa takut untuk memberikan pembelajaran bantuan hidup untuk memperburuk keadaan, takut untuk tertular dasar seringkali menggunakan metode dengan infeksi, dan tidak mampu memberikan resusitasi yang memadai (Savastano & Vanni, 2. instruktur atau sering kita sebut sebagai simulasi. Keyakinan pada kemampuan untuk melakukan Hasil pelatihan dengan metode simulasi dapat resusitasi dapat disebut sebagai efikasi diri mengalami penurunan tingkat pengetahuan serta (Hernyndez-Padilla. Sao- keterampilan peserta didik setelah jangka waktu 3 Romao-Preto, et al. , 2. Efikasi diri erat bulan (Aqel & Ahmad, 2. Penurunan tingkat pengetahuan ini dapat diakibatkan karena tidak Granero-Molina, cara ini juga adanya media yang tersedia untuk melakukan review materi pembelajaran yang diberikan (Aqel & Ahmad, 2014. Everett-Thomas et al. , 2. METODE Penelitian menggunakan Quasy Eksperimental dengan One Group pretest-posttest design. Konsep pendidikan BHD diharapkan Penelitian dilakukan di Fakultas Kesehatan berubah dari pembelajaran teacher centered Universitas Samawa. Waktu penelitian 9-20 learning menjadi model pembelajaran student Januari 2023. Responden penelitian sejumlah 20 Konsep mahasiswa dengan kriteria: . Berada di semester 1, . Belum pernah memperoleh pembelajaran pengetahuan, tetapi juga promotor pembelajaran bantuan hidup dasar sebelumnya, . Belum pernah mempelajari BHD secara mandiri, pengetahuan secara aktif (Van Raemdonck et al. Zhu. Yan. Shen. Zhang, & Huang, 2. Bersedia menjadi responden. Pengambilan data dilakukan dilakukan Penelitian yang dilakukan Beard et al. , . menunjukkan bahwa anak usia tahun dapat pemberian pembelajaran simulasi mengguna-kan Pengambilan data post-test dilakukan 1 melakukan RJP dan dengan kecepatan dan minggu kemudian setelah dilakukan diskusi, kedalaman kompresi yang sesuai. American demonstrasi dan praktik mandiri. Heart Association dan International Liason Committee Resuscitation (ILCOR) Analisis masing-masing merekomendasikan pembelajaran bantuan hidup responden penelitian serta data masing-masing dasar di sekolah mengingat pentingnya peran sekolah dalam memberikan akses yang luas keterampilan dan efikasi diri. tentang bantuan hidup dasar (Bhanji et al. , 2. HASIL Upaya Karakteristik Responden Data karakteristik responden berdasar-kan Didapatkan mayoritas responden berjenis kelamin peremuan . %), mayoritas usia 18 tahun . %). pembelajaran adalah membuat metode yang efektif dan lebih praktis (Bhanji et al. , 2015. Creutzfeldt et al. , 2. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode simulasi bantuan hidup dasar henti jantung terhadap keterampilan dan efikasi diri pada mahasiswa keperawatan Universitas Samawa. http://e-journallppmunsa. id/index. php/jks e-ISSN : 2964-9005 p-ISSN : 2301-5691 Tabel 1. Karakteristik Umum Responden Variabel Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Usia 18 tahun 19 tahun 21 tahun Berdasarkan tabel 3 dapat dijelaskan bahwa keterampilan melakukan BHD henti jantung setelah pemberian pembelajaran simulasi. Terdapat perbedaan nilai yang signifikan pada observasi tahapan BHD henti jantung dimana masing-masing butir obesrvasi memiliki nilai p<0,05. Keterampilan sebelum dan sesudah pembelajaran metode simulasi Tabel 2. Uji Wilcoxon Keterampilan Sebelum dan Sesudah Metode Pembelajaran Simulasi Bantuan Hidup Dasar Henti Jantung Keterampilan Pre-test Mean 0,54 0,60 95% CI 0,380,71 0,000 Post-test 8,16 1,61 7,73- 8,60 Berdasarkan tabel 2 didapatkan bahwa hasil uji Wilcoxon antara skor pretest dan postest keterampilan simulasi memiliki nilai signifikansi p value yang sama yaitu . = 0,000 . <0,. Tabel. Keterampilan Sebelum dan Sesudah Pembelajaran Simulasi BHD. No. Keterampilan Pengkajian Pengkajian Simulasi n (%) Pretest Postest 0,000 0,000 Memanggil bantuan dan 20 . 0,000 0 . 0,000 Pemeriksaan Lokasi RJP Kedalaman RJP 0,000 0,000 Kecepatan RJP 0,000 http://e-journallppmunsa. id/index. php/jks Efikasi diri sebelum dan sesudah pembelajran metode simulasi Tabel 4. Uji Wilcoxon Efikasi Diri Sebelum dan Sesudah Metode Pembelajaran Simulasi Bantuan Hidup Dasar Henti Jantung Efikasi Diri Mea SD Pretest 62,6 9,0 60,2 - 0,00 Posttest 73,3 6,8 71,5 Ae Berdasarkan tabel 4 didapatkan bahwa hasil Wilcoxon antara skor pretest dan postest efikasi diri memiliki nilai signifikansi . = 0,000 . <0,. Terdapat peningkatan 10,6. Pada tabel 5 dijelaskan bahwa responden memiliki keyakinan melakukan BHD henti jantung setelah pemberian pembelajaran simulasi. Terdapat perbedaan nilai yang signifikan pada keyakinan melakukan BHD henti jantung dimana masing-masing butir pernyataan memiliki nilai p<0,05. e-ISSN : 2964-9005 p-ISSN : 2301-5691 Tabel 5. Efikasi Diri Sebelum dan Sesudah Pembelajaran Simulasi BHD Efikasi Diri Simulasi n (%) Pretest Posttest Mengenali tanda henti jantung Menilai keamanan 44 . Menilai kesadaran . Mengkaji ttv . adi dan napa. Memanggil 119 Penempatan tangan yang benar . Kecepatan RJP Kedalaman RJP Mengaktifkan dan 15 . menggunakan AED 0,000 0,006 0,000 0,000 0,000 0,004 0,000 0,002 0,034 PEMBAHASAN Perbedaan peningkatan keterampilan dan efikasi diri sebelum dan setelah pembelajaran BHD henti jantung dengan metode simulasi Hasil uji statistik pada pembelajaran BHD henti jantung dengan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada keterampilan setelah diberikan pembelajaran BHD henti jantung pada mahasiswa keperawatan dengan metode simulasi . =0,. Peningkatan meningkatnya keterampilan mahasiswa dalam melakukan tahapan BHD henti jantung yang dinilai dengan 4 indikator keterampilan yaitu kemampuan melakukan penilaian keamanan lingkungan, melakukan penilaian kesadaran korban, melakukan panggilan kegawat-daruratan, melakukan tahapan Resusitasi Jantung Paru (RJP) sesuai algoritma AHA. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Banfai et al. , . yang melakukan pelatihan http://e-journallppmunsa. id/index. php/jks tentang BLS dan first aid pada anak berusia 1314 tahun dengan metode simulasi dengan instruktur yang memberikan dampak pada peningkatan keterampilandalam melakukan BLS. Hasil uji statistik pada variabel efikasi diri menunjukkan peningkatan secara signifikan setelah pemberian pembelajaran BHD henti jantung dengan metode simulasi . =0,. Peningkatan efikasi ini ditunjukkan dengan meningkatnya keyakinan diri pada mahasiswa dalam melakukan tahapan BHD henti jantung dengan indikator efikasi diri yaitu keyakinan diri mampu mengenali henti jantung, keyakinan diri mampu mengkaji kesadaran, keyakinan diri mampu melakukan panggilan kegawatdaruratan, keyakinan untuk melakukan RJP dan keyakinan diri untuk menggunakan AED. Penelitian yang dilakukan Watanabe et al. , . memiliki hasil yang sama dengan penelitian ini yaitu terdapat peningkatan efikasi diri dalam melakukan BHD dan penggunaan AED dengan pemberian pembelajaran dengan praktik langsung atau Berdasarkan hasil penelitian dan beberapa penelitian yang mendukung metode simulasi terbukti mampu membuat pening-katan yang signifikan pada keterampilan dan efikasi diri melakukan BHD henti jantung. Pernyataan ini didukung oleh beberapa penelitian yang mengatakan bahwa metode simulasi menjadi metode yang efektif yang digunakan dalam pembelajaran (Cant & Cooper, 2010. Lateef. Salas. Wildman, & Piccolo, 2. Metode simulasi memiliki kelebihan yaitu dapat meningkatkan ke-mampuan peserta didik untuk berpikir kritis. Metode simulasi juga melibatkan instruktur untuk memberikan pembelajaran secara langsung serta evaluasi pada akhir pembelajaran sehingga peserta didik menjadi lebih memahami pembelajaran sehingga peserta didik dapat memperoleh keterampilan dan keyakinan untuk melakukan tindakan lebih baik (Akhu-Zaheya, e-ISSN : 2964-9005 p-ISSN : 2301-5691 Gharaibeh, & Alostaz, 2013. Kim & Jang. Sahu & Lata, 2. Pengaruh Keterampilan dan Efikasi Diri dengan Metode Simulasi Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara keterampilan dan efikasi melakukan BHD dengan metode simulasi . =0,. Hasil ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Roh & Issenberg, . bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara keterampilan psikomotor dan efikasi diri dalam melakukan RJP. Penelitian lain yang mendukung mengungkapkan bahwa seseorang yang memiliki efikasi diri yang tinggi menunjukkan ketepatan dalam memberikan kompresi dada (Turner et al. , 2. Keterampilan adalah sebuah kemampuan seseorang dalam melakukan tindakan yang diadapatkan dari proses belajar dan pelatihan yang telah didapatkan Salah mempengaruhi keterampilan dan efikasi diri adalah pelatihan atau pembelajaran (Notoatmojo. Riggs. Franklin, & Saylany, 2. Pembelajaran membantu peserta didik untuk memahami materi serta memberi informasi dari Pembelajaran memberikan rangsangan pada kognitif peserta didik untuk dapat berpikir kritis, memaknai materi atau informasi yang sebelumnya belum didapatkan (Beskind et al. , 2016. Paglino et al. Plant & Taylor, 2013. Roppolo et al. KESIMPULAN DAN SARAN Terdapat pengaruh signifikan metode pembelajaran simulasi terhadap peningkatan keterampilan dan efikasi diri. Hasil diatas dapat dijadikan inovasi metode dalam pemberian pembelajaran BHD. Penggunaan infrastruktur yang memadai seperti manekin yang dilengkapi dengan indikator kedalaman dan kecepatan yang http://e-journallppmunsa. id/index. php/jks mampu memberikan feedback selama proses praktik berjalan untuk memenuhi kualitas pemberian RJP. Penelitian lanjutan juga perlu dilakukan untuk menganalisis kemampuan retensi keterampil-an dan efikasi diri pembelajaran BHD dengan simulasi pada waktu 3 sampai 6 bulan. DAFTAR PUSTAKA