KAJIAN LITERATUR : LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK DISKUSI UNTUK MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI PADA PESERTA DIDIK DI SEKOLAH MENENGAH Daema Rizky Aulia Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Surabaya Email: daema. 20075@mhs. Dr. Evi Winingsih. Pd. Pd. Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Surabaya Email: eviwiningsih@unesa. Abstrak Kajian literatur ini bertujuan untuk mengkaji konstribusi layanan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi dalam meningkatkan rasa percaya diri peserta didik di tingkat sekolah menengah. Percaya diri merupakan aspek penting dalam perkembangan psikologis Peserta didik yang berpengaruh terhadap partisipasi aktif dalam proses pembelajaran serta hubungan sosial. Layanan bimbingan kelompok menjadi salah satu pendekatan strategis dalam bimbingan dan konseling yang dapat memfasilitasi Peserta didik mengungkapkan pikiran dan perasaannya secara terbuka. Teknik diskusi sebagai bagian dari dinamika kelompok dinilai efektif dalam menciptakan suasana interaktif dan reflektif yang dapat mendorong peningkatan rasa percaya diri. Kajian ini dilakukan dengan menelaah berbagai sumber seperti jurnal ilmiah, buku, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa layanan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi mampu memberikan ruang eksplorasi diri, penerimaan sosial, serta penguatan sikap positif terhadap diri sendiri. Oleh karena itu, layanan ini direkomendasikan untuk diterapkan secara lebih luas dalam program bimbingan di sekolah menengah. Kata Kunci: Kajian Literatur. Bimbingan Kelompok. Teknik Diskusi. Percaya Diri. Peserta Didik Abstract This literature review aims to examine the constribution of group counseling services using discussion techniques in enhancing studentsAo self-confidence at the secondary school level. Self-confidence is an important aspect in students' psychological development that influences active participation in the learning process and social relationships. Group guidance services are one of the strategic approaches in guidance and counseling that can facilitate students to express their thoughts and feelings openly. Discussion techniques as part of group dynamics are considered effective in creating an interactive and reflective atmosphere that can encourage increased self-confidence. This study was conducted by reviewing various sources such as scientific journals, books, and relevant previous research results. The results of the study indicate that group guidance services with discussion techniques are able to provide space for self-exploration, social acceptance, and strengthening positive attitudes towards oneself. Therefore, this service is recommended to be applied more widely in guidance programs in secondary Keywords: Literature Review. Group Guidance. Discussion Techniques. Self-Confidence. Students peningkatan kualitas sumberdaya manusia. Dalam era globalisasi saait ini, masyarakat semakin menuntut terselenggaranya pendidikan yang bermutu sebagai fondasi utama pembangunan bangsa. Kesadaran akan pentingnya pendidikan tercermin dalam berbagai bentuk penyelenggaraan pendidikan, baik melalui jalur formal, nonformal, maupun informal, yang keseluruhannya bertujuan untuk mendukung perkembangan individu dan kemajuan sosial secara berkelanjutan (Purwanto, 2. Seluruh upaya pembangunan dibidang pendidikan tersebut didasarkan pada landasan yudiris, yaitu UndangUndang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, khususnya pada pasal 3 yang menyatakan bahwa: AuPendidikan nasional PENDAHULUAN Pendidikan merupakan aspek krusial dalam menunjang perkembangan individu, karena berfungsi sebagai sarana untuk mengarahkan individu mencapai tingkat kehidupan yang lebih optimal. Melalui proses pendidikan, individu dibekali dengan pengetahuan, nilainilai moral, pembentukan karakter, serta keterampilan yang mendukung pengembangan potensi diri secara Selain itu, pendidikan berperan strategis dalam membentuk kecerdasan intelektual dan kepribadian yang berintegritas, serta memberikan konstribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam konteks pembangunan nasional (Pidarta, 2. Pendidikan mempunyai peranan yang penting dalam Kajian Literatur : Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Diskusi Untuk Meningkatkan Rasa Percaya Diri Pada Peserta Didik Di Sekolah Menengah berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawabAy. Sejalan dengan tujuan pendidikan nasional, berbagai upaya dalam penyelenggaraan pendidikan khususnya pendidikan formal telah diarahkan untuk pembentukan karakter peserta didik yang memiliki integritas moral, kedewasaan mental, dan perilaku bertanggung jawab yang dilandasi oleh nilai-nilai luhur Salah satu program strategis yang mewujudkan tujuan tersebut dalam program wajib belajar 12 tahun. Namun demikian, keberhasilan pendidikan tidak cukup hanya diukur dari penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, melainkan juga harus dibarengi dengan pembinaan aspek moralitas dan kepribadian yang mencerminkan akhlak mulia budi pekerti luhur. Dalam konteks proses pendidikan, belajar dapat dimaknai sebagai serangkaian aktivitas psikis yang dilakukan oleh individu yang menyebabkan terjadinya perubahan perilaku, baik dalam bentuk respons maupun tindakan, sebagai hasil dari pengalaman, latihan, dan perolehan ilmu pengetahuan. Dengan demikian, belajar merupakan suatu proses transformasi kepribadian, di mana perubahan tersebut mencerminkan peningkatan kualitas diri individu, yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, daya pikir, pemahaman, sikap, serta berbagai kemampuan lainnya (Rohmah. Belajar memiliki makna sebagai kegiatan utama dalam proses pendidikan rasional di Indonesia. Hal ini diartikan sebagai sarana untuk mendukung pembelajaran peserta didik secara aktif sehingga mereka dapat mengembangkan potensi mereka dan menjadi individu yang kuat secara spiritual dengan kemampuan untuk membedakan pengalaman masa lalu mereka tentang mulia akhlak dan masalah lainnya, serta keterampilan yang diperlukan untuk mereka (Dasopang, 2. Dalam ranah pendidikan, aktivitas belajar dan mengajar memiliki peranan yang krusial dalam mewujudkan tujuan pendidikan yang diharapkan. Proses pembelajaran berkonstribusi terhadap pengembangan potensi individu serta peningkatan kualitas hidup mereka. Oleh karena itu, pendidik dituntut untuk memiliki pemahaman yang mendalam mengenai konsep Prosedur pembelajaran mampu merancang strategi instruksional yang optimal dan produktif. Strategi aktivitas mengajar yang tepat dapat memfasilitasi peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran secara efektif (Sain, 2. Kepercayaan diri pada peserta didik menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan proses belajar. Peserta didik yang memiliki kepercayaan diri cenderung lebih mudah berinteraksi secara sosial dan mampu memahami materi pelajaran dengan lebih baik. Kepercayaan diri juga mendorong partisipasi aktif dalam berbagai aktivitas, baik akademik maupun non-akademik, serta menumbuhkan semangat belajar yang tinggi, kerja keras, dan ketekunan dalam menghadapi tantangan Lebih lanjut, rasa percaya diri memberikan kontribusi signifikan dalam pengambilan keputusan, menjalin relasi interpersonal, serta mempertahankan keberhasilan dalam berbagai aspek kehidupan. Sebagai salah satu dimensi penting dalam kepribadian, individu yang percaya diri menunjukkan keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri, memiliki harapan yang realistis, serta mampu berpikir positif dan menerima kegagalan sebagai bagian dari proses pembelajaran. Kepercayaan diri juga berperan dalam mendorong individu untuk bertindak secara mandiri dan proaktif dalam mencapai tujuannya (Uno & Mohamad, 2. Kepercayaan diri merupakan salah satu aspek kepribadian yang berperan sebagai pendorong motivasi individu dalam meraih keberhasilan melalui interaksi aktif dengan lingkungan sosial serta proses pembelajaran yang diperoleh dari pengalaman tersebut. Individu yang memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi umumnya ditandai dengan kemampuannya dalam menyelesaikan tugas secara optimal, menjalin kerja sama yang efektif dengan orang lain, serta menunjukkan tanggung jawab baik terhadap diri sendiri maupun terhadap lingkungan sekitarnya. Percaya diri dapat didefinisikan sebagai keyakinan teguh seseorang terhadap kemampuan dan kualitas Hal ini memungkinkan mereka untuk melakukan tindakan tanpa keraguan atau kecemasan, memberikan mereka kebebasan untuk mengejar keinginan mereka dan menunjukkan komitmen terhadap tanggung jawab pribadi dan sosial (Lestari, 2. Selain itu, rasa percaya diri menumbuhkan karakter dan kesadaran diri yang baik dengan memungkinkan individu mengenali kelenihan dan kelemahannya. Individu yang memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi dapat di menyelesaikan tugas secara optimal, menjalin kerja sama yang efektif dengan orang lain, serta menunjukkan tanggung jawab terhadap diri sendiri maupun terhadap lingkungan sosialnya (Sarwan, 2. Percaya diri dapat didefinisikan sebagai keyakinan teguh seseorang terhadap Hal memungkinkan mereka untuk melakukan tindakan tanpa keraguan atau kecemasan, memberikan mereka kebebasan untuk mengejar keinginan mereka dan mengelola serta menjalankan tanggung jawab pribadi serta berkontribusi terhadap kepentingan bersama. Selain itu, rasa percaya diri menumbuhkan karakter dan kesadaran diri yang baik dengan memungkinkan individu mengenali kekuatan dan kelemahannya (Setiawan, 2. Percaya diri dapat memengaruhi perilaku seseorang dan tingkat kepuasannya dalam hidupnya. Setiap orang pasti memiliki Percaya diri, tetapi kebanyakan orang tidak tahu apa itu percaya dirinya, apakah itu positif atau Apabila seseorang memiliki percaya diri yang positif, itu karena mereka memiliki dorongan yang lebih besar untuk menjadi lebih baik, dan mampu membangun pemahaman yang lebih mendalam terhadap diri sendiri, sehingga mendorong munculnya perilaku yang lebih adaptif dan sesuai dalam berbagai kondisi atau situasi sosial (Suryani, 2. Guru bimbingan dan konseling memiliki peran strategis dalam mengembangkan kualitas peserta didik, khususnya dalam membangun kepercayaan Kajian Literatur : Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Diskusi Untuk Meningkatkan Rasa Percaya Diri Pada Peserta Didik Di Sekolah Menengah Dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling, terdapat berbagai jenis layanan yang dapat diimplementasikan sesuai dengan kebutuhan peserta Salah satu bentuk layanan yang relevan untuk mendukung perkembangan pribadi siswa adalah layanan bimbingan kelompok, yang berfungsi sebagai sarana untuk meningkatkan pemahaman diri, interaksi sosial, serta kepercayaan diri individu dalam lingkungan Karena layanan bimbingan kelompok dapat meningkatkan Percaya diri dalam mengungkapkan pemikirannya sehingga peserta didik diajar dalam Kegunaan guru bimbingan dan konseling dalam pelaksanaan layanan bimbingan kelompok memiliki nilai yang signifikan bagi peserta didik. Melalui layanan ini, peserta didik diberikan ruang untuk mengekspresikan perasaan dan konflik internal yang mereka alami, sekaligus memperoleh pemahaman bahwa mereka mendapatkan perhatian dan dukungan dari konselor serta dapat berbagi pengalaman dalam lingkungan yang empatik dan terbuka. Selain itu, arahan kelompok menawarkan peluang untuk berinteraksi, memungkinkan peserta untuk mengekspresikan diri, serta saling membantu dalam hal berbagi perhatian dan penerimaan diri terhadap masalah yang dibahas (Prayitno, 2. Bimbingan kelompok merupakan suatu proses pemberian bantuan yang dilaksanakan dalam konteks dinamika kelompok, dengan tujuan mendorong setiap anggota untuk berpartisipasi secara aktif serta saling berbagi proses pembelajaran, pengetahuan, perilaku, dan kemampuan yang bermanfaat bagi pengembangan diri maupun upaya pencegahan terhadap permasalahan yang Layanan ini dirancang secara terstruktur guna mendukung peningkatan rasa percaya diri peserta didik Selama pelaksanaannya, peserta didik sangat tertarik. menyimak, bertanya dengan aktif, dan bertanya tentang apa yang disampaikan oleh teman-teman mereka dan pemimpin kelompok. Karena materi yang disampaikan oleh guru bimbingan dan konseling menarik untuk dibahas secara kelompok, peserta didik lebih serius mengikuti bimbingan kelompok (Hartinah, 2. Pelaksanaan bimbingan kelompok, sebagaimana dijelaskan dalam landasan teori penelitian ini, memfasilitasi terjadinya interaksi dinamis antar anggota Melalui proses ini, peserta didik diharapkan memperoleh pemahaman terhadap nilai-nilai penting, khususnya kepercayaan diri. Pengembangan sikap percaya diri lebih efektif dilakukan melalui pendekatan kelompok dibandingkan pendekatan individual, karena pendekatan ini menciptakan suasana yang lebih suportif dan mengurangi rasa takut akan penilaian terhadap permasalahan pribadi yang dihadapi peserta didik. Kurangnya rasa percaya diri merupakan salah satu permasalahan yang umum dialami oleh remaja. Dalam hal ini, layanan bimbingan kelompok menjadi alternatif yang strategis karena mampu mengoptimalkan fungsi layanan bimbingan sekaligus lebih efisien dari segi waktu (Hidayati & Nofari, 2. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan dalam layanan bimbingan kelompok untuk meningkatkan pemahaman terhadap suatu topik adalah teknik diskusi kelompok. Teknik ini menekankan partisipasi aktif peserta didik dalam proses eksplorasi dan pemahaman isu yang Diskusi kelompok memberikan ruang bagi peserta didik untuk bersama-sama mengkaji, menelaah, dan mendalami permasalahan tertentu secara kolektif dalam suasana yang kondusif. Pelaksanaan bimbingan kelompok melalui teknik diskusi tidak hanya berfokus pada pemecahan masalah, melainkan juga berperan dalam memperluas wawasan peserta didik serta mendukung perkembangan aspek pribadi dan sosial mereka (Tambusai, 2. Beragam persoalan, baik yang berkaitan dengan akademik, sosial, maupun perencanaan kegiatan, dapat difasilitasi dan diselesaikan secara efektif melalui pendekatan ini. Kegiatan diskusi kelompok dilakukan dengan melibatkan beberapa anggota kelompok yang akan mengkondisikan mereka untuk aktif mengemukakan pendapat, berbagi ide, pengalaman, dan nilai membantu memastikan bahwa kegiatan diskusi kelompok ini dapat menjadi alternatif dalam memecahkan suatu masalah pribadi sehingga meningkatkan rasa percaya diri pada peserta didik (Haryati, 2. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa peserta didik memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam diskusi kelompok dan memiliki kesempatan untuk mengemukakan ide-ide mereka masing-masing. Beberapa masalah yang dapat dibahas termasuk masalah yang berkaitan dengan pendidikan, karier. Percaya diri peserta didik, dan sebagainya. Tujuan utama dari layanan bimbingan kelompok ini adalah untuk menumbuhkan pikiran, persepsi, wawasan, dan sikap yang memfasilitasi perilaku yang lebih efektif. Pemanfaatan bimbingan kelompok sebagai sarana Layanan bimbingan kelompok akan beroperasi secara efisien jika diterapkan secara efektif (Safitri & Egi, 2. Peneliti menyimpulkan bahwa pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dengan pendekatan teknik diskusi memberikan pengaruh yang positif terhadap peningkatan kepercayaan diri peserta didik di tingkat sekolah Kesimpulan ini diperoleh berdasarkan fenomena yang diamati serta berbagai argumen teoritis yang mendukung keterkaitan antara layanan tersebut dan perkembangan kepercayaan diri peserta didik. METODE Jenis dan desain yang digunakan pada penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Menurut Yuliani . penelitian deskriptif kualitatif merupakan suatu cara pendekatan peneltian kualitatif sederhana dengan alur induktif . ermula dari suatu proses atau peristiwa yang terjadi kemudian menarik generalisasi berupa penarikan simpulan dari proses atau peristiwa tersebu. Oleh karena itu, hasil simpulan dari data penelitian ini berbentuk penjabaran deskriptif. Berikut merupakan langkahlangkah dalam penelitian deskriptif kualitatif menurut Yuliani . sebagai berikut: Kajian Literatur : Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Diskusi Untuk Meningkatkan Rasa Percaya Diri Pada Peserta Didik Di Sekolah Menengah Reduksi Data Pada tahap reduksi data, peneliti memberikan penekanan focus data yang akan dikaji. Data Display Stelah mereduksi data, selanjutnya peneliti menyajikan data hasil peneliti menyajikan data hasil penelitian yang dapat berupa uraian singkat, bagan, dan hubungan antar kategori. Adapun tuuan dari data display agar peneliti memahami apa yang terjadi dan membuat rencana kerja selanjutnya. Penarikan Simpulan Simpulan awal yang didapat kan masih bersifat sementara apabila simpulan tersebut tidak berdasarkan data-data yang kuat, maka akan dapat Namun apabila simpulan tersebut berdasarkan data-data yang kuat dan valid, maka simpulan tersebut merupakan simpulan yang Keefektifan Bimbingan Kelompok Teknik Diskusi Untuk Meningkatk an Rasa Percaya Diri Dalam Penyampaia n Pendapat Pada Peserta Didik Kelas Vi SMP NEGERI 42 Surabaya (Zakaria. , 2. Untuk kasi apakah teknik diskusi efektif dalam n rasa percaya diri peserta didik kelas Vi Kuantitatif Efektivitas Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Diskusi Untuk Meningkatk an Rasa Percaya Diri Peserta Didik Kelas Vi Di Mtsn 2 Bandar Lampung (Destriana, , 2. Penelitian ini teknik diskusi n rasa percaya diri peserta didik kelas Vi di MTsN 2 Bandar Lampung Pendekatan HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan analisis terhadap dua belas artikel yang telah ditelaah, dapat disimpulkan pelaksanaan bimbingan kelompok dengan pendekatan diskusi menunjukkan pengaruh yang berarti terhadap peningkatan rasa percaya diri peserta didik di jenjang pendidikan sekolah Temuan tersebut dijabarkan secara lebih rinci sebagai berikut: Judul Tujuan Metode Hasil Penelitian Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Diskusi Dalam Meningkatk Kepercayaa n Diri Peserta didik SMA Kelas XI Pada Masa Pandemic Covid-19 (Safitri,E. Hendriana. , & Siddik. , 2. Penelitian ini teknik diskusi diri peserta didik kelas XI SMA selama Penelitian Peserta didik rasa canggung atau saat berbicara di umum, serta yang lebih baik dalam Peserta didik diri , merasa lebih nyaman, n pendapat serta menjalin Hasil analisis data pretest dan posttest dalam rasa percaya diri peserta didik n pendapat. Hasil posttest yang lebih tinggi dari pada pretest melalui teknik diri peserta didik dalam lisan di Hasil pretest dan posttest pada tingkat diri peserta didik setelah dengan teknik Hal rata-rata skor pretest dan posttest, di mana skor posttest secara lebih tinggi. Berdasarkan Kajian Literatur : Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Diskusi Untuk Meningkatkan Rasa Percaya Diri Pada Peserta Didik Di Sekolah Menengah Efektivitas Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Diskusi Untuk Meningkatk Kepercayaa n Diri Pada Peserta didik Mts Nurul Islam di Bekasi Tahun Ajaran 2018/2019 (Khasanah. Lesmana. & Zarkasih. Efektivitas Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Diskusi Kelompok Menilai teknik diskusi diri Peserta Penelitian ini Penelitian ini n model nonequivalent control group Pendekatan penelitian ini dengan uji paired sample T-Test, dengan nilai p-value <0, 05, yang kan bahwa Dengan teknik diskusi efektif dalam rasa percaya diri peserta Setelah dengan teknik diskui, peserta dalam tingkat Peningkatan ini tercermin dari rata-rata skor posttest yang lebih dengan skor pretest, yang an bahwa secara efektif. Peningkatan diri peserta Untuk Meningkatk Kepercayaa n Diri Pada Peserta Didik di SMPN 18 Banda Aceh (Farida. teknik diskusi diri peserta didik di SMP Negeri 18 Banda Aceh. desain onegroup pretestposttest, di sebelum dan yang sama Pengaruh Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Diskusi Kelompok Kecil Terhadap Percaya DiriPeserta Didik Kelas VII SMP MIN QU Jatiagung Gumukmas Jember (Lailah. Kurniawan. , 2. Penelitian ini n teknik kecil dalam n rasa percaya diri peserta didik kelas VII di SMP MIN QU Jatiagung Gumukmas Jember. Penelitian ini Efektivitas Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Diskusi Untuk Meningkatk an Percaya Diri Peserta Didik (Suryani. A, , & Kurniawan. Penelitian ini sejauh mana teknik diskusi efektif dalam Pendekatan inu adalah di mana sebelum dan i setelah dengan teknik Temuan analisis data i bahwa layanan ini efektif dalam an rasa percaya diri peserta didik kelas VII-4 SMPN 18 Banda Aceh. Berdasarkan teknik diskusi kecil efektif percaya diri peserta didik. Temuan ini sosial di sosial dan diri individu. Hasil analisis dalam tingkat diri peserta didik setelah Kajian Literatur : Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Diskusi Untuk Meningkatkan Rasa Percaya Diri Pada Peserta Didik Di Sekolah Menengah , 2. Penerapan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Diskusi Kelompok Untuk Meningkatk an Rasa Percaya Diri Peserta Didik Kelas Vi E SMP Negeri 3 Singaraja Tahun Pelajaran 2013/2014 (Sayondra. Antari. , & Dantes. Efektivitas Bimbingan Kelompok Berbasis Online Dengan Menggunak an Metode Diskusi Dalam Meningkatk an Rasa Percaya Diri Kelas X MIPA 2 SMA N 3 Lubuk Basung (Gusmida, . Kasih, , & Putra, , 2. diri peserta Penelitian ini teknik diskusi n rasa percaya diri peserta didik. Penelitian ini diri peserta sebelum dan secara daring, serta menguji diskusi dalam Penelitian ini n desain (PTBK) Penelitian ini n pendekatan semu . uasiexperimental Teknik Berdasarkan statistic, uji an bahwa efektif dalam diri pada peserta didik. Berdasarkan yang telah dibahas pada dengan teknik kecil efektif rasa percaya diri peserta Bimbingan Kelompok Dengan Menggunak an Teknik Diskusi Dalam Meningkatk Kepercayaa n Diri Wanita Disabilitas Di Lembaga HWDI (Himpunan Wanita Disabilitas Indonesi. Sukarame Bandar Lampung (Dahlia. , 2. Pengaruh Bimbingan Kelompok Teknik Diskusi Untuk Meningkatk an Percaya Diri Peserta Didik Di MTs NU Nurul Huda Kudus (Budiyanto, , 2. Pelaksanaan secara online . melalui teknik yang tinggi diri peserta didik kelas X MIPA 2 SMAN 3 Lubuk Basung. Penelitian ini teknik diskusi i dalam disabilitas fi HWDI Sukarame. Bandar Lampung, kasi adanya diri setelah Meningkatka Kepercayaan Diri Peserta Didik Untuk teknik diskusi peserta didik lebih percaya diri dalam an pendapat di lingkungan Eksperimen semu . n desain Jenis (PTBK) statistik dan pada tingkat diri setelah Strategiui HWDI tahap dalam kegiatan, dan Peningkatan diri: setelah diri, tidak lagi minder, dan n diri saat berada di Hasil dengan teknik diri peserta didik di MTs NU Nurul Huda Kudus. Kajian Literatur : Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Diskusi Untuk Meningkatkan Rasa Percaya Diri Pada Peserta Didik Di Sekolah Menengah Penerapan Teknik Diskusi Dalam Bimbingan Kelompok Untuk Meningkatk an Percaya Diri Dalam Mengemuka Pendapat Pada Peserta didik Kelas XI IPA 2 SMA N 1 Sampung Ponorogo Tujuan dari penelitian ini adalah untuk teknik diskusi diri peserta an pendapat kan proses serta respons peserta didik Jenis (PTBK) dan kualitatif proses serta peserta didik keberhasilan proses pembelajaran. Pembahasan dalam bab ini bertujuan untuk menginterpretasikan dan menganalisis hasil-hasil penelitian terdahulu yang telah dikaji dalam kaitannya dengan pelaksanaan layanan bimbingan kelompok melalui pendekatan teknik diskusi memiliki peran penting dalam upaya meningkatkan kepercayaan diri peserta didik pada jenjang sekolah Kajian ini memfokuskan perhatian pada keterkaitan antara dinamika proses bimbingan kelompok, penggunaan teknik diskusi secara terstruktur, serta perkembangan rasa percaya diri yang muncul sebagai dampak dari intervensi tersebut. Layanan bimbingan kelompok merupakan salah satu pendekatan dalam bimbingan dan konseling yang bersifat preventif maupun Dalam pelaksanaannya, layanan ini memberikan ruang bagi peserta didik untuk berinteraksi dalam kelompok kecil secara terstruktur, membahas isuisu perkembangan diri, serta saling memberi dan menerima umpan balik secara terbuka. Hal ini sejalan dengan pendapat Menurut (Farideh & Hamidi, 2. bimbingan kelompok adalah suatu proses pemberian bantuan yang dilakukan dalam situasi kelompok, di mana seorang pembimbing atau konselor membantu sekelompok individu untuk mencapai perkembangan pribadi, sosial, akademik, atau karier yang lebih baik. Bimbingan pemahaman diri, keterampilan sosial, serta kemampuan dalam mengatasi permasalahan melalui interaksi dan diskusi dalam kelompok. Menurut Pradana . Layanan bimbingan kelompok merupakan salah satu bentuk intervensi dalam bimbingn dan konseling yang memberikan ruang bagi sekelompok peserta didik untuk terlibat secara kolektig dalam proses bantuan yang terstrukturdan terencana, dengan tujuan mendukung perkembangan aspek pribadi, sosial, serta akademik Bimbingan kelompok biasanya bersifat preventif dan pengembangan, dengan metode seperti diskusi, curah pendapat, permainan peran, serta berbagai aktivitas lain yang mendorong keterlibatan aktif anggota kelompok. Layanan bimbingan kelompok dilakukan dalam kelompok kecil dengan tujuan mendukung individu dalam memahami potensi diri, mengembangkan kompetensi sosial, serta meningkatkan kemampuan dalam menghadapi dan menyelesaikan permasalahan yang dihadapi (Bhakti, 2. Prayitno . yang menyatakan bahwa bimbingan kelompok merupakan proses pemberian bantuan kepada mengoptimalkan pencapaian aspek-aspek pertumbuhan individu secara personal dan dalam konteks hubungan Sebagai bagian dari usaha meningkatkan kepercayaan diri, layanan bimbingan kelompok memiliki kontribusi yang signifikan karena menyediakan ruang Pelaksanaan Teknik diskusi sistematis dan yang efektif penting dalam social peserta Pelaksanaan Teknik diskusi didik secara n pendapat di social maupun Hasil temuan dari sejumlah kajian yang dianalisis mengindikasikan adanya pengaruh yang signifikan dari penerapan layanan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi terhadap peningkatan rasa percaya diri peserta didik di jenjang sekolah menengah. Pelaksanaan bimbingan kelompok yang dirancang secara efektif melalui pendekatan diskusi terbukti mampu memberikan dampak positif dalam mengatasi kecenderungan rendahnya kepercayaan diri. Dengan demikian, layanan ini dapat menjadi alternatif strategis dalam upaya pengembangan kepercayaan diri peserta didik, yang Kajian Literatur : Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Diskusi Untuk Meningkatkan Rasa Percaya Diri Pada Peserta Didik Di Sekolah Menengah percaya diri pada peserta didik di sekolah menengahAy dapat dinyatakan bahwa layanan bimbingan kelompok dengan pendekatan teknik diskusi terbukti memiliki efektivitas yang tinggi serta memberikan dampak positif yang signifikan untuk mengoptimalkan peningkatan rasa percaya diri peserta didik pada tingkat sekolah Oleh karena itu, teknik diskusi dapat dijadikan sebuah alternative untuk ditetapkan oleh konselor dalam memberikan bimbingan kepada bagi peserta didik untuk terlibat dalam interaksi sosial yang bermakna dan mendalam. Ketika peserta didik diberi kesempatan untuk berbicara, didengarkan, dan dihargai dalam kelompok, maka mereka akan merasa lebih percaya pada kemampuan diri sendiri. Keberanian untuk mengemukakan pendapat dalam suasana yang mendukung menjadi titik awal dari terbentuknya kepercayaan diri. Teknik diskusi merupakan metode yang efektif dalam pelaksanaan bimbingan kelompok. Diskusi memberikan ruang kepada peserta didik untuk berlatih keterampilan komunikasi, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, serta menumbuhkan rasa percaya terhadap pemikiran dan ide-idenya. Dalam diskusi yang terbimbing, peserta didik tidak hanya menyampaikan gagasan, tetapi juga belajar menghargai pandangan orang lain, yang secara tidak langsung membentuk sikap terbuka dan menghargai diri sendiri. Penelitian yang dikaji menunjukkan hasil yang konsisten bahwa bimbingan kelompok dengan teknik diskusi memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan rasa percaya diri peserta didik. Seperti ditunjukkan oleh beberapa penelitian sebelumnya, peserta didik mengalami peningkatan kepercayaan diri setelah mengikuti sesi bimbingan kelompok yang difasilitasi melalui teknik Aspek yang mengalami perkembangan meliputi keberanian berbicara di depan umum, kemampuan mengekspresikan diri, serta keyakinan dalam mengambil Berdasarkan disimpulkan bahwa bimbingan kelompok dengan teknik diskusi relevan diterapkan di sekolah menengah, mengingat masa remaja merupakan fase penting dalam pembentukan identitas diri. Rasa percaya diri merupakan modal dasar bagi peserta didik untuk berkembang secara akademik maupun sosial. Oleh karena itu, peran guru bimbingan dan konseling dalam merancang dan melaksanakan layanan tersebut memiliki peranan strategis dalam mendukung peserta didik guna mencapai potensi perkembangan diri secara maksimal. Dengan demikian, pembahasan ini menguatkan pendapat bahwa layanan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi merupakan salah satu strategi yang memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan kepercayaan diri peserta didik di jenjang sekolah menengah, sekaligus berperan dalam mendukung pengembangan pribadi yang harmonis dan adaptif secara emosional serta sosial. Saran Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dalam layanan dari implementasi layanan bimbingan kelompok dengan menggunakan teknik diskusi terbukti berkonstribusi positif terhadap peningkatan kepercayaan diri peserta didik di jenjang sekolah menengah. Bagi peneliti lain, peneliti berharap dari hasil penelitian ini dapat dikembangkan atau dikolaborasikan dengan teknik-teknik konseling lain yang dapat meningkatkan rasa percaya diri pada peserta didik di sekolah menengah. Penelitian ini juga dapat digunakan sebagai studi perbandingan bagi penelitian yang memiliki topik relevan. Adapun saran-saran yang peneliti berikan setelah meneliti permasalahan ini sebagai berikut: Saran bagi Guru BK atau Konselor Mampu mengimplementasikan layanan bimbingan kelompok dengan pendekatan teknik diskusi sebagai salah satu alternatif strategis dalam mendukung peserta didik pengembangan rasa percaya diri. Merancang materi diskusi yang relevan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik agar mereka lebih tertarik dan aktif Menciptakan suasana diskusi yang terbuka, nyaman, dan bebas dari penilaian, sehingga mengemukakan pendapat dan gagasannya. Melakukan evaluasi berkala terhadap efektivitas layanan yang diberikan untuk memastikan peningkatan kepercayaan diri peserta didik dapat tercapai secara optimal. Saran bagi peneliti selanjutnya Melakukan penelitian empiris di lapangan Peneliti selanjutnya disarankan untuk melakukan penelitian dengan pendekatan kuantitatif atau kualitatif melalui observasi langsung dan pengumpulan data primer guna menguji secara nyata dampak pemberian layanan bimbingan kelompok melalui PENUTUP Simpulan Berdasarkan kajian-kajian yang telah dilakukan dengan judul Aukajian literature: layanan bimbingan kelompok teknik diskusi untuk meningkatkan rasa Kajian Literatur : Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Diskusi Untuk Meningkatkan Rasa Percaya Diri Pada Peserta Didik Di Sekolah Menengah kompetensi Peserta didik. Jurnal Konseling Andi Matappa, 1. , 131Ae132. Dasopang. Perspektif Strategi Pembelajaran Akhlak Mulia Membangun Transformasi Sosial Peserta didik SMP. Jurnal Pendidikan: Studi Multidisipliner, 1. Dewi. , & Wiyono. Konseling Kelompok Teknik Bibliokonseling Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta didik Kelas V MI Nurul Huda 2 Kota Mojokerto. Journal of Chemical Information and Modeling, 53. , 43Ae49. Farideh, & Hamidi. The Relationship Between Irrational Beliefs And Social. Emotional And Educational Adjustment Among Junior Students. Hartanti. Bimbingan Kelompok. In L. Riantika (Ed. In Paper Knowledge Toward a Media History of Documents (Vol. Issue Apri. UD. Duta Sablon. Hartinah. Konsep Dasar Bimbingan Kelompok. Refika Aditama. Hidayati. , & Nofari. Meningkatkan Percaya Diri Melalui Layanan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Diskusi Kelompok. Jurnal Penelitian Tindakan Bimbingan & Konseling, 1. Kartam. Hulukati. , & Puluhulawa. Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok Terhadap Motivasi Berprestasi Peserta didik Sekolah Menengah Pertama. JAMBURA Guidance and Counseling Journal, 1. , 49Ae55. https://doi. org/https://doi. org/10. 37411/jgcj. Kurniawan. , & Pranowo. Bimbingan Kelompok dengan Teknik Sosiodrama Sebagai Upaya Mengatasi Perilaku Bullying di Sekolah. Jurnal Bimbingan Dan Konseling Terapan, 2. Lestari. Efektifitas Teknik Role Playing Untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Peserta didik SMA. Edusentris, 4. , 1Ae12. Maesaroh. Pengembangan Inventori Kepercayaan Diri Pada Peserta didik SMA. Universitas Negeri Yogyakarta. Mahmudah, & Saepuloh. AuLayanan Bimbingan Kelompok Dengan TEKNIK Diskusi Kelompok Sebagai Media Informasi Penyalahgunaan Gadget Dikalangan Remaja,. Ay Universitas Nahdatul Ulama Cirebon, 7. Marsudi. Rubiyanto. Sunarjo. , & Darsinah. Layanan Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah. Muhammadiyah University Press. Mufidah, & Nursalim. Penggunaan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Diskusi Kelompok Untuk Meningkatkan Minat Belajar Peserta didik. Jurnal MahaPeserta didik BK UNESA. Pidarta. Landasan Kependidikan. Stimulus Ilmu Pendidikan Bercorak Indonesia. Rineka Cipta. Pradana. Pengaruh Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Modeling Terhadap Peningkatan Konsep Diri Peserta didik. pendekatan diskusi terhadap peningkatan rasa percaya diri peserta didik di sekolah Mengembangkan variabel tambahan Kajian literatur ini masih berfokus pada hubungan antara teknik diskusi dan rasa percaya diri. Peneliti berikutnya dapat memperluas penelitian dengan memasukkan variabel lain seperti kecemasan sosial, kemampuan berbicara di depan umum, atau interaksi teman sebaya sebagai faktor yang memengaruhi kepercayaan diri. Menggunakan jenjang pendidikan yang Penelitian mendatang dapat diterapkan pada jenjang pendidikan lain seperti sekolah dasar atau tingkat SMA untuk mengetahui konsistensi pengaruh teknik diskusi terhadap rasa percaya diri di berbagai tahap perkembangan peserta didik. Melakukan meta-analisis Peneliti selanjutnya juga dapat melakukan kajian dengan pendekatan meta-analisis terhadap jurnal-jurnal relevan agar dapat menarik kesimpulan yang lebih kuat secara statistik mengenai efektivitas teknik diskusi dalam layanan bimbingan kelompok. DAFTAR PUSTAKA