Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 2. Oktober 2023, 151 - 158 https://jurnal. id/index. php/jgt E-ISSN: 2830-182X DOI: https://doi. org/10. 59342/jgt. Pengembangan Dan Pengelolaan Sumber Belajar Oleh Guru Pendidikan Agama Islam Aulia Harummy1 . Dinda Anggraini2 . Endang Widiana3 . Feby Sriati4 Abstrak Pentingnya sumber belajar dalam kegiatan pembelajaran tidak bisa dipungkiri lagi. Akan tetapi, sumber-sumber belajar yang ada dimadrasah dan sekolah umumnya belum dikelola dan dimanfaatkan secara maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengelolaan sumber belajar oleh guru pendidikan agama Islam yang berfokus pada buku teks sebagai sumber belajar di SMP Negeri 1 Tembilahan Hulu. Hasil penelitian melalui angket memperoleh persentase 83,33% dikategorikan AuSangat BaikAy. Pengelolaan sumber belajar dengan pemanfaatan buku teks pada pembelajaran PAI yakni guru memperhatikan kurikulum dan mengacu terhadap kurikulum yang telah ditetapkan, guru menganalisis standar kompetensi dan kompetensi dasar dengan cara menyesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat pemahaman siswa, guru menyusun tata bahasa bahan ajar agar lebih menarik dikolaborasikan antara buku buku teks dan buku penunjang lainnya, guru dalam menyusun materi pokok dengan menggunakan buku teks namun tidak menggunakan satu sumber buku saja tapi juga menggunakan buku penunjang yang relevan, guru menentukan judul buku sesuai dengan standar kompetensi, guru memberikan ilustrasi, gambar, tabel dan diagram untuk memudahkan siswa dalam memahaminya. Kata Kunci: Pengembangan. Pengelolaan Sumber Belajar. Guru Pendidikan Agama Islam Abstract The importance of learning resources in learning activities cannot bedenied However, learning resources in madrasas and schools generally have not been managed and utilized optimally. The purpose of this study was to determine the management of learning resources by Islamic religious education teachers who focused on textbooks as learning resources at SMP Negeri 1 Tembilahan Hulu. The results of the research through a questionnaire obtained a percentage of 83. 33% categorized as "Very Good". Management of learning resources by using textbooks in PAI learning, namely the teacher pays attention to the curriculum and refers to STAI Syek H. Abdul Halim Hasan Al Ishlahiyah Binjai, auliaharumy4@gmail. STAI Syek H. Abdul Halim Hasan Al Ishlahiyah Binjai, dindarains@gmail. STAI Syek H. Abdul Halim Hasan Al Ishlahiyah Binjai, wwidiana514@gmail. STAI Syek H. Abdul Halim Hasan Al Ishlahiyah Binjai, sriatifeby@gmail. Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 2. Oktober 2023 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 2. Oktober 2023, 151 - 158 https://jurnal. id/index. php/jgt E-ISSN: 2830-182X DOI: https://doi. org/10. 59342/jgt. the predetermined curriculum, the teacher analyzes competency standards and basic competencies by adjusting to the needs and level of understanding of students, the teacher arranges the grammar of teaching materials to make it more interesting to collaborate between textbooks and other supporting books, the teacher in compiling the subject matter by using textbooks but does not use only one book source but also uses relevant supporting books, the teacher determines the title of the book according to competency standards, the teacher provides illustrations, pictures, tables and diagrams to make it easier for students to understand Keywords: Development. Management of Learning Resources. Islamic Religious Education Teachers PENDAHULUAN Guru merupakan jabatan atau profesi yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru. Pekerjaan ini tidak bisa dilakukan oleh orang yang tidakmemiliki keahlian untuk melakukan kegiatan atau pekerjaan sebagai guru. Orang yang pandai bicara dalam bidang-bidang tertentu, belum dapat disebut sebagai guru. Untuk menjadi guru diperlukan syarat-syarat khusus, apalagi sebagai guru yang profesional yang harus menguasai betul seluk- beluk pendidikan dan pengajaran dengan berbagai ilmu pengetahuan lainnya yang perlu dibina dan dikembangkan melalui masa pendidikan tertentu atau pendidikan prajabatan. (Usman 2010, . Syarat menjadi guru yang perlu disiapkan diantaranya seperti adanya ijazah yang merupakan syarat utama, berbadan sehat jasmani dan rohani, bersikap adil kepada semua siswa, selalu bersikap terbuka, bijaksana dalam mengambil segala keputusan, selalu bersikap sabar dalam menghadapi tingkah laku siswa yang beraneka ragam, guru mau terus belajar untuk menambah ilmu dan wawasannya, dan dapat memahami karakter siswa yang diajar. Sedangkan syarat guru profesional lebih banyak lagi syaratnya diantara ada tambahan bahwa guru profesional memiliki komitmen untuk bekerja keras untuk kemajuan sekolah, memiliki rasa percaya diri yang baik sehingga dapat dipercaya dan menghargai orang lain. Pemecahan masalah belajar tersebut diwujudkan dalam bentuk semua sumber belajar atau sering dikenal dengan komponen pendidikan yang meliputi pesan, orang/manusia, bahan, peralatan, teknik, dan latar/lingkungan. (Sukiman, 2012: . Pesan yaitu informasi yang diteruskan oleh komponen lain yaitu guru dalam bentukgagasan, fakta, arti dan Orang/manusia yakni manusia yakni guru, dosen, tutor dan lainnya yang bertindak sebagai penyimpan pesan, pengolah pesan dan penyaji pesan. Bahan yaitu perangkat lunak yang mengandung pesan untuk disajikan melalui penggunaan alat/ perangkatkeras, ataupun oleh dirinya sendiri. Berbagai program media termasuk kategori materials seperti transportasi, slide, film, audio, video, modul, majalah, buku dan sebagainya. Peralatan adalah sesuatu . erangkat kera. yang digunakan untuk Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 2. Oktober 2023 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 2. Oktober 2023, 151 - 158 https://jurnal. id/index. php/jgt E-ISSN: 2830-182X DOI: https://doi. org/10. 59342/jgt. menyampaikan pesan yang tersimpan dalam bahan, seperti proyektor, slide, tape recorder dan sebagainya. Teknik yaitu prosedur atau acuan yang dipersiapkan untuk penggunaan bahan, peralatan, orang, lingkungan untuk menyampaikan pesan, seperti pengajaran terprogram berupa modul, simulasi, demontrasi, tanya jawabdan sebagainya. Sedangkan lingkungan yaitu situasi atau suasana sekitar dimana pesan disampaikan, baik lingkungan fisik ataupun non fisik. Istilah pengelolaan merupakan terjemahan dari kata management, berasal dari kata Auto manageAy yang berarti mengatur, melaksanakan, mengelola, mengendalikan, dan Namun kata management sendiri sudah diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kata manajemen yang berarti sama dengan istilah AupengelolaanAy, yakni sebagai suatu proses mengoordinasi dan mengintegrasi kegiatan-kegiatan kerja agar dapat diselesaikan secara efesien dan efektif. (Rita Mariyana, dkk, 2010: . Pengelolaan diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara tujuan, sasaran, dan aktivitas yang saling terkait dalam kepentingan diantara pihak- pihak yang berkepentingan dalam suatu sekolah. Sedangkan tujuan dari pengelolaan adalah untuk meningkatkan kualitas sekolah yang dapat diwujudkan melalui cara mengefisienkan dan meminimalisasi pengeluaran dengan tidak mengurangi efektivitas serta hasil yang optimal yang dilaksanakan dengan prosedur yang tepat dalam mengambil setiap keputusan KAJIAN TEORI Menurut Asosiasi Teknologi Komunikasi Pendidikan (AECT), sumber belajar adalah meliputi semua sumber baik berupa data, orang atau benda yang dapat digunakan untuk memberi fasilitas . belajar bagi siswa. Oleh karena itu, menurut Warsita sumber belajar adalah semua komponen sistem instruksional, baik yang secara khusus dirancang maupun yang menurut sifatnya, dapat dipakai atau dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran. Sedangkan Sudjana dan Rivai berpendapat bahwa sumber belajar adalah segala daya yang dapat dimanfaatkan guna memberi kemudahan kepada seseorang dalam (Andi Prastowo, 2012: . Barbara B. Seels dan Rita C. Richey mengatakan sumber belajar adalah sumbersumber yang mendukung belajar termasuk sistem penunjang, materi, dan lingkungan pembelajaran. (Eveline Siregar, 2019: 5. Hal ini dapat direalisasikan dalam bentuk RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajara. yang memuat komponenkomponen utama seperti tujuan pembelajaran, materi pembelajaran. Kegiatan Belajar Mengajar, metode pembelajaran dan evaluasi pembelajaran. Kriteria evaluasi pembelajaran mengacu pada tiga aspek, yaitu kognitif, afektif dan psikomotor. Sumber belajar pada hakikatnya adalah segala sesuatu . enda, data, fakta, ide, orang dan lain sebagainy. yang bisa menimbulkan proses belajar. Adapun contohnya seperti buku paket, modul. LKS, reali, model, maket, bank, museum, kebun binatang, pasar, dan sebagainya. Oleh karena sumber belajar memiliki peranan yang ikut menentukan mutu proses dan hasil Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 2. Oktober 2023 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 2. Oktober 2023, 151 - 158 https://jurnal. id/index. php/jgt E-ISSN: 2830-182X DOI: https://doi. org/10. 59342/jgt. pembelajaran, sejak penyusunan, pengembangan, dan pelaksanaan kurikulum pengelola pusat sumber belajar perlu berperan aktif. Berkembangnya pemahaman bahwa sumber belajar adalah segala sesuatu yang mengandung informasi dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan belajar maka laboratorium, tempat praktik serta perpustakaan dapat dikelola secara terkoordinasi dan terintegrasi. (Sitepu, 2014: . METODE PENELITIAN Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptip kualitatif, karena informasi yang diperoleh dari berbagai selebaran yang berupa data-data yang dibutuhkan untuk penelitian tidak dikuantifikasikan. Rancangan deskriptif kualitatif ini peneliti dapat menggambarkan secara tersetruktur terhadap data-data tentang pengelolaan sumber belajar oleh guru Pendidikan Agama Islam. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini melalui angket, wawancara dan Adapun sumber data primer didapat dari guru, kepala sekolah, serta tenaga kependidikan. Sumber data sekunder buku, jurnal, serta dokumen yang berkaitan dengan fokus penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Sumber belajar merupakan informasi yang disajikan dan disimpan dalam berbagai bentuk media yang dapat membantu siswa dalam belajar sebagai perwujudan dari kurikulum. Sumber belajar dapat dikategorikan ke dalam tempat atau lingkungan, benda, orang, buku, peristiwa/fakta. (Kasful Anwar, 2011: . Peran utama sumber belajar adalah membawa atau menyalurkan stimulasi dan informasi kepada siswa. Setiap sumber belajar tentunya memiliki klasifikasi atau memenuhi sebuah kriteria tertentu. Biasanya sumber belajar tersebut diklasifikasikan ke dalam beberapa kelompok yaitu: Sumber belajar tercetak. Sumber belajar ini biasanya berbentuk buku, jurnal, majalah, koran, poster, ensiklopedi, kamus,dan lain sebagainya. Sumber belajar non cetak. Sumber belajar ini biasanya berbentuk film, slide, video, trans paransi, model, dan lain sebagainya. Sumber belajar yang berbentuk fasilitas biasanya berbentuk perpustakaan, ruangan beajar, studio, lapangan olahraga, dan lain sebagainya. Sumber belajar berupa kegiatan biasanya seperti wawancara, kerja kelompok, observasi, simulasi, dan lain sebagainya. Sumber belajar berupa lingkungan di masyarakat biasanya seperti pasar, pabrik, museum, dan lain sebagainya. (Nursalim, 2018:. Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 2. Oktober 2023 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 2. Oktober 2023, 151 - 158 https://jurnal. id/index. php/jgt E-ISSN: 2830-182X DOI: https://doi. org/10. 59342/jgt. JENIS SUMBER BEAJAR Pesan (Messag. CONTOH PENGERTIAN DIRANCANG Informasi yang harus Bahan- bahan disalurkan oleh komponen pelajaran lain berbentukide, fakta, pengertian,data. DIMANFAATKAN Cerita rakyat, dongeng. Manusia (Peopl. Orang yang menyimpan tidak termasuk yang menjalankan fungsi pengembangan dan sumber belajar. Bahan (Material. Sesuatu, bisadisebut Transparans. Relief,candi,arca, media,/software yang film,slide, tape, peralatan teknik mengandung pesan untuk buku, gambar,dan disajikan melalui lain-lain. pemakaian alat. Sesuatu OHP, proyektor Generator,mesin, slide, film. TV, alat-alat, mobil Prosedur yang disiapkan Ceramah, diskusi. Permainan, sarasehan, bahan pelajaran, simulasi, kuliah, biasa/spontan Peralatan (Hardwar. Teknik/Metode (Techniqu. Guru, aktor, siswa. Narasumber, pemuka Tidak masyarakat,pimpinan kantor, responden teknisi,tim peralatan, situasi,dan oranguntuk menyampaikan Lingkungan Situasi sekitar di Ruangan kelas. Taman, kebun. Dalam pengembangan sumber belajar di lembaga pendidikan, diperlukan pengelolaan dengan ciri khusus sehingga tujuan mengembangkan sumber belajar dapat tercapai. Tujuan utama pengelolaan sumber belajar ialah memberikan pelayanan kepada pemberi belajar dan pembelajar sehingga memudahkan mereka melaksanakan tugasnya. Pembelajar terbantu melakukan kegiatan belajar dan memperoleh kemampuan yang dikehendaki. Berdasarkan penjelasan di atas dapat penulis simpulkan bahwa pengelolaan sumber belajar adalah mengembangkan sumber belajar dan melayani siswa dalam menyediakan dan memahami materi berdasarkan sumber yang disediakan oleh guru. Prinsip umum dalam pengembangan sumber belajar berbasis siswa adalah efektifitas dan Prinsip efektifitas mengarah pada upaya pengembangan yang menghasilkan penghematan waktu, sedangkan efesiensi mengarah pada kemudahan teknis. Dengan kata lain prinsip pengembangan ini mengarah kepada Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 2. Oktober 2023 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 2. Oktober 2023, 151 - 158 https://jurnal. id/index. php/jgt E-ISSN: 2830-182X DOI: https://doi. org/10. 59342/jgt. terciptanya sumber belajar yang dapat mempermudah dan mempercepat proses (M. Syahran, 2016:. Perhatian dalam belajar dan pembelajaran memegang peranan yang sangat penting. Kenyataan menunjukkan bahwa tanpa perhatian tidak mungkin terjadi pembelajaran yang baik dari pihak guru sebagai pengajar maupun dari pihak siswa yang belajar. Perhatian siswa akan timbul apabila bahan pelajaran yang dihadapinya sesuai dengan kebutuhannya, apabila bahan pelajaran itu sebagai sesuatu yang dibutuhkan tentu perhatian untuk mempelajarinya semakin kuat. (Dimyati dan Mudjiono, 2009: . Menurut Rothwell. B dalam Clark L. H bahwa tujuan dalam belajar diperlukan untuk suatu proses yang terarah, motivasi adalah suatu kondisi dari siswa untuk memprakarsai kegiatan, mengatur arah kegiatan dan memelihara (Clark L. H, 1968: . Motivasi juga mempunyai peranan penting dalam kegiatan pembelajaran. Motivasi adalah unsur utama dalam pembelajaran tidak dapat berlangsung tanpa adanya perhatian. Jadi, sesuatu hal dikatakan menarik perhatian siswa, apabila siswa memperhatikannya secara spontan tanpa memerlukan usaha . erhatian tidak sekehendak, perhatian tidak disengaj. (Sumadi Suryabrata, 2004:. Pembelajaran dengan pengalaman langsung ini bukan sekedar duduk dalam kelas ketika guru sedang menjelaskan pelajaran, tetapi bagaimana siswa terlibat langsung dalam proses pembelajaran tersebut. Kegiatan pembelajaran yang diterapkan guru berarti pengalaman belajar bagi Sehubungan dengan itu guru memahami pola pengalaman belajar siswa. (Masnur Muslich, 2009: 75-. Perlunya mengembangkan sumber belajar disatuan pendidikan didasari oleh pertimbangan sebagai berikut: Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni begitu cepat sehingga bahan pelajaran yang ada dalam buku teks pelajaran tidak dapat mengikutinya pada waktu yang bersamaan. Waktu yang tersedia untuk belajar secara tatap muka antara pembelajar dan pelajar terbatas dan tidak cukup mencakup semua pokok bahasan secara tuntas sehingga tidak mencapai kompetensi yang ditetapkan. Masing-masing pelajar memiliki gaya belajar yang berbeda- beda dan tidak mungkin dipenuhi semunya di dalam kelas. Pembelajar perlu dilatih mencari, menemukan, mengolah dan menggunakan informasi secara mandiri. Sumber belajar yang ada perlu dimanfaatkan secara terintegrasi dan optimal dengan proses pembelajaran di kelas untuk efektivitas dan efesiensi proses Pusat sumber belajar dapat dijadikan sebagai penggerak dalam mengatasiberbagai masalah belajar dan membelajarkan dengan cara-cara yang kreatif dan inovatif dengan berorientasi pada kepentingan pembelajar. Menurut Hasnawati, untuk dapat berfungsinya sumber-sumber belajar dalam mendukung dan meningkatkan kualitas proses pembelajaran diperlukan Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 2. Oktober 2023 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 2. Oktober 2023, 151 - 158 https://jurnal. id/index. php/jgt E-ISSN: 2830-182X DOI: https://doi. org/10. 59342/jgt. upaya pengelolaan yaitu perencanaan sumberbelajar, pengadaan sumber belajar, dan penyimpanan sertapemeliharaan sumber belajar. Perencanaan Sumber Belajar. Perencanaan merupakan hal yang sangat penting dilakukan dalam setiap Apapun jenis kegiatannyafaktor perencanaan ini sangat penting untuk diperhatikan mengingat banyak kegiatan yang akhirnya kurang berhasil atau bahkan mengalami kegagalan dan tidak mencapai hasil maksimal akibat tidak direncanakan dengan baik. Pengadaan Sumber Belajar. Sebaik apapun perencanaan sumber belajar y Penyimpanan dan Pemeliharaan Sumber Belajar. Menyimpan dan memelihara sumber belajar baik yang ada di dalam ruangan maupun yang ada di luar merupakan hal yang penting dilakukan oleh Hal tersebut dikarenakan penggunaan sumber belajar tersebut tentu tidak hanya untuk satu kali kegiatan belajar saja melainkan akan digunakan secara terus menerus, selain itu intensitas penggunaansumber belajar oleh siswa juga akan sangat tinggi. Apalagi untuk sumber belajar tertentu yang sangat disukai oleh (Hasnawati, 2021: 95-. Sehubungan dengan pentingnya fungsi penyimpanan dan pemeliharaan ini guru harus mengetahui jenis sumber belajar yang perlu disimpan dan dipeliharadengan baik. Cara siswa meletakkan sumber belajar di kelas tidak terlepas dari pengawasan guru. Guru juga harus mengawasi seandainya siswa menyukai akanketeraturan, agar pemakaian dapat bertahan maka cara penyimpanan dan cara pemeliharaannya harus baik. KESIMPULAN Pengelolaan sumber belajar pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam sebagai berikut: guru memperhatikan kurikulum dan mengacu terhadap kurikulum yang telah ditetapkan, menganalisis standar kompetensi dan kompetensi dasar dengan cara menyesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat pemahaman siswa, menyusun tata bahasa bahan ajar agar lebih menarik, menyusun materi pokok dengan menggunakan buku teks namun tidak menggunakan satu sumber buku saja tapi juga menggunakan buku penunjang yang relevan, menentukan judul buku sesuai dengan standar kompetensi, memberikan ilustrasi, gambar, tabel dan diagram untuk memudahkan siswa memahami jika dikemas dalam bentuk Intinya guru dalam pengelolaan sumber belajar harus melakukan perencanaan, pengadaan, dan penyimpanan serta pemeliharaan sumber belajar. SARAN