67 E-ISSN 2686-2042 Destinesia: Jurnal Hospitaliti dan Pariwisata Vol. No. Maret 2021, pp. Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap Loyalitas Pelanggan pada Beverage Shop di Onezo Indonesia Stephanie Rosantoa,1,*. Novy Ratna Sarib,2 a Program Studi Hospitaliti dan Pariwisata Ae Universitas Bunda Mulia. Jakarta Indonesia srosanto@bundamulia. 2 novyratna01@gmail. * corresponding author ARTICLE INFO Article history Received Revised Accepted Keywords COVID-19 Pandemic Customer Loyalty Beverage Shop ABSTRACT The food and beverage (F&B) industry is one of the sectors affected by the COVID-19 pandemic. The prohibition of large-scale social interactions in the community, such as holding gatherings during the Large-Scale Social Restrictions (Pembatasan Sosial Berskala Besar / PSBB) period established by each region, has also contributed to the sharp decline in food and beverage sales. The total average result of the COVID-19 Pandemic Impact (X) variable questionnaire in OneZo Indonesia is 67% which is in the good category. Of all the statement indicators, it can be seen that the lowest indicator is "Does the pandemic affect your income" with a result of 48%, which can be seen from the general description of OneZo Indonesia's customer respondents who are mostly private employees. The average result of the total Customer Loyalty (Y) questionnaire at OneZo Indonesia is 64% which is in the good category. Of all the indicators, there is one indicator that has the smallest value, namely "Customers have the desire to recommend OneZo Indonesia to others". From the results of observations and interviews conducted, this is due to several factors, one of which is the price of the products offered by OneZo Indonesia which are in the middle to upper category and OneZo Indonesia outlets are still not evenly distributed, there are only a few in the city center. From the results of simple linear regression analysis, it was found that the impact of the COVID-19 pandemic variable X had no effect on customer loyalty OneZo Indonesia variable Y. Pendahuluan Saat ini dunia sedang terganggu oleh wabah virus Corona. Virus Corona adalah bagian dari keluarga besar virus penyebab penyakit mulai dari gejala ringan sampai berat. Corona Virus Diseases 2019 (COVID-. sendiri adalah penyakit jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. WHO (World Health Organizatio. telah menetapkan tanggal 30 Januari 2020 sebagai kedaruratan kesehatan masyarakat dunia. Indonesia melaporkan kasus pertama COVID-19 sebanyak 2 kasus / orang pada tanggal 2 Maret 2020 yang kemudian menjadi 10 orang pada tanggal 16 Maret 2020 menurut Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2. Menurut Kompas. /03/2. , berbagai bidang, seperti sosial, ekonomi, pariwisata dan pendidikan, sangat terdampak oleh COVID-19 ini. Segala kegiatan di dalam dan luar ruangan di semua sektor sejak tanggal 18 Maret 2020 sementara waktu ditunda demi mengurangi penyebaran corona sesuai dengan Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan pemerintah (Catriana, 2. Penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh pemerintah sangat berdampak besar terhadap penurunan kegiatan ekonomi. Masyarakat memiliki kecenderung menahan diri untuk melakukan konsumsi yang berlebih dan lebih memilih untuk memprioritaskan pemenuhan kebutuhan pokok. Salah satu sektor yang terkena imbas kuat dari pandemi COVID-19 adalah industri makanan dan minuman . ood & beverage / F&B. Dilarangnya interaksi sosial di http://ojs. journaldestinesia@gmail. E-ISSN 2686-2042 Destinesia: Jurnal Hospitaliti dan Pariwisata Vol. No. Maret 2021, pp. masyarakat dalam jumlah besar, seperti mengadakan jamuan selama masa PSBB, pastinya sangat mempengaruhi penurunan penjualan makanan dan minuman dengan sangat tajam. Industri F&B merupakan sektor yang krusial untuk dijaga keberlangsungannya karena hal ini menyangkut ketahanan pangan sebagai kebutuhan utama bagi seluruh manusia. Banyak orang yang berkecimpung dan menyandarkan nasibnya pada industri ini. Hal yang sama terjadi dalam industri minuman karena permintaan masih fluktuatif tetapi stok pada pasaran relatif masih aman. Hal ini terjadi karena proses produksi telah dilakukan di awal tahun untuk memenuhi kebutuhan menjelang bulan puasa dan Idul Fitri sehingga stok yang dipakai masih menggunakan bahan baku sebelumnya. Peran pemerintah dan segenap stakeholders diperlukan untuk menghadapi masa yang sulit ini dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat. OneZo adalah franchise minuman dari Taiwan yang pertama dan satu-satunya di Indonesia. OneZo mengklaim dirinya sebagai minuman pertama yang menggunakan bobba segar dan tanpa bahan pengawet karena hanya menggunakan tepung tapioka dan air saja. Bobba dalam campuran minuman OneZo memang berbeda dari bobba merek lainnya karena dari segi kekenyalannya yang lebih mudah dikunyah dan tidak ada bagian yang keras. Sampai saat ini. OneZo memiliki 4 varian bobba yang ke depannya diperkirakan akan menjadi 20 varian. Karena bobba diproduksi sendiri. OneZo memiliki banyak varian rasa. Misalkan saat sedang hits Film Marvel. OneZo mengeluarkan bobba dalam warna merah dan biru yang mencirikan warna Marvel. OneZo secara umum menjual minuman berbasis teh tapi tersedia juga berbasis kopi dan buah. Secara keseluruhan yang membedakan OneZo dengan minuman sejenis adalah kesegaran teh yang digunakan dan keberanian mengkombinasikan dengan bobba segar dan puree buah asli. Tren penggunaan e-commerce pada bisnis perdagangan . oleh pelaku usaha dan interaksinya dengan pemasok . menemukan momentum / saat yang tepat dan lebih siap bagi pelaku usaha yang sudah eksis lebih awal dalam penggunaan marketplace dan momentum baru bagi pebisnis yang baru memulai menggunakan e-commerce. Di saat kekhawatiran terhadap COVID-19 meningkat, pedagang mikro, seperti pedagang kaki lima (PKL) dan pedagang keliling . enjual jamu, sayuran, makanan, minuma. , akan sangat terdampak pada kunjungan dan pesanan dari konsumen. Bisnis transportasi umum, pariwisata, perhotelan, pusat perbelanjaan, dan pedagangan offline yang hanya berfokus pada kunjungan langsung konsumen, terdampak perkembangannya bahkan mengalami penururan selama masa pandemi COVID-19 (Taufik & Ayuningtyas, 2. Pandemi COVID-19 ini memiliki efek yang sangat besar pada keberlangsungan industri F&B, terutama bagaimana para pelaku usaha dapat bertahan hidup pada masa kondisi yang serba tidak Semuanya telah berubah dan berbeda dengan yang sebelumnya sehingga harus dapat membiasakan dengan segala perubahan yang terjadi, terutama dalam menyikapi perubahan perilaku dan konsumsi konsumen. Dan juga setelah diberlakukannya New Normal (Normal Baru / Kenormalan Bar. yang tentu berbeda lagi dengan keadan normal pada sebelumnya (Prakoso. Penelitian ini bertujuan menemukan dan menganalisa seberapa besar dampak pandemi COVID-19 berpengaruh terhadap kegiatan bisnis dan loyalitas pelanggan di Industri F&B, yaitu di OneZo Indonesia. Kajian Pustaka Kerangka Pemikiran Dampak Pandemi COVID-19 Loyalitas Pelanggan Loyalitas Pelanggan Menurut Oliver, loyalitas pelanggan merupakan komitmen pelanggan yang bertahan secara mendalam untuk berlangganan kembali atau melakukan pembelian ulang produk atau jasa yang terpilih secara konsisten di masa yang akan datang, walaupun pengaruh situasi dan usaha pemasaran Stephanie Rosanto dan Novy Ratna Sari (Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap Loyalitas Pelanggan pada Beverage Shop di Onezo Indonesi. Destinesia: Jurnal Hospitaliti dan Pariwisata Vol. No. Maret 2020, pp. E-ISSN 2686-2042 memiliki potensi pada perubahan perilaku. Kemudian menurut Morais, loyalitas pelanggan adalah komitmen pelanggan terhadap suatu brand toko atau supplier, berdasarkan sikap yang sangat positif dan tercermin dalam pembelian ulang yang konsisten (Sangadji & Sopiah, 2. Selanjutnya Parasuraman mendefinisikan loyalitas pelanggan dalam konteks pemasaran jasa sebagai respons yang terkait kuat dengan janji untuk memegang teguh komitmen yang mendasari kontinuitas relasi. Hal ini biasanya tercermin dalam pembelian berkelanjutan dari penyedia jasa yang sama atas dasar dedikasi dan kendala pragmatis (Sangadji & Sopiah, 2. Menjaga pelanggan tetap senang dan loyal adalah tantangan bagi perusahaan dan merupakan cara yang paling tepat untuk bertahan dalam Menurut Hasan . , loyalitas pelanggan adalah orang yang membeli secara teratur dan berulang-ulang. Mereka yang secara terus-menerus dan berulang untuk datang ke suatu tempat yang sama demi memenuhi keinginannya dengan memiliki suatu produk atau jasa dan membayar produk tersebut. Berdasarkan beberapa definisi dari beberapa ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa loyalitas pelanggan adalah orang yang membeli produk atau jasa yang sama secara teratur, berulang, dan terus-menerus untuk memuaskan keinginannya dengan memiliki suatu produk atau mendapatkan suatu jasa dan membayar produk tersebut. Hasan . juga menyatakan bahwa pelanggan loyal paling tidak menunjukkan karakteristik. Eo Eo Eo Eo Adanya rangkaian pembelian dan proporsi pembelian . robabilitas pembelia. Tingkat atau ukuran kedekatan pelanggan akan produk atau jasa. Adanya perasaan positif akan produk atau jasa. Penggunaan produk atau jasa yang sama secara periodik. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Loyalitas Pelanggan Kepuasan pelanggan Pelanggan akan puas jika perusahaan dapat memberikan service yang melebihi ekspektasi Pelanggan yang puas tentunya akan mempunyai loyalitas yang lebih tinggi terhadap produk dibandingkan pada pelanggan yang tidak puas. Retensi Pelanggan Retensi pelanggan adalah lamanya hubungan dengan pelanggan. Tingkat retensi pelanggan adalah presentase pelanggan yang telah memenuhi sejumlah pembelian berulang selama periode waktu yang terbatas. Migrasi Pelanggan Perpindahan pelanggan pada merek lain yang terus terjadi walaupun pelanggan telah puas dengan produk atau jasa bahkan dengan program loyalitas yang diberikan suatu perusahaan. Antusiasme Pelanggan Loyalitas tidak hanya berada dalam pikiran, mengingat dan menggunakan produk, mereferensikan dan merekomendasikan pemakaian kepada orang lain. Akan tetapi juga telah menjadi bagian dan diri pelanggan itu seutuhnya. Aspek-Aspek Loyalitas Pelanggan Menurut Baloglu, loyalitas pelanggan memiliki lima aspek, yaitu kepercayaan . , komitmen psikologi . sychological commitmen. , perubahan biaya . witching cos. , perilaku publisitas . ordof-mout. , dan kerjasama . (Gunawan & Djati, 2. Aspek loyalitas pelanggan menurut Hasan . , yaitu: Pembelian ulang adalah sebagai perilaku konsumen yang hanya membeli sebuah produk atau jasa secara berulang-ulang dan konsisten di masa yang akan datang. Stephanie Rosanto dan Novy Ratna Sari (Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap Loyalitas Pelanggan pada Beverage Shop di Onezo Indonesi. E-ISSN 2686-2042 Destinesia: Jurnal Hospitaliti dan Pariwisata Vol. No. Maret 2021, pp. Komitmen pelanggan terhadap produk atau jasa, di mana pelanggan tidak hanya melakukan pembelian ulang suatu produk atau jasa tapi juga mempunyai keterikatan dan sikap positif terhadap produk atau jasa tersebut. Rekomendasi dari mulut ke mulut yang memiliki bersedia untuk menceritakan dan merekomendasikan hal-hal baik tentang perusahaan dan produknya kepada orang lain, teman dan keluarga yang jauh lebih persuasif dibandingkan dengan media iklan. Metodologi Penelitian ini menggunakan kuantitatif deskriptif untuk mencapai tujuan penelitian dengan metode yang digunakan adalah sebagai berikut: Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data penelitian yang digunakan adalah non-probability sampling, jenis sampling jenuh. Kuesioner dibagikan kepada tamu yang sudah pernah membeli di OneZo Indonesia minimal sebanyak 1 kali semasa pandemi COVID-19. Analisa data dalam penelitian menggunakan SPSS. Langkah awal yang dilakukan adalah melakukan uji validitas dan realibilitas. Dalam perhitungan data, peneliti menggunakan mean atau rata-rata. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah. Kuesioner Kuesioner menurut Sugiyono . adalah suatu cara pengumpulan data dengan menyebarkan pertanyaan kepada responden dan responden akan memberikan respon terhadap pertanyaan tersebut. Pemilihan teknik kuesioner untuk memperoleh data yang akurat secara langsung dari orang-orang yang akan dimintai data. Dokumentasi Menurut Arikunto . , dokumentasi adalah metode pengumpulan data yang digunakan peneliti untuk meneliti benda-benda tertulis, seperti buku, majalah, dokumen, peraturan, notulen rapat, catatan harian, dan lain-lain. Populasi Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik yang telah ditetapkan oleh peneliti agar dipelajari yang kemudian diambil kesimpulannya (Sugiyono, 2. Populasi dalam penelitian ini adalah orang-orang yang pernah berkunjung minimal 1 kali ke OneZo Indonesia. Populasi menurut Kuncoro . merupakan kelompok elemen yang lengkap dan biasanya berupa orang, objek, transaksi, atau kejadian yang dimana penulis tertarik untuk menelitinya. Sampel Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik, akibat dari keterbatasan tertentu maka peneliti dapat memakai sejumlah contoh dari populasi yang dianggap mewakili atau representatif dari populasi tersebut (Sugiyono, 2. Dengan kata lain sampel sendiri adalah bagian kecil dari populasi yang menggambarkan keseluruhan populasi tersebut. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik sampling nonprobabilitas, yaitu suatu teknik pengambilan sampel secara tidak acak . on-random samplin. Saat melakukan pemilihan satuan sampling tidak akan dilibatkan unsur peluang, sehingga tidak diketahui unsur peluang sesuatu unit sampling terpilih ke dalam sampling. Unsur populasi yang terpilih menjadi sampel dapat disebabkan karena kebetulan atau oleh karena faktor lain yang sebelumnya sudah direncanakan oleh peneliti. Penentuan jumlah sampel minimal mengacu pada pernyataan Hair et al. bahwa banyaknya sampel sebagai responden harus disesuaikan dengan banyaknya indikator pertanyaan yang digunakan pada kuesioner. dengan asumsi Aon x 5Ao observed variable . sampai dengan Aon x 10Ao observed variable . Sample = Jumlah Indikator x 10 = 11 x 10 = 110 responden. Stephanie Rosanto dan Novy Ratna Sari (Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap Loyalitas Pelanggan pada Beverage Shop di Onezo Indonesi. Destinesia: Jurnal Hospitaliti dan Pariwisata Vol. No. Maret 2020, pp. E-ISSN 2686-2042 Metode Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan untuk menjawab masalah yang dirumuskan dalam penelitian adalah sebagai berikut: Uji Mean Penggunaan mean atau rata-rata digunakan dalam perhitungan data. Hasil jawaban yang diperoleh dengan cara perhitungan di atas, dipakai untuk mengembangkan kesimpulan, yaitu (Sugiyono, 2. Eo 0% Ae 25% = Tidak Baik Eo 26% Ae 50% = Cukup Baik Eo 51% Ae 75% = Baik Eo 76% Ae 100% = Sangat Baik Uji Validitas Uji validitas menggunakan analisis korelasi pearson, yaitu keputusan mengetahui valid tidaknya butir instrumen. Jika pada tingkat signifikan 5% nilai r hitung > r tabel, maka dapat disimpulkan bahwa butir instrumen tersebut adalah valid. Regresi Linear Sederhana Regresi linear sederhana adalah hubungan secara linear antara satu variabel independen (X) dengan variabel dependen (Y). Analisis ini digunakan agar dapat mengetahui arah hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen, positif atau negatif, dan untuk memprediksi nilai dari variabel dependen apabila nilai variabel independen mengalami kenaikan atau penurunan nilai. Data yang digunakan biasanya berskala interval atau rasio. Rumus dari dari analisis regresi linear sederhana adalah sebagai berikut: Y = a bX Keterangan: = subyek dalam variabel dependen yang diprediksi = harga Y ketika harga X= 0 . arga konsta. = angka arah atau koefisien regresi, yang menunjukkan angka peningkatan ataupun penurunan variabel dependen yang didasarkan pada perubahan variabel independen. Bila ( ) maka arah garis naik dan bila (-) maka arah garis turun = subjek pada variabel independen yang mempunyai nilai tertentu Hasil dan Pembahasan Jenis Kelamin Tabel 4. 1 Gambaran Umum Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Wanita Pria Stephanie Rosanto dan Novy Ratna Sari (Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap Loyalitas Pelanggan pada Beverage Shop di Onezo Indonesi. E-ISSN 2686-2042 Destinesia: Jurnal Hospitaliti dan Pariwisata Vol. No. Maret 2021, pp. Tabel 4. 1 menunjukkan bahwa responden dari penelitian ini dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak 59 orang . %) dan responden dengan jenis kelamin wanita sebanyak 51 orang . %). Usia Tabel 4. 2 Gambaran Umum Responden Berdasarkan Usia Usia 15-20 tahun 16% 8% 21-25 tahun 26-30 tahun 30-35 tahun > 35 tahun Tabel 4. 2 menunjukkan bahwa total responden paling banyak adalah di usia 26-30 tahun dengan total 41 responden dan paling rendah di usia 15-20 tahun dengan total 9 responden. Pendidikan Terakhir Tabel 4. 3 Gambaran Umum Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir Pendidikan Terakhir SLTA / Sederajat Diploma Tabel 4. 3 menunjukkan bahwa pendidikan terakhir pelanggan paling tinggi adalah di lulusan S1 sebanyak 55 responden dan yang paling rendah di S3 dengan 0 responden. Pekerjaan Tabel 4. 4 Gambaran Umum Responden Berdasarkan Pekerjaan Pekerjaan Pelajar / Mahasiswa Karyawan Swasta Pegawai Negeri Wirausaha Stephanie Rosanto dan Novy Ratna Sari (Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap Loyalitas Pelanggan pada Beverage Shop di Onezo Indonesi. Destinesia: Jurnal Hospitaliti dan Pariwisata Vol. No. Maret 2020, pp. E-ISSN 2686-2042 Tabel 4. 4 menunjukkan bahwa responden paling banyak adalah bekerja sebagai karyawan swasta dengan total 43 responden dan yang paling rendah adalah sebagai wirausaha dengan total 18 Analisa Mean Penyebaran kuesioner sebanyak 110 kuesioner dan didapatkan hasil sebagai berikut: Tabel 4. 5 Analisa Mean Dampak Pandemi COVID-19 No. Pertanyaan Hasil Apakah pandemi berpengaruh terhadap pendapatan Anda Apakah pandemi berpengaruh kepada minat pembelian Anda Apakah pandemi berpengaruh terhadap keputusan pembelian Anda Rata-rata Berdasarkan tabel 4. 5 diketahui bahwa hasil rata-rata total kuesioner variabel Dampak Pandemi COVID-19 (X) di OneZo Indonesia adalah sebesar 67% yang tergolong dalam kategori baik. Dari seluruh indikator pernyataan dapat di lihat bahwa indikator paling rendah terdapat pada AuApakah pandemi berpengaruh terhadap pendapatan AndaAy dengan hasil 48%, dimana dapat dilihat dari hasil gambaran umum responden pelanggan OneZo Indonesia yang paling banyak merupakan pegawai swasta, hal ini yang menjadikan faktor pelanggan OneZo tidak mengalami pengaruh dari dampak COVID-19. Karena para pelanggan OneZo Indonesia lebih banyak dari kategori pekerja swasta yang perusahaanya masih tetap berjalan selama COVID-19 dan sebagian menerapkan WFH (Work From Hom. Tabel 4. 6 Analisa Mean Loyalitas Pelanggan No. Pertanyaan Hasil Pihak OneZo Indonesia dapat melihat dan mengatasi segala kebutuhan, harapan, maupun permasalahan yang dihadapi oleh pelanggan Jenis produk yang dijual oleh OneZo Indonesia memiliki kualitas atau kesempurnaan seperti yang seharusnya atau sesuai dengan yang di janjikan Pelanggan tidak khawatir dengan pihak OneZo Indonesia dalam melakukan Pihak OneZo Indonesia dapat memberikan rasa puas kepada pelanggan dalam memperhatikan dan meningkatkan fungsi dari segala fasilitas dan sumber daya yang dimiliki Pihak OneZo Indonesia mampu membuat pelanggan berkomitmen untuk melakukan pembelian berulang Pelanggan memiliki keinginan untuk merekomendasikan OneZo Indonesia kepada orang lain Pelanggan tidak memiliki keinginan untuk berpindah kepada pesaing OneZo Indonesia Pelanggan puas terhadap seluruh penjualan yang diberikan OneZo Indonesia Rata-rata Stephanie Rosanto dan Novy Ratna Sari (Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap Loyalitas Pelanggan pada Beverage Shop di Onezo Indonesi. E-ISSN 2686-2042 Destinesia: Jurnal Hospitaliti dan Pariwisata Vol. No. Maret 2021, pp. Berdasarkan tabel 4. 6 diketahui bahwa hasil rata-rata total kuesioner Loyalitas Pelanggan (Y) di OneZo Indonesia adalah sebesar 64% yang tergolong dalam kategori baik. Dari seluruh indikator terdapat satu indikatpr yang memiliki nilai paling kecil yaitu Pelanggan memiliki keinginan untuk merekomendasikan perusahaan kepada orang lain dari hasil observasi dan wawancara yang dilakukan hal ini disebabkan karena adanya beberapa faktor, salah satunya adalah harga dari produk yang di tawarkan pihak OneZo Indonesia tergolong dalam kategori menengah ke atas dan outlet OneZo Indonesia juga masih tidak menyebar rata yang hanya ada beberapa di pusat kota besar. Validitas dan Reliabilitas 1 Uji Reliabilitas Tabel 4. 7 Hasil dari Uji Reliabilitas (Reliability Statistic. CronbachAos Alpha N of Items 0,882 Berdasarkan tabel 4. 7, dapat dilihat bahwa hasil uji reliabilitas yang menggunakan cronbachAos alpha ini menunjukkan hasil yang reliabel atau dapat diandalkan yang dapat dilihat dari nilai tidak ada nilai yang berada di bawah 0,6. Uji Validitas Uji validitas berhubungan dengan seberapa jauh alat ukur yang digunakan dapat mengukur apa yang hendak diukur. Dari jumlah sampe 110 orang, diperoleh, t tabel = 1,66, dan r tabel = 0,17. Selanjutnya kita akan membandingkan r tabel dengan r hitung yang telah kita peroleh. Tabel 4. 8 Hasil dari Uji Validitas No. Pertanyaan Corrected Item-Total Correlation Keterangan 0,083 Tidak Valid 0,237 Valid 0,193 Valid 0,849 Valid 0,874 Valid 0,852 Valid 0,849 Valid 0,868 Valid 0,777 Valid 0,874 Valid 0,874 Valid Stephanie Rosanto dan Novy Ratna Sari (Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap Loyalitas Pelanggan pada Beverage Shop di Onezo Indonesi. Destinesia: Jurnal Hospitaliti dan Pariwisata Vol. No. Maret 2020, pp. E-ISSN 2686-2042 Analisis Data Diperlukan adanya analisis data setelah semua data terkumpul. Tabel 4. 9 Hasil dari Uji Regresi Linear Sederhana & Uji Hipotesis Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Beta Model 1 (Constan. 26,601 -,018 Std. Error 2,548 ,313 Sig. 10,441 ,000 -,006 -,058 ,954 Dependent Variable: Y Uji Regresi Linear Sederhana Eo Eo Eo Angka konstan dari Unstandardized Coefficients adalah sebesar 26,601 nilai ini berarti jika tidak ada pandemi . maka nilai loyalitas adalah 26,601. Angka Koefisien Regresi nilainya sebesar -0,018. Angka ini mengandung arti bahwa setiap penambahan 1% nilai pandemi (X), maka loyalitas pelanggan akan meningkat sebesar -0,018. Karena nilai koefisien regresi bernilai minus, maka dapat dikatakan bahwa pandemi berpengaruh negatif terhadap loyalitas pelanggan sehingga persamaan regresinya adalah Y = 26,601 Ae 0,018 X. Uji Hipotesis Eo Eo Eo Eo Ho: Tidak ada pengaruh antara pandemi dengan loyalitas pelanggan. Ha: Ada pengaruh antara pandemi dengan loyalitas pelanggan. Jika nilai Sig. lebih kecil dari probabilitas 0,05 mengandung arti bahwa ada pengaruh antara pandemi dengan loyalitas pelanggan. Sebaliknya jika nilai Sig. lebih besar dari probabilitas 0,05 tidak ada pengaruh antara pandemi dengan loyalitas pelanggan. Berdasarkan output coefficeints diketahui nilai Sig. sebesar 0,954 lebih besar dari probabilitas 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh antara pandemi dengan loyalitas Penutup Kesimpulan Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah sebagai berikut: Hasil rata-rata total kuesioner variabel Dampak Pandemi COVID-19 (X) di OneZo Indonesia adalah sebesar 67% yang masuk ke dalam kategori baik. Dari seluruh indikator pernyataan dapat dilihat bahwa indikator paling rendah terdapat pada AuApakah pandemi berpengaruh terhadap pendapatan AndaAy dengan hasil 48% dimana dapat dilihat dari hasil gambaran umum responden pelanggan OneZo Indonesia yang paling banyak merupakan pegawai swasta. Hal ini yang menjadikan faktor pelanggan OneZo Indonesia tidak mengalami pengaruh dari dampak COVID-19. Karena para pelanggan OneZo Indonesia lebih banyak dari kategori pekerja swasta yang perusahaanya masih tetap berjalan selama COVID-19 dan sebagian menerapkan WFH (Work From Hom. Hasil rata-rata total kuesioner Loyalitas Pelanggan (Y) di OneZo Indonesia adalah sebesar 64% yang tergolong dalam kategori baik. Dari seluruh indikator terdapat satu indikator yang memiliki nilai paling kecil yaitu AuPelanggan memiliki keinginan untuk merekomendasikan Stephanie Rosanto dan Novy Ratna Sari (Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap Loyalitas Pelanggan pada Beverage Shop di Onezo Indonesi. E-ISSN 2686-2042 Destinesia: Jurnal Hospitaliti dan Pariwisata Vol. No. Maret 2021, pp. OneZo Indonesia kepada orang lainAy dari hasil observasi dan wawancara yang dilakukan. Hal ini disebabkan oleh karena beberapa faktor, yaitu harga dari produk yang ditawarkan pihak OneZo Indonesia tergolong dalam kategori menengah ke atas dan outlet OneZo Indonesia juga masih tidak menyebar rata . anya ada beberapa di pusat kota besa. Dari hasil analisa regresi linear sederhana didapatkan bahwa dampak pandemi COVID-19 variabel X tidak berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan OneZo Indonesia variable Y. Saran Penulis memiliki beberapa saran yang dapat dipertimbangkan berdasarkan hasil penelitian ini. Pihak OneZo Indonesia harus memiliki lebih banyak ragam produk yang dapat dinikmati dari berbagai kalangan baik kalangan menengah sampai menengah ke atas. Dan juga pilihan ukuran minuman yang lebih cocok dan diminati oleh keluarga karena WFH yang sedang berlangsung adalah ukuran 1 liter. Pihak OneZo Indonesia harus melakukan promosi sesuai dengan tren yang sedang berlangsung dengan banyak menghadirkan potongan harga atau cashback yang bekerjasama dengan pihak ke-3 seperti menghadirkan metode pembayaran yang sedang banyak diminati berbagai kalangan (Ovo. Gopay. Shopeepay, atau Cashba. dan juga meluaskan metode pembelian melalui online shopping / e-commers (Tokopedia. Shopee. Blibli, dan lainny. Pihak OneZo Indonesia harus lebih banyak membuka cabang di berbagai kota tidak hanya di Mall yang berada di kota besar saja, agar brand OneZo Indonesia semakin dikenal dan memiliki banyak pelanggan. Referensi