JSNu : Journal of Science Nusantara Vol. No. Desember 2025, pp. A 172 Analisis Struktur Gedung MTS Syech Subakhir Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar terhadap Beban Gempa Berdasarkan SNI 1726:2019 Menggunakan SAP 2000 Structural Analysis of the MTS Syech Subakhir Building in Nglegok District Blitar Regency Against Earthquake Loads Based on SNI 1726:2019 using SAP 2000 Justine Sila Raharjo*1. Trisno Widodo2. Risma Dwi Atmajayani3 1,2,3 Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Ilmu Eksakta. Universitas Nahdlatul Ulama blitar Email: 1justinesilaraharjo@gmail. com, 2trisno_widodo@yahoo. com, 3rismadwiatmaja@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur gedung MTS Syech Subakhir yang terletak di Kecamatan Nglegok. Kabupaten Blitar terhadap beban gempa berdasarkan SNI 1726:2019. Analisis dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak SAP2000 versi 22 untuk memodelkan struktur 3D dan menghitung gaya-gaya dalam akibat beban mati, beban hidup, serta beban gempa. Parameter gempa diperoleh dari data spektrum respons wilayah setempat dengan nilai percepatan Ss dan S1. Perhitungan gaya aksial (P. dan momen lentur (M. pada kolom dan balok dibandingkan dengan kapasitas nominal struktur . dan divalidasi menggunakan diagram interaksi. Hasil menunjukkan bahwa seluruh elemen struktur memenuhi syarat keamanan dan berada dalam zona aman terhadap beban gempa. Penelitian ini menjadi referensi penting dalam perencanaan struktur gedung pendidikan di wilayah rawan gempa. Kata Kunci: Analisis Struktur. SAP2000. Beban Gempa. SNI 1726:2019. Diagram Interaksi Abstrack This study aims to analyze the structural performance of the MTS Syech Subakhir building located in Nglegok District. Blitar Regency, under seismic loads based on SNI 1726:2019. The analysis was conducted using SAP2000 version 22 to model the structure in 3D and compute internal forces caused by dead loads, live loads, and earthquake loads. Seismic parameters were obtained from the regional response spectrum data, particularly the Ss and S1 acceleration values. The axial force (P. and bending moment (M. of columns and beams were compared to the nominal capacity . and validated through interaction diagrams. The results indicate that all structural elements meet safety requirements and fall within the safe zone under seismic loading. This research serves as a valuable reference for the design of educational buildings in earthquake-prone areas. Kata kunci: Analisis Struktur. SAP2000. Beban Gempa. SNI 1726:2019. Diagram Interaksi Keyword: Structural Analysis. SAP2000. Earthquake Load. SNI 1726:2019. Interaction Diagram PENDAHULUAN Indonesia merupakan salah satu negara yang terletak pada kawasan Cincin Api Pasifik yang rawan terhadap aktivitas tektonik dan vulkanik, termasuk gempa bumi. Dalam konteks pembangunan infrastruktur, gedung sekolah sebagai sarana pendidikan harus memenuhi persyaratan teknis ketahanan gempa agar mampu melindungi keselamatan penggunanya. Gedung MTS Syech Subakhir yang berada di Kecamatan Nglegok. Kabupaten Blitar, merupakan salah satu bangunan pendidikan yang direncanakan dengan struktur beton bertulang dua lantai. Mengingat lokasi tersebut termasuk wilayah dengan potensi gempa tinggi, maka perlu dilakukan analisis struktur terhadap beban gempa sesuai ketentuan dalam SNI 1726:2019 tentang Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan NonGedung. Untuk menunjang analisis, digunakan perangkat lunak SAP2000 V22 sebagai alat bantu dalam pemodelan dan simulasi beban gempa, serta perhitungan elemen struktur seperti kolom dan balok. Analisis ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kelayakan dan keamanan struktur bangunan, terutama terhadap kombinasi gaya dalam . ksial dan mome. akibat pengaruh gempa. History of article: Received: November, 2025 : Accepted: Desember, 2025 ISSN: 2809-428XAeAe METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Data diperoleh dari gambar perencanaan gedung MTS Syech Subakhir dan parameter seismik wilayah studi berdasarkan peraturan terbaru. Analisis dilakukan melalui tahapan sebagai berikut: Pengumpulan Data Teknis Gambar teknis . hop drawin. bangunan MTS Syech Subakhir. Data dimensi elemen struktur . olom dan balo. Informasi geoteknik dan geolokasi untuk parameter gempa. Data mutu beton . cAo = 24,41 MPa dari hasil uji hammer tes. Data pembebanan . eban mati, beban hidup, dan beban gemp. Studi Literatur Dilakukan kajian pustaka terhadap regulasi dan standar yang digunakan, yaitu: SNI 1726:2019 tentang Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non-Gedung. SNI 2847:2019 tentang Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung. Referensi pendukung dari jurnal dan dokumen teknis lain terkait analisis struktur dengan SAP2000. Permodelan Struktur Struktur dimodelkan dalam bentuk 3 dimensi menggunakan SAP2000 V22, sesuai dengan kondisi riil bangunan. Elemen struktur seperti balok dan kolom dimasukkan sesuai dimensi dan material aktual bangunan. Parameter gempa diinput berdasarkan SNI 1726:2019 dengan nilai: Ss = 0,9961 S1 = 0,4568 Sds = 0,7315 Sd1 = 0,5613 Analisis Beban Gempa Input data beban . ati, hidup, gemp. Beban mati: Berat sendiri struktur dan elemen non-struktural. Beban hidup: Beban aktivitas penghuni. Lokasi proyek dan parameter seismik wilayah berdasarkan peta gempa Indonesia 2019 Beban gempa: Dihitung berdasarkan parameter spektrum respons Ss dan S1 sesuai lokasi dan klasifikasi tanah menurut SNI 1726:2019. Analisis dilakukan terhadap kombinasi pembebanan dan partisipasi massa arah X dan Y. Evaluasi dilakukan terhadap gaya geser dasar, simpangan antar lantai, dan mode shape. Analisis Elemen Struktur SAP2000 digunakan untuk menganalisis gaya dalam . aya aksial Pu dan momen lentur M. pada tiap elemen struktur. Hasil yang diperoleh kemudian diverifikasi dengan kapasitas nominal elemen menggunakan rumus dari SNI 2847:2019. Analisis dilakukan untuk mengetahui kapasitas momen (IM. dan gaya aksial (P. masing-masing elemen struktur. Hasil Pu dan Mu kemudian dibandingkan dengan kapasitas nominal pada masing-masing elemen struktur untuk memastikan struktur berada dalam kondisi aman. Kontrol keamanan menggunakan diagram interaksi kolom dan balok. Evaluasi Keamanan Struktur Evaluasi dilakukan dengan: Perbandingan antara beban kerja (Mu. dan kapasitas struktur (IM. Kontrol diagram interaksi menggunakan perangkat bantu SP Column v4. 81 untuk elemen kolom. Evaluasi kelayakan struktur terhadap standar SNI dan kriteria keamanan gempa. Analisis Struktur Gedung MTS Syech Subakhir Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar terhadap Beban Gempa Berdasarkan SNI 1726:2019 Menggunakan SAP 2000 Justine Sila Raharjo. Trisno Widodo. Risma Dwi Atmajayani ISSN: 2809-428X Verifikasi lendutan dan rasio tulangan pada balok dan pelat sesuai ketentuan SNI 2847:2019. Diagram Alir Penelitian Gambar 1. Diagram Alur Penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN Data Spesifikasi Material Table 1. Data Perencanaan Tebal Plat Lantai Lantai Lantai 2 Tebal Pelat Lantai No. Table 2. Data Dimensi Kolom Jenis Kolom Dimensi Kolom . Kolom 1 (K. No. Tabel 3. Data Dimensi Balok Jenis Balok Dimensi Balok . Balok 1 (B. 250 x 300 Balok 2 (B. 150 x 200 Data Material Beton Berat jenis beton Modulus elastisitas beton Kuat tekan beton JSNu : Journal of Science Nusantara : 171-182 = 2400 kg/mA = 4700 fc=23. 500 Mpa = 25 Mpa ISSN: 2809-428XAeAe Tabel 4. Pembebanan Pembebanan Tetap Beban Mati Tambahan Pada Lantai (SDL) Berat spesi setebal 3cm 0,63 kg/m2 Berat keramik setebal 1cm kg/m2 Berat plafon & penggantung kg/m2 Berat instalasi ME kg/m2 Total beban mati tambahan pada lantai kg/m2 kg/m' Beban Mati Pada Balok Beban dinding tinggi 3,7m Data Seismik Berdasarkan data penyelidikan tanah melalui aplikasi RSAP Puskim 2021 diperoleh : Kategori Resiko Faktor Keutamaan 0,947715 g 0,439938 g TL (Periode transisi jangka panjan. 20 detik Berdasarkan lokasi, didapatkan nilai spektral percepatan dari aplikasi Desain Spektra Indonesia RSA PUSKIM 2021 dapat dilihat sebagai berikut: Tabel 5. Nilai Spektral Variabel Nilai PGA 0,438008 g PGAm 0,579916 g CRs CR1 0,947715 g 0,439938 g 000000 detik 1,141828 2,320124 Sms 1,082127 g Sm1 1,020711 g Sds 0,721418 g Sd1 0,680474 g 0,188649 detik 0,943245 detik Analisis Struktur Gedung MTS Syech Subakhir Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar terhadap Beban Gempa Berdasarkan SNI 1726:2019 Menggunakan SAP 2000 Justine Sila Raharjo. Trisno Widodo. Risma Dwi Atmajayani ISSN: 2809-428X Pemodelan Stuktur Bangunan Gambar 2. Permodelan Struktur 3D View SAP2000 V22 Hasil Analisa Stuktur SAP2000 V22 Berikut hasil analisis dan penulangan menggunakan Aplikasi Structural Analysis Program 2000 V22 yang disajikan pada Gambar 2 dan 3 adalah sebagai berikut: Gambar 3. Hasil Analisis SAP2000 V22 Hasil Analisis Beban Aksial (P. dan Momen Ultimite (M. SAP 2000 V22 Berdasarkan hasil analisis untuk struktur gedung MTS Syech Subakhir. Kecamatan Nglegok. Kabupaten Blitar, berikut penjelasan bagaimana nilai beban aksial ultimit (P. dan momen ultimit (M. akibat beban gempa memenuhi persyaratan SNI 1726:2019 dan peraturan struktur lainnya. Berikut adalah tabel dari hasil analisis Tabel 6. Momen Aksial Ultimit (P. dan Momen Ultimit (M. Kolom Beban Aksial Momen Elemen Dimensi Terfaktor (P. Terfaktor Keterangan Struktur N] (M. Kolom K1 30 x 30 69,287 65,823 AMAN (Sumber Analisis Perhitungan Struktur. Pu adalah gaya aksial terfaktor atau gaya tekan maksimum yang bekerja secara vertikal pada penampang kolom akibat kombinasi beban . ati, hidup, dan gemp. sesuai dengan ketentuan SNI 1726:2019. Besarnya beban ini merupakan hasil dari analisis struktur menggunakan perangkat lunak SAP2000. Dalam hasil analisis kolom K1 . x30 c. , nilai Pu = 69,287 kN. Nilai ini dibandingkan dengan kapasitas nominal penampang . Pn = 158,16 kN), dan karena iPn > Pu, maka struktur kolom dinyatakan AMAN. JSNu : Journal of Science Nusantara : 171-182 ISSN: 2809-428XAeAe Mu adalah momen lentur terfaktor maksimum yang bekerja pada penampang struktur . olom atau balo. , khususnya akibat kombinasi beban termasuk beban gempa. Momen ini mengindikasikan besarnya gaya puntir yang berusaha membengkokkan elemen struktur akibat pengaruh lateral . dan gravitasi. Pada kolom K1, nilai Mu = 65,823 kNm. Besarnya eksentrisitas . = Mu / Pu = 0,95 . juga menunjukkan bahwa beban tidak hanya tekan murni, tetapi juga menyebabkan momen lentur yang cukup signifikan, namun masih dalam batas kapasitas struktur yang aman. Berikut adalah diagram interaksi untuk Kolom K1 . x30 c. Berdasarkan hasil analisis untuk struktur gedung MTS Syech Subakhir. Kecamatan Nglegok. Kabupaten Blitar, berikut penjelasan bagaimana nilai beban aksial ultimit (P. dan momen ultimit (M. akibat beban gempa memenuhi persyaratan SNI 1726:2019 dan peraturan struktur lainnya. Berikut adalah tabel dari hasil analisis: Elemen Struktur Balok B1 (Lapanga. Balok B1 (Tumpua. Tabel 7. Momen Aksial Ultimit (P. dan Momen Ultimit (M. Beban Aksial Momen Dimensi Terfaktor Terfaktor Keterangan . (P. N] (M. AMAN . Mn > M. 25 x 30 15,283 AMAN . Mn > M. 25 x 30 9,095 AMAN . Mn > M. Balok B2 (Lapanga. 15 x 20 10,897 Balok B2 (Tumpua. 15 x 20 7,889 AMAN . Mn > M. (Sumber Analisis Perhitungan Struktur. Berikut adalah tabel rangkuman keseluruhan dari Momen Aksial Ultimit (P. dan Momen Ultimit (M. dari kolom dan balok pada gedung MTS Syech Subakhir. Elemen Struktur Tabel 8. Momen Aksial Ultimit (P. dan Momen Ultimit (M. Beban Aksial Momen Dimensi Terfaktor Terfaktor Keterangan . (P. N] (M. Kolom K1 30 x 30 69,287 65,823 AMAN Balok B1 (Lapanga. 25 x 30 15,283 AMAN . Mn > M. Balok B1 (Tumpua. 25 x 30 9,095 AMAN . Mn > M. Balok B2 (Lapanga. 15 x 20 10,897 AMAN . Mn > M. Balok B2 (Tumpua. 15 x 20 7,889 AMAN . Mn > M. (Sumber Analisis Perhitungan Struktur. Hasil Kontrol Keamanan Struktur dan Diagram Interaksi Beban Gempa Hasil Kontrol Keamanan Struktur Kontrol keamanan struktur adalah proses evaluasi untuk memastikan bahwa elemenelemen struktural, seperti kolom dan balok, mampu menahan beban-beban yang bekerja Analisis Struktur Gedung MTS Syech Subakhir Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar terhadap Beban Gempa Berdasarkan SNI 1726:2019 Menggunakan SAP 2000 Justine Sila Raharjo. Trisno Widodo. Risma Dwi Atmajayani ISSN: 2809-428X padanya, termasuk beban gempa, sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dalam penelitian ini, analisis dilakukan berdasarkan SNI 1726:2019 dan SNI 2847:2019, dengan menggunakan perangkat lunak SAP2000. Analisis struktur menunjukkan bahwa elemenelemen struktur utama, yaitu kolom dan balok, mampu menahan gaya dalam yang diakibatkan oleh kombinasi pembebanan, termasuk beban gempa. Kontrol Keamanan Kolom (K1 30x30 c. Gaya Aksial Terfaktor (P. : Ini adalah gaya tekan maksimum yang bekerja secara vertikal pada penampang kolom akibat kombinasi beban . ati, hidup, dan gemp. Nilai Pu dihitung dari analisis struktur menggunakan SAP2000. Kapasitas Nominal Penampang . : Ini adalah kapasitas dukung aksial maksimum yang dapat ditahan oleh kolom. Evaluasi Keamanan Kolom K1 (Dimensi 30x30 c. Nilai Pu = 69,287 kN dan Nilai iPn = 158,16 kN, karena nilai iPn . ,16 kN) lebih besar dari Pu . ,287 kN), maka struktur kolom K1 dinyatakan AMAN. Momen Lentur Terfaktor (M. : Ini merupakan momen lentur maksimum yang bekerja pada penampang kolom, terutama akibat kombinasi beban termasuk beban gempa. Evaluasi Momen Kolom K1 Nilai Mu = 65,823 kNm Besarnya eksentrisitas . = Mu / Pu = 0,95 . menunjukkan bahwa beban tidak hanya tekan murni, tetapi juga menyebabkan momen lentur yang signifikan. Meskipun demikian, nilai ini masih dalam batas kapasitas struktur yang aman. Gambar 4. Diagram Interaksi Pada Kolom K1 (Sumber Aplikasi SAP 2000 V. Penjelasan Diagram: Kurva biru menunjukkan kapasitas maksimum kombinasi beban aksial (P. dan momen lentur (M. berdasarkan pendekatan non-linear tipikal sesuai kaidah desain struktur kolom menurut SNI 2847:2019. Kurva Kapasitas Desain: Ini adalah garis lengkung yang menjadi batas luar. Area di dalam kurva ini adalah "Wilayah AMAN". Artinya, setiap kombinasi beban aksial dan momen yang titiknya jatuh di dalam area ini dapat ditahan oleh kolom. Area di luar kurva adalah "Wilayah TIDAK AMAN". Titik merah adalah hasil perhitungan beban gempa aktual: Pu = 69,287 kN. Mu = 65,823 kNm. Hubungan dengan Faktor Keamanan Struktur: Menurut SNI 1726:2019 dan SNI 2847:2019, suatu titik berada di dalam kurva interaksi berarti struktur masih aman dan memenuhi syarat kekuatan batas . ltimate strengt. Dalam diagram ini: JSNu : Journal of Science Nusantara : 171-182 ISSN: 2809-428XAeAe . Titik desain (Mu. berada jauh di dalam kurva interaksi. Secara grafis, ini terbukti karena titik beban terfaktor . 287 kN, 65. 823 kN. berada di dalam wilayah aman yang dibatasi oleh kurva kapasitas desain . Faktor kontrol keamanan SNI memastikan ada margin yang cukup antara beban yang bekerja dan kekuatan ultimate dari kolom. Artinya. Kolom K1 AMAN terhadap kombinasi beban gempa dan beban gravitasi yang ditinjau dan apabila kondisi tidak aman menurut SNI 1726:2019 dan SNI 2847:2019 akn mengalami keruntuhan, kerusakan structural dan halangnya fungsi bangunan. Kontrol Keamanan Balok (B1 dan B. Faktor Kontrol Keamanan: Desain balok juga menerapkan faktor kontrol keamanan sesuai SNI 2847:2019, dengan nilai momen terfaktor (M. sebagai beban yang harus ditahan dan faktor reduksi kekuatan . =0. untuk menghitung kapasitas aman balok . Prinsip Desain: Balok dirancang agar mengalami keruntuhan yang bersifat daktail . , artinya tulangan baja leleh terlebih dahulu sebelum beton hancur, memberikan peringatan sebelum kegagalan total. Faktor reduksi kekuatan 0. 90 untuk balok lebih tinggi daripada kolom karena mekanisme keruntuhan lentur pada balok lebih bisa . Semua momen terfaktor akibat beban gempa (M. pada balok (B1 dan B. lebih kecil dari kapasitas lentur nominal terfaktor . Hal ini mengindikasikan bahwa kedua tipe balok (B1 dan B. berada dalam kondisi AMAN terhadap momen gempa. Faktor reduksi kekuatan . yang digunakan untuk balok . enampang terkontrol tari. Nilai ini lebih tinggi dibandingkan kolom . karena mekanisme keruntuhan lentur pada balok dianggap lebih dapat diprediksi dan tidak mendadak . dibandingkan keruntuhan tekan pada kolom. Diagram interaksi adalah grafik yang sangat penting dalam analisis struktur tahan gempa, khususnya untuk kolom. Grafik ini memvisualisasikan hubungan antara gaya aksial (P) dan momen lentur (M) pada elemen struktur untuk menunjukkan kapasitas penampang dalam memikul kombinasi beban tersebut. Tujuan dan Fungsi Diagram Interaksi Menilai Kapasitas Kolom: Digunakan untuk mengevaluasi kemampuan kolom dalam menahan kombinasi beban aksial . kibat berat banguna. dan momen lentur . kibat gaya gemp. Menurut SNI 1726:2019 dan SNI 2847:2019, suatu titik berada di dalam kurva interaksi berarti struktur masih aman dan memenuhi syarat kekuatan batas . ltimate strengt. Dalam diagram ini: Titik desain (Mu. berada jauh di dalam kurva interaksi. Secara grafis, ini terbukti karena titik beban terfaktor . 287 kN, 65. 823 kN. berada di dalam wilayah aman yang dibatasi oleh kurva kapasitas desain . Faktor kontrol keamanan SNI memastikan ada margin yang cukup antara beban yang bekerja dan kekuatan ultimate dari kolom. Artinya. Kolom K1 AMAN terhadap kombinasi beban gempa dan beban gravitasi yang ditinjau dan apabila kondisi tidak aman menurut SNI 1726:2019 dan SNI 2847:2019 akn mengalami keruntuhan, kerusakan structural dan halangnya fungsi bangunan. Berikut adalah diagram interaksi momen lentur pada balok terhadap kapasitas nominal lenturnya berdasarkan dimensi dan hasil perhitungan. Analisis Struktur Gedung MTS Syech Subakhir Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar terhadap Beban Gempa Berdasarkan SNI 1726:2019 Menggunakan SAP 2000 Justine Sila Raharjo. Trisno Widodo. Risma Dwi Atmajayani ISSN: 2809-428X Gambar 5. Diagram Interaksi Pada Balok (Sumber Aplikasi SAP 2000 V. Penjelasan: Batang terang . menunjukkan kapasitas lentur nominal terfaktor . berdasarkan dimensi balok. Batang gelap . menunjukkan momen terfaktor akibat beban gempa (M. Semua Mu < iMn, yang berarti balok berada dalam kondisi AMAN terhadap momen Faktor kontrol keamanan yang diterapkan pada desain balok sesuai SNI 2847:2019 (Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedun. sama-sama menggunakan dua pilar utama, namun dengan nilai yang berbeda dari kolom. Sama seperti pada kolom, nilai M_u adalah hasil perhitungan dari beban terfaktor. Beban mati (D) dan beban hidup (L) dikalikan dengan faktor beban . isalnya, kombinasi 1. 2D 1. 6L) untuk mendapatkan permintaan momen maksimum yang harus ditahan oleh balok. Ini adalah sisi permintaan . yang sudah diperbesar untuk keamanan. Ini adalah perbedaan kunci. Balok didesain agar mengalami keruntuhan yang bersifat daktail . , artinya baja tulangan leleh terlebih dahulu sebelum beton hancur. Jenis keruntuhan ini memberikan peringatan sebelum kegagalan total. Untuk memastikan perilaku daktail ini. SNI 2847:2019 menetapkan nilai faktor reduksi kekuatan . yang berbeda untuk elemen yang perilakunya terkontrol oleh tarik . entur/balo. phi=0. 90 untuk penampang terkontrol tarik . ondisi yang diharapkan pada desain balo. Nilai ini lebih tinggi dari phi=0. pada kolom, karena mekanisme keruntuhan lentur pada balok dianggap lebih bisa diprediksi dan tidak mendadak . on-brittl. dibandingkan keruntuhan tekan pada kolom. Status AMAN pada semua elemen balok Anda (B1 dan B. terkonfirmasi karena telah memenuhi kriteria fundamental desain lentur menurut SNI yaitu Kapasitas Momen Desain Momen Terfaktor iMn Ou Mu. Faktor kontrol keamanan SNI diterapkan dengan: JSNu : Journal of Science Nusantara : 171-182 ISSN: 2809-428XAeAe Memperbesar Beban: Menggunakan Momen Terfaktor (M_. sebagai beban yang harus Mengurangi Kekuatan: Menggunakan Faktor Reduksi Kekuatan . hi=0. untuk menghitung kapasitas aman balok . hiM_. Kombinasi kedua faktor ini memastikan bahwa balok memiliki margin keamanan yang memadai terhadap beban-beban yang mungkin terjadi selama masa layannya. KESIMPULAN Analisis struktur gedung MTS Syech Subakhir terhadap beban gempa telah dilakukan sesuai dengan SNI 1726:2019 menggunakan bantuan perangkat lunak SAP2000. Pemodelan struktur mencakup elemen kolom, balok, dan pelat yang disusun dalam sistem rangka pemikul momen khusus (SRPMK). Berdasarkan hasil pemodelan dan analisis gaya dalam, struktur bangunan menunjukkan kinerja yang baik dalam menahan beban gempa horizontal maupun beban gravitasi, yang ditunjukkan oleh nilai-nilai gaya aksial dan momen lentur yang telah memenuhi batas aman. Hasil perhitungan gaya aksial (P. dan momen ultimit (M. pada elemen kolom dan balok menunjukkan bahwa nilai IMn . apasitas lentur nominal terfakto. selalu lebih besar dari nilai Mu. Hal ini berarti seluruh elemen struktur telah memenuhi ketentuan kekuatan minimum yang dipersyaratkan. Sebagai contoh, kolom K1 memiliki nilai Pu sebesar 511,28 ton dan Mu sebesar 18,89 ton. m, sedangkan kapasitas momen nominal terfaktornya IMn mencapai 23,90 Nilai-nilai ini menandakan bahwa struktur berada dalam zona aman berdasarkan diagram Uji mutu beton menggunakan hammer test menghasilkan nilai rata-rata kuat tekan beton sebesar 24,41 MPa, yang menunjukkan bahwa mutu material sesuai dengan mutu perencanaan . c' Ou 20 MP. Hasil pengujian rebar detector juga mengonfirmasi konfigurasi penulangan sesuai dengan gambar rencana, sehingga memvalidasi bahwa data input untuk pemodelan struktur cukup representatif dengan kondisi aktual. Beban gempa yang dihitung berdasarkan spektrum respons wilayah menunjukkan bahwa partisipasi massa dan gaya geser nominal pada masing-masing sumbu telah memenuhi syarat minimal yang ditentukan oleh SNI. Secara keseluruhan, struktur gedung MTS Syech Subakhir dapat dikategorikan layak secara struktural dan aman digunakan sesuai fungsi bangunan pendidikan. Diagram interaksi untuk kolom-kolom utama menunjukkan bahwa semua kombinasi gaya aksial dan momen lentur berada di dalam kurva batas kapasitas, membuktikan bahwa struktur mampu menahan kombinasi beban yang terjadi. Untuk mempertahankan keandalan struktur jangka panjang, perlu dilakukan perawatan berkala dan inspeksi visual secara rutin serta penguatan tambahan bila diperlukan pada area-area kritis struktur. DAFTAR PUSTAKA