Eksplorasi dan Penerapan Interior AyJavanese HeritageAy pada Hotel Bisnis Bintang 5 di Jakarta Pusat Grace Angelia Boentoro1. Noeratri Andanwenti*2. Nikki Indah Andraini3 Prodi Desain Interior. Fakultas Seni Rupa dan Desain. Universitas Tarumanagara. Jakarta 615200032@stu. id, noeratria@fsrd. id, nikki@fsrd. 1,2,3 *Pen. Korespondensi Abstrak Ai Jurnal ini membahas tentang hotel bintang 5, dengan fokus pada Hotel Sultan sebagai studi kasus. Hotel bintang 5 dianggap sebagai lambang kemewahan dalam industri perhotelan, menawarkan layanan unggulan dan manajemen terstruktur. Hotel Sultan menjadi contoh bagaimana hotel bisa mempertahankan daya tariknya meskipun mengalami perubahan manajemen. Terletak di kawasan bisnis Jakarta Pusat, hotel ini menunjukkan adaptabilitasnya dalam menghadapi tantangan industri perhotelan. Penerapan interior "Javanese Heritage" menjadi sorotan utama, dengan elemen-elemen desain yang menggunakan ukiran Jawa. Hotel Sultan berhasil menciptakan keseimbangan antara nuansa tradisional dan kemewahan pada lobby, resepsionis, kamar, dan kamar mandi. Dalam desain kamar, seperti pada kamar grand deluxe, penggunaan batik Surakarta dan warna emas memberikan kesan yang menarik sesuai standar hotel bintang 5. Penelitian ini menggunakan metode triangulasi dengan berbagai teknik, termasuk penggabungan metode, pemanfaatan sumber data yang beragam, dan aplikasi teori dalam penelitian. Data yang diperoleh dari berbagai sumber diverifikasi untuk memastikan keakuratannya. Dengan menekankan aspek-aspek penting dalam desain hotel bintang 5, kesimpulan jurnal ini menegaskan bahwa Hotel Sultan merupakan contoh yang menarik dalam industri perhotelan dengan penggunaan desain yang terinspirasi dari budaya Jawa, memberikan pengalaman bintang 5 yang menarik bagi para tamu. Kata kunci: Bintang 5. Hotel Bisnis. Interior. Javanese Heritage. PENDAHULUAN Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kelas hotel tertinggi dicapai Perhubungan . , hotel adalah jenis oleh hotel bintang lima, sementara yang terendah dinyatakan dengan bintang satu. Pengelompokkan penginapan kepada pengunjung, yang Indonesia dilakukan setiap tiga tahun sekali mencakup fasilitas seperti makanan dan (Kusuma et al. , 2. Indonesia (PHRI). (Kristiari et al. , 2. Menurut aturan yang ditetapkan oleh Persatuan Peninjauan Hotel Restoran Dirjen Pariwisata pada tanggal 25 Februari berbagai aspek, seperti jumlah kamar, 1988, hotel-hotel dikelompokkan ke dalam lima kelas berbeda berdasarkan tingkat pengelolaan hotel tersebut. layanan yang mereka tawarkan. Kelas-kelas Hotel bintang lima merupakan kelas ini ditentukan oleh kelengkapan, kondisi hotel dengan tingkat kemewahan tertinggi, fisik bangunan, peralatan yang tersedia, ditandai dengan memiliki staf yang sangat pengelolaan, serta kualitas pelayanan yang (Gotama & Kwanda, 2. MEZANIN Ae Vol. 7 No. Desember . Hotel ini menawarkan pelayanan yang luas, persoalan kebudayaan. Akibat pertemuan antar kebudayaan maka terjadilah banyak welcome drink, berbagai fasilitas seperti mutasi kebudayaan yang berakibat pada restoran, bar, kolam renang, area rekreasi, mutasi perwujudan arsitektur. staf concierge, dan berbagai fasilitas lainnya yang disediakan. Dibalik masalah globalisasi muncul global paradoks, nilai-nilai lokal menguat dan Menurut Persatuan Hotel dan Restoran diyakini mampu menjadi sesuatu yang Indonesia (PHRI). Hotel perkotaan sering mempunyai nilai jual cukup tinggi. Hal ini menjadi tempat tinggal sementara, sering disebut sebagai "city hotel". Istilah lain untuknya adalah "transit hotel", karena merambah segala aspek kehidupan. Banyak wujud bentuk masa lalu diadopsi menggunakan fasilitas dan layanan bisnis untuk dihadirkan pada masa kini dengan yang disediakan oleh hotel tersebut. reinterpretasi baru. Kehadiran arsitektur Pada awalnya, hotel yang terletak di tradisional Jawa dapat dilihat dan dirasakan segitiga emas Jakarta memiliki total 1. pada berbagai arsitektur dengan fungsi kamar, sembilan ruang banguet dan satu bermacam-macam ballroom, serta berbagai fasilitas lainnya seperti rekreasi dan olahraga. Hunian hotel Menurut Denys Lombard,1996 Jawa ini mencapai 35 persen dari jumlah kamar Tengah atau sekitar 400 kamar setiap harinya pada tumpang tindih dan saling berpaut dua semester pertama tahun itu. Tahun 2006 kebudayaan besar. (Lombard et al. , 2. menjadi momen perubahan nama hotel Menurut Lombard 1996, mutasi yang menjadi Sultan Hotel setelah berakhirnya pertama adalah "Indianisasi" dan mutasi kerjasama dengan Hilton International. yang kedua adalah "Kolonialisasi Belanda". Singgasana Hotels dan Resorts, perusahaan Belum pengembang dan properti Indonesia yang pedalaman dan kebudayaan Jawa pesisir. didirikan sejak 2001, kemudian mengambil Data dan kodifikasi arsitektur tradisional alih pengelolaannya. Jawa yang terekam dengan jelas adalah Jawa Timur Jawa Dalam era globalisasi saat ini dunia pada saat mulai "Indianisasi" sedangkan kehilangan sekat batas antara negara dan sebelumnya sangat sulit sekali ditelusuri kebenaran perwujucan arsitekturnya. MEZANIN Ae Vol. 7 No. Desember . Keraton Surakarta menyatakan bahwa triangulasi merujuk Hadiningrat, pada penggabungan berbagai metode yang merupakan salah satu warisan sejarah digunakan untuk menyelidiki fenomena penting di Jawa. (Rohmah, 2. Dalam yang saling terkait dari perspektif yang sejarahnya, bangunan ini terkait dengan pemberontakan yang dipimpin oleh Raden triangulasi melibatkan empat aspek utama. Mas Gerandi, yang lebih dikenal sebagai Sunan Kuning (Winarti, 2. Penelitian perbandingan antara peneliti, pemanfaatan beragam sumber data, dan penerapan Kasunanan Surakarta Keraton Surakarta memiliki banyak makna (Fathoni et al. , 2. Surakarta "Pusering Tanah berbagai teori dalam penelitian. Triangulasi pendekatan yang berbeda. (Nur Fauziyah, 2. Dalam penelitian kualitatif, peneliti menggunakan berbagai metode seperti merupakan "pusat utama dan sumber wawancara, observasi, dan survei untuk kebudayaan Jawa" (Santosa, 2. Makna memastikan kebenaran informasi yang perbandingan informasi atau data dengan Menurut kepercayaan masyarakat Jawa. Keraton Rahardjo Jawi," Kombinasi tercermin dalam penamaannya. Proses wawancara dan observasi digunakan untuk "nitik memverifikasi keakuratan informasi. Selain tradisional untuk menemukan dan memilih itu, melibatkan informan yang berbeda juga lokasi yang dianggap sangat baik, dan faktor dilakukan guna menegaskan kebenaran lokasi serta tujuan bangunan yang disebut keraton menjadi pertimbangan dalam kebenaran data yang diperoleh dari subjek penelitian diragukan. Estetika bangunan yang memiliki daya tarik khusus Triangulasi antar-peneliti makrokosmos dan mikrokosmos. mengumpulkan dan menganalisis data II. METODE untuk memperkaya pemahaman tentang Menurut definisi yang diungkapkan oleh Mudjia Rahardjo . Norman K. Denzin Boentoro. Andanwerti. Andraini informasi yang ditemukan seperti pada wawancara Bapak Manager Nyoman dan Ibu HRD Dwita sebagai perwakilan dari hotel Sultan. Triangulasi sumber data melibatkan berbagai metode dan sumber untuk memperoleh informasi yang benar-benar Selain wawancara dan observasi. Gambar 1: Pendekatan Triangulasi (Sumber: Boentoro, i. HASIL DAN PEMBAHASAN metode lain seperti observasi terlibat. Hotel bintang 5 merupakan simbol dokumen tertulis, arsip, catatan resmi, dan kemewahan dan kelas atas dalam industri Mereka menonjolkan fasilitas unggulan, pelayanan yang tinggi, dan tentang fenomena yang diteliti. memberikan pengalaman penginapan yang istimewa kepada tamu-tamu mereka. Posisi dengan perspektif teori yang relevan untuk strategis dan fokus pada pasar premium mencegah adanya bias individual dalam kesimpulan yang dihasilkan. Melalui teknik diinginkan bagi mereka yang mencari pengalaman penginapan yang eksklusif dan Triangulasi pemahaman yang lebih dalam dengan Hotel Sultan adalah contoh bagaimana sebuah hotel mampu bertahan dan tetap dengan hasil analisis data. Dalam penelitian ini, triangulasi sumber menarik minat tamu meskipun mengalami data dan triangulasi teori digunakan untuk perubahan manajemen dan nama. Dengan memvalidasi data dari berbagai sumber, fasilitas yang lengkap dan posisi strategis di kawasan bisnis, hotel ini menunjukkan penarikan kesimpulan. Kombinasi kedua teknik ini dilakukan secara paralel dengan tantangan industri perhotelan. Berdasarkan AyJavanese HeritageAy, ruang yang di desain sehingga diharapkan data yang terkumpul Surakarta sebagai salah satu bagian dari kesimpulan yang valid. Jawa, elemen pembentuk ruang. Penerapannya MEZANIN Ae Vol. 7 No. Desember . dapat terlihat pada plafon dan lantai lobby serta dinding resepsionis. Selain digunakan pada elemen pembentuk ruang, dapat digunakan juga sebagai pelengkap interior seperti furniture. Penggunaan ukiran pada perancangan Sultan Gambar 3: Seating Area Hotel Sultan (Sumber: Boentoro, disesuaikan dengan standar hotel bisnis bintang 5 pada area Jakarta Pusat. Ukiran Surakarta memberikan kesan AyJavaneseAy sedangkan penggunaan warna mewah memberikan kesan AyHeritageAy sehingga Gambar 4: Lounge and Bar Area Hotel Sultan (Sumber: Boentoro, 2. Selain itu, pada bagian kamar di desain memiliki standar hotel bintang 5. Tipe kamar yang dipilih merupakan tipe kamar grand deluxe room sehingga tidak terlalu mewah namun tetap pada standar hotel Gambar 1: Lobby Hotel Sultan (Sumber: Boentoro, 2. Penggunaan batik Surakarta pada bagian dinding memberikan kesan yang Penggunaan memberikan kesan mewah menyesuaikan Pemilihan disesuaikan sehingga tamu tertarik untuk Gambar 2: Area Resepsionis Hotel Sultan (Sumber: Boentoro, 2. Boentoro. Andanwerti. Andraini kenyamanan pada hotel Sultan Jakarta. Pada kamar mandi, penggunaan material dan ukiran Surakarta sedikit dikurangkan karena tidak ingin memberikan kesan Pemilihan material dan layout disesuaikan dengan desain kamar agar tidak terlalu ramai dan Gambar 5: Kamar Grand Deluxe (Sumber: Boentoro. Gambar 9: Bathroom . umber: Data Pribad. Gambar 6: Kamar Grand Deluxe (Sumber: Boentoro. Gambar 10: Bathroom (Sumber: Boentoro, 2. Gambar 7: Kamar Grand Deluxe (Sumber: Boentoro. IV. SIMPULAN Berdasarkan AyJavanese HeritageAy pada hotel bisnis bintang 5 di Jakarta Pusat terdapat perancangannya seperti. Hotel Bintang 5: Gambar 8: Kamar Grand Deluxe (Sumber: Boentoro. MEZANIN Ae Vol. 7 No. Desember . Penggambaran menunjukkan bahwa kelas hotel ini adalah dengan standar hotel bintang 5, namun tetap menarik. simbol kemewahan dan kelas atas dalam Kamar Mandi: industri perhotelan. Mereka menawarkan Meskipun menggunakan material dan fasilitas unggulan, pelayanan tinggi, dan ukiran Surakarta, pada kamar mandi, hotel manajemen terstruktur yang memberikan lebih berfokus pada kenyamanan dan kesan pengalaman istimewa bagi para tamu. yang tidak terlalu gelap atau ramai, dengan Hotel Sultan: Hotel Sultan pemilihan material dan layout yang sesuai. Dengan menekankan poin-poin ini, bagaimana sebuah hotel dapat tetap kesimpulan dapat ditarik bahwa Hotel menarik minat tamu meskipun mengalami Sultan merupakan contoh yang menarik perubahan manajemen dan pergantian Dengan fasilitas yang lengkap dan penggunaan desain yang terinspirasi dari posisi strategis di kawasan bisnis, hotel ini pengalaman bintang 5 yang menarik bagi menghadapi tantangan industri perhotelan. Penerapan Interior Sultan Jawa para tamu. Javanese Heritage: Hotel UCAPAN TERIMA KASIH