Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Februari 2026 Hal 608-618 ISSN 2528-4967 . dan ISSN 2548-219X . Pemberdayaan UMKM Syariah Binaan PINBAS Yogyakarta melalui Digitalisasi Model Bisnis dan Strategi Berkelanjutan Empowering Sharia MSMEs Fostered by PINBAS Yogyakarta through Digitalization of Business Models and Sustainable Strategies Agniya Thahira1. Ana Rimbasari1. Muhammad Rizal2. Vuan Maharani1 1PJJ Manajemen. Universitas Siber Muhammadiyah. Yogyakarta 2PJJ Hukum. Universitas Siber Muhammadiyah. Yogyakarta agniya@sibermu. id, anarimbasari@sibermu. id, rizal@sibermu. vuan20240500065@sibermu. Corresponding author: agniya@sibermu. ABSTRAK Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan transformasi digital pada UMKM binaan PINBAS Yogyakarta melalui pendekatan participatory action research. Kegiatan dilaksanakan selama tujuh minggu dengan melibatkan 15 UMKM dari sektor kuliner, kerajinan, dan fashion muslim. Metode intervensi mencakup lima tahapan: assessment, perencanaan strategis, implementasi, monitoring, dan keberlanjutan. Program berfokus pada optimalisasi website, pelatihan manajemen keuangan, penyusunan Business Model Canvas (BMC), dan pembangunan ekosistem digital terintegrasi. Hasil menunjukkan peningkatan traffic website rata-rata 45%, 53% mitra mengalami kenaikan omzet 15-30%, 100% mitra mampu mengelola website secara mandiri, dan 73% mitra konsisten menggunakan sistem pencatatan Terbentuknya komunitas belajar "PINBAS Digital" menjadi tulang punggung keberlanjutan program. Program ini membuktikan bahwa pendekatan co-creation yang mengintegrasikan hard technology . ebsite, template digita. dan soft technology . elatihan, pendampinga. efektif dalam menciptakan transformasi digital yang berkelanjutan bagi UMKM. Kata Kunci: Business model canvas. pemberdayaan masyarakat. transformasi digital. UMKM. website responsif. ABSTRACT This community service program aims to digitally transform MSMEs fostered by PINBAS Yogyakarta through a participatory action research approach. The activity was carried out for seven weeks and involved 15 MSMEs from the culinary, craft, and Muslim fashion sectors. The intervention method includes five stages: assessment, strategic planning, implementation, monitoring, and sustainability. The program focuses on website optimization, financial management training, the preparation of a Business Model Canvas (BMC), and the development of an integrated digital ecosystem. The results show an average increase in website traffic of 45%, 53% of partners experienced a 15-30% increase in turnover, 100% of partners were able to manage their websites independently, and 73% of partners consistently used the financial recording system. The formation of the "PINBAS Digital" learning community is the backbone of the program's This program proves that a co-creation approach that integrates hard technology . ebsite, digital template. and soft technology . raining, mentorin. is effective in creating sustainable digital transformation for MSMEs. Keywords: Business model canvas. community empowerment. digital transformation. MSMEs, responsive website. PENDAHULUAN Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (Kementerian Koperasi dan UKM, 2. Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), perekonomian Indonesia, menyumbang lebih dari UMKM tidak hanya berperan sebagai 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan penggerak ekonomi, tetapi juga sebagai (UMKM) Copyright A 2026. Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. http://journal. um-surabaya. id/index. php/Axiologiya/index DOI: http://dx. org/10. 30651/aks. Thahira,dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 608-618 penjaga budaya dan kearifan lokal melalui Priyono et al. menyebutkan bahwa produk-produk hanya 22% UMKM di Indonesia yang telah Namun, di tengah potensi yang besar, memanfaatkan platform digital secara UMKM masih menghadapi tantangan kompleks, terutama dalam hal adaptasi teknologi digital, manajemen usaha, dan akses pasar yang lebih Permasalahan UMKM tidak hanya Pusat Inkubasi Bisnis dan Ekonomi terletak pada aspek digital, tetapi juga pada Syariah (PINBAS) Yogyakarta, sebagai lembaga fondasi manajemen dan operasional yang yang fokus pada pendampingan UMKM berbasis Sebanyak 80% UMKM binaan syariah, menaungi lebih dari 45 UMKM binaan PINBAS yang tersebar di berbagai sektor, seperti kuliner keuangan yang sistematis, dan hanya 20% . %), fashion muslim . %), kerajinan . %), dan agribisnis . %). Mayoritas pelaku usaha Proses produksi masih bersifat merupakan masyarakat dengan latar belakang tradisional dengan kapasitas terbatas . Ae pendidikan menengah dan mengelola usaha 50 unit per mingg. , serta belum adanya secara mandiri atau keluarga tanpa struktur Standar Operasional Prosedur (SOP) yang organisasi yang jelas. Data awal menunjukkan menjamin konsistensi kualitas. Selain itu, bahwa hanya 30% mitra yang telah memiliki sebagian besar UMKM belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Surat Izin perencanaan bisnis yang matang, seperti Usaha Perdagangan (SIUP), sementara hanya Business Model Canvas (BMC), yang dapat 35% yang memiliki akun marketplace aktif. membantu mereka dalam merumuskan nilai Selain itu, sebagian besar website UMKM yang tambah, segmen pelanggan, dan strategi ada tidak dikelola dengan baikAikontennya tidak diperbarui, desain tidak responsif, dan tidak Di sisi lain. Yogyakarta memiliki teroptimasi untuk mesin pencari. Hal ini posisi strategis sebagai kota pendidikan dan mengakibatkan rendahnya visibilitas digital dan wisata yang dapat dimanfaatkan UMKM minimnya konversi penjualan melalui saluran Dukungan Tantangan ini semakin mengemuka di era pelatihan dan pendanaan juga semakin revolusi industri 4. 0, di mana digitalisasi bukan Namun, tanpa pendekatan yang lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan untuk terintegrasi dan berkelanjutan. UMKM bertahan dan bersaing. Studi yang dilakukan oleh kesulitan untuk memanfaatkan peluang ini Thahira,dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 608-618 secara maksimal. Oleh karena itu, diperlukan Action Research (PAR) yang menekankan intervensi yang holistik, yang tidak hanya fokus pada kolaborasi aktif antara tim pengabdi pada penyediaan alat . ard technolog. , tetapi dan UMKM binaan PINBAS Yogyakarta. juga pada penguatan kapasitas sumber daya Program manusia . oft technolog. selama tujuh minggu dengan melibatkan 15 Program UMKM terpilih dari berbagai sektor dirancang untuk menjawab tantangan tersebut unggulan seperti kuliner, kerajinan, dan melalui pendekatan transformatif yang mencakup fashion muslim. Pendekatan PAR dipilih karena mampu menjembatani kesenjangan keuangan, penyusunan BMC, dan pembangunan antara teori dan praktik melalui siklus ekosistem digital yang terintegrasi. Program ini perencanaan, tindakan, observasi, dan tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan visibilitas online UMKM, tetapi juga untuk memberdayakan mereka dengan keterampilan triangulasi melalui wawancara mendalam, audit digital terhadap website existing, observasi proses produksi, serta kuesioner Pengabdian Metode pra dan pasca pelatihan untuk memastikan Artikel ini menyajikan hasil pelaksanaan validitas data yang diperoleh. program pengabdian masyarakat yang dilakukan Tahapan oleh tim pengabdi bagi UMKM binaan PINBAS terdiri dari lima fase berurutan yang saling Yogyakarta. Fase diawali dengan assessment mentransformasi kapasitas digital dan manajerial komprehensif untuk memetakan kondisi mitra melalui serangkaian kegiatan, seperti pelatihan content marketing, optimasi website, perencanaan strategis melalui workshop pendampingan keuangan, dan pembentukan Business Model Canvas dan perancangan komunitas belajar. Dampak yang dihasilkan tidak solusi teknologi. Pada fase implementasi, hanya terlihat dari peningkatan traffic website dan dilakukan pembangunan website responsif omzet penjualan, tetapi juga dari terbentuknya yang terintegrasi dengan platform digital kemandirian dan budaya digital di kalangan lainnya, disertai serangkaian pelatihan UMKM. intensif mengenai manajemen keuangan. METODE PENELITIAN Program pengabdian Program dirancang dengan Participatory UMKM. Pendekatan co-creation diterapkan dengan melibatkan mitra secara Thahira,dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 608-618 implementasi solusi, sehingga menumbuhkan rasa kepemilikan yang tinggi terhadap program. Analisis data dilakukan secara deskriptifkomparatif dengan membandingkan kondisi sebelum dan setelah intervensi, baik dari segi kuantitatif seperti traffic website dan omzet penjualan, maupun aspek kualitatif seperti perubahan mindset dan kemampuan adaptasi Instrumen penelitian yang digunakan meliputi kuesioner literasi digital, checklist audit website, template BMC, dan Google Analytics Indikator keberhasilan tidak hanya mengukur output langsung seperti website yang berfungsi optimal, tetapi juga outcome berupa peningkatan kapasitas mitra dan impact jangka panjang berupa kemandirian digital. Prinsip etika pengabdian masyarakat ini diterapkan secara ketat dengan menjunjung tinggi penyerahan hak kepemilikan penuh atas produk teknologi kepada mitra. Metode ini tidak hanya berfokus pada transfer teknologi, tetapi pada pembangunan ekosistem berkelanjutan melalui komunitas belajar dan pendampingan berjenjang. Keunikan pendekatan ini terletak pada integrasi antara hard technology berupa website yang teroptimasi dengan soft technology melalui peningkatan kapasitas SDM, menciptakan model transformasi digital yang holistik dan dapat direplikasi untuk konteks UMKM lainnya. Tabel 1. Metode Pengukuran Dampak dan Indikator Kuantitatif Program Aspek Dampak Metode Pengukuran Indikator Kuantitatif Persentase Kuesioner Literasi praAepasca website secara Digital pelatihan dan UMKM literasi digital rata-rata. jumlah kanal digital aktif Jumlah Analisis Kinerja Digital digital . lik CTA WhatsAp. Jumlah pesanan yang kanal digital. Kinerja Monitoring Pemasaran Digital baru melalui website/media Persentase UMKM yang Perbandingan peningkatan Omzet praAe omzet. Penjualan pasca program rentang Ae Persentase UMKM yang Evaluasi Literasi Keuangan laporan arus kas sederhana Persentase Observasi Kemandirian uji melakukan Digital update konten Jumlah UMKM aktif Monitoring Keberlanjutan Program Sumber Data Waktu Pengukuran Kuesioner. Minggu 1 Minggu 6 Google Analytics. Minggu 1 Minggu 6 Laporan UMKM. Minggu 1 Minggu 6 Laporan UMKM Minggu 1 Minggu 6 Template UMKM Minggu 3Ae6 Observasi Minggu 6Ae7 Log WhatsApp Group Minggu 6Ae7 HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat bagi UMKM binaan PINBAS Yogyakarta capaian utama: Assessment Awal . 100% website mitra tidak responsif, 87% konten kadaluarsa, dan 93% belum dioptimasi SEO. Indikator capaian pada aspek ini meliputi frekuensi pembaruan konten, dan penerapan SEO on-page. Sumber Thahira,dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 608-618 data diperoleh dari audit digital website menggunakan checklist teknis dan observasi langsung terhadap tampilan serta struktur konten. Implikasi dari kondisi ini adalah rendahnya visibilitas digital UMKM di mesin pencari, pengalaman pengguna yang buruk, serta minimnya potensi konversi penjualan melalui kanal online. Hanya 20% mitra aktif di marketplace dan 13% melakukan pencatatan keuangan Indikator capaian mencakup tingkat adopsi platform marketplace dan Sumber data berasal dari wawancara terstruktur dengan pelaku UMKM dan pemeriksaan dokumen pencatatan usaha. Implikasi kondisi ini menunjukkan keterbatasan akses pasar digital serta lemahnya dasar pengambilan keputusan bisnis akibat tidak tersedianya data keuangan yang memadai. Kapasitas produksi masih rendah . atarata 30 unit/mingg. dan berbasis manual. Indikator capaian pada aspek ini meliputi volume produksi mingguan dan tingkat standarisasi proses kerja. Sumber data diperoleh melalui observasi proses produksi dan diskusi langsung dengan mitra usaha. Implikasi dari kondisi tersebut adalah terbatasnya kemampuan UMKM dalam memenuhi peningkatan permintaan pasar, rendahnya efisiensi produksi, serta risiko inkonsistensi kualitas produk. Perencanaan Strategis . Seluruh 15 mitra berhasil menyusun Business Model Canvas (BMC) untuk memetakan model bisnis mereka. Wireframe website dan modul Business Model Canvas Terintegrasi untuk UMKM telah dirancang. Implementasi & Pelatihan . Pelatihan manajemen keuangan diikuti oleh 93% mitra dan dilaksanakan selama dua sesi intensif dengan total durasi 6 dengan pendampingan praktik selama dua minggu. Bentuk pelatihan meliputi penyampaian materi konseptual mengenai pencatatan keuangan sederhana, arus kas, dan pemisahan keuangan usaha dan pribadi, dilanjutkan dengan simulasi penggunaan template keuangan digital berbasis spreadsheet. Hasil menunjukkan bahwa 73% mitra mulai konsisten melakukan pencatatan keuangan secara Temuan peningkatan literasi dan disiplin pengambilan keputusan usaha yang lebih rasional. Seluruh pelatihan content marketing dan media sosial. 80% mitra mengikuti pelatihan PIRT. NIB, dan Halal. Website baru responsif dengan fitur CTA WhatsApp, deskripsi produk lengkap. SEO dasar, dan integrasi dengan Google My Business berhasil dibangun. Monitoring & Evaluasi . Dalam 1 bulan, traffic website meningkat rata-rata 45%. 53% peningkatan pesanan melalui website/media sosial. Thahira,dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 608-618 . 33% mitra melaporkan pemahaman arus kas meningkat berkat pencatatan . Kendala teknis seperti fotografi produk diatasi dengan workshop tambahan. Keberlanjutan & Diseminasi . Modul BMC terintegrasi dan buku UMKM berhasil disusun. Komunitas belajar AuPINBAS DigitalAy dibentuk melalui media WhatsApp Group sebagai wadah keberlanjutan program pasca-intervensi. Komunitas ini berfungsi sebagai ruang berbagi pengetahuan, diskusi permasalahan teknis, serta pendampingan ringan terkait pengelolaan website, pemasaran digital, dan pencatatan keuangan. Peran mitra tidak hanya sebagai peserta pasif, tetapi sebagai aktor aktif, di mana mitra saling berbagi praktik terbaik . est implementasi digital, serta solusi atas kendala yang dihadapi. Beberapa mitra yang telah lebih adaptif terhadap teknologi berperan sebagai peer mentor bagi mitra lain, sehingga tercipta mekanisme pembelajaran ekosistem digital UMKM. Hasil program didokumentasikan dalam bentuk video testimoni dan artikel publikasi. Pembahasan bahwa 100% website mitra tidak responsif. Program pengabdian masyarakat yang keterlibatan rutin dalam diskusi grup, dilaksanakan selama tujuh minggu terhadap 15 berbagi konten hasil praktik . eperti UMKM binaan PINBAS Yogyakarta telah tangkapan layar update website atau transformasi kapasitas digital dan manajerial Pada tahap awal assessment, teridentifikasi 87% kontennya kadaluarsa (>1 tahu. , dan 93% tidak memiliki optimasi SEO dasar. Selain itu, hanya 20% mitra yang aktif di marketplace dan 13% yang melakukan pencatatan keuangan sederhana. Kondisi tantangan multidimensi yang dihadapi UMKM dalam menghadapi era digital, diperparah oleh belum matangnya sistem manajemen usaha. Setelah melalui proses peningkatan kapasitas yang remarkable pada mitra. Keberhasilan diatribusikan kepada beberapa faktor kunci. Pertama, sejak tahap awal, mitra tidak hanya dilibatkan sebagai penerima manfaat, tetapi sebagai co-creator dalam proses pembelajaran dan pendampingan. Mitra berperan aktif dalam mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi, mengajukan praktik digital di usaha masing-masing. Partisipasi mitra tercermin dari Beberapa Thahira,dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 608-618 menunjukkan tingkat adopsi teknologi lebih Keberhasilan peningkatan traffic tinggi secara sukarela mengambil peran sebagai website sebesar 45% juga konsisten dengan fasilitator sebaya . eer facilitato. , membantu penelitian Julitasari dan Wijaya . mitra lain dalam memahami penggunaan website, yang menunjukkan bahwa optimasi SEO media sosial, dan pencatatan keuangan. Pola on-page dan integrasi WhatsApp Business pembelajaran horizontal ini memperkuat rasa UMKM secara signifikan. Namun yang . ense meningkatkan kepercayaan diri mitra dalam mengelola transformasi digital secara mandiri. Keterlibatan aktif tersebut menjadi faktor kunci keberhasilan karena mendorong terciptanya komunitas belajar PINBAS Digital, yang ekosistem pembelajaran yang dinamis dan Dengan adanya peran mitra berkelanjutan pasca intervensi formal. sebagai subjek utama, komunitas AuPINBAS Tantangan DigitalAy tidak hanya berfungsi sebagai sarana kemampuan teknis mitra yang beragam. mekanisme pendukung jangka panjang yang Sebanyak 40% mitra mengalami kesulitan menjaga kesinambungan dampak program pasca awal dalam mengoperasikan dashboard berakhirnya pendampingan formal. website dan melakukan optimasi konten. Kedua, integrasi antara hard technology Melalui pendekatan coaching on the . ebsite responsif, template digita. dan soft job dan workshop tambahan fotografi . elatihan, menciptakan efek sinergis yang mempercepat perlahan hambatan proses adopsi teknologi. Mitra tidak hanya Fenomena diberikan alat, tetapi juga dibekali kemampuan diffusion of innovation Rogers . untuk memanfaatkannya secara optimal. Hasil ini sejalan dengan temuan Priyono et ini dapat diatasi. UMKM disesuaikan dengan karakteristik adopter. pendekatan holistik dalam digitalisasi UMKM. Dampak terpenting dari program ini dimana kesuksesan transformasi digital sangat adalah terbentuknya digital ecosystem yang bergantung pada kesiapan SDM dan sistem terintegrasi, dimana website tidak lagi berfungsi sebagai static brochure melainkan sebagai hub digital yang terhubung dengan Thahira,dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 608-618 WhatsApp teknologi tepat guna, pendampingan yang Business. Integrasi ini menciptakan customer intensif, dan pembangunan ekosistem yang journey yang seamless, dimana calon pelanggan dapat berpindah dari platform satu ke lainnya Hasil program ini menunjukkan tanpa hambatan. Selain itu, template keuangan bahwa transformasi digital UMKM dapat digital yang sederhana telah membantu mitra dicapai melalui pendekatan holistik yang melakukan pembukuan dasar yang selama ini menggabungkan teknologi, pendampingan, diabaikan, memberikan fondasi penting untuk dan pemberdayaan komunitas. Peningkatan Keberlanjutan program dijamin melalui Kapasitas Sebelum UMKM Digital tiga pilar utama: pertama, komunitas belajar yang pemasaran tradisional. Pasca program, terus aktif berbagi pengetahuan. kedua, buku panduan yang dapat menjadi referensi mandiri. profesional yang terintegrasi dengan dan ketiga, kemandirian mitra dalam mengelola media sosial dan marketplace. Hal ini aset digital mereka. Capaian ini menunjukkan menjadikan website berfungsi sebagai bahwa pendekatan participatory action research tidak hanya efektif untuk intervensi jangka memperluas jangkauan pasar. pendek, tetapi juga mampu menciptakan fondasi Penguatan Manajemen dan Operasional yang kokoh untuk transformasi berkelanjutan. Adanya SOP produksi dan template Tabel 2. Ringkasan Capaian Program Aspek Transformasi Kondisi Awal Hasil Akhir Persentase Peningkatan Kapasitas Digital 10% mitra mengenal BMC 100% mitra memiliki website Traffic Website Rata-rata 50 kunjungan/min Rata-rata 72 kunjungan/miggu Literasi Keuangan 13% mitra 73% mitra Omzet Penjualan Stabil secara 53% mitra kenaikan 15-30% Signifikan UMKM disiplin dalam pencatatan serta mampu menjaga konsistensi kualitas. Sebanyak 73% mitra telah rutin menggunakan langkah awal menuju tata kelola usaha yang transparan. Dampak Lebih Ekonomi Nyata . %) Program ini membuktikan bahwa dengan mengalami peningkatan omzet antara pendekatan yang tepat, transformasi digital 15Ae30% dalam periode pemantauan. Hal UMKM bukanlah hal yang mustahil. Kunci ini memperlihatkan hubungan langsung keberhasilannya terletak pada kombinasi antara Thahira,dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 608-618 peningkatan produktivitas usaha. antara optimalisasi teknologi, penguatan kapasitas manajerial, dan pemberdayaan Partisipasi Mitra sebagai Kunci Keberhasilan Tingginya partisipasi aktif mitra dalam Permasalahan utama mitra yang penyusunan BMC, desain website, hingga sebelumnya berkisar pada lemahnya digital update konten menunjukkan adanya sense of presence, manajemen usaha tradisional. Hal ini menjadi faktor penting serta keterbatasan jangkauan pasar, telah dalam keberlanjutan program, karena mitra terjawab melalui pembangunan website tidak hanya menerima bantuan tetapi juga memiliki kemampuan untuk melanjutkannya pemasaran digital, serta pendampingan secara mandiri. Business Model Canvas. Keberlanjutan Replikasi Hasilnya. Pembentukan komunitas AuPINBAS DigitalAy memiliki website profesional yang aktif, dan penyusunan buku panduan menjamin program tidak berhenti pada intervensi awal. keuangan terstruktur, dan 53% mengalami Model ini dapat direplikasi untuk klaster peningkatan omzet sebesar 15Ae30%. Selain UMKM lain sehingga memberikan multiplier itu, terbentuknya komunitas AuPINBAS effect yang lebih luas. DigitalAy dan tersusunnya modul serta buku Secara keseluruhan, hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa program ini berhasil panduan menjadi fondasi penting untuk keberlanjutan program. UMKM Secara keseluruhan, kegiatan ini binaan PINBAS, yaitu keterbatasan digital tidak hanya menghasilkan dampak jangka presence, lemahnya manajemen usaha, serta pendek berupa peningkatan traffic dan terbatasnya jangkauan pasar. Intervensi yang penjualan, tetapi juga membangun fondasi jangka panjang berupa peningkatan literasi peningkatan omzet jangka pendek, tetapi juga digital, efisiensi manajemen usaha, serta memperkuat daya saing UMKM secara daya saing UMKM di era ekonomi digital. berkelanjutan di era ekonomi digital. SIMPULAN Program pengabdian masyarakat yang Dengan pendampingan ini layak untuk direplikasi pada kelompok UMKM lainnya guna dilaksanakan bersama UMKM binaan PINBAS Yogyakarta berhasil mewujudkan transformasi digital melalui pendekatan yang terintegrasi Thahira,dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 608-618 Melalui artikel ini, penulis berharap dapat memberikan inspirasi dan model pendampingan yang dapat direplikasi oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah, akademisi, dan komunitas, untuk bersama-sama memberdayakan UMKM DAFTAR PUSTAKA