Journal of Applied Management Studies (JAMMS) Vol. 6 No. 1 Desember 2024: 1-13 EMPLOYEE ENGAGEMENT AND INDIVIDUAL CREATIVITY ON INDIVIDUAL PERFORMANCE TROUGH ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR Sandy Bramantyo . Wahyu Eko Pujianto. Universitas Nahdhatul Ulama Sidoarjo. Rangkah Kidul. Kec. Sidoarjo. Kab. Sidoarjo )Sandy Bramantyo: 31421145. mhs@unusida. )Wahyu Eko Pujianto: wahyueko. mnj@unusida. Abstract This research aims to determine the influence of employee engagement and individual creativity on individual performance in moderating organizational citizenship behavior in employees CV. Prima Sealindo engineering Sidoarjo. The method used is qualitative. The data uses probability sampling techniques with a sample size of 47 people at CV. Prima Sealindo. Data analysis in this study used Smart PLS version 4. The research results show that: first, there is a positive and significant impact between employee engagement on individual performance. Second, there is a positive and significant impact between individual creativity and individual performance. Third, there is a negative and insignificant impact of OCB on individual performance. Fourth, the negative and insignificant impact of employee engagement on individual performance is weakened by OCB. Fifth, the negative and insignificant impact of individual creativity on individual performance is weakened by OCB. Keywords: Employee Engagement. Individual Creativity. Performance. Organizational Citizenship Behavior Individual PENDAHULUAN Perkembangan di era globalisasi mempengaruhi persaingan dunia bisnis semakin kompetitif (Putri et al. Setiap negara dituntut untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) yang terampil dan professional. Menurut (I. Ruhiyat 2. suatu hasil yang telah dicapai oleh seorang karyawan dalam suatu pekerjaan menurut kriteria tertentu yang berlaku untuk suatu pekerjaan disebut kinerja. Keberhasilan suatu perusahaan bukan terletak pada kecanggihan teknologi dan ketersediaan modal saja, namun sangat bergantung pada kualitas dan kinerja karyawan dalam perusahaan tersebut (Heryyanto 2. CV. Prima Sealindo Engineering merupakan perusahaan yang berjalan di bidang produksi/fabrikasi dan jasa di sektor engineering dan sparepart. Melihat data target dan realisasi penjualan dalam 4 . bulan terakhir tahun 2024, terdapat perbandingan antara target penjualan dan realisasi data penjualan. Hal ini menyebabkan efektifitas kinerja perusahaan menurun dan tidak efektif. Dengan demikian, perlu adanya program yang dilakukan oleh CV. Prima Sealindo Engineering untuk meningkatkan kinerja tiap individu dari karyawan. JAMMS Journal of Applied Management Studies (JAMMS). Vol 6. No 1. Desember 2024 (Sandy Bramantyo. Wahyu Eko Pujianto. , hal. 1 - . Tabel 1. Target dan Realisasi penjualan CV. Prima Sealindo Engineering tahun 2024 Bulan Target Realisasi Presentase % Januari Februari Maret April Sumber: Data diolah CV. Prima Sealindo Engineering Sejak dekade terakhir, penelitian Handoyo,. menunjukan bahwa Employee Engagement berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan di PT Tirta Rejeki Dewata. Menurut penelitian (H,Sucahyowati 2. , menyimpulkan bahwa employee engagement terdapat pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan PT. MK Semarang, maka perilaku engagement pada karyawan perlu ditingakatkan dan dipelihara. Penelitian terkait OCB oleh (Linda K. bahwa hasil penelitian tersebut menyimpulkan Organizational Citizenship Behavior (OCB) berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Peneliti sebelumnya berpendapat bahwa berbagi pengetahuan merupakan prasyarat untuk pertukaran dan pengembangan pengetahuan individu dan organisasi yang berkelanjutan. Perusahaan dapat mempromosikan pelatihan melalui interaksi dan berbagi pengetahuan antara anggota lama dan anggota baru melalui interaksi faktor subjektif dan objektif untuk memungkinkan inovasi berkelanjutan dalam perusahaan (Santos-Vijande et al. Penelitian ini berupaya untuk menguraikan hubungan antara pengaruh keterikatan karyawan, kreatifitas individu terhadap performa individu melalui perilaku kewargaan organisasi pada CV. Prima Sealindo. Dengan adanya perbandingan data penjualan tahun 2024, maka perlu dilakukan pengelolaan manajemen sumber daya manusia karena peran aktif dari karyawan menjadi kunci dari tujuan perusahaan (N. Anggraini 2. Berdasarkan penjelasan diatas, penulis tertarik untuk mengetahui lebih dalam mengenai hubungan antara employee engagement dan individual creativity terhadap individual performance melalui perilaku OCB. Karena, perusahaan saat ini membutuhkan karyawan yang memiliki jiwa kekeluargaan dan sukarela mengorbankan waktunya untuk perusahaan agar dapat menigkatkan produktivitas perusahaan dan kinerja individu. TINJAUAN PUSTAKA Employee Engagement Secara garis besar Employee Engagement dapat diartikan sebagai orang mempekerjakan dan mengekspresikan diri mereka secara emosional, fisik, dan kognitif selama menjalankan peran mereka. Keterlibatan karyawan punya peranan penting mendapat banyak perhatian dan dianggap sebagai indikator pergantian karyawan yang dapat diandalkan. Penelitian telah menunjukkan bahwa keterlibatan menstimulasi hubungan statistik yang kuat dengan produktivitas, profitabilitas, kepuasan pelanggan, dan retensi bakat (Sharma et, al 2. Tingkat keterlibatan yang lebih tinggi di antara karyawan dipandang sebagai hal yang . JAMMS Journal of Applied Management Studies (JAMMS). Vol 6. No 1. Desember 2024 (Sandy Bramantyo. Wahyu Eko Pujianto. , hal. 1 - . menggembirakan kurang cenderung untuk keluar dari perusahaan (Fletcher et al. Individual Creativity Suatu perusahaan atau organisasi dibutuhkan aspek individual creativity. Menurut (Pamilu 2. kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk mencipta ditandai dengan orisinilitas dalam berekspresi yang bersifat imajinatif. Kreativitas seringkali dianggap sebagai suatu keterampilan yang didasarkan pada bakat alam, dimana hanya mereka yang berbakat saja yang bisa menjadi kreatif. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Sesungguhnya kemampuan berpikir kreatif pada dasarnya dimiliki semua orang dengan kemampuan untuk menciptakan ide baru dengan cepat dan beragam. OCB Organizational Citizenship Behavior (OCB) merupakan sikap sukarela dari karyawan untuk melakukan berbagai aktivitas tanpa mengharapkan imbalan dan dilakukan tanpa adanya rasa kewajiban atau tekanan dari siapapun. Dalam organisasi perusahaan, perilaku anggota organisasi telah menjadi konstruk utama di bidang psikologi organisasi karena timbul dampak positif terhadap organisasi dan karyawannya (Organ 2018. Hemakumara 2. Setiap manajer mungkin tertarik untuk menerima OCB dalam perusahaan mereka karena memiliki efek menguntungkan terhadap kinerja perusahaan (Aziza & Andriany. , 2. Individual Performance Individual performance (IP) adalah sebuah hasil dari perilaku karyawan yang mendukung tujuan utama organisasi (Koopmans et al. , 2. IP bukan saja hanya tentang melakukan tugas dengan sempurna, namun tentang kemampuan atau potensi untuk mengatur dan mengelola diri sendiri serta skil dalam mendirikan hubungan dengan orang lain (Mahmoud et al. , 2. Perilaku IP di perusahaan dapat dikatakan berhasil dengan melalui tolak ukur : menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan bertanggung jawab, menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktu, menghindari masalah dalam pekerjaan, adanya upaya mengunggulkan keahlian kerja dan pandai menemukan solusi bagi isu masalah (Mahmoud et al. , 2. METODE PENELITIAN Proses penelitian dalam konteks ini adalah karyawan CV. Prima Sealindo Engineering. Lokasi penelitian berfokus pada Perum TAS II. Jl. Elang No. 10 blok Q4. Kecamatan Tanggulangin. Kabupaten Sidoarjo. Waktu penelitian dilakukan selama bulan Mei tahun 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berupa intrepensi peneliti akan sebuah fenomena dan pengamatan mendalam agar mendapatkan kajian atas fenomena yang lebih komprehensif. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik probability sampling. Metode pengumpulan data menggunakan data primer berupa kueisioner sebagai daftar pertanyaan yang membutuhkan tanggapan baik kesesuaian maupun tidak kesesuaian. Study kepustakaan digunakan untuk mengumpulkan data sekunder dari perusahaan, landasan teori dan informasi yang berkaitan langsung dengan penelitian ini. Metode mengambilan data yang digunakan yaitu dengan menyebar kuesioner pada karyawan CV. Prima Sealindo Engineering, . JAMMS Journal of Applied Management Studies (JAMMS). Vol 6. No 1. Desember 2024 (Sandy Bramantyo. Wahyu Eko Pujianto. , hal. 1 - . Tanggulangin. Sidoarjo. Besar populasi yang digunakan penelitian ini sebanyak 47 Mengingat jumlah populasi hanya sebesar 47 karyawan, maka di ambil keseluruhan populasi untuk di jadikan sampel tanpa harus mengambil sampel dalam jumlah tertentu. Kualitas penelitian ini menggunakan variabel employee engagement, individual creativity, individual performance dan organizational citizenship Pada item employee engagement menggunakan sebelas item, individual creativity menggunakan lima item, individual performance menggunakan delapan item, organizational citizenship behavior menggunakan lima belas item. Terdapat poin pada setiap pernyataan yang ditujukan kepada responden, diantaranya: sangat tidak setuju (STS) poin 1, tidak setuju (TS) poin 2, ragu-ragu (R) poin 3, setuju (S) poin 4, dan sangat setuju (SS) poin 5. Program software SmartPLS 4. 0 digunakan untuk membantu analisis data dalam penelitian ini. Langkah Ae langkah SmartPLS yang dilakukan dalam penelitian ini analisa outer model dan analisa inner model (Hair et al, 2. Untuk keperluan analisis data. Smart PLS 4. 0 juga digunakan untuk menilai validitas dan reliabilitas. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner yang dilakukan oleh peneliti, disajikan tabel 2 yang menunjukkan profil deskripsi responden yang berjumlah 47 Tabel 2. Distribusi Responden Jenis Kelamin Usia Pendidikan Laki Ae laki Perempuan kurang dari 25 tahun Lebih dari 25 tahun SMA/ se Ae derajat Sumber: data diolah peneliti, 2024 Presentase 38,3 % 61,7 % 78,8 % 21,2 % 44,6 % 55,3 % Outer Model Convergent Validity dan Reability Uji validitas merupakan pengukuran yang menunjukkan kevalidan komponen penelitian untuk mengukur sejauh mana komponen yang diteliti. Komponen penelitian dikatakan valid apabila nilai outer loadings > 0,6 dan nilai average dikatakan baik apabila > 0,5 (Hair et al, 2. Uji reliabilitas digunakan untuk mengukur komponen penelitian dapat diandalkan, komponen dikatakan reliabel apabila nilai Cronbach alpa > 0,06 (Hair et al, 2. JAMMS Journal of Applied Management Studies (JAMMS). Vol 6. No 1. Desember 2024 (Sandy Bramantyo. Wahyu Eko Pujianto. , hal. 1 - . Tabel 3. Uji Validitas dan Reliabilitas Outer CronbachAos Composite Loading Alpa Reability Variabel OCB Saya membantu orang lain yang mempunyai beban kerja yang berat. Saya melakukan pekerjaan saya tanpa permintaan terus-menerus dari atasan saya. Saya selalu mengikuti perubahan dalam Saya menghadiri acaraacara yang tidak diwajibkan tetapi membantu citra perusahaan. Saya membaca dan mengikuti pengumuman organisasi, memo, dan sebagainya. Saya membantu orang lain yang tidak hadir. Saya rela membantu orang lain yang mempunyai masalah terkait pekerjaan. Saya mengambil langkahlangkah untuk mencoba menghindari masalah dengan pekerja lain. Saya tidak mengambil istirahat ekstra. Saya menghormati peraturan dan kebijakan perusahaan bahkan ketika tidak ada orang yang memperhatikan saya. Saya membimbing orang baru meskipun tidak Saya salah satu karyawan yang paling teliti. Ditempat saya bekerja, saya merasa penuh Employee Engagement Average Variance Extracted (AVE) 0,743 0,698 0,701 0,707 0,812 0,642 0,920 0,925 0,536 0,840 0,703 0,800 0,667 0,792 0,646 JAMMS Journal of Applied Management Studies (JAMMS). Vol 6. No 1. Desember 2024 (Sandy Bramantyo. Wahyu Eko Pujianto. , hal. 1 - . Bagi saya, pekerjaan saya menantang. Kemampuan ide-ide baru. Pekerjaan saya menginspirasi saya. Saya antusias dengan pekerjaan saya. Saya bangga dengan pekerjaan yang saya lakukan. Saya menemukan pekerjaan yang saya lakukan penuh makna dan tujuan. Individual Saya senang Creativity menemukan solusi terhadap permasalahan yang kompleks. Saya senang memunculkan ide-ide baru untuk produk. Saya menikmati terlibat dalam pemikiran analitis Saya menikmati membuat prosedur baru untuk tugas-tugas pekerjaan. 0,814 Individual Perencanaan saya Performance sudah optimal. Saya mengingat hasil yang harus saya capai dalam pekerjaan saya Saya berusaha untuk selalu memperbarui pengetahuan pekerjaan Saya berusaha menjaga agar keterampilan kerja saya tetap mutakhir Saya menemukan solusi kreatif untuk masalah Saya terus mencari tantangan baru dalam 0,749 0,632 0,715 0,780 0,871 0,876 0,567 0,824 0,828 0,655 0,870 0,872 0,564 0,851 0,817 0,706 0,855 0,789 0,775 0,721 0,750 0,721 0,773 0,768 JAMMS Journal of Applied Management Studies (JAMMS). Vol 6. No 1. Desember 2024 (Sandy Bramantyo. Wahyu Eko Pujianto. , hal. 1 - . pekerjaan saya. 0,805 Saya berpartisipasi aktif dalam rapat kerja. 0,712 Sumber: data diolah dengan PLS 0. Nilai keseluruhan outer loadings berdasarkan data diatas dinyatakan memenuhi validitas yang baik karena nilai > 0,6 dan dinyatakan valid. Sedangkan hasil AVE data diatas > 0,5. CronbachAos alpa > 0,6, serta hasil Composite reliability > 0,7. Hasil pengukuran tersebut, menunjukkan bahwa setiap indicator atau komponen menunjukkan hasil yang valid dan reliable. Inner Model Variance Inflation Factor (VIF) VIF digunakan untuk mengukur kolinieritas dalam model regresi. VIF dikatakan bebas jika nilainya < 5 (Hair et al, 2. Tabel 4. VIF OCB -> IP Employee E -> IP IC -> IP OCB x EE -> IP OCB x IC -> IP Sumber: data diolah peneliti dengan PLS 0. Berdasarkan hasil pada table diatas, bahwa nilai VIF yang kurang dari 5 maka dikatakan tingkat multikolonier rendah. Jika hasil VIF 5 atau lebih maka terdapat masalah multikolonieritas dan menyebabkan satu indikator penelitian ini bersifat bias, sementara indicator yang lain dalam SEM PLS bersifat tidak bias . R square R square pada penelitian ini ada beberapa kategori, (Hair et al, 2. menyatakan nilai R square sebesar 0,75 dinyatakan kuat, 0,25 dinyatakan moderat, 0,5 dinyatakan lemah. Table 5. R square Variable R Ae square R Ae square adjusted Individual performance 0,803 0,779 Sumber: data diolah peneliti dengan PLS 0. Berdasarkan table diatas, nilai R square pada variable individual performance sebesar 0,803 atau 80,3%, maka hasil nilai R square variable individual performance masuk dalam kategori kuat. JAMMS Journal of Applied Management Studies (JAMMS). Vol 6. No 1. Desember 2024 (Sandy Bramantyo. Wahyu Eko Pujianto. , hal. 1 - . Path coefisients . oefisien jalu. Menurut (Hair et al, 2. nilai dari koefisien jalur yang diharapkan adalah berada diantara -1 dan 1. Sementara itu, pengujian hipotesis antar variabel dilakukan dengan menggunakan statistik t-value atau p-value. Jika t hitung lebih besar dari 1,96 . atau nilai p-value dari hasil pengujian lebih kecil dari 0,05, maka terdapat pengaruh yang signifikan antar variabel. Tabel 6. Path Coefisients Original Standar mean (M) deviation OCB -> Employee -> individual Individual creativity -> OCB x EE > individual OCB x IC -> Individual T statistic (STDEV) P value 0,250 0,242 0,141 1,780 0,075 0,440 0,458 0,089 4,961 0,000 0,347 0,344 0,120 2,897 0,004 -0,045 -0,062 0,134 0,338 0,735 0,045 0,062 0,127 0,351 0,726 Sumber: data diolah peneliti dengan PLS 0. Berdasarkan data diatas, variable OCB terhadap IP mendapat nilai koefisien 0,250 dengan nilai positif. Variable Employee engagement terhadap IP mendapat nilai koefisien 0,440 dengan nilai positif. Variable IC terhadap IP mendapat nilai 0,347 dengan nilai positif. Variable EE terhadap IP dimoderasi oleh OCB mendapat nilai koefisien -0,045 dengan nilai negative. Variable IC terhadap IP dimoderasi oleh OCB mendapat niai koefisien 0,045 dengan nilai positif. JAMMS Journal of Applied Management Studies (JAMMS). Vol 6. No 1. Desember 2024 (Sandy Bramantyo. Wahyu Eko Pujianto. , hal. 1 - . Employee (X. OCB (M) H3:O(-0,. P value . H4:O. H5:O. P value . P value . H1:O. P value . Individual (X. Individual (Y) H2:O . P value . Gambar 1. Path Coefficient Sumber: data diolah peneliti dengan PLS 0. ) Variabel OCB memperoleh nilai T- statistic 1,780 < 1,96 dan nilai P value: 0,075. Artinya OCB tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap individual performance ) Variable employee engagement memperoleh nilai T- statistic 4,961 > 1,96 dan nilai P value: 0,000. Artinya employee engagement berpengaruh dan signifikan terhadap individual performance ) Variable individual creativity memperoleh nilai T- statistic 2,897 > 1,96 dan nilai P value: 0,004. Artinya individual creativity berpengaruh dan signifikan terhadap individual performance ) Variabel employee engagement pada individual performance dimoderasi oleh OCB memperoleh nilai T- statistic 0,338 < 1,96 dan nilai P value: 0,735. Artinya employee engagement terhadap individual performance tidak berpengaruh dan tidak signifikan diperlemah dengan OCB ) Variable individual creativity pada individual performance dimoderasi oleh OCB memperoleh nilai T- statistic 0,351 < 1,96 dan nilai P value 0,726. Artinya individual creativity terhadap individual performance tidak berpengaruh dan tidak signifikan diperlemah dengan OCB OCB berpengaruh negatif terhadap IP Setelah melakukan penelitian, kini mendapatkan hasil bahwa OCB tidak mempunyai dampak terhadap individual performance. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa OCB tidak mampu untuk meningkatkan IP. Penurunan peforma kerja diakibatkan oleh menurunya sifat sukarela dan rasa memiliki karyawan pada pekerjaan yang dilakukan. Jika para karyawan CV. Prima sealindo melakukan pekerjaan dengan rasa peka dan sukarela, maka efisiensi kerja dapat Dalam kondisi ini, bahwa bertambah besarnya perilaku OCB saat bekerja dapat meningkatkan kinerja individu karyawan. Kondisi ini didukung . JAMMS Journal of Applied Management Studies (JAMMS). Vol 6. No 1. Desember 2024 (Sandy Bramantyo. Wahyu Eko Pujianto. , hal. 1 - . dengan penelitian dari (J. Lanaj. Koopman 2. menyatakan OCB menyebabkan beban kerja berlebih dan menurunkan IP pada pekerjaan utama mereka. Employee engagement berpengaruh positif terhadap IP Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa employee engagement mempunyai pengaruh terhadap IP. Hal ini di tandai bahwa hasil uji hipotesis employee engagement dapat meningkatkan IP. Dalam hal ini keterlibatan menjadi hal pokok dalam menghasilkan kinerja karyawan secara efektif dalam CV. Prima Sealindo. Para karyawan CV. Prima Sealindo mempunyai rasa terhubung dan investasi dalam pekerjaan mereka yang membuat suasana perusahaan menjadi Kondisi ini sesuai dengan penelitian dari (Kenny 2. yang menyatakan bahwa keterlibatan karyawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap IP Individual creativity berpengaruh positif terhadap IP Individual creativity mempunyai hubungan terhadap IP. Sesuai dengan hasil uji hipotesis bahwa individual creativity mampu meningkatkan IP. Individual creativity bahwasannya dimiliki oleh semua orang dengan kemampuan untuk menciptakan ide baru dengan cepat dan beragam. Namun, kreatifitas tersebut perlu dilatih agar setiap individu punya pemikiran kreatif yang cepat dan tanggap. Karyawan CV. Prima Sealindo menawarkan ide Ae ide yang dapat berkontribusi secara keseluruhan terhadap perusahaan. Hasil ini didukung oleh penelitian dari (Aprianggi. Sari dan Syahrul 2. yang menyatakan bahwa variable kreativitas berpengaruh positif terhadap kinerja individu. Employee engagement terhadap IP diperlemah oleh OCB Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa employee engagement terhadap IP tidak mempunyai pengaruh secara signifikan dan diperlemah oleh OCB. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa employee engagement terhadap IP tidak mampu diperkuat oleh OCB. OCB dapat melindungi penurunan IP ketika karyawan tidak merasa terlibat akan suatu pekerjaan olah karena itu, dapat meningkatkan kesejahteraan kerja. Kondisi ini mengindikasikan jika employee engagement menurun maka IP karyawan akan turun serta tidak dapat diperkuat oleh OCB CV. Prima Sealindo Sidoarjo. Hasil ini didukung oleh penelitian dari (Caesens. Stinglhamber 2. yang menyatakan OCB berperan sebagai moderator yang memperlemah hubungan positif antara employee engagement dan IP. Individual creativity terhadap IP diperlemah oleh OCB Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa individual creativity terhadap IP tidak memiliki pengaruh signifikan dan diperlemah oleh OCB. Hasil ini menunjukkan uji hipotesis individual creativity terhadap IP tidak mampu diperkuat oleh OCB. OCB dapat mengalihkan waktu dan energi yang seharusnya digunakan untuk aktivitas kreatif. Karyawan yang terlalu fokus pada perilaku OCB mengimplementasikan ide-ide kreatif. Kondisi ini mengidikasikan bahwa individual creativity yang turun dapat mengklaim kinerja menjadi turun serta tidak dapat diperkuat oleh OCB karyawan CV. Prima Sealindo. Hasil ini didukung oleh 10 | J A M M S Journal of Applied Management Studies (JAMMS). Vol 6. No 1. Desember 2024 (Sandy Bramantyo. Wahyu Eko Pujianto. , hal. 1 - . penelitian dari (Zhao. , & Li. yang menyatakan bahwa OCB memperlemah hubungan antara kreativitas dan kinerja individu. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Setelah mendapatkan hasil penelitian, peneliti menyimpulkan bahwa employee engagement memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap IP. Hasil penelitian menunjukkan jika engagement karyawan tinggi, maka kinerja individu pada karyawan CV. Prima Sealindo menjadi lebih tinggi. Variable individual creativity mendapatkan nilai positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan CV. Prima Sealindo. Hasil penelitian menunjukkan kreativitas yang dimiliki karyawan dapat menghasilkan peningkatan kinerja karyawan CV. Prima Sealindo. Variable OCB mendapatkan hasil negative dan tidak signifikan terhadap IP, karena hasil riset tersebut menunjukkan bahwa OCB pada karyawan sangat rendah dan tidak mampu meningkatkan IP karyawan CV. Prima Sealindo. Variable employee engagement berpengaruh negative dan tidak signifikan terhadap IP diperlemah dengan OCB. Hasil ini berarti menunjukkan bahwa engagement karyawan tidak dapat meningkatkan IP serta diperlemah oleh OCB karyawan CV. Prima Selaindo yang Variable individual creativity memiliki pengaruh negative dan tidak signifikan terhadap IP diperlemah oleh OCB. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kreativitas karyawan tidak mampu meningkatkan kinerja individu dan tidak dapat diperkuat oleh OCB karyawan CV. Prima Sealindo. Dengan demikian perusahaan harus memperhatikan aspek budaya kerja agar karyawan dapat menumbuhkan sukarela dan keterlibatan serta meningkatkan kinerjanya. Saran Saran bagi peneliti selanjutnya dapat mengarahkan penelitian pada objek yang lebih luas dan mengambil sampel yang lebih banyak supaya data menjadi lebih akurat. Peneliti selanjutnya juga diharap menambah variable independen lainnya yang berpengaruh terhadap kinerja karyawan untuk menambah variasi DAFTAR PUSTAKA