Jurnal AGRINIKA. September-2022. : 176-190 Analisis Pengetahuan Konsumen tentang Green Marketing pada Produk Kopi Work Coffee Indonesia Nabilla Istiqomah1*. Zumi Saidah1. Erna Rachmawati1. Pandi Pardian1 1Fakultas Sosial Ekonomi Pertanian. Universitas Padjadjaran. Bandung. Indonesia *Korespondensi: nabilla. istqmh@gmail. Diterima 16 Januari 2022/ Direvisi 21 Agustus 2022 / Disetujui 09 September 2022 ABSTRAK Merespons kondisi permasalahan lingkungan yang melanda hampir seluruh negara di dunia, keilmuan manajemen pemasaran mengembangkan konsep green marketing yang saat ini mulai banyak diterapkan oleh perusahaan sebagai strategi pemasaran sekaligus bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap permasalahan lingkungan. Penerapan green marketing oleh pengusaha hijau atau greenpreneur secara tidak langsung dapat mempengaruhi perilaku konsumen, mulai dari kesadaran, pengetahuan, hingga perilaku keputusan pembelian. Work Coffee Indonesia merupakan salah satu greenpreneur yang menerapkan konsep green marketing di Kota Bandung. Penelitian ini ditujukan untuk mengkaji dan menganalisis pengetahuan konsumen terkait pendekatan green marketing yang diterapkan oleh Work Coffee Indonesia di Kota Bandung. Sampel pada penelitian ini sebanyak 100 orang, diambil dengan metode penarikan sampel accidental sampling, yang mana merupakan konsumen Work Coffee Indonesia. Hasil kuesioner diambil sebagai data primer dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan konsumen memiliki pengetahuan baik terkait pendekatan green marketing yang dilakukan oleh Work Coffee Indonesia melalui dimensi green products dan green places, yakni pemahaman akan bahan baku, kemasan, serta limbah produksi ramah lingkungan dan pemahaman akan saluran distribusi hijau yang diidentifikasikan melalui desain tata ruang. Kata kunci : Bauran pemasaran. Green marketing. Kedai kopi. Pengetahuan konsumen ABSTRACT Responding to environmental problems that occur in all countries in the world, marketing management science responds by developing the concept of green marketing which is now starting to be applied by companies as a marketing strategy as well as corporate responsibility for environmental problems. The application of green marketing by greenpreneur may indirectly affect consumer behavior, ranging from awareness, knowledge, to purchasing decision behavior. Work Coffee Indonesia is one of the greenpreneur that implements green marketing in Bandung. This research aimed to examine and analyze consumer knowledge of the application of green marketing by Work Coffee Indonesia. The research respondents were 100, taken by the accidental sampling method, which are consumers of Work Coffee Indonesia. The results of the questionnaire were taken as primary data and analyzed using quantitative descriptive analysis. The analytical tool used in this research was descriptive statistical analysis. The results showed that consumers have good knowledge about green marketing through the dimensions of green products and green places, namely understanding of raw materials, packaging, and environmentally friendly production waste and understanding of green distribution channels identified through spatial design. Keywords: Coffee shop. Consumer knowledge. Green marketing. Marketing mix Nabilla Istiqomah. Analisis Pengetahuan KonsumenA PENDAHULUAN Isu-isu yang berkaitan dengan lingkungan hidup telah menjadi topik bahasan utama oleh hampir seluruh lapisan masyarakat di dunia, selama beberapa dekade terakhir (Siswanto. Berbagai keilmuan dalam lingkup akademisi mulai merespon terkait solusi atas permasalahan lingkungan tersebut sesuai dengan keilmuannya, salah satunya ilmu ekonomi manajemen pemasaran. Manajemen pemasaran merespon menciptakan dan mengembangkan Seiring berjalannya waktu, muncul beberapa istilah seperti ecological marketing, environmental marketing, hingga green marketing yang menjadi familiar, baik di kalangan akademisi maupun praktisi ekonomi. Istilahistilah tersebut lahir atas asumsi bahwa tujuan pemasaran bukan semata-mata kepuasan konsumen saja, melainkan kehidupan (Zulkifli, 2. Konsep green marketing yang dikembangkan dalam manajemen pemasaran bermakna segala aktivitas yang secara khusus dirancang untuk pemenuhan kebutuhan & keinginan konsumen, bersamaan dengan upaya meminimalisir dampak buruk yang mungkin terjadi pada lingkungan (Grundey & Zaharia, 2. Menurut Ottman, et al. , green marketing setidaknya memiliki dua tujuan, yakni meningkatkan kualitas kepuasan konsumen (Ottman et al. Perusahaan yang menerapkan konsep green marketing pada kegiatan operasionalnya merupakan salah satu bentuk dari strategi pemasaran (Siswanto, 2. Output yang dihasilkan dalam konsep green diklasifikasikan sebagai produk hijau (Septifani et al. , 2. Konsep green marketing mengadopsi 4 elemen bauran pemasaran konvensional . he 4PAos memperhatikan aspek lingkungan di setiap elemennya. Bentuk-bentuk pengembangan produk atau layanan pemilihan bahan baku kemasan yang mudah terurai, pengendalian polusi yang lebih baik, dan pemanfaatan energi yang efisien untuk operasional (Zulkifli, 2. Penggunaan bahan ramah lingkungan tersebut bukan hanya meliputi bahan baku saja, melainkan termasuk bahan kemasan, label, pembungkus, dsb. Penerapan green marketing perilaku konsumen karena dapat permasalahan lingkungan (Septifani et al. , 2. Masyarakat menjadi lebih mengetahui dan menyadari akan bahaya pencemaran lingkungan yang mungkin terjadi apabila tidak Page 177 of 190 Nabilla Istiqomah. Analisis Pengetahuan KonsumenA menerapkan upaya penyelamatan lingkungan dalam kesehariannya. Jika diberikan pilihan, konsumen hijau kecenderungan untuk lebih memilih untuk menggunakan produk dengan dampak negatif yang minim terhadap lingkungan (Pickett-Baker & Ozaki. Hal ini menujukkan green perilaku pembelian konsumen. Pada penelitian Paramitra . , green marketing atau pemasaran hijau terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel endogennya yakni keputusan pembelian akan produk Mahmoud et al. juga melakukan penelitian di Sudan. Afrika Selatan, yang mana menunjukkan hasil yang sama dengan yang dilakukan Paramitra . , yakni green marketing berpengaruh positif signifikan terhadap variabel endogen keputusan pembelian, studi di Sudan. Afrika Utara (Mahmoud et al. , 2017. Paramitra, 2. Pelaku usaha yang bergerak Greenpreneur diambil dari kata pengusaha hijau atau 'ecopreneur' yang merupakan pelaku mewujudkan penggabungan antara ilmu ekonomi dan lingkungan, dengan mempertimbangkan faktor manusia dan perkembangan sosial (Fatmariani & Febrianty, 2. Salah satu greenpreneur yang juga menerapkan konsep green marketing yakni Work Coffee Indonesia yang berlokasi di Jalan Sumbawa No. Kota Bandung. Work Coffee Indonesia merupakan satu dari beberapa kedai kopi berwawasan lingkungan . reen coffeesho. di Kota Bandung yang sudah menerapkan konsep green marketing selama hampir 3 tahun. Fokus upaya yang dilakukan yakni meminimalisir penggunaan bahan yang tidak ramah lingkungan pada Work Coffee Indonesia memiliki campaign utama yakni AuLess Waste More CoffeeAy dan Au0% PlasticAy, dimana Work Coffee Indonesia ingin mengajak konsumennya untuk mulai rumah tangga yang dihasilkan setiap Merujuk pada uraian latar belakang tersebut, tujuan pada pengetahuan konsumen Work Coffee Indonesia terkait pendekatan green marketing yang diterapkan oleh kedai kopi tersebut. BAHAN DAN METODE Objek penelitian ini yaitu pengetahuan green marketing yang dilakukan oleh Work Coffee Indonesia di Bandung. Penelitian dilakukan di kedai kopi Work Coffee Indonesia berlokasi di Kota Bandung dan melibatkan konsumen Work Coffee Indonesia sebagai subjek penelitian melibatkan konsumen Work Coffee Indonesia sebagai subjek penelitian. Lokasi penelitian ditentukan secara . mempertimbangkan bahwa Work Page 178 of 190 Nabilla Istiqomah. Analisis Pengetahuan KonsumenA Coffee Indonesia sudah menerapkan pendekatan green marketing selama hampir 3 tahun dan memiliki citra baik akan hal tersebut di kalangan kedai kopi Bandung. Penelitian ini memanfaatkan metode deskriptif kuantitatif dan teknik survei melalui penyebaran penelitian dalam pengambilan data. Jawaban untuk pertanyaan dalam kuesioner disusun dengan skala Sampel diambil dengan metode Kriteria konsumen Work Coffee Indonesia yang telah melakukan pembelian dan bertempat tinggal di Kota Bandung. Penentuan lokasi penelitian dilakukan di Bandung dikarenakan headquarter dan cabang Work Coffe Indonesia yang berlokasi di Kota Bandung sudah memiliki image yang kuat sebagai salah satu green coffee shop dengan penerapan green marketing yang baik dikalangan kedai kopi di Kota Bandung. Penentuan responden ditentukan berdasarkan batas usia responden, yakni yang telah berusia 18 tahun, dengan pertimbangan pembelian yang tepat dari beberapa pilihan produk yang ditawarkan (Devi Juwaheer et al. , 2. Oleh karena populasi tidak diketahui, maka banyak responden ditentukan dengan perhitungan rumus Lemeshow . yaitu berjumlah 100 orang. Metode Analisis Peneitian analisis statistika deskriptif dengan mendapatkan gambaran tanggapan konsumen terkait penerapan konsep green marketing yang dilakukan oleh Work Coffee Indonesia. Analisis statistika deskriptif digunakan untuk menganalisis sebuah data melalui deskripsi, tanpa bermaksud menarik (Abdullah, 2. Data disajikan Data perhitungan pembobotan scoring rentang/interval untuk memudahkan proses interpretasi data. Pembobotan jumlah responden dengan bobot setiap kategori. Rentang skala jawaban responden diperoleh melalui perhitungan sebagai berikut: Sehingga, diperoleh rentang skala skor dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut: 100 Ae 180 : Sangat tidak setuju 181 Ae 260 : Tidak setuju 261 Ae 340 : Netral 321 Ae 420 : Setuju 421 Ae 500 : Sangat setuju Page 179 of 190 Nabilla Istiqomah. Analisis Pengetahuan KonsumenA HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Untuk konsumen Work Coffee Indonesia, diperlukan identifikasi karakteristik konsumen melalui tanggapan yang Beberapa karakteristik konsumen yang diteliti yakni usia, status pernikahan, jenis kelamin, tingkat pendidikan, rata-rata Tabel 1 menunjukkan profil karakteristik konsumen yang diperoleh dari responden di Work Coffee Indonesia. Tabel 1. Karakteristik Responden Work Coffee Indonesia Karakteristik Responden Jumlah Persentase Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Usia 18 Ae 25 tahun 26 Ae 35 tahun 36 Ae 40 tahun > 40 tahun Tingkat Pendidikan A A A A A SMP/SLTP SMA/SLTA Diploma (D1/D2/D3/D. Sarjana (S1/S2/S. Pekerjaan A A A A A Pelajar/Mahasiswa Pegawai Negeri Pegawai Swasta Wirausahawan Ibu Rumah Tangga Status Pernikahan A A Belum menikah Menikah Rata-rata Pendapatan A A A A < 1. 000 Ae 3. 000 Ae 6. > 6. Frekuensi Pembelian A A A 1 kali 2 Ae 5 kali > 5 kali Sumber: Data Primer Diolah . Page 180 of 190 Nabilla Istiqomah. Analisis Pengetahuan KonsumenA Berdasarkan dapat diketahui bahwa konsumen Work Coffee Indonesia berlokasi di Kota Bandung didominasi oleh perempuan. Perempuan memiliki banyak pertimbangan dalam memilih produk yang akan ia konsumsi. Hal tersebut menyebabkan konsumen perempuan lebih banyak memiliki pengetahuan terkait suatu produk dibandingkan laki-laki, khususnya produk ramah lingkungan. Meskipun, tidak menutup kemungkinan laki-laki juga memiliki tingkat kepedulian dan pengetahuan yang sama baiknya Hal Hal ini selaras dengan penelitian Bui . dan Santoso & Putri . yang menyatakan bahwa perempuan lebih memiliki tingkat kepedulian yang lebih tinggi akan ancaman lingkungan, keselamatan, dan kesehatan dirinya, dibandingkan laki-laki (Bui, 2005. Santoso & Putri. Berdasarkan usia, konsumen Work Coffee Indonesia didominasi oleh konsumen dalam rentang usia 18 Ae 25 tahun, yang mana usia tersebut masuk dalam kategori masa pengklasifikasian Kemenkes (Amin & Juniati, 2. Konsumen didominasi oleh kalangan usia produktif pada fase pra-pertengahan yang mana rentang usia tersebut lebih cenderung memiliki pertimbangan pembelian terhadap produk-produk yang ramah lingkungan (Bui, 2. Selain itu, berdasarkan hasil penelitian Prakosa generasi milenial juga memiliki minat yang tinggi terhadap pembelian kopi pada generasi third wave coffee yang mana kopi merupakan produk utama penjualan kedai ini (Prakosa, 2. Tingkat dimaksud dalam penelitin ini yaitu pendidikan terakhir yang telah Tingkat pendidikan terakhir konsumen Work Coffee Indonesia didominasi oleh lulusan sarjana. Tingkat pendidikan membentuk pola pikir seseorang dalam pemilihan produk untuk Semakin tinggi jenjang matang juga pertimbangan dan motivasi mereka dalam melakukan pembelian produk hijau (Devi & Hartono, 2016. Nakhaei & Kheiry. Konsumen Work Coffee Indonesia didominasi oleh pelajar dan Hal ini berkaitan dengan berdasarkan usia yang didominasi oleh usia 18 Ae 25 tahun, yang mana usia tersebut merupakan usia pada tingkat siswa dan mahasiswa. Pelajar memiliki waktu fleksibel lebih banyak Selain pembelian, konsumen yang datang juga sekaligus ingin menghabiskan waktu untuk mengerjakan tugas ataupun pekerjaannya . ork from caf. di kafe. Konsumen yang datang juga didominasi oleh konsumen yang belum menikah. Hal ini sebanding dengan hasil penelitian karakteristik Page 181 of 190 Nabilla Istiqomah. Analisis Pengetahuan KonsumenA konsumen berdasarkan pekerjaan, yang mana didominasi oleh kalangan mahasiswa/pelajar. Hal ini juga Kusumawati . yang menyatakan kecenderungan konsumen terhadap pembelian produk ramah lingkungan yang didominasi oleh konsumen yang belum menikah (Kusumawati, 2. Rata-rata pendapatan konsumen Work Coffee Indonesia didominasi Rp3. 000,00. Ae Rp6. 000,00. Hal ini menunjukkan konsumen dengan rata-rata pendapatan tersebut merasa sesuai dan bersedia membeli produk hijau yang umumnya dikenai harga yang lebih tinggi dibandingkan produk konvensional. Kebanyakan konsumen yang datang merupakan konsumen regular yang sering melakukan pembelian berulang pada jangka waktu tertentu. Hasil konsumen yang dengan frekuensi pembelian lebih dari dua kali memiliki tingkat persentase sebesar 59%. Hal pembelian berulang, yang mana hal konsumen dan loyalitas konsumen terhadap suatu produk (Dewi & SE. Analisis Penerapan Green Marketing Berdasarkan hasil tanggapan kuesioner kepada 100 responden, dilakukan pembobotan scoring untuk setiap indikator dengan mengacu pada rentang skala skor untuk menginterpretasi data penelitian. Pembobotan dengan bobot setiap kategori. Green didefinisikan sebagai ilmu pemasaran yang digunakan perusahaan dalam menawarkan produk/jasa, dengan terhadap lingkungan agar terciptanya Green mengadopsi empat dimensi bauran menawarkan jasa/produk dengan sebagai strateginya (Putripeni, 2. Variabel green marketing dalam penelitian ini diukur oleh 4 dimensi, yaitu dimensi green product . roduk hija. , green price . arga hija. , green promotion . romosi hija. , dan green place . aluran disribusi hija. Green Product Tabel 2 menunjukkan tanggapan konsumen terkait dimensi green product terbilang baik karena memiliki rata-rata skor 405, yang mana skor tersebut mendekati skor maksimum. Hal ini menunjukkan pernyataan yang diajukan terkait dimensi ini sudah sesuai dengan keadaan dimensi green product. Ketiga indikator tersebut mampu menjelaskan dengan baik tanggapan konsumen terkait dimensi green product pada variabel green marketing penelitian ini. Dari ketiga indikator, konsumen mengidentifikasi paling baik terkait dimensi green product yakni pada indikator kemasan yang ramah lingkungan (GM. Konsumen menilai Page 182 of 190 Nabilla Istiqomah. Analisis Pengetahuan KonsumenA sangat baik terkait upaya Work Coffee mengganti kemasan-kemasan plastik pada produknya, menjadi kemasan dengan bahan yang mudah terurai dan didaur ulang. Konsumen menilai paling baik terkait indikator ini karena kemasan merupakan aspek paling dekat dan paling mudah diidentifikasi oleh konsumen. Hal ini sejalan dengan temuan penelitian Septifani et al. diidentifikasikan melalui bahan baku saja, tetapi penggunaan bahan kemasan & sistem distribusi yang lingkungan juga menjadi indikator penerapan green marketing (Septifani et al. , 2. Produk hijau atau green product memiliki karakteristik salah dihasilkan tidak menjadi sampah yang tidak berguna, yang mana harapannya bisa digunakan kembali atau dapat didaur ulang (Shaputra. Tabel 2. Skor Tanggapan Konsumen Dimensi Green Product Tanggapan Indikator Skor TS STS Bahan baku (GM. Kemasan ramah (GM. Keamanan limbah produk & kemasan (GM. Total Ratarata Kategori 4,06 Setuju 4,09 Setuju 4,00 Setuju 4,05 Setuju Sumber: Data Primer Diolah . Green Price Hasil tanggapan konsumen terkait dimensi green product . apat dilihat pada Tabel . terbilang baik karena memiliki rata-rata skor 367, yang mana skor tersebut mendekati skor Hal ini menunjukkan pernyataan yang diajukan terkait dimensi ini sudah sesuai dengan keadaan dimensi green price. Ketiga menjelaskan dengan baik tanggapan konsumen terkait dimensi green price pada variabel green marketing penelitian ini. Dari keempat indikator, konsumen mengidentifikasi baik terkait dimensi green price yakni pada indikator harga sesuai dengan kualitas dan lingkungan (GM6 & GM. Konsumen menilai baik terkait harga yang ditawarkan Work Coffee Indonesia, yang mana masih dapat diterima dan sesuai dengan kualitas & manfaat yang dirasakan, baik untuk dirinya maupun untuk lingkungan. Kualitas produk yang baik akan berpengaruh Page 183 of 190 Nabilla Istiqomah. Analisis Pengetahuan KonsumenA seseorang melalui niat pembeliannya (Artini & Lisanty, 2020. Fitriana & Suprehatin, 2. Rahman et al. penelitiannya, dimensi green price dalam produk hijau dapat dilihat dari harga produk yang sebanding dengan konsumennya (Rahman et al. , 2. Konsumen mengidentifikasi green price melalui kedua indikator ini karena menganggap harga yang lebih tambahan biaya untuk memodifikasi memperhatikan pengemasan dan pembuangan limbah yang ramah lingkungan (Tjoanda et al. , 2. Dengan penggunaan kemasan plastik dan kemasan sekali pakai, konsumen merasa turut berkontribusi menjaga lingkungan melalui kesediaannya produk-produk ramah lingkungan. Indikator GM4, yaitu tanggapan terkait harga produk hijau yang lebih tinggi mendapat rata-rata skor paling indikator lain. Hal ini menunjukkan penilaian konsumen Work Coffee terkait indikator ini tidak cukup kuat dalam menjelaskan dimensi green price pada penelitian ini. Berdasarkan hasil wawancara, harga produk Work Coffee sudah termasuk biaya-biaya Namun, beranggapan harga tersebut masih bisa diterima dengan baik dan dapat dikategorikan ke dalam harga standar produk pada umumnya. Tabel 3. Skor Tanggapan Konsumen Dimensi Green Price Tanggapan Indikator Skor TS STS Harga produk hijau lebih tinggi (GM. Kesedian membayar harga lebih untuk produk hijau (GM. Harga sesuai kualitas (GM. Harga sesuai (GM. Total 367,7 Ratarata Kategori 3,15 Netral 3,67 Setuju 3,90 Setuju 3,99 Setuju 3,67 Setuju Sumber: Data Primer Diolah . Page 184 of 190 Nabilla Istiqomah. Analisis Pengetahuan KonsumenA Green Promotion Hasil tanggapan konsumen terkait dimensi green promotion . apat dilihat pada Tabel . terbilang baik karena memiliki rata-rata skor 389,4, yang mana skor tersebut mendekati skor maksimum. Hal ini menunjukkan pernyataan yang diajukan terkait dimensi ini sudah sesuai dengan keadaan dimensi green promotion. Ketiga indikator tersebut mampu menjelaskan dengan baik tanggapan konsumen terkait dimensi green promotion pada variabel green marketing penelitian ini. Dari ketiga indikator, konsumen mengidentifikasi paling baik terkait dimensi green promotion yakni pada indikator kampanye atau ajakan (GM. Konsumen menilai sangat baik terkait upaya Work Coffee permasalahan lingkungan kepada Indikator teridentifikasikan dengan baik oleh informasi promosi yang diberikan Work Coffee melaui media sosial Instagram. Work Coffee kerap maupun informasi terkait kondisi terkini lingkungan. Promosi dilakukan baik melalui unggahan foto, video, hingga informasi webinar untuk mengedukasi sekaligus melakukan Hal ini selaras dengan penelitian Zulkifli . yang menyatakan bahwa promosi hijau dapat dilakukan melalui upaya mengedukasi konsumen tentang meningkatkan kesadaran konsumen akan lingkungan melalui produknya (Zulkifli, 2. Work Coffee juga secara berkala mangunggah data produksi limbah tahunan kepada pengikutnya di Instagram. Hal penilaian konsumen akan produk dan citra merk Work Coffee, yang mana hal tersebut akan berpengaruh kepada pertimbangan keputusan Tabel 4. Skor Tanggapan Konsumen Dimensi Green Promotion Tanggapan RataIndikator Skor TS STS Green Advertisement 3,70 (GM. Media promosi yang ramah 3,92 (GM. Kampanye 4,06 (GM. Total 389,4 3,89 Kategori Setuju Setuju Setuju Setuju Sumber: Data Primer Diolah . Page 185 of 190 Nabilla Istiqomah. Analisis Pengetahuan KonsumenA terdapat mural-mural dengan pesan peduli lingkungan. Mural yang langsung digambar pada media dinding tidak memerlukan media lain, sehingga dapat meminimalisir benda yang kurang diperlukan. Sesuai dengan penelitian Widayanti et al. yakni dekorasi atau tema outlet dengan konsep lingkungan mampu memberikan kesan baik pembelian (Widayanti et al. , 2. Selain itu, konsep tata ruang yang menarik juga dapat mempengaruhi pembeliannya (Amanda et al. , 2. Selain itu, konsumen juga dapat mengidentifikasi indikator ini dengan baik melalui adanya ruang terbuka agar ruangan demi mendapatkan sirkulasi udara yang baik untuk menciptakan kenyamanan. Green Place Tabel tanggapan konsumen terkait dimensi green place terbilang baik karena memiliki rata-rata skor 407,5, yang mana skor tersebut mendekati skor Hal ini menunjukkan pernyataan yang diajukan terkait dimensi ini sudah sesuai dengan keadaan dimensi green place. Ketiga menjelaskan dengan baik tanggapan konsumen terkait dimensi green place pada variabel green marketing penelitian ini. Dari ketiga indikator, konsumen mengidentifikasi paling baik terkait dimensi green place yakni pada indikator desain tata ruang yang selaras dengan tema lingkungan. Konsumen indikator ini dengan baik karena konsumen dapat dengan mudah melakukan pengamatan langsung terkiat dekorasi yang dilakukan oleh Work Coffee Indonesia pada outletnya. Desain atau dekorasi yang paling mudah teridentifikasi yakni Tabel 5. Skor Tanggapan Konsumen Dimensi Green Place Indikator Lokasi yang strategis (GM. Desain tata ruang bertema go green (GM. Poster & plang peduli lingkungan (GM. Efisiensi energi (GM. Tanggapan Skor Ratarata Kategori STS 3,95 Setuju 4,22 Sangat Setuju 4,11 Setuju 4,02 Setuju Total 4,07 Setuju Sumber: Data Primer Diolah . Page 186 of 190 Nabilla Istiqomah. Analisis Pengetahuan KonsumenA Rekapitulasi Tabel 6 menunjukkan rekapitulasi hasil tanggapan konsumen terkait variabel green marketing terbilang baik karena memiliki rata-rata skor 392, yang mana skor tersebut Keseluruhan indikator dikatakan baik dan mampu menjelaskan dengan baik tanggapan konsumen terkait variabel green marketing pada penelitian ini. Konsumen memiliki pengetahuan yang baik terkait green marketing yang dilakukan oleh Work Coffee Indonesia. Dari keempat dimensi variabel green marketing, dimensi green price dan green promotion memiliki skor di rata-rata, pengetahuan konsumen Work Coffee terkait kedua dimensi tersebut masih kurang dan perlu ditingkatkan, yang tersebut akan berpengaruh pada keputusan pembelian konsumen. Tabel 6. Rekapitulasi Skor Tanggapan Konsumen Green Marketing Dimensi Green Product Green Price Green Promotion Green Place Rata-rata Sumber: Data Primer Diolah . KESIMPULAN Merujuk hasil penelitian, dapat disimpulkan karakteristik konsumen Work Coffee Indonesia umumnya merupakan pegawai atau karyawan berusia 18 Ae 25 tahun, belum rata-rata Rp3. 000 Ae Rp6. 000, serta cenderung melakukan pembelian Konsumen yang datang tidak dibatasi oleh jenis kelamin. Terkait pengetahuan konsumen akan penerapan green marketing, hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen memiliki pengetahuan baik terkait pendekatan green marketing yang dilakukan oleh Work Coffee Indonesia melalui dimensi green products dan green places, yakni pemahaman akan bahan baku, kemasan, serta limbah produksi Rata-rata skor Kategori Setuju Setuju Setuju Setuju Setuju ramah lingkungan dan pemahaman akan saluran distribusi hijau yang diidentifikasikan melalui desain tata Saran bagi peneliti selanjutnya yakni dapat mengobservasi dan meneliti faktor/dimensi/variabel lain yang mampu mempengaruhi perilaku pembelian konsumen di Work Coffee Indonesia. DAFTAR PUSTAKA