ELIPS: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Volume 5. Nomor 1. Maret 2024 ISSN: 2745-827X (Onlin. EFIKASI DIRI MATEMATIKA DALAM PEMBELAJARAN DARING ASINKRON: DAMPAK FASILITATOR DAN HAMBATAN PADA MAHASISWA TEKNIK Wirawan Setialaksana1*. Nurul Mukhlisah Abdal1. Rafsanjani Supardi2. Muhammad Haristo Rahman3 1Jurusan Teknik Informatika dan Komputer. Universitas Negeri Makassar 2Jurusan Administrasi Pendidikan. Universitas Negeri Makassar 3Jurusan Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Negeri Makassar 1*wirawans@unm. id 2nm. abdal@unm. id 3rafsanjani. supardi@unm. rahman@unm. ABSTRAK Matematika memegang peran penting dalam menentukan pencapaian akademik dan kompetensi profesional dalam pendidikan teknik, yang sering kali dipengaruhi oleh efikasi diri matematika. Hanya sedikit penelitian yang telah mengeksplorasi hubungan antara efikasi diri matematika dan pencapaian matematika dalam konteks asinkron. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh fasilitator dan hambatan pembelajaran asinkron terhadap efikasi diri matematika dan pencapaian matematika mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non-eksperimental. Sebanyak 320 mahasiswa berpartisipasi secara sukarela dalam penelitian ini dan mengisi kuesioner. Hubungan antara variabel diteliti menggunakan model persamaan struktural partial least squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitator pembelajaran daring memiliki pengaruh yang signifikan terhadap efikasi diri matematika mahasiswa, namun tidak berpengaruh langsung terhadap hasil belajar matematika. Penghambat dalam kuliah daring asinkron tidak berpengaruh signifikan terhadap efikasi diri dan hasil belajar matematika. Pengaruh positif dan signifikan dari efikasi diri terhadap hasil belajar membuat efikasi diri memiliki fungsi sebagai variabel media penuh antara hubungan fasilitator dan hasil belajar matematika. Kata kunci: pembelajaran asinkron, efikasi diri matematika, pencapaian matematika, pembelajaran matematika, model persamaan struktural ABSTRACT Mathematics plays a crucial role in determining academic achievement and professional competence in engineering education, often influenced by mathematics self-efficacy. Few studies have explored the relationship between mathematics self-efficacy and mathematics achievement in an asynchronous context. This study aims to investigate the impact of asynchronous learning enablers and barriers on mathematics self-efficacy and mathematics achievement among students. This research is a non-experimental quantitative study. A total of 320 students voluntarily participated in the study and completed questionnaires. The http://journal. id/index. php/ELIPS Efikasi Diri Matematika Dalam Pembelajaran Daring Asinkron: Dampak Fasilitator Dan Hambatan A relationships between variables were examined using partial least squares structural equation modeling (SEM-PLS). The results showed that online learning enablers significantly influenced students' mathematics self-efficacy but did not have a direct impact on mathematics Barriers in asynchronous online learning did not have a significant effect on either self-efficacy or mathematics achievement. The positive and significant impact of selfefficacy on academic performance indicates that self-efficacy functions as a full mediating variable in the relationship between enablers and mathematics achievement. Keywords: asynchronous learning, mathematics self-efficacy, mathematics achievement, mathematics learning, structural equation modeling PENDAHULUAN Kemampuan di bidang matematika merupakan komponen penting di beberapa jurusan, salah satunya adalah di jurusan Teknik (Liebendorfer et al. , 2022. Teresa Lopez-Dyaz & Pena. Tossavainen et al. , 2. Kemampuan matematis ini didukung oleh banyak hal, termasuk efikasi diri dalam belajar matematika (Radevic & Milovanovic, 2017. Luttenberger et al. , 2018. Radevic Milovanovic, 2. Efikasi diri dapat meningkatkan kemampuan matematika siswa sehingga dapat mempengaruhi nilai matematika mereka. Kemunculan dan pertumbuhan yang cepat dari perkuliahan daring asinkron telah menambah dimensi dari hubungan kedua variabel ini. Seiring dengan perubahan signifikan yang terjadi di dunia pendidikan, pembelajaran daring asinkron menawarkan baik peluang maupun tantangan bagi mahasiswa (Chung & Jeong, 2023. Hashim & Osman, 2021. Northey et al. Ozturk, 2. Pembelajaran daring asinkron menawarkan beberapa hal yang dapat menjadi fasilitator maupun penghalang yang terkait dengan konten daring, tugas, penilaian, dan masalah psikologis (Kara, 2. Pembelajaran asinkron memungkinkan mahasiswa untuk belajar sesuai dengan kecepatan dan waktu mereka sendiri, yang bisa sangat bermanfaat untuk menyeimbangkan tanggung jawab akademik dan pribadi. Namun, ini juga menghadirkan hambatan, termasuk kesulitan teknis, interaksi waktu nyata yang terbatas dengan dosen dan teman sekelas, serta potensi penurunan keterlibatan dan motivasi. Indonesia, peralihan ke pendidikan daring asinkron telah menjadi signifikan, terutama karena pandemi COVID-19 (Irfan et al. , 2020. Yuyun, 2. , yang mempercepat adopsi platform pembelajaran digital. Penelitian sebelumnya telah menginvestigasi hubungan antara efikasi diri dan hasil belajar matematika (Alves et al. , 2016. Getahun et al. , 2016. Gonzales et al. , 2019. Loo & Choy, 2013. Zakariya, 2021. Zakariya et al. , 2. Meskipun demikian, studi tersebut dilakukan dengan focus pada mahasiswa Teknik pada pembelajaran tatap muka. Belum ada penelitian yang melakukan analisis hubungan keduanya pada pembelajaran asinkron, terutama pengaruh dari fasilitator dan hambatan dalam perkuliahan asinkron terhadap efikasi diri dan prestasi belajar matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana fasilitator dan hambatan belajar yang memengaruhi efikasi diri matematika dan prestasi belajar matematika di kalangan mahasiswa teknik Indonesia pada pembelajaran asinkron, moda belajar yang kurang Wirawan S. Nurul M. Rafsanjani S. Haristo ELIPS: Vol. No. Maret 2024 mendapat perhatian di literatur yang ada. Dengan memahami dinamika ini, kita dapat lebih mendukung mahasiswa dalam meningkatkan efikasi diri matematika mereka dan kemampuan matematika mereka dalam lingkungan pendidikan yang terus berkembang. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi: . pengaruh fasilitator dan hambatan dalam pembelajaran daring asinkron yang dialami oleh mahasiswa teknik terhadap efikasi diri dalam matematika dan . pengaruh efikasi diri dalam memediasi pengaruh fasilitator dan hambatan terhadap prestasi belajar matematika. Studi ini juga bertujuan untuk memberikan rekomendasi bagi para pendidik dan institusi untuk mengoptimalkan lingkungan pembelajaran daring. Bagian selanjutnya dari artikel ini merinci metodologi yang digunakan dalam penelitian, menyajikan temuan, membahas implikasi temuan ini, dan diakhiri dengan saran untuk penelitian dan praktik di masa METODE Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang dilakukan dengan mengumpulkan data cross-sectional dari kuesioner elektronik yang diberikan kepada mahasiswa Teknik yang mengikuti mata kuliah yang berkaitan dengan Matematika secara daring asinkron. Total 320 mahasiswa Teknik Universitas Negeri Makassar secara sukarela berpartisipasi dengan mengisi kuesioner secara lengkap. Tabel 1 menunjukkan variabel demografi dari partisipan penelitian ini Tabel 1. Demografi dari partisipan Penelitian Variable Gender Laki-laki Perempuan IPK Kurang dari 2. 75 - 3. 350 - 3. Lebih dari 3. Angkatan Count Proportion Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari mahasiswa Angkatan 2023 . 7%) yang merupakan mahasiswa baru. Angkatan 2022 . 7%), and Angkatan 2021 . 6%). Jumlah partisipan laki-laki . 4%) lebih tinggi dibanding perempuan . 6%). Kebanyakan partisipan juga memiliki IPA lebih dari 3. 8%). Instrumen Efikasi Diri Matematika Dalam Pembelajaran Daring Asinkron: Dampak Fasilitator Dan Hambatan A Fasilitator dan Penghambat dalam Kuliah Daring Asinkron Penelitian Kara's . mengenai learning enablers dan learning disablers digunakan untuk mengembangakan instrumen dari fasilitator . earning enabler. dan penghambat . earning disabler. dalam perkuliahan daring asinkron. Panel yang terdiri dari ahli membahas temuan dari penelitian tersebut dan Menyusun instrument fasilitator dan penghambat dalam kuliah asinkron yang disesuaikan dengan konteks Indonesia. Setiap variable ini terdiri dari 4 aitem yang diturunkan dari 4 temuan dari penelitian Kara yang focus pada konten, tugas daring, penilaian daring, dan masalah psikologis (Kara, 2. Efikasi Diri dalam Perkuliahan Matematika Skala efikasi diri dalam matematika yang dikembangkan oleh Usher dan Pajares, . diadopsi dan digunakan dalam penelitian ini. Item yang menunjukkan loadings tertinggi diambil sehingga tersisa 10 aitem yang digunakan. Perceived Math Performance Pengukuran terhadap hasil belajar matematika dilakukan dengan 1 aitem yang menanyakan hasil belajar mahasiswa dalam perkuliahan yang berkaitan dengan matematika. Hal ini dilakukan dalam rangka memudahkan partisipan dalam mengisi kuisioner. Aitem tunggal yang digunakan adalah sebagai berikut: AuHasil belajar saya dalam kuliah matematika adalah sebagai berikut . ilih salah sat. Ay . Tidak ada yang memperoleh nilai A . Hanya sedikit yang memperoleh nilai A . Beberapa memperoleh nilai A . Lebih dari setengahnya memperoleh nilai A . Hampir semua memperoleh nilai A . Semua memperoleh nilai A Analisis Data Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan dua pendekatan yang berbeda: univariat/bivariat dan multivariat. Analisis univariat/bivariat dilakukan dengan bantuan perangkat lunak JAMOVI 2 untuk menghasilkan statistik deskriptif dari setiap konstruk dan menentukan korelasi antara konstruk tersebut. Analisis multivariat dilakukan menggunakan pemodelan persamaan struktural dengan metode estimasi partial least squares (PLS-SEM). Empat variabel berikut diuji dalam model: hambatan pembelajaran daring, fasilitator pembelajaran daring, efikasi diri matematika, dan persepsi terhadap kinerja matematika. Wirawan S. Nurul M. Rafsanjani S. Haristo ELIPS: Vol. No. Maret 2024 Gambar 1. Framework penelitian. Hubungan antar variabel dalam penelitian ini . menunjukkan bahwa PLS-SEM merupakan analisis yang dapat digunakan karena terdapat variabel mediasi dalam hubungan antar variabel (J. Hair & Alamer, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Statistik Deskriptif dan Korelasi antar variabel Tabel 2 menyajikan hasil analisis statistik univariat dan bivariat dari kontruk yang digunakan dalam penelitian ini. Rata-rata respon dari partisipan menunjukkan angka mendekati tujuh pada fasilitator perkuliahan daring asinkron . cA = 6. 96, ycIya = 1. dan efikasi diri dalam matematika . cA = 6. 73, ycIya = 1. serta hampir enam pada penghambar perkuliahan daring . cA = 5. 87, ycIya = 1. Mayoritas partisipan mengakui bahwa beberapa mata kuliah mereka memperoleh nilai A . cAycuyccyce = . Tabel 2. Statistik deskriptif dan korelasi antar variabel Korelasi Variabel Fasilitator Perkuliahan Daring Penghambat Perkuliahan Daring Efikasi Diri dalam Matematika 334 *** -0. Prestasi Belajar Matematik 149 ** * p < . 05, ** p < . 01, *** p < . Hasil analisis pada tabel 2 yang memuat korelasi antar variable sebagai statistik yang mendasari analisis multivariat (PLS-SEM) menunjukkan prestasi belajar matematik berkorelasi positif dengan fasilitator perkuliahan daring . uU = 0. 149, ycy < . dan efikasi diri dalam matematik . uU = 0. 139, ycy < . Korelasi negatif antara prestasi dengan penghambat menunjukkan hubungan yang tidak signifikan . uU = Oe0. 091, ycy = 0. Efikasi Diri Matematika Dalam Pembelajaran Daring Asinkron: Dampak Fasilitator Dan Hambatan A Sebagai variabel mediasi, efikasi diri juga menunjukkan korelasi berbeda dengan faktor penghambat dan fasilitator. Efikasi diri menunjukkan korelasi positif signifikan dengan faktor fasilitator . uU = 0. 334, ycy < . namun memberikan korelasi negative tidak signifikan dengan faktor penghambat . uU = Oe0. 026, ycy = . Hasil ini menunjukkan bahwa variabel yang ada dalam model memiliki potensi pengaruh langsung dan tidak langsung terhadap efikasi diri dan hasil belajar matematik. Investigasi terhadap hubungan structural antar variabel ini akan dilakukan dengan menggunakan model structural dengan metode estimasi partial least square (PLS-SEM). Structural Equation Modelling PLS-SEM merupakan analisis statistik yang terdiri dari model pengukuran dan model structural (Sarstedt et al. , 2019, 2. Model pengukuran digunakan untuk menginvestigasi reliabilitas dan validitas dari aitem dan konstruk yang digunakan. Tabel 3 menunjukkan reliabilitas dan validitas dari skala yang digunakan dalam penelitian ini. Table 4. Reliability and Validity of the scale used Variable Fasilitator Penghambat Efikasi diri dalam matematika Prestasi belajar matematik ycyeeyeayeayeEyeCyeEyeOA yei yu AVE HTMT Meskipun berfungsi dalam menganalisis reliabilitas dan validitas dari konstruk, model pengukuran hanya dapat mengukur reliabilitas dan validitas konvergen dari konstruk multi Hal ini menyebabkan skala 1 aitem yang digunakan untuk mengukur hasil belajar matematika hanya memiliki ukuran validitas diskriminan. Hasil model pengukuran menunjukkan bahwa semua konstruk merupakan konstruk yang reliabel karena nilai Cronbach Alpha nya lebih dari 0. 700 (J. Hair et al. , 2. Selain itu, semua konstruk juga merupakan konstruk yang memiliki validitas konvergen yang baik yang ditunjukkan oleh kemampuan masing-masing konstruk untuk menggambarkan lebih dari 50% dari variansi Kemampuan ini ditunjukkan oleh nilai average variance extracted (AVE) dari masingmasing konstruk yang memiliki nilai lebih dari 0. Selanjutnya, metrik terakhir dalam model pengukuran ini adalah Heterotrait-Monotrait ratio (HTMT) yang mencerminkan validitas diskriminan dari sebuah konstruk yaitu keberbedaan konstruk tersebut dengan konstrukkonstruk lainnya di dalam model. Nilai keberbedaan ini dibatasi maksimal 0. 85 untuk dapat menyatakan bahwa sebuah konstruk memiliki nilai validitas diskriminan yang baik (Henseler et al. , 2. Nilai HTMT dari semua konstruk dari model maksimal bernilai 0. 560 sehingga dengan demikian semua konstruk tersebut merupakan konstruk yang berbeda. Tabel 4. Efek langsung, tidak langsung, dan total dari jalur dalam model Koefisien Jalur Direct Indirect Total Fasilitator -> Efikasi Diri dalam Matematika 372 *** Fasilitator -> Hasil Belajar Matematika 15 ** Wirawan S. Nurul M. Rafsanjani S. Haristo ELIPS: Vol. No. Maret 2024 Penghambat -> Efikasi Diri dalam Matematika Penghambat -> Hasil Belajar Matematika Efikasi Diri dalam Matematika -> Hasil Belajar Matematika 153 ** 153 ** * p < . 05, ** p < . 01, *** p < . Setelah memastikan semua konstruk yang digunakan valid dan reliabel, model structural dapat dianalisis dengan menggunakan metode bootstrap dengan 10. 000 replikasi. Hasil bootstrap menunjukkan bahwa fasilitator dan penghambat memberikan efek berbeda terhadap efikasi diri . Fasilitator pembelajaran daring asinkron menunjukkan pengaruh positif signifikan terhadap efikasi diri . u = 0. 372, ycy < . sedangkan hambatan dalam pembelajaran daring asinkron memberi dampak tidak signifikan terhadap efikasi diri mahasiswa . u = 0. 138, ycy = . Gambar 2. Hasil bootstrapping dalam model struktural. Efek mediasi efikasi diri Untuk menganalisis efek mediasi dari efikasi diri, efek efikasi diri terhadap hasil belajar matematika harus terlebih dahulu dicek. Efikasi diri dalam matematika menunjukkah pengaruh positif signifikan terhadap hasil belajar matematika . u = 0. 153, ycy = . Selanjutnya, karena penghambat tidak berpengaruh terhadap efikasi diri, maka efek mediasi hanya akan diidentifikasi pada pengaruh fasilitator terhadap hasil belajar matematika. Fasilitator menunjukkan pengaruh langsung tidak signifikan terhadap hasil belajar matematika . u = 0. 093, ycy = . Dengan kata lain, efikasi diri memberikan efek mediasi penuh pada pengaruh fasilitator pembelajaran daring asinkron terhadap hasil belajar Pembahasan Hasil penelitian ini memberikan wawasan penting tentang peran fasilitator dan hambatan dalam pembelajaran daring asinkron terhadap efikasi diri matematika dan prestasi belajar matematika di kalangan mahasiswa teknik di Indonesia. Secara umum. Efikasi Diri Matematika Dalam Pembelajaran Daring Asinkron: Dampak Fasilitator Dan Hambatan A temuan ini menegaskan pentingnya faktor-faktor pendukung dalam lingkungan pembelajaran daring asinkron untuk meningkatkan efikasi diri matematika, yang pada gilirannya dapat berkontribusi pada peningkatan prestasi belajar. Pengaruh Fasilitator dan Hambatan terhadap Efikasi Diri Matematika Temuan menunjukkan bahwa fasilitator pembelajaran daring asinkron memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap efikasi diri matematika mahasiswa. Hal ini konsisten dengan literatur sebelumnya yang menunjukkan bahwa lingkungan pembelajaran yang mendukung, termasuk akses terhadap sumber daya belajar yang baik dan interaksi yang memadai dengan pengajar, dapat meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa dalam kemampuan mereka untuk memahami dan menyelesaikan masalah matematika (McMinn et , 2021. Peters, 2. Fasilitator pembelajaran daring yang efektif tampaknya memberikan pengalaman belajar yang lebih positif (Klein et al. , 2006. Regmi & Jones, 2. , memungkinkan mahasiswa untuk merasa lebih mampu dan percaya diri dalam menghadapi tantangan akademik, terutama dalam konteks matematika yang sering kali dianggap sulit. Sebaliknya, hambatan dalam pembelajaran daring asinkron, seperti masalah teknis atau kurangnya interaksi dengan pengajar dan teman sekelas, tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap efikasi diri matematika. Temuan ini mungkin menunjukkan bahwa meskipun hambatan-hambatan tersebut dapat mengganggu proses pembelajaran, mereka tidak cukup kuat untuk secara langsung merusak kepercayaan diri mahasiswa terhadap kemampuan mereka dalam matematika. Ini mungkin juga menunjukkan bahwa mahasiswa yang memiliki efikasi diri yang lebih tinggi mampu mengatasi hambatan-hambatan ini dengan lebih baik, atau bahwa hambatan tersebut mempengaruhi aspek lain dari pengalaman belajar yang tidak tercakup dalam penelitian ini. Peran Mediasi Efikasi Diri dalam Mempengaruhi Prestasi Belajar Matematika Hasil penelitian ini juga mengungkapkan bahwa efikasi diri dalam matematika memainkan peran mediasi penuh dalam hubungan antara fasilitator pembelajaran daring dan prestasi belajar matematika. Efikasi diri yang lebih tinggi terkait dengan prestasi belajar yang lebih baik, yang sesuai dengan teori Bandura dan Adams . yang menyatakan bahwa individu dengan efikasi diri yang tinggi cenderung menetapkan tujuan yang lebih tinggi, memiliki motivasi yang lebih kuat, dan lebih gigih dalam menghadapi tantangan. Menariknya, fasilitator pembelajaran daring tidak menunjukkan pengaruh langsung yang signifikan terhadap prestasi belajar matematika, tetapi melalui peningkatan efikasi diri, fasilitator ini secara tidak langsung berkontribusi pada peningkatan prestasi belajar. Ini menunjukkan bahwa intervensi yang dirancang untuk meningkatkan efikasi diri mahasiswa dalam matematika, seperti memberikan dukungan tambahan, sumber daya yang lebih baik, atau lingkungan belajar yang lebih interaktif, dapat berdampak positif pada hasil akademik Sebaliknya, hambatan dalam pembelajaran daring tidak menunjukkan pengaruh signifikan baik secara langsung maupun melalui efikasi diri terhadap prestasi belajar Temuan ini mungkin mengindikasikan bahwa mahasiswa teknik, yang umumnya memiliki latar belakang akademis yang kuat, mungkin lebih tahan terhadap hambatan-hambatan ini atau telah mengembangkan strategi untuk mengatasinya (Sierra et Wirawan S. Nurul M. Rafsanjani S. Haristo ELIPS: Vol. No. Maret 2024 , 2. Namun, ini juga bisa menunjukkan bahwa hambatan-hambatan tersebut mempengaruhi aspek lain dari pengalaman belajar yang lebih sulit diukur atau yang tidak tercakup dalam penelitian ini. Implikasi untuk Praktik Pendidikan Berdasarkan temuan ini, ada beberapa implikasi penting bagi pendidik dan institusi pendidikan dalam merancang dan mengimplementasikan pembelajaran daring asinkron, khususnya dalam mata pelajaran matematika. Pertama, penting untuk menciptakan lingkungan pembelajaran daring yang mendukung, dengan akses yang mudah ke materi belajar, interaksi yang memadai dengan pengajar, dan penggunaan teknologi yang meminimalkan hambatan teknis. Langkah-langkah ini dapat membantu meningkatkan efikasi diri mahasiswa, yang pada gilirannya dapat meningkatkan prestasi belajar mereka. Kedua, mengingat peran penting efikasi diri dalam matematika sebagai mediator, pendidik juga harus fokus pada strategi yang secara langsung menargetkan peningkatan efikasi diri. Ini bisa mencakup penggunaan pendekatan pengajaran yang lebih personal, menyediakan umpan balik yang konstruktif, dan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengalami keberhasilan dalam tugas-tugas matematika mereka. Keterbatasan dan Arahan untuk Penelitian Masa Depan Meskipun penelitian ini memberikan wawasan yang berharga, ada beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional, sehingga tidak dapat secara definitif menentukan hubungan sebab-akibat antara variabelvariabel yang diteliti. Penggunaan sampel yang bersifat sukarela juga dapat mengakibatkan bias, di mana responden yang lebih termotivasi atau memiliki efikasi diri yang lebih tinggi mungkin lebih cenderung untuk berpartisipasi. Penelitian masa depan dapat mempertimbangkan untuk menggunakan desain longitudinal untuk lebih memahami dinamika temporal antara fasilitator dan hambatan pembelajaran daring, efikasi diri, dan prestasi belajar. Selain itu, penelitian lebih lanjut juga bisa mengeksplorasi variabel tambahan yang mungkin mempengaruhi hubungan ini, seperti tingkat dukungan sosial, strategi belajar individu, atau karakteristik demografis tertentu yang dapat memperkuat atau memperlemah efek yang diamati. Dengan memperdalam pemahaman tentang faktor-faktor yang mempengaruhi efikasi diri dan prestasi belajar dalam konteks pembelajaran daring, pendidik dan pembuat kebijakan dapat merancang intervensi yang lebih efektif untuk mendukung keberhasilan akademik mahasiswa, khususnya dalam mata pelajaran yang menantang seperti PENUTUP Kesimpulan Penelitian ini mengidentifikasi peran signifikan fasilitator dan hambatan dalam pembelajaran daring asinkron terhadap efikasi diri dan prestasi belajar matematika di kalangan mahasiswa teknik di Indonesia. Temuan menunjukkan bahwa fasilitator pembelajaran daring asinkron memiliki pengaruh positif signifikan terhadap efikasi diri matematika, yang kemudian berperan sebagai mediator penuh dalam meningkatkan prestasi Efikasi Diri Matematika Dalam Pembelajaran Daring Asinkron: Dampak Fasilitator Dan Hambatan A belajar matematika. Sebaliknya, hambatan dalam pembelajaran daring tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap efikasi diri maupun prestasi belajar matematika. Hasil ini menggarisbawahi pentingnya menciptakan lingkungan pembelajaran daring yang mendukung, yang tidak hanya memfasilitasi akses dan interaksi yang efektif, tetapi juga secara langsung meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa dalam menguasai materi Efikasi diri dalam matematika terbukti menjadi kunci dalam mengarahkan hasil akademik yang lebih baik, sehingga intervensi yang berfokus pada penguatan efikasi diri mahasiswa harus menjadi prioritas dalam perancangan dan pelaksanaan program pembelajaran daring. Meskipun demikian, keterbatasan penelitian ini, seperti desain cross-sectional dan penggunaan sampel sukarela, menekankan perlunya penelitian lanjutan dengan desain yang lebih komprehensif dan beragam populasi. Penelitian masa depan yang mengadopsi pendekatan longitudinal atau mempertimbangkan variabel tambahan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam dan valid tentang dinamika yang terlibat dalam pembelajaran daring asinkron dan pengaruhnya terhadap efikasi diri dan prestasi belajar Secara keseluruhan, penelitian ini berkontribusi pada pemahaman tentang bagaimana fasilitator dan hambatan dalam pembelajaran daring mempengaruhi efikasi diri dan prestasi belajar matematika, serta menyediakan dasar yang kuat bagi pendidik dan pembuat kebijakan untuk merancang intervensi yang dapat meningkatkan hasil akademik mahasiswa dalam konteks pendidikan teknik. Wirawan S. Nurul M. Rafsanjani S. Haristo ELIPS: Vol. No. Maret 2024 Reference