P-ISSN 2776-3897 E-ISSN 2776-3978 JURNAL PENDIDIKAN VOKASI RAFLESIA. VOLUME 2. NOMOR 2. TAHUN 2022 Kontribusi Gambar Teknik terhadap Hasil Belajar Instalasi Motor Listrik Peserta Didik Kelas XI Prismar SMK Negeri 1 Rejang Lebong Ae boengprismar75@gmail. AbstrakAi Strategi guru dalam proses interaksi di sekolah menengah kejuruan (SMK), pembelajaran yang terjadi adalah proses Pengetahuan . , sikap . , dan keterampilan/ skill . Peserta didik dilatih dan diarahkan untuk memiliki kompetensi dan kemampuan berkompetisi, baik secara pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Hasil penilaian pada mata pelajaran terdahulu memberi dampak pencapaian pelajaran yang diterima saat ini. Maka Apakah memang ada kontribusi hasil belajar Gambar Teknik dengan hasil belajar dari pelajaran Instalasi Motor Listrik. Dengan metode analisis uji beda t, maka data skunder dianalisia dan di uji. Teknik Total sampling dilakukan pada peserta didik kelas XI sebanyak 59 orang, rata-rata nilai Pengetahuan gambar teknik 55,36 . , keterampilan 41,32, rata-rata akhir 48,34. Mata pelajaran Instalasi Motor listrik, rata-rata pengetahuan 71,84 . ada skala . , keterampilan 71,30, dan rata-rata akhir 71,57. Hasil pengelompokan skor baku, diperoleh kelompok tinggi dari total populasi, 64% pada posisi rendah, dan 36% pada posisi tinggi. Indeks perbedaan uji t diperoleh, 0,004333062, menurut tabel, untuk df = 57 . pada taraf signifikan 5%, diperoleh nilai t tabel = 2,00. Dengan demikian t hitung lebih kecil . dari t tabel . , maka hipotesa tidak diterima kebenarannya. Maka dapat ditarik kesimpulan, tidak terdapat kontribusi yang berarti, yang diberikan oleh Nilai Hasil belajar mata pelajaran Gambar Teknik kelas X terhadap hasil belajar mata pelajaran Instalasi Motor Listrik kelas XI peserta didik. Dengan demikian dapat dinyatakan kemampuan dalam pembelajaran Gambar Teknik menjadi salah satu penunjang keberhasilan dalam pembelajaran mata pelajaran Instalasi Motor Listrik. Kata Kunci Ai Gambar Teknik. Hasil Belajar. Instalasi Motor Listrik AiAiAiAiAiAiAiAiAiAi o AiAiAiAiAiAiAiAiAiAi PENDAHULUAN Berbagai usaha yang telah dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam proses belajar dan mengajar. Salah satu usaha yang dilakukan adalah dengan perbaikan sistem pendidikan, kegiatan penataran dan diklat guru-guru, melengkapi sarana dan prasarana sekolah. Kegiatan penataran atau diklat guru pada saat ini sangat banyak, selain diklat guru khusus, seperti diklat vokasi dan mata pelajaran, juga diklat-diklat pengembangan kurikululum, keprofesian, pusat kegiatan belajar, guru penggerak, guru praktik, sertifikasi guru sebagai assesor seperti assesor lembaga sertifikasi profesi (LSP), assesor kepangkatan, akreditasi sekolah, dan lain sebagainya. Selain pengembangan kemampuan guru, diperlukan juga perbaikan dan evaluasi dari proses Salah satu bentuk proses evaluasi adalah dengan dilaksanakannya kegiatan Evaluasi hasil belajar. Menurut Mehrens & Lehmann . dalam Ngalim Purwanto . Evaluasi adalah suatu proses merencanakan, memperoleh, dan menyediakan informasi yang sangat diperlukan untuk membuat alternatif-alternatif keputusan. Hasil tersebut di cantumkan dalam satu daftar yang disebut lembar hasil sekolah atau Raport. Selanjutnya Ngalim Purwanto . menyatakan fungsi evaluasi dalam proses belajar mengajar adalah: Untuk mengetahui kemajuan dan perkembangan serta keberhasilan siswa setelah mengalami atau melaksanakan kegiatan belajar selama jangka waktu tertentu. Untuk mengetahui tingkat keberhasilan program pengajaran. Untuk keperluan Bimbingan dan Konseling, dan Untuk keperluan pengembangan dan perbaikan kurikulum sekolah yang bersangkutan. Salah satu bentuk evaluasi secara Bersama adalah pelaksanaan Ujian Nasional, namun tidak dilaksanakan lagi dan sebagai pengganti untuk mengetahui tingkat/taraf kemajuan sekolah adalah dengan dilaksanakannya program AKM (Asesment Kompetensi Minimu. , yang berisikan antara Menilai mutu sekolah. Mengukur kemampuan Literasi membaca dan numerasi peserta didik, dan Menghasilkan informasi yang memicu perbaikan kualitas belajar-mengajar. JPVRA2022 Halaman 1 JURNAL PENDIDIKAN VOKASI RAFLESIA. VOLUME 2. NOMOR 2. TAHUN 2022 P-ISSN 2776-3897 E-ISSN 2776-3978 Selain dari itu, beberapa tahun ini, bangsa Indonesia dan dunia pada umumnya terkena dampak wabah virus corona (Covid . , yang membuat kebijakan dalam sistem pendidikan Indonesia mesti menyesuaikan agar pembelajaran dan kehidupan mencerdaskan anak bangsa tidak terpengaruh. Maka dengan demikian, sangat diperlukan sistem pembelajaran berkolaborasi dengan menggunakan metode dan sistem pengajaran yang komprehensif, agar tujuan pembelajaran tercapai. Di SMK Negeri 1 Rejang Lebong, proses kendali dalam pembelajaran menjadi target utama, guna tetap terjadinya komunikasi dan penyampaian informasi pembelajaran antara guru dan peserta didik. Dengan berbagai metode belajar, baik daring maupun luring dilaksanakan guna terjadinya interaksi belajar. Selain dari itu, guru-guru masih cukup kesulitan, terutama dalam hal pembelajaran daring. Persepsi yang selama ini cukup memberi gambaran, kemampuan peserta didik dalam belajar dipengaruhi oleh berbagai permasalahan. Salah satu yang ditemukan adalah keterkaitan antara ketuntasan pembelajaran di kelas X. Pada umumnya semua pelajaran yang ada di SMK (Teknologi dan Rekayas. , terutama pada program studi Teknik Ketenagalistrikan, khususnya Teknik Instalasi Tenaga Listrik, merupakan pelajaran Sains . elompok eksakt. , yang banyak menggunakan teknik dan keterampilan. Terutama pada mendesain atau menggambar. Hampir semua pelajaran kejuruan, akan membutuhkan presisi dan ketelitian dari kompetensi menggambar. Pada kompetensi Teknik Instalasi Tenaga Listrik, di tingkat X, semua mata pelajaran kejuruan merupakan basis atau dasar-dasar pembentukan kompetensi awal, dan pada tingkat selanjutnya, yaitu tingkat XI, semua mata pelajaran kejuruan merupakan tingkat persiapan kompetensi, dan pada tingkat XII semua mata pelajaran kejuruan merupakan tingkat lajut. Maka tidak berlebihan, apabila peneliti ingin melihat bagaimana kontribusi Nilai Gambar teknik yang telah diperoleh oleh peserta didik . ang saat ini duduk di kelas XI) pada mata pelajaran Instalasi Motor Listrik. Kontribusi Kontribusi adalah bentuk kerja sama antar dua pihak dengan pihak lain, yang didalalamnya ada pembagian tanggungjawab. Beberapa bagian akan memberi bantuan, dan bagian yang lainnya akan menerima bantuan. Keselarasan dan asas kebutuhan menyebabkan adanya ketergantungan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Menurut Hornby contribute : joint with other in giving help (Hornby. AS 1974:188 dalam Yon Harista, 1999:. Kontribusi dapat juga dikatakan sesuatu yang dilakukan untuk membantu dan menghasilkan atau saat mencapai sesuatu bersama dengan pihak lain, atau untuk membantu sesuatu yang sukses. Pada saat memberi kontribusi artinya dalam prosen ini memberi sesuatu yang memiliki nilai bagi pihak lainnya, contohnya uang, harta, benda, kerja keras atau waktu, nilai, kesempatan, dan lain sebagainya. Pengertian kontribusi nilai gambar teknik terhadap hasil belajar instalasi motor listrik kelas XI adalah memberikan gambaran, apakah hasil belajar gambar teknik yang merupakan kompetensi dasar memberi kontribusi terhadap keberhasilan pelajaran instalasi motor listrik. Adapun silabus mata pelajaran yang akan dilihat dampak kontribusinya dan mata pelajaran yang menjadi kontibutor adalah sebagai berikut: Gambar Teknik Gambar teknik merupakan wadah komunikasi antara perancang dan eksekutor. Gambar Teknik harus bisa mewakili tujuan perancang dalam mendesain sistem agar orang dapat membaca dan memahami desain tersebut. Dalam menggambar Teknik tentunya ada aturan-aturan yang harus diikuti sehingga akan menghasilkan gambar yang baik dan mudah dimengerti. (Didik Agus Setyawan, dkk, 2019:. Spiritual : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. Menyadari sempurnanya konsep Tuhan tentang benda-benda dengan fenomenanya untuk dipergunakan sebagai aturan dalam gambar teknik listrik. Mengamalkan nilai-nilai ajaran agama sebagai tuntunan dalam melaksanakan gambar teknik listrik. Sosial : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli . otong royong, kerjasama, toleran, dama. , santun, responsif dan proaktif, dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. JPVRA2022 Halaman 2 P-ISSN 2776-3897 E-ISSN 2776-3978 JURNAL PENDIDIKAN VOKASI RAFLESIA. VOLUME 2. NOMOR 2. TAHUN 2022 Pengetahuan : Mengamalkan perilaku jujur, disiplin, teliti, kritis, rasa ingin tahu, inovatif dan tanggung jawab dalam melaksanakan gambar teknik listrik. Menghargai kerjasama, toleransi, damai, santun, demokratis, dalam menyelesaikan masalah perbedaan konsep berpikirdalam melaksanakan gambar teknik listrik. Menunjukkan sikap responsif, proaktif, konsisten, dan berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam melaksanakan gambar teknik listrik. Ketrampilan : Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung PENGETAHUAN KETRAMPILAN Memahami standarisasi dan normalisasi gambar ketenagalistrikan sesuai Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL) Menjelaskan peralatan dan kelengkapan gambar teknik berdasarkan fungsi dan cara Menjelaskan cara menggunaka peralatan dan kelengkapan gambar teknik berdasarkan fungsi dan cara penggunaan Memahami konsep dan aturan gambar teknik ketenagalistrikan sesuai satndar yang berlaku. Memahami garis-garis gambar teknik berdasarkan bentuk dan fungsi garis Memahami simbol huruf, simbol angka dan etiket gambar Teknik Ketenagalistrikan sesuai satndar yang berlaku. Memahami simbol simbol listrik dan elektronika sesuai standar yang berlaku. Menafsirkan gambar rangkaian Ketenagalistrikan sesuai standar yang berlaku. Menentukan jenis software aplikasi untuk gambar rangkaian Ketenagalistrikan. Menggunakan standarisasi dan normalisasi gambar ketenagalistrikan sesuai Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL) Memilih peralatan dan kelengkapan gambar teknik berdasarkan fungsi dan cara penggunaan Menggunakan peralatan dan kelengkapan gambar teknik berdasarkan fungsi dan cara penggunaan Menerapkan konsep dan aturan gambar teknik ketenagalistrikan sesuai satndar yang berlaku. Menggambarkan garis-garis gambar teknik berdasarkan bentuk dan fungsi Menggambar simbol huruf, simbol angka dan etiket gambar Teknik Ketenagalistrikan sesuai standar yang Menggambar simbol simbol listrik dan elektronika sesuai standar yang berlaku. Menggambar rangkaian Ketenagalistrikank sesuai standar yang Menggambar rangkaian Ketenagalistrikan dengan software Instalasi Motor Listrik (Kelas XI) Instalasi Motor Listrik kelas XI merupakan mata pelajaran SMK Program keahlian Teknik Ketenagalistrikan, bagi siswa kelas XI semester pertama dan kedua. Termasuk ke dalam paket keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik (C. pada kurikulum 2013 Nasional. Radya Sahisnu & M Zulfi Khibron, 2019: vi. JPVRA2022 Halaman 3 JURNAL PENDIDIKAN VOKASI RAFLESIA. VOLUME 2. NOMOR 2. TAHUN 2022 P-ISSN 2776-3897 E-ISSN 2776-3978 Spiritual : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. Menyadari sempurnanya konsep Tuhan tentang benda-benda dengan fenomenanya untuk dipergunakan sebagai aturan dalam melaksanakan pekerjaan instalasi motor listrik. Mengamalkan nilai-nilai ajaran agama sebagai tuntunan dalam melaksanakan pekerjaan instalasi motor listrik Sosial : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli . otong royong, kerjasama, toleran, dama. , santun, responsif dan proaktif, dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. Mengamalkan perilaku jujur, disiplin, teliti, kritis, rasa ingin tahu, inovatif dan tanggung jawab dalam melaksanakan pekerjaan instalasi motor listrik Menghargai kerjasama, toleransi, damai, santun, demokratis, dalam menyelesaikan masalah perbedaan konsep berpikirdalam melaksanakan pekerjaan instalasi motor listrik. Menunjukkan sikap responsif, proaktif, konsisten, dan berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam melaksanakan pekerjaan instalasi motor listrik. Pengetahuan : Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Teknik Instalasi Tenaga Listrik pada tingkat teknis, spesifik, detail, dan kompleks (T. Radya Sahisnu & Zulfi Khibron, 2019:. berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidangkerja yang spesifik untuk memecahkan masalah. Ketrampilan : Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecah masalah, mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret dan ranah abstrak, terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung. PENGETAHUAN KETERAMPILAN Memahami jenis dan karakteristik motor listrik. Memahami macam macam pengendali motor listrik. Menjelaskan komponen pengendali motor listrik. Menjelaskan gambar instalasi motor listrik 1 fasa dan 3 fasa dengan kendali elektromagnetik. Memahami cara pemasangan instalasi motor listrik dengan kendali elektromagnetik secara langsung (Direct On Lin. Memahami cara pemasangan instalasi pengendali motor listrik dengan elektromagnetik dengan 1 Membedakan jenis dan karakteristik motor listrik. 2 Membedakan macam macam pengendali motor listrik. 3 Memilih komponen pengendali motor 4 Membuat gambar rangkaian instalasi motor listrik 1 fasa dan 3 fasa dengan kendali elektromagnetik. 5 Memasang instalasi motor listrik dengan kendali elektromagnetik secara langsung (Direct On Lin. 6 Membuat instalasi pengendali motor listrik dengan elektromagnetik dengan JPVRA2022 Halaman 4 JURNAL PENDIDIKAN VOKASI RAFLESIA. VOLUME 2. NOMOR 2. TAHUN 2022 P-ISSN 2776-3897 E-ISSN 2776-3978 Nilai dan Evalaluasi Belajar Tugas yang perlu dilakukan guru adalah meningkatkan aktifitas belajar peserta didik, baik di sekolah maupun di rumah. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan metode mengajar yang dapat melibatkan sepenuhnya peserta didik dalam proses belajar. Metode mengajar seperti ini disebut juga metode peserta didik aktif yang menggunakan pendekatan keterampilan proses. Metode ini akan mempengaruhi kegiatan peserta didik dalam belajar. Totalitas peserta didik di dalam proses pembelajaran, dimana peserta didik secara aktif dan berpartisipasi secara individu dalam menyelesaikan masalah-masalah yang diberikan oleh guru. Keterlibatan peserta didik secara aktif, akan memberikan pengelaman peserta didik secara utuh, penggembaran materi pembelajaran secara jelas akan menghasilkan komunikasi multi arah. Keterlibatan secara emosional akan membuat materi semakin mudah di serap peserta didik. Bruse Joyce dan Marsha Weil . dalam Prismar . mengemukakan berbagai model mengajar yang dapat melibatkan peserta didik, baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif dalam belajar. Kelompok-kelompok metode mengajar yang dimaksud adalah information processing, the persone, the social, dan the behavioral system. Belajar adalah suatu proses atau upaya yang dilakukan setiap individu untuk mendapatkan perubahan tingkah laku, baik dalam bentuk pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai positif sebagai suatu pengalaman dari berbagai materi yang telah dipelajari (Djamaludin. Ahdar dan Wardana, 2019:. Setelah proses belajar mengajar dilakukan di dalam kelas, maupun di workshop, maka peserta didik perlu diberikan evaluasi utuk melihat tingkat dan ketercapaian tujuan Sebenarnya tes hasil belajar itu hanya merupakan Sebagian saja dari tes Tes hasil belajar amat luas penggunaanya (Sumadi Surayabrata 1997:. Evaluasi ini biasanya di tandai dengan adanya nilai. Nilai dapat berupa angka atau simbol . uruf atau leve. yang menggambarkan tahap ketuntasan atau penguasaan, baik dari pengetahuan maupun keterampilan. Evaluasi adalah suatu proses merencanakan, memperoleh, dan menyediakan informasi yang sangat diperlukan untuk membuat alternatifalternatif keputusan (Mehrens & Lehmann, 1975:5 dalam Ngalim Purwanto, 1990:. Hasil belajar. CT Morgan (Psikologi pendidikan, 1972:102 dalam Yon Harista, 1999:. mengartikan bahwa Aihampir setiap tingkah laku yang kita perhatikan adalah hasil belajar, baik yang mengenai pelajaran sekolah, nilai-nilai sosial, mengenal adat istiadat kebiasaan ataupun mengenai motive-motiveAn. Sedangkan Baharuddin dan Esa Nur Wahyuni . mengartikan hasil belajar adalah . Aiperubahan yang dapat dilihat dan tidak peduli apakah hasil tersebut menghambat atau tidak pada proses adaptasi seseorang terhadap kebutuhankebutuhan dengan masyarakat dan lingkungannyaAy Belajar adalah sebuah proses perubahan manusia kea rah yang lebih baik dan Perubahan terjadi di lingkungan sekitar, menyebabkan setiap orang harus Adaptasi ini tentu sesuai dengan kebutuhan atas dirinya sendiri dan kebutuhan lingkungan atas dirinya, tidak peduli apakah positif atau negative (Baharuddin dan Esa Nur Wahyuni, 2020:. Maka, apabila peserta didik memiliki kebutuhan maka mereka akan bekerja keras untuk menyelesaikan tugas-tugas belajar dengan sebaik-baiknya dan mendapatkan hasil belajar yang terbaik (Atkinson, 1965 dalam Prismar, 1999:. Prinsip-prinsip Dasar Tes Hasil Belajar Pertama, tes harus mengukur secara jelas hasil belajar . earning outcome. yang telah ditetapkan sesuai dengan tujuan instruksional. Penilaian terhadap hasil belajar harus mempunyai arah sehingga mencerminkan isi pengetahuan, keterampilan peserta didik yang Dengan demikian hasil pengukuran akan valid, yaitu dengan mengukur apa yang memang seharusnya diukur (Purwanto. M Ngalim, 2009:. Untuk memperoleh hasil pengukuran yang valid, guru harus mampu merumuskan tujuan dengan jelas, sehingga memudahkan untuk menysusun tes yang relevan. Kedua, mengukur JPVRA2022 Halaman 5 JURNAL PENDIDIKAN VOKASI RAFLESIA. VOLUME 2. NOMOR 2. TAHUN 2022 P-ISSN 2776-3897 E-ISSN 2776-3978 sampel yang representatif dari hasil belajar dan bahan pelajaran yang telah diajarkan. Hasilhasil pengukuran . valuasi belaja. yang diperoleh peserta didik dalam jangka waktu tertentu dapat diungkapkan keseluruhannya. Ketiga, mencakup bermacam-macam bentuk soal yang benar-benar cocok untuk mengukur hasil belajar yang diinginkan sesuai dengan tujuan. Bloom mengenal adanya hasil belajar berupa pengetahuan . , afektif . , dan psikomotorik . , ketiga jenis belajar ini perlu dirinci guna memeperoleh hasil evaluasi yang benar-benar valid. Keempat, evaluasi didesain dengan kegunaannya, kelima, dibuat aeandal . mungkin sehingga mudah diintepretasikan dengan baik, dan keenam, digunakan untuk memperbaiki cara belajar peserta didik dan cara mengajar guru. Dari penjelasan diatas, maka dalam penelitian ini akan dijawab Aiapakah ada kontribusi Nilai Gambar Teknik (GT) terhadap hasil belajar Instalasi Motor Listrik (IML) peserta didik kelas XI Teknik Instalasi Tenaga Listrik. SMK Negeri 1 Rejang Lebong?An. Disamping sebagai perolehan data untuk pengembangan, data ini juga akan memaparkan efektifitas dari metode pengajaran yang dilakukan oleh peneliti. METODOLOGI PENELITIAN Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif (Nana Syaodih Sukmadinata 2009:. , dimana hasilnya nanti akan mendeskripsikan keadaan yang berkenaan dengan kasus-kasus tertentu (Nana Syaodih Sukmadinata, 2009:. Penelitian ini dilakukan kepada subjek yang berkenaan dengan spesifikasi khas dari keseluruhan personalitas (Maxfield, 1. dalam Prismar . Peneliti ingin mempelajari secara intensif kontribusi dari hasil evalausi belajar . dari mata pelajaran Gambar Teknik yang telah diperoleh peserta didik pada tahun pelajaran terdahulu dengan hasil evaluasi belajar . dari mata pelajaran instalasi motor listrik yang menjadi subjek. Hasil penelitian ini merupakan suatu generalisasi dari pola-pola kasus dari peserta didik yang ada di kelas XI Teknik Instalasi Tenaga Listrik. Sesuai dengan keterangan di atas, maka jenis penelitian ini adalah Studi Kasus atau Penelitian Kasus (Case Stud. Studi kasus adalah penelitian tentang status subjek penelitian yang berkenaan dengan kejadian tertentu dalam situasi tertentu pula (Nazir, 1. dalam Prismar . Penelitian ini bermaksud memahami fenomena tentang yang dialami oleh subjek penelitian, deskripsi dalam bentuk kata-kata dan Bahasa, serta memanfaatkan metode ilmiah tertentu (Moleong. Lexy J, 2010:. Populasi dan Sampel Populasi Populasi adalah seluruh objek atau individu yang menjadi sasaran penelitian. Populasi merupakan sekelompok subjek, individu objek atau kejadian yang mempunyai minimal satu karakteristik yang sama dan memiliki ciri-ciri yang telah ditetapkan (Nuryadi, 2017:. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah peserta didik kelas XI Teknik Instalasi Tenaga Listrik Tahun 2021 SMK Negeri 1 Rejang Lebong. Jumlah populasi adalah 59 Orang. Sampel Sampel merupakan bagian dari populasi yang dipilih adalah bagian dari populasi yang diambil untuk dijadikan objek pengamatan langsung dan dijadikan dasar dalam pengambilan kesimpulan (Nuryadi, dkk, 2017:. Merupakan bagian dari populasi yang dipilih untuk meneliti populasi itu sendiri (Izaak Lanuta, 1976 dalam Prismar, 1999:. Dengan demikian, sampel adalah sebagian dari populasi yang mewakili populasi tersebut (Nuryadi, dkk, 2017:. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah Total Sampling. Maka yang menjadi sampel pada penelitian ini adalah peserta didik sebanyak 59 peserta didik kelas XI Teknik Instalasi Tenaga Listrik tahun 2021. Teknik pengambilan sampel adalah dengan menggunakan teknik total sampling (Husaini Usman dan Purnomo. SA, 1. dalam Prismar . Dalam teknik sampling tidak ditemukan standar baku tentang jumlah sampel yang harus ditentukan oleh peneliti. Berapa besar jumlah sampel yang harus ditetapkan atau Hal ini tentunya kembali kepada kondisi heterogenitas atau homogenitas populasi. Satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah keterwakilan populasi dengan sampel yang ada (Mundir, 2012:. Dengan mempertimbangkan bahwa penelitian ini merupakan JPVRA2022 Halaman 6 JURNAL PENDIDIKAN VOKASI RAFLESIA. VOLUME 2. NOMOR 2. TAHUN 2022 P-ISSN 2776-3897 E-ISSN 2776-3978 penelitian kontribusi . , maka dapat diambil sampel paling sedikit 30 orang dari skala 100 . tau bisa diambil semua polpulasi berjumlah 59 orang menjadi sampel/total samplin. (Mundir, 2012:. Jenis dan Sumber Data Jenis data pada penelitian ini adalah data skunder yaitu data yang diambil dari : Nilai Mata pelajaran Gambar Teknik Peserta didik Kelas X Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL) tahun pelajaran 2020/2021 . emester gena. , dan Nilai Mata pelajaran Instalasi Motor Listrik peserta didik kelas XI Teknik Instalasi tenaga Listrik (TITL) tahun pelajaran 2021/2022 . emester ganji. Teknik Pengumpulan Data Dalam penelitian ini, peneliti melakukan pengumpulan data dengan mengumpulkan informasi dan nilai melalui Guru bidang studi Gambar Teknik, data orisinil, dan dari peneliti sendiri Guru mata pelajaran Instalasi Motor Listrik kelas XI TITL SMK Negeri 1 Rejang Lebong, dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut : Nilai Mata pelajaran Gambar Teknik (GT) peserta didik kelas X TITL Tahun pelajaran 2020/2021, dihimpun melalui Guru mata pelajaran Gambar Teknik, nilai yang diambil adalah nilai semester genap, namun nilai semester ganjil tetap menjadi pertimbangan. Hal ini mengingat sistem kenaikan kelas, diambil berdasarkan nilai komulatif antara semester ganjil dan genap, sehingga nilai akhir (NA) tidak akan jauh berbeda dengan nilai semester genap, dan Nilai mata pelajaran Instalasi motor listrik (IML) peserta didik kelas XI TITL tahun pelajaran 2021/2022, diambil dari dokumentasi nilai peneliti, karena peneliti sendiri yang telah mengambil nilai tersebut, dengan ketentuan penilaian orisinil. Teknik Analisa Data Dalam penelitian ini, peneliti melakukan teknik analisis data dengan mengumpulkan informasi dan nilai melalui Guru bidang studi Gambar Teknik kelas X . ahun 2020/2. data orisinil, dan dari peneliti sendiri Guru mata pelajaran Instalasi Motor Listrik kelas XI TITL SMK Negeri 1 Rejang Lebong, dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut : Objek peserta didik adalah peserta didik yang sama, hanya berbeda tahun pembelajarannya, yaitu pada tahun 2020/2021 dan 2021/2022. Pengelompokan nilai Mata pelajaran Gambar Teknik (GT) yang dikategorikan rendah dan tinggi dengan menggunakan kurva norman . ormal curv. Dengan persamaan sebagai berikut ini. Penentuan nilai Mata pelajaran Instalasi Motor Listrik (IML) untuk kategori nilai GT rendah dan tinggi. Penentuan rata-rata Instalasi Motor Listrik untuk kedua kelompok tersebut. Penentuan beda nilai rata-rata dari kedua kelompok nilai tersebut. Dari langkah-langkah ini, didapat nilai perbedaan masing-masing kelompok nilai tersebut dengan melakukan uji beda, sebagaimana rumus berikut mengemukakan formulanya sebagai berikut: Dimana : = derajad pembeda, terdiri dari t hitung dan t tabel. MX1 = Nilai rata-rata dari kelompok peserta didik yang memperoleh nilai Gambar Teknik MX2 = Nilai rata-rata dari kelompok peserta didik yang memperoleh Gambar Teknik AeycU12 = Jumlah nilai x1, yaitu selisih dari nilai Instalasi Motor Listrik (IML) dan rata-rata kelompok nilai GT tinggi. JPVRA2022 Halaman 7 P-ISSN 2776-3897 E-ISSN 2776-3978 JURNAL PENDIDIKAN VOKASI RAFLESIA. VOLUME 2. NOMOR 2. TAHUN 2022 AeycU22 = Jumlah nilai x2, yaitu selisih dari nilai Instalsi Motor Listrik (IML) dan rata-rata kelompok nilai GT rendah, = Jumlah sampel Nilai GT tinggi, = Jumlah sampel Nilai GT rendah. Derajad Kebebasan Derajat bebas atau kebebasan . egree of freedo. adalah banyaknya kebebasan untuk memberi nilai kepada suatu variabel. Pemberian syarat kepada suatu variabel menyebabkan berkurangnya derajat bebas (Kadir, 2010:. Untuk menguji keberartian perbedaan yang diberikan oleh Nilai GT kelas X TITL, terhadap hasil belajar IML kelas XI, dilakukan dengan membandingkan t hitung dengan t tabel. Untuk derajad kebebasan db = n1 n2 - 2, pada taraf siginifikan 5%. Jika t hitung sama atau lebih besar dari t tabel, maka hipotesa alternatif diterima kebenarannya. Sebaliknya jika t hitung lebih kecil dari t tabel, maka hipotesa alternatif ditolak, atau tidak diterima kebenarannya (Kadir, 2019:. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dan Analisa Untuk mencapai keberhasilan dalam pembelajaran tidaklah semudah yang dibayangkan. Banyak faktor-faktor yang akan mempengaruhinya, baik faktor yang datangnya dari dalam maupun dari luar diri peserta didik. Salah satu faktor yang cukup mendominasi selama proses pembelajaran berlangsung (PBM) adalah motivasi . orongan, daya penggera. Motivasi itu bisa datangnya dari dalam maupun dari luar. Dari hasil analsa data yang dikumpulkan, akan terdapat beberapa variasi dalam perolehan Dari beberapa aspek data yang diberikan, terdapat beberapa bagian yang cukup memberikan informasi faktual dan aktual, tetapi juga ada beberapa data yang kesulitan untuk diperoleh, dan setelah diperolah, perlu dioalah terlebih dahulu untuk dijadikan data penelitian. Namun itu semua diarahkan pada melihat kontribusi hasil belajar . GT pada saat peserta didik kelas X terhadap hasil belajar . IML pada saat ini. Dalam penelitian studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui, apakah terdapat perbedaan yang berarti terhadap hasil belajar Instalasi Motor Listrik yang diberikan oleh kontribusi hasil belajar . mata pelajaran Gambar Teknik . elas X) Teknik Instalasi Tenaga Listrik SMK Negeri 1 Rejang Lebong. Selanjutnya untuk memperoleh nila indeks perbedaan, maka dilakukan dengan menggunakan langkah-langkah yang ditentukan sebagai berikut ini: Pengumpulan dan tabulasi komparasi nilai Gambar teknik (GT) kelas X dan nilai Instalasi Motor Lstrik (IML) kelas XI, kedua daftar rekapitulasi nilai ini digunakan sebagai data mentah, dan masukan untuk analisa selanjutnya. Pengelompokan Nilai Gambar Teknik peserta didik kelas X TITL SMK Negeri 1 Rejang Lebong, yang dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok. Kelompok Nilai GT rendah dan kelompok Nilai GT tinggi. Untuk menentukan kelompok dari nilai tersebut, dengan cara mencari harga skor baku . dari setiap nilai. Kadir . dalam mengemukakan persamaan sebagai berikut : Dimana: = Nilai Gambar Teknik peserta didik ya = Nilai rata-rata Gambar Teknik = Standar Deviasi Untuk memperoleh nilai standar deviasi, digunakan rumus sebagai berikut: JPVRA2022 Halaman 8 P-ISSN 2776-3897 E-ISSN 2776-3978 JURNAL PENDIDIKAN VOKASI RAFLESIA. VOLUME 2. NOMOR 2. TAHUN 2022 Jadi nilai z untuk setiap Nilai Gambar Teknik peserta didik dapat dilihat pada tabel berikut ini : Tabel 1. Daftar Nilai skor baku . setiap nilai peserta didik Berdasarkan data yang diperoleh, untuk hasil belajar Instalasi Motor Listrik (IML) dari kedua kelompok Nilai GT tersebut dapat di lihat pada tabel berikut ini. Tabel 2. Data kelompok nilai JPVRA2022 Halaman 9 JURNAL PENDIDIKAN VOKASI RAFLESIA. VOLUME 2. NOMOR 2. TAHUN 2022 P-ISSN 2776-3897 E-ISSN 2776-3978 Mean rata-rata dari nilai Instalasi Motor Listrik (IML) untuk kategori nilai GT rendah Mean rata-rata dari Instalasi Motor Listrik (IML) untuk kategori nilai GT tinggi adalah: Beda dari kedua nilai rata-rata : Beda nilai rata-rata yang diperoleh sebesar -1,08, maka kontribusi Nilai Gambar (GT) Teknik Kelas X terhadap Hasil belajar mata pelajaran Instalasi Motor Listrik (IML) kelas XI SMK Negeri 1 Rejang Lebong Tidak Berarti. JPVRA2022 Halaman 10 JURNAL PENDIDIKAN VOKASI RAFLESIA. VOLUME 2. NOMOR 2. TAHUN 2022 P-ISSN 2776-3897 E-ISSN 2776-3978 Untuk menguji keberartian kontribusi dilakukan uji beda t dengan menggunakan formula dan perhitungan sebagai berikut: Pembahasan Setelah dilakukan perhitungan, diperoleh indeks perbedaan uji t adalah sebesar 0,004333062, sedangan menurut tabel, untuk df = 57 . pada taraf signifikan 5%, diperoleh nilai t tabel = 2,00. Dengan demikian t hitung lebih kecil . dari t tabel, maka hipotesa tidak diterima kebenarannya. Maka dapat ditarik kesimpulan, tidak terdapat kontribusi yang berarti, yang diberikan oleh Nilai Hasil belajar mata pelajaran Gambar Teknik kelas X terhadap hasil belajar mata pelajaran Instalasi Motor Listrik kelas XI peserta didik Teknik Instalasi Tenaga Listrik SMK Negeri 1 Rejang Lebong. Dengan demikian dapat dinyatakan kemampuan dalam pembelajaran Gambar Teknik menjadi salah satu penunjang keberhasilan dalam pembelajaran mata pelajaran Instalasi Motor Listrik. Berdasarkan hasil pengolahan data yang dikemukakan di atas, dapat dikatakan bahwa tidak selalu nilai Gambar Teknik yang memiliki nilai yang tinggi memiliki kemampuan yang cuku tinggi pula pada mata pelajaran Instalasi Motor Listrik. Dari analisa data yang diperoleh ternyata nilai Gambar Teknik tidak memberikan kontribusi yang cukup tinggi terhadap hasil belajar Instalasi Motor Listrik. Namun dari hasil yang telah dicapai seharusnya bisa ditingkatkan. Dengan orientasi terhadap penalaran dalam gambar teknik, dapat membantu dalam pemahaman pada gambar di mata pelajaran Instalasi Motor Listrik. Meningkatkan kompetensi peserta didik dalam program pembelajaran Gambar Teknik dengan banyak berlatih dengan pendekatan aplikasi pada diri peserta didik. Memberikan pengenalan fasilitas gambar, beserta petunjuk dan panduan yang disusun sesuai dengan kebutuhan peserta didik, selain menggambar manual juga difasilitasi dengan menggambar berbantuan komputer. Mengenal kreasi-kreasi alternatif, membuat pembelajaran gambar teknik lebih menarik, modern, dan teraplikasi langsung pada dunia kerja dan dunia usaha. Menggunakan peralatan gambar yang mampu dijangakau oleh kemampuan peserta didik, mengingat sebagian besar peserta didik berasal dari keluarga ekonomi menengah ke bawah, terutama berkaitan dengan pendekatan industri atau dunia usaha. Sekolah hendaknya memfasilitasi peserta didik, seperti penyediaan kertas gambar, perlengkapan menggambar teknik, komputer beraplikasi gambar teknik listrik . eperti Autocad Electrical. QelectroTech, 3Dmax for Electric, dan lain-lai. KESIMPULAN DAN SARAN Memahami tentang teori pembelajaran peserta didik merupakan potensi awal bagi setiap guru dalam usaha memaksimalkan dan mengoptimalkan proses pembelajaran dan interaksi yang terjadi di kelas. Salah satu teori yang cukup membantu adalah motivasi. Motivasi secara umum berarti daya dorong atau penggerak. Motivasi bisa datangnya dari luar maupun dari dalam diri peserta Faktor yang mendominasi dan mempengaruhi motivasi adalah minat. Strategi pembelajaran yang dibawa oleh guru didalam proses interaksi di dalam kelas yang Rencana Program Pembelajaran. modul/handout/ lembar pembelajaran. job sheet, dan Di sekolah menengah kejuruan (SMK), pembelajaran yang terjadi adalah proses JPVRA2022 Halaman 11 JURNAL PENDIDIKAN VOKASI RAFLESIA. VOLUME 2. NOMOR 2. TAHUN 2022 P-ISSN 2776-3897 E-ISSN 2776-3978 Pengetahuan . , sikap . , dan keterampilan/skill . Peserta didik dilatih dan diarahkan untuk memiliki kompetensi dan kemampuan berkompetisi, baik secara pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Sarana yang memfasilitasi sehingga kesemua tujuan itu dapat terpenuhi dan terkondisi terhadap proses pembelajaran. Selama proses pembelajaran terjadi interaksi antara guru dan peserta didiknya. Salah satu bentuk untuk mengetahui hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran adalah dengan dilakukannya serangkaian tes, baik pos test, free test, maupun ujian lainnya. Evaluasi ini bertujuan untuk mengukur, seberapa besar daya serap peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran yang telah mereka lakukan. Menyusun instrumentasi tes, dengan menggunakan petunjuk dari kementerian pendidikan, maka akan menyangkut tiga macam penilaian, yaitu penilaian kognitif, penilaian psikomotorik, dan penilaian afektif. Setelah dilakukan penilaian, maka diperoleh nilai, dan dengan nilai itu yang memang seharusnya minimal sama dengan KKM (Kriteria Kekuntasan Minima. , maka peserta didik akan naik kelas ke jenjang berikutnya. Setelah peserta didik naik ke jenjang berikutnya, maka kendala akan nampak. Aspek hasil penilaian pada mata pelajaran lalu, tidak mendukung pencapaian pelajaran yang diterima pada jenjang saat ini. Hal ini menimbulakan pertanyaan, apakah memang ada kontribusi hasil belajar mata pelajaran terdahulu dengan hasil belajar dari pelajaran pada saat Ketertarikan ini menyebabkan mencari kontribusi pada mata pelajaran Gambar Teknik terhadap mata pelajaran Instalasi Motor Listrik. Melalui serangkaian pengambilan data, dilanjutkan dengan analisa data, kemudian pengujian, maka diperoleh hasil, dengan total sampling peserta didik kelas XI TITL tahun 2021/2022 yaitu sebanyak 59 peserta didik, diperoleh data-data rata-rata nilai Pengetahuan gambar teknik 55,36 . , keterampilan 41,32, rata-rata akhir 48,34. Dari data mata pelajaran Instalasi Motor listrik diperoleh nilai rata-rata pengetahuan 71,84 . ada skala . , keterampilan 71,30, dan ratarata akhir 71,57. Pada hasil pengelompoka skor baku, diperoleh hasil bahwa kelompok tinggi dari total populasi, 64% pada posisi rendah, dan 36% pada posisi tinggi. Pada akhirnya didapat nilai derajad pembeda sebesar 0,004, yang dengan demikian, tidak terdapat kontribusi yang signifikan hasil belajar gambar teknik terhadap hasil pembelajaran instalasi motor listrik. Namun perlu menjadi catatan bahwa rerata hasil perhitungan data memberi informasi bahwa banyak hal yang harus diperbaiki. Terutama pada masa pandemi ini, kolaborasi sistem pembelajaran, dengan tetap menjadikan peserta didik sebagai pusat pembelajaran, sangat diperlukan untuk terus mempertahankan peserta didik yang masih ingin belajar dan mengurangi dampak dari pandemi. Selama proses penelitian ini, ada beberapa hal yang perlu di cermati. Terus memperhatikan proses evaluasi, jangan sampai evaluasi yang dilakukan tidak mencerminkan kemampuan peserta didik yang sebenarnya. Lemahnya sistem pembelajaran sebagai dampak dari pandemi, sebagai faktor yang tidak dapat peneliti kendalikan, menyangkut metodologi pembelajaran dan kemampuan peserta didik dalam menyerap ilmu pengetahuan, sehingga keberagaman dalam pemenuhan kompetensi sangat terlihat terutama pada mata pelajaran gambar teknik. Kedepan, dengan didapatnya data-data evaluasi pembelajaran ini, maka diharapkan dapat dilakukan Tindakan Kelas, untuk memperoleh penyelesaian masalah yang konkrit terkait dengan evaluasi pembelajaran, metodologi, pedekatan sehingga dapat menggambarkan proses yang maksimal dalam pembelajaran, meskipun proses pembelajaran terjadi Daring dan Luring. Diperlukan penelitian lebih lanjut, dengan keberagaman input data, karena dengan melihat kontribusi satu mata pelajaran terhadap mata pelajaran lain, tidak terlalu memuaskan peneliti, maka ke depan, perlu kolaborasi beberapa mata pelajaran dalam aspek penelitian yang lain. Penelitian ini perlu disempurnakan, kelemahan yang terjadi adalah adanya perbedaan dalam metode penilaian dan evaluasi antara mata pelajaran gambar teknik dan mata pelajaran instalasi motor listrik, walaupun sama-sama mata pelajaran kejuruan, namun sedikit berbeda dalam hal evaluasi. JPVRA2022 Halaman 12 P-ISSN 2776-3897 E-ISSN 2776-3978 JURNAL PENDIDIKAN VOKASI RAFLESIA. VOLUME 2. NOMOR 2. TAHUN 2022 DAFTAR PUSTAKA