Mosharafa Jurnal Pendidikan Matematika Volume 2. Nomor 2. Mei 2013 PERBANDINGAN KEMAMPUAN BERPIKIR REFLEKTIF ANTARA SISWA YANG MENDAPATKAN PENDEKATAN OPEN ENDED DENGAN KONVENSIONAL Yofi Nurul Andriani Sukanto Sukandar Madio STKIP Garut ABSTRAK Hasil Peneliti ini yaitu analisis data dan pengujian hipotesis untuk tes akhir diperoleh Zhitung = 2,57 dan pada taraf siginifikansi 0. 01 diperoleh Ztabel = 2,33, maka Zhitung . > Ztabel . , sehingga Ha diterima. Oleh karena itu dapat kesimpuian bahwa hasil belajar matematika siswa yang menggunakan pendekatan open ended lebih baik dari pada yang menggunakan pembeiajaran Ada faktor-faktor lain dari pendekatan open ended terhadap hasil belajar matematika siswa, faktor itu meliputi pemahaman konsep seorang sum terhadap materi dan pendekatan open ended maupun karakter siswa yang heterogen yang menitik beratkan pembeiajaran pada siswa lebih aktif dalam mencari dan menemukan metode dalam menyelesaikan soal matematika. ABSTRACT The results of this Researcher that is data analysis and hypothesis testing to test the end of retrieved Zhitung = 2. 57 and at siginifikansi level 0. 01 retrieved Ztabel = 2. 33, then Zhitung . > Ztabel . , so the Ha is received. Therefore it can be kesimpuian that the results of the students learn math using the open ended approach is better than using the conventional There are factors other than open ended approach against the results of learning math students, factors that include an understanding of the concept of a sum against the material and approach the open ended character of the students as well as heterogeneous pembeiajaran operates on the students more active in seeking and finding method in solving math problems. PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Dunia pendidikan saat ini memusatkan mutu pendidikan pada peningkatan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang didalamnya terdapat guru dan peserta didik yang memiliki perbedaan kemampuan, keterampilan, filsafat hidup, dan lain sebagainya. Adanya perbedaan tersebut menjadikan pembelajaran sebagai proses pendidikan memerlukan siasat, pendekatan, metode, dan teknik yang bermacam-macam sehingga peserta didik dapat menguasai materi dengan baik dan mendalam. Matematika merupakan pelajaran yang membutuhkan pemahaman yang ISSN 2086-4280 serius oleh peserta didik, apalagi jika dikaitkan dengan kemampuan peserta didik dalam memecahkan masalah yang ada dalam pelajaran tersebut. Sebagian besar peserta didik belum mampu menghubungkan materi yang dipelajari dengan pengetahuan yang digunakan atau dimanfaatkan. Hal ini disebabkan karena penggunaan sistem pembelajaran yang yang kurang tepat yaitu peserta didik hanya diberi pengetahuan secara lisan . , sedangkan peserta didik membutuhkan konsep-konsep yang Karena belajar matematika yang diberikan tidak hanya transfer pengetahuan tetapi sesuatu yang harus Mosharafa Jurnal Pendidikan Matematika Volume 2. Nomor 2. Mei 2013 dipahami oleh peserta didik yang akan diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Belajar matematika akan lebih bermakna jika peserta didik mengalami sendiri apa mengetahui secara lisan saja. Kemampuan berpikir reflektif adalah kemampuan mengidentifikasi masalah, membatasi dan merumuskan pemecahan masalah dan melakukan tes untuk menguji solusi pemecahan masalah serta menggunakan sebagai Pada pembelajaran di sekolah yang terjadi saat ini adalah memorisasi bahan-bahan pelajaran dan mengesampingkan apakah hal tersebut bermakna bagi peserta didik atau sebaliknya. Peneliti menemukan suatu bentuk model pembelajaran yang kurang memberdayakan peserta didik sebagai penerima pengetahuan untuk lebih efektif dan berperan serta dalam Peneliti mengambil materi pokok persamaan satu variabel karena Peneliti melihat bahwa peserta didik mengalami banyak kesulitan pada materi ini. Kenyataan ini dapat dilihat dari hasil belajar pada Materi Pokok ini pada tahun-tahun sebelumnya, yaitu masih banyak peserta didik yang belum mencapai batas tuntas yang telah Kesulitan yang dialami dikarenakan kurangnya pemahaman dan kekurangtertarikan peserta didik pada pelajaran matematika. Salah satu faktor kekurangtertarikan peserta didik adalah suasana kelas yang pasif serta sebagian peserta didik terlanjur menganggap bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit sehingga kecenderungan kelas menjadi tegang, karena itulah diperlukan guru yang aktif dan kreatif dalam kegiatan pembelajaran sehingga peserta didik dapat menguasai materi dan ISSN 2086-4280 mencapai tujuan pembelajaran yang Berdasarkan uraian di atas, penelitian ini mengangkat judul sebagai berikut: AuPerbandingan Kemampuan Berpikir Reflektif antara Siswa yang Mendapatkan Pendekatan Open Ended dengan KonvensionalAy. Rumusan Masalahan Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka rumusan permasalahan yang akan diungkap dalam penelitian ini adalah: AyApakah kemampuan berpikir replektif siswa yang mendapatkan pendekatan open ended lebih baik dibandingkan dengan konvensional?Ay II. TINJAUAN PUSTAKA Belajar dan Pembelajaran Pengertian Belajar Belajar merupakan proses internal yang kompleks. Hal ini karena melibatkan seluruh aspek mental, yang meliputi ranah kognitif, afektif, dan Dari segi guru, proses belajar tersebut dapat diamati secara langsung, artinya proses internal peserta didik dapat diamati dan dipahami oleh Proses belajar tersebut terlihat melalui perilaku peserta didik ketika mempelajari bahan ajar. Perilaku tersebut merupaka respon peserta didik terhadap tindakan belajar dan mengajar dari guru. Dapat disimpulkan bahwa: belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu secara terus menerus untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksinya dengan lingkungan. Pengertian Pembelajaran Menurut Sagala . 7: . Pembelajaran ialah rnembelajarkan siswa menggunakan asas pendidikan maupun teori belaiar merupakan penentu Pembelajaran komunikasi dua arah, mengajar Mosharafa Jurnal Pendidikan Matematika Volume 2. Nomor 2. Mei 2013 diakukan oleh pihak guru sebagai pendidik, sedangkan belajar dilakukan oleh peserta didik atau murid. Konsep pembeiajaran menurut Corey . adalah suatu proses dimana lingkungan seseorang secara disengaja dikelola. untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi-kondisi menghasilkan respons terhadap situasi tertentu, pembelajaran merupakan subset khusus dari pendidikan. Mengajar menurut William H. Burton adalah upaya memberikan stimulus. pengarahan, dan dorongan kepada siswa agar terjadi proses belajar. Kemampuan Berpikir Replektif Berpikir reflektif . eflective thinkin. merupakan bagian dari metode penelitan yang dikemukakan oleh John Dewey. Pendapat Dewey menyatakan bahwa pendidikan merupakan proses sosial dimana anggota masyarakat yang belum matang . erutama anak-ana. diajak ikut berpartisipasi dalam masyarakat. Tujuan pendidikan adalah memberikan kontribusi dalam perkembangan pribadi dan sosial seseorang melalui pengalaman dan pemecahan masalah yang berlangsung secara reflektif (Reflective Thinkin. Siswa mengenali masalah, masalah itu datang dari luar diri siswa itu Selanjutnya siswa akan menyelidiki dan menganalisa kesulitannya dan Lalu dia menghubungkan uraianuraian hasil analisisnya itu atau satu sama lain, dan mengumpulkan Dalam bertindak ia dipimpin oleh pengalamannya sendiri. Kemudian kemungkinan jawaban atau hipotesis dengan akibatnya masing-masing. ISSN 2086-4280 Selajutnya ia mencoba mempraktekkan salah satu kemungkinan yang dipandangnya Hasilnya akan membuktikan betul-tidaknya pemecahan masalah Bilamana pemecahan masalah itu salah atau kurang tepat, maka akan di cobanya kemungkinan yang lain masalah yang tepat. Pembelajaran Konvensional Menurut Percival F dan Ellington H (Dalam Sudjarwo, 1998: . pendidikan yang berorientasi pada guru adalah pendidikan yang konvensional dimana hampir seluruh kegiatan pembelajaran dikendalikan oleh guru. Keuntungan konvensional adalah memudahkan untuk sumber-sumber mempermudah penggunaan jadwal yang Sedangkan kelemahan model pembelajaran konvensional antara lain: Keberhasilan belajarnya bergantung pada ketrampilan dan kemampuan guru. Kemungkinan masih banyak salah Metode belajar aktual yang akan diterapkan mungkin tidak sesuai untuk mengajar ketrampilan dan sikap yang diinginkan. Pembelajaran cenderung bersikap memberi atau menyerahkan pengetahuan dan membatasi jangkauan peserta didik, sehingga peserta didik terbatas dalam memilih topik yang disukai dan relevandengan paket ketrampilan yang dipelajari. Pendekatan Open Ended dalam Pembelajaran Matematika Pengertian Pendekatan Open Ended Menurut Suherman dkk . problem yang diformulasikan memiliki multijawaban yang benar disebut problem tak lengkap atau disebut juga Open-Ended problem atau soal terbuka. Siswa yang dihadapkan dengan Open- Mosharafa Jurnal Pendidikan Matematika Volume 2. Nomor 2. Mei 2013 Ended problem, tujuan utamanya bukan untuk mendapatkan jawaban tetapi lebih menekankan pada cara bagaimana sampai pada suatu jawaban. Dengan mendapatkan jawaban, namun beberapa atau banyak. Sifat AuketerbukaanAy dari suatu masalah dikatakan hilang apabila hanya ada satu cara dalam menjawab permasalahan yang diberikan atau hanya ada satu jawaban yang mungkin untuk masalah tersebut. Contoh penerapan masalah Open-Ended dalam kegiatan pembelajaran adalah ketika siswa diminta mengembangkan metode, cara atau pendekatan yang berbeda dalam menjawab permasalahan yang diberikan bukan berorientasi pada jawaban . Pembelajaran dengan pendekatan Open-Ended memberikan masalah terbuka kepada Kegiatan pembelajaran harus mengarah dan membawa siswa dalam menjawab masalah dengan banyak cara serta mungkin juga dengan banyak jawaban . ang bena. , sehingga merangsang kemampuan intelektual dan pengalaman siswa dalam proses menemukan sesuatu yang baru. Kegiatan Pembelajaran Matematika Dengan Pendekatan Open Ended Menurut Nohda . alam Tim MKPBM UPI, 2001: . Au Tujuan dari pembelajaran open ended adalah untuk membantu mengembangkan kegiatan kreatif dan pola pikir matematis siswa melalui problem solving secara simultan Au. Dengan kata lain kegiatan kreatif dan pola pikir matematis siswa harus dikembangkan semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan setiap siswa. Pembelajaran seperti ini yang diterapkan di kelas akan memberi kesempatan kepada siswa untuk berpikir dengan bebas sesuai dengan minat dan kemampuan siswa sehingga aktivitas siswa di kelas penuh dengan Au kebebasan ISSN 2086-4280 Au dan penuh dengan ide-ide matematika yang pada gilirannya akan memacu kemampuan berpikir tingkat tinggi Pendekatan open ended menjanjikan suatu kesempatan kepada siswa untuk menginvestigasi berbagai strategi dan cara yang diyakininya sesuai dengan kemampuan mengelaborasi permasalahan. Tujuannya adalah agar kemampuan berpikir matematik siswa dapat berkembang secara maksimal dan pada saat yang sama kegiatanAekegiatan kreatif dari setiap siswa terkomuni-kasikan melalui proses belajar menga-jar. Hal inilah yang menjadi inti dari pembelajaran open-ended, yaitu pembelajaran yang membangun kegiatan intraktif antara matematika dan siswa sehingga mengundang siswa untuk berbagai strategi. METODOLOGI PENELITIAN Metode Penelitian Mengacu pada rumusan masalah metode penelitian yang penulis gunakan disini adalah metode eksperimental. Fungsi berdasarkan informasi yang diterima peserta didik bisa menjelaskan apa yang telah dilakukan, selanjutnya menyadari kesalahan dan memperbaikinya, dan mengkomunikasikan ide dengan simbol atau gambar bukan dengan objek Dimana penelitian ini dilakukan untuk mengetahui reflektifitas pembelajarannya menggunakan pendekatan open ended. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Nazir dan Suparman (Rufaidah,2009: . bahwa tujuan penelitian eksperimen adalah untuk menyelidiki ada tidaknya huubngan sebab akibat serta berapa besar hubungan sebab akibat dengan cara memberikan perlakuan-perlakuan tertentu pada kelas eksperimen dan menye- Mosharafa Jurnal Pendidikan Matematika Volume 2. Nomor 2. Mei 2013 diakan kelompok control untuk perbandingan validitas. Populasi dan sampel Penelitian ini dilaksanakan di kelas X SMK Pasundan I Garut tahun pelajaran 2013/2014. Pengambilan penelitian ini menggunakan teknik cluster random sampling. Dengan menggunakan teknik cluster random sampling dipilih dua kelas sebagai sampel, dan dipilih acak lagi sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol. Variabel Penelitian Variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Variabel bebas dalam penelitian ini adalah adalah penggunaan pendekatan open ended dan konvensional Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kemampuan berpikir replektif matematika peserta didik IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bagian ini diuraikan analisis data penelitian. Analisis data penelitian ini adalah sebagai berikut: Analisis Data Pre-test Uji Normalitas Setelah melakukan pengolahan data Pre-test, diperoleh nilai rata-rata dan simpangan baku dari kedua kelas eksperimen dan kelas kontrol seperti pada tabel berikut: Tabel 1 Rata-rata dan Simpangan Baku Hasil Pre-test Kelas Eksperimen Kontrol Rata-rata Hitung 18,96 Simpangan Baku 4,63 Data di atas dapat dilihat pada lampiran D. Nilai tersebut diperoleh dengan cara mengolah data Pre-test dengan menggunakan kalkulator Casio fx-350 ES. Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan statistika, maka diperoleh nilai kelas A2hitung = 19,4 dan N2daftar kelas ISSN 2086-4280 eksperimen dengan derajat kebebasan 3 pada taraf signifikansi 1% sebesar 11,34. Karena A2hitung = 19,4 > A2tabel = 11,34 , maka hasil pre-test kelas eksperimen tidak berdistribusi normal. Sedangkan untuk kelas kontrol diperoleh nilai A2hitung = 17,7 dan N2daftar kelas kontrol dengan derajat kebebasan 3 pada taraf signifikansi 1% sebesar 11,34. Karena A2hitung = 17,7 > A2tabel = 11,34 , maka hasil pre-test kelas kontrol tidak berdistribusi normal. Adapun tabel adalah sebagai berikut: Tabel 2 Hasil Uji Normalitas Data Pre-test . es awa. Pre-test . es Kriteria A2hitung A2tabel Kelas Tidak 11,34 Eksperimen Normal Tidak Kelas Kontrol 11,34 Normal Karena sebaran data kelas eksperimen dan kelas kontrol tidak berdistribusi normal, maka pengujian perbedaan rata-rata dilakukan dengan Uji Mann Whitney. Uji Mann-Whitney Diawali dengan mencari nilai U dan diperoleh nilai U= 320,5, setelah diketahui nilai U, selanjutnya mencari nilai rata-rata diperoleh nilai sebesar A u A 288 . Dilanjutkan mencari nilai T dan diperoleh Eu T A 90,5 . Kemudian menentukan deviasi standar gabungan maka diperoleh A u A 48,27 setelah diperoleh nilai deviasi standar gabungan maka dilanjutkan kepada uji z dengan taraf signifikan 0. 01 diperoleh nilai z tabel = z 0. = z 0. 4900= 2. 33 dan nilai z hitung = -0. Dari hasil perhitungan diperoleh data sebagai berikut : Tabel 3 Uji U Mann-Whitney Data Pre-test Nilai U EuT 48,27 -0,67 z tabel 2,33 Mosharafa Jurnal Pendidikan Matematika Volume 2. Nomor 2. Mei 2013 Berdasarkan perhitungan diatas maka berada pada daerah penerimaan Ho yaitu: z hitung < z tabel yaitu z hitung . 973 ) < z tabel . dapat disimpulkan bahwa : Tidak terdapat perbedaan kemampuan awal antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lamp-iran Analisis Data Pos-test Uji Normalitas Pada pengolahan data Pos-test diperoleh nilai rata-rata dan simpangan baku dari kedua kelas eksperimen dan kelas kontrol seperti pada tabel berikut: Tabel 4 Rata-rata dan Simpangan Baku Hasil Pos-test Kelas Eksperimen Kontrol Rata-rata Hitung 47,83 41,25 Simpangan Baku 8,42 8,02 Data di atas dapat dilihat pada lampiran D. Nilai tersebut diperoleh dengan cara mengolah data tes akhir dengan menggunakan kalkulator Casio fx-350 ES. Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan statistika, maka diperoleh N2 hitung untuk kelas eksperimen sebesar 13,89 dan N2 hitung untuk kelas kontrol sebesar 28, sedangkan N2 daftar untuk kelas eksperimen dengan derajat kebebasan 3 pada taraf signifikansi 1% sebesar 11. dan N2 daftar untuk kelas kontrol dengan derajat kebebasan 3 pada taraf signifikansi 1% sebesar 11. Adapun tabel adalah sebagai berikut Tabel 5 Hasil Uji Normalitas Data Postest . es akhi. Nilai A Pos-test . es akhi. A 2 tabel A 2 hitung Kelas Eksperimen 13,89 Kelas Kontrol Kriteria Tidak Normal Tidak Normal karena N2 hitung > N2 daftar, maka dapat disimpulkan bahwa hasil perhitungan ISSN 2086-4280 kedua, baik kelas eksperimen dan kelas kontrol berdistribusi tidak normal. Perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran D. Karena sebaran data kelas eksperimen dan kelas kontrol tidak berdistribusi normal, maka pengujian perbedaan rata-rata dilakukan dengan Uji Mann Whitney Uji Mann Whitney Diawali dengan mencari nilai U dan diperoleh nilai U= 412, setelah diketahui nilai U, selanjutnya mencari nilai ratarata diperoleh nilai sebesar A u A 288 . Dilanjutkan mencari niali T dan diperoleh Eu T A 72 . Kemudian menentukan deviasi standar gabungan maka diperoleh A u A 48,31 , setelah diperoleh nilai dilanjutkan kepada uji z dengan taraf 01 diperoleh nilai z tabel = z 5. = z 0. 4900= 2. 33 dan nilai z hitung = 2,57, maka berada pada daerah penerimaan Ha yaitu: z hitung > z tabel Dari hasil perhitungan diperoleh data sebagai berikut : Tabel 6 Uji U Mann-Whitney Data Pre-test Nilai Au EuT Zhitung Ztabel 48,31 2,57 2,33 Berdasarkan perhitungan diatas maka Maka hipotesis Ha diterima dan menolak alternatif Ho yaitu: z hitung > z tabel yaitu z hitung . > z tabel . dapat disimpulkan bahwa : Terdapat perbedaan antara kedua kelas eksperimen dan kelas kontrol tersebut, artinya dapat disimpulkan bahwa pada hasil postest kemampuan berpikir replektif antara siswa yang mendapatkan pendekatan open ended lebih baik dibandingkan dengan Perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampir-an D. Pembahasan Hasil Penelitian Mosharafa Jurnal Pendidikan Matematika Volume 2. Nomor 2. Mei 2013 Berdasarkan kajian pustaka dan hasil penelitian, maka pada bagian ini dikemukakan pembahasannya sebagai Kemampuan berpikir reflektif yang Menggunakan Pendekatan Open Ended Selama pelaksanaan pembelajaran ini, peneliti menemukan beberapa data penting, antara lain sebagai berikut : Pada menghadapkan siswa pada situasi baru yaitu pendekatan open ended. Pada awal pembelajaran membuat siswa menjadi kurang aktif dalam pembelajaran matematika yang hanya menceritakan materi prasyarat dan kegunaan dari materi yang akan Hal ini disebabkan kurang pendekatan open ended. Namun dengan seiring berjalannya proses pembelajaran dari hari kehari semakin terbiasa sesuai dengan yang . Pada pelaksanaan elaborasi juga pada awalnya siswa banyak bertanya kepada guru, hal ini disebabkan setiap siswa mendapatkan tugas tanpa mendapatkan pembelajaran terlebih dahulu dari guru. Sehingga banyak pertanyaan-pertanyaan harusnya menjadikan motifasi bagi siswa untuk mengidentifikasi sendiri informasiinformasi yang sudah terkumpul. Hal ini sangat wajar karena pendekatan open ended masih merupakan sesuatu yang baru bagi siswa. Hal lainnya yaitu dari segi waktu yang terbatas, sehingga beberapa rencana dilaksanakan sedikit tergesa-gesa. Pada pelaksanaan konfirmasi guru menanyakan dan memberikan kesempatan pada siswa untuk menyimpulkan dan mempersentasikan hasil pembelajaran dan diskusinya di ISSN 2086-4280 depan kelas. Dengan saling bertanya jawab antar siswa dengan siswa maka mengkumpulkan hasil pengerjaannya untuk nantinya dibundal keseluruhan dari setiap selesai satu materi pokok Berikut gambar siswa yang mempresentasikan hasil kerjaannya di depan kelas dan guru sedang kesimpulan di akhir pembelajaran. Berdasarkan hasil angket yang disebar kepada kelas eksperimen dapat diketahui tingkat kemampuan berpikir reflektif siswa dengan pendekatan open ended sebanyak 17 responden . ,83%) memiliki pengetahuan baik, 7 responden . ,17%) memiliki pengetahuan Perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran E. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 7 Hasil Persentase Perolehan Nilai Angket Kemampuan Berpikir Reflektif Siswa dengan Pendekatan Open Ended Pengetahuan Frekwensi Baik Cukup baik Persentase (%) 70,83 29,17 Banyak faktor yang berpengaruh terhadap hasil pembelajaran tersebut, diantaranya guru dalam menyampaikan materi ajarnya disertai pendekatan open ended, sehingga memungkinkan siswa terlibat aktif dalam proses berfikir, suasana kelas aktif, siswa tidak vakum atau hanya mendengar informasi dari guru saja. Pembelajaran yang menggunakan pendekatan open ended dapat diartikan sebagai kumpulan bukti atau hasil belajar peserta didik yang menunjukan usaha, perkembangan, prestasi belajar peserta didik dari waktu ke waktu dan dari satu mata pelajaran ke pelajaran yang lain. Oleh karena itu, siswa dapat berhasil dalam belajar karena lebih banyak dilatih mencari atau menemu- Mosharafa Jurnal Pendidikan Matematika Volume 2. Nomor 2. Mei 2013 kan informasi sendiri, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa (Surapranata dan Hatta, 2004:. Mengkondisikan yang biasa tanpa pendekatan open ended, kemudian diterapkan pendekatan open ended hal tersebut akan merubah kebiasaan dan cara guru mengajar Ini berarti perlu adanya upaya pembekalan sebagai syarat buat guru, mengenai pengertian pendekatan open Pembekalan tersebut dilakukan, missalnya melalui seminar pelatihan atau kegiatan lainnya. Kemampuan Berpikir Reflektif yang Menggunakan Konvensional Berdasarkan hasil angketyang disebar kepada kelas kotrol dapat diketahui tingkat kemampuan berpikir reflektif siswa dengan pendekatan open sebanyak 14 responden . ,33%) memiliki pengetahuan baik, 10 responden . ,67%) memiliki pengetahuan Perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran E. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 8 Hasil Persentase Perolehan Nilai Angket Kemampuan Berpikir Reflektif Siswa dengan Konvensional Pengetahuan Frekwensi Baik Cukup baik Persentase (%) 58,83 41,67 Hasil pembelajaran biasa yang menggunakan pembelajaran konvensional tidak sebaik pembelajaran menggunakan pendekatan open ended, hal tersebut antara lain karena pembelajaran yang menggunakan pembelajaran konvensional yang berlangsung saat ini masih kurang memungkinkan siswa lebih aktif dalam proses berfikir . ebagian siswa aktif dalam kegiatan pembelajaran tetapi belum banyak terlibat dalam proses Dalam pembelajaran yang ISSN 2086-4280 menggunakan model konvensional penulis menggunakan pembelajaran biasa saat ini ternyata hasilnya kurang memuaskan, karena kekeliruan dalam memandang proses pembelajarannya yang sebagian besar hanya dilakukan melalui pencapaian informasi, bukan pemprosesan informasi yang mengacu pada pembentukan proses berfikir siswa. Pembelajaran dengan pengajaran konvensional/biasa saat ini belum banyak melatih siswa dalam mencari informasi sendiri atau menemukan metode sendiri yang relevan, padahal dalam pembelajaran matematika siswa dituntut untuk lebih aktif tidak hanya dikasih penerangan oleh guru lalu dilanjutkan dengan menyelesaikan soal. Salah satu upaya agar pembelajaran konvensional/biasa dengan baik, maka dalam pembelajaran tersebut sebaiknya ditekankan siswa untuk lebih aktif, kreatif menemukan metode dan konsep sendiri. Perbandingan Kemampuan Berpikir Replektif antara Siswa yang Mendapatkan Pendekatan Open Ended Lebih Baik Dibandingkan dengan Konvensional Dari hasil analisis data penelitian berpikir replektif antara siswa yang mendapatkan pendekatan open ended lebih diperoleh hasil rata-rata 47,83 atau 79,72%, sedangkan pembelajaran yang menggunakan pembelajaran konvensional diperoleh hasil rata-rata 12,17 atau 20,28%, data itu tampak mendukung bahwa pembelajaran yang menggunakan pendekatan open ended lebih baik menggunakan pembelajaran konvensional. Demikian juga dari analisis disimpulkan bahwa pembelajaran yang menggunakan pendekatan open ended lebih tinggi dibandingkan pembelajaran menggunakan model pembelajaran Mosharafa Jurnal Pendidikan Matematika Volume 2. Nomor 2. Mei 2013 Upaya peningkatan hasil belajar dalam proses belajar mengajar melalui pendekatan open ended pada materi ajar pertidaksamaan liner satu variabel. Hubungan matematika disarankan agar pendekatan open ended personal dikombinasikan dengan perspektif sosiokultural. Dua perspektif itu saling melengkapi, yakni belajar matematika harus dilihat sebagai proses pembentukan individual yang aktif dan proses inkurasi dalam praktek masyarakat yang lebih luas. Dengan demikian pembelajaran terasa lebih bermakna sehingga tujuan pembelajaran untuk meningkatkan prestasi belajar siswa sesuai dengan apa yang Faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi pembelajaran tersebut antara lain: Faktor internal antara lain: Pembelajaran yang menggunakan pendekatan open ended memungkinkan siswa peran aktif dalam proses penilaian, dan memberikan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan mereka, sedangkan pada pembelajaran pembelajaran konvensional siswa kurang terlibat aktif dalam proses . Pembelajaran yang menggunakan pendekatan open ended memungkinkan peserta didik melakukan penilaian diri sendiri . elf-edecatio. , refkelsi, dan pemikiran yang kritis . ritical thinkin. , sedangkan pembelajaran yang menggunakan pembelajaran konvensional siswa belum semuanya aktif dan kritis dalam menyelesaikan soal matematika kebanyakan siswa hanya bisa mengisi atau menyelesaikan soalsoal tapi tidak memahami ISSN 2086-4280 . Pembelajaran yang menggunakan pendekatan open ended membantu memungkinkan guru untuk melihat peserta didik sebagai individu, yang masingmasing memiliki karakteristik, kebutuhan, dan kelebihan tersendiri, sedangkan pembelaj-aran yang menggunakan pembelajaran konvensional kebanyakan hanya memandang keselurahan siswa sebagai peserta didik biasa. Adapun faktor eksternal meliputi: ruang kelas, bahan, alat, sumber belajar, dan kondisi lingkungan yang kondusif untuk kesuksesan proses belajar mengajar. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti di SMK Pasundan Kabupaten Garut sebagaimana telah dijelaskan pada bab sebelumnya, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Hasil kemampuan berpikir replektif antara siswa yang mendapatkan pendekatan open ended lebih baik dibandingkan dengan konvensional. Faktor-faktor yang mempengaruhi pendekatan open ended terhadap matematika siswa pada materi ajar pertidaksamaan linear dua variabel adalah faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi pemahaman konsep seorang guru terhadap materi dan pendekatan open ended maupun karakter siswa yang heterogen yang menitikberatkan pembelajaran pada siswa lebih aktif dalam mencari dan menyelesaikan soal matematika. Adapun faktor eksternal meliputi: ruang kelas, alat, sumber belajar, dan kondisi lingkungan yang kondusif untuk kesuksesan proses belajar Mosharafa Jurnal Pendidikan Matematika Volume 2. Nomor 2. Mei 2013 Saran Bagi menggunakan pendekatan open pembelajaran yang dapat diterapkan pada berbagai metode mengajar dan materi ajar, maka sebaiknya setiap pengajar mampu menerapkannya. Berdasarkan ketersediaan waktu dan tujuan yang harus dicapai dalam menggunakan pembelajaran yang menggunakan pendekatan open ended sebaiknya dibuat setelah menyelesaikan satu pokok bahasan Bagi peneliti disarankan penelitian ini baru merupakan awal dan terbatas pada satu sekolah, khususnya kelas X di SMK Pasundan I Kabupaten Garut pertidaksamaan linear satu variabel, maka diharapkan kepada peneliti untuk memperluas permasalahannya. Misalnya dapat diterapkan pada materi lain, maupun populasi dan sampel yang lebih banyak atau luas. Sagala. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta Sundayana. R, . Komputasi Data Statistik. STKIP-Garut. Tidak Sukmadinata. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : PT Remaja Rosdakarya Surapranata. S dan Hatta. Penilaian Portofolio Implementasi Kurikulum 2004. Bandung: Rosda. Yaniawati, . Berpikir reflektif . eflective thinkin. siswa SD Berkemampuan matematika tinggi dalam Pemahaman masalah JURNAL UPI. Bandung : Tidak Dipublikasikan DAFTAR PUSTAKA Penulis bernama YOFI NURUL ANDRIANI, lahir di Garut pada hari Jumat tanggal 17 Januari 1992 Penulis merupakan anak pertama daridua bersaudara dari pasangan Bapak Edi Kandana dan Ibu Ai Rochyanie. Pd. DAFTAR PUSTAKA