Indonesian Journal of Elementary and Childhood Education. Vol. 1 No. 2, 2020: 64 - 70 Hubungan Antara Pendidikan Karakter dengan Kecerdasan Sosial Siswa Kelas V SDN Gugus V Kecamatan Cakranegara Tahun Pelajaran 2018/2019 Ni Made Dwi Trisnayani. Khairun Nisa. Abdul Kadir Jaelani Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Mataram *E-mail: mdwii. trisnha@gmail. Received: 10 Juni 2020. Accepted: 28 Juni 2020. Published: 30 juni 2020 ABSTRACT This research aims to identify the correlation between character education and social intelligence of fifth grade students of SDN Cluster V District Cakranegara academic year 2018/2019. The research design used is a quantitative approach to the type of correlational research. The population in this study were all fifth-grade students of SDN Cluster V Cakranegara subdistrict, amounting to 189 The sampling technique uses proportional random sampling technique so that a sample of 127 students is obtained. The data collection method used was a questionnaire. Data were analyzed by prerequisite test and hypothesis test. Hypothesis testing uses the product moment correlation formula. The results showed that: . Student character education in terms of aspects of tolerance, friendly/communicative, and social care as a whole gained an average score of 77 which was included in the sufficient category. Social intelligence of students in terms of aspects of social sensitivity, social insight, and social communication as a whole obtained an average score of 74 included in both . There is a significant relationship between character education and social intelligence of fifth grade students at SDN Cluster V Cakranegara subdistrict in the academic year 2018/2019 based on the results of hypothesis testing at N = 127 with a significance level of 5%, the results obtained are 0. > 0. , which is included in the level of relationship with a high Keywords: Character Education. Social Intelliigence ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara pendidikan karakter dengan kecerdasan sosial siswa kelas V SDN Gugus V Kecamatan Cakranegara Tahun Pelajaran 2018/2019. Rancangan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SDN Gugus V Kecamatan Cakranegara yang berjumlah 189 orang siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik proportional random sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 127 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket. Data dianalisis dengan uji prasyarat dan uji hipotesis. Uji hipotesis menggunakan rumus korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : . Pendidikan karakter siswa ditinjau dari aspek toleransi, bersahabat/komunikati, dan peduli sosial secara keseluruhan memperoleh rata-rata skor 77 yang termasuk dalam kategori cukup. Kecerdasan sosial siswa ditinjau dari aspek social sensitivity, social insight, dan social communication secara keseluruhan memperoleh rata-rata skor 74 yang termasuk dalam kategori baik. Terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan karakter dengan kecerdasan sosial siswa kelas V SDN Gugus V Kecamatan Cakranegara Tahun Pelajaran 2018/2019 berdasarkan hasil uji hipotesis pada N=127 dengan taraf signifikansi 5%, diperoleh hasil 0,740 . > 0,1743 . yang termasuk dalam tingkat hubungan dengan kategori tinggi. Kata Kunci: Pendidikan Karakter. Kecerdasan Sosial PENDAHULUAN Undang-Undang Dasar Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa AuPendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawabAy. UUD SISDIKNAS tahun 2003 tersebut bermaksud agar pendidikan tidak hanya membentuk insan Indonesia yang cerdas, namun juga berkepribadian atau Namun, kenyataan yang terjadi tidak demikian. Seperti yang diungkapkan oleh Manullang . bahwa realitas pendidikan di Indonesia lebih menekankan pada kecerdasan intelektual siswa dalam meraih nilai akademik saja. Rahim, et al. juga mengungkapkan bahwa realita yang terjadi di sekolah menunjukkan tidak semua siswa memiliki kemampuan dalam melakukan aktivitas belajar kelompok disebabkan oleh rendahnya kecerdasan sosial yang dimiliki siswa yang bersangkutan. Hal tersebut dapat membuktikan bahwa kecerdasan sosial yang dimiliki siswa masih rendah dan perlu perhatian dari berbagai pihak. Thorndike . alam Prawira, 2. menjelaskan kecerdasan dapat diklasifikasikan menjadi tiga tipe, yaitu kecerdasan rill . oncrete intelligenc. , kecerdasan abstrak . bstract intelligenc. , dan kecerdasan sosial . ocial intelligenc. Kecerdasan sosial sendiri merupakan kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk memahami orang lain, menghadapi dan merespon situasi sosial yang ada dimasyarakat serta mampu berperilaku sesuai sengan kondisi di masyarakat. Adapun dimensi-dimensi kecerdasan sosial menurut Safaria . yaitu Social Sensitivity (Sensitivitas Sosia. Social Insight (Pemahaman Sosia. , dan Social Communication (Komunikasi Sosia. Ketiga dimensi ini saling berkaitan satu sama lain dan tidak dapat dipisahkan. Berdasarkan pada penelitian yang dilakukan oleh Daniel Goleman . alam Azzet, 2010:. bahwa kecerdasan intelektual (IQ) hanya menyumbang 20% saja bagi kesuksesan hidup seseorang, sedangkan 80% adalah sumbangan faktor kekuatan-kekuatan lainnya termasuk kecerdasan sosial. Oleh karena itu, kecerdasan sosial pada dasarnya sangat dibutuhkan siswa untuk meraih keberhasilan dalam belajar sehingga mampu mencapai kesuksesan di masa depan. Kecerdasan sosial sangat dibutuhkan oleh peserta didik karena aktivitas di sekolah selalu berhubungan dengan orang-orang di lingkungan sekolahnya. Disinilah sesungguhnya peran penting lembaga pendidikan di Indonesia untuk menyeimbangkan antara kecerdasan intelektual dengan kecerdasan sosial peserta didik. Hasil wawancara dengan guru-guru di SDN Gugus V Kecamatan Cakranegara menjelaskan bahwa seluruhnya sekolah yang terdapat di gugus tersebut telah menerapkan kurikulum 2013 sebagai kurikulum yang ditetapkan disekolah. Pendidikan karakter dalam kurikulum 2013 yang terdapat di SDN Gugus V Cakranegara dilakukan secara terintegrasi baik dalam proses pembelajaran maupun keseharian peserta didik, termasuk dalam manajemen/pengelolaan sekolah serta berbagai kegiatan yang membantu mengembangkan potensi peserta didik. Pendidikan karakter dapat menjadi salah satu upaya penting dalam mengembangkan kecerdasan sosial siswa. Menurut Wibowo . , bahwa pendidikan karakter adalah sistem pendidikan yang berupaya menanamkan dan mengembangkan karakter luhur kepada siswa sehingga mampu menerapkannya dalam kehidupan baik dalam perannya sebagai anggota keluarga, masyarakat serta warga negara. Melalui pendidikan karakter dapat ditanamkan nilai-nilai sosial dalam diri siswa sehingga dapat belajar untuk bersosialisasi dengan baik serta mampu memahami dan merespon perasaan orang lain dalam berinteraksi dan ataupun menjalin hubungan dengan orang lain. Zubaedi . menjelaskan nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan karakter di Indonesia diidentifikasi berasal dari empat sumber, yaitu Agama. Pancasila. Budaya serta Tujuan Pendidikan Nasional. Berdasarkan ke-empat sumber nilai tersebut, teridentifikasi sejumlah nilai karakter dalam pendidikan karakter yaitu Religius. Jujur. Toleransi. Disiplin. Kerja Keras. Kreatif. Mandiri. Demokratis. Rasa Ingin Tahu. Semangat Kebangsaan. Cinta Tanah Air. Menghargai Prestasi. Bersahabat/Komunikatif. Cinta Damai. Gemar Membaca. Peduli Lingkungan. Peduli Sosial, dan Tanggung Jawab. Dalam penelitian ini lebih memfokuskan pada nilai-nilai karakter sosial seperti toleransi, bersahabat/komunikatif, dan peduli sosial dijadikan sebagai aspek dalam meneliti karakter siswa sebagai wujud dari pendidikan karakter. Pendidikan karakter sebagai suatu proses internalisasi nilai-nilai karakter bertujuan membantu siswa untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sehingga diharapkan membantu mengembangkan kecerdasan sosialnya. Uuntuk membantu mengembangkan kecerdasan sosial siswa, maka guru dapat melaksanakan pendidikan karakter sehingga siswa memiliki karakter dan keterampilan sosial yang baik yang dapat meningkatkan kecerdasan sosialnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pendidikan karakter dan kecerdasan siswa kelas V SDN Gugus V Kecamatan Cakranegara Tahun Pelajaran 2018/2018 serta ada atau tidaknya hubungan antara pendidikan karakter dengan kecerdasan sosial siswa kelas V SDN Gugus V Kecamatan Cakranegara Tahun Pelajaran 2018/2019. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat dalam meningkatkan mutu atau kualitas pelaksanaan pendidikan karakter disekolah, dapat meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan pendidikan karakter, serta dapat digunakan sebagai pengetahuan dalam mengajar khususnya dalam pelaksanaan pendidikan karakter untuk mengembangkan kecerdasan sosial peserta didik. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian Penelitian korelasi bertujuan untuk mengetahui serta menentukan ada tidaknya hubungan antara dua variabel. Penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu pendidikan karakter sebagai variabel bebas (X) dan kecerdasan sosial sebagai variabel terikat (Y). Populasi dalam penelitian ini adalah 189 siswa kelas V di SDN Gugus V Kecamatan Cakranegara yang terdiri dari 5 sekolah yaitu SDN 41 Cakranegara. SDN 33 Cakranegara. SDN 10 Cakranegara. SDN 19 Cakranegara, dan SDN 29 Cakranegara. Teknik sampling menggunakan proportional random sampling sehingga didapatkan sampel penelitian sejumlah 127 siswa. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu angket . Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket yang terdiri dari angket pendidikan karakter dan angket kecerdasan sosial dengan jenis angket tertutup. Angket dalam penelitian ini menggunakan skala Likert yang terdiri dari pernyataan positif dan negatif dengan 4 pilihan jawaban dan masing-masing angket terdapat 35 butir soal. Untuk pernyataan bernilai positif diberi skor 4 jika menjawab Selalu (SL). Sering (SR) diberi skor 3. Kadang-kadang (KK) diberi skor 2 , dan Tidak Pernah (TP) diberi skor 1. Sedangkan untuk item pernyataan bernilai negatif diberi skor 1 jika Selalu (SL). Sering (SR) diberi skor 2. Kadang-kadang (KK) diberi skor 3, dan Tidak Pernah (TP) diberi skor 4. Adapun uji instrumen penelitian yang digunakan untuk menguji kelayakan angket pendidikan karakter dan kecerdasan sosial, yaitu: Uji Validitas Dalam penelitian ini, uji validitas menggunakan rumus korelasi Product Moment sebagai berikut. rxy = ( Arikunto, 2013:. Dari hasil uji validitas instrumen masing-masing angket variabel X dan variabel Y didapatkan hasil angket variabel X (Pendidikan Karakte. terdapat 30 item valid dan 5 item tidak valid, sedangkan angket variabel Y (Kecerdasan Sosia. terdapat 26 item valid dan 9 item tidak valid, berdasarkan jumlah N = 30 dengan harga = 0,361 dan taraf signifikan sebesar 5%. Uji Reliabilitas Dalam penelitian ini, uji reliabilitaas menggunakan bantuan program analisis statistik SPSS 16. 0 for windows dengan rumus Alpha Cronbach yaitu : r11 = ( ) . - (Arikunto, 2013:. Setelah diketahui hasil r hitung = 0,894 dengan N = 35 untuk angket pendidikan karakter dan r hitung = 0,866 dengan N = 35 selanjutnya dikonsultasikan dengan nilai tabel r Product Moment dimana dk = N Ae 2 dan taraf signifikan sebesar 5% atau 0. 05 didapatkan = 0,361, maka instrumen angket pendidikan karakter dan kecerdasan sosial dikatakan reliabel karena dimana 0,894 > 0,361 dan dimana 0,866 > 0,361. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan rumus korelasi Pearson Product Moment. Sebelum dilakukan uji hipotesis maka dilakukan uji prasayarat analisis data, yaitu uji normalitas dan linearitas. Uji normalitas data dilakukan untuk mengetahui normal atau tidaknya suatu distribusi data dengan menggunakan rumus Kolmogorov-Smirnov dengan kriteria jika nilai signifikansi > 0,05, maka data berdistribusi normal dan jika nilai signifikansi < 0,05, maka data berdistribusi tidak normal. Selanjutnya, uji linearitas yang bertujuan untuk mengetahui terdapat hubungan yang linear atau tidak secara signifikan antar dua variabel. Pengujian dilakukan dengan bantuan program SPSS 16. 0 menggunakan rumus Test for Linearity dengan ketentuan, jika signifikansi . > 0,05, maka data berpola linear, dan jika signifikansi . < 0,05, maka data berpola tidak linear. Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji korelasi Product Moment dengan bantuan SPSS 16. 0 untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara variabel pendidikan karakter dengan kecerdasan sosial siswa kelas V SDN Gugus V Kecamatan Cakranegara. Adapun uji hipotesis yang dilakukan dengan menggunakan rumus korelasi Product Moment sebagai berikut. ( Arikunto, 2013:. Kriteria pengujian yaitu jika rhitung < rtabel , maka H0 ditolak dan Ha diterima, sedangkan jika rhitung > rtabel , maka maka H0 diterima dan Ha ditolak dimana = 0,05 dan derajat kebebasan . k = n-. HASIL PENELITIAN Pendidikan Karakter Deskripsi data yang didapatkan dari hasil pengisian angket pendidikan karakter siswa yaitu aspek pertama adalah toleransi memperoleh skor keseluruhan 84, aspek kedua adalah bersahabat/komunikatif memperoleh skor 73, dan aspek ketiga adalah peduli sosial memperoleh skor 74 dengan rata-rata skor keseluruhan 77 yang berarti pendidikan karakter siswa kelas V SDN Gugus V Kecamatan Cakranegara dalam kategori cukup. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 1. Deskripsi Data Aspek Pendidikan Karakter Siswa Kelas V SDN Gugus V Kecamatan Cakranegara Aspek Bersahabat/ Kelas Interval Siswa Toleransi Peduli Sosial Total Komunikatif . Total Skor Rata-rata Kategori Cukup Kecerdasan Sosial Deskripsi data yang didapatkan dari hasil pengisian angket kecerdasan sosial siswa yaitu aspek pertama adalah social sensitivity memperoleh skor 69, aspek kedua adalah social insight memperoleh skor 80, dan aspek ketiga adalah social communication memperoleh skor 72 dengan rata-rata skor keseluruhan 74 yang berarti kecerdasan sosial siswa kelas V SDN Gugus V Kecamatan Cakranegara dalam kategori baik. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada tabel Tabel 2. Deskripsi Data Aspek Kecerdasan Sosial Siswa Kelas V SDN Gugus V Kecamatan Cakranegara Aspek Social Social Social No Kelas Interval Siswa Total Sensitivity Insight Communication . Total Skor Rata-rata Kategori Baik Hasil Analisis Data Uji Normalitas Hasil uji normalitas data pendidikan karakter diperoleh nilai signifikansi = 0,184 > 0,05 dan hasil uji normalitas data kecerdasan sosial siswa dengan nilai signifikansi = 0,308 > 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa kedua data tersebut berdistribusi normal. Uji Linearitas Hasil uji linearitas diperoleh nilai signifikansi . eviation from linearit. = 0,150 > 0,05, maka dapat disimpulkan data berpola linear. Uji Hipotesis Setelah dilakukan analisis data menggunakan bantuan SPSS 16. 0 diketahui ycEaycnycycycuyci = 0,740 dengan df = N Ae 2, dan sebesar 5% atau 0. 05 maka ycycycaycayceyco = 0. 1743, selanjutnya dikonsultasikan dengan nilai tabel r Product Moment maka hipotesis . ditolak dan . diterima yang berbunyi AuTerdapat hubungan yang signifikan antara Pendidikan Karakter dengan Kecerdasan Sosial Siswa Kelas V SDN Gugus V Kecamatan Cakranegara Tahun Pelajaran 2018/2019Ay. PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pendidikan karakter dan kecerdasan sosial siswa kelas V SDN Gugus V Kecamatan Cakranegara Tahun Pelajaran 2018/2019 dan mengetahui apakah terdapat hubungan antara pendidikan karakter dengan kecerdasan sosial siswa kelas V SDN Gugus V Kecamatan Cakranegara Tahun Pelajaran 2018/2019. Berdasarkan hasil analisis data penelitian, didapatkan rata-rata skor keseluruhan pendidikan karakter yaitu 77 dimana aspek pertama yaitu toleransi memperoleh skor keseluruhan 84, aspek kedua yaitu bersahabat/komunikatif memperoleh skor 73, dan aspek ketiga yaitu peduli sosial memperoleh skor 74 sehingga dapat dinyatakan bahwa pendidikan karakter siswa kelas V SDN Gugus V Kecamatan Cakranegara Tahun Pelajaran 2018/2019 dalam kategori cukup. Sedangkan rata-rata skor keseluruhan kecerdasan sosial yaitu 74 dimana aspek pertama yaitu social sensitivity memperoleh skor 69, aspek kedua yaitu social insight memperoleh skor 80, dan aspek ketiga yaitu social communication memperoleh skor 72 sehingga dapat dinyatakan bahwa kecerdasan sosial siswa kelas V SDN Gugus V Kecamatan Cakranegara Tahun Pelajaran 2018/2019 dalam kategori baik. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis didapatkan rhitung = 0,740 dan rtable = 0,1743 dengan df = 125 pada taraf signifikansi 5%, dimana rhitung = 0,740 > rtable = 0,1743, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan karakter dengan kecerdasan sosial siswa kelas V SDN Gugus V Kecamatan Cakranegara Tahun Pelajaran 2018/2019. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Yuni Maya Sari . , tentang AuHubungan Antara Implementasi Pendidikan Karakter Di Sekolah Dengan Perilaku Sosial Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 10 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2010/2011Ay. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa ada hubungan antara implementasi pendidikan karakter di sekolah dengan perilaku sosial siswa kelas XI IPS SMA Negeri 10 Bandar Lampung tahun pelajaran 2010/2011 dengan tingkat keeratan 0,77 sehingga dapat dikatakan hubungan tergolong dalam kriteria hubungan yang erat. Dari hasil penelitian tersebut diketahui bahwa jika semakin tinggi implementasi pendidikan karakter siswa, semakin baik pula perilaku sosial siswa. Hasil penelitian ini juga didukung oleh pendapat dari Syasmita . yang menjelaskan bahwa pendidikan karakter dalam kecerdasan sosial siswa perlu dikembangkan dimana siswa sekolah dasar harus memiliki kepekaan terhadap orang lain sehingga mampu membaca tanda dan isyarat sosial melalui komunikasi untuk memahami perasaan orang lain yang ditunjukkan melalui sikap dan perilaku kepedulian sosial dan rasa empati. Untuk membina siswa dalam mengembangkan kecerdasan sosialnya, maka guru harus mengajarkan serta menanamkan nilai-nilai kebaikan agar siswa memiliki karakter yang baik. Penanaman nilai-nilai kebaikan itulah yang disebut pendidikan karakter. Apabila siswa memiliki karakter yang baik khususnya karakter sosial yang baik maka memiliki keterampilan sosial yang baik pula, sehingga dapat dikatakan individu tersebut memiliki kecerdasan sosial. Oleh karena itu, pendidikan karakter yang diterapkan di sekolah menjadi salah satu metode yang tepat untuk mengembangkan kecerdasan sosial siswa. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, didapatkan rata-rata skor keseluruhan pendidikan karakter yaitu 77 sehingga dapat dinyatakan bahwa pendidikan karakter siswa kelas V SDN Gugus V Kecamatan Cakranegara Tahun Pelajaran 2018/2019 dalam kategori Hal ini dibuktikan dari hasil perolehan data pada aspek toleransi memperoleh skor sebesar 84, aspek bersahabat/komunikatif memperoleh skor sebesar 73, dan pada aspek peduli sosial memperoleh skor 74. Sedangkan rata-rata skor keseluruhan kecerdasan sosial yaitu 74 dan dapat dinyatakan bahwa kecerdasan sosial siswa kelas V SDN Gugus V Kecamatan Cakranegara Tahun Pelajaran 2018/2019 dalam kategori baik. Hal ini dibuktikan dari hasil perolehan data bahwa aspek social sensitivity memperoleh skor sebesar 69, aspek social insight memperoleh skor sebesar 80, dan aspek social communication memperoleh Berdasarkan hasil pengujian hipotesis didapatkan rhitung = 0,740 dan rtable = 0,1743 dengan df = 125 pada taraf signifikansi 5%, dimana rhitung = 0,740 > rtable = 0,1743 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan karakter dengan kecerdasan sosial siswa kelas V SDN Gugus V Kecamatan Cakranegara Tahun Pelajaran 2018/2019. DAFTAR PUSTAKA