Jurnal PASTI Volume IX No 3, 311 Ae 319 ANALISIA PENERAPAN METODE HIRARC (HAZARD IDENTIFICATION RISK ASSESSMENT AND RISK CONTROL) DAN HAZOPS (HAZARD AND OPERABILITY STUDY) DALAM KEGIATAN IDENTIFIKASI POTENSI BAHAYA DAN RESIKO PADA PROSES UNLOADING UNIT DI PT. TOYOTA ASTRA MOTOR Deddi Septian Purnama Program Studi Teknik Industri. Universitas Mercu Buana Email: deddiseptianpurnama@yahoo. ABSTRAK Hirarc . azard identification risk assessment and risk contro. dan hazops . azard and operability stud. adalah metode identifikasi yang digunakan untuk meninjau hazard suatu operasi atau proses secara sistematis, teliti dan terstruktur yang dapat menimbulkan resiko merugikan bagi manusia, fasilitas, lingkungan, atau sistem yang ada serta menjelaskan penanggulangan resiko. Tingkat/level implementasi suatu program berdasarkan hirarc dikatakan efektif atau tidak, diketahui melalui kombinasi tingkat kinerja program dan tingkat kecelakaan. Penelitian ini dilakukan dengan observasi lapangan dan wawancara. pengolahan data dimulai dengan menghitung tingkat kinerja implementasi program dari hirarc yang sudah berjalan dan tingkat kecelakaan kerja di area unloading unit dengan truk car carrier tipe semi trailer sehingga dari kedua data tersebut akan di dapat tingkat/level implementasi dari program. selanjutnya diidentifikasi potensi bahaya dan penanggulangannya dengan metode hazops sehingga didapatkan perbandingan antara kedua metode tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa level/tingkat implementasi program dari hirarc pada proses unloading unit dengan truk car carrier tipe semi trailer berada pada tingkat 2 . ukup ama. dengan kategori warna kuning. Hazard yang memiliki nilai resiko ekstrim pada proses unloading dengan menggunakan metode hazops, yaitu tangga terlepas, masalah ketinggian, tejepit tangga dan masalah pada sling. Kata Kunci: Analisis. Hirarc. Hazops. Unloading. Truk Car Carrier ABSTRACT Hirac . azard identification, risk assessment and risk contro. and hazops . azard and operability stud. is a method of identification used to review the hazard of an operation or process in a systematic, thorough and structured to pose significant risks to people, facilities, environmental, or system there are and explain risk Level of implementation of a program based hirarc said to be effective or not, it is known through a combination of program performance levels and the accident rate. This research was conducted by field observations and interviews. Data processing begins with calculating the performance level of implementation of the program is already running and hirarc accident rate in the area of truck unloading unit with semi-trailer car carrier type so that both data will be level of implementation of the program. Further identification potential hazards and mitigation with hazops method is used in order obtain a comparison between the two methods. Based on this research, it is known that degree of implementation of Jurnal PASTI Volume IX No 3, 311 Ae 319 the program hirarc in the process of unloading the unit with the type of semi truck car carrier trailer is at a level 2 with a yellow color category. Hazard which has a value of extreme risk in the process of unloading using hazops, ie regardless stairs, altitude problems, tejepit stairs and problems in sling. Keywords: Analysis. Hirarc. Hazops. Unloading. Car Carrier Truk PENDAHULUAN Terdapat hal yang sangat penting bagi setiap manusia yang bekerja dalam suatu lingkungan perusahaan, dimanamanusia tersebut haru dapat memahami arti pentingnya kesehatan dan keselamatan kerja dalam bekerja kesehariannya, baik untuk kepentingannya sendiri atau memang diminta untuk menjaga hal-hal tersebut untuk meningkatkan kinerja dan mencegah potensi kerugian yang akan terjadi. TINJAUAN PUSATAKA Hirarc (Hazard Identification Risk Assessment And Risk Contro. HIRARC merupakan gabungan dari hazard identification, risk assessment dan risk control merupakan sebuah metode dalam mencegah atau meminimalisir kecelakaan kerja (Nurmawanti dkk, 2. Hirarc merupakan metode yang dimulai dari menentukan jenis kegiatan kerja yang kemudain diidentifikasi sumber bahaya nya sehingga di dapatkan kemudian akan dilakukan penilaian resiko dan pengendalian resiko untuk mengurangi paparan bahaya yang terdapat pada setiap jenis pekerjaan. Hazops (Hazard And Operability Stud. Hazops adalah salah satu teknik identifikasi yang digunakan untuk meninjau hazard suatu proses atau operasi pada suatu sistem secara sistematis, teliti dan untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan yang menggangu jalannya proses dan resiko-resiko yang ada yang dapat menimbulkan resiko merugikan bagi manusia atau fasilitas pada lingkungan atau sistem yang ada. Hazop selain menampilkan identifikasi kemungkinan hazard. Hazop juga memiliki manajemen risiko yang bertujuan untuk meminimalisasi kerugian jika bahaya yang diprediksi akan terjadi menjadi kenyataan (Zulfiana & Musyafa, 2. Risiko diidentifikasi sebagai hasil dari frekuensi dimana suatu event diprediksi untuk muncul dan hasil akhir dari event tersebut (Qureshi & Shakeel, 2. yang dimana analisis dari risiko ini dievaluasi oleh HAZOP dengan sangat detail (Eizenberg dkk, 2. Proses Loading Dan Unloading Proses loading unloading dengan pengoperasian truk car carrier dan seluruh komponennya merupakan suatu kesatuan yang komplek. berdasarkan data incident di vld cibitung pada tahun 2015 . ata januari - agustus 2. ini, angka nearmiss cukup tinggi, dari angka tersebut dilakukan analisa bahwa ternyata nearmiss sering terjadi pada truk car carrier tipe semi trailer dan di dapati bahwa nearmiss sering terjadi pada proses unloading kegagalan atau kesalahan yang terjadi selama pengoperasian alat yang ada akan berdampak pada ketidaknyamanan dari operator dan pada lingkungan dimana peralatan sistem car carrier dapat dioperasikan. kerusakan pada salah satu komponen car carrier juga akan menyebabkan kerusakan yang lebih besar. akibatnya dapat menimbulkan kerusakan atau menurunkan kualitas unit toyota yang akan di bawa serta membahayakan operator yang mengoperasikan car carrier. oleh karena itu, keamanan dan keselamatan dalam pengoperasian harus dijaga agar tidak terjadi kecelakaan kerja. hal ini sesuai Jurnal PASTI Volume IX No 3, 311 Ae 319 dengan misi dari semua industri yaitu Auzero accidentAy atau tidak pernah terjadi kecelakaan kerja, dimana kecelakaan kerja akan merugikan bagi industri baik dalam bidang materi maupun non materi. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan studi evaluasi dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif yang ditujukan untuk mendapatkan informasi mengenai tingkat atau level implementasi dari program yang sudah di jalankan serta mengidentifikasi potensi bahaya dan resiko keselamatan pekerja yang bekerja pada proses unloading unit dengan truk car carrier tipe semi trailer, kemudian dari metode hazops . azard and operability stud. tersebut dianalisa dengan hasil observasi yang telah dilakukan oleh peneliti untuk menentukan perbandingan dengan metode hirarc . azard identification risk assessment and risk contro. Adapun tahapan penelitian ini akan dijelaskan pada diagram alir penelitian di bawah ini. Tahap Identifikasi Masalah Mulai Observasi/ Genba Perumusan Masalah Studi Literatur Penentuan Tujuan Penentuan Model Penelitian Identifikasi Variable Tahap Pengukuran Implementasi Pengumpulan Data : - Data Nearmiss ( Januari - Agustus 2. - Pembuatan Kuisioner Implementasi Program Penentuan Kategori kecelakaan kerja Penyebaran Kuisioner Pengumpulan Kuisioner Uji Validitas Tidak Valid ? Uji Reliabilitas Tidak Reli Perhitungan Implementasi Program Jurnal PASTI Volume IX No 3, 311 Ae 319 Tahap Identifikasi Potensi Bahaya dan Resiko Penentuan Level/ Tingkat Implementasi Pengendalian Identifikasi Potensi Bahaya dan Resiko dengan metode HIRARC (Metode yang digunakan di perusahaa. Identifikasi Potensi Bahaya dan Resiko dengan metode HAZOPS (Metode baru yang digunaka. Membandingkan hasil identifikasi HIRARC dan HAZOPS Tahap Analisa & Kesimpulan Analisa Kesimpulan & saran Selesai Gambar 1. Tahapan Metode Penelitian Pengolahan Data Langkah pengolahan data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Satu. Perhitungan implementasi program dari hirarc ditulis dengan rumus sebagai berikut : achievement kategori penilaian = ( . Langkah kedua yaitu penentuan kategori kecelakaan kerja, yaitu dikategorikan hijau jika terjadi kecelakaan ringan, kuning jika terjadi kecelakaan sedang dan merah jika terjadi kecelakaan fatal. Langkah ketiga dilakukan penentuan level/ tingkat implementasi program dengan memetakan hasil perhitungan tingkat kecelakaan. HASIL DAN PEMBAHASAN Perhitungan Tingkat Kinerja Implementasi Program Perhitungan dilakukan dengan menghitung rata-rata dari hasil kuisioner terhadap 20 karyawan, kemudian menghitung rata-rata pada masing-masing kategori penilaian tingkat kinerja program dan aktivitas terhadap program. hasil penilaian selanjutnya di achivement kan dulu dengan rumus achivement de boer. nilai dari hasil achivement dari semua kategori dirata-rata sehingga diperoleh satu nilai tunggal, yaitu nilai akhir yang menunjukkan tingkat kinerja implementasi program. hasil selanjutnya dikategorikan ke dalam kriteria merah, kuning dan hijau. Berikut nilai tingkat kinerja implementasi program berdasarkan hirarc pada proses unloading unit dengan truk car carrier tipe semi trailer. Tabel 1 Nilai Tingkat Kinerja Implementasi Program Kode Implementasi Program Penerapan Rule/Standarisasi Dalam Proses Operator (Driver/ Asst Drive. Memahami Sop Unloading Dengan Baik Operator (Driver/ Asst Drive. Menjalankan Sop RataRata Kategori 2,65 Hijau 2,70 Jurnal PASTI Volume IX No 3, 311 Ae 319 Kode Unloading Dengan Baik Implementasi Program Driver Mengetahui Batas Kecepatan Berkendara Saat Unloading Driver Membawa Unit Sesuai Dengan Batas Kecepatan Berkendara Saat Unloading Operator (Driver/ Asst Drive. Mentaati Dccp (Daily Car Carrier Plannin. (Sebagai Waktu Penentuan Istirahat Kerj. Rata-Rata Achivement Fisik Dan Kelengkapan Standar Truk Car Carrier Fisik Dan Kelengkapan Pada Truk Car Carrier Sudah Terpenuhi Dan Sesuai Dengan Standar Sertifikasi Fisik Dan Kelengkapan Pada Truk Car Carrier Bisa Digunakan Sesuai Fungsi Dengan Baik Semua Tool Pada Truk Car Carrier Telah Digunakan Dengan Benar Truk Car Carrier Mentaati Jadwal Sertfikasi Setiap 6 Bulan Program Pemeliharaan Truk Car Carrier Secara Preventive Sudah Terjadwal. Rata-Rata Achivement Penggunaan Alat Pelindung Diri (Ap. Peralatan Keselamatan Kerja Sudah Terpenuhi Dan Dalam Kondisi Baik Apd Telah Sesuai Untuk Setiap Jenis Pekerjaan Yang Berbahaya Dan Sesuai Standar Semua Peralatan Apd Telah Digunakan Dengan Benar Pekerja Mentaati Penggunaan Apd Dilokasi Kerja Rata-Rata Achivement Peningkatan Awareness Dan Training Pelatihan Dan Pembinaan Operasional Telah Diikuti Oleh Operator Pelatihan Dan Pembinaan Operasional Telah Dilaksanakan Secara Berkelanjutan (Continu. Pelatihan Dan Pembinaan Operasional Telah Berjalan Efektif Terdapat Media Untuk Saling Memberikan Masukan Terhadap Permsalahan Safety Pada Proses (Five Minute Tal. Rata-Rata Achivement Kondisi Fisik Saat Bekerja Koordinator Car Carrier Melakukan Eye Contact Record (Ec. Kepada Operator Sebelum Bekerja Operator Melakukan Pemeriksaan Sebelum Memulai Bekerja (Health Check U. Rata-Rata Achivement Kondisi Area Bekerja Operator Memahami Tentang Rambu-Rambu Safety Di Yard/ Lapangan. RataRata 2,75 2,55 2,80 2,69 0,85 2,25 Merah 2,25 2,25 2,20 1,25 2,04 0,52 2,25 Kuning 2,85 2,20 2,70 2,50 0,75 2,75 Hijau 2,70 2,65 2,75 2,71 0,86 2,50 Kuning 2,60 2,55 0,78 2,70 Hijau Jurnal PASTI Volume IX No 3, 311 Ae 319 Kode Operator Mematuhi Berlakunya Rambu Safety Di Yard Implementasi Program Pokayoke/ Sign Dalam Kondisi Baik Dan Terlihat Jelas Penerangan Di Malam Hari Cukup Jelas Saat Melakukan Proses Unloading Unit Rata-Rata Achivement Inspeksi/ Patrol Pihak Sq (Safety & Qualit. Telah Melakukan Patrol Dengan Baik Dukungan Dan Keikutsertaan Manajemen Dalam Kegiatan Inspeksi Adanya Peringatan Dan Sanksi Yang Jelas Setiap Kelalaian Pekerja Dalam Bekerja Adanya Buku Keterangan Dan Dokumentasi Yang Dijadikan Sebagai Monitoring Rata-Rata Achivement Nilai Rata-Rata Achievement / Nilai Tingkat Implementasi Program 2,85 RataRata 2,75 2,80 2,78 0,89 2,80 Hijau 2,20 2,65 2,75 2,60 0,80 0,78 Kuning Berdasarkan hasil penilaian terhadap tingkat implementasi program dapat diketahui bahwa pada proses unloading unit memiliki kategori kuning dalam implementasi program. Penentuan Kategori Kecelakaan Kategori kecelakaan kerja dapat ditentukan dengan menggunakan acuan seperti tabel dibawah ini : Tabel 2. Kategori Kecelakaan Kerja Kategori Parameter Penilaian Keterangan terjadi nyaris kecelakaan . tidak terdapat luka atau sakit . idak kehilangan hari kerj. terjadi kecelakaan ringan . luka ringan atau sakit dengan perawatan intensif . idak/kehilangan hari kerj. terjadi kecelakaan berat . luka berat bahkan meninggal atau cacat seumur hidup . idak mampu bekerj. Berdasarkan grafik diatas, kecelakaan yang terjadi pada proses unloading unit sejak januari 2015 hingga agustus 2015 termasuk ke dalam kelompok nearmiss. hal ini menunjukkan bahwa kejadian tersebut termasuk ke dalam kategori warna hijau. Jurnal PASTI Volume IX No 3, 311 Ae 319 Penentuan Tingkat/ Level Implementasi Program Penentuan tingkat atau level implementasi program k3 dapat menggunakan acuan tabel di bawah ini. Gambar 2. Peta Tingkat Implementasi Ae Kecelakaan gambar diatas dapat memetakan tingkat kinerja program dan kecelakaan kerja. berdasarkan sub bab sebelumnya, telah diketahui bahwa tingkat kinerja program termasuk kategori kuning, sedangkan tingkat kecelakaan kerja pada proses unloading unt termasuk kategori hijau. sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat atau level implementasi program termasuk kategori kuning. tingkat implementasi program berdasarkan hirarc berada pada level 2 . ukup ama. , tetapi hal ini masih belum maksimal katema belum mencapai level 1, yaitu aman dan nyaman. kondisi tersebut mengindikasikan bahwa diperlukannya beberapa perbaikan dan peningkatan terhadap beberapa aspek. hal ini juga diperlukannya identifikasi potensi bahaya dan resiko yang lebih mendetail agar diperoleh program yang dapat menekan tingkat kecelakaan kerja. Penentuan Prioritas Penanggulangan Resiko Penentuan prioritas penganggulangan resiko dilakukan atas dasar hazard yang berda pada prioritas teratas . esiko ekstri. dengan mengacu pada tabel 2. 8 matrix resiko Berikut hazard yang memiliki nilai resiko ekstrim pada proses unloading. Tabel 3. Hazard yang Menempati Prioritas Teratas No. Deviation Cause Consequence Recomendation Tangga asisten lupa memasang dan mengunci tangga unit unloading tanpa tangga car carrier atau tangga tidak Ketinggian alas sepatu kerja tidak dalam keadaan standar sepatu kerja dalam kondisi yang tidak baik Tangga berat salah dalam kan tangga tangan terjepit pastikan tangga terpasang dengan sempurna serta tidak terdapat pekerjaan paralel . , pada tangga terdapat indikator slot pastikan apd yang digunakan standar dan dalam kondisi baik . epatu anti sli. dan tidak terburuburu, adanya equipment safety rope . menggunakan sarung tangan kulit Risk Level . esiko Jurnal PASTI Volume IX No 3, 311 Ae 319 No. Deviation Sling Cause Consequence Recomendation sling yang digunakan dalam keadaan rusak/ tangan terluka servis berkala car carrier, sertfikasi car carrier, menggunakan sarung tangan kulit . Risk Level . esiko Analisa Perbandingan Hirarc dan Hazops Berdasarkan penelitian yang dilakukan dari metode identifikasi bahaya yang digunakan, yaitu hirarc dan hazops, diperoleh data perbandingan antara kedua metode tersebut melalui metode studi lapangan, berikut adalah perbandingannya: Tabel 4. Perbandingan Hirarc dan Hazops Variabel kemudahan pembacaan oleh operator tingkat ketelitian identifikasi bahaya dan resiko bentuk form identifikasi waktu identifikasi sasaran identifikasi kemudahan penggunaannya Metode Hirarc kurang mudah dibaca Metode Hazops mudah dibaca kurang mendetail lebih rumit waktu yang digunakan lebih cepat lebih dominan terhadap faktor man membutuhkan waktu lebih lama lebih dominan terhadap kurang mudah PENUTUPAN Simpulan Berdasarkan data-data, analisa dan pengolahan data yang telah dilakukan maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Satu. Nilai tingkat kinerja program sebesar 78% dengan kategori warna kuning, sedangkan kategori kecelakaan kerja termasuk kedalam kelompok nearmiss dengan kategori hijau sehingga didapatkan bahwa level/tingkat implementasi program dari hirarc pada proses unloading unit dengan truk car carrier tipe semi trailer berada pada tingkat 2 . ukup ama. dengan kategori warna kuning. Dua. Hazard yang memiliki nilai resiko ekstrim pada proses unloading dengan menggunakan metode hazops, yaitu tangga terlepas, masalah ketinggian, tejepit tangga dan masalah pada Tiga. Perbandingan antara metode hirarc dan hazops yaitu hirarc memiliki form lebih simple, waktu identifikasi yang lebih cepat dan aplikatif, namun kurang mudah dibaca, kurang mendetail dan lebih dominan terhadap faktor man sedangkan metode hazops lebih mudah dibaca oleh operator, mendetail dalam mengidentifikasi bahaya, lebih dominan terhadap equipment namun bentuk form lebih rumit, membutuhkan waktu identifikasi lebih lama dan kurang mudah digunakan. DAFTAR PUSTAKA