JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2023, pp 3142 ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. Determinan Kepuasan Pasien pada Pelayanan Rawat Inap di Rumah Sakit di Indonesia : Systematic Literature Review 1 Hasmira Basir, 2Bambang Wahyono 1Ilmu Kesehatan Masyarakat, hasmirabasir010@gmail. 2Ilmu Kesehatan Masyarakat, bambangbw@mail. Universitas Negeri Semarang. Semarang. Indonesia. Universitas Negeri Semarang. Semarang. Indonesia. ARTICLE INFORMATION ABSTRACT Received: May, 19, 2023 Revised: June, 21, 2023 Available online: September, 11, 2023 There was an increase in hospital development of 3. 02% and the patient satisfaction index for services in Indonesia has not yet reached the minimum standard of above 95%. The research was conducted aiming to identify the determinants of patient satisfaction in inpatient services at the hospital with a systematic literature review method. Findings were selected using the PRISMA method and article searches obtained through Google Scholar. Portal Garuda and DOAJ until 18 articles were identified that were worthy of review in the research. Based on the findings, the determinants that affect patient satisfaction are age, gender, education, income, occupation, environment, facilities, length of hospitalization, doctor's service, nurse's service and quality of health Based on analysis of 18 articles that met the inclusion criteria, it can be concluded that the determinants of age, gender, education, occuption, income, environment, facilities, length of stay, doctorAos services, nurseAos services and quality of health services affect patient satisfaction in inpatient services at the hospital KEYWORDS Kepuasan Pasien. Rawat Inap. Rumah Sakit Hospital. Inpatient. Patient Satisfaction CORRESPONDENCE Hasmira Basir Ilmu Kesehatan Masyarakat. Universitas Negeri Semarang Indonesia E-mail: hasmirabasir010@gmail. ABSTRAK Tercatat peningkatan pada pembangunan rumah sakit sebanyak 3,02% dan indeks kepuasan pasien terhadap pelayanan di Indonesia belum mencapai standar minimal yaitu diatas 95%. Penelitian dilakukan bertujuan untuk mengidentifikasi determinan kepuasan pasien pada pelayanan rawat inap di rumah sakit dengan metode systematic literature review. Seleksi hasil temuan menggunakan metode PRISMA dan pencarian artikel diperoleh melalui Google Scholar. Portal Garuda dan DOAJ sehingga diidentifikasi 18 artikel yang layak diulas dalam Berdasarkan hasil temuan, determinan yang mempengaruhi kepuasan pasien adalah determinan usia, jenis kelamin, pendidikan, pendapatan, pekerjaan, lingkungan, fasilitas, lama rawat inap, pelayanan dokter, pelayanan perawat dan kualitas pelayanan kesehatan. Berdasarkan analisis pada 18 artikel yang memenuhi keriteria inklusi, dapat disimpulkan bahwa determinan usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, lingkungan, fasilitas, lama rawat inap, pelayanan dokter, pelayanan perawat dan kualitas pelayanan kesehatan berpengaruh terhadap kepuasan pasien pada pelayanan rawat inap di rumah sakit. This is an open access article under the CC BY-ND license. Basir. Hasmira, et. Determinan Kepuasan Pasien pada Pelayanan Rawat Inap di Rumah SakitAA. JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2023, pp 3142 ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. mempengaruhi kepuasan pasien (Rifai et al. , 2. PENDAHULUAN Rumah sakit merupakan institusi penting dalam Pengukuran keberhasilan pelayanan kesehatan dunia kesehatan yang bergerak dalam bidang pelayanan dapat diukur salah satunya pada kepuasan pasien. Rumah sakit diartikan sebagai sarana Kepuasan pasien merupakan perasaan yang timbul kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan setelah membandingkan harapan dengan layanan yang secara paripurna dan menyediakan pelayanan rawat jalan. Kepuasan pasien diartikan sebagai AuoutcomeAy rawat inap dan gawat darurat (Kemenkes, 2. Salah atau keluaran layanan kesehatan dalam meningkatkan satu pelayanan yang disediakan oleh rumah sakit adalah mutu pelayanan kesehatan (Soumokil et al. , 2. rawat inap. Rawat inap merupakan pelayanan dimana Penelitian Selfanay et al. , . menunjukkan pasien menginap setidaknya satu hari dengan tujuan data kepuasan pasien rumah sakit di berbagai negara observasi, diagnosa, pengobatan, keperawatan, dan menurut data WHO (World Health Organizatio. yang rehabilitasi medik. terdiri dari 6 juta masukan pasien dari 25 negara yang Adapun tingkat kepuasan pasien tertinggi di rumah sakit tahun 2021 sebanya k 3,02% atau 2. Swedia dengan indeks kepuasan . 37%), kemudian unit dibanding tahun sebelumnya 2. 448 unit (Kemenkes, terendah di Kenya . ,4%) dan India . ,4%) sedangkan Peningkatan ini tentunya menambah persaingan indeks kepuasan pasien di Indonesia mencapai . ,8%) di dalam industri pelayanan kesehatan. Rumah sakit perlu Maluku Tengah serta . ,4%) di Sumatera Barat. Data menyusun dan menata strategi dalam bersaing, upaya ini dilakukan untuk mempertahankan dan menjaga kepuasan Kepuasan Pasien pada pelayanan kesehatan yang telah Pasien yang puas pada pelayanan akan cenderung berkeinginan untuk kembali . dan menyampaikan Indonesia yakni diatas 95%, maka dianggap tidak hal positif mulut ke mulut . ositive word of mout. berkualitas atau tidak memenuhi standar pelayanan (Saanin et al. , 2. minimal (Kemenkes, 2. Tercatat dikaitkan dengan Menurut Dalam hal pelayanan pasien, rumah sakit Kementrian Standar Kesehatan Minimal Republik Burhanuddin et al. , . di Rumah Sakit Umum Arifin pelayanan yang bekualitas. Menyediakan pelayanan NuAomang Kabupaten Sidrap, menyatakan bahwa faktor kesehatan berkualitas didefinisikan sebagai pemenuhan ketersediaan fasilitas dan lingkungan di rumah sakit dapat harapan pasien mulai dari kondisi fisik tempat pelayanan, mempengaruhi kepuasan pasien rawat inap. Namun dari kualitas staf, proses pelayanan klinis, administrasi, faktor yang ada beberapa pasien masih merasa puas dengan pelayanan meskipun lingkungan tidak puas kesehatan (Hadiyati et al. , 2. Peran dari kualitas begitu sebaliknya. Tulangow et al. , . menyatakan pelayanan dianggap sebagai penentu dalam keberhasilan terdapat hubungan antara kehandalan . , fisik organisasi termasuk rumah sakit. Keberhasilan tidak . , daya tanggap . , jaminan hanya dalam fasilitas yang dilengkapi lalu dikembangkan . , serta perhatian . terhadap kepuasan pada pelayanan, namun sikap dari pemberi layanan juga Basir. Hasmira, et. Determinan Kepuasan Pasien pada Pelayanan Rawat Inap di Rumah SakitAA. JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2023, pp 3142 ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. Sedangkan penelitian Anfal, . menunjukkan pendidikan, penghasilan, citra dari rumah sakit dan kualitas dari pelayanan berhubungan terhadap kepuasan memperngaruhi kepuasan pasien. Berdasarkan pada penelitian diatas, diketahui beberapa determinan yang mempengaruhi kepuasan pasien rawat inap di rumah sakit. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengidentifikasi determinan kepuasan pasien pada pelayanan rawat inap di rumah sakit. METODE Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). SLR merupakan desain penelitian dimana data yang memiliki studi dan topik yang sama dikumpulkan, dievaluasi, diintegrasikan, dan SLR literature review (TLR) (Putro & Winarno, 2. Peneliti melakukan rangkuman secara menyeluruh mengenai determinan kepuasan pasien rawat inap di rumah sakit. Protokol dan evaluasi SLR menggunakan metode PRISMA (Preffered Reporting Items for Systematic Reviews and Meta- Analyse. untuk menyeleksi hasil temuan artikel. PRISMA adalah metodologi standar yang (Alur Review Artike. informasi lebih tepat dan lengkap dibanding traditional Gambar 1. Diagram PRISMA Systematic Review mengevaluasi kualitas dari temuan artikel yang akan diulas (McInnes et al. , 2. Selanjutnya disajikan PRISMA alur review artikel dalam penelitian : Pencarian artikel mulai dilakukan pada bulan Agustus 2022 hingga Desember 2022. Data yang digunakan merupakan penelitian terdahulu dengan rancangan penelitian cross sectional. Hasil review artikel diesklusi berdasarkan rentang tahun publikasi 2017-2022 mencakup penelitian yang dilakukan di rumah sakit Indonesia. Pencarian artikel melalui data sekunder yang diperoleh melalui Google Scholar. Portal Garuda dan DOAJ. Kemudian menggunakan keyword dan Boolean Kata kunci yang digunakan Aukepuasan pasienAy AND Aurawat inapAy AND Aurumah sakitAy AND AuIndonesiaAy dan Aukepuasan pasienAy. Aurawat inapAy, dan Aurumah sakit indonesiaAy serta Aupatient satisfactionAy AND AuinpatientAy AND AuhospitalAy AND AuIndonesiaAy atau Aupatient satisfactionAy. AuinpatientAy. AuhospitalAy . Hasil identifikasi relevansi, kemudian disaring berdasarkan kriteria inklusi kelengkapan abstrak, memiliki ISSN, penelitian dilakukan di Indonesia full text dan open Kemudian 29 artikel dieksklusi dengan alasan Basir. Hasmira, et. Determinan Kepuasan Pasien pada Pelayanan Rawat Inap di Rumah SakitAA. JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2023, pp 3142 ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. tidak diukur kepuasan pasien secara keseluruhan, hasil tidak menjelaskan faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien dan pendekatan yang digunakan selain cross sectional. Setelah tahap screening diidentifikasi 18 artikel dan diuji kelayakan berdasarkan kuesioner JBI (Joanna Briggs Institut. yaitu JBI Questionnaire for Evidance-Based Healthcare. Kuesioner JBI digunakan adalah cross sectional. Hasil akhir 18 artikel diidentifikasi layak untuk diulas dalam penelitian. Berikut disajikan kriteria inklusi dan eksklusi dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa asing Inggris selain Inggris Pendekatan analisis dalam penelitian SLR ini adalah metode deskriptif. Tujuan analisis deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan hasil temuan artikel dalam bentuk naratif. Data yang dianalisis mencakup peneliti, tahun penelitian, ukuran dan metode sampel, karakteristik populasi, dan hasil penelitian. Tujuan deskripsi dalam bentuk naratif digunakan untuk mengumpulkan temuan terkait determinan kepuasan pasien pada rawat inap di rumah sakit. penyeleksian artikel penelitian : HASIL PENELITIAN Tabel 1. Kriteria Inklusi dan Eksklusi Penelitian Kriteria Masalah Populasi Intervensi Komparasi Hasil Desain Rentang Tahun Inklusi Membahas kepuasan pasien rawat inap di rumah sakit Kepuasan pasien rawat inap di rumah sakit Penelitian tidak antara kepuasan pasien rawat inap di rumah sakit dengan intervensi Analisis kepuasan pasien rawat inap di rumah sakit. cross sectional Eksklusi Membahas kepuasan pasien rawat jalan atau pelayanan lain Intervensi diluar batasan topik seperti kepuasan pasien BPJS dan Penelitian antara kepuasan pasien rawat inap di rumah sakit dengan intervensi Determinan kepuasan pasien rawat jalan, gawat darurat selain rawat inap Studi kualitatif, longitudinal dan Sebelum 2017 Berdasarkan tahap screening yang telah dilakukan, 18 artikel ditemukan telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dan sesuai batasan topik yaitu determinan kepuasan pasien pada pelayanan rawat inap di rumah Seluruh artikel yang dibahas dalam penelitian dilakukan di Indonesia dengan desain penelitian cross Selain itu, artikel berupa penelitian hubungan antar variabel ataupun sebab-akibat. Responden pada seluruh artikel merupakan pasien yang menggunakan pelayanan rawat inap di rumah sakit. Selain itu, pada mempengaruhi kepuasan pasien rawat inap, seperti pendidikan, komunikasi perawat dan faktor lainnya. Pada artikel yang diulas menggunakan beragam pengujian statistik seperti uji chi-square. Spearman, uji regresi logistik, dan uji fisherAos exact test. Berikut disajikan hasil identifikasi artikel yang diulas dalam penelitian terkait determinan kepuasan pasien pada pelayanan rawat inap di rumah sakit : Basir. Hasmira, et. Determinan Kepuasan Pasien pada Pelayanan Rawat Inap di Rumah SakitAA. JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2023, pp 3142 ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. Tabel 2. Hasil Artikel yang Diulas dalam Penelitian Penulis Tahun Hasil Nurhasma. Andi Syamsul Rijal. Rahmawati Azis Andri Syamsurrizal. Anwar. Andi Surahman Batara Rahmawati NurAoaeni. Asyiah Simanjorang. Jamaluddin Dami Yanthi. Welly Sando. Debie Maulia Fitrin Yurensia dan Anne Putri Gladis Pretirose. Bambang Setiaji. Djakfar Sadik Jessiliani Arvianesta P. Starry H Rampengan. Jootje M. Umboh Muhammad Rifai. Musfirah. Muhammad Syafar. Muliati Arya Ramadia. Rahmaniza. Afzal Maulidi Prima Soultoni Rita Benya Adriani. Bhisma Murti Hernida Dwi Lestari. Armi. Rogayah Rizalia Wardiah Burhanuddin Basri Hasil penelitian mendapatkan bahwa pelayanan, lingkungan serta ketersediaan fasilitas rumah sakit berhubungan dengan kepuasan p asien. Hasil penelitian mendapatkan bahwa realiability, assurance, tangible, emphaty, responsiveness, amenities dan security berpengaruh terhadap kepuasan pasien. Hasil penelitian mendapatkan bahwa tangible, reliability, responsiveness, assurance, emphaty berhubungan terhadap kepuasan pasien. Namun yang lebih berpengaruh terhadap kepuasan pasien adalah responsiveness dengan nilai(OR) 8,658 Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan dokter, pelayanan perawat dan sarana penunjang berhubungan dengan kepuasan pasien. Hasil penelitian mendapatkan bahwa daya tanggap, jaminan, bukti fisik, penampilan, kehandalan berhubunganterhadap kepuasan pasien Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan, penggunaan asuransi, tangible, realibilitas, assurance, dan empati terhadap kepuasan pasien. yang paling berpengaruh adalah faktor pendidikan . -value=0,000. OR : 31,. Hasil penelitian menunjukkan bahwa realibility, assurance, emphaty, tangible dan responseiveness berhubungan terhadap kepuasan pasien, namun yang paling dominan adalah tangible . <0,. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas responsiveness berhubungan terhadap kepuasan pasien. Namun yang plaing dominan aspek responsiveness . =0,. Hasil penelitian menyatakan bahwa komunikasi terapeutik perawat . =0,. berhubungan dengan kepuasan pasien. Hasil penelitian mendapatkan bahwa pasien dipengaruhi oleh pendapatan keluarga, tingkat pendidikan, lama tinggal, asuransi dokter, masa kerja dokter, jenis asuransi, tingkat kelas dan mutu pelayanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi terapeutik . value=0,. berhubungan dengan kepuasan pasien. Hasil penelitian menunjukkan bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, jaminan dan empati berpengaruh terhadap kepuasan pasien. Hasil penelitian menunjukkan Bahwa komunikasi terapeutik perawat . value = 0,04<0,. berhubungan dengan kepuasan pasien. Determinan Lingkungan Kualitas Kualitas Pelayanan pelayanan perawat dan Kualitas Sosiodemografi Kualitas Kualitas Komunikasi perawat Sosiodemografi, lama rawat inap, pelayanan Komunikasi perawat Kualitas Komunikasi Basir. Hasmira, et. Determinan Kepuasan Pasien pada Pelayanan Rawat Inap di Rumah SakitAA. JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2023, pp 3142 ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. Sulaiman. Anggarini. Fajrillah Maria Goreti Luan. Agus Sarwo Prayogi. Atik BadiAoah. Arita Murwani Agustina Utii. Bhisma Murti. Yulia Lanti Retno Dewi Yosia Nathaniel E. Halawa. Chrismis Novalinda Ginting. Muhammad Aditya Kurnia Maryana dan Maya Christiany Hasil penelitian menunjukan bahwa layanan keperawatan berupa aspek perhatian . 002<0,. aspek penerimaan . 016<0,. dan aspek komunikasi . 010<0,. berhubungan terhadap kepuasan pasien Terdapat hubungan antara kinerja perawat dengan kepuasan pasien. nilai koefisien korelasi kinerja perawat sebesar 0,000 . <0,. Pelayanan perawat Hasil penelitian menunjukkan kepuasan pasien rawta inap dipengaruhi oleh usia <50 tahun, jenis asuransi, lama rawat inap, persepsi terhadap fasilitas yang memadai dan kualitas rawat inap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutu pelayanan . aya tanggap. Perhatian, bukti fisik, jaminan, kehandalan, responsibilitas, akuntabilitas, transparansi, kewajara. dan menerapkan prinsip Good Corporate Governance berpengaruh terhadap kepuasan pasien. Sosiodemografi, lama rawat inap, pelayanan dokter dan pelayanan Kualitas Hasil penelitian menyatakan bahwa kehandalan, daya tanggap, bukti fisik, jaminan, dan empati berhubungan terhadap kepuasan pasien. Kualitas Pelayanan perawat Usia PEMBAHASAN Berdasarkan Tabel 2, diketahui bahwa 18 artikel Berdasarkan hasil temuan, terdapat 2 artikel terbit pada tahun 2017 hingga 2022 dengan rincian satu . ,1%) yang membahas mengenai pengaruh usia artikel 2017, tiga artikel 2018, satu artikel 2019, lima terhadap kepuasan pasien pada pelayanan rawat inap. Dua artikel 2020, empat artikel 2021 dan empat artikel 2022. artikel tersebut menyebutkan bahwa terdapat pengaruh Artikel yang diperoleh terbit dari jurnal yang berbeda- antara usia dengan kepuasan pasien rawat inap, usia beda dan berdasarkan analisis pada 18 artikel, dapat produktif 7 kali lebih puas pada pelayanan rawat inap dibanding usia tidak produktif. Hal ini dikarenakan kepuasan pasien rawat inap yaitu usia, jenis kelamin, semakin bertambah usia seseorang maka akan menambah pendidikan, pekerjaan, pendapatan, lingkungan, fasilitas, potensi seseorang dalam mengalami masalah kesehatan. lama rawat inap, pelayanan dokter, pelayanan perawat. Dari segi kepercayaan, seseorang yang dewasa atau lebih dan kualitas pelayanan kesehatan. Meskipun pada beberapa penelitian mendapatkan hasil sebaliknya, namun kematangan masih rendah alias belum cukup umur variabel dikatakan berpengaruh karena penelitian lain (Pretirose et al. , 2. banyak menyatakan hal tersebut. Determinan Berdasarkan hasil akhir 18 artikel akan diulas semakin meningkat usia dan kematangan seseorang, maka berdasarkan dua variabel yaitu dari diri pasien dan rumah kemampuan dalam menganalisis termasuk menilai sakit mengenai determinan kepuasan pasien pada kepuasan pada pelayanan akan meningkat. Budiman, pelayanan rawat inap di rumah sakit. Berikut penjelasan . mengemukakan hal yang sama, bahwa usia berdasarkan variabel diri pasien : mempengaruhi pola pikir dan perilaku seseorang, dimana usia yang tua akan lebih banyak bertanya pada petugas kesehatan tentang perkembangan kesehatan sehingga pemahaman mengenai kesehatan lebih mudah. Namun Basir. Hasmira, et. Determinan Kepuasan Pasien pada Pelayanan Rawat Inap di Rumah SakitAA. JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2023, pp 3142 ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. dibanding seseorang yang memiliki usia muda lebih banyak melakukan kritikan kepada pelayanan kesehatan pengobatan yang diberikan oleh tenaga medis. Hal ini yang diberikan. dikarenakan pasien lebih percaya diri dan merasa bahwa perawatan yang diberikan lebih tepat serta berkualitas. Jenis Kelamin Pasien yang berpendidikan juga cenderung memiliki Berdasarkan temuan terdapat 2 artikel . ,1%) yang membahas mengenai pengaruh jenis kelamin terhadap kepuasan pasien. (Pretirose et al. , 2. komunikasi yang baik dengan tenaga kesehatan dimana komunikasi antar keduanya mudah dan efektif. Pekerjaan menunjukkan bahwa jenis kelamin berhubungan dengan kepuasan pasien rawat inap dimana secara biologis. Berdasarkan temuan terdapat 1 artikel . ,5%%) kondisi reproduksi wanita lebih kompleks daripada pria. yang membahas mengenai pengaruh pekerjaan terhadap jika dibandingkan antara keduanya perempuan lebih kepuasan pasien pada pelayanan rawat inap. Penelitian rentan terkena penyakit dibanding pria, namun pada Pretirose et al. , . terdapat hubungan antara pekerjaan penelitian pria lebih banyak terkena penyakit. Menurut dengan kepuasan pasien rawat inap dimana pasien yang Utii et al. , . pasien pria lebih puas pada pelayanan memiliki perkerjaan cenderung puas dengan pelayanan dibanding perempuan, karena perempuan lebih detail dibanding yang tidak memiliki pekerjaan. Hal ini karena dalam menilai kualitas pelayanan dibanding laki-laki pasienyang tidak bekerja ingin penyembuhan yang lebih yang lebih fleksibel dan bersikap acuh. cepat atau sembuh total sehingga lebih banyak mengkritik dan tidak puas pada pelayanan. Selain itu, pasien yang Pendidikan tidak memiliki pekerjaan juga jarang menggunakan Berdasarkan temuan terdapat 2 artikel . ,1%) yang pelayanan kesehatan kemungkinan karena tidak memiliki membahas mengenai pengaruh pendidikan terhadap uang untuk transportasi dan membeli obat untuk kepuasan pasien pada pelayanan rawat inap. Penelitian Pekerjaan mencerminkan kondisi ekonomi Pretirose et al. , . menyatakan bahwa pendidikan dan sosial individu atau keluarga dalam masyarakat. berhubungan dengan kepuasan pasien. Pasien yang Banyaknya pasien tidak puas pada pelayanan dan tidak memiliki ijazah (SD. SMP,SMA atau perguruan tingg. memiliki pekerjaan berpengaruh terhadap respon terhadap lebih puas dibanding pasien yang tidak memiliki ijazah. pelayanan kesehatan, dimana pasien lebih banyak Hal ini dikarenakan peningkatan dalam pendidikan mengkritik dan menuntut pelayanan yang diterima. menampilkan kesadaran dan daya kritis pada pelayanan Pendapatan Studi ini didukung oleh Akbar et al. , . pendidikan berhubungan signifikan terhadap kepuasan Berdasarkan temuan terdapat 1 artikel . ,5%%) pasien dimana pasien pendidikan rendah akan lebih puas yang membahas mengenai pengaruh pendapatan terhadap terhadap pelayanan karena lebih bersikap menerima apa kepuasan pasien pada pelayanan rawat inap di rumah yang diberikan penyedia layanan dibanding pasien yang Penelitian Akbar et al. , . skor kepuasan pasien berpendidikan tinggi. akan menurun 0,08 apabila terdapat peningkatan pada pendapatan pasien. Pasien yang memiliki penghasilan Berdasarkan diketahui bahwa pasien yang lebih teredukasi cenderung tinggi akan sedaya upaya meningkatkan kesehatannya. Namun sebaliknya pasien yang memiliki pendapatan Basir. Hasmira, et. Determinan Kepuasan Pasien pada Pelayanan Rawat Inap di Rumah SakitAA. JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2023, pp 3142 ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. rendah akan cenderung pasif dan menerima pengobatan yang diberikan. Lingkungan yang bersih dan sehat juga dapat membantu proses penyembuhan pasien rawat inap karena Berdasarkan pendapatan dapat mempengaruhi kepuasan pasien rawat Dalam hal ini berarti semakin tinggi pendapatan pasien maka akan diiringi dengan semakin baiknya pelayanan kesehatan. Tentunya jika dibanding dalam hal finansial pasien yang memiliki keuangan yang stabil akan termasuk biaya perawaran, yang dapat meningkatkan ventilasi yang baik serta sanitasi yang terjaga akan menimalisir resiko terkena penyakit pada pasien selama menjalani perawatan. Lingkungan yang baik akan merekomendasikan rumah sakit kepada keluarga dan teman- teman serta dapat meningkatkan citra dari rumah kepuasan pasien. Berbeda dengan pasien yang memiliki finansial rendah, pasien cenderung menerima perawatan yang direkomendasikan sesuai dengan kebutuhan dan pendapatan pasien. Fasilitas Berdasarkan temuan terdapat 3 artikel . ,7%) Dibawah dijelaskan determinan kepuasan pasien pada pelayanan rawat inap pada variabel rumah sakit yang membahas mengenai pengaruh fasilitas terhadap kepuasan pasien pada pelayanan rawat inap. Menurut Utii et al. , . terdapat pengaruh antara fasilitas yang sebagai berikut : memadai dengan kepuasan pasien. Ketersediaan fasilitas Lingkungan yang memadai dapat membantu pelayanan yang akurat Berdasarkan temuan terdapat 1 artikel . ,5%%) kepada pasien. Sejalan dengan penelitian Yanthi et al. yang membahas mengenai pengaruh lingkungan terhadap . pasien yang tidak puas dengan sarana 7 kali kepuasan pasien pada pelayanan rawat inap di rumah sakit. beresiko tidak puas pada pelayanan. Selain fasilitas. Kepuasan pasien merupakan penilaian subjektif sehingga kenyamanan serta keamanan dalam penggunaan fasilitas dalam determinan lingkungan, meskipun lingkungan juga dibutuhkan. Tidak hanya mengenai penggunaan kurang baik pasien tetap puas begitupun sebaliknya. fasilitas namun tindakan dan sifat layanan pada pasien juga Penelitian Namun menurut Nurhasma et al. , . fasilitas lingkungan yang dimaksud dalam penelitian adalah tidak berhubungan terhadap kepuasan pasien pada kebersihan kamar, desain ataupun tata letak kamar. pelayanan rawat inap. Nurhasma Lingkungan yang baik akan menimbulkan kepuasan pada pasien dan dapat mempercepat proses penyembuhan. Namun persepsi tiap individu berbeda-beda tergantung pemahaman dan pengalaman individu dalam menerima Berdasarkan hasil kajian diketahui bahwa fasilitas dapat mempengaruhi kepuasan pasien. Meskipun dalam temua terdapat penelitian yang menyatakan bahwa fasilitas tidak berpengaruh terhadap kepuasan pasien, namun menurut peneliti fasilitas merupakan salah satu Berdasarkan lingkungan berpengaruh terhadap kepuasan pasien. pelaksanaan pelayanan kesehatan. Fasilitas yang lengkap Lingkungan rumah sakit yang tenang, aman, dan dan baik memiliki daya tarik sendiri dalam memacu terorganisir akan meningkatkan kepuasan pasien. Karena konsumen dalam memilih pelayanan yang akan dibeli. Basir. Hasmira, et. Determinan Kepuasan Pasien pada Pelayanan Rawat Inap di Rumah SakitAA. JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2023, pp 3142 ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. Pada dua temuan mengungkapkan bahwa fasilitas dapat menganggap determinan fasilitas masuk dalam determinan yang dapat mempengaruhi kepuasan pasien. Pelayanan dokter Berdasarkan hasil temuan, terdapat 3 artikel . ,7%) yang membahas mengenai pengaruh pelayanan dokter terhadap kepuasan pasien rawat inap di rumah sakit. Berdasarkan temuan, ketidakpuasan pasien disebabkan Lama rawat inap oleh kedisiplinan dokter dari segi waktu dan pelayanan Berdasarkan temuan terdapat 2 artikel . ,1%) yaitu waktu tunggu yang lama, kurang tanggap,tidak yang membahas mengenai pengaruh lama rawat inap ramah, informasi obat dan komunikasi yang kurang jelas. dengan kepuasan pasien pada pelayanan rawat inap di Komunikasi rumah sakit. Menurut temuan, lama perawatan akan pengetahuan dan menjawab permasalahan yang dialami meningkatkan 0,37 skor mutu pelayanan dan pasien yang Menciptakan komunikasi yang baik dengan pasien menjalankan perawatan lama akan cenderung akrab akan meningkatkan kualitas pelayanan dimana menurut dengan dokter, perawat dan tenaga kesehatan, sehingga (Utii et al. , 2. pasien dengan persepsi yang baik akan akan terjadi keakraban yang dapat berpengaruh terhadap menilai pelayanan dokter berkualitas karena penilaian psikologis pasien. Pasien akan merasa dirawat dan dijaga terhadap pelayanan dengan baik sehingga menimbulkan kepuasan pada Satriyono & Kristanti, . menjelaskan bahwa pelayanan yang diberikan. interaksi antara dokter dan pasien merupakan momen Menurut Berdasarkan hasil kajian, dietahui bahwa lama penting dalam membangun kepuasan dalam pelayanan rawat inap pendek memiliki tingkat kepuasan lebih tinggi karena dapat membangun persepsi baik antara pasien dibanding lama rawat inap panjang. Lama rawat inap dengan pelayanan dokter. ditentukan oleh tim medis yaitu dokter dan perawat akan Berdasarkan kajian, diketahui bahwa pelayanan melihat kondisi penyakit, jenis penyakit serta kestabilan dokter dapat mempengaruhi kepuasan pasien rawat inap. pasien dalam pengobatan. Terdapat faktor lain yang Penelitian Utii et al. , . menyatakan bahwa edukasi mempengaruhi lama rawat inap seperti emosional pasien dokter terhadap pasien dapat mempengaruhi kepuasan dan kondisi psikologis, pasien yang memiliki penyakit Hal tersebut karena edukasi dokter dapat sama lama perawatan dapat berbeda tergantung kondisi meningkatkan kepuasan informasi yang bermaksud, psikologis dan emosional pasien terhadap penyakit yang pasien akan diberi pemahaman tentang kondisi serta diderita (Akbar et al. , 2. Pasien yang dirawat dengan perawatan yang akan diberikan. Dokter akan memberi periode lebih pendek akan cenderung mengalami tingkat informasi yang mudah dan jelas agar pasien mengerti dan stres yang rendah, hal ini dapat membantu pasien nyaman sehingga dapat ikut pemulihan lebih cepat dan kualitas hidup lebih baik. Tentunya hal tersebut dapat meningkatkan Namun, lama rawat inap yang panjang tidak dapat kepuasan pasien karena pasien merasa dihargai, dihindari oleh pasien yang membutuhkan perawatan lebih diperhatikan dan dapat menciptakan hubungan yang baik Untuk menciptakan kesan yang positif untuk pasien antara pasien-dokter. Penelitian Akbar et al. , . diharapkan tenaga kesehatan seperti perawat atau dokter menyatakan bahwa gaji dokter dapat mempengaruhi kepuasan pasien. Gaji dokter yang memadai akan perhatian lebih agar kepuasan pasien tetap terjaga. terlibat dalam proses meningkatkan motivasi dan semnagat kerja dokter, sehingga pelayanan yang diberikan berkualitas dan tepat. Basir. Hasmira, et. Determinan Kepuasan Pasien pada Pelayanan Rawat Inap di Rumah SakitAA. JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2023, pp 3142 ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. Pelayanan perawat dinilai berdasarkan 5 dimensi mutu pelayanan yaitu Berdasarkan hasil temuan, terdapat 6 artikel responsiveness . indakan cepat dari perawat dan karyawan . ,3%) yang membahas mengenai pengaruh pelayanan administrasi terhadap pasie. , assurance . eramahan, perawat terhadap kepuasan pasien pada pelayanan rawat kesopanan, kepedulian, kemampuan, ketelitian dan inap di rumah sakit. Berdasarkan temuan, kepuasan pasien pengetahua. , tangible . ebersihan ruangan dan tempat dapat tercapai apabila kinerja perawat baik dan ramah, tidur, fasilitas, sumber daya dan penampila. , emphaty ( tidak membedakan layanan, perhatian, menerima pasien sikap perhatian terhadap pasie. , reliability . enanganan serta komunikasi yang baik. Komunikasi yang kurang cepat dan waktu tungg. akan berdampak pada ketidakpuasan dan kesalahpahaman Berdasarkan hasil systematic literature review, baik dari pemberi layanan dan penerima layanan. Dalam diketahui bahwa menurut penelitian (Yurensia & Putri, 2. , (Wardiah, 2. , (Pretirose et al. , 2. , (Patodo et mempengaruhi kepuasan pasien. Komunikasi terapeutik , 2. , (NurAoaeni et al. , 2. , (Syamsurrizal et al. dapat menghasilkan hubungan saling percaya, sikap 2. , (Halawa et al. , 2. dan (Maryana & Christiany, empati dan caring serta dapat meningkatkan citra baik dari 2. menunjukkan bahwa lima mutu pelayanan memiliki perawat dan rumah sakit. Pelayanan perawat penting hubungan dengan kepuasan pasien rawat inap. Dimensi dalam mutu pelayanan karena dapat mempengaruhi kualitas layanan . ervice qualit. perlu disediakan dengan kepuasan pasien dimana pasien yang puas akan baik oleh penyedia layanan kesehatan karena berdampak menceritakan pengalaman positifnya sehingga dapat pada kepuasan pasien. Kemudian (Syamsurrizal et al. mempengaruhi persepsi orang yang mendengarkan (Luan 2. menambahkan variable amenities . et al. , 2. dan security . dapat mempengaruhi kepuasan Kualitas pelayanan berperan penting dalam Berdasarkan membangun komunikasi yang baik salah satunya komunikasi terapeutik. Komunikasi terapeutik merupakan komunikasi yang diatur bertujuan untuk terapi dan membangun hubungan antara perawat dan pasien. Kemampuan ini merupakan ketrampilan yang dapat di asah melalui pendidikan atau pelatihan mengenai komunikasi terapeutik (Lestari et al. , 2. Komunikasi terapeutik bermanfaat bagi perawat karena komunikasi ini dapat membantu pasien dalam menyampaikan keluhannya sehingga diagnosa dapat dilakukan dengan baik dan tepat hingga memperoleh kesembuhan. Kualitas pelayanan kesehatan Berdasarkan hasil temuan, terdapat 12 artikel . ,7%) yang membahas mengenai pengaruh kualitas keberhasilan rumah sakit yang tidak hanya dilihat dari kelengkapan fasilitas, namun sikap dari perawat dan tenaga kesehatan merupakan faktor yang secara signifikan dapat mempengaruhi kepuasan pasien. Salah satu temuan menerapkan Good Corporate Governance atau prinsip-prinsip yang diterapkan suatu meningkatkan kinerja serta menjaga keberlangsungan jangka panjang institusi. Dalam temuan disebutkan prinsip GCG responsibilitasdan independensi. Prinsip GCG dan mutu pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan pasien. Setiap indikator pada kualitas pelayanan kesehatan dapat memberi pengaruh besar pada kepuasan. KESIMPULAN pelayanan kesehatan terhadap kepuasan pasien pada Berdasarkan hasil temuan, dapat disimpulkan pelayanan rawat inap di rumah sakit. Kualitas pelayanan bahwa determinan usia, jenis kelamin, pendidikan. Basir. Hasmira, et. Determinan Kepuasan Pasien pada Pelayanan Rawat Inap di Rumah SakitAA. JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2023, pp 3142 ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. pekerjaan, pendapatan, lingkungan, fasilitas, lama rawat inap, pelayanan dokter, pelayanan perawat dan kualitas pelayanan kesehatan berhubungan terhadap kepuasan pasien pada pelayanan rawat inap di rumah sakit. Kepuasan pasien pada pelayanan rawat inap di rumah sakit merupakan indikator kualitas pelayanan yang sanagat penting dan berdampak pada kepercayaan dan loyalitas pasien terhadap rumah sakit. Penelitian selanjutnya dapat memperdalam tinjauan berdasarkan determinan yang kemungkinan berpengaruh terhadap kepuasan pasien rawat inap di rumah sakit. Selain itu, selanjutnya dapat dilakukan literatur sistematis berdasarkan intervensi berbeda yang dapat meningkatkan kepuasan pasien. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat pada institusi dalam pelayanan rawat inap dalam meningkatkan kepuasan Bagi masyarakat, hasil penelitain dapat dijadikan sebagai bahan informasi mengenai determinan kepuasan pasien pada pelayanan rawat inap di rumah sakit. REFERENSI