Pros Sem Nas S. Vol 1 No 1 . | 13-27 PENGARUH PEMUPUKAN NITROGEN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKTIVITAS JAGUNG PADA KONDISI N RENDAH DI LAHAN SAWAH ALUVIAL Herawati1*. Muhammad Aswin 2. Oky Dwi Prayitno1. Hasbullah2. Roy Efendi1 Pusat Riset Tanaman Pangan. Organisasi Riset Tanaman Pangan. Badan Riset dan Inovasi Nasional. Pusat Penelitian Cibinong. Jl. Raya Jakarta-Bogor KM. 46 Cibinong. Bogor 16911. Indonesia. Badan Standardisasi Instrumen Pertanian. Jl. Dr. Ratulangi No. 274 Maros 90514. Indonesia. e-mail: herawati. serealia@yahoo. ABSTRAK Pengembangan jagung pada lahan dengan ketersediaan Nitrogen (N) tanah yang rendah memerlukan dosis pemupukan nitrogen yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan, produktifitas, dan efesiensi penggunaan pupuk nitrogen (EPN). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh aplikasi pemupukan N terhadap karakter agronomi, komponen hasi, dan hasil N setiap genotipe jagung hibrida yang diuji serta mengetahui efesiensi penggunaan pupuk dari takaran pupuk N yang digunakan. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Balai Penelitian Tanaman Serealia pada bulan Maret sampai Juli 2019. Penelitian disusun dengan menggunakan rancangan acak terpisah dimana petak utama yaitu dosis pupuk N yang terdiri dari atas 0 kg N/ha, 75 kg N/ha, dan 200 kg N/ha. Anak petak terdiri dari 28 genotipe jagung hibrida dan dua varietas pembanding yaitu Bisi-18 dan P-36. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemupukan 200 kg N/ha dapat memacu tinggi tanaman dan indeks luas daun jagung hibrida G26/B11 masing-masing sebesar 36,54% dan 246,30%. Meningkatkan kandungan klorofil daun, diameter batang, panjang tongkol, jumlah baris biji per tongkol jagung hibrida G15/CY11 masing-masing sebesar 101,05%. 159,51%. 61,10%. dan 98,60% serta meningkatkan diameter batang dan jumlah biji per baris jagung hibrida G5/B11 masing-masing sebesar 80,55% dan 55,04%. Hasil biji tertinggi terdapat pada jagung hibrida G10/MAL03 dengan pemupukan 200 kg N/ha . ,06%). Aplikasi 200 kg N ha-1 dapat meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk nitrogen sebesar 19,58 kg/kg. Kata kunci Jagung. Nitrogen rendah. Pupuk PENDAHULUAN Lingkungan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan produktifitas jagung (Zea mays L. Produksi jagung sangat dipengaruhi faktor iklim dan kesuburan tanah (Hammad et al. , 2. Menurut Riwandi et al. bahwa jagung dapat tumbuh pada ketinggian 0 sampai 1300 m dpl, temperatur udara 23-270C, curah hujan antara 200-300 mm per bulan atau antara 800- 1200 mm per tahun. Tingkat kemasaman tanah yang optimum untuk pertumbuhan dan produksi tanaman jagung yaitu berkisar antara 5,6-6,2. Namun semakin meningkatnya alih fungsi lahan pada Pros Sem Nas S. Vol 1 No 1 . | 13-27 lahan potensial baik di sentra produksi pertanian di Jawa maupun di luar Jawa mendorong pengembangan jagung di lahan suboptimal (BBSDLP, 2. Lahan suboptimal merupakan lahan yang memiliki tingkat kesuburan tanah yang rendah dimana ketersediaan unsur hara, kapasitas tukar kation tanah, serta C-organik sangat rendah sehingga memerlukan usaha intensifikasi yang cukup tinggi. Menurut Gheith et al. terdapat beberapa cara dalam meningkatkan produktifitas jagung antara lain meningkatkan teknologi pertanian, penerapan kombinasi teknologi, dan penggunaan varietas jagung yang memiliki potensi hasil yang tinggi serta efisien dalam penggunaan pupuk (Aminah et al. , 2014. Yustisia & Amirullah, 2019. Astiko et al. Salah satu lahan pengembangan tanaman yaitu lahan sawah dengan tipe tanah Alluvial. Tanah alluvial terbentuk dari endapan sungai dan unsur esensial untuk tanaman sering mengalami pencucian serta memiliki kandungan N rendah (Dang & Hung 2021. Herawati et al. Pemupukan nitrogen merupakan salah satu cara dalam mengatasi kekurangan unsur nitrogen pada lahan suboptimal. Nitrogen berperan penting dalam proses metabolisme tanaman, pertumbuhan vegetatif, dan generatif tanaman jagung. Nitrogen meningkatkan bobot biomass dengan memacu pertumbuhan daun dan aktifitas serta efisiensi fotosintesis (Kaur et al. , 2012. Gheith et al. , 2. Nitrogen dapat meningkatkan indeks luas daun, aktivitas enzim, klorofil daun, dan efisiensi penyerapan cahaya matahari (Leghari et al. , 2. Menurut Uysal . bahwa klorofil daun berkolerasi dengan nitrogen. Selain itu, nitrogen dapat meningkat hasil biji jagung. Aplikasi pupuk N dapat meningkatkan PAR . hotosynthetically active radiatio. sebesar 33% pada tanaman jagung dan 7,5-97,8% pada gandum dibanding tanpa pemupukan N (Ghosh et al. , 2017. Luo et al. , 2. Nitrogen dapat meningkatkan hasil biji jagung hingga 43-65,91% dan biomass 25-42% (Ghosh et al. , 2017. Ogola et al. Kekurangan nitrogen dapat menyebabkan penurunan laju pertumbuhan bahkan produksi jagung. Keterbatasan unsur nitrogen menyebabkan penurunan klorofil daun 20% dan hasil biji sekitar 27,38% (Zhang et al. , 2. Defisiensi nitrogen dapat menyebabkan akumulasi fofsat dan penurunan regulasi gen yang berperan dalam mengendalikan homeostatis posfat pada kondisi cekaman. Kekurangan unsur N pada umur 16-20 hari setelah tanam menyebabkan penurunan laju pertumbuhan daun sekitar 20-25% dan bobot biomass daun sekitar 25-30% (Schlyter et al. , 2. Namun disisi lain kelebihan nitrogen akan berdampak negatif terhadap pertumbuhan tanaman, memperlambat fase generatif tanaman, mengurangi efisiensi pengunaan pupuk N, meningkatkan resiko kehilangan nitrat akibat pencucian, dan menyebabkan polusi terhadap lingkungan (Nainggolan et al. , 2009. Wang et al. , 2019. Erisman et al. , 2013. Syafruddin & Herawati, 2. Hasil penelitian Syafruddin et al. menujukkan petani di beberapa daerah pengembangan tanaman jagung seperti di Jawa Timur. Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan menggunakan pupuk N yang berlebihan yaitu 350 kg N/ha dengan produksi 6-8 t/ha sedangkan rekomendasi pemupukan N yaitu 150-225 kg N/ha untuk mencapai 9-13 t/ha. Hal tersebut menujukkan bahwa penggunaan pupuk N di tingkat petani pada daerah tersebut tidak efisien. Oleh karena itu, pemupukan nitrogen terutama pada lahan suboptimal memerlukan pengelolaan pemupukan yang tepat untuk meningkatkan produktifitas jagung pada lahan tersebut, efisiensi penggunnan pupuk N, dan mengurangi pencemaran lingkungan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh aplikasi pemupukan N terhadap karakter agronomi. Pros Sem Nas S. Vol 1 No 1 . | 13-27 komponen hasil, dan hasil biji genotipe jagung hibrida yang diuji serta mengetahui efesiensi penggunaan pupuk dari takaran pupuk N yang digunakan. METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Balai Penelitian Tanaman Serealia. Maros. Sulawesi Selatan, pada bulan Maret sampai Juli 2019. Lokasi penelitian terletak pada ketinggian 5 m dpl dengan titik koordinat 4o58Ao35AyLS-119 34Ao30AyBT dengan tipe curah hujan C3 menurut klasifikasi tipe iklim Oldemen dengan tipe curah hujan C3 menurut klasifikasi tipe iklim Oldemen serta jenis tanah tempat penelitian yaitu Aluvial. Alat Alat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu traktor, cangkul, tugal, ajir, papan perlakuan, mesin penyiang gulma, mesin pompa air, selang air, alat pengukur tinggi tanaman, chlorophyll meter SPAD-502, mistar, kamera digital, papan pengalas, timbangan, alat pengukur kadar air biji, dan alat tulis menulis. Bahan Bahan yang digunakan adalah furadan, herbisida Convey dan Gramoxone, fungisida . ungisida Metalaxi. , pupuk nitrogen yang digunakan yaitu Urea, pupuk NPK Phonska, air, kertas label, karung, kantong plastik, tali raffia dan benih jagung dari 28 genotipe jagung hibrida dan dua varietas pembanding yaitu Bisi-18 dan P-36. Tetua jagung hibrida yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Mal 03. CY11, dan B11. Prosedur penelitian Analisis tanah dilakukan sebelum penelitian. Hasil analisis tanah disajikan pada Tabel 1 dimana menujukkan bahwa kandungan N tanah rendah . ,13%) sehingga memberi petunjuk bahwa lahan tersebut dapat digunakan untuk penelitian pengaruh pemupukan N pada kondisi N rendah. Penelitian disusun dengan menggunakan rancangan acak terpisah dimana petak utama yaitu dosis pupuk N yang terdiri dari atas 0 kg N/ha, 75 kg N/ha, dan 200 kg N/ha. Anak petak terdiri dari 28 genotipe jagung hibrida dan dua varietas pembanding yaitu Bisi-18 dan P-36. Setiap genotipe jagung hibrida ditanam dua baris dengan jarak tanam 70 cm x 20 cm dan panjang baris 4 m. Sebelum ditanam benih diberi perlakuan fungisida Metalaxil dengan takaran 2 g/kg benih untuk mencegah penyakit bulai. Pada saat berumur 2 minggu setelah tanam (MST), tanaman dijarangkan menjadi satu tanaman/rumpun. Pemeliharaan tanaman meliputi penyiangan, pengairan, dan pembumbunan. Pemupukan pertama dilakukan pada saat tanaman berumur 7 hst . ari setelah tana. dengan takaran 37,5 kg N/ha untuk perlakuan N rendah dan 100 kg N/ha untuk perlakuan N normal, masing-masing diikuti oleh 150 kg SP-36/ha dan 100 KCl kg/ha. Pada pemupukan kedua dilakukan pada saat tanaman berumur 30 HST dengan takaran 50 kg N/ha untuk perlakuan N rendah dan 100 kg N/ha untuk perlakuan N normal. Peubah yang diamati meliputi tinggi tanaman pada 75 HST, tinggi letak tongkol, diameter batang, panjang daun, lebar daun, jumlah daun, luas daun, indeks luas daun, klorofil daun, panjang tongkol, diameter tongkol, jumlah baris per tongkol, jumlah biji Pros Sem Nas S. Vol 1 No 1 . | 13-27 per tongkol, kadar air biji, rendemen, dan hasil biji. Hasil biji dikonversi pada saat kadar air 15% dengan rumus: B = Bobot tongkol kupasan basah = Rendemen biji GYi = hasil biji dengan pemberian pupuk N GY0 = hasil biji tanpa pemberian pupuk N Ni = Takaran pemupukan N Analisis Data Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dengan menggunakan aplikasi Cropstat 7. Apabila perlakuan menujukkan pengaruh nyata maka dilakukan uji lanjut menggunakan BNT=0,05. Tabel 1. Hasil analisis tanah sebelum penelitian Parameter Nilai Tekstur Liat (%) 40,00 Debu (%) 46,00 Pasir (%) 14,00 pH: H2O . :2. 6,60 C- Organik (%) 0,89 N Total (%) 0,13 P Bray 1 . 130,00 P2O5-HCl 25% . g/100 g 40,00 KTK-dd . e/100 . K-dd 0,05 Ca-dd 23,90 Mg-dd 1,50 Na-dd 0,04 Kejenuhan Al (%) 0,00 KTK . e/100 . 24,09 Kejenuhan basa (%) 100,00 Harkat Liat berdebu Netral Sangat rendah Rendah Sangat tinggi Sedang Sangat rendah Sangat tinggi Sedang Sangat rendah Sangat rendah Sedang Sangat tinggi Sumber : Laboratorium Tanah. Tanaman. Pupuk, dan Air BPTP Sulawesi Selatan. Pros Sem Nas S. Vol 1 No 1 . | 13-27 HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Keragaman Karakter Agronomi dan Komponen Hasil . Pengaruh pupuk nitrogen, genotipe, dan interaksi antara pupuk nitrogen dengan genotipe berbeda pada setiap karakter pengamatan kecuali pada klorofil daun, jumlah biji per baris dan hasil biji (Tabel . Proporsi pengaruh pupuk nitrogen, genotipe, dan interaksi antara pupuk nitrogen dengan genotipe dapat dilihat pada . Gambar 1. Tabel 2. Nilai probabilitas dari faktor pupuk nitrogen, genotipe, dan interaksi antara pupuk nitrogen dengan genotipe Karakter Nitrogen Genotipe Interaksi Tinggi tanaman 0,00** 0,00** 0,48tn Tinggi letak tongkol 0,00 0,01 0,58tn Diameter batang 0,01** 0,00** 0,92tn Panjang daun 0,00 0,25 0,35tn Lebar daun 0,00** 0,00** 0,62tn Jumlah daun 0,00 0,54 0,58tn Luas daun 0,00** 0,06tn 0,69tn Indeks luas daun 0,00 0,03 0,69tn Klorofil daun 0,00** 0,00** 0,00** Panjang tongkol 0,02 0,00 0,02* Diameter tongkol 0,02 0,00 0,99tn Jumlah baris biji 0,00** 0,00** 0,04* Jumlah biji per baris 0,00 0,00 0,01** Kadar air biji 0,01* 0,03* 0,80tn Rendemen 0,01 0,00 0,73tn Hasil biji 0,00** 0,00** 0,00** Keterangan: ** Sangat nyata, *nyata pada, nstidak nyata . Pros Sem Nas S. Vol 1 No 1 . | 13-27 Gambar 1. Proporsi nilai jumlah kuadrat dari analisis ragam pengaruh pupuk N, genotipe, interaksi pupuk N dengan genotipe, dan galat pada . karakter agronomi dan . komponen hasil. Berdasarkan proporsi nilai jumlah kuadrat dari hasil analisis sidik ragam menujukkan pupuk nitrogen cenderung berpengaruh besar terhadap karakter agronomi, komponen hasil dan hasil biji jagung hibrida yang diuji dibanding pengaruh genotipe dan interaksi antara pupuk nitrogen dengan genotipe (Gambar. Karakter diameter batang, jumlah daun, luas daun, indeks luas daun dan klorofil daun lebih dipengaruhi oleh pupuk nitrogen (>80%) dibanding genotipe dan interaksi antara genotipe dan lingkungan sedangkan rendemen biji lebih dipengaruhi oleh genotipe . %) dibanding pengaruh pupuk nitrogen . %) dan intraksi anatara pupuk dengan genotipe . %). Penampilan Agronomi dan Karakter Hasil Biji Pengukuran tinggi tanaman dilakukan pada umur 75 hst dengan metode pengukuran mulai dari pangkal batang sampai ujung malai terpanjang. Tinggi tanaman tertinggi terdapat pada pemupukan 200 kg N/ha yaitu 169,04 cm yang berbeda nyata dengan tinggi tanaman pada pemupukan 75 kg N/ha dan tanpa pemupukan N (Tabel . Rata-rata tinggi tanaman tertinggi pada pemupukan 200 kg N/ha tedapat pada hibrida G26/B11 yaitu 151,10 cm yang berbeda nyata dengan varietas Bisi-18. Hasil penelitian Arif & Imran . menujukkan bahwa pertumbuhan tanaman jagung tertinggi terdapat pada pemupukan nitrogen optimum yaitu A210 kg/ha. Pemupukan nitrogen dapat memacu pembelahan dan perpanjangan sel sehingga tanaman dapat berkembang sampai batas optimum. Selain itu penambahan pupuk nitrogen menigkatkan jumlah jaringan . ascular bundl. pada ruas batang jagung sekitar 7,90-21,90% (Ren et al. Namun di daerah perakaran pada kondisi N rendah terjadi peningkatan panjang dan pembelahan sel akar sekitar 4,90 cm/hari serta produksi sel akar sekitar 5,21 sel/hari (Gao et al. , 2. Pemberian pupuk nitrogen dengan takaran yang optimum dapat mencegah tanaman dari kerebahan dan serangan hama penyakit. Nitrogen berpengaruh nyata terhadap indeks luas daun dan klorofil daun. Indeks luas daun merupakan parameter penting dalam pengelolaan tanaman yang menunjukkan rasio antara luas kanopi dengan luas area yang tertutupi oleh kanopi tersebut. Indeks luas daun berhubungan dengan fotosintesis dan produksi biomass tanaman (Gusmayanti & Sholahuddin, 2. Tabel 4 menujukkankan indeks luas daun pada pemupukan 200 kg N/ha meningkatkan rata-rata indeks luas daun dari 30 genotipe jagung hibrida yang diuji sebesar 268,50% dibanding tanpa pemupukan N serta 78,29% dibanding pemupukan 75 kg N/ha. Tabel 4 menujukkan jagung hibrida G26/B11 memiliki ratarata indeks luas daun tertinggi pada pemupukan 200 kg N/ha yaitu 6,42 yang berbeda nyata dengan varietas pembanding Bisi 18. Hal tersebut menujukkan bahwa penambahan pupuk nitrogen pada tanah dengan kandungan N rendah dapat meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman terutama pertambahan luas daun yang secara signifikan meningkatkan indeks luas daun. Indeks luas daun yang tinggi dapat memacu laju fotosintesis optimum yang berperan dalam bobot biomass tanaman jagung. Hasil penelitian Wahyudin et al. juga menujukkan bahwa indeks luas daun meningkat dengan pemberian pupuk nitrogen berupa urea pada tanaman jagung. Pemupukan nitrogen berpengaruh terhadap pembentukan kanopi daun dan efesiensi penggunaan radiasi pada jagung (Urban et al. , 2. Pros Sem Nas S. Vol 1 No 1 . | 13-27 Tabel 3. Rata-rata tinggi tanaman dan tinggi letak tongkol beberapa genotipe jagung hibrida pada pemupukan N. Tinggi tanaman . Genotipe . kg N/h. kg N/h. kg N/h. Tinggi letak tongkol . kg N/h. kg N/h. kg N/h. G1/MAL 03 107,80 139,65 162,35 42,24 60,35 76,20 G2/B11 117,66 141,55 162,40 46,13 70,30 73,50 G3/B11 126,22 160,95 179,55a 75,06ab 80,75 81,10 G4/MAL 03 103,66 162,30 167,60 61,74 75,20 78,75 G5/B11 131,59 139,10 151,10 63,75 65,25 74,15 G6/MAL 03 128,34 144,25 169,90 48,39 63,90 79,90 G7/MAL 03 113,74 159,00 161,40 55,51 80,60 84,15 G8/CY 11 100,61 145,67 175,40 58,39 68,05 68,63 G9/MAL 03 163,53ab 166,00 191,00a 56,86 73,85 134,10ab G10/MAL 03 128,17 133,40 156,65 56,87 65,75 89,35a G11/B11 122,27 140,50 164,55 42,46 63,70 83,00 G12/B11 125,82 151,50 166,65 46,71 73,00 82,35 G13/CY 11 103,08 132,70 169,65 41,74 59,15 78,25 G14/MAL 03 121,66 152,20 175,00 57,70 70,95 90,50a G15/CY 11 122,29 153,35 164,05 54,77 62,10 75,80 G16/MAL 03 130,52 144,30 175,40 54,69 81,65 67,00 G17/CY 11 152,68a 161,60 187,55a 56,27 65,10 77,70 G18/MAL 03 146,48a 164,60 170,65 63,23 79,05 84,25 G19/MAL 03 120,80 148,80 160,50 52,80 75,00 69,45 G20/MAL 03 110,62 133,25 158,40 43,64 63,60 70,15 G21/MAL 03 150,74a 154,55 156,15 61,20 70,85 62,75 G22/CY 11 117,40 159,00 160,36 48,08 66,35 72,50 G23/MAL 03 105,93 149,40 153,70 46,23 65,20 74,65 G24/MAL 03 138,09a 159,70 182,75a 71,00ab 77,60 71,30 G25/MAL 03 149,92a 159,80 169,85 62,15 78,10 90,10a G26/B11 141,87a 162,15 193,70a 75,67 89,45a 100,45ab Bisi 18 . 118,40 158,30 161,85 53,20 71,45 73,05 P 27 . 141,86 169,05 185,15 55,23 79,60 82,85 Rata-rata 126,49z 151,66y 169,04x 55,42z 71,28y 80,21x BNTN=0. 3,39 3,59 BNTG=0. 15,19 14,69 8,90 18,50 Keterangan: a. Angka yang diikuti oleh huruf yang sama dengan galur pembanding . berarti berbeda nyata dengan galur pembanding tersebut pada uji BNT=0,05. Angka yang diikuti oleh huruf yang berbeda pada kolom . ,y,. berarti berbeda nyata uji BNT=0,05. Nitrogen secara nyata berpengaruh terhadap kandungan klorofil daun dari jagung hibrida yang diuji. Nitrogen sebagai bahan sintesis protein, enzim, asam nukleat dan klorofil daun. Dari data pengamatan menujukkan kandungan klorofil daun jagung tanpa pemupukan nitrogen pada lahan dengan ketesediaan N rendah berkisar 26,40 unit. Setelah aplikasi pupuk N sebanyak 75 kg/ha kandungan klorofil daun meningkat 24,40% menjadi 32,84 unit dan aplikasi 200 kg N/ha klorofil daun semakin meningkat Pros Sem Nas S. Vol 1 No 1 . | 13-27 menjadi 52,90 unit. Hibrida G15/CY 11 memiliki rata-rata kandungan klorofil tertinggi pada pemupukan 200 kg N/ha yaitu 59,50 unit yang berbeda nyata dengan kedua varietas pembanding. Hasil penelitian (Damanhuri et al. juga menujukkan bahwa pemupukan 200 - 360 kg N/ha dapat menghasilkan klorofil daun sebanyak 54,22 Ae 63,56 unit. Serapan N tanaman berkorelasi positif dengan kandungan klorofil (Soepriyanto et al. Konsentrasi N dalam pupuk berpengaruh terhadap akumulasi unsur hara lainnya dimana mempengaruhi pertumbuhan karena nutrisi tersebut dibutuhkan untuk perkembanagan tanaman serta elemen seperti P. Mg. Mn, dan Mo sering terikat dengan siklus N yang berperan dalam metabolisme tanaman (Schlyter et , 2. Tabel 4. Rata-rata indeks luas daun dan klorofil daun beberapa genotipe jagung hibrida pada pemupukan N. Indeks luas daun Genotipe . kg N/h. kg N/h. kg N/h. Klorofil daun . kg N/h. kg N/h. kg N/h. G1/MAL 03 1,46 3,46a 5,93 31,66ab 32,51 55,75 G2/B11 1,25 3,28 5,98 26,21 b 32,65 55,48 G3/B11 1,60 3,32 5,56 23,58 b 34,37 50,67 G4/MAL 03 1,77 2,92 5,51 32,25ab 32,73 51,68 G5/B11 1,35 2,96 5,91 20,91 31,78 52,50 G6/MAL 03 0,97 2,74 5,29 26,31 b 31,42 54,22 G7/MAL 03 1,09 2,81 5,74 20,95 34,07 51,03 G8/CY 11 1,76 2,95 5,63 27,32 b 37,24ab 56,55ab G9/MAL 03 1,34 3,51a 6,09 27,18 b 33,77 54,88 G10/MAL 03 1,53 3,09 6,13 27,09 b 31,28 52,52 G11/B11 1,64 3,24 5,96 27,48 b 28,62 42,63 G12/B11 1,47 3,20 5,19 24,18 b 33,15 53,67 G13/CY 11 1,18 2,87 5,56 26,38 b 32,59 50,10 G14/MAL 03 1,50 3,09 5,46 30,00ab 32,82 55,42 G15/CY 11 1,89a 3,02 5,14 29,60ab 34,06 59,50ab G16/MAL 03 1,22 3,52a 5,82 30,02ab 33,53 58,17ab G17/CY 11 1,75 3,34 4,71 28,72ab 33,56 57,79ab G18/MAL 03 1,57 3,60a 6,12 22,52 34,11 51,71 G19/MAL 03 1,03 3,33 5,06 26,63 b 31,42 52,26 G20/MAL 03 1,51 3,03 5,88 24,39 b 32,86 48,97 G21/MAL 03 2,41ab 3,50a 6,09 25,26 b 32,97 55,99 G22/CY 11 1,71 3,44a 5,96 26,99 b 31,36 50,68 G23/MAL 03 1,74 3,14 4,89 25,03 b 33,65 49,46 G24/MAL 03 2,19ab 3,34 5,99 30,66ab 33,15 54,06 G25/MAL 03 1,52 3,40 5,59 27,67ab 32,15 50,92 G26/B11 1,85a 3,13 6,42a 25,41 b 33,19 47,61 Bisi 18 . 1,30 2,91 5,74 24,63 32,02 53,40 P 27 . 1,64 3,27 6,05 20,18 32,55 53,56 Rata-rata 1,55 z 3,19 y 5,69 x 26,40 z 32,84y 52,90 x BNTN=0. 0,16 0,79 BNTG=0. 0,52 2,91 Keterangan: a. Angka yang diikuti oleh huruf yang sama dengan galur pembanding . berarti berbeda nyata dengan galur pembanding tersebut pada uji BNT=0,05. Pros Sem Nas S. Vol 1 No 1 . | 13-27 Angka yang dikikuti oleh huruf yang berbeda pada kolom . ,y,. berarti berbeda nyata pada uji BNT=0,05. Gambar 2 menujukkan bahwa pemupukan nitrogen dapat meningkatkan diameter batang dari genotipe jagung hibrida yang diuji. Pemupukan 75 kg N/ha meningkatkan rata-rata diameter batang sebesar 0,20% dan pada pemupukan 200 kg N/ha meningkatkan diameter batang sebesar 1,20%. Rata-rata diameter batang terkecil pada ketersediaan N tanah rendah terdapat pada jagung hibrida G7/MAL 03 dan G18/MAL 03 yaitu masing-masing 0,90 cm. Setelah aplikasi pemupukan 75 kg N/ha, dimater batang jagung hibrida tersebut meningkat masing-masing menjadi 1,20 cm dan 1,09 cm. Sedangkan aplikasi pupuk 200 kg N/ha meningkatkan diameter batang masing-masing menjadi 2,22 cm dan 2,19 cm. Diameter batang yang tebal merupakan komponen agronomi yang penting pada jagung karena berhubungan dengan akumulasi assimilat yang dibutuhkan untuk dalam proses pengisian biji pada fase generatif (Iqbal et al. , 2. Gambar 2. Diameter batang beberapa genotipe jagung hibrida pada takaran pupuk N yang berbeda Nitrogen secara nyata mempengaruhi komponen hasil seperti panjang tongkol, diameter tongkol, jumlah baris biji per tongkol, dan jumlah biji per baris. Aplikasi 200 kg N/ha memberikan rata-rata panjang tongkol dan diameter tongkol serta jumlah baris biji per tongkol dan jumlah biji per baris terbesar yaitu masing-masing 17,44 cm. 4,64 15,42 baris. 07 biji serta berbeda nyata dengan panjang tongkol, diameter tongkol, jumlah baris biji per tongkol, dan jumlah biji per baris tanpa pemupukan N. Panjang tongkol diukur dari bagian pangkal tongkol sampai pada ujung tongkol. Sedangkan diameter tongkol diukur pada bagian tengah tongkol dengan menggunakan jangka sorong. Rata-rata Panjang tongkol terendah pada kondisi tanpa pemupukan N (N renda. terdapat pada hibrida G11/B11 . ,91 c. dan meningkat masing-masing 16,91% dan 74,72% pada pemupukan 75 kg N/ha dan 200 kg N/ha (Gambar . Aplikasi 75 kg N/ha dapat menaikkan rata-rata diameter tongkol hibrida G23/MAL 03 sebesar 23,51% dan 69,66% dengan pemupukan 200 kg N/ha. Hasil peneilitian Majid et . menujukkan bahwa aplikasi A 200 kg N/ha dapat meningkatkan panjang tongkol jagung hibrida sebesar 17,39% dibanding tanpa pemupukan N. Rata-rata jumlah baris biji terendah pada kondisi tanpa pemupukan N terdapat pada hibrida G21/MAL 03 . ,31 bari. dan meningkat masing-masing 18,38% dan Pros Sem Nas S. Vol 1 No 1 . | 13-27 41,67% pada pemupukan 75 kg N/ha dan 200 kg N/ha. Aplikasi 75 kg N/ha dapat menaikkan rata-rata jumlah biji per baris hibrida G13/CY 11 menjadi 26,30 biji dan 31,10 biji dengan pemupukan 200 kg N/ha. Gambar 3. Pengaruh nitrogen terhadap panjang tongkol, diameter tongkol, jumlah baris biji, dan jumlah biji per baris. Produksi dan Efesiensi Penggunaan Pupuk Nitrogen (NUE) Pemupukan N dengan takaran yang tepat dapat menghasilkan keseimbangan antara kebutuhan N tanaman dengan ketersediaan N tanah serta mengoptimalkan hasil biji jagung serta meminimalis kerusakan lingkungan. Takaran dan waktu aplikasi pemupukan N yang tepat dapat meningkatkan produktifitas dan NUE jagung dengan mengurangi dampak negatif lingkungan. Pemberian pupuk N secara melebihi rekomendasi tidak dapat meningkatkan hasil, tapi dapat menyebabkan peningkatan pencucian NO3- di dalam tanah (Urban et al. , 2. Menurut Zafar et. bahwa aplikasi pemupukan N pada tanaman hanya A50% yang tersedia untuk tanaman sedangkan sebagian hilang karena pencucian dan penguapan. Nitrogen dapat meningkatkan hasil biji jagung melalui peningkatan laju pertumbuhan tanaman terutama akar dan anatomy daun serta aktivasi klorofil daun dan peningkatan laju fotosintesis. Penyerapan N yang baik dapat mengoptimalkan hasil biji dan meningkatkan efesiensi penggunaan pupuk N yang ditambahkan (Peng et al. , 2012. Su et al. , 2. Tabel 5 menujukkan bahwa aplikasi pupuk N sebanyak 75 dan 200 kg N/ha dapat meningkatkan hasil biji jagung pada lahan dengan ketersediaan hara N rendah. Aplikasi 75 kg N/ha meningkatkan rata-rata hasil biji dari 3,38 t/ha menjadi 4,33 t/ha. Pros Sem Nas S. Vol 1 No 1 . | 13-27 Sedangkan aplikasi 200 kg N/ha meningkatkan hasil biji sebesar 115,99% atau 7,29 t/ha. Rata-rata hasil biji terendah pada kondisi N rendah . kg N/h. terdapat pada hibrida G13/CY 11 yaitu 1,45 t/ha dan setelah aplikasi pemupukan N, hasil biji jagung hibrida tersebut meningkat menjadi 2,47 t/ha pada takaran 75 kg N/ha dan 5,35 t/ha pada takaran 200 kg N/ha. Peningkatan dosis pemupukan N sekitar 100 sampai 230 kg N/ha dapat meningkatkan produksi jagung hibrida 31,18-61,23% dibanding tanpa pemupukan N (Majid et al. Tabel 5. Rata-rata hasil biji dan efesiensi penggunaan pupuk N (NUE) beberapa genotipe jagung hibrida pada pemupukan N. Hasil pada takaran pemupukan N . /h. Genotipe . kg N/h. kg N/h. kg N/h. NUE pada 75 kg N/ha . g/k. NUE pada 200 kg N/ha . g/k. G1/MAL 03 2,34 2,96 G2/B11 1,99 2,96 G3/B11 4,09a 4,47a G4/MAL 03 2,87 4,45a G5/B11 4,33a 5,17a G6/MAL 03 3,07 4,24 G7/MAL 03 3,93a 4,49a G8/CY 11 2,07 2,77 G9/MAL 03 3,98a 6,25ab G10/MAL 03 3,87 5,57a G11/B11 2,48 3,09 G12/B11 3,85 4,25 G13/CY 11 1,45 2,47 G14/MAL 03 2,64 4,34a G15/CY 11 2,20 2,83 G16/MAL 03 4,49a 4,62a G17/CY 11 3,97a 4,58a G18/MAL 03 3,59 4,26 G19/MAL 03 3,63 5,38a G20/MAL 03 2,15 2,49 G21/MAL 03 3,24 4,21 G22/CY 11 4,46a 5,42a G23/MAL 03 4,39a 5,25a G24/MAL 03 3,10 5,39a G25/MAL 03 4,06a 4,64a G26/B11 4,95ab 5,65a Bisi 18 . 3,25 3,67 P 27 . 4,09 5,27 Rata-rata 3,38 4,33 BNTG=0. 0,66 11,40 Keterangan: Angka yang diikuti oleh huruf yang sama dengan galur pembanding . berarti berbeda nyata dengan galur pembanding tersebut pada uji BNT=0,05. Pros Sem Nas S. Vol 1 No 1 . | 13-27 . Gambar 4. Grafik hubungan antara persentase kenaikan hasil biji dengan efisiensi penggunaa pupuk N . 75 kg N/ha dan . 200 kg N/ha Persentase kenaikan hasil biji berkorelasi nyata dengan efisiensi penggunaa pupuk N baik pada aplikasi pemupukan 75 kg N/ha . <0. dan 200 kg N/ha . <0. Efisiensi penggunaa pupuk N yang tinggi dapat meningkatkan hasil biji. Pada Tabel 5 menujukkan rata-rata efisiensi penggunaa pupuk N tertinggi terdapat pada aplikasi 200 kg N/ha yaitu 19,58 kg/kg. Efisiensi penggunaa pupuk N tertinggi pada pemupukan 75 kg N/ha terdapat pada hibrida G24/MAL 03 yaitu 30,56 kg/kg namun pada pemupukan 200 kg N/ha menurun menjadi 16,07 kg/kg. Kondisi ini berbanding terbalik dengan G15/CY 11 dimana pada pemupukan 75 kg/ha, efisiensi penggunaa pupuk N sekitar 8,30 kg/kg dan meningkat pada pemupukan 200 kg N/ha menjadi 31,66 kg/kg. Hal ini menujukkan bahwa efisiensi penggunaan pupuk N pada setiap genotipe berbeda tergantung pada kemampuannya dalam menggunakan unsur N untuk menghasilkan produksi yang KESIMPULAN Pemupukan 200 kg N/ha dapat memacu tinggi tanaman dan indeks luas daun jagung hibrida G26/B11 masing-masing sebesar 36,54% dan 246,30%. Meningkatkan kandungan klorofil daun, diameter batang, panjang tongkol, jumlah baris biji per tongkol jagung hibrida G15/CY11 masing-masing sebesar 101,05%. 159,51%. 61,10%. dan 98,60% serta meningkatkan diameter batang dan jumlah biji per baris jagung hibrida G5/B11 masing-masing sebesar 80,55% dan 55,04%. Hasil biji tertinggi terdapat pada jagung hibrida G10/MAL03 dengan pemupukan 200 kg N/ha . ,06%). Aplikasi 200 kg N ha-1 dapat meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk nitrogen sebesar 19,58 kg/kg. Pros Sem Nas S. Vol 1 No 1 . | 13-27 DAFTAR PUSTAKA